''3SNH''
.
.
.
Chapter 2
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T
Indonesian
Genre : Romance, Friendship.
(sebenarnya saya gak begitu paham nentuin genre, jadi begitulah.)
Cast : 3SNH, Ino Y, Shino A and other characters
.
.
Semua karakter yang ada disini milik MK.
Saya cuma minjem bentar.
.
WARNING : OOC, AU, CERITA ABAL, GAJE, NGEBOSENIN, TYPOS, DKK (Semoga aja ngak).
.
.
Hai, ketemu lagi sama author yang satu ini. Saya mengucapkan terimakasih buat para readers yang mau membaca dan mereview fic gaje ini. Dan Author juga mau minta maaf sebesar-besarnya apabila author melakukan kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja sampai membuat readers tersinggung ataupun marah. Gomennasai Minna.
Sekarang waktunya menanggapi review, walau yang review cuma dua orang, huhuhu. Dari pada satu orang sih, dua orang lebih baik :D . Tapi gak papa, bukannya pepatah mengatakan ''Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit''. Kalau gak salah, hehehehe. Dari pada author semakin ngaco mending langsung aja nanggepin reviewnya.
nchie ainie chapter 1 : Menarik :-) next.
Jawab : Arigatou senpai. :D . Ok.
herliansyahdicky chapter 1 : kereeeeeeenn lanjut thorrrrr...penasaaaaaaaaan bangeeet!. update cepat y senpai!. KYAAAAAAAA
Jawab : Arigatou senpai :D . SIp (y) .
Sekali lagi saya ucapkan terimakasih sudah mau review fic ini. Jangan bosen review ya. Janee~~~
WARNING : JANGAN SAMPAI ANDA BERHARAP PAIR ANDA CANON DISINI, KARENA JIKA ANDA KECEWA JANGAN MEMBULLY SAYA.
HAPPY READING ^_^ .
.
.
.
.
.
.
Keadaan disini sangat ramai. Bukan ramai karena banyak orang tapi karena para wanita alay yang sedari tadi berteriak kesetanan. Mereka berteriak seperti itu karena bertemu dengan Sasuke salah satu personil 3SNH yang menurut mereka sangat keren. Tak sedikit dari mereka adalah fans fanatic Sasuke.
''Kyaaaa...Sasuke-kun.''
''Kyaaaa...''
''Kyaaaa...Sasuke-kun.''
Itulah teriakan dari para fans Sasuke yang berbondong-bondong meminta tanda tangan ataupun sekedar berfoto.
Setelah Sasuke selesai mengikuti acara talk show dia malah terjebak dalam kerumunan orang ini. Mereka yang awalnya menjadi penonton bayaran malah mengerumuninya.
~~~...SASUKE POV...~~~
Aku bernama lengkap Sasuke Uchiha tapi hanya di kenal dengan nama Sasuke oleh para fansku. Aku adalah anak bungsu, sebenarnya ayahku kaya raya dan tak menyetujuiku menjadi seorang idol. Dia selalu menyuruhku untuk ini dan itu sesuai keinginaannya dan ingin menjadikanku penerus perusahaan. Tapi aku tak akan menjadi seperti kakakku, menjadi boneka yang bisa diarahkan kemana saja. Ini hidupku dan inilah aku.
Aku memiliki rambut berwarna biru tua, mata onyxku yang tajam dan rambut model pantat ayam. E'hem, lupakan yang terakhir, itu sangat menyebalkan.
Yang sudah kalian ketahui aku salah satu personil 3SNH dan fansku paling banyak dibandingkan personil lainnya. Karena itu sekarang aku malah terjebak disini. Sungguh mengerikan, apakah spesies wanita jaman sekarang tingkat keganasannya menjadi meningkat. Hah, sudahlah.
Ku lihat Sakura yang mendatangi Ino, dan siapa orang yang mencurigakan itu. Hah, itu bukan urusanku yang terpenting sekarang aku harus keluar dari kerumunan ini.
''Shino.''Panggilku datar.
