Between us

Disclamer : Kurobas selalu milik Fujimaki Tadatoshi-Sensei

Cast : Akashi, Generation of Miracle, OC

Genre : Semi-Canon, Romance, Friendship

Rate : PG 15

Summary : Ini merupakan Sequel dari My Daily Activity, masih ada yang inget? Semoga minna-san pada inget ;). Winter Cup tahun ini adalah Winter Cup paling memanas sepanjang tahun karena untuk pertama kalinya semua kiseki no sedai akan bertanding di gymnasium Winter Cup Tahun ini, tidak ada yang tahu siapa yang meraih juara utama pada musim dingin ini. Apakah Akashi dari Rakuzan, Midorima dari Shuutoku, Aomine dari Touou, Kise dari Kaijou, Murasakibara dari Yosen, atau Kuroko dari Seirin? Semua itu masih terasa abu – abu seperti kisah cinta antara Mikaido Hotaru dengan Akashi Seijuuro. Gak pinter bikin summary, langsung cekidot aja! Jangan lupa RnR!

Note: jika tanda 'titik spasi tiga kali' maka itu sudah memasuki cerita sebenarnya alias bukan previous lagi :D, selamat membaca minna-san!

Previously,

Disisi lain, rombongan tim Rakuzan yang bersiap pulang menuju penginapan mereka di Tokyo, tim Rakuzan menaiki bis dan menuju sebuah penginapan milik keluarga Akashi tentunya.

"Ano, Sei-chan. Gadis yang tadi, apakah dia benar – benar serius mengatakannya?".

"Mungkin dia serius, Reo". Tiba – tiba Hayama mulai memotong pembicaraan antara Akashi dengan Mebuchi, "Apakah dia serius ingin kau kalah? Kelihatannya ia menyukaimu Akashi".

"Dia adalah Yami no Hime, dia adalah orang yang memiliki strategi dibalik kemenangan Kiseki no Sedai dulu. Dia orang yang mengajarkanku tentang basket, dia sering menceritakan aneekinya yang bermain basket saat aneekinya duduk dibangku SMP". Penjelasan Akashi tentang gadis bersurai pink fanta tersebut membuat seluruh tim Rakuzan terkejut.

"Unbelievable!". Mibuchi histeris seketika, "Tak disangka wajah cantik seperti boneka porselen itu adalah Yami no Hime yang terkenal itu". Hayama ikut mengomentari apa yang baru ia dengar tersebut.

"Cantik hanya saja terlihat rapuh!". Imbuh Mayuzumi

"Sungguh ironis kalau dia mendukung tim yang melawan kita dalam final nanti Akashi". Nebuya mulai berkomentar, "Harus kalian ingat Reo, Eikichi, Kotaro, Mayuzumi bahwa Hotaru hampir tidak pernah menang melawan ku". Akashi menutup pembicaraannya dengan tegas dan arogan membuat seluruh anggota tim Rakuzan menatapnya dengan tatapan keyakinan.

.

.

Perjalanan Hotaru masih panjang, walau hanya sesaat bertemu Akashi membuat hatinya kian tak menentu. Sungguh ia terlalu mencintai Akashi, hingga ia berusaha menghindar dari Akashi, menatap kedua bola mata heterocom milik Akashi membuat ia ingin mengembalikan mata serta kepribadian Akashi yang hangat dulu kembali.

Ia rindu dimana Akashi selalu menolongnya, ia rindu dimana Sei yang selalu ia bisa cium pipinya sesuka hati, ia rindu Akashi Seijuuro yang dulu.

Mungkinkah Hotaru bisa mengembalikan Akashi seperti itu? Tapi bagaimana caranya? Itu semua menjadi pertanyaan didalam benak Hotaru.

'Sei, tunggulah aku. Aku pasti akan membuatmu kembali jadi dirimu semula seperti dulu, ah bukan seperti Seijuuro yang paling aku cintai!'

.

.

.

Chapter 2 : Movement

.

.

.

Pertandingan semi final Winter Cup pun dimulai, sudah hampir pukul 12 siang namun Mikaido Hotaru masih duduk termenung dikamarnya sambil menatap balkon diseberang balkon kamarnya.

