Pagi yang cerah dan hari yang cerah bagi Kim Leeteuk, seperti biasa dia menyiapkan sarapan di meja makan untuk anak dan suaminya. Dia memang nyonya rumah di mansion ini, tapi dia tidak ingin ada orang lain yang mengurusi kebutuhan anak dan suaminya, salah satunya sarapan. Pagi ini dia memasak nasi goreng untuk suami dan anaknya. Ah dan segelas kopi hitam pekat tanpa gula kesukaan Kim Kibum.

Terkadang Leeteuk selalu bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apakah anaknya itu takut mengidap diabetes sampai-sampai dia tidak mau memberikan sedikit gula pada kopinya ? Tapi jika dipikir lagi itu tidak mungkin. Dia pernah memberinya orange juice yang diminum oleh Kibum sampai habis. Bukankah itu mengandung gula juga ? Ah entahlah.

Jika membicarakan kebiasaan anaknya itu dia akan heran sendiri. Kenapa anaknya bisa datar sedatar lantai marmer di rumahnya ? Kenapa ekspresi anaknya itu baik senang, sedih, terkejut, marah sekalipun tetap terlihat datar dan dingin ?

Tapi untunglah, meskipun begitu putranya itu masih banyak yang suka. Melihat sarapan yang di siapkannya sudah siap dia tersenyum senang. Saatnya menunggu suami dan anaknya turun.

Tap tap tap

Mendengar suara langkah kaki dibelakangnya Leeteuk menoleh dan tersenyum mendapati suami dan anaknya turun dari tangga menghampirinya.

"Selamat pagi, sayang" sapa Kangin pada istrinya seraya tersenyum manis pada istrinya yang dibalas senyum dan kecupan di pipi Kangin yang sekarang sudah mendudukkan di kursi meja makan. Leeteuk melihat kearah putranya, kemudian dia tersenyum hangat.

"Selamat pagi, Bummie. Duduklah. Eomma sudah menyiapkan sarapan untukmu" ucap Leeteuk pada anaknya yang kelewat datar. Sementara kibum hanya diam dan patuh, dia duduk di kursi yang biasanya dia duduki sejak dulu ketika makan. Suasana di ruang makan itu terlihat begitu sepi. Bukan karena adanya peraturan "tidak boleh ada yang berbicara saat makan" melainkan memang tidak ada yang membuka mulut mereka untuk berbicara. Tenang dan monoton. Itulah yang dilakukan keluarga Kim saat sarapan.

Berbeda dengan keluarga yang satu ini. Dimana setiap pagi selalu ada saja teriakan menggelegar dari sang nyonya rumah mereka seperti...

BRAK !

"CHO KYUHYUN CEPAT BANGUN ! KAU TIDAK INGIN MASUK KULIAH, HAH ?!"

Gebrakan dan teriakan menggelegar menyambut suasana tenang dan damai. Kim Heechul atau sekarang kita menyebutnya Cho Heechul. Dia adalah ibu dari seorang Cho Kyuhyun dan istri dari Cho Hangeng, pengusaha sukses di bidang kuliner itu selalu berteriak setiap paginya untuk membangunkan putra satu-satunya yang kelewat malas dan evil menurutnya.

Sementara di meja makan, sang suami tercinta Cho Hangeng menikmati sarapan paginya dengan tenang dan damai. Sepertinya dia sudah terbiasa-sangat. Hangeng akan menyendokkan kembali sarapannya saat melihat Heechul sudah ada di kursi sampingnya mendudukkan diri sembari merengut dan mengumpat kecil.

Dia hanya menggelengkan kepala mendengar umpatan istrinya. Tidak sadarkah dia jika ucapan-ucapan "manis" milik kyuhyun adalah contoh dari dia sendiri ? Sedikit mendengus, Hangeng kembali menyantap makanannya.

