Langit malam yang cerah, terlalu cerah sehingga Minseok bisa melihat semua cahaya berkelip-kelip itu dari bawah sini. Ia mendapati tubuhnya naik perlahan diatas anak tangga berlantai kayu yang pendek milik sebuah bangunan besar berlantai dua didepan. Suara berderit setiap langkahnya. Pemandangan menenangkan menyambut Minseok setelah melewati pintu kaca yang berat dengan huruf N' besar. Tidak begitu banyak orang didalam, Interior klasik dengan furniture kayu, warna kuning keemasan yang mendominasi ruangan, denting piano yg lembut. Belum lagi bau kopi. Minseok sudah merasa tekanan darahnya turun sampai ketingkat dimana dia merasa bisa terbang. sangat rileks dan damai.

Seorang pelayan pria dengan rambut soft pink yg tampak seperti tokoh kartun manga menyapanya dengan senyuman,

"selamat datang" ucapnya lembut,

Untuk beberapa detik Minseok terpana dengan visual yg datang menghampirinya, Pria yg juga mungil itu mengangguk sopan,

"Selamat malam, ada yg bisa kubantu? "

Minseok dengan cepat membalas anggukannya, sebelum ia terlihat bodoh, karena terus memperhatikan wajah tirus itu.

"untuk berapa orang?"

"oh-"

Tunggu,

kenapa ia bisa berada disini? Minseok merasa beberapa menit sebelumnya dia masih berdiri diluar apartemennya, melihat bintang-bintang, merasakan angin, kemudian bangunan besar dengan dinding kayu dan tumbuhan merayap yg entah karena dia terlalu sibuk mengurusi urusannya atau terlalu acuh untuk menyadari ada sebuah gedung yg tampak seperti kafe sudah berdiri di tanah -yg seingatnya dulu tanah kosong- membuatnya tergoda untuk masuk, dan disinilah dia.

Pelayan yg ramah itu masih berdiri dengan senyuman, "ah itu-" Mengggaruk belakang lehernya yg tidak gatal. Ia tak tahu harus menjawab apa.

Kalau dipikir-pikir, untuk apa dia datang kesini?

"MINSEOK !"

Dua pria itu menoleh

Sekitar 10 meter dari tempat mereka berdiri, meja kecil untuk 2 orang dekat dengan jendela, Seorang pria lain berkacamata dengan rambut pirang kotor dan hoodie biru navy, melambaikan tangannya. Dia tersenyum dengan senyuman yg Minseok kagumi dengan seluruh jiwanya.

"YA! KIM MINSEOK, DISINI"

Minseok tak menyangka akan mengambil rahangnya yg jatuh karena HOLY SHIT

Itu adalah KRIS! Ya Tuhan! Itu Kris! Sekali lagi it S! Dan, apa dia tidak salah dengar? Kris memanggil namanya?

KRIS MEMANGGIL NAMANYA!

Minseok membelalakkan matanya lebih lebar dan memutarnya ke sekeliling, memastikan bahwa mungkin ada Kim Minseok lain yg dimaksud kris, dan bukan dirinya,

Nihil

"Minseok! " teriak suara berat itu sekali lagi, menyadarkan Minseok kembali, ia panik .

"tampaknya anda sudah ditunggu" ucap pelayan rambut pink itu kepada Minseok,

Kris duduk disana, masih tersenyum, tapi wajahnya mulai terlihat tidak sabar, Minseok sekarang merasa takut untuk berjalan mendekatinya. Kakinya gemetar.

Seseorang tolong tampar aku jika ini adalah mimpi! Serunya dalam hati

"kenapa kau lama sekali?" ucap suara itu, seperti merajuk, saat Minseok mulai menarik kursi tepat didepannya

"apakah diluar masih dingin? "

Otak Minseok masih memproses tentang apa yg terjadi, "tidak juga" jawabnya canggung, bibirnya kaku. Kris mencondongkan wajahnya mendekati Minseok, menatapnya lekat "kau tidak apa-apa?"

Seperti melawan gravitasi, Minseok bisa merasakan darah naik sampai ke pipinya.

OMG Apakah semua ini nyata?!

Memberanikan untuk menatap balik manik kecoklatan milik kris, "aku baik-baik saja" tersenyum

"kau yakin?" wajah itu terlihat khawatir

Yang benar saja, duduk di hadapan idolanya seperti ini? Dan Kris bersikap akrab seakan ia telah mengenal Minseok lama, Minseok tidak baik-baik saja!

"aku luar biasa!"

Kris terkekeh mendengar jawaban Minseok, suara tawa yg biasanya hanya bisa Minseok dengar dari televisi

"syukurlah" ia kemudian mengangkat tangannya "kau mau pesan apa?"

Seorang pelayan yg tidak asing kemudian datang ke samping meja mereka dengan buku menu "boleh kucatat apa pesanan anda?"