Horden putih polos dari pintu seberang balkon kamarnya itu tertutup rapi, jika putra tunggal pewaris grup Akashi tidak bersekolah di daerah Kyoto, biasanya jam segini horden itu akan terbuka dan menyapa dirinya dari balkon kamar Seijuuro sendiri.

Pertandingan pertama semi final Winter Cup antara Rakuzan dan Shuutoku akan dimulai, namun Mikaido Hotaru masih berada dikamarnya, sampai – sampai aneki-nya mendatangi kamarnya Hotaru sendiri.

"Mou, Hotaru-chan. Kau bilang kau akan menonton semi final Winter Cup tapi kenapa masih ada dikamar jam segini?". Gadis bersurai cherry latte tersebut datang dari ujung pintu kamar Hotaru lalu ia berjalan menghampiri Hotaru dan mengelus rambut Hotaru dengan pelan, "Seara nee-sama, aku tak siap melihat wajah Sei sekali lagi. Aku takut!".

Hotaru memeluk aneeki-nya dengan erat, "tenanglah, semua akan baik – baik saja".

.

.

Mendengar semua perkataan Seara nee-samanya membuat ia bergegas ke gymnasium dimana semi final Winter Cup diselenggarakan, disana Hotaru bisa melihat pertandingan antara Shuutoku dan Rakuzan sudah dimulai. Ternyata Hotaru baru datang setelah quarter pertama berakhir dengan skor akhir 16-16, tiba – tiba seseorang menarik tangannya, "Hotaru-chan ossoina! Kau membuatku menunggu hampir setengah jam lebih!". Keluh gadis bersurai dark blue tersebut.

"Gomenne, Misaki-chan!". Lalu Konno Misaki menarik tangan Mikaido Hotaru agar dapat melihat pertandingan antara Shuutoku dan Rakuzan itu lebih dekat.

"Hotaru-chan, menurutmu pertandingan hari ini siapa yang akan menjadi pemenangnya?". Hotaru menoleh ke arah gadis bersurai dark blue tersebut, "Shiranai".

Quarter kedua pun dimulai, tim basket Rakuzan mulai menggunakan double team kepada Midorima yang membuat Midorima tak bisa berkutik kemudian Takao mulai melakukan passing kepada Miyaji. Dengan cepat Hayama menghadang Miyaji tapi dengan mudah juga Miyaji berhasil melewati Hayama Kotaro dan memberikan passing kepada Ootsubo.

Ootsubo berhasil melakukan dunk-nya membuat skor pertama dalam quarter kedua kali ini. Hayama mulai membalikan keadaan dengan melakukan double clutch-nya. Melalui banyak pertarungan menengangkan, quarter kedua berakhir dengan skor 39-39.

Kemudian saat jeda sebeluma babak kedua dimulai, digunakan untuk pemanasan Kaijo dan Seirin. Konno Misaki dan Mikaido Hotaru bisa melihat kedua tim itu amat antusias untuk bertarung satu sama lain.

Namun disisi lain, Kagami Taiga berusaha menyapa Akashi Seijuuro padahal jelas – jelas Akashi hanya menyapa Kuroko Tetsuya seorang. Sungguh arogan memang Kagami Taiga diibaratkan mengatarkan nyawanya kedalam maut dengan menghadang jalan seorang Akashi Seijuuro, "Yo! Kau tak bisa melupakan tentang ku! Di lain waktu kau menarik serta menggaggu jalan. Kise dan kau, akan ku tendang kalian semua!".

Manik heterocom Akashi menatap tajam Kagami Taiga, "Tentu saja, aku mengingatmu Kagami Taiga. Aku akan memberi satu peringatan terlebih dahulu, hanya itu bersikap patuh kepadaku yang diizinkan untuk berbicara tanpa merubah jarak pandangan mereka. aku tidak mengizinkan siapapun bertindak lagi melihatku dengan pandangan merendahkanku". Akashi dengan mudahnya menjatuhkan Kagami ke tanah dengan satu tangan kirinya dan menatapnya secara intidiminasi, "Rendahkan kepalamu!".

