Chapter 2

.

.

Tittle : Super Junior 'No Other'
Author: LyaSiBum
Genre : gaje(banget), friendship, romance (mungkin), YAOI (100%)
Rated: K - T
Cast : Super Junior Official couple
Support Cast: temukan sendiri
OST: Super Junior – No Other

Summary: Dorm Super Junior kembali terjadi perang antara 2 couple terbaik mereka HaeHyuk dan KyuMin. Apa cara yang mereka gunakan untuk menunjukan perasaan cinta mereka ke pasangan masing-masing.

A/N : Annyeong, ini adalah ff pertama author yang ber-genre YAOI. Ide ini muncul pas author lagi iseng ngeliat MV 'No Other' jadi bagi para reader yang mau baca fanfic ini diharapkan ngeliat MV no other terlebih dahulu biar lebih seru bacanya. FF kali ini author buat Cuma untuk melampiaskan hayalan author yang datang tanpa di undang. Hohohohoho...
FIc ini saat saat keadaan Suju di tahun 2010. ^^

DON'T LIKE DON'T READ

DON'T FORGET REVIEW

.

Happy Read

Minggu ini sepertinya bukan waktu beristirahat yang tepat untuk member Super Junior, karena semua orang sedang sibuk dengan urusannya masing-masing sekarang. Ayo kita lihat.

.

SIWON:

"Yeoboseyo ajhussi"

"..."

"Tolong bantu aku ajhussi, bisa kau melakukan rencana yang aku katakan kemarin."

"..."

"Ne, aku kesana sekarang. Tunggu Aku ne. Gamsahamnida ajhussi."

Sepertinya siwon sedang sangat sibuk sampai tidak menyadari ada orang yang menyapanya.

.

SHINDONG:

Sepertinya uri teddy bear kita sedang berkeliling super market tepatnya di kids shop. Apa yang sedang dia rencanakan. Untuk saat ini hanya author dan tuhanlah yang tau *rahasia*

Tanpa dia sadari ada seseorang yang mengikuti dia dengan tatapan heran. 'untuk apa dia pergi ke Kid Shop ini' gumam orang itu.

Shindong terus berjalan hingga sampai disebuah coffee shop yang bertuliskan "Kona Beans" yang dibentuk lewat kerja sama beberapa orang tua memeber

"Anyeonghaseyo ajumma."

"Oooo,... annyeonghaseyo Dongie. Kau tidak ada jadwal hari ini." Tanya wanita paruh baya yang diketahui adalah nyonya Park.

"Anio, kami sedang libur." Jawabnya singkat sambil mengeluarkan barang yang dibelinya tadi.

"Aigo, Shindong hyung. Apa yang kau lakukan ini, berantakan sekali." Seru sebuah suara sambil mengantarkan kopi dan beberapa kue untuk shindong.

"Jangan teriak-teriak Sungjin-ah, kau mau coffee shop ini dibanjiri ELF lagi seperti dulu. Aku sedang menyusun puzzel." Jelas shindong yang kembali fokus dengan puzzelnya.

"Untuk?" tanya sungjin makin penasaran.

"Untuk aku berikan kepada Nari." Jawabnya singkat.

"Hyung, Nari nunna tidak akan tau bahwa kau sudah bersudah payah menyusunnya. Bisa saja kau berfikir bahwa itu sudah rapi dari awal tanpa kau bongkar." Ujar Sungjin.

"Dia pasti tau. Nari bisa membedakan mana barang biasa dan mana barang yang aku usahakan dengan penuh cinta." Jawab Shindong berbinar.

Sungjin yang sudah menganggap Shindong sebagai hyungnya sendiri karena dia adalah namdongsaeng seorang Lee Sungmin ini hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Shindong, begitupun seseorang yang sedari tadi duduk membelakangi Shindong. Dia tersenyum lebar sambil menahan air matanya.

"Hwaiting shindong hyung." Ujar Sungjin bersamaan dengan orang yang tidak dikenal itu pergi meninggalkan coffee shop.

.

YESUNG:

"Apa tanganmu tidak bisa bergerak lebih cepat lagi Jongjin-ah. Nanti tidak keburu."

"Aiss hyung, sudah untung aku mau membantumu. Sudah kau urus saja kertas-kertas itu. Semakin sering kau bicara kita semakin lambat berkerja." Oceh Jongjin adik Yesung.

