% Sugasmile %
.
WARN!
BxB!.ANEH!.TYPO EVERYWHERE!
PAIR? IKUTIN AJA DULU CERITANYA (δΊΊΒ΄Π`)
.
CHAPTER 1
.
ENJOY !
Pagi yang cerah, namun tidak secerah hati namja pucat yang satu ini. Bagaimana tidak? Hey, siapa sih yang tidak uring-uringan jika tidak dikabari kekasih nya? Jika dihitung, sudah 3 hari Yoongi tidak menerima kabar dari Jimin.
Yoongi menggerutu kesal pagi ini, ah tidak setiap pagi Yoongi selalu menggerutu kesal jika tidak mendapatkan kabar dari kekasih bantet nya itu.
"Di Telfon, tidak bisa"
"Di sms juga tidak pernah di balas "
"Sebenarnya, apa sih mau mu huh? Dasar bantet"
Drtttt drtttt...
Yoongi merasakan ada nya getaran yang berasal dari benda persegi panjang miliknya. Dengan cepat ia mengambilnya, berharap ada sebuah balasan dari kekasih nya itu. Tapi... ah semangat nya luntur kembali setelah membaca pesan tersebut.
From : Hoseokie
"Hyung, kau di mana? Kau ingat kan, Kalau hari ini ada kelas pagi? Umur mu boleh tua, tapi ku mohon jangan pikun dulu untuk saat ini"
"Apa-apaan kuda liar ini?" Yoongi membuang asal ponsel nya di kasur empuk miliknya.
Ya, Yoongi memang hampir melupakan jadwal pagi hari ini. Bukankah seharusnya Yoongi berterima kasih kepada Hoseok? Dasar, tidak tahu diri.
Yoongi segera merapihkan dirinya untuk bersiap-siap ke kampus nanti. Yoongi adalah salah satu Mahasiswa di Universitas terkenal di Korea, bisa dibilang ia cukup pintar dan berkualitas apa lagi dengan keaadan keluarga nya yang mapan. Beruntung sekali kau Min Yoongi.
Yoongi melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan yang sudah lumayan ramai dipenuhi beberapa mahasiswi dan mahasiswa yang memiliki jadwal pagi ini. Ia mengedarkan pandangan nya mencari seseorang teman seperjuangan nya itu.
"Hyung kau lama sekali sih?"
"Tadi macet"
"Bagaimana? Apakah kekasih mu sudah memberi kabar untuk mu?"
"Tidak sama sekali. Sudahlah aku malas bahas soal ini lagi"
"Baiklah"
"Hoseok, aku lapar. Bagaimana jika kita ke kantin dulu?"
"Hm, boleh saja. Lagi pula jam pagi ini kan dimulai sekitar satu jam lagi"
"Kenapa kau tidak bilang jika dimulai 1jam lagi, aku kan bisa sarapan dulu di rumah" Gerutu
Yoongi.
"Sudahlah, yang penting kau tidak telat untuk kesekian kalinya, kajja kita ke kantin" .
.
.
"Break dulu, aku lelah" seorang namja bermata sipit ini merenggangkan otot-otot nya. Semua badan nya terasa sangat pegal. Sudah 3 hari ini ia menghabiskan waktu nya untuk 'Menari.
"Jimin, ku akui tarian mu memang sangat bagus"
"Oh iya? Kau juga memiliki tarian yang bagus, noona"
"Ku kira, semenjak aku pindah di sini hanya aku saja yang terlihat hebat. Ternyata aku salah"
"Kau tahu? Aku sangat suka saat berlatih dengan mu. Jika kau tidak percaya, coba ingat sudah 3 hari kita berlatih secara berturut. Haha" jelas Jimin.
'What?! Jadi kau menghabiskan 3 hari itu bersama partner dance mu Park Jimin? Dan membiarkan air mata Yoongi yang terus menangis dalam 3 hari itu? Ck, tidak bisa dipercaya bukan?
"Aku ingin ke kantin. Apa kau mau ikut?"
.
.
Yoongi masih saja menggerutu kesal pada Hoseok, Tidak peduli walaupun banyak yang memperhatikan nya. Pokoknya ia sangat kesal dengan Sahabatnya itu. Namun yang digerutu hanya diam dan melanjutkan sarapan nya. Tidak peduli dengan kicauan pagi Min Yoongi.
Hoseok memberhentikan makan nya saat melihat ada seseorang yang ia kenal sedang makan berdua di bangku kantin pojok sana.
"Yak! Yoongi, lihat itu. Bukan kah itu Jimin?" Yoongi terdiam dan segera mengikuti arah yang Hoseok tunjuk itu. Ekspresi wajah Yoongi seketika langsung datar tidak ada senyum ataupun bentuk krucut bibir nya. Flat.
"Hoseok, Siapa wanita itu"
"Dia Kang Mingkyeong, umur nya sebanding dengan mu, tapi dia lebih tua dari ku. Kau tahu? Tarian nya sangat indah dan bagus" Yoongi mendengarkan penjelasan Hoseok dan hanya ber-Oh-ria menjawab nya.
"Tunggu di sini"
"Aku ikut"
.
"Jim, aku dengar di sini banyak siswa dan siswi yang menyukai sesama jenis. Benarkah?"
"Ya, di sini memang banyak yang seperti itu tapi ada beberapa juga yang tidak"
"Apakah kau juga seperti itu?" Tanya Mingkyeong hati-hati.
"Hey, tentu saja tidak. Aku normal!" Jawab Jimin dengan sedikit keras.