"Han, anak itu semakin kesini semakin jadi menyebalkannya. Apakah kita menikahkan dia saja agar kelakuannya itu berubah ?" Ucap Heechul asal pada Hangeng yang menyebabkan dirinya tersedak sarapannya sendiri

"Chullie. Kyuhyun masih 21 tahun. Masa depan dia masih panjang. Sekolah saja dia belum selesai sudah kau suruh yang aneh-aneh. Jangan asal bicara" ucap Hangeng panjang lebar. Mendapat wejangan pagi dari suaminya, Heechul semakin merengut.

Drap drap drap drap

Bruk !

Sebuah buku tebal dan tas berwarna coklat muda sudah ada diatas meja makan dengan asal. Siapa lagi pelakunya jika bukan Cho Kyuhyun yang terburu-buru karena tidur kerbaunya yang benar-benar bisa mengacaukan jadwal kuliahnya.

Dia makan beberapa sendok sarapannya dan langsung diminumnya segelas susu yang ada di samping piringnya dan diiringi pelototan gratis dari ayahnya. Sedangkan ibunya masa bodoh dengan kelakuan anaknya. Toh dia sudah membangunkan dia-dengan ala tarzan- tapi masih juga tidak mempan.

"Pelan-pelan Kyu. Lagipula itu susu milik appa. Asal serobot minum saja" gerutu Hangeng pada anaknya.

Kyuhyun hanya nyengir tanpa dosa mendengar gerutuan appa nya dan memberikan ciuman di pipi ayahnya

"Maafkan aku appa, aku buru-buru. Aku ada kelas jam 8" ujarnya. Setelahnya dia bangkit dari duduknya dan menghampiri ibunya lalu memberikan ciuman di pipi sebelum dia pergi ke kampus.

"Aku pergi dulu eomma, appa !"ujarnya terburu-buru seraya menggendong tas dan menenteng 2 buku tebal di tangannya.

"Han, aku ada janji siang ini dengan teman lamaku. Jadi aku tidak bisa menyiapkan makan siangmu nanti. Tidak apa-apa kan ?" Izin Heechul pada suaminya yang di angguki oleh Hangeng

"Tak apa. Jaga diri baik-baik. Jika ada yang berani menggodamu katakan padaku, akan aku patahkan leher mereka" ujar Hangeng yang direspon oleh cekikikan istrinya

ShadowsKim

Kim Corp. Berdiri sejak... Ah berapa lama perusahaan keluarganya ini berdiri ? Sejak kapan ? Entahlah. Kibum tidak ingin mendadak belajar sejarah "Berdirinya Perusahaan Kim Corp". Yang dia tahu perusahaan milik keluarganya ini sudah ada sejak appa nya masih kecil. Yang lainnya dia tidak urus. Cukup menggantikkan posisi ayahnya, capai hasil yang jauh lebih baik dari ayahnya. Terkesan egois dan masa bodoh. Tapi itulah Kim Kibum.

Saat ini dia sedang berada didalam ruangannya. Dia datang lebih awal dibandingkan dengan ayahnya. Saat sarapan tadi dia hanya memakan sedikit nasi goreng buatan ibunya lalu meminum air putih sedikit dan jangan lupa segelas kopi tanpa gula. Dia sudah terbiasa tidak sarapan saat pagi. Dia membuka bahan untuk rapat nanti, memeriksanya apakah ada ketidakcocokan atau tidak dan hasilnya sempurna. Tinggal menunggu waktu untuk rapat saja.

Tok tok tok

Terdengar ketukan pintu dari luar. Mungkin itu sekertarisnya.

"Masuk" ucap Kibum dengan suara beratnya. Setelah mendengar seruan dari boss nya, sekertaris Kibum memasuki ruangannya.

"Permisi Mr. Kim , Presdir dan Mr. Jung sedang menuju ruang rapat" lapornya. Kibum memperhatikan sekertarisnya yang memang cantik itu.