2 bersaudara Kim ini sedang berada di Mouse&Rabbit menyiapkan sesuatu yang menurutnya sangat penting untuk hidup dan matinya ini.

"Kau sudah menghubungi tempat itu dan mengecek anak-anak?" tanya Jongjin yang masih setia berkutat dengan pekerjaannya.

"Aigo... aku lupa." Sahut yesung sambil buru-buru mengeluarkan smartphonenya dan menelpon seseorang. Sedangkan sang adik yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng memaklumi ke-pabboan hyungnya.

.

KYUHYUN :

"Aiss,... apa yang harus aku berikan." Ocehnya sendiri sambil kedua tanganya terus berkutat pada PSP. "Kalau barang yang diinginkan sungmin hyung, semuanya sudah aku berikan... Jadi aku harus melakukan apa?" oke sepertinya Evil Magnae ini sudah tertular gilanya Yesung yang suka berbicara sendiri dengan kura-kuranya tapi bedanya Kyuhyun berbicara dengan PSP.

"Kau sudah gila ya, Cho Kyuhyun?" tanya suara yang membuat Kyuhyun mendonga.

"Changmin."

"Kenapa kau datang kekantor hari ini. Bukannya kalian sedang libur. Kau sudah gila ya?" tanya Changmin lagi.

"Sebenarnya aku sedang ada yang aku pikirkan." Lalu Kyuhyun menceritakan masalah dan kegalauanya pada Changmin.

"YHA,.. deo pabbo manja." Ujar changmin yang langsung mendapat deahtglear dari Kyuhyun. "Kalau kau mau meminta maaf pada sungmin hyung dan menunjukkan dia bahwa kau lebih mencintainya dari pada PSPmu itu sebaiknya langkah pertama yang harus kau lakukan, menjauhlah dari PSPmu itu untuk hari ini." Lanjut changmin.

"Baiklah,... tapi kau punya ide tidak?" tanya Kyuhyun.

"Punya dong... Tapi, jika rencana ini sukses kau harus mentraktir aku makan, otte?" jawab changmin.

"Dasar Moster food. Dengan sahabat saja kau masih perhitungan."

"Kau mau tidak? Kalau tidak yang sudah." Ujar changmin dan sendak pergi dari tempatnya duduk.

"Arraso... arraso... Jadi apa idemu?" Kyuhyun akhirnya menyerah.

"Gitu dong. Sini kemarikan telingamu." Changminpun membisikan idenya itu pada Kyuhyun.

"Ide sederhana itu. Apa dia akan senang?" Kyuhyun tidak yakin dengan usul changmin. "Aku yakin"

"Lalu, dimana kita bisa menemukan barang-barang itu?" tanya Kyuhyun lagi.

"Kau ini katanya pintar tapi terlalu banyak tanya. Lihat kau sekarang ini sedang berada dikantor agensi. Kau pergi saja ke kantor tim kreatif pasti barang-barang yang kau butuhkan ada disana." Hina changmin. Tapi karena Kyuhyun berada dipihak yang memerlukan bantuan changmin dia pun tidak bisa membalas kata-kata itu.

Sebaiknya kita tinggalkan duo Evil ini yang sedang melaksanakan rencana mencurigakan mereka. Bagaimana dengan kondisi Fish kita.

.

DONGHAE:

"Donghae pabbo, kenapa otakmu tidak bisa berkerja memikirkan ide sama sekali sih. Kemana perginya otak playboymu itu disaat yang penting ini." Gerutu donghae sambil berbaring memikirkan hadiah untuk hyukkienya.

"AAAAaaaa... aku frustasi. Sebaiknya aku pergi mencari inspirasi diluar saja, dari pada didorm aku makin suntuk." Donghaepun pergi keluar dari dorm dengan muka ditekuk. Kita doakan saja ada inspirasi yang nyangkut di kepalanya yang kecil itu #PLAK –ditonjokFishy-

Ayo, kita tinggalkan para seme ini, bagaimana keadaan para uke manis kita sekarang.

.

.

LEETEUK:

Penghuni lantai dorm 11 sekarang sedang sibuk dikamar mereka masing-masing kecuali Leeteuk, kibum dan ryeowook. Mereka berdua (baca: TeukWook) sedang penasaran dengan kue tar yang dibawa Kibum untuk Siwon.