Kagami langsung terkejut mendapati ia duduk terjatuh dihadapan Akashi Seijuuro, "Huh? Bukankah itu tidakan yang brutal? Apa yang akan dia lakukan?".

Semua tim Seirin terkejut mendapati seorang Kagami Taiga tersungkur dibawah, "Kagami!". Kapten Seirin mengintrupsi dan tak lama kemudian Kuroko datang menghampiri Kagami Taiga, "Kagami-kun".

"Kau juga, Tetsuya. Jika kau datang kepadaku, kau harus mempersiapkannya. Aku adalah orang yang menemukan bakatmu, cepat atau lambat kau akan menyadari itu". Kemudian Akashi meninggalkan duo combi Seirin itu yang sedang mematung disana.

Quarter ketiga dimulai, sungguh mengejukan belum sampai 4 menit, Shuutoku sudah tertinggal 21 poin. Sungguh sukses Rakuzan memporak – porandakan Shuutoku, tembakan three point dari Akashi membuat kedudukan Shuutoku dan Rakuzan menjadi 51-71.

Lebih menghebohkan lagi saat Akashi Seijuuro melakukan shoot ke dalam ring-nya sendiri, mungkin ia cukup kesal dengan permainan dari tim basket Rakuzan. Disana Akashi mulai menggila jika Rakuzan sampai kalah, ia akan keluar dari tim basket Rakuzan serta akan memberikan kedua matanya untuk menebus dosanya.

Semua orang yang disana terkejut khususnya pemain basket Rakuzan sendiri, terjadi perseteruan diantara pemain basket Rakuzan, sepertinya Hayama Kotaro tak bisa menerima keputusan gila dari Akashi. Namun setelah mendengar kata – kata Akashi yang absolute seluruh pandangan pemain basket Rakuzan langsung berbeda terlihat serius dan ambisius.

Permainan berakhir dengan hasil akhir 70-86, Rakuzan menang. Begitulah perkataan salah satu wasit pertandingan hari ini. Midorima datang menghampiri Akashi untuk berjabat tangan namun Akashi menolak berjabat tangan dengan Midorima.

.

.

"Seijuuro menang, jadi aku hanya tinggal menunggu pertandingan selanjutnya akankah yang menang Kise-kun atau Kuroko-kun, aku tak peduli. Yang penting aku bisa mengalahkan Seijuuro-kun dengan membantu tim yang akan melawannya di final nanti". Hotaru begitu antusias menonton pertandingan selanjutan antara Kaijo dan Seirin.

Kedua tim sedang melakukan pemanasan tak luput Kise Ryota memberikan salam sambutan kepada Seirin, begitu pula sebaliknya duo combi Seirin juga memberi salam sambutan kepada Kaijo. Wasit pun memberikan intrupsi untuk kedua tim berbaris.

Pertandingan semifinal kedua Winter Cup dimulai, Wasit mulai melemparkan bola ke udara, yang menandakan bahwa Jump Ball dimulai. Seirin mendapatkan bola pertama mereka, Izuki memberikan serangan pembukaan sebagai Point Guard, memberikan passing kepada Kuroko dan diakhiri dengan Phantom Shot membuat Seirin memperoleh angka pertama dalam pertandingan semi final Kaijou dan Seirin.

Dengan cepat pula Kise membalikan keadaan, Kise melakukan High Projectile Three yang membuat Kaijou unggul satu angka dari Seirin. Dalam waktu kurang dari 4 menit Kise berhasil memporak – porandakan Seirin dengan perbedaan skor 13 poin, Kaijo dan Seirin meraih skor sebesar 15-2.

Disisi lain, deretan bangku penonton. Dua gadis berbeda warna rambut ini dengan cermat mengamati jalannya pertandingan, "Ne, Hotaru-chan. Aku tak yakin setelah selesai dari pertandingan ini pergelangan kaki Kise masih sehat tanpa cedera".

"E-eeh? Hontouni desuka?". Hotaru masih tampak bingung mengamati permainan Kaijo dan Seirin, "Melakukan movement seperti Kiseki no Sedai yang lain pasti memilik resiko tersendiri jika terlalu memaksakannya, Hotaru-chan".

