by Kyokaku
warning...OOC
BRUG!
Sasori mendapati dirinya sedang terjatuh dari tempat tidur.
"ah, yang barusan hanya halusinasi ku saja…hufft" gumam Sasori santai yang sebenarnya sudah keluar keringat dingin. Bisikan-bisikan terus menghantui nya sore itu, membuat nya merasa tidak tenang dan tidak karuan.
"Sasoriiiiii!" panggil sepupu nya, Temari yang memecahkan keheningan serta ketidak jelasan suara suara bisikan yang terus terdengar di telinga Sasori.
Segera Sasori menarik nafas dan berlari kecil melewati tangga sambil menjawab panggilan dari sepupu nya itu
"iyaaa? Ada apa?"
"makan malamnya sudah siap, jangan menunggu sampai makanan itu dingin. Kami tidak mau mendengar keluhan mu yang jika memakan makanan yang dingin" jawab Temari dengan cerewet
"iya iya"
"ya sudah, Sasori, Temari, langsung saja kita makan" kata nenek Chiyo "sebelum makan mari kita berdo'a dulu" lanjutnya
Mereka pun berdo'a dan sesudah berdo'a tentunya mereka makan bersama.
"oh ya Temari, apa yang kau lakukan disini?"
"eh? Apa aku tidak boleh disini?"
"bukan begitu.."
"ahaha, nenek Chiyo belum bilang pada mu ya?" kata Temari yang tertawa sambil melirik nenek Chiyo seolah olah memberi kode untuk memberikan penjelasan
"hmm..Temari dan yang lainnya akan tinggal disini" jelas nenek Chiyo
Ekspresi Sasori langsung berubah, yang tadinya datar kini langsung berubah drastic menjadi seperti orang yang tidak sengaja menelan garpu ke kerongkongannya "UHUK!.." Sasori batuk karena tersedak
"eh kau kenapa Sasori?" Tanya Temari keheranan karena sepupu nya yang tiba tiba tersedak itu, sedangkan nenek Chiyo yang memang perhatian akan cucuk nya tersebut langsung menuangkan air putih ke gelas dan memberikan air itu ke Sasori. Dan kemudian Sasori langsung meminum air itu.
"memangnya ada apa?" Tanya sasori yang masih merem melek karena tersedak tadi
"eh? Apa nya?" Tanya Temari yang masih tidak mengerti alias telmi
"memangnya apa yang salah jika sepupu sepupu mu tinggal bersama mu sasori? Ayah mereka sedang sibuk mengurusi kerjaannya di luar negeri" jelas nenek Chiyo untuk kesekian kali nya
"ya itu benar, sebentar lagi Kankuro dan Gaara akan tinggal disini juga" tambah Temari dengan wajah yang dibuat semanis mungkin padahal dia biasa nya bersifat maskulin.
"a..apa?" Tanya Sasori yang kelihatan sedikit (atau sebenarnya)tidak rela
"geez.." gumam Temari yang kemudian menjadi jutek dan maskulin lagi
"lanjutkan makannya, selesai makan kita beres-beres karena sebentar lagi kita akan kedatangan Gaara dan Kankuro"
"eh? Hari ini?" Tanya Sasori ke nenek Chiyo
"iya" jawab nenek Chiyo singkat
Teng tong
Suara bel berbunyi, "Selamat malaaam!" sambut dua orang laki laki yang tidak asing lagi yaitu Gaara dan kankuro
"Gaara!" seru Sasori
"iya?" Tanya Gaara heran kenapa tiba-tiba Sasori memanggilnya
"mengapa alismu botak?!"
Suasana menjadi hening..
1 menit..
2 menit..
3 menit..
Suasana masih hening
4 menit kemudian..
"ni-san.."
Semua mata tertuju kepada Gaara
"alis ku memang sudah begini dari aku kecil, dan juga mata ku ini.." jawab nya dengan wajahnya yang datar dan dingin tersebut yang sanggup membuat isi rumah merinding kecuali Sasori yang malah membalasnya
"Kalau begitu ubah penampilan mu, kau terlihat seperti hantu tau" dia meledek Gaara
"ni-san! Lihat saja ya nanti!"
"lihat apaa? Weee" ledek Sasori yang langsung kabur ke kamarnya
Nenek Chiyo dan yang lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kedua anak berambut merah tersebut.
Sementara itu di kamar Sasori..
"suasana disini bakal tidak sepi lagi, semakin banyak yang ber-kepo ria tentang hal-hal yang tidak penting sekali pun..haaah"
Sasori langsung melemparkan tubuh nya ke tempat tidur, sesaat kemudian dia langsung teringat Deidara, entah itu karena perasaan yang ditaruh di hati nya atau Deidara yang sedang menghantui nya seperti sore tadi. Sasori langsung melupakan hal itu dan kemudian tertidur dengan nyenyak.
Keesokan harinya di sekolah.
"tahun ini kita kedapatan empat anak baru ya" kata seorang siswi yang sedang bergosip ria
"eh, ada empat? Siapa saja itu Konan-chan?" Tanya Yahiko yang tiba tiba ikut
"ya salah satunya ada di kelas kita" jawab Konan
Tanpa di kira-kira Sasori masuk ke ruangan kelas, memang panjang umur.
"yo Saso-kun!" panggil Yahiko
"yo, ada apa?"
"tidak, ayo bergabunglah disini"
"oh ya Sasori, kau tinggal di perumahan Hirukurobu 'kan?" Tanya Konan
"iya, memangnya ada apa?"