"Aigo,... yeppota." Komentar Leeteuk dan Ryeowook berbarengan saat melihat tar yang berbentuk hati dengan dipinggirnya berjejer strawberry dan di tengahnya ada gambar putri salju yang sedang memeluk leher seekor kuda dan dibawah gambar itu tertulis SiBum forever.

"Pasti Wonnie hyung akan sangat senang menerima ini bummie." Komentar ryeowook dan mendapat senyuman dari kibum. "Gomawuo. Sebenarnya ini tar pertama buatanku."

"Jhinja, wah... harus diabadikan nih." Leeteuk histeris lalu mengambil camera digital nya dan segera memfoto tar kibum itu.

Setelah melihat fotonya itu, tiba-tiba leeteuk mendapat ide yang hebat menurutnya. Leeteukpun memutarkan matanya mencari sesuatu. "Apa yang kau cari hyung?" tanya ryeowook yang heran melihat tingkah hyungnya itu. "Ini..." mata leeteuk berbinar sambil menunjuk kaos pink bergambar hati yang sedang dikenakan ryeowook.

"Kau mencari kausku? Untuk apa?" tanya wookie makin bingung. "Untuk difoto. Jangan bergerak wookie." Perintah leeteuk. Wookie menjadi makin bingung dengan kelakuan hyungnya ini.

"Kenapa kau memfoto kaos ku saja hyung?"

"Mau tau aja" jawab Leeteuk lalu berlari masuk kekamar KyuMin

'Disini pasti banyak barang yang aku cari' batin leeteuk dan JEKPOT tebakannya benar dikamar sungmin memang banyak benda yang bergambar hati pink. Setelah puas leeteuk segera keluar dari kamar itu.

"Hyung mau pergi mungkin kembali sore nanti. Kalau kalian mau pergi jangan lupa kunci dorm. Arra." Lalu secepat kilat leeteuk segera keluar dari dorm.

"Dia kenapa sih?" tanya wookie pada kibum yang sedari tadi masih setia memandangi kue buatan Kibum. Kibumpun hanya menaikkan kedua bahunya menandakan dia juga tidak tau.

.

SUNGMIN:

"Apa yang harus aku berikan. Kenapa aku jadi bingung sendiri sih." Kalimat frustasi tidak henti-hentinya keluar dari mulut sungmin yang sedang duduk diatas ranjangnya sambil memetik senar gitarnya dan sesekali bersenandung hingga akhirnya. "AHA"

Dengan cepat sungmin mengambil smartphonenya dan menghubungi nomor yang sudah dia hafal.

"Yeoboseyo, maneger hyung. Kau dimana sekarang?"

"..."
"apa sedang sibuk? Bisa bantu aku?"
"..."

"Arraso. Kita ketemu dikantor, ne?"

"..."

"Gomawuo hyung, annyeong."

Setelah memutuskan sambungannya dengan sang meneger, sungminpun segera melesat kekantor tanpa pamitan dengan ryeowook yang sedang bereksperimen dengan resep barunya.

SM Entertaimen

"Apa yang bisa aku bantu Min?" tanya sang meneger saat sungmin telah tiba.

"Aku ingin menyanyikan sebuah lagu untuk Kyuhyun, hyung. Walaupun dia sudah teramat sering melihatku bernyanyi tapi aku tidak pernah sekalipun menyanyikan sebuah lagu untuknya." Jelas sungmin dengan wajah memerah. "Lalu apa hubungannya denganku?" tanya meneger tidak mengerti

"Tolong pinjamkan piano di ruang vocal dong hyung." Pinta sungmin mengeluarkan seluruh aegyo dan puppy eyes yang dia punya. Dan bisa ditebak menegernyapun tidak dapat menolak.

"arraso... arraso, kenapa sih kalian hari ini suka merepotkan orang. Tadi Kyuhyun sekarang kau." Oceh nya

"Kyuhyun? Dia disini? Apa yang dia lakukan?"

"Molla, sejak tadi dia bersama changmin masuk keruang kreatif dan meminta mereka mengumpulkan kertas-kertas yang sangat banyak lalu pergi kegaleri."

"Hah... jangan sampai Kyuhyun tau aku disini." Ujar Sungmin. Lalu diapun mulai mempersiapkan semuanya dan mencoba mencocokan suaranya dengan alat itu tidak lupa juga sesekali melihat sekitar, memastikan tidak ada seorang Cho Kyuhyun disekitarnya (bayangin aja sungmin di no other)

.