Hotaru mulai membuka buku catatan lamanya, disana tertera seribu data tentang anggota string 1 yang dimana tempat Kiseki no Sedai bermain basket bersama di Teiko. Hotaru mulai membuka lembaran demi lembaran halaman yang ada dicatatan lamanya, setelah terbuka catatan milik Kise Ryota, ia membaca dengan seksama.

Kise Ryota memiliki kelemahan, dan kelemahannya tertulis dalam buku catatan special milik Mikaido Hotaru begitu pula kelemahan anggota Kiseki no Sedai yang lainnya juga tercatat rapi dibuku coklat madu tersebut.

.

.

"Etto, ketemu. Aku menemukan kelemahan Kise Ryota!". Hotaru sedikit menjerit setelah menemukan kelemahan Kise Ryota, "Nani?".

"Disini tertulis, kaki kanannya tidak bisa bergerak dengan baik karena terlalu sering digunakan untuk jump dan kemungkinan besar kaki kanannya hanya bertahan sekitar 45 menit!". Misaki yang mendengarnya langsung mengerti, "Berarti tak ada cara untuk Seirin menang kecuali jika si nomor 10 itu serta Kuroko bisa menghentikannya dalam waktu kurun 15 menit, bukan begitu Hotaru-chan?".

"Eeh? Aku tak bilang harus menghentikan Kise-kun dalam waktu 15 menit. Kau dapat presepsi darimana Misaki-chan?". Hotaru mulai kebingungan dengan presepsi sahabatnya tersebut, "Hanya perkiraan".

"Etto, Misaki-chan jika seandainya Kise-kun kalah dari Kuroko-kun. Kumohon hiburlah dia, bagaimana pun dia. Kise-kun selalu menolongku disaat Sei tidak ada". Hotaru tersenyum setelah memohon kepada sahabatnya agar menghibur Kise Ryota jika seandainya Kaijo dikalahkan lagi oleh Seirin.

"Hn". Misaki menjawabnya singkat.

Tak terasa pertandingan Kaijo dan Seirin berjalan dengan sengit, quarter kedua berakhir dengan skor 44-44. Kiyoshi Teppei membalikan kedudukan membuat Seirin seimbang dengan Kaijo.

Quarter ketiga dimulai, Seirin mulai melakukan serangan balasan. Memang sesuai dugaan Misaki dan Hotaru, pelatih Kaijo mengganti Kise dipertengahan pertandingan. Mungkin pelatih Kaijo tahu jika Kise mengalami cidera kaki yang mungkin cukup serius jika Kise tidak buru – buru digantikan oleh pemain Kaijo yang lain. menempati Kise di bench membuat Kaijo cukup tertinggal jauh dari Seirin, saat quarter ketiga berakhir skor antara Kaijo dan Seirin adalah 58-67.

.

.

Rombongan tim basket Rakuzan baru memasuki bangku penonton namun sungguh kejam memang adanya, mengapa Akashi Seijuuro berserta rombongan harus duduk tak jauh dari Mikaido Hotaru dan Konno Misaki, hanya berbeda 4 kursi penonton dengan mudah Akashi bisa menemukan Hotaru.

Namun sepertinya Hotaru dan Misaki tak sadar jika mereka sungguh dekat jaraknya dengan tim basket Rakuzan. Mereka berdua sibuk mengomentari permainan Kaijo dan Seirin, bahkan buku catatan milik Hotaru yang sudah lama tidak dicorat – coret oleh pemiliknya, kembali dicorat – coret oleh Hotaru sendiri. Hotaru bahkan menambahkan beberapa catatan untuk Kuroko Tetsuya dan Kise Ryota, untuk pemain Seirin yang lain Misaki sedang melakukan browsing di handphone-nya.

