Qtalita Feat. WonIkaKyu Present
.
.
Wonkyu As Always
.
.
Enjoy it
.
.
KYUHYUN SIDE
Kyuhyun menepuk sepatunya yang terkena debu, ia juga merapikan rambutnya yang terbang terkena angin, pipi bulatnya memerah, dingin.
Kyuhyun mengedarkan matanya ke penjuru stasiun, seharusnya 15 menit lalu Siwon sudah berada disampingnya, sementara 10 menit lagi kereta menuju Bijindo akan berangkat (Emang ada? G tw yee)
"Maaf aku lama"
Kyuhyun membalik kepalanya beberapa derajat, namja tanpa mimik dengan kacamata hitam meletakkan ransel besarnya disamping Kyuhyun, Siwon sendiri hanya berdiri melipat dadanya lalu menguap lebar, Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, jujur saja ia merasa seluruh air dalam tubuhnya seakan berkumpul pada jempol kakinya, ia gugup? Tentu saja, tanpa harus bersusah payah kini Siwon ada disampingnya, dan untuk 3 hari kedepan.
Kyuhyun duduk gelisah, ia sesekali melirik Siwon menggunakan sudut matanya.
"Kalau kau gelisah hanya karena ingin mempersilahkan aku duduk atau tidak, sebaiknya lupakan! Aku lebih baik berdiri saja"
"Eh?"
Kyuhyun melotot, yang tadi hanya air kini darahnya juga ikut mengaliri jempol kakinya.
Tuuutttt tuuutttttt
Kereta yang akan membawa mereka menuju Bijindo telah tiba, dengan cekatan Siwon meraih ranselnya, ya, hanya ranselnya, sementara Kyuhyun yang membawa beberapa barang terlihat kesulitan, Kyuhyun mendengus kesal, Namja Choi yang menjadi rekan kerjanya itu sama sekali tidak membantunya, jangankan membantu, meliriknya saja enggan.
Dengan tergopoh Kyuhyun meletakkan barang-barangnya di tempat yang sudah ditentukan, ia menghentakkan kakinya di depan Siwon yang sudah duduk tenang sambil menutup matanya di dalam kereta.
"Kita akan bekerja, bukan piknik"
Kyuhyun menggigit jari telunjuknya, ia benar-benar diuji kali ini, karena ternyata selain Dingin, namja Choi itu juga tidak memiliki hati dan bermulut pedas.
Kyuhyun mendudukkan dirinya di samping Siwon, ingin rasanya Kyuhyun menggigit hidung mancung Siwon seandainya ia tidak mengingat jika namja di depannya ini adalah namja yang ia sukai.
Perjalanan mereka hanya diisi dengan Kyuhyun yang bergerak gelisah di kursinya, sementara Siwon masih setia memejamkan matanya. Tidur.
"Yak! Bisakah kau berhenti bergerak?"
Kyuhyun terdiam. Membeku. Suara siwon bahkan jauh lebih menyeramkan dibanding suara Chullie Eonnie ketika kuku yeoja pesolek itu patah.
Kyuhyun merengut ketakutan. Mimik Siwon berubah.
"Maaf, hanya saja kau terlalu berisik"
"A-aku takut" Lirih Kyuhyun. Jemarinya saling menepuk dahinya kesal. Bagaimana mungkin hanya naik kereta yeoja berambut brunette itu ketakutan.
SIWON SIDE
Siwon sesekali melirik Kyuhyun yang duduk disampingnya, walaupun namja berdimple itu menutup matanya seakan tertidur namun ia sama sekali tidak melepas perhatiannya pada yeoja disampingnya. Kata-kata Donghae sahabatnya terngiang di telinganya.
'Dia anak yang manja, dan sedikit penakut, aku harap kau bisa menjaganya selama disana'
Siwon menarik nafasnya sekali lagi ketika Yeoja bernama Kyuhyun itu kembali bergerak gelisah, ia menegakkan tubuhnya dan memasang wajah datar.
"Jika kau takut sebaiknya kau menutup matamu"
"..."
"Kau bisa tidur selama perjalanan"
"..."
Siwon mengernyitkan dahinya, Kyuhyun hanya diam meski bahunya bergetar, tatapannya kosong dan sedikit pucat, Siwon sedikit kasihan dengan kondisi Kyuhyun yang..
"Hoeeeeekkkkk...!"
"Yak!"
Siwon berteriak histeris dengan tubuh dimundurkan hingga rapat dengan jendela, wajahnya gelisah sementara Kyuhyun masih membungkuk di pangkuannya, menuntaskan rasa mual di perutnya.