HEECHUL:

Yak, jika kalian ingin melihat bagaimana wajah cinderella kita jika sedang frustasi inilah saatnya. ^^

"Yeobosaeyo, yunnie?"

"ne, waeyo chullie hyung?"

"Begini, tadi anak-anak punya rencana ingin memberikan sesuatu pada seme mereka untuk menunjukan perasaan cinta mereka. Em lalu aku...

"Kau juga mau memberikan Hankyung sesuatu tapi tidak tau itu apa?" tebak yunho

"Kau ini aku belum selesai bicara sudah kau potong... Begitulah Yun, kau bisa memberi aku masukan?"

"Em,... berilah sesuatu yang selalu dia inginkan tapi tidak pernah kau berikan. Sesuatu yang sangat simple menurut kita." Ujar yunho diseberang sana dengan penuh misteri

"Maksudmu Yun? Aku tidak mengerti."

"Kau ini, itu adalah hal yang pernah kau sebutkan dalam surahmu untuk hankyung dan benda itu tulus dari dasar hatimu. Sudah ya, aku masih ada kerjaan. Semangat hyung, buat yang bagus. Annyeong."

Telpon itupun terputus sebelah pihak dan langsung mendapat gerutu dari Ratu Evil itu. Cukup lama Heechul berfikir dan mencerna kata-kata Jung Yunho sahabatnya itu. Hingga otaknya yang jenius itu menemukan sesuatu yang dia cari. "Hah, ternyata simple sekali. Dasar heechul pabbo ya." Setelah mengatai diri sendiri Heechul pun bangkit dari tempat tidurnya menuju rak-rak buku.

.

KIBUM:

Sekarang si snow white ini sedang berada dipintu dorm lantai 12 sambil mengatur detak jantungnya. Walaupun mereka sudah berpacaran cukup lama tapi entah kenapa jantungnya selalu berdetak lebih kencang jika akan bertemua seorang Choi Siwon.

Dibukanya pelan pintu dorm itu... "Annyeong" sepi, tidak ada jawaban dari penghuninya.

"Hyung... apa ada orang di dorm. Wonnie-ah..." ujar kibum agak sedikit berteriak. 'aneh, katanya tadi mereka sedang berkumpul disini? Kenapa sekarang tidak ada?' batin kibum

"Siwon hyung." Panggil kibum lagi.

KREET –suara salah satu pintu kamar terbuka dan menampakkan sebuah kepala yang nongol dari pintu itu.

"Kau mencari siwon? Dia tadi pergi keluar." Ujar namja yang ternyata heechul. "Kemana hyung?"

"Molla, tadi saat aku menyapanya dia tidak menganggapku dan fokus dengan telponnya. Ada job baru mungkin." Jawab heechul lagi lalu masuk kembali kekamar.

'Kenapa dia tidak menemuiku? Apa dia tidak melihat mobil ku terparkir dibawah.' Gumam kibum lagi "Sepertinya kami memang tidak diizinkan bertemu." Kibumpun keluar dari dorm dan memutuskan pulang keapartemennya. Moodnya sudah hilang karena tidak bertemu dengan siwon. Dengan langkah gontai kibum berjalan menuju mobilnya. Dimasukkannya kotak kue itu ke kursi belakang mobil dan segera menutupnya tapi saat dia berbalik. Tubuhnya langsung ditarik kedalam dekapan hangat orang yang sangat dia rindukan.

"Si...siwonnie." ujar kibum terbata karena masih kaget dengan kedatangan siwon.

"chagia bogoshipoyo." Bisik siwon sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh kibum.

"wo..wonni-ah, se..sak." kibum sekarang merasa sesak dengan pelukan yang begitu erat dari siwon. Siwonpun melepaskan pelukannya dan nyengir kuda. Tapi sayangnya tidak ada balasan senyum dari kibum. Namja itu malah pergi hendak masuk kedalam mobilnya.

"Kau mau kemana?" tanya siwon sambil mencegat kibum masuk kemobil.

"Mau pulang, aku sudah terlalu lama disini." Jawab kibum datar sambil terus mencoba melepaskan tangan siwon.

"Pulang? Kitakan baru bertemua."

"Memangnya dari tadi kemana? Aku sudah bertemua dengan semua member tadi."

"Kau marah padaku chagia." Tanya siwon karena dia merasa sedikit aneh dengan kibumnya.

