Fairy Tail [Mashima Hiro]

Inspired by

Nashi + NaLu

Jika tidak suka, tidak usah baca

Welcome to Fairy Tale [Fievelovy]

最初の日 (The First Day)


REAL LIFE ZONE


Man~:
Akhirnya kita balik juga.

Fievelovy: Mohon maaf kepada orang yg mungkin, mungkin saja ya...enjoy ini. Dikarenakan baca manga, males-mal- eh ga jadi, baca novel, sekolah, dan lagi seringnya aktif di wattpad. Dan mari kita langsung saja dan semoga aku level up dalam bikin ini.


Chapter 2


Lufi Pov

"..i...fi!", terdengar suara yang memanggil-manggilku untuk membangunkanku. Siapa yang memanggilku? "Lufi, bangun!", Aku pun terbangun tetapi karena masih terlalu ngantuk jadi gak bisa lihat sekeliling dengan jelas, "Siapa...?". "Ini aku! Nashi!", "Oh, kamu..." Hah, ternyata cuma Nashi...hm? tunggu, ini kan rumah aku... Aku langsung duduk dan berkata, "Kamu ngapain disini, Nashi?! dan ini rumahku! Jadi gimana kamu masuk?!", Nashi menjawab, "Oh, dari jendelamu. Kamu itu harus tutup jendelamu tau.", Kata Nashi sambil melipat tangannya, "Harus hati-hati. kan nati bisa dateng penjahat dari jendelamu lalu 'shwoot!' dan 'swoosh!' dan akhirnya kamu ditangkap.", "Kata seseorang yang sudah memasuki kantong ke kepalaku dan mengikat selimutku agar kakiku tidak bisa kabur.", kataku dengan suara yang agak berat. "...Teehee !", dia berusaha mengatakan itu dengan suara yang imut dengan tangan dikepal memukul pelan-pelan ke kepalanya sendiri, "ketahuan, ya?". "Bagaimana gak ketahuan woi!", kataku dengan suara berat, "Lepasin aku, woi! Lagian mau kemanain aku sih?", tanyaku sambil menunggu Nashi melepaskan ikatan tali yang mengikat kakiku sedangkan aku lagi melepaskan kantong di kepalaku. "Aku tadi maunya ngajak kamu pergi jalanin suatu misi denganku.", kata Nashi sambil memancungkan mulutnya. "Dengan mengikatku seperti seorang penjahat yang ingin menculik seseorang?", tanyaku sambil mengangkat alisku keatas dan mata yang malas. "Itu dan ini adalah hal yang berbeda!", "Berbeda gimana, woi!"

"Yaaahh...Berbeda aja lah.", "Tapi maksudmu misi apa? Aku kan...maSUK FAIRY TAIL! OYA HARI INI ADALH HARI DIMANA AKU MENJALANKAN HARI PERTAMAKU SEBAGAI SEORANG MEMBER FAIRY TAIL!", aku berkata...ya bukan berkata sih, berteriak dengan senang sampai membuat Nashi kaget sedikit. "Emang jadi anggota Fairy Tail itu sangat menyenangkan sekali ya?", tanya Nashi dengan bingung karena dia sudah menjadi anggota Fairy Tail dari lahir dan karena sudah ada di Guild, tidak terlalu tertarik dalam memasuki Guild yang lainnya jadi tidak terlalu mengerti bagaimana rasanya akhirnya mendapatkan yang sudah lama diinginkan. "Kan rasanya senang sekali setelah sudah lama menginginkan sesuatu dan akhirnya berhasil mendapatkan! Emangnya...Tidak ada yang kamu inginkan? Seperti masuk sesuatu atau mendapatkan sesuatu.", "Hahaha, tidak ada kok!", tetapi ekspresi selalu tersenyum Nashi berubah seketika itu juga, "Tapi...ada sih yang aku ingin cari." Apa ya yang dia ingin cari sampai Nashi yang selalu tersenyum jadi sedih begitu, "Emangnya apa yang ingin kamu cari?". Nashi pun tersenyum sedikit, "Haha, bukan 'apa' tapi 'siapa'."

"Ok, kalo gitu siapa yang ingin kamu cari?", aku mengubah sedikit pertanyaanku. "Hmm...Aku mulai darimana, ya? Yah..Singkat aja deh, dia itu kakakku."

"O-Oh...Maaf udah nanya."

"Gak papa kok. Lagian, bukan berarti dia sudah mati juga kan? Berarti masih ada harapan untuk bertemu dengannya! Aku tidak tahu kapan, tapi yang pasti adalah aku akan menemukannya!", Nashi berkata sambil bangun dan mengepal tangannya keatas dan api keluar sedikit saat dia mengepalnya.

"Oh, semoga kamu tidak putus asa dan ketemu keluarga kamu ya."

"Lho, dia memang benar kakakku. Tapi bukan 'Keluarga'."

"Eh? Maksudmu?", Aku bertanya dengan ekspresi bingung tetapi mempunyai dugaan. "Dia hanya seseorang yang kita rawat sementara.", Kata Nashi dengan penuh semangat.

"Sementara? Aku kira dia diculik atau gimana gitu.", tanyaku dengan ekspresi bingung.

"Hahaha, enggak kok. Kamu memang benar. dia pergi dengan sendirinya.", jawab Nashi dengan sambil tertawa.

"Lho? terus kenapa kamu cari dia?", tanyaku dengan semakin bingung. "ehm...Gimana ya jelasinnya. Singkatnya, setelah beberapa bulan dia pergi kita dapet berita bahwa dia diculik." "...Eh?"

"Sudah ah, yuk kita pergi ke misi kita!", kata Nashi, sepertinya dia ingin menghindari percakapan ini atau kemungkinan besar dia hanya bosan...Lho? aku kan gak tau banyak tentang Nashi tapi kok aku sepertinya tahu dia sang-

Nashi POV

Aku menarik tangannya dan menggendongnya pergi ke tempat misi kita. "T-T-T-Tunggu woi! aku belum mandi dan kita mau pergi ke misi apa?!", tanya Lufi dengan muka yang mulai pucat dan mungkin malu-malu karena aku menggendongnya. "Dan gila, kamu kuat amat!", puji(?) Lufi sambil menaruh tangannya di pundakku.

-Time Skip-

Akhirnya kita sampai di sebuah gedung. "Kita udah sampai, Lufi!", aku melihat kepada Lufi yang mukanya sangat pucat, "Woah! kamu nggak papa, Lufi?!". "Lu buta?", dan tiba-tiba Lufi muntah. "Gyaa! Kamu beneran gak apa-apa?!", tanyaku panik. "Be- ah tau ah. Aku gak papa lah. Kita dimana?", tanya Lufi sambil menutup mulutnya sedikit dan aku memberinya tissue. "Di tempat misi kita."

TBH...


Fievelovy:

Aku cuma ingin bilang bahwa fanfic ini mungkin akan dipindahkan ke wattpad.