"Aku mendapatkan data – data Seirin! Yang nomor 10 itu bernama Kagami Taiga kekuatan sepertinya ada didalam jump-nya. Nomor 5 itu Izuki Shun, ia seorang Point Guard dan memiliki Eagle Eye. Nomor 4 Hyuuga Junpei, Kapten Seirin dan juga memiliki kekuatan dalam three point. Nomor 7 Kiyoshi Teppei, pondasi terkuat Seirin dan dia juga Uncrowned King serta seorang Center yang cukup menakutkan". Misaki menjelaskan satu – satu data pemain Seirin tak luput pula Hotaru menulis kedalam buku catatannya.

Tak lama kemudian terdengar bunyi bel tanda pergantian pemain sepertinya Kise Ryota dan Kuroko Tetsuya akan kembali masuk kedalam lapangan.

"Kise-kun masuk ke dalam lapangan lagi? Tidak mungkin! Apa ia berniat menghancurkan kakinya!?". Komentar Hotaru membuat seluruh tim basket Rakuzan menoleh kearahnya. Komentar dari Hotaru cukup jelas dan sedikit lantang siapapun yang didekatnya pasti bisa mendengarkannya, "Hotaru-chan pelankan sedikit suaramu. Lihatlah semua orang melihatmu!". Misaki berusaha menenangkan emosi dari Hotaru.

"Gomennasai!". Hotaru langsung membungkukkan badannya kearah penonton lain karena sudah mengganggu mereka untuk menonton pertandingan antara Kaijo dan Seirin.

Sudah hampir lima menit setelah Kise Ryota dan Kuroko Tetsuya memasuki lapangan, Kaijo benar – benar kuat dan tak bisa dihentikan, Kaijo terus menyusul angka untuk mengejar angka dari Seirin, hingga dimenit 1:47 kedudukan antara Kaijo dan Seirin 70-77.

Waktu terus bergulir, Kaijo kian menyusul angka untuk mengalahkan Seirin, didetik 38 skor antara Kaijo dan Seirin adalah 78-77. Usaha Kise Ryota sukses membuat Kaijo lebih unggul satu angka dari Seirin.

Sepertinya bukan hanya Hotaru dan Misaki yang sibuk berkomentar pertandingan antara Kaijo dan Seirin tetapi tim basket Rakuzan juga ikut berkomentar, apalagi Akashi Seijuuro sebagai Kapten Rakuzan membuat ia menjelaskan detail bagaimana permainan Kaijo dan Seirin. Hanya saja komentar dari Rakuzan tidak seberisik komentar kedua anak perempuan berbeda warna rambut ini.

Didetik – detik penentuan siapa yang masuk final siapa disangka Kuroko melakukan one on one dengan Kise namun naas Kuroko gagal memblok Kise, Kise melakukan movement milik Aomine tapi blok kejutan dari Kagami membuat Kise sedikit terkejut, "Kise!".

"Terus apa kau datang untuk itu semua? Lalu aku akan menghindarimu disini dan berakhirlah itu semua!". Kise langsung menggunakan emperor eye milik Akashi Seijuuro serta menggunakan ankle break milik Akashi Seijuuro.

Mungkin movement pertama dari Kise bisa diatasi oleh Kagami tapi ankle break yang kedua kali? Kagami tak bisa menahannya.

Kise berlari cepat sambil mendribbling bola, niat awal menggunakan thor hammer milik Murasakibara nyaris digagalkan oleh Kiyoshi dkk, Kise pun langsung memberikan pass cepat kepada Kasamatsu.

Kasamatsu memberikan shootnya dan kedudukan berubah didetik 4.8, Kaijo memimpin angka dari Seirin 80-79.

Seirin tetap fokus, shoot terakhir dari Kuroko Tetsuya dipenghujung waktu menyelamatkan Seirin masuk kedalam final Winter Cup. Kedudukan berubah menjadi 80-81, seluruh tim basket Seirin senang dan melompat bahagia.

Akhirnya mereka lolos kedalam final Winter Cup setelah satu tahun menunggu. Namun kemenangan Seirin menjadi pukulan berat bagi Kise Ryota dan Kaijo, mereka dua kali dikalahkan oleh Seirin.

.

.

"Ayo kita pergi!". Akashi mengintrupsi seluruh tim basket Rakuzan untuk meninggalkan area kursi penonton Winter Cup.