Dia mengenakan rok yang bisa Kibum kira-kirakan membuat laki-laki di dalam perusahaannya ini tidak konsen. Ditambah baju kemejanya ketat membentuk tubuhnya dan jangan lupakan high heels nya yang pastinya akan membuat kaki siapa saja sakit jika lama-lama menggunakannya. Sementara yang diperhatikkan oleh Kibum hanya bisa menunduk dan tersipu malu. Tidak lupa di dalam hatinya dia bersorak gembira karena telah berhasil membuat boss nya tertarik-menurutnya.

"Baiklah" ucap kibum seraya berdiri dari kursinya dan merapihkan jasnya. Sesaat sebelum dia melewati pintu ruangannya, dia berhenti di samping sekertarisnya dan membuat sekertarisnya itu membeku.

"Ini perusahaan. Bukan tempat mengobral tubuh wanita. Kau di pecat" ucapnya tegas dan keluar ruangan untuk melaksanakan rapat dengan ayah dan hyungnya.

Sementara di ruangan kibum, sekertarisnya menangisi nasibnya yang kurang beruntung. Kim kibum dan mulut tajamnya. Hmm

ShadowsKim

Jam 11.55 dan hampir memasuki makan siang. Cho Kyuhyun menatap bosan dosen botak yang berdiri di depan sana menerangkan materi yang menurutnya membosankan. Hell, dia itu jenius dan tidak perlu terkantuk-kantuk didalam kelas. Cukup baca sekali dan materi itu akan tertempel diotak jeniusnya.

"Kuliah hari ini cukup sampai disini. Jangan lupa minggu depan kita ujian akhir semester" ucap sang dosen seraya pergi dari kelas yang kyuhyun tempati saat ini.

Kyuhyun bergegas membereskan buku-buku nya dan keluar dari kelasnya. Dia sungguh lapar dan butuh makan. Untung saja setelah ini dia tidak ada kelas lagi. Dia akan pergi ke tempat hyungnya saja. Siapa tahu disana dia bertemu dengan pria tampan yang semalam. Eh ? Kenapa dia tiba-tiba memikirkan pria itu ? Ditambah pipi chubby nya bersemu merah. Masa bodoh. Dia lapar sekarang dan harus segera kesana untuk menemui pria-maksudnya Jae hyungnya.

Setelah sampai di tujuan dia langsung memarkirkan mobilnya di parkiran khusus. Keluar dari mobil dengan mengenakan jeans dan kaos putih, kemeja berwarna biru laut yang tidak dikancingkan. Dan kacamata hitam menggantung indah di hidungnya yang mancung. Banyak yang memperhatikan dia, tapi apa leduli kyuhyun ? Dia lapar dan ingin makan

Kyuhyun memasuki cafe dan langsung menuju ruangan hyungnya. Dia lapar dan hyungnya harus membuatkan makan siang untuknya.

"Hyung !" Teriak Kyuhyun saat memasuki ruangan Jaejoong. Yang menyebabkan tersedaknya sang pemilik ruangan karena terkejut

"Ya ! Setan sialan ! Kau mau mambuatku mati tersedak hah ?!" Umpatnya pada tersangka yang membuatnya hampir mati tersedak. Sedangkan Kyuhyun sang tersangka hanya mengedipkan matanya pura-pura polos

"Ck. Mau apa kau kesini ? Aku sibuk" ketus Jaejoong. Sementara Kyuhyun hanya merengut tak suka. Jelas sekali kalau hyung nya itu sedang bersantai. Tidak ada kertas, laptop atau apapun. Pembohong. Umpatnya dalam hati.

"Hyung, apakah kau ingin aku mengusir semua pelangganmu yang sedang makan di bawah ? Atau kalau perlu aku juga menyuruh pulang para pegawai di cafe ini" ancam Kyuhyun yang sukses membuat Jaejoong melotot

"YA ! Haish. Arra. Akan aku buatkan makan siang beracun untukmu" kesal Jaejoong sembari keluar dari ruangannya menuju dapur cafe nya. Apalagi kalau bukan membuat makanan untuk setan jahil itu

Sementara menunggu hyungnya kembali membawa makanan, Kyuhyun melihat para pelanggan menikmati makan siang mereka. Ruangan ini dirancang transparan untuk bisa melihat keluar. Tapi dari luar sana mereka tidak bisa melihat di dalam sini. Ah kyuhyun tidak mau memusingkan masalah itu.