"Anio, aku lelah dan mau pulang." Jawabnya makin ketus.

"Baiklah, aku antar kau pulang." Tanpa menunggu jawaban dari Kibum, siwon langsung menarik Kibum masuk dan duduk dikursi sebelah kursi kemudi mobil Kibum sendiri, sedangkan siwon duduk didepan stir.

"Kau tidak perlu mengantar, aku bisa pulang sendiri."

"Tidak ada penolakan kali ini Kim Kibum." Ujar Siwon sambil mengecup pipi kibum sekilas dan menjalankan mobil itu.

Kibum tidak bisa protes karena dia sibuk mengatur detak jantungnya dan wajahnya yang memerah. Siwon hanya bisa tersenyum melihat kibum. Tidak ada yang membuka pembicaraan selam perjalannan sampai kibum menyadari satu hal.

"Kita mau kemana, jalan apartemenku belom kiri?" tanya kibum saat dia tau mobil mereka tidak berjalan kearah yang seharusnya.

"Kita bersenang-senang dulu baru pulang." Ujar siwon belum sempat kibum mau melancarkan protes "Kau ingat, tidak ada penolakan kali ini." Lanjut siwon dan kibumpun mengurungkan niatnya untuk protes.

"Sesuka hyung sajalah." Ujarnya pasrah.

"Gitu dong." Sambut siwon sambil mengelus pipi cubby kibum lembut dan lagi-lagi pipi itu bersemua merah.

Kita tinggalkan dulu pasangan ini.

.

EUNHYUK:

Alunan musik mengalun dengan tempo sedang disebuah ruangan yang telah author teliti ruangan itu seperti aula dengan panggung besar didalamnya dan diatas panggung itu ada seorang namja sedang meliuk-liuk menggerakkan tubuhnya dengan lincah sambil mencoba mengikuti irama musik itu.

"AAAAKKK,... bukan seperti ini." Teriak manja itu sambil mencari gerakaan lain.

Diapun mencoba menari lagi tapi,.. "AAAAA Hyukjae babbo, kenapa gerakkanmu aneh sekali." Ocehnya lagi dan dia membali lagi menari.

Namja yang sudah kita ketahui adalah Lee Hyukjae aka Eunhyuk ini berkali-kali mengulangi tariannya didepan sebuah kamera yang merekamnya tapi berkali-kali pula dia berhentikan ditengah jalan dan menghapusnya, itu terus berlanjut hingga tubuhnya terasa sudah sangat lemah.

"LEE HYUKJAE Pabbo, dance begitu yang akan kau perlihatkan pada Donghae. Bukannya melihat dia tersenyum dan memujimu malahan kau akan mendapat tertawaan darinya. PABBO." Racau eunhyuk sambil berbaring diatas panggung mengatur nafasnya yang sudah pendek.

Tanpa eunhyuk sadari dibalik pintu rangan itu sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan seluruh gerakkan eunhyuk dan mendengar semua ucapannya juga. Ingin rasanya orang itu masuk dan menghentikan tindakan bodoh eunhyuk yang menurutnya menyakiti diri eunhyuk sendiri tapi niat itu tidak dapat terlaksana saat dia mendengar kalimat terakhir eunhyuk.

"Kau memang pabbo hyuk. Tapi yang lebih pabbo lagi adalah aku." Gumamnya sambil tersenyum tipis dan meninggalkan pekerjaanya yang sempat tertunda.

.

.

Ayo kita lihat persiapan member dalam kejutan mereka. Tapi biar lebih seru gimana kalu kita ikut uri leader kita saja. Tour gratis. ^^

Leeteuk POV.

'Baiklah aku harus mulai dari mana dulu ya. Em... dorm lantai 12 saja.' Gumam Leeteuk. Uri leader kitapun berjalan dengan sedikit cepat menuju dormnya.

"Annyeong..." ujar Leeteuk tapi tidak ada yang menyahut. 'Wah... tumben sekali dorm sepi. Aku cari sendiri sajalah.' Batinnya

Leeteukpun mulai berkeliling dormnya itu tapi tidak mendapatkan yang dia cari. "Jungso pabboya, kau lupa kalau isi di dormmu ini hampir semuanya seme dan kalian punya orang membenci warna pink. Pasti tidak ada yang kau cari disini... Kecuali..." ocehan Leeteuk tertahan saat dia menyadari satuhal. Diapun segera memasuki kamar yang dia pikir pasti ada yang dia cari.