Kris mengacak-acak rambut pirangnya sembari menelusuri menu ditangannya yg lain, yang tentu saja tampak indah dimata Minseok. Sungguh fenomenal.

"aku mau Nitro Cold brew plain coffee" ucapnya, meletakkan menu diatas meja, dan menatap Minseok, memberikan isyarat untuk berbicara.

Pemuda didepannya tak memberikan reaksi.

"Minseok?"

"aku eh-" karena terlalu terpaku pada kris, otaknya mulai mengeras. Dengan cepat meraih menu dan membacanya,

Baris demi baris, Sial! hangul tidak pernah sesulit ini jika kris tidak ada dihadapannya

"Machiatto" ucapnya singkat pada pemuda yg mulai menulis di note kecil,

"apa kau mau cake atau semacam dessert ?" Kris masih menatap Minseok "sesuatu dengan banyak coklat?" ia membalik-balik lembaran menu dengan banyak foto cake

"aku sedang diet"

Mengangkat sebelas alisnya, "mengurangi volume pipi bulat mu?"

Minseok dengan senang hati akan menendang orang yg mengatainya pipi bulat, tapi ini Kris,

Itu terdengar manis sampai Minseok bisa pingsan.

Minseok mengangguk menanggapi, lalu kris berdecak

"jangan lakukan itu, kau lebih menggemaskan seperti ini!" sembari menyunggingkan senyum nakal, Minseok mendapat serangan bertubi-tubi.

"Mendl's Courtesan au Chocolat-mu tampak lezat di foto ini" serunya pada si tokoh manga yg masih berdiri menunggu "itu menu kami yg paling terkenal" jawabnya ceria. "aku mau itu" sahut Kris, mengembalikan menu pada si pelayan

"Baik, aku akan segera kembali" lalu mengangguk dan berbalik

Minseok sedang menikmati wajah Kris dari samping sebelum kemudian, pandangannya tertuju pada seseorang yg duduk memainkan piano di lantai 2. Lantai itu tidak terlalu tinggi, dengan pinggiran kaca sebagai pembatas, Minseok bisa melihat dengan jelas bahwa orang yg duduk di atas sana adalah Baekhyun. Tumben sekali. Biasanya Baekhyun hanya mau bermain di kafe mereka sendiri. Ia bahkan tersenyum pada Minseok, jemarinya masih bergerak lembut diatas tuts piano. Menyadarkannya kembali, sebuah sentuhan hangat tiba-tiba merayap ke tangannya, Kris menggenggam kedua tangannya diatas meja, Minseok merasa seperti tersengat aliran listrik, reflek, ia menarik tangannya dari Kris. Pria dihadapannya hanya tersenyum. MInseok berusaha keras menyembunyikan keterkejutannya, ya Tuhan.

"kau tahu, aku telah lama menunggu hari ini" ucap kris lembut, menatap lurus kedua mata Minseok.

"be..benarkah?"

"ya, aku harap kita bisa terus seperti ini"

Tentu saja, Ini adalah hari yg Minseok nanti-nantikan sejak lama, berkencan dengan Kris!

"jangan pernah berpaling dariku" ucap kris lagi, terasa seperti tekanan. Minseok mengernyit. Menjulurkan lengannya untuk meraih tangan Kris, Kemudian menggenggamnya dengan penuh keyakinan,

Yah, walalupun beberapa minggu ini adalah hari yg sangat berat, Kris tetap segalanya.

"kau tahu, itu tidak mungkin, aku-"

'AAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHH"

BRUAKKKKK BRAKKKK

Minseok terlonjak dari kursinya,

Tunggu, apa tadi yg baru dia lihat

Minseok melihat Baekhyun terbang melayang seperti dilemparkan dan jatuh dari lantai 2 dengan wajah terlebih dulu

"YA TUHAN BAEKHYUNN" Minseok berteriak, Ia berlari kearah Baekhyun, menemukan tubuhnya tertelungkup diatas meja yg telah remuk. "BAEKHYUN, BAEKHYUN, Kau tidak apa-apa?" Ia membalikkan tubuh sepupunya itu dan melihat darah mengalir deras dari hidungnya, "Ya Tuhan Baekhyun, apa yg terjadi!" MInseok mengangkat kepala Baekhyun ke pangkuannya.

"Hyu…ngg" ucapnya lemah,

"BAEKHYUN BERTAHANLAH!"

'MINSEOK HYUNG ADALAH MILIKKU!" ucap sebuah suara, Menggelegar seperti petir, telinga Minseok tertarik, dia rasa dia pernah mendengar suara itu lebih dari sekali,

Belum sempat dia melihat keatas untuk mengetahui si pemilik suara, Piano hitam besar terlempar kebawah dan mendarat tepat diatas sebuah meja dekat jendela, yg tidak lain tidak bukan adalah mejanya!