"katanya setahun yang lalu ada pembunuhan disitu..jadi kau harus berhat-hati ya" kata seorang siswa berpostur tinggi dan berotot berambut klimis
"hey Hidan! Aku juga tinggal di perumahan itu tau, jangan menakut-takuti ku!" seru Naruto yang keringat dingin
"a ano, lebih baik kita tidak menceritakan kejadian itu.." kata Hinata sambil memainkan jari jarinya
"eh memangnya kenapa Hinata-chan?" Tanya Konan. Hinata hanya menggelengkan kepalanya
"yah mungkin tidak enak jika hal yang semacam itu dibicarakan" jawabku yang semakin merasa bahwa diriku sangat mengetahui hal itu
"hmm..tetapi aku sangat penasaran akan hal itu, oh iya Nagato-kun juga tinggal sekomplek dengan Sasori-kun bukan?" Tanya seorang siswi lagi yang bermbut pirang ponytail
"iya, akhir-akhir ini dia jarang kelihatan" kata Yahiko
"mengapa kalian tidak mendatangi rumahnya saja? Lagipula kan kalian sekomplek" kata Hidan
"tidak perlu, aku sudah tau." Kata-kata Hinata membuat mereka semua yang mendengar jadi kebingungan
"apa maksudmu Hina-chan?"
"ya apa maksudnya?"
"kau sudah bertemu dengan Nagato-kun?" Tanya Konan
Hinata langsung terdiam dan matanya membesar, tingkahnya sekarang seperti seseorang yang berusaha menyembunyikan hal yang ia sembunyikan tetapi hampir saja ketahuan.
"i-iya, aku sudah bertemu dengannya, dia sedang sakit demam berdarah" jawabnya jelas.
Matanya terlihat sedikit mencurigakan, seakan-akan hal yang ia sampaikan itu bukanlah kenyataan, dan seakan akan dia sebenarnya tau hal yang lebih jelasnya tetapi dia menyembunyikan hal tersebut.
'apa yang kau sembunyikan, Hinata?' batin Sasori
"aah, semoga dia cepat sembuh" kata Ino si siswi berambut blone ponytail itu "dia akan ketinggalan banyak pelajaran kalau dia tidak masuk sekolah terus" lanjutnya
Semuanya kembali duduk di tempatnya masing-masing dan bersiap-siap untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu Hinata masih terlihat seperti menyimpan sesuatu, wajah nya terlihat gelisah dan tidak karuan. Di seberangnya ada Naruto yang terus bertanya-tanya ke Hinata.
Selesai bel pulang sekolah
"Huaaaahh, ayo kita pulang Hinata-chan, Yahiko, Saso-kun!" ajak Naruto yang sudah bersemangat untuk pulang kerumah
"besok kan weekend, kenapa kau mau cepat-cepat pulang?" Tanya Ino
"eh? Apa lagi yang mau ku kerjakan, aku mau main game di rumah hehhehe"
"aahh..itu kan bisa kau lakukan nanti malam sampai pagi" kata Konan
"bukannya Naruto takut malam hari ya? Hahahaha" ejek Hidan
"bukan begitu!"
"kalian tidak mau menjenguk Nagato?" Tanya Sasori. Pertanyaan itu membuat Hinata langsung membuka matanya lebar-lebar
"ah benar juga! Bagaimana jika kita menjenguknya hari ini juga?" Tanya Ino
"tetapi sekarang sudah hampir sore, bagaimana kalau kita pulangnya kemalaman?" Tanya Naruto khawatir
"kalau kita pulang kemalaman hantu dari gadis yang dibunuh itu akan membawa mu, hahahahaha" candaan Hidan kali ini membuat Sasori merasa tersindir
"heeii! Jaga omongan mu Hidan, bagaimana jika hal itu benar terjadi?!" Tanya Naruto yang mulai panik
"Naruto-kun..a.." Hinata berupaya membuat Naruto tenang tetapi hal itu gagal, karena suaranya yang terlalu kecil dan suara tawaan teman teman yang lain menutupi suaranya yang kecil.
"tapi benar juga, aku juga tidak mau pulang malam-malam" kata Ino
"ibu ku juga sudah melarang ku untuk pulang terlambat, jadi besok saja" usul Konan
"baiklah, besok kumpul dulu di rumah ku ya..aku yang akan mengarahkan ke rumah Nagato!" seru Nagato
"ya, baiklah leader!" jawab Hidan dengan panggilan 'leader' ke Yahiko, hal itu karena Yahiko merupakan ketua kelas di kelas kami.
Keesokan hari nya..
"permis..Sasori!" panggil Naruto dari depan pagar rumah Sasori.
Pintu depan sudah terbuka, semakin lebar, dan semakin lebar..sesaat, seorang lelaki muda berambut merah pendek tertampak dari balik pintu dan membuat Naruto senang karena dia tidak harus menunggu lebih lama lagi. Dan langsung saja dia panggil nama nya "ah, Saso-" kalimat Naruto langsung terpotong ketika melihat wajah anak laki laki itu agak berbeda, dan anak laki laki itu menjawabnya dengan datar, dingin dan ketus "maaf, kami tidak menerima sumbangan" dan setelah itu dia menutup pintu nya dengan kencang. BRAK!
Suara bantingan pintu itu sukses membuat Naruto makin merasa gondok.
"oy.." Naruto mulai marah "oy..BUKA PINTU NYAAA…eh" tiba tiba ada seorang perempuan yang Naruto tidak terlalu kenal tetapi seolah olah dia pernah melihatnya.
"sabar, Saso-kun sedang bersiap-siap" kata perempuan berambut blonde panjang itu yang ternyata dia adalah Deidara. Deidara tersenyum, namun Naruto tidak membalas senyumannya itu, dia hanya bisa berdo'a untuk keselamatannya dan juga untuk ketenangannya. Sesekali diamemejamkan matanya, dan kemudian dia membuka matanya kembali. Saat dia melihat ke sekelilingnya Deidara sudah tidak ada di pandangannya.
to be continue
RnR ^-^
