ini chapter ke dua dari seri the outsider. mohon maaf bila ada kesalahan sedikit. saya juga masih baru.
saya juga ingatkan. copyright kantai collection milik DMM dan Kadokawa.
saya hanya punya OC
The Outsider
Ch 2: Enjoy Your First
"ehm….ah…..baiklah apa semuanya sudah berkumpul?".
Semua kanmusu menanggukkan kepalanya. Hari ini adalah hari dimana Admiral Yamato dan Oyodo akan dipindahkan ke Kure. Kami berdiri didekat Port. Sebuah PT boat menunggu dibawah. Admiral Yamato menarik kemudian melepaskan nafasnya
"ok. Baiklah….saya yakin kalian semua sudah ada yang tau. Tapi saya akan beritahu lagi. Saya dan Oyodo akan dipindah tugaskan ke Kure sebagai Admiral disana menggantikan Admiral Sinichi Kushieda yang baru menikah dan memutuskan untuk berhenti dari angkatan laut beberapa bulan lalu."
Wajah para Kanmusu mulai tampak gelap dan muram. Beberapa bahkan sudah berair mata dan menangis dengan keras.
"Untuk itu. Pria ini yang berdiri disamping saya akan menggantikan saya menjadi Admiral di Yokosuka. Mari maju Richard-san"
Aku langsung maju ke mimbar dan menghadap kepada semuanya. Sudah lama aku tidak berdiri didepan banyak orang. Terakhir aku melakukannya saat aku terpilih menjadi salah satu crew di USS jhon Paul Jones. Tangan dan kakiku mulai bergetar. Dadaku sesak dan pandanganku mulai agak kabur. Aku menggelengkan kepala dan menepuk pipiku.
"sa-sa-saya Richard H-"
Sebelum aku selesai bicara, Admiral Yamato memberikan signal agar aku tenang kemudian memberikan jempolnya. Dia berusaha membuatku rileks. Aku menghela nafas sedalam-dalamnya.
"Saya Richard Howard dari Proyek kerjasama jepang dan amerika. Saya lahir di Boston Amerika serikat. Saya berasal dari keluarga petani sebelum akhirnya memutuskan menjadi Navy dan dipindahkan ke Pearl Harbour. Mohon kerja samanya."
Para kanmusu dan Admiral Yamato memberi tepuk tangannya. Kemudian,Admiral Yamato menepuk bahuku.
"seperti yang kalian dengar. Pria ini adalah orang yang terlibat dalam proyek kerjasama antara jepang dan Amerika untuk melawan Abyssal Fleet. Saya juga dengar dari beberapa Admiral dan Fleet Admiral di Pearl kalau orang ini adalah orang yang pemberani dan tidak segan segan maju kemedan tempur hanya berbekal C-4 disekitar tubuhnya"
"Yamato-san. Anda berlebihan"
Admiral Yamato tertawa keras diikuti para kanmusu. Oyodo yang berdiri disamping hanya tertawa kecil.
"jadi. Saya mohon kalian semua akrab dengannya. Saya tahu, beberapa diantara kalian masih memiliki kenangan buruk dengan amerika. Tapi saya akan memberitahu kalian sesuatu. Jepang memulai perang dengan menyerang Pearl tanpa peringatan. Dan itu sebuah kejahatan besar sehingga jepang….kalian pasti sudah tau bagaimana endingnya."
Mereka semua menundukkan kepala dan membuat wajah yang muram dan gelap. Pearl menjadi sasaran serangan tanpa peringatan jepang semasa awal perang dunia 2. Kakekku buyutku, Johanes Howard yang pernah menjadi pilot di pearl bercerita bahwa pearl saat itu seperti neraka. Api,darah dan teriakan dimana-mana. Zero dan fighter jepang lainnya berterbangan dan menembak apa saja yang ada didepan mereka. Nenek Buyutku, Christina Cruise yang seorang suster dirumah sakit militer mejadi korban ledakan saat dia tengah mengendong seorang anak yang terluka akibat peluru dari zero. Sejak saat itu, di Midway, kakekku berdiri didepan deck luncur USS Enterprise dan bersumpah akan menghancurkan Carrier yang membawa zero dan fighter jepang. Akhirnya beliau berhasil membuat deck Akagi meledak dan menenggelamkan Soryuu,Hiryuu dan Kaga. Meski akhirnya pesawatnya sendiri ditembak jatuh namun dia berhasil selamat. Aku berpikir apa jadinya jika Kakek buyutku melihatku tengah memimpin Carrier yang dulu pernah memberi kenangan buruk pada kakek buyutku
"sudah cukup sedihnya. Lagipula itu dulu sekali. Sekarang, kita harus mempererat hubugan persahabatan kita dan membuat dunia menjadi damai dengan melawan para Abyssal Fleet ini."
