The Maid and Prince Vampire
.
.
.
Disclaimer Masashi Kishimoto
Pair : Sai X Ino
Rate : T+
Genre : Hurt/Comfort, Romance, life dll
Warning: Typo
OOC, OC, AU, AT
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Saat pulang sekolah akhirnya tiba, tapi sayangnya ketika pulang sekolah hujan turun dengan deras. Karna hujan Ino dan teman – teman'nya belum pulang…
" yah sayang sekali hari ini hujan, Aku juga tidak membawa payung " keluh Yuuki, lalu melanjutkan bicara, " hah… iya aku tidak membawa payung bagaimana aku bisa pulang, jika tidak memakai payung aku akan sakit dan.." Yuuki sangat panik, tapi belum sempat yuuki membereskan celotehannya, celotehnya di potong oleh Mizuka
" yare-yare… kau ini sangat berisik, bagaiman jika ikut dengan ku, pacarku akan menjemputku memakai mobil, bagaimana ? kalian mau ikut ?" tawar Mizuka kepada Yuuki dan Ino
" ah… tidak usah, Ino biar aku saja yang mengantarnya pulang, karna dia adalah pacarku " Sai tersenyum dan memegang tangan Ino lalu membuka payung
" shi… Shimura-San.." Ino kaget, karna tiba-tiba saja Sai berada di belakangnya dan memegang tangan Ino
" Ino-Chan sudah ku bilang jangan panggil aku Shimura=San, apa kau tidak ingat ? aku menyuruhmu memanggil aku Sai-Kun, lagi pula kita sudah lama pacaran.. bukan ?" Sai terseyum tapi itu senyum palsu
"oh iya benar, aku lupa (Ino menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu ), oke kalo begitu ayo kita pergi.."Ino menarik tangan Sai lalu pergi meninggalkan kedua temannya.
" ba… bagaimana dengan ku? Aku juga akan meminta pacarku untuk menjemputku " Yuuki segera mengambil handphone-nya lalu menelpon pacarnya
Sedangkan Sai dan Ino sudah berada jauh, dari Mizuka dan Yuuki
" ah rupanya kita sudah jauh dari mereka, Ino kau yang pegang payung tanganku pegal " Sai menyerahkan payung pada Ino
" a..apa? aku lebih pendek darimu, pasti payungnya tidak akan seimbang, jadi kau saja yang pegang " Ino mendorong tangan Sai
" heh… jadi sekarang kau mau membantah omongan tuanmu yah? Dan menolak perintahku? boleh saja kau menolak, tapi aku tak akan segan-segan membeberkan rahasia ini, bahwa kita hanya berpura-pura pacaran saja" wajah kejam Sai mulai terlihat lagi
" ba…baiklah aku yang pegang payungnya " Ino mengambil payung dari tangan Sai.
Tapi tak lama setelah itu " hei, lihat aku disni kebasahan " Sai menunjuk lengan kanannya yang kebasahan
" maaf saja, tapi aku juga kebasahan (Ino menunjuk bagian lengan kiri yang kebasahan) " Ino menggil kedinginan, terlihat seperti mau pingsan
" hei ada apa denganmu kau terlihat tidak…"
Belum sempat Sai menyelesaikan bicaranya tiba-tiba Ino terjatuh, dan payungnya terlepas dari tangannya
" hei, kau tidak apa-apa " Sai sangat panik ketika melihat Ino terjatuh dan badannya menggil. lalu Sai memeriksa dahi Ino " ah rupanya dia demam " Sai menggendong Ino, dan bergegas membawa Ino pergi ke apartemennya.
" bertahanlah sebentar kita akan segera sampai " Sai terus berlari, dan meninggalkan payungnya.
.
.
.
Akhirnya mereka sampai di apartemen Sai. Sai langsung membaringkan Ino di kasurnya, lalu Sai mencari termometer untuk mengecek panas tubuh Ino. " suhu tubuhnya 39°, dia panas sekali "
Sai bergegas meminumkan Ino obat penurun panas lalu mengompresnya. Setelah Ino tertidur. Sai meerhatikan wajah Ino " cantik dan manis " Sai tersenyum, dan tanpa di sadari Sai tertidur di sebelah Ino.
Tak lama kemudian Ino terbangun, dan terkejut ketika melihat dia berada di ruangan yang tidak ia kenali, dan ada seorang pria yang sedang tertidur di sampingnya. " apa yang terjadi padaku? Di mana aku? Dan kenapa ada Sai-kun disampingku ?" Ino panik sekali
" hem.. rupanya kau sudah bangun, apa kau sudah baikan nona? Kau tadi pingsan dan aku membawamu ke apartemenku karna aku belum mengetahui dimana rumahmu.. jadi kau berhutang padaku !"