"M-mian.." Bisik Kyuhyun lirih, dengan pelan ia mengangkat kepalanya dari pangkuan Siwon dan bersandar lemas di kursinya lagi, tanpa memperdulikan kondisi Siwon yang memandang Kyuhyun dengan 1000 mimik yang tidak mampu dijelaskan.
Siwon menyentuh ujung jaket kulit hitamnya yang tidak ternodai isi perut Kyuhyun dengan pandangan jijik, berganti dengan memandangi wajah Kyuhyun yang di penuhi titik-titik keringat, yeoja itu begitu lemas hingga tertidur.
Siwon memejamkan matanya menahan emosi, bagaimana bisa ia harus bersama dengan yeoja yang menurutnya aneh itu selama 3 hari kedepan.
Siwon melepas jaketnya, menyisakan singlet putih tanpa lengan, memamerkan tubuh sempurnanya yang ditatap lapar penumpang lainnya. Apalagi para yeoja, untung saja Kyuhyun sedang tertidur hingga tidak perlu mendapat tontonan menggiurkan seperti itu.
"Damn!" Siwon meletakkan jaketnya di pangkuan Kyuhyun, agar saat terbangun yeoja itu tahu apa kesalahannya.
...
Bijindo pada malam hari tidak kalah mengagumkannya di banding siang hari, cahaya alami bintang dan bulan yang kala itu tengah masa purnama penuh menambah kesan eksotis pulau indah nan mempesona di sudut kota.
Tapi, keindahan itu harus terusik dengan..
"Hhhhaaaatttccchhiiii.."
..Siwon yang tidak berhenti bersin.
"Hiks.. mianhe Siwon-ah.."
..Serta Kyuhyun yang masih setia mengikuti Siwon dengan penuh penyesalan.
Siwon tidak berbalik, ia memeluk tubuhnya sendiri, ranselnya terpasang di punggung kokohnya, ia berjalan seakan tidak perduli dengan Kyuhyun yang merengek dibelakangnya.
" Aku benar-benar tidak tahan, perutku mual, dan.."
"Berhenti berbicara"
Siwon meletakkan ranselnya di depan sebuah penginapan di sisi pantai, ia melirik Kyuhyun sebentar, mengamati penampilan Kyuhyun yang terlihat kusut, rambut brunette panjangnya tertiup angin kesana-kemari, kemejanya tertarik sebelah hingga mengekspos bahu kirinya, ini cukup membuat Siwon menelan ludah hanya saja jika tidak memperhatikan wajah Kyuhyun yang penuh keringat.
Siwon menepuk dahinya pelan. Hari pertama, ani! Hari pertama sebelum Hari pertama yang 'sebenarnya' saja sudah membuat jaket kesayangannya harus berakhir di laundry, bagaimana dengan 3 hari kedepan?
Siwon menggeleng keras, tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Yeoja yang tampak lucu namun mengerikan secara bersamaan.
KYUHYUN SIDE
Kyuhyun melempar bantal tidurnya lalu mengacak rambutnya frustasi, bagaimana bisa ia malah memerlihatkan sisi buruknya di depan Siwon? How can?
"Aarrrggghhh, Pabo!" Kyuhyun menghentak-hentakkan kakinya di atas tempat tidur, membuat ranjang berukuran medium itu bergerak-gerak.
Kyuhyun melirik ponselnya, dahinya menyatu, memikirkan apa Hyukkie dan Donghae sudah tiba di tempat yang sama dengannya atau belum. Okay, mereka harus datang, mereka memiliki janji dengannya.
"Yeobseo.."
"Hai baby.."
"Tsk, jangan memanggilku seperti itu, Yak! Kalian dimana?"
"Ow ow ow baby, pelankan suaramu, kau tidak mau bukan Siwon yang berada di samping kamarmu mendengar rencana kita?"
"Okay okay, where are you?"
"Di tempat yang sama denganmu, di penginapan"
"Heh? Kau sudah tiba?"
"Satu jam lebih cepat dibanding dirimu, kemana saja kau?"
"Mwo? Secepat itu?"
"Ya Tuhan Kyunnie sayang, memangnya harus berapa lama? Berjam-jam? Pesawat hanya membutuhkan waktu 45 menit"
Kyuhyun berdiri dari ranjangnya, wajah Shock jelas terpasang dalam matanya.
"Pesawat? God! Dont tell me Hyukkie.."
"What? O'oh wait a minute, jangan katakan kau menggunakan kereta?"
"Yeah, dan harus mengotori jaket kesayangan Siwon"
"Hahahahaha, kau muntah lagi baby?"