"Chullie-ah" panggilnya saat menyembulkan kepala kedalam kamar Heechul.

"Oh, Jungso-ah. Kenapa? Masuklah?" sahut Heechul. Leeteukpun masuk tapi raut wajahnya berubah menimbulkan kerutan-kerutan di dahinya. Bagaimana tidak, sekarang dia melihat seorang Kim Heechul sedang duduk dilantai menulis sesuatu dengan dikelilingi banyak buku.

"Kau sedang apa Chul?" tanya Leeeteuk heran. "Menulis surat untuk Hankyung." Jawab Heechul.

"Menulis surat ? hahahaha Chullie ini sudah jaman moderen, kau bisa mengirimi dia e-mail."

"Itu beda Jungso. Kau harus tau bahwa aku tidak pernah mengungkapkan apa yang aku rasakan padanya. Yang aku bisa hanya marah-marah dan membullynya. Aku ingin kali ini special." Jelas Heechul.

"Bagaimana kau mengirimkan ini ke Hankyung?"

"Muda. Tolong kau foto aku pakai phoncellku ini" ujar Heechul sambil bergaya (Inget ja pose chul 'no other')

"Setelah itu aku foto juga surat ini dan aku kirim ke e-mailnya." Lanjut Heechul.

Leeteuk tersenyum melihat tingkah heechul yang tidak biasa itu. "Aku yakin dia pasti akan senang." Komen leeteuk dan mendapat senyum senang dari Heechul. "Tapi aku mau memfoto kartu suratmu itu sekali lagi. Boleh?" lanjut leeeteuk.

"Em... boleh." Lalu leeteuk memfoto kartu yang ada lambang hati itu. "Gomawuo Chul."

Setelah itu Leeteuk keluar dari apartemen. "Kira-kira dimana aku bisa memfoto lagi" gumamnya sambil berfikir. "aaa... Coffee shop. Kalau tidak salah sungmin pernah meletakkan stiker berbentuk hati di beberapa sudut tempat itu"

Lalu dia sampai di coffee shop dan segera masuk.

"Annyeonghaseyo. Sungjin-ah" salam leeteuk sambil masuk kedalam coffee shop milik orang tuanya itu.

"Oh, annyeong hyung. Kau mau menemui Shindong hyung ya? Itu dia ada disana." Ujar sungjin sambil menunjuk kearah seorang pria tambun yang sedang duduk. Lagi-lagi kerutan muncul didahi leeteuk 'sedang apa anak itu disini?' batinnya lalu berjalan menghampiri Shindong.

Mata Leeteuk berbinar saat melihat sesuatu dimeja shindong. "Dongie-ah, aku boleh memfoto ini." Tanya leeteuk yang sedikit mengagetkan Shindong.

"Eh,.. teukie hyung...emm... Boleh saja." Tanpa membuang banyak waktu leeteukpun segera memfoto puzzel diatas meja itu

"Aku tinggal dulu ne." Ujar Leeteuk lalu pergi meninggal kan shindong yang masih menatap leeteuk bingung. 'Apa yang orang tua itu lakukan' batin shindong. /plak/

Setelah puas memfoto semua hatinya terdapat di coffee shop itu Leeteuk segera berpamitan dan pergi ketempat lain hingga sampai ke MoBit. Disana dia melihat duo Kim sedang repot.

"Hy, apa yang sedang kalian." Tanya Leeteuk yang memang sengaja ingin mengagetkan Yesung dan Jongjin."
"Kapan kau datang hyung?" tanya yesung dengan wajah datarnya.

"Baru saja." Jawabnya singkat sambil melempar pandangan kesemua sudut kafe itu. 'Aku tidak yakin dikafe ini ada' batin leeteuk tapi pikirannya tadi langsung dibuangnya jauh-jauh saat menatap kertas-kertas berwarna pink yang sudah dilipat menjadi bentuk hati.

"Sungie-ah, apa itu punya mu?" tanya sambil mendekati tumpukan kertas itu.

"Ne, itu punya Jongwoon hyung. Dia mau nembak wookie dengan itu hari in-" Belum sempat Jongjin menyelesaikan ucapannya mulut namja yang tidak kalah tampan dari sang kakak itu segera dibekap oleh yesung.

"Akhirnya kau bergerak juga." Ujar leeteuk. "Oya, aku boleh foto ini ya." Lanjutnya.