Para kanmusu mulai tersenyum. Bahkan ada yang mengusap air mata satu sama lain.
Benar benar sebuah pemandangan yang bahkan lebih indah dari pada saat aku melihat Ryoko bersalaman dengan Maijima Komoto,antagonis di Magical Pilot Ryoko
"Richard-san, dengan ini saya serahkan Yokosuka beserta isinya kepada anda secara penuh. Tolong jaga mereka dengan segala kekuatan dan perasaan anda"
Aku memberi hormat dan dibalas oleh Admiral yamato.
Setelah Apel berakhir, para kanmusu langsung memeluk Admiral Yamato sehingga membuat Admiral Yamato terjatuh. Oyodo berusaha membujuk para kanmusu yang mulai menangis itu melepaskan pelukannya. Setelah berhasil melepaskan pelukan para kanmusu, oyodo mengajak Admiral menuju ke PT Boat. Kami semua melambaikan tangan saat melihat Admiral yamato dan Oyodo mulai menjauh dari Port. Kini markas Yokosuka berada dalam kendaliku sepenuhnya. Itu juga berarti bahwa aku harus melindungi mereka beserta asset di Yokosuka dengan tanganku. Memang sulit ditambah lagi aku orang amerika yang dahulu menjadi musuh utama dalam perang melawan mereka para kanmusu
"aku berharap mereka selamat sampai di Kure"
Aku kaget dan kulihat Kisaragi sudah berdiri disampingku.
"yah aku juga berharap begitu. Beliau adalah orang yang baik dan juga lucu. Beberapa lawakannya benar-benar bikin sakit perut"
Kami tertawa sambil memegang perut kami dan kemudian saling diam
"baiklah. Aku masih ad-"
"ah….kisaragi. aku butuh bantuanmu. Karena aku baru kemarin disini dan yang kutahu hanya kantin, kantorku dan asrama destroyer, maukahkau menemaniku mengelilingi Port sembari menunjukan tempat-tempat yang belum aku ketahui?"
"kalau itu kenapa tidak minta tolong pada Fubuki atau Inazuma?"
"yah…karena aku hanya kenal kau saja. Jadi….aku hanya bisa meminta tolong padamu."
Kisaragi berpikir dengan tangan didagunya. Pikiranku mulai negative. Dia pasti akan menolaknya itu yang aku pikirkan
"baiklah. Kisaragi akan menemanimu."
Wajah ku pun cerah dengan senyum yang lebar. Kisaragi menanggapi dengan senyumnya yang kecil .Kami berdua kemudian berjalan mengelingi Base.
Tempat pertama yang dikunjungi adalah Training Field. Tempatnya terlihat seperti kolam berukuran 40 x 20 meter. Tempat ini digunakan sebagai tempat latiihan para kanmusu. Disana terlihat 2 orang berpakaian sailor berwarna hijau agak pucat. Yang satu rambutnya berwarna coklat diurai dan sebelahnya kuncir twintail berwarna hitam.
"oh. Itu pasti ooi dan kitakami."
"hm….jadi itu ooi dan kitakami."