Shino. Dia adalah managerku. Nama lengkapnya aku tidak tahu, itu tak penting. Penampilan dia juga sangat aneh, memakai kacamata hitam dan baju yang menutupi kepalanya. Dan yang paling menjijikkan dari dia adalah penyuka serangga, bahkan sangat suka. Memang apa yang dia suka dari para serangga itu?.
''Iya.''Jawab Shino sambil menghapiriku.
''Cepat urus mereka.''
''Baiklah.''Katanya diakhiri helaan nafas.
Shino akhirnya mencegah para wanita-wanita ganas itu untuk mendekatiku. Dan aku langsung berjalan menjauhi mereka menuju mobil pribadiku. Aku tak punya seorang supir, lagi pula ini adalah mobil kesayanganku yang ku beli menggunakan uang hasil jeripayahku sendiri, mana boleh orang lain menyetirnya kecuali aku.
''Mana Shino lama sekali.''Gumamku bosan yang telah duduk di dalam mobil.
5 menit kemudian.
''Maaf, aku terlalu lama.''Dia juga sama sepertiku ketika berkata-kata selalu datar dan tak pernah berekspresi. Karena itulah aku memilihnya menjadi manager.
Yang pertama tak cerewet seperti Dobe ataupun Sakura.
Yang kedua dia tak jahil seperti Dobe ataupun Sakura.
Yang ketiga dia selalu serius dan tak pernah bermain-main dalam segala hal.
Yang keempat dia hanya diam jika tak ada sesuatu yang penting.
Yang kelima dia tertutup dan tak suka membicarakan sesuatu ataupun memaksaku bercerita tentang kehidupan pribadiku atau bisa dikenal sebagai curhat.
Yang keenam dia tak pernah kepo.
Walau dia memiliki hobi yang aneh, tapi dia tak pernah menggangguku dengan semua hobinya itu.
''Hn, tak papa. Cepat. Sekarang jadwalku kemana?''
Aku mulai menyalakan mesin mobilku setelah dia duduk di kursi sampingku.
''Kau gila sekali bekerja. Sekarang kau ada pemotretan di ******, 15 menit lagi.''
''Hn.''Jawabku.
Hanya lima belas menit dari sekarang. Itu gampang. Aku langsung mempercepat, bahkan mengebut. Ini juga sebagian kecil hobiku, karena ini sangat menantang.
10 menit, aku telah sampai di tempat pemotretan. Sebuah gedung. Berarti aku akan berfoto di tempat tertutup.
Setelah aku ke dalam, aku langsung menuju ke tempat make-up. Telah ada seseorang disana untuk mendandaniku.
''Hai Teme.''Panggil seseorang. Ck, walaupun aku tak menoleh aku sudah tahu siapa dia. Si mahluk kuning yang bodoh, Dobe. ''Teme. Teme.''Katanya terus memanggilku.
''Sudahlah Naruto, diam. Kau sedang make up.''Kata seseorang disamping Naruto. Dan yang ini aku juga sudah tahu tanpa harus menoleh ke dia. Si mahluk pink cerewet, Sakura.
Ternyata Naruto dan Sakura ada disini.
Tunggu.
Mereka ada disini.
Ck, menyebalkan. Kenapa mereka harus ada disini juga. Satu mahluk menyebalkan sudah sangat merepotkan, apalagi disini ada dua mahluk merepotkan. Benar-benar menyebalkan.
Setelah selesai, aku mangambil baju yang telah disediakan dan memakainya. Dan keluar dari tempat itu.
''Teme tunggu.''Teriak Naruto mengejarku lalu merangkul bahuku.
Dia benar-benar menyebalkan. Tapi aku tak boleh marah, harus tetap menahan ekspresiku.
''Kalian telah siap.''Kata seorang fotografer setelah melihat kita bertiga.
''Iya.''Kata Sakura ramah sambil tersenyum. Hah, dia memang seperti itu, ramah pada semua orang yang tak dikenalnya. Ketika kalian telah akrab dengan mahluk pink ini dia akan berubah 180 derajat sangat berbeda.
