PAGI
Pagi adalah saat tersibuk bagi Baekhyun. Membangunkan seluruh anggota keluarga, memasak, menyiapkan seluruh kebutuhan lalu di sambung dengan membersihkan rumah dan mencuci.
Namun dari itu semua hal yang paling melelahkan adalah melerai perdebatan tak penting yang nyatanya selalu terjadi setiap saatㅡkecuali siang karena Baekhyun hanya tinggal bersama Jackson sedang Chanyeop bekerja dan Sehun berangkat ke sekolah.
Si kecil Jackson baru berusia 4 tahunㅡsi kecil yang selalu rajin bangun pagi khusus untuk menganggu pekerjaan Baekhyun di dapur.
"Papa gendong gendong gendong." Jackson telah duduk di lantai sejak kali pertama masuk ke dapur, memeluk kaki Baekhyun sembari merengek minta gendong.
"Papa sedang memasak Jackie, sebentar oke." Baekhyun menolak halus tak ingin menyakiti perasaan balita itu.
"Gendooong~" namun Jackson tetaplah bayi yang selalu senang merengek untuk mencapai seluruh keinginannya.
Baekhyun mendesah pelan, mencoba mengabaikan anaknya itu yang kini tengah berusaha menarik-narik celana piyama yang dia kenakan.
Sup kaldu di dalam panci telah mendidih juga kacang polong dan jamur didalamnya telah empuk terasa. Baekhyun mematikan kompor lalu beralih pada telur dadar dan sosis untuk di goreng kini.
"Papa gendooonggg~" si kecil Jackson kembali merengek. Kaki Baekhyun semakin erat dipeluknya lalu sebagai jurus terakhir menggigit betis Baekhyun dengan gemas.
"Aduh Jackie!" Baekhyun memekik terkejut.
"Gendooong!" Anak itu kembali merengek tanpa sisipan rasa bersalah.
Baekhyun tak sadar kembali mendesah. Dia melirik Jackson di lantai dan segera bertemu pandang dengan bulat mata serupa akan milik Chanyeol itu.
"Bagaimana dengan nonton Bears di tv?" Baekhyun menawari. "Dengan cookies?" Tambahnya.
"Mau cookies!" Jackson berseru. Dia bangkit segera pada lantai dengan kedua tangan terentang di udara menyambut pelukan Baekhyun.
Lelaki bertubuh mungil itu tertawa pelan menyambut Jackson dalam gendongan lalu membawanya menuju kulkas mencari cookies kesukaan Jackson sebelum membawa si bungsu itu ke ruang santai.
"Nah ayo nonton Bears." Baekhyun menghidupkan televisi mencari saluran kartun anak-anak lalu menurukan Jackson pada sofa.
"Duduk disini Jackie."
"Tidak mauuuu~" Jackson enggan melepaskan belitan tangannya pada leher Baekhyun dengan gelengan berulang di lakukan.
"Tadi Jackie bilang mau nonton tv."
"Nonton sama Papa."
"Ya Tuhan..." sabar sabar... Jackson masih bayi, Baekhyun mengusap dadanya sendiri.
Baekhyun tak memiliki pilihan selain mematikan televisi lagi dan kembali ke dapur. Jackson tak lagi merengek, menikmati kue manisnya dengan tenang sembari memperhatikan pekerjaan Baekhyun di dalam wajan penggorengan.
Suasana dapur itu menjadi tenang kecuali pekerjaan Baekhyun menjadi terhambat dengan bobot tubuh Jackson yang dia sangga dengan satu tangan, namun nyatanya itu tidak bertahan lama dengan dua orang lainnya yang telah bangun dan mulai sibuk berbenah di kamar sana.
"PAPA KAOS KAKIKU DIMANA?" Itu Sehun yang selalu langganan kehilangan kaos kaki di pagi hari.
