(UN)AVOIDABLE FEELING
CHAPTER 2
KAIHUN
Kai!seme Sehun!uke
Cerita ini lebih pendek dari sebelumnya, tapi aku usahakan sebaik mungkin
Untuk kalian yang aku "permainkan" perasaannya. Sweet KaiHun on their way~
.
.
.
Sehun terbangun di pagi hari, merasakan terpaan angin dari pendingin ruangan yang menusuk kulit telanjangya. Dia sedikit menggigil dan semakin merapatkan tubuhnya ke sumber kehangatan di dekatnya. Dia semakin mendekatkan diri sampai akhirnya dia sadar bahwa sumber kehangatan itu adalah tubuh Jongin, yang sama telanjangnya dengan dirinya. Pria manis itu buru-buru menjauhkan tubuhnya dengan wajah yang memerah sangat parah. Tapi usahanya untuk menjauh digagalkan oleh sepasang tangan kekar yang merengkuh tubuhnya.
"Selamat pagi." Jongin menyapanya dengan suara khas bangun tidurnya yang terdengar semakin seksi ditambah sebuah kecupan kecil yang mendarat di pipi memerah pria manis itu. Pria berkulit tan itu menguap dan meregangkan tubuhnya, namun tetap menjaga satu tangannya agar tetap memeluk Sehun. Ah, pria manis itu hanya bisa menutup wajah memerahnya dengan kedua tangannya karena malu melihat Jongin yang telanjang dengan jarak sedekat ini.
Sebuah tatapan heran Jongin layangkan pada lelaki yang tengah menutup wajahnya itu. Dengan perlahan Jongin menyingkirkan tangan yang menghalangi kecantikan wajah tersebut dan bertanya kenapa dengan sangat lembut. Sehun menggeleng dengan tetap memejamkan matanya dan berusaha untuk menutup wajahnya lagi. Jongin bertambah heran dan bertanya tanya pada dirinya sendiri, hingga akhirnya dia sadar bahwa Sehun pasti merasa sangat malu melihatnya telanjang seperti ini. Ah, suami(istri)nya itu baru pertama kali melihatnya telanjang hari ini. Atau lebih tepatnya semalam. Jongin tertawa kecil mengingat kegiatannya semalam.
"Kau malu melihatku telanjang? Ayolah, aku suamimu, Sehun."
Sehun semakin menggeleng dan berusaha untuk menarik selimut yang sudah acak-acakan utuk menutupi wajah dan tubuhnya, tapi Jongin menghalangnya dengan menendang selimut itu ke lantai. Sehun menggemaskan sekali bertingkah seperti itu dengan wajah memerah. Sekali lagi, Jongin menjauhkan tangan yang menutupi wajah Sehun dan memandangi wajah suami(istri) nya itu dengan penuh kekaguman
Cantik sekali. Dan hal yang selanjutnya terjadi adalah Jongin mempertemukan bibirnya dengan bibir penuh candu milik Sehun. Dia menciumnya dengan lembut, menyalurkan rasa kekaguman dan cintanya pada pria yang berstatus sebagai suami(istri)nya itu. Ciuman polos itu berubah menjadi ciuman yang lebih dalam, seiring pergerakan Jongin yang melumat bibir tipis itu dengan penuh semangat.
Sehun hanya diam dan membalasnya, dia ingin menjadi pasangan yang baik bagi suaminya. Tapi paru-parunya memberontak karena kekurangan oksigen, mau tak mau Sehun memutuskan ciuman itu dan bernafas terengah-engah dengan mulut setengah terbuka.
Jongin memandangi hasil karyanya dengan bangga dan menarik Sehun untuk membuatnya berbaring diatas dadanya. Wajah Sehun berada di dadanya, membuat Jongin dengan mudah memandanginya. Jongin mengusap pipi Sehun dengan lembut dan sedikit mengangkat dagu pria itu untuk membuatnya menatap matanya.