Dia kembali memperhatikan sekitaranya. Dan tiba-tiba matanya terpaku pada sosok tampan berwajah datar dan bermata tajam. Dia seperti pernah bertemu orang itu. Tapi dimana ? Ah ! Dia pria yang semalam. Tapi dia langsung merengut. Ternyata dia sudah punya gandengan. Ck sial sekali. Padahal dia tertarik pada pria datar itu. Kyuhyun mengerjapkan matanya saat dia sadar apa yang dia pikirkan.

"Kurasa aku sudah mulai eror karena lapar" ucapnya melantur. Dia kembali melihat pria yang menurutnya datar sedatar lantai tapi tampan itu

"Ck. Kau tidak cocok dengan wanita centil itu. Pakaiannya payah. Terlalu berlebihan jika hanya untuk sekedar makan siang" komentarnya sadis. Like son like a mother/?

Cklek

Jaejoong memasukki ruangannya dan melihat dongsaengnya sedang melihat pelanggannya. Lebih tepatnya seseorang yang entah siapa dan yang mana. Melihat dongsaengnya tidak sadar juga jika dia sudah ada disampingnya, dia menepuk bahu Kyuhyun pelan

"Kyu, makan siangmu sudah siap. Cepat makan sebelum maag mu kambuh" ucap jaejoong lembut

"Oh, nde hyung. Aku makan sekarang" balas Kyuhyun sedikit terkejut lalu duduk di sofa dan mulai memakan makan siangnya dengan pelan.

Sedangkan seorang pria yang diperhatikan Kyuhyun sejak tadi hanya memasang wajah bosannya yang tentu saja selalu terlihat datar kemana-mana. Bahkan lantai di cafe ini pun sedikit cemburu pada wajahnya karena selalu datar dimana saja, kapan saja setiap saat. Dia hanya diam mendengarkan ocehan seorang wanita disepannya.

Sejujurnya Kibum terpaksa melakukannya jika tidak melihat kolega nya meminta, tepatnya memohon padanya. Dan dia tidak bodoh. Ayah dari wanita dihadapannya ini sedang berusaha menawarkan putrinya. Kibum menghela nafas. Dia bukan pria jelek yang tidak laku. Sial sekali, umpatnya dalam hati

"Oppa, kenapa diam saja ? Bicaralah. Aku ingin mendengar suaramu" ucap wanita itu dengan suara yang dibuat seimut mungkin. Kibum memang suka yang manis dan imut. Tapi bukan yang dibuat-buat seperti ini

"Hn" hanya itu jawaban yang kibum berikan pada wanita di depannya. Dia bosan. Lebih baik menghadapi puluhan file yang harus dia baca di ruangannya daripada menghadapi wanita seperti ini. Kibum mengedarkan pandangannya ke penjuru cafe, dia mencari seseorang yang semalam membawakan dia spaghetti ke meja ini. Ya Kibum duduk di meja yang sama dengan yang semalam. Dan kibum menemukannya. Di meja kasir. Dia harus segera kesana dan mendapatkan sesuatu.

Melihat jam tangan di pergelangan tangannya, kibum pun berbicara

"Aku masih banyak pekerjaan" ucapnya datar

"Tapi oppa, kita belum selesai" rengek wanita itu dan Kibum tidak peduli. Dia berdiri dari duduknya, berjalan kearah meja kasir mengabaikan rengekkan menyebalkan itu.

"Meja 18" ucapnya pada si kasir manis-nama panggilan dari kibum. Sedangkan kasir manis itu, kyuhyun. Dia mendongak menatap seseorang yang ada dihadapannya. Kyuhyun terpaku untuk beberapa saat. Lalu dia tersenyum manis. Sangat manis hingga membuat Kibum menatap lekat wajahnya. Tapi itu tidak bertahan lama ketika suara cempreng layaknya kaleng dipukul mengganggu gendang telinganya

"Oppa kenapa meninggalkanku ?!" Kesalnya pada kibum. Sedangkan Kibum tidak peduli. Dia lebih senang melihat wajah Kyuhyun. Ah dia baru sadar. Sejak semalam dia tidak melihat name tag di pakaiannya.