Aku melihat data di smartphone yang berisi list kanmusu disini dan juga profil mereka. Kanmusu yang ada di Yokosuka
Dari kelas destroyer: Akatsuki,Fubuki,Inazuma,Ikazuchi,Hibiki,Akebono,ushio,Ayanami,Shikinami,Shimakaze,Yukikaze,kagerou,murakumo,samidare,suzukaze,Kisaragi dan Mutsuki
Dari kelas Light Cruiser:
Kitakami,ooi,Yura,Isuzu,Tenryuu,tatsuta,Yahagi,jintsu dan Sendai
Dari kelas heavy Cruiser:
Mogami,Mikuma,Suzuya,kumano,Takao,Chokai,Tone dan maya
Dari kelas battleship:
Haruna,Ise,Musashi dan fusou
Dari kelas Aircraft carrier:
Akagi,Kaga,Shokaku,zuikaku
Dari kelas light aircraft carrier:
Houshou,Shouhou dan zuihou
seaplane tender,submarine dan beberapa kapal istimewa seperti repair ship Akashi masih belum ada.
"oh…Kisaragi chan!"
Gadis berambut coklat panjang itu mulai keluar dari training field dan berjalan menuju kearahku dan Kisaragi
"oh Admiral. Sedang berkeliling ya?"
"yah…begitulah. Karena aku baru dan masih belum tahu apa-apa jadi aku meminta Kisaragi menemaniku berkeliling"
"oh. Begitu. Nama saya Ooi. Kuma class light cruiser ooi dan Saya akan memberi tahu sesuatu karena anda baru."
Aura ooi mulai gelap. Aku bisa merasakan tatapan hampa dan mengancam mulai menusuk mataku. Membuatku hanya menutup mulut
"jika anda berani membuat Kitakami-san terluka atau melakukan sesuatu yang buruk kepadanya, akan kubuat anda menaiki Kaiten. Anda paham?"
Aku hanya bisa menunduk dengan takutnya.
Kaiten. Torpedo yang dikendalikan manusia. Sama seperti kamikaze, torpedo ini berisi peledak daya ledak tinggi dan dikendalikan langsung oleh satu orang. Kakek buyutkujuga pernah bilang kalau waktu itu, saat masih di enterprise, salah satu kaiten sempat mengenainya. Untung hanya bagian belakang yang bisa langsung diperbaiki.
"baguslah kalau begitu!"
"ooi-chi…jangan kau takuti dia"
Gadis yang berambut kuncir hitam menepuk bahu ooi.
"maaf admiral dia memang begini. Oh ya. Namaku Kitakami. Kuma class light cruiser Kitakami. Kami juga bisa disebut torpedo cruiser. Jadi serahkan semua urusan torpedo pada kami. Asal..jangan…kaiten"
"Kitakami-san. Sudahlah. Jangan menyebut kata itu lagi, kata itu sangat tabu buat kita."
Bukannya dia barusan mengatakan kata itu padaku? Kenapa dia begitu baik hanya ke Ooi? Itu yang terus ku pikirkan.
"ah…baiklah. Kalau begitu kami akan pergi dulu. Ayo Kisaragi. Kita ketempat berikutnya."
"ah! Baik admiral. Kami permisi dulu kitakami-san, ooi-san"
Aku dan kisaragi segera berjalan pergi meninggalkan Kitakami dan ooi yang mulai memeluk dan menangis di bahu masing-masing.
"kisaragi. Kanmusu disini aneh-aneh ya? Apa kamu juga seperti itu?"
"eh? Tentu tidak admiral. Aku normal kok."
" oh begitu ya. Baguslah"
Tempat berikutnya adalah construction site. Tempat ini digunakan untuk merakit kapal dengan jumlah suplai yang ada. Suplai dibagi menjadi 4. Fuel,ammo,steel dan bauxite. Kita hanya perlu mengkombinasikan setiap bahan kemudian tunggu sampai proses perakitan selesai.
"proses perakitan. Semua personel dilarang masuk…hei kisaragi. Ini berlaku kepada admiral juga?"
"benar sekali. Admiral Yamato sendiri yang memutuskan. Aku juga tidak tahu kenapa. Dia hanya bilang agar kesadaran mental semuanya tetap berada dilevel normal"
Mendengar ucapan kisaragi aku langsung merinding dan menelan ludah. Sudah pasti tempat ini akan melakukan hal-hal yang sangat mengerikan meski aku tidak tahu apa itu. Admiral saja dilarang masuk. Dengan sedikit rasa ngeri aku berjalan ketempat berikutnya bersama Kisaragi.