"Bagaimana kabarmu? Apakah sakit?" Jongin bertanya, dan tanpa perlu dijelaskan Sehun mengerti bahwa pertanyaan itu ditujukan untuk hasil "karya" kegiatan mereka semalam. Jongin mendapat gelengan kecil sebagai jawaban dan Sehun malah menenggelamkan wajahnya di dada bidang Jongin
"T-tapi lengket." Sehun mencicit, nyaris tak terdengar oleh Jongin. Tapi tawa lepas Jongin menandakan bahwa pria itu mendengarnya.
"Lengket ya? Ayo mandi kalau begitu!" Ajak Jongin sambil menepuk pantat kenyal Sehun. Sehun terkejut dan memelototi Jongin, menyentil dahi pria yang baru saja menyentuh pantatnya.
"Ah!" Jongin mengerang dan memegang dahinya yang baru saja disentil. "Asraga, baru sehari kita berbaikan dan kau sudah menyentil dahiku?" Jongin pura-pura marah dan Sehun mengacuhkannya. Dia lebih memilih untuk bangun dari kasur itu dan melilitkan selimut ke tubuh telanjangnya.
"Astaga sudah jam 11?!" Pekik Sehun saat melihat jam di meja nakasnya. "kau tidak bekerja?" dia mengalihkan pandangannya pada pria yang masih berbaring malas di kasurnya.
Jongin hanya mengendikkan bahunya dan mengguman kata "lelah".
"Selama ini aku tak pernah melihatmu mengeluh lelah. Dan apa sekarang?" Sehun mendengus sambil bergerak perlahan menuju lemari untuk mengambil pakaian baru.
"Hey, aku lelah melayanimu semalaman!" Jongin menggerutu balik.
Kecepatan Sehun saat berbalik dan melemparkan baju pada Jongin sungguh mengalahkan kecepatan cahaya. Jongin tak bisa mengelak dan baju itu tepat mengenai wajahnya.
"Aku tak memintamu untuk melayaniku. Sialan, bahkan aku nyaris tak percaya semalam kita melakukannya!"
"Tapi kau tetap mendesah semalam, dan kurasa cara berjalanmu yang tidak benar itu dapat membuatmu lebih mempercayainya." Jongin menjawab diiringi sebuah seringaian yang membuat Sehun semakin malu, wajahnya merah sampai ke telinga.
"Astaga, aku baru tahu bahwa aku punya suami yang sangat mesum." Sehun menghela nafasnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mebersihkan diri. Tak lupa dia mengunci pintunya, takut Jongin berbuat yang aneh-aneh.
.
.
.
Sehun sedang memasak di dapur, dia membuat makanan yang mudah-mudah saja untuk brunch mereka. Dia memerintahkan maid bagian memasak untuk libur, dia ingin memasak sendiri saat ini. Dia berencana untuk memberhantikan mereka nantinya, karena Sehun ingin mengurus dapurnya sendiri. Tapi hal itu harus didiskusikan dulu dengan Jongin.
Ngomong-ngomong soal Jongin, lelaki berkulit tan itu sedang mandi setelah Sehun membangunkannya tadi. Jongin benar-benar terlihat lelah. Apa pekerjaannya sedang ada masalah? Sehun akan menanyakannya nanti saat mereka makan bersama.
Sehun menata meja makan mereka dengan makanan yang dia masak dan duduk di salah satu kursinya. Sepiring untuknya, dan sepiring lagi untuk Jongin. Ditambah secangkir kopi espresso favorit Jongin dan susu putih hangat untuknya. Bagaimana Sehun tahu kopi favorit Jongin? Tentu saja Karena sebenarnya Sehun selalu memperhatikannya dan bertanya pada maidnya apa saja yang ingin Jongin makan atau minum.
"Wanginya enak sekali." Seru Jongin saat akhirnya lelaki itu tiba di meja makan. Sebelum duduk di kursinya, dia menyempatkan diri untuk mengecup kening Sehun. Dan Sehun tertawa kecil karena hal itu.