"Jimin"
Jimin dan Mingkyeong memberhentikan tawa nya, mereka segera mengalihkan pandangannya kepada seorang namja yang baru saja memanggil nya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca itu.
"Oh hai, dia siapa Jim? Ah Hoseok, kau kemana saja? Baru kali ini aku melihat mu lagi. Kalian berdua, ayo duduk kita mengobrol bersama" Ujar Mingkyeong dengan ramah.
"Ani, aku hanya ingin menyapa Jimin saja tadi. Pagi ini aku ada kelas, silahkan lanjutkan saja" Yoongi langsung membalikan badan nya dan melangkah pergi dari kantin. Entah kemana ia harus pergi, ia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah.
"Park Jimin, aku harus bicara padamu. Nanti saja tidak usah sekarang" Ujar Hoseok. Hoseok segera pergi dan mengejar teman nya itu. Ia tahu, Yoongi pasti sedang menahan tangis nya.
"Ada apa ini?" Tanya Mingkyeong bingung
"Ani Nuna, tidak ada apa-apa" .
.
.
.
Sudah 3 hari semenjak kejadian di kantin itu Yoongi tidak masuk Kuliah. Keadaan nya sangat buruk. Demam nya tinggi. Namun apakah ada yang peduli dengan nya? Bahkan kekasih nya saja tidak tahu kabar tentang itu. Menyakitkan.
Hoseok merapihkan tataan rambutnya di depan wastafel, sambil bersiul seakan dunia miliknya. Hingga siulan nya berhenti saat melihat ada seorang namja yang masuk ke dalam.
"Apa lihat-lihat?" Tanya Hoseok dengan jutek.
"Kau ada masalah dengan ku?"
"Bukan aku yang ada masalah dengan mu. Tapi kau yang ada masalah dengan Yoongi"
Jimin mencerna perkataan Hoseok. Yoongi? Apa maksudnya? Krna yang Jimin tau hubungan nya dengan Yoongi sedang tidak ada masalah walaupun memang sedikit renggang. lalu apa yang harus permasalahi?
"Maksudmu?"
"Apa kau tahu bagaimana kabar Yoongi sekarang?"
"Tau, kabar nya pasti baik" Jawab Jimin santai. Hoseok sudah jengkel dengan manusia bantet yang satu ini. Jika ia tidak ingat Jimin adalah teman nya, pasti Jimin sudah habis di tangan nya.
"Baik jidatmu" Jimin melirik Hoseok dengan malas, kesabaran nya sudah hampir habis dibuatnya.
Jimin dan Hoseok sama-sama terdiam di depan cermin wastafel ini. keduanya saling memikirkan pikiran nya masing-masing. bertahan sekuat tenaga agar emosi nya tidak meledak keluar.
" Jadi, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Jimin santai.
Hoseok melototkan matanya ke arah Jimin, kedua bola mata Hoseok hampir saja keluar dari tempatnya. Ia tidak habis fikir bisa-bisanya Jimin berkata seperti itu? sekali lagi ..
'Jadi apa yang harus aku lakukan?' Hoseok memutar kembali pertanyaan Jimin di dalam otaknya, ingin rasanya ia menari Jimin dan menjedotkan dengan keras kepala si lelaki bantet itu. sabar Hoseok.
"kau masih bertanya, apa yang harus kau lakukan?" Tanya Hoseok
Jimin menatap Hoseok dalam diam, menunggu jawaban Hoseok yang selanjutnya
"kau Park Jimin. Tidak usah melakukan apapun, cukup diam dan biarkan Yoongi sekarat dengan sikap yang kau berikan padanya"
Sadis...
"Sekarang aku tanya, kau mencintainya tidak?"
"Tentu" Jawab Jimin singkat.
"Jika kau mencintainya harusnya kau bersikap seolah mencintainya. Bukan mengabaikan nya seperti ini"
"Apakah selama kau tidak menghubungi nya, ada perasaan bersalah pada dirimu huh?" Lanjut Hoseok
"Apakah ada perasaan kehilangan?"
"Apakah ada ke khawatiran?"
Skak mat! Jimin terdiam saat mendengar pertanyaan Hoseok. Pertanyaan Hoseok benar, ya benar sekali.
"Tidak kan? Aku tahu itu karna kau sedang asyik sendiri dengan partner menari mu"
"Yoongi sakit dan kau tidak tahu. Jika kau tidak mencintai nya tidak usah menjenguk Sahabatku"
"Satu lagi"
Hoseok memberhentikan langkahnya keluar
"kau berubah dan Yoongi sedih dengan perubahan mu" Ujarnya dan langsung melangkahkan kakinya keluar. Jimin memperhatikan kepergian Hoseok lewat kaca wastafel di depan nya. Ia mengambil ponsel yang berada di saku nya, memencet beberapa nomer di layar ponselnya.
"Hari ini, aku tidak latihan"
.
.
.
TBC OR NO?
AMPUNNNN XD ini chapter 1 nya kocag bener gaada feel nya πππ Maapkan aku yaaa ini mengecewakan banget :((((((
For you all :* makasih yang udah review favorite dan follow ugh agh aq cintah kalyan /peluk erat jimin/
Mau curhat dikit. Sebetulnya ini ff udah mau di apdet kemaren tapi..
TAPI GUE LUPA GIMANA CARA UPDATE CHAPTER π π π SUMPAH LUPA BANGET ADUHH UDAH LAMA GABUA FFN :((((((
Bentar. Mau nangis dulu ini cerita apa banget ππππ«π«π«
Maapkaeun...
Hampura...
RnR ?