"Kau sudah tahu aku sangat benci kereta, dan berhenti memanggilku 'baby'"
Gelak tawa terdengar disana, jelas dua orang, Kyuhyun tahu siapa yang tertawa, Ya sangat jelas suara Donghae juga memekik. Kyuhyun mempoutkan bibirnya.
"Berhenti tertawa atau aku akan pulang sekarang juga"
"Hei.. baby jangan merengut, kau tidak ingin rencana kita batal bukan?"
Kyuhyun mengangguk-angguk walaupun mustahil yeoja di seberang sana melihatnya.
"Sekarang lupakan masalah jaket, walaupun tidak menutup kemungkinan Siwon masih marah padamu, ok! Tapi bukan itu titik permasalahannya sekarang, lebih baik kau tidur dan lakukan tugasmu besok, selebihnya serahkan padaku, Arra?"
Kyuhyun mengangguk-angguk lagi.
"Sekarang tidurlah ne, jaljayo Baby Kyunnie"
Klik.
Kyuhyun memandang lemah ponselnya, ini bahkan belum dimulai namun ia sudah memberi kesan buruk pada Siwon. Siwonnya.
"Hhh semoga Hyukkie tidak memperburuk" Bathinnya sesaat sebelum menutup mata.
...
THE DAY
SIWON SIDE
Ombak berdebur bersamaan dengan suara klise kamera Siwon, namja itu sendiri tengah berdiri di ujung karang dengan kemeja putih yang kancingnya terlepas, wajahnya fokus pada lensa kecil didepannya.
Dahi Siwon berhenti dari kerutannya, matanya membulat seakan tengah menemukan fokus lain yang jauh lebih menyenangkan, atau.. mungkin sebaliknya.
Siwon mengamati yeoja dengan kaos besar berwarna kuning dengan celana sependek lutut yang sedang berputar-putar di tepi pantai, tepat dibawahnya, rambutnya terurai dibawa angin, mata bulatnya yang biasa melotot ketika Changmin menggodanya kini hanya tampak segaris.
Siwon tersenyum samar, sangat samar hingga tak ada yang bisa menyadarinya. Siwon memutuskan turun, menghampiri yeoja bernama Kyuhyun itu. Bukan karena ia takjub hanya saja karena sepertinya yeoja itu sudah membuat masalah dibawah sana. Terbukti dari dua anak kecil yang menangis di depan Kyuhyun yang menari-nari lucu mencoba menghibur.
"Ada apa ini?"
Siwon berjongkok di depan dua anak kecil yang masih menangis, sesekali melirik Kyuhyun yang berdiri dengan menunduk dan memainkan jarinya.
"Huaaaaaaaaaaaaaa.."
Siwon menutup kedua telinganya, tangisan anak kecil tadi bertambah, Siwon menatap Kyuhyun meminta penjelasan.
"Mian, Siwon-ssi, anak-anak ini eum.. anak-anak ini.."
"Bicaralah yang jelas"
"Anak-anak ini tersesat"
Siwon menghela nafasnya berat, tugasnya belum selesai, ia harus dihadapkan oleh dua anak kecil beserta yeoja kekanakan pembawa masalah menurutnya.
"Jja, adik kecil sekarang tenang ne, hyung akan mengantar kalian bertemu eomma, arra"
Sikap Siwon melembut, diusapnya pucuk kepala anak kecil itu bergantian, disusul Kyuhyun yang ikut berjongkok, wajahnya penuh penyesalan.
"S-siwon-ssi.."
"Sudahlah, sebaiknya kita antar anak ini dulu, lalu melanjutkan pekerjaan kita"
Kyuhyun mengangguk setuju, Siwon memegang kedua tangan anak kecil dengan kedua tangan besarnya, sesaat setelah menyerahkan kamera kesayangannya pada Kyuhyun. Yeoja berwajah imut itu mengikuti langkah Siwon dari belakang.
Siwon tidak tahu harus membawa anak-anak kecil itu kemana, ia juga baru disini, bertanya pada Kyuhyun? Sepertinya sama saja, yeoja itu sama sekali tidak membantu.
"Aku tidak mengerti kenapa Chullie noona mengirimmu bersamaku"
"Hm?"
Siwon menghentikan langkahnya sejenak, tanpa berbalik sekalipun. Desah nafasnya berat.
"Kau sama sekali tidak membantuku"
Deg
KYUHYUN SIDE
Kyuhyun membatu di tempat, langkahnya tidak lagi menyusuri langkah Siwon, ia membiarkan namja dingin itu berlalu bersama dua anak kecil di tengah pulau bijindo, Tubuh Kyuhyun serasa membeku, tangannya yang terulur pasrah bergetar.