"Apa?" Jongin heran dan mengerutkan keningnya.
"Tidak, hanya saja rasanya sedikit lucu. Beberapa hari yang lalu kita bahkan tak bertegur sapa, seperti orang ang tidak kenal. Dan hari ini kita sudah berada pada zona mengecup kening dan sarapan bersama."
Jongin setuju dengan pendapat Sehun. Memang agak lucu dan miris dengan keadaan mereka. "Sudahlah, lupakan yang telah lalu. Aku akan berusaha menjadi lebih baik."
"Bukan hanya kau, aku juga akan berusaha menjadi lebih baik. Ayo ulang semuanya dari awal, dan hidup bahagia selamanya." Sehun tersenyum indah diakhir kalimatnya, membuat Jongin ikut tersenyum.
Rasanya menyenangkan sekali suasana yang ada diantara mereka saat ini. Keduanya saling merespon perkataan masing-masing dan mereka juga tertawa bersama. Tidak ada Sehun yang dingin dan berwajah datar, pria manis itu nyatanya banyak berceloteh dan juga sangat ekspresif. Tidak ada Jongin yang diam-diam mencuri pandang pada Sehun, karena saat ini ia bebas memandangi Sehunnya.
.
.
.
Keduanya kini berada di ruang kerja Jongin, dengan Sehun yang duduk di pangkuan Jongin dengan punggungnya yang menempel di dada bidang suaminya itu, sambil memainkan sebuah permainan di handphonenya. Jongin sendiri duduk di kursi kerjanya yang nyaman tanpa menghiraukan berat badan Sehun di pangkuannya. Lelaku itu sedang membaca dan membolak-balik kertas laporan yang dibuat oleh pegawainya. Cih, tadi pagi dia bilang lelah dan tidak ingin bekerja, tapi nyatanya tetap saja pria itu bekerja.
Pekerjaan Jongin benar-benar tidak bisa ditinggalkan sebenarnya. Tadi pagi bahkan sekertarisnya kalang kabut karena tidak menemukannya di kantor, dan pria itu tidak bisa dihubungi karena handphonenya mati. Jongin hendak pergi ke kantornya, tapi sialnya wajah merajuk Sehun mengalahkan keinginannya itu.
"Pilih aku atau pekerjaanmu?" Sehun bertanya dengan nada yang lembut dan sebuah senyuman terpatri di wajah cantiknya, tapi Jongin mengerti maksud kalimat itu dan akhirnya mengurungkan niatnya untuk pergi ke kantor serta memerintahkan sekertarisnya untuk mengantarkan pekerjaannya ke rumah. Astaga, dia baru tahu bahwa sifat Sehun aslinya seperti ini. Sangat menggemaskan karena Sehun terlihat posesif. Ah pria tan itu jadi semakin menyesal dengan pernikahannya sebelum kejadian semalam.
"Bangunlah dulu, Sehun. Aku ingin keluar sebentar." Ucap Jongin sambil menaruh kertasnya dan mengecup pucuk kepala Sehun.
"Kau mau kemana? Jangan bilang kau mau ke kantor? Tidak boleh!" Tolak Sehun sambil makin mendudukkan dirinya di pangkuan Sehun.
"Aku hanya mau keluar sebentar, Sehun."
"Tidak boleh! Kecuali aku ikut denganmu!" Sehun menoleh ke arah Jongin dengan wajah memberengutnya.
"Astaga kenapa kau seperti ini? Kau jadi manja sekali."
"Aku memang manja! Jadi diamlah dan tetap duduk disitu!"
Jongin menghela nafasnya dan mengusap wajahnya. Serius, Sehun jadi manja dan senang sekali menempel padanya. Bahkan baru beberapa hari yang lalu dia sangat cuek padanya.
"Apa ini sifat aslimu, Sehun? Manja dan suka merengek?"