''Baiklah, kalian langsung saja stand by.''Kata fotografer tersebut.
''Hai'.''Kata Sakura dan Naruto bersamaan.
Kami telah berpose disini. Di temani banyak lampu yang menyilaukan mata dan dibalik badan kami ada sebuah kain yang digantung tinggi-tinggi berwarna merah.
Sebenarnya aku sangat malas memberi tahu kalian baju apa yang kami pakai sekarang. Tapi ya sudahlah, apa boleh buat. Kami sedang memakai baju bertema musim panas.
Sakura memakai topi bundar besar berwarna pink serta baju putih bermotif bunga pink tanpa lengan dengan celana pink selutut dan sandal jepit berwarna pink, jadi semua yang dia pakai berwarna pink. Sedangkan Naruto baju lengan pendek berwarna putih dengan motif bunga berwarna kuning serta celana kuning selutut dan sandal jepit berwarna kuning. Dan aku juga sama seperti si Dobe hanya saja berwarna biru serta kacamata hitam tanpa kaca.
Sebenarnya kami sedang berfoto untuk sponsor sebuah sandal.
''Bagus. Sasuke bisakah kau sedikit tersenyum.''Kata sang fotografer mengarahkan.
Hah, menyebalkan. Disuruh tersenyum ya, itu adalah salah satu hal yang menurutku tidak bahkan sangat tidak kusukai. Kenapa mereka harus terus memaksaku tersenyum.
Tapi aku harus menurunkan egoku yang sangat besar ini. Menghela nafas dalam dalam lalu mulai tersenyum.
''Bagus. Dan cukup.''
Akhirnya selesai juga. Sebenarnya aku tak suka melakukan hal lain seperti ini. Actinglah, pemotretanlah, modelinglah semuanya menyebalkan. Aku disini hanya untuk menjadi seorang penyanyi dan tak lebih. Tapi ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Dari pada aku terus dikekang oleh tousanku lebih baik seperti ini.
''Terimakasih.''Kata Sakura dan Naruto sembari membungkuk.
Hah, mereka memang selalu melakukan hal itu membuatku merasa jijik saja.
Setelah selesai berganti baju dan menghapus make up. Aku dikejutkan oleh datangnya gadis cantik berambut biru tua dengan mata lavendernya. Dia juga salah satu anggota 3SNH namanya Hinata. Aku suka dia, karena berbeda dari kebanyakan wanita. Dia tak cerewet, lemah lembut, sopan, pemalu dan yang kusuka darinya ketika dia sedang berbicara membuatku tak bisa berpaling. Suaranya sangat merdu, bahkan sangat indah bagiku.
Tapi nyatanya.
''Na-na-naruto-kun a-aku membawakan be-be-bekal untukmu.''Kata Hinata tergagap dengan pipi yang telah bersemu merah.
Dia selalu dan selalu saja memperhatikan si Dobe itu. Memang apa sih yang dia suka dari orang itu. Gantengan juga aku. Lihat saja fansku yang paling banyak.
Hah, aku hanya bisa menghela nafas sambil memperhatikan mereka. Sebentar lagi Naruto akan menjawab dan mengajak...
''Wah, arigatou Hinata-chan. Sakura-chan ayo kita makan.''
Benarkan, dia pasti akan mengajak Sakura. Karena itu, kenapa Hinata harus menyukai Dobe padahal sudah jelas-jelas dia bodoh dan tak peka. Bahkan Naruto ingin membagi makanan yang Hinata beri untuk gadis lain.
''A-a-ano, aku ju-ju-juga membawa makanan un-untuk Sakura-chan dan Sasuke-kun.''Kata Hinata sambil memberikan aku dan Sakura kotak makanan.
''Wah arigatou Hinata-chan, kau bahkan tahu aku sedang lapar.''Kata Sakura sangat senang. Ck, dia memang selalu lebay mengeksperikan dirinya. Dan kenapa bisa-bisanya aku digosipkan dengan mahluk pink itu. Bahkan dia tak ada menariknya sedikitpun.