"Aku tidak melihat namamu terpasang di disana" tunjuknya kearah dada sebelah kiri Kyuhyun. Kyuhyun mengerjapkan matanya dan tersenyum karena pria di depannya ini salah paham padanya.

"Ah aku bukan pegawai disini. Aku hanya sedang bermain" kekehnya pelan. Mendengar itu Kibum mengangguk mengerti

"Kim Kibum" ucapnya. Kyuhyun awalnya sedikit bingung. Tapi dia paham sekarang. Perkenalan secara tidak langsung

"Cho Kyuhyun. Dan semuanya 28.000 won, Kibum-ssi" balasnya seraya tersenyum. Kibum mengeluarkan credit cardnya dan memberikannya pada Kyuhyun

"Bisakah kau cepat ? Kami sedang buru-buru" celetukkan wanita ganjen-menurut kyuhyun- menghilangkan senyuman di wajahnya. Tapi hanya beberapa detik saja. Wanita itu sangat kesal karena diabaikan mereka berdua. Hey, dia sudah berbicara panjang lebar pada pria pujaannya tapi yang di dapat hanya kata "hn" itu menyebalkan. Sedangkan kasir di depannya ini tidak melakukan apapun saja membuat kibum berbicara duluan.

Kyuhyun berbalik dan menyerahkan kembali credit card milik Kibum.

"Unlimited. Berlebihan itu tidak baik Kibum-ssi" ucapnya manis seraya melirik wanita disebelah Kibum yang keberadaannya saja dilupakan. Sedangkan Kibum yang paham maksud dari perkataan bernada sindiran itu tersenyum

"Aku pun tidak menyukai yang berlebihan. Apa adanya lebih baik" timpalnya yang mendapat kekehan singkat dari Kyuhyun

"Oppa ! Sudah selesai kan. Ayo pulang" rengut wanita itu tidak senang seraya menggandeng lengan Kibum yang langsung ditepis oleh sang pemilik lengan

"Aku tidak suka disentuh" tegasnya

"Aku pergi dulu, Kyuhyun-ssi" pamitnya pada Kyuhyun. Dan sama seperti semalam, dia mendengar suara yang sama tapi dengan kalimat yang berbeda

"Terima kasih. Semoga anda tidak bosan datang kemari lagi" ucapnya seraya menatap mata sekelam malam milik Kibum

"Tentu. Aku pasti akan kesini lagi" itu adalah kalimat kepastian yang diberikan Kibum pada Kyuhyun

Setelah mengucapkan itu, Kibum pergi dari hadapan Kyuhyun dan keluar dari cafe hingga Kyuhyun tidak melihatnya lagi

"Dan aku juga akan memilikimu, Cho Kyuhyun" ucap Kibum dalam hati seraya menyeringai.

Ah sepertinya Kim Kibum menginginkan sesuatu

Terima kasih untuk yang sudah mereview ff ku

-Author baru ?

Ya. Aku author baru disini. Dan terima kasih juga untuk semngatnya. Semoga aku bisa membuat ff yang bagus dan enak dibaca haha

-Kibum tertarik dengan Kyu ?

Kibum tertarik pada magnae setan itu sejak pertama kali bertemu dengannya

Ada author emon el kkk kau salah satu author favoritku. Mohon bimbingannya sunbaenim

Terima kasih sekali lavi bagi yang sudah review, follow dan fav ff ku. Aku tidak bisa melihat review kalian dari situs ffn/aplikasi ffn nya. Aku hanya bisa melihat dari emailku

Aku tahu ini pendek. Tapi hanya ini yang ada diotakku. Kedepannya aku akan berusaha lebih baik lagi