"Iya! Aku manja dan suka merengek! Kau selama ini tak tahu, 'kan? Ayolah, aku tak mau berpura-pura cuek lagi padamu. Jadi patuhi saja perintahku!"
Jongin berkedip, hebat sekali anak ini, sudah manja, suka merengek, tukang memerintah pula. Untung aku cinta.
"Baiklah-baiklah, aku hanya ingin ke toilet, kau mau ikut?" Jongin menaik turunkan alisnya seperti om-om mesum. Membuat Sehun menatapnya horror dan langsung bangkit dari pangkuannya.
"Jangan lama-lama!" Sehun menggembungkan pipinya dan Jongin beranjak menuju kamar mandi setelah mencubit pipinya.
Kalau ada yang melihat interaksi dua orang itu hari ini, tak akan ada yang menyangka bahwa kemarin-kemarin mereka hidup bagaikan dua individu yang tidak terikat dalam hubungan apa-apa, jangankan hubungan pernikahan, sikap saling mengenal saja tidak tercermin dari kelakuan mereka. Tapi kejadian semalam membuat segalanya berbalik 180°. Sama sekali tak terlihat bekas-bekas keacuhan mereka kemarin, tidak terlihat aura cinta bertepuk sebelah tangan diantara mereka. Keduanya terlihat bahagia, dan seperti mereka telah bersama selama bertahun-tahun.
Jongin sendiri agak heran dengan sikap Sehun. Dia sama sekali tidak mengetahui bahwa Sehun itu sangat manja, clingy, dan tidak suka dibantah. Bagaimana dia mau tahu, selama ini Sehun selalu memberinya sikap yang dingin. Meskipun itu juga disebabkan olehnya dan perjanjian bodoh pernikahan mereka. Dan Jongin bersumpah, Sehun pasti masih memiliki banyak sifat yang lain.
Kalau masalah sifatnya Jongin, Sehun nyaris mengetahuinya secara detail. Diam-diam anak itu selalu mengawasi pergerakan Jongin dan kesibukannya. Jangan salah, Sehun bukanlah seorang pria polos seperti yang kalian duga. Sehun adalah pewaris perusahaan Oh's Corp yang kemudian dinikahkan dengan pewaris Kim Enterprise a.k.a Kim Jongin. Setelah menikah dan perusahaan mereka dimerger, semuanya dibiarkan diurus oleh Jongin dengan alasan Sehun harus menjadi istri yang baik di rumah.
Apa selama ini Sehun tidak mengetahui bahwa Jongin mencintainya? Tentu saja anak itu tahu! Hanya saja kepalanya itu lebih keras dari batu! Dia tak akan menunjukkan rasa cintanya itu sampai Jongin memutuskan "kontrak" pernikahan yang mereka buat dulu.
Tapi bukankah Jongin menawarkan untuk menjadi suami yang lebih baik? Lalu kenapa masih di tolak? Tentu jawabannya karena Jongin tidak menyinggung mengenai kontrak bodoh itu! Astaga, tapi kurasa yang bodoh disini adalah Sehun. Sudah jelas-jelas Jongin membuka hatinya, anak itu tetap saja sok jual mahal. Hingga kejadian Jongin tak pulang berhari-hari dan tidak mengabarinya membuat Sehun kalang kabut. Dia pikir Jongin menyerah padanya dan menjauhinya. Tapi untungnya, dewi cinta masih berbaik hati dengan kebodohan Sehun.
"Hun, bagaimana kalau kita liburan? Hanya berdua saja." Ajak Jongin yang kini sudah kembali keposisinya memangku Sehun.
"Cih, memangnya kau punya waktu? Tidak datang ke kantor sehari saja sekertarismu itu kalang kabut, terus saja menelpon. Dia sekertarismu atau jalang yang kau hamili dan minta pertanggungjawaban?
Ya ampun Kim Sehun, mulutmu pedas sekali.