BRUAKKKKKK BRAKKKKKKKK DRENGGGGGGGGG

"KRISSS! " teriak Minseok histeris, serpihan kaca berhamburan kemana-mana juga kursi dan meja yg hancur berantakan, "KRISSSSS!" orang-orang ketakutan berlarian keluar

Minseok melihat tubuh berhoodie biru itu tergeletak tak bergeming dibawah piano yg rusak berantakan. "KRISSSSSSSS!" tapi baru saja dia akan berdiri, suara seperti benda jatuh dari dekatnya DDUKKKK

Minseok lupa, kepala Baekhyun berada dipangkuannya daritadi, "AKKKKHHH HYUNGGG" ia mengerang kesakitan,

"YA TUHAN, MAAFKAN AKU BAEKHIE, BERTAHANLAH!"

"HAHAHAHAAH, RASAKAN ITU, AKIBAT DARI PERBUATANMU!"

Minseok mendongak

WHAT THE-

"OH SEHUN ! "

Anak setan yg Minseok kenal dengan seragam sekolah dan rambut acak-acakan berdiri diatas sana dengan tatapan keji,

"OH SEHUN ! APA-APAAN?"

"MINSEOK HYUNG, KAU SUDAH LIHAT APA YG AKAN TERJADI JIKA SESEORANG BERANI MENYENTUHMU !"

"KAU TAHU APA YG SUDAH KAU LAKUKAN ?" Minseok menjerit histeris "TURUN KAU!"

Sehun hanya memberikan tatapan sinis, sebelum kemudian tangannya mengeluarkan bungkusan plastic dari dalam jas hitamnya.

'AKU BILANG TURUN KAU OH SEHUN!"

Miseok bersumpah akan benar-benar mencekiknya kali ini

"TIDAK !"

Yg dilakukan selanjutnya benar-benar membuat Minseok terperangah karena Sehun mulai melemparkan sesuatu seperti kacang kedelai kea rah Kris yg jatuh dibawah. Tidak

Kris bukan setan, tapi SEHUN!

"PERGILAH SETAN" Teriaknya

'TIDAKK, KAU YG HARUS PERGI"

MInseok merasa dia harus bangkit menyelamatkan kris, karena serangan kacang kedelai itu membuat Idolanya berteriak kesakitan, "Hentikan, AKKHH AKKHH"

"OH SEHUN!" tapi Baekhyun memegang tangannya erat "Hyung jangan tinggalkan aku" ucapnya semakin lemah, Minseok semakin panic "Baekhyun aku tidak akan meninggalkanmu- OH TIDAK, SEHUN HENTIKAN!"

Setan berseragam itu masih melempari Kris dengan wajah puas "PERGILAH, MINSEOK HYUNG HANYA MILIKKU!"

"AKKKHHH AKKKHHHH"

"HENTIKAN! SEHUN HENTIKAN"

"TIDAK !"

"AKU BILANG BERHENTI !"

"akh Minseok hyung…"

"MINSEOK HYUNG HANYA MILIKKU SELAMANYA !"

"TIDAAKK ! BERHENTI !"

"TIDAK ADA YG BISA MEREBUTNYA DARIKU !"

"AKKHHHHHHH"

"OH SEHUN BERHENTI !"

"TIDAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK kkkkkkkkkkKRRRINGGGGGGGG

KRINGGGGGGGG KRINGGGGGGGGGGGGGGGGGGG

KRIIIIIIIIINNNGGGGGGGGGGGGGGGGG.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Saturday May 12th

06.30 AM

Tidak ada yg lebih menenangkan Minseok daripada melihat senyum lebar 3 jari Kris dengan Jersey biru dan headband merah yg mencolok di jam wekernya, segera setelah ia membua matanya. Idolanya masih terlihat mengagumkan walaupun menjerit-jerit karena alarm. Tidak pernah membuat Minseok kesal.

Ia berterimakasih. Sudah diselamatkan dari lubang neraka.

Minseok pikir dia akan terjebak dan tidur selamanya. Ia tersenyum.

Mengambil nafas kuat-kuat. Tarik hembuskan tarik hembuskan tarik hembuskan…..menggeliatkan tubuhnya…Oh tunggu

Sabtu, 12 Mei

Saat kesadarannya mulai penuh, Kim Minseok menyadari dia tidak benar-benar selamat…..

.

.

..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

..

.

to be continued

Hi Guys, it's been so FREAKING long!

Demi apa, butuh 3 tahun buat nglanjutin ni ff...Dunia itu...kejam...

Haiiiiiii, gw ga tahu apa kalian yg dulu baca dan komen disini masih pengen dan penasaran ngikutin cerita ini, gw sempet ragu mau nulis juga, tapi ngerasa sayang bgt kalo gw ga keluarin apa yg harus gw keluarin karena gw ngerasa itu kyk hutang!

ada juga mau nglanjutin ini semua di wattpad, tapi FFN adalah cinta pertama dan! disinilah!

so, maapin gw yaaaaa! gw harap kalian semua sehat dan punya hidup yg baik! mmmuah

review pliss 3