Kyuhyun meletakkan kamera milik Siwon di balik sebuah pohon besar, Kyuhyun menyadari jika ia salah, dan ia sadar jika Siwon pasti masih marah perihal kereta kemarin, hanya saja kali ini Kyuhyun merasa Siwon sudah berlebihan.
Kyuhyun meraba ponsel yang ia simpan di saku celananya.
"Yeobseo Hyukkie.."
...
SIWON SIDE
Siwon merutuki kebodohannya, kali ini ia mungkin sudah sangat keterlaluan, bagaimanapun Kyuhyun baru di tempat ini, ia tidak tahu harus apa dan bagaimana. Hanya dirinyalah Kyuhyun bergantung, dan apa yang ia lakukan sekarang? Membentak yeoja itu dan menyebabkan hilangnya Kyuhyun sejak siang tadi.
Siwon sudah mengelilingi jalan yang ia lalui bersama Kyuhyun berulang kali, ia tidak menemukan tanda Kyuhyun walaupun kameranya ia temukan dibaik batang pohon besar di bawah daun kering.
"Kyuhyun kau dimana?" Siwon berulang kali menghubungi Kyuhyun, namun yeoja itu seakan sengaja tidak mengangkat panggilan Siwon.
Malam semakin larut, Kyuhyun belum juga ditemukan. Siwon semakin frustasi, nyaris saja ia menghubungi Chullie andai saja ia tidak melihat 3 sosok yang sangat ia kenal sedang makan malam dan bercanda di sebuah restoran laut.
Siwon menggeram, ia sengaja menghampiri mereka tanpa menegur terlebih dahulu, Siwon memutuskan untuk duduk disamping meja mereka secara diam-diam.
"Kau tahu, pasti Siwon sedang mencarimu sekarang" Yeoja bergummy smile menyuap sepotong udang kedalam mulutnya
"Kau yakin Siwon akan mencariku?" Satu Yeoja lainnya hanya duduk menopang dagu.
"Tentu saja" Satu-satunya namja disitu mengiyakan.
"Siwon pasti khawatir padamu, aku yakin" Lanjutnya. Yeoja berambut Brunette itu berusaha yakin dengan menampilkan senyumnya.
Siwon yang sedari tadi mendengar pembicaraan namja dan 2 yeoja itu menggertakkan giginya, ia kembali mencoba mendial Kyuhyun.
Drrrttt drrrttt
Bahkan getaran ponsel Kyuhyun bisa ia dengar.
Yeoja berambut Brunette yang duduk di samping meja Siwon membulatkan matanya ketika ponselnya bergetar.
Yah, Kyuhyun terkejut, ia memperlihatkannya kepada sepasang kekasih didepannya yang hanya dibalas cekikikan geli.
"See? Siwon masih saja menghubungimu bukan? He care Kyu"
Cukup sudah kesabaran Siwon!
Braaakkk!
Siwon berdiri cepat hingga kursi yang ia gunakan jatuh membanting lantai, matanya beralih menatap tajam 3 orang di samping mejanya yang tidak kalah terkejut darinya.
"S-siwon a-aku.." Kyuhyun berusaha mengejar langkah besar Siwon. Siwon menghempas tangan Kyuhyun.
"Kalian keterlaluan"
"S-siwon.."
"jangan pernah muncul didepanku lagi"
"Siwon!" Donghae berdiri, namun tatapan Siwon jauh lebih mematikan langkahnya, Hyukkie sendiri tengah memeluk Kyuhyun yang sudah menangis.
"Kalian!"
"S-siwon hiks.. aku bisa m-menjelaskan hiks.." Isak Kyuhyun.
Siwon menunduk, meski dadanya bergerak naik turun dengan cepat, nafasnya terdengar memburu, tangannya tergenggam erat.
"Aku berhenti, Aku berhenti dari pekerjaan ini" Lirihnya sebelum pergi meninggalkan Kyuhyun yang semakin terisak di pelukan Hyukkie dan hanya bisa ditatap prihatin oleh Donghae.
TBC
Eh? Ini ape? Hahahaha setelah sekian lama menghilang lalu kembali membawa penjelasan yang sama sekali g jelas (?)
Sebenarnya udah capek banget mau minta maaf, karena bakal ngulangin kesalahan lagi *HIKS*
Tapiiii.. maaf deh, lamaaaa bgt updatenya, lagi frustasi dengan rambut yang baru tumbuh hehehehehe..
Okay, next, apa yang bakal Kyuhyun lakuin yaaa dan apa yang bakal Eunhae rencanakan selanjutnya?
Hmmm? Kasitau g yaaaa hehehehehehe
Qai