"Cotto matte, Seijuuro!". Ucapan Hotaru membuat seluruh langkah anggota tim basket Rakuzan terhenti, "Aku pasti akan mengalahkanmu!". Tantang Hotaru kepada Akashi.

"Cih, kau tak akan pernah menang dariku yang mutlak ini, Hotaru!". Kemudian Akashi meninggalkan Hotaru dengan penuh arogan.

Hotaru masih termenung duduk dibangku penonton tadi, ia ingin Seijuuronya kembali. Bahkan Misaki yang dari tadi duduk disebelahnya ikut bingung, "Etto, Hotaru-chan kau masih ingin berdiam diri disini? Jika iya, aku akan menemani tapi jika tidak, aku akan ke tempat si Kuso itu. Aku akan menghiburnya!". Jelas Misaki sambil bangkit dari duduknya, "Kau duluan saja, Misaki-chan. Aku akan disini beberapa saat lagi!".

"Yosh, aku duluan, matta ashitane Hotaru-chan!". Misaki meninggalkan Hotaru sambil melambaikan tangannya.

Konno Misaki telah pergi, Hotaru membuka buku catatannya kembali. Ia mulai menganalisa kekuatan Akashi Seijuuro, beruntung ia sempat merekam permainan dari Rakuzan jadi ia bisa mengetahui bagaimana kekuatan Rakuzan.

Setelah selesai menganalisa ia pun memutuskan keluar dari area penonton pertandingan Winter Cup tersebut, Hotaru berjalan cukup cepat karena jika ia tak cepat pulang ia tak bisa menyelesaikan strategi untuk Seirin besok.

Disisi lain, Kagami dan Kuroko tak sengaja melihat gadis bersurai pink fanta tersebut dengan kondisi jalan tergesa – gesa.

"Kagami-kun, sepertinya aku lupa untuk menyapa seseorang". Kagami sedikit bingung dengan ucapan Kuroko barusan, "Doushite?".

"Etto, gadis yang berjalan terburu – buru tadi adalah Yami no Hime". Kagami makin bingung dengan ucapan ambigu dari Kuroko, "Y-yami no hime dareka?".

"Dia orang yang selalu menjadi bayangan Akashi-kun jika Akashi-kun adalah Yami no Ouji dan gadis tadi adalah Yami no Hime-nya. Jika ia melihat pertandingan sudah jelas ia akan membantu Akashi-kun dalam melawan kita nanti. Aku akan menjelaskan semua yang aku ketahui tentang rahasia dibalik mata Akashi-kun kepada seluruh anggota tim basket Seirin".

Penjelasan Kuroko tadi sukses membuat Kagami penasaran setengah mati.

TBC..

Note: Yo~Hola! Ichi datang lagi, sebelumnya Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin jika Ichi banyak salah *bow*. Gimana makin penasarankah? Apa kurang greget ama kisah Akashi dan Hotarunya? Ikuti terus yah kisah mereka dan jangan lupa RnR! Bye~

Waktunya Ichi bales Review:

For Searakim : Arigatou gozaimasu udh review fic Ichi. Haha Ichi juga makin penasaran ama Akashi dan hotaru juga, jangan bosen2 baca fic Ichi juga yah!

For Juvia Hanaka : Kya~Hana-chan hisashiburina!*hug*, ini udh ada chappie 2nya, gimana makin serukan? Ichi selalu berusaha mengupdate cepat biar Hana-chan dan reviews lainnya makin suka ama fic Ichi.. XD

Dan untuk semua yang sudah menyempatkan membaca fic Ichi, Ichi ucapkan Arigatou gozaimasu! Dan Ichi masih nunggu Kuroko no basket S3 eps 18-25 jadi kemungkinan chapter final Seirin dan Rakuzan masih agak lama hahaha, Ichi ingin membuat fic Ichi ini mirip dengan cerita Kuroko aslinya dengan sedikit bumbu romance hahaha. Salahkan saja Fujimaki-sensei yang kekurangan chara heroine XD, sampai ketemu dichapter selanjutnya! Bye~bye minna-san! #lambai-lambaitangan