"tempat ini adalah docking yard. Tempat biasa kami beristirahat setelah sortie."
Kisaragi menunjuk tempat yang terlihat seperti pemandian air panas umum itu. Aneh sekali kenapa dockyard sebuah kapal adalah sebuah tempat pemandian air panas.
"hm…mungkin aku harus melihat kedalam."
"eh…!? Admiral tung-"
tanpa peduli dengan ucapan kisaragi selanjutnya aku membuka pintu tempat yang disebut docking yard itu. Asap putih mengepul dimana-mana. Aku hampir tidak bisa melihat apapun.
"gah!...terlalu banyak asap. Mataku jadi tidak bisa melihat"
Aku mengibas-ngibaskan tanganku. Asap perlahan mulai hilang sedikit demi sedikit. Penglihatanku mulai berjalan dengan normal. Namun aku terkejut dengan apa yang aku lihat. Jatungku berdegup kencang. Wajahku mulai memerah. Memang dipantai Miami dan pantai di pearl banyak wanita telanjang. Masalahnya aku jarang kepantai karena terlalu sibuk mengurusi kapal dan laporan-laporan.
"KYAH!"
Semua kanmusu yang tengah menikmati mandi air panasnya berteriak. Suaranya kencang sekali sehingga aku harus menutup telingaku dan segera berlari secepat mungkin keluar. Bucket kayu mulai berterbangan kepadaku layaknya torpedo bomber dan dive bomber yang siap menyerang target dengan kecepatan tinggi. Beberapa ada yang mengenai badanku dan ada yang lepas. Setelah keluar kututup tempat itu secepat mungkin.
"sebenarnya…hari ini ada beberapa kanmusu yang sedang mandi."
"Maafkan aku sudah masuk sembarangan"
"tidak apa apa admiral. Lagi pula tidak ada tanda yang memberi tahu kalau dock sedang dipakai."
"mungkin sebaiknya aku harus membuat palang tanda 'sedang dipakai'."
Kami berjalan ketempat berikutnya.
Berikutnya adalah komplek asrama para kanmusu. Setiap jenis kanmusu memiliki asramanya sendiri. Pengecualian bagi aircraft carrier,light aircraft carrier,seaplane tender,submarine dan special type ship seperti repair ship Akashi, army escort akitsumaru dan maruyu.
"hm...aku pikir akan kelihatan seperti vault kapal"
"Kami memiliki wujud manusia jadi wajar kalau tempat kami harus seperti yang ditinggali manusia".
"iya juga ya."
"AWAS!"
Kami menoleh ke arah suara yang berteriak. Sebuah miniatur pesawat yang terlihat seperti aichi a6m zero terbang lurus ke arah ku. Aku yang kaget dan bingung segera melompat kererumputan sambil mendorong kisaragi.
"ap-apa itu tadi? Membuatku terkejut saja."
Seorang gadis berlari kearahku. Dia memiliki rambut hijau gelap yang diikat twintail. Bajunya mirip dengan akagi. Yang membedakan hanya rambut dan bagian bawahnya saja.
"ah...anda tidak apa-apa? Kisaragi chan apa juga tidak apa apa?"
Gadis itu menjulurkan tangannya. Aku yang masih mendekap Kisaragi memegang tangan gadis itu.
"ahahaha maaf. Zeroku masih baru jadi agak susah dikendalikan ahahaha."
"yah...tidak apa-apa."
"ah..! anda Admiral Richard! Maaf sudah kasar. Namaku Zuikaku. Aircraft carrier zuikaku. Kami memang masih pemula, tapi skill kami sudah seperti ahli!"
Zuikaku ya,aku mengecek tabletku dan membaca data dirinya. Zuikaku. Aircraf carrier zuikaku. Dia anggota utama dari 5th carrier division. Salah satu peserta dari operasi penyerangan pearl harbor dan juga peserta dari battle of coral sea dan battle of philipines sea. Tergolong kapal yang lumayan beruntung. Setelah aku mengecek data zuikaku, pesawat zero yang hampir menabrak diriku terbang perlahan dan mendarat disampingku.