"Kenapa kau galak sekali? Kan aku hanya mengajakmu liburan. Dan ya ampun, mulut manis itu, kenapa bicaranya kasar, hm?" Jongin bertanya dan mencubit bibir istrinya itu hingga menyerupai mulut bebek.
"Ish biar saja! Sekertarismu itu menyebalkan sekali! Dia kan seharusnya tahu kalau kau lelah karena baru sampai Korea semalam dan membiarkanmu istirahat sehari."
Jongin mengangguk, "Tapi aku bukan lelah karena perjalanan, aku lelah semalam melayanimu." Ia berbisik dan mengecup telinga Sehun dengan menggoda.
Sebuah cubitan keras di pinggang diterima Jongin, pria tan itu mengerang dan berusaha melepaskan cubitan maut itu.
"Rasakan! Dasar om-om mesum!" Sungut Sehun setelah bangun dari duduknya.
"Om mesum tapi 'kan adik suka."
"Jongin menjijikkan!"
Setelah protesan Sehun itu hanya terdengar tawa keras dari Jongin, wajah Sehun sangat menghiburnya. Antara malu dan geli.
.
.
.
Berada di sebuah pusat perbelanjaan bersama suami merupakan hal baru yang dirasakan oleh Sehun. Dia bersikeras bahwa Jongin harus meninggalkan pekerjaannya dan mereka harus jalan-jalan untuk berbelanja. Sebenarnya pekerjaan berbelanja itu sudah dikerjakan leh maidnya, tapi Sehun yang keras kepala tetap menginginkan mereka belanja berdua, hitung-hitung kencan. Lihat kan? Sehun senang sekali memerintah, tapi Jongin tidak protes, sih.
Mereka berkeliling-keliling di dalam bangunan itu, tidak memiliki tujuan yang jelas. Mereka hanya sesekali mampir ke dalam butik pakaian, toko sepatu, toko olahraga, dan bahkan toko perhiasan. Tidak ada tujuan kemanapun, hanya ingin menghabikan waktu berdua sambil berjalan-jalan.
"Tunggulah disini, aku akan membeli starbuck untukmu."
Sehun yang sudah pegal berkeliling hanya mengangguk dan membiarkna Jongin pergi. Ia duduk di sebuah bangku panjang yang kosong disana, bermain dengan handphonenya sambil menunggu Jongin.
"Wah, sedang apa kau disini?" Tiba-tiba seseorang bertanya dan duduk di sampingnya.
"Duduk." Sehun menjawab tanpa minat sambal tetap memainkan benda persegi itu.
"Sendirian saja? Nonton film bersamaku, yuk?"
"Aku bersama seseorang dan tidak, Terimakasih." Sehun lama kelamaan merasa risih dan bangkit dari duduknya, hendak menyusul Jongin tapi orang itu memegang lengannya.
"Kau sombong sekali! Sok jual mahal! Siapa sih om-om yang sedang kau tunggu?!" Pria secara tidak langsung mengatai Sehun jalang yang menunggu om-om, Sehun nyaris menaparnya hingga sebuah suara yang ia kenal menginterupsinya.
"Aku om-om yang dia tunggu. Kenapa? Kau keberatan?" Jongin menatap pria itu dengan Jengah dan memelototi tangan pria sialan itu yang dengan lancangnya menyentuh Sehun. "Lepaskan tanganmu, atau kupanggil pihak keamanan dan akan kupastikan kau dipenjara atas tuduhan pelecehan seksual."
Pria itu langsung melepaskan tangannya dan menatap Jongin dengan tatapan menantang sebelum dibalas tatapan Jongin yang lebih tajam. Pria itu melarikan diri sambil bersungut-sungut.
Bukannya terkagum dengan sikap Jongin yang melindunginya, Sehun malah tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut dan mengusap air matanya. Jongin memandangnya heran dan menunggu pria yang kehilangan kewarasannya itu untuk kembali normal.