"SAYANG HARI INI AKU PAKAI DASI MOTIF APA?" lalu di sambung Chanyeol yang selalu kebingungan dengan motif dasinya sendiri.
Sabar sabar...
Baekhyun mengusap dada kembali.
Baekhyun urung menggoreng telur alih-alih kembali mematikan kompor dan pergi ke pemilik keributan itu bersama Jackson dalam gendongan.
Baekhyun menuju kamar Sehun terlebih dahulu. Anak tirinya itu telah memakai seragam dengan rambut cekang setengah basah belum di sisir menatap Baekhyun tanpa dosa.
"Aku sudah mencarinya ke seluruh dunia tapi kaos kakiku tidak ada." Sehun menjelaskan dengan binar mata sedih.
"Di laci lemarimu sayangku." Baekhyun menahan diri untuk tidak memaki. Dia membuka laci lemari dan mengambil sepasang kaos kaki yang selalu di simpan disana. "Berapa kali Papa harus ingatkan?"
"Eh, tadi tidak ada disana!" Sehun melotot tak percaya. "Wah Papaku memang ajaibㅡ"
"SAYANGKU BAEKHYUNIE~" Suara Chanyeol memotong kalimat Sehun seketika. Baekhyun tak memiliki pilihan selain menuju kamar utama dan menemukan suaminya itu di dalam walk in closet dengan tampang polos kebingungan.
Baekhyun tak mengatakan apapun mengambil satu dasi dengan motif garis-garis memberikannya kepada Chanyeol.
"Pakaikan." Pria dewasa itu berujar dalam rengekan.
"Tidak bisa." Baekhyun melirik Jackson yang masih tenang dalam gendongan.
Chanyeol mengalihkan pandangannya kepada Jackson dan menemukan balita itu juga ikut menatap padanya. Bulat mata mereka saling bertubrukan, Jackson menatap polos sedang Chanyeol menatap bocah itu dengan memelas.
"Jackie sini Dada gendong." Chanyeol menawari.
"Tidak mauuu~" Jackson menjawab dalam gelengan. Kedua lengannya lagi memeluk Baekhyun, semakin erat sampai lelaki yang melahirkannya itu nyaris tak bisa bernafas karenanya.
"Sebentar sajㅡ"
"Pa bisa bantu aku memakai dasi?" Sehun datang menghampiri dengan dasi miliknya di tangan.
"YAK PAKAI DASIMU SENDIRI!" Chanyeol melotot menatap kedatangan anak SMA itu bersama suara menggelegar dia suarakan. "Baekhyunie sayang tolong pakaikan aku dasi..." lalu beralih kepada Baekhyun dengan suara mendayu dalam pintaan.
"AKU DULUAN YANG MINTA!" Sehun berseru tak terima.
"AKU!" Chanyeol balas berseru pula.
"AKUUU!"
"Hei-hei ya ampun hentikan!" Baekhyun berseru memotong teriakan kedua orang itu.
"TOLONG SADAR DIRI JIKA DADA ITU SUDAH TUA, JANGAN SOK MANJA. GELI TAU!" Namun Sehun tak mengindahi sama sekali.
"LALU BAGAIMANA DENGANMU PARK SEHUN! KAU JUGA SUDAH CUKUP DEWASA UNTUK PAKAI DASI SENDIRI!" Apalagi Chanyeol, mana mau kalah sama anaknya sendiri.
"AKU MASIH 17!"
"DAN KAU SUDAH MIMPI BASAH ANAK DURHAKA!"
"YA PENTING AKU BELUM BERUBAN TUA BANGKA!"
"Astaga kalian." Pelipis Baekhyun berdenyut lagi. "Ya-ya-ya teruslah berdebat sampai kiamatㅡ"
"Pa cookies Jackie habis, mau cookies lagi..." Jackson memotong dalam cicitan. "Pa cookie cookie cookiesssss!"
So yah ff ini bakal jadi slice of life hoho
Thankchuu udah bacaaaa