"ah..akhirnya kembali dengan tau-kan tidak boleh terbang karena kau masih baru."
Zuikaku kemudian meletakkan pesawatnya ditangan kiri. Pesawat itu berubah seketika menjadi anak panah berwarna putih. Aku hanya bisa menganga dan terpana akan kejadian ajaib itu. Benar benar aneh orang orang dan alat pikirku sambil menggaruk kepala.
"admiral ada apa? Apa ada sesuatu ditanganku?"
"ah? Ah...tidak. hanya saja aku agak kaget dengan pesawat barusan"
"maafkan aku kalau begitu. Maklumlah, dia baru disquadron ku."
"tidak apa-apa."
"ZUIKAKU!"
Sekali lagi seorang gadis yang berpenampilan sama dengan zuikaku hanya saja berambut putih berlari mendekat sambil meneriaki nama zuikaku. Zuikaku membalasnya dengan melambaikan tangan. Aku yang masih bingung dan berpikiran kosong, ikut melambaikan tangan. Kisaragi hanya diam menunduk.
"zuikaku. kau tidak apa-apa? Ada yang terluka?"
"tenanglah! Aku tidak apa-apa. Justru aku harus minta maaf kepada dia"
Zuikaku menunjuk diriku.
" ah! Admiral! Maafkan tindakan saudari saya."
"ah sudahlah. Tidak apa kok. Aku dan kisaragi hanya sedikit lecet kok"
"lecet?!"
Dengan segera shokaku mengengam pergelangan tanganku dan menariknya. Dia mengecek apakah ada luka lecet di bagian tanganku. Lalu dia melanjutkan ke dahi, kaki,tangan sebelah,pinggang, dan punggung. Aku berusaha untuk sedikit menjauhkannya dariku.
"sudahlah shokaku...aku tidak apa-apa kok. Iyakan Kisaragi?"
Tak ada satupun kata keluar darinya, hanya menunduk saja."
"tidak bisa admiral, luka kecil bisa menjadi luka yang parah!"
"sudahlah shokaku-nee! Dia tidak apa-apa kok!"
Shokaku berhenti mengecek tubuhku. Dia kemudian mundur dan berdiri disebelah zuikaku.
"ma-maafkan saya admiral. Saya memang suka begini jikalau melihat luka. Entah besar atau kecil
"sudahlah. Tidak apa-apa. Justru menurutku itu hal yang bagus. Dulu sewaktu aku masih SMA..."
Aku menceritakan kenanganku semasa SMA. Seperti terjatuh dari tangga, pernah terkena bola nyasar saat menonton pertandingan basket, tersadung lalu masuk tempat sampah saat menggunakan skateboard, makan siang hilang entah kemana, buku tidak sengaja masuk closet,dituduh pedofil saat tengah mengantarkan seorang anak kecil yang tersesat, bahkan setelah lulus, baju wisudaku sobek akibat tergores dahan pohon. Hidupku memang agak sial saat itu. Tapi, bagiku yang tidak pernah kenal apa itu kesialan, aku hanya bisa menjalani apa adanya saja. Dan buktinya sekarang aku berdiri dengan seragam admiral dan mempimpin para gadis ini.
"admiral...*hiks* benar benar cerita yang menyentuh hati.*hiks*"
"eh?! Shokaku? Kenapa kau menangis?"
"admiral...*hiks* menjalani hidup..*hiks* yang keras *hiks* namun masih bisa berdiri dan tetap tenang*hiks*"
"sudahlah...itu masa lalu kok"
Shokaku mendekapku dengan kuat. Wajahku memerah akibat terkejut. Begitupun dengan kisaragi yang masih diam menunduk tak bergeming sedikitpun. Ada apa dengan nya?
"jangan khawatir admiral!. Meski kita sama-sama mendapatkan kesialan, saya akan melindungi anda! Sebagai sesama penderita kesialan!"
"Shokaku-nee...sudahlah!"