" oh, te…terimakasih karna sudah membawaku kesini padal kita hanya pacar pura-pura, tapi kau sepesuli itu padaku, bagaimana aku harus membayarnya ?"
"aku hanya tidak bisa meninggalkan gadis yang sedang sakit begitu saja , bagaimana yah kau harus membayarnya? Oh iya kalau begitu…" lalu Sai membisikan di telinga Ino " berikan aku darahmu lagi " serigai jahat tampak di muka sai
Ino terkejut "a-apa ? bukanya kemarin kaukan sudah menghisap darahku " Sai menatap sinis kearah Ino " ba-baiklah, tapi jangan sekarang karena aku masih belum sembuh total, aku akan pulang karna ini hampir larut malam " Lalu Ino mengambil barang-barangnya dan bergegas pulang kerumahnya.
Setelah sampai di rumahnya Ino langsung masuk kekamar, dan ternyata di dalam kamar Ino ada Arishiki
"Arishiki-san sedang apa kau di kamarku ?"
"Ino-chan aku bosan di rumah jadi aku ingin menginap di rumahmu, bolehkan aku tidur di kamarmu? Tapi ngomong-ngomong kenapa kau pulang telat ?"
"iya boleh lah, ada sesuatu yang terjadi, Arishiki-san ada yang mau aku ceritakan padamu "
"apa itu Ino ?"
Ino menceritakan semuanya kepada Arishiki, dari mulai bertemu dengan Sai sampai apa yang terjadi saat pulang sekolah tadi.
"apa ? benarkah itu? Lalu apa kau akan memberikan darahmu lagi padanya ?"
"iya sepertinya, jika aku tidak memberikannya, dia akan membokar semua rahasiaku, Arishiki-san bukannya Sai satu kelas denganmu ?"
"iya memang, dia orang yang sangat dingin, tapi jika ada seseorang yang menyapanya dia akan melambaikan tangannya dan tersenyum seperti pangeran"
"dia hanya ingin menjadikanku sebagai pelayannya saja "
"ya, ya tapi bukannya kau juga mengikuti alurnya, bukan? Kau itu seperti mesokis"
" Arishiki-san kenapa kau berkata seperti itu?"
"habisnya orang normal tidak akan mungkin setuju begitu saja di perlakukan seperti itu, kau memang orang seperti itu Ino-chan "
"bukannya begitu, aku akan sedikit bersabar dan pada akhirnya, akulah yang akan memanfaatkan dia " Ino tertawa seperti seorang penjahat
"kau mengatakan itu hanya untuk menghibur dirimu sendiri, merepotkan sekali, kenapa kau tak mencari pacar sungguhan saja ?"
"itu tidak mudah, jangankan pacaran, jatuh cinta saja aku belum pernah"
"benarkah? kau tak pernah jatuh cinta pada siapapun? Bagaimana dengan sasuke? Bukannya kau menyukainya?"
"iya, itu memang benar aku menyukainya, tapi bukan berarti aku jatuh cinta pada sasuke, tidak ada lelaki yang membuatku tertarik atau membuatku ingin menciumnya"
"oh jadi itu lebih tepat dikatakan "suka" daripada "cinta" ya, kenapa tidak memilih yang seperti itu saja? Dari pada bermain dengan pangeran vampire yang sadiss"
"itu tidak mudah, sejak aku masuk SMA aku selalu bersama dengan Yuuki dan Mizuka, bukan ? ketika aku melihat mereka membicarakan pacar mereka, mereka terlihat begitu senang. Aku berpikir jika aku memiliki seorang pacar aku juga akan merasa seperti itu juga"
"jadi kalo begitu pertama-tama kau harus mencari seseorang yang dapat membuatmu jatuh cinta"
"ba…bagaimana caranya ?"
"mungkin kau harus mencoba melihat seluruh laki-laki yang berada di sekitarmu, atau mencoba melirik seseorang yang romantis… atau mungkin saja dia orang dekat yang mungkin tidak pernah kau sadari "
"romantis..? oh begitu yah sepertinya itu akan berhasil," Ino melirik jam, dan ternyata sudah jam 10 malam " Arishiki-san, ini sudah larut malam, dan aku juga mulai mengantuk, jadi kita sudahi dulu pembicaraan ini, aku mau tidur "
"hm, iya benar, kalo begitu aku juga akan tidur, Oyasumi Ino-chan"
"Oyasumi Arishiki-san" Ino mematikan lampu, lalu mereka berdua tertidur
.
.
TBC
.
.
A/N
Maaf kalo masih ada kata² yang kaku dan membosankan, dan maaf juga kalo ff'nya kurang menarik atau kurang bagus
Buat yang udah ngereview makasih banyak udah mau mampir ke fic aku :D
Please To RnR ?