''Hn.''Aku menjawab sambil mengangguk. ''Arigatou.''Lanjutku, hah, butuh pertimbangan yang sangat berat untukku mengatakan hal itu. Walau sebenarnya aku sangat ingin lebih banyak mengatakan sesuatu tapi mau bagaimana lagi egoku lebih kuat dari pada yang ku fikirkan.
''Sama-sama.''Kata Hinata sambil tersenyum.
Aku mengerjapkan mataku beberapa kali ketika melihat senyum Hinata. Menurutku itu sungguh sangat cantik. Bahkan sepertinya wajahnya mengeluarkan sinar. Dan aku seperti mendengar sebuah lagu berbunyi di kepalaku.
~~~...DREAM ON...~~~
''Kau bidadari jatuh dari surga dihadapanku. Hinata.''Nyanyiku sambil memegang tangan Hinata lalu menciumnya.
Aku melihat Hinata tersenyum malu dengan pipinya yang telah memerah.
''Hahahaha, lihat ini Dobe. Hinata telah menjadi milikku.''Kataku sedikit berteriak sambil memeluk Hinata.
''Tidaaaak.''Teriak Naruto sambil memegang kepalanya.
''Hahahahahahaha...''
~~~...DREAM OFF...~~~
Aku langsung menggelengkan kepalaku dan kembali ke dunia nyata. Aku tak akan melakukan hal itu. Itu adalah hal yang bodoh dan gila. Tak akan.
Ku lihat mereka bertiga telah duduk dan sibuk memakan makanan pemberian Hinata.
Hah, aku menghela nafas panjang lalu ikut duduk disamping mereka tepatnya disamping si Dobe itu.
Aku makan sambil sesekali melirik Hinata yang tersenyum melihat si Dobe itu makan dengan lahap.
Apa semua wanita menyukai lelaki seperti itu?.
Mana mungkin, lihat saja Sakura yang terus memarahi Naruto.
''Baka, kalau makan pelan-pelan, jadi keselek kan.''Kata Sakura sedikit berteriak.
''Uhuk...uhuk...''
''A-ah, i-ini a-ada a-a...''Kata Hinata terpotong sambil memberikan air pada Naruto.
''Terimakasih Hinata-chan.''Jawab Naruto cepat sambil mengambil air tersebut.
Atau jangan-jangan kepala Hinata terbentur karena itu dia menyukai si Dobe ini. Hah, sudahlah. Jika menyangkut masalah cinta aku menjadi seseorang yang bodoh.
Yang terpenting sekarang imageku sebagai laki-laki yang irit bicara dan tak memiliki ekspresi tetap tak berubah.
Ya, syukurlah.
Mungkin lain waktu aku bisa merebut hatinya.
Menjadi milikku.
~~~...END SASUKE POV...~~~
Sasuke akhirnya makan dengan tenang tanpa memikirkan sesuatu lagi.
Jadi tetap ikuti kisah mereka selanjutnya, 5 personil grup 3SNH. Janee~
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Author : Chap 2 udah update, tapi maaf kalau malah ngebingungin.
Sakura : Sasuke-kun kok suka sama Hina-chan sih thor? bukannya Sasuke-kun cuma buat aku?*nangis bombay.
Author : Maaf Saku-chan, kan author udah bilang jangan terlalu berharap.
Sakura : Baiklah, gak papa deh aku sama Shikamaru dari pada si Naruto Baka.
Naruto : Sakura-chan jahat*Nangis.
Author : Woy.. berhenti, banjir tahu*Pake ban bentuk bebek/eh,dari mana nih/.
Naruto : Uwaaaa.
Author : Malah tambah deres. Hah, yaudah deh. Pertanyaan, pernyataan, kritik dan saran monggo di keluarkan. Jangan sampai anda memendamnya. REVIEW ya... Saya tunggu. Jangan sampai readers menjadi pembaca gelap, jadi kalau baca di tempat terang# jangan flame, kalau dikit-dikit boleh lah. Janee~
.
.
.
ll
ll
ll
ll
v