Zuikaku menarik shokaku dari tubuhku. Aku juga berusaha menjauhkan shokaku dariku. Setelah lepas, Shokaku memeluk zuikaku. Lalu menangis dengan kencang. zuikaku mulai menenangkan shokaku yang menangis itu. Aku berpikir kalau zuikaku lah sang adik karena dia bilang '-nee' yang merupakan sebutan bagi kakak perempuan dalam bahasa jepang. Tapi setelah melihat ini, aku jadi bingung yang mana kakak mana adik.
"baiklah admiral, kami harus kembali ke asrama dulu. Ayo shokaku-nee. Hapus air mata mu."
Shokaku melepaskan pelukannya dan air matanya lalu memberi hormat. Sesaat setelah memberi hormat,matanya kembali berair. Dia kemudian memelukku lagi
"admiral...*hiks* tetap kuat! *hiks* saya bersumpah akan menemani anda saat sial itu menimpa. Hua..."
Shokaku kembali menangis dengan kecang. Zuikaku kemudian menarik shokaku lalu membopohnya kemudian berjalan menjauh hingga mereka terlihat sepeti siluet kecil. Aku kemudian menghela nafas. Ternyata kanmusu memang aneh. Tapi meskipun aneh, mereka tetap unik dan punya ciri khas masing-masing. Meskipun aku masih belum tau kenapa shokaku menangis kencang saat aku mencerritakan masa SMAku.
"yah...meskipun aneh, aku harus menjaga mereka. Lagipula, mereka unik. Dan aku suka sesuatu yang unik. Ayo Kisaragi. Kurasa aku sudah tau sekitar tempat ini. Kita kembali ke Kantin. Perutku sudah lapar."
Kisaragi tidak menjawab. Dia hanya diam menunduk.
"hey kisaragi? Halo...! hey! Hey!"
Aku melambaikan tanganku ke wajah Kisaragi. Tidak ada respon. Aku melakukan segala cara, menyenggol bahu, mengelus kepala, bahkan mencubitnya. Karena sudah tidak ada cara lagi, aku harus melakukan sesuatu yang banyak pria lakukan. Memang berbahaya. Tapi apa boleh buat. Aku tidak bisa meninggalkan Kisaragiberdiri tak bergerak sendirian disini kan? Untuk itu aku harus melakukannya. Aku harus mengangkat Roknya.
Aku berdiri didepan Kisaragi yang diam. Bahkan saat aku berdiri dia tidak merespon.
"maaf kisaragi. Karena kau belum sadar, aku terpaksa melakukan ini"
Saat tanganku hampir menyentuh ujung roknya, Kisaragi secara cepat mendorongku hinggaaku terjatuh. Aku terkejut dan agak kesakitan akibat dorongannya itu.
"ki-kisaragi? Ada apa?"
Dia tidak menjawab. Dia kemudian duduk diatas tubuhku yang terbaring. Bisa kulihat matanya seperti mata wanita penggoda yang sering kutemui dipinggir kota saat aku masih di pearl.
"admiral...sekarang hanya kita berdua disini. Bagaimana kalau kita melanjutkan kembali apa yang batal barusan"
"batal? Ap-apa maksudmu?"
"ufufufu. Pura pura tidak tau ya? Baiklah akan kutunjukkan"
Kisaragi kemudian melepas dasi pitanya yang kecil dan membuangnya. Kemudian membuka kancing baju bagian atasnya. Kemudian dilanjutkan ke bajuku. Tubuhku mulai panas dingin. Bingung apa yang akan terjadi selanjutnya meski aku tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku berusaha mengengam pergelangan tangannya. Namun dengan refleksnya yang cepat dia menahan tanganku.
"ufufufu. Tidak bisa admiral. Biarkan aku yang melead anda."
Kisaragi mendekatkan wajahnya padaku. Wajahku berkeringat dingin. Aku berpikir apa ini akhir dari keperjakaanku. Padahal aku berharap hanya calon istriku yang akan merebutnya dariku. Namun, sepertinya keperjakaanku terpaksa direbut oleh sebuah kapal destroyer masa perang dunia 2. Aku menutup mataku sambil memalingkan wajahku kesamping berharap dia hanya mencium pipiku. Aneh. Aku tidak merasakan kecupan seorang pun. Aku membuka mataku perlahan dan memalingkan wajahku sambil tetap waspada akan ciumannya. Yang kulihat hanya Kisaragi terbaring diatas dadaku. Tak bergeming sedikitpun. Lalu kulihat seorang gadis yang berpakaian sama dengan kisaragi berdiri disamping tubuhku yang tergeletak tertindih kisaragi.