"Om-om. Ahahha sial, Jongin. Kau menyebut dirimu om-om! Cocok sekali!" Sehun kembali tertawa.
"Diamlah Kim Sehun, kau membuatku malu dengan tawamu."
Sehun berusaha meredakan tawanya dan setelah beberapa saat tawa itu dapat ditahannya.
"Om, belikan Sehunie jam tangan ya? Sehunie suka rolex~" Sehun beraegyo sambil mengapit lengan Jongin dan menggoyang-goyangkannya.
"Belikan Sehunie Iphone 7 plus juga ya? Sehunie belum punya." Sekarang Sehun malah memajukan bibirnya dan menampilkan puppy eyesnya.
"Baiklah, Sehunie mau warna apa? Nanti om belikan." Sebuah cubitan di dagu kecil Sehun dapatkan dari Jongin. Jongin mengikuti permainan Sehun dan mendalami perannya dengan baik.
"Warna gold, ya? Rolex nya juga, om!"
"Iya, saying nanti om belikan berbapapun yang Sehunie mau! Tapi cium om dulu, dong~" Jongin memajukan pipinya dan langsung dikecup oleh Sehun.
"Cuup! Sudah! Pokoknya hari ini Sehunie harus dapat Iphone 7 dan Rolex!"
"Eits, tapi kan om belum dapat jatah dari Sehunie. Kalau Sehunie sudah memberi jatah om, nanti om belikan."
"Yah om, kan jatahnya nanti malam. Sehunnie ingin Rolex nya sekarang~" Rajuk Sehun makin menggoda Jongin dengan aegyo nya.
"Yasudah kasih jatah om sekarang saja, om tak akan protes, kok! Sini-sini, ayo kita cari hotel." Jongin menarik tangan Sehun.
"Dasar mesum!" Sehun membebaskan tangannya dari Jongin dan tertawa sangat lepas, membuat Jongin ikut tertawa bersamanya.
Sungguh, jika kalian melihat interaksi mereka saat ini, pasti kalian akan mengira jika mereka adalah pasangan paling bahagia yang telah menjalin kasih cukup lama. Kalian tak akan mengira bahwa kemarin mereka hanyalah pasangan suami-istri yang memiliki kehidupan layaknya sebuah drama. Namun hari ini mereka adalah pasangan paling bahagia di dunia. Rasa cinta menyatukan mereka, dan rasa yang mereka miliki untuk satu sama lain tak dapat dihindari.
x
x
x
Aku akan berusaha bales review kalian satu-satu, terimakasih banyak yang sudah review~
Kaihun69: hehe maafin Sehun yaa, tapi Sehun tobat kok. Ini sequel buat kamu
Jongshixun: Aku juga saranghaeyo kamu ehheh. Jangan nangis dong nanti aku ikut nangis tengkyu yaaa udah dukung aku. Naena nya aku ga sanggup XD
Relks88: iya mereka biasa bareng jadinya yaaa gitu hehe
Kim Sohyun: maafkan aku mempermainkan perasaanmu XD
Asdindas: aku masih belajar nulis, tersanjung banget ada yang suka :D
Song Soo Hwa: rumah tangga mereka akan baik-baik saja, aku janji hahahha
BrownBearBabyBunny: belom end kok, ini aku lanjut heheh aku juga pengen liat mereka bahagia
Freakinkris: kamu juga cutiepie! Sudah aku lanjut, terimakasih udah nunggu dengan sabar :D
Ilysmkji: jalan-jalannya nanti yaaa, tapi ini udah dilanjut koook
Imah99: yah dun cry baeee I have some stories in English, I will publish it maybe in new stories entry heheh
Dazzling Kaise: iya ini Bahasa Indonesia kok :D
IzzSuzie: iya ini udah aku ganti bahasanya hehe
Terimakasih untuk kalian semua yang sudah membaca, mereview, dan memfoll/memfav
Aku senang sekali
_ahra290916