"Admiral anda tidak apa-apa?"
"yah. Aku tidak apa-apa."
Gadis itu kemudian mengangkat tubuh Kisaragi. Setelah Kisaragi terangkat, aku mulai berdiri sambil memegangi punggungku yang agak kesakitan
"maafkan Kisaragi-chan. Dia memang akan menggila jika ada yang memeluknya secara tidak sengaja"
Pasti karena tindakanku mendorong dan mendekap Kisaragi saat menghindar dari pesawat Zuikaku.
"ahaha. Sudahlah tidak apa-apa kok. Itu juga karena salahku. Ngomong-ngomong, siapa namamu?"
"Mutsuki. Mutsuki class destroyer mutsuki."
"oh. Baiklah. Namaku.."
"admiral Howard."
"ahahahaha. Iya aku lupa kau waktu apel tadi pagi berdiri disamping kisaragi"
Kami tertawa.
"oh ya. Bagaimana bisa Kisaragi pingsan begini?"
"ah... itu karena aku mematikan switchnya di sini"
Dia menunjuk punggung Kisaragi. Aku melihatnya. Namun aku tidak melihat sedikitpun tombol atau switch dibalik punggungnya. Sesaat kemudian dia tertawa.
"ahahahaha admiral. Aku hanya bercanda kok. Mana mungkin dia punya switch dibalik punggungnya."
Tak kusangka aku dikerjai oleh anak kecil. Aku hanya tersenyum menahan malu.
"aku hanya mengelus perlahan punggungnya. Aku tidak tau kenapa bisa begitu. Tapi setiap kali Kisaragi melakukan tindakan aneh, aku selalu mengelus punggungnya. Lalu, dia pingsan. Setelah sadar, dia kembali jadi Kisaragi yang normal."
aku hanya bisa tertawa kecil mendengar omonganya. Aku tidak tau harus bilang apa. Dia hanya tertawa melihat Expresiku yang terlihat seperti orang bingung. Tiba-tiba Kisaragi terjaga.
"funyah...eh? Mutsuki chan? Kenapa kau ada disini?"
"ah, aku tadi habis dari kantin bersama Samidare dan suzukaze. Lalu aku melihatmu pingsan disini. Untung saja ada aku datang. Kalau tidak, bagaimana nanti nasibmu? Iyakan admiral?
Aku hanya memberikan senyum kecut pada mereka berdua.
"kalau begitu, maafkan aku Admiral. Sudah merepotkan. Aku berjanji ini tidak akan terjadi lagi."
"ahaha. Sudahlah. Mungkin sebaiknya kamu kembali saja ke kamarmu bersama Mutsuki. Aku sudah hafal semua tempatnya kok."
"baiklah Admiral. Terima kasih."
Dia kemudian melihat bajuku yang agak terbuka menunjukkan kaos putih ku. Setelah itu dia melihat pakaiannya yang setengah terbuka. Wajahnya mulai memerah.
"KYAH!"
*plas* dia menamparku hingga aku terjatuh kemudian berlari menjauhiku. Mutsuki kebingungan antara membantuku berdiri atau mengejar Kisaragi yang sudah jauh. Aku memberinya sinyal untuk mengejar Kisaragi. Kemudian dia pergi.
"astaga...Para kanmusu memang sangat sulit ku mengerti."
Aku berdiri sambil memegang pipiku yang merah akibat tamparan sebuah destroyer..ah bukan. Seorang gadis. Sore mulai menjelang yang ditandai dengan matahari terbenam di horizon.
"tapi...seaneh apapun itu, aku harus mejaga mereka. Lagi pula, kakek buyutku pernah bilang untuk selalu menjaga pasukanku dan kawan-kawanku hingga akhir. Jadi aku harus bisa menjaga mereka meski mereka aneh dan rumit."
Aku berjalan menuju kantin sambil memegang pipiku yang merah dan sakit