"Foto saja." Jawab Yesung. Setelah memfoto itu, itupun segera berpamitan dan melanjutkannya ke kantor SM. Sebenarnya uri oppa kita ini ingin ke dorm SNSD atau f(x), tapi karena author ngelarang jadi dengan berat hati dia urungkan. #saya tidak mau memasukkan yeonja dlm ff ini ^^

Sekarang dia sudah ada kantor Agensi. Dengan jeli Leeteuk memperhatikan setiap sudut kantor tanpa memperhatikan jalan. Hingga...

BRAK

"Appo... Teukie hyung, kalau jalan itu liat-liat." Protes orang yang sudah dia tabrak.

"Aaa... mianhae donghae-ah." Ujar Leeteuk. Lagi-lagi mata leeteuk berbinar melihat sesuatu di tangan donghae. "Hae, aku boleh memfoto bonekamu." Tanya Leeteuk.

"Untuk apa?" tanya donghae bingung. "Kau ini banyak tanya sekali. Boleh atau tidak?" tanya leeteuk lagi.

"Boleh,... tapi jangan beritahu hyukkie ya hyung." Pinta donghae.

"Oke. Jadi ini yang membuatmu pergi ke toko pernak-pernik wanita itu?" tanya leeteuk sambil memfoto boneka donghae. "ne" jawab Donghae.

"Kalau begitu semoga berhasil Hae." Ujar Leeteuk sambil meninggalkan donghae.

"Semoga Appa juga menyukai foto-foto mu hyung." Ujar donghae dan dibalas senyuman leeteuk. Donghae tau walau leeteuk tidak mengatakannya alasan dia mau repot-repot seperti itu pasti hanya untuk seorang Kim Yeong Woon.

Leeteuk kembali melakukan tournya sampai dia berada ditaman buatan yang ada atap gedung agensi dan menemukan seseorang disana bersama sesuatu yang membuat matanya lebih bersinar berkali lipat dari yang tadi.

"OMONA,... Neomu neomu yeopputa." Ujar leeteuk kagum saat melihat sebuat hati besar dari kertas-kertas bergambar dan polos yang mendominasi warna pink (persis kyk di MV). Karena suara leeteuk tadi orang yang sedang berada didepannya menoleh kaget.

"Teukie hyung. Sedang apa kau disini?" tanya orang itu.

"Apa ini untuk Sungmin, Kyu?" bukannya menjawab leeteuk malah bertanya balik.

"Ne, apa sungmin hyung akan suka hyung?" tanya Kyuhyun

"Dia pasti akan sangat suka. Apalagi membuat ini tidak mudah." Jawab leeteuk.

"Syukurlah" hanya itu yang keluar dari mulut Kyuhyun

"Boleh aku memfotonya Kyu." Tanya Leeteuk. "Boleh." Lalu leeteuk memfoto hasil karya Kyuhyun itu.

"Baiklah, aku harus pergi sekarang. Semoga berhasil Kyu." Leeteukpun segera meninggalkan Kyuhyun dan keluar dari kantornya. Menuju tempat seseorang yang sangat dia rindukan.

TBC

Kyu: Napa TBC lagi sih thor. Kasihan tu readernya penasaran?

me: emang sengaja buat penasaran oppa /plak/

Sung: Dasar. Aku sudah tidak sabar membuat wookieBaby jadi milikku. Dan...dan...

me: /jitak kepala yesung/ Pervert-nya Kyu dan siwon udah nular ya.

WonKyu: napa kami dibawa-bawa /melotot/

me: pundung

Teuk: sudah-sudah jangan ribut disini. Lanjutin aja yang cepet thor.

me: ne, umma /mehrong ke WonKyuSung/

Super Junior & me: Thanks for read /bow/

Thanks to Review for:

|AnggiHaeHyukELF | nurul. | desroschan | BaekRen | :

Ini udah dilanjutin kilat. Hehehe... gomawuo udah baca dan riview ^0^

| MinNy Ming | :
hehehehe,... memang chap 1 kemarin gak auhtor edit lagi tu fic-nya. Jadi maklum banyak typos. Untuk yang selanjutnya diusahak typosnya dikurangi. Dan yang masalah seme itu memang waktu nulis aku gi rada erorr jadi seperti itulah jadinya. /bow/ makasih udah bawa dan kasih masukan. J

| Azalea Cloud77 | :

Memang sengaja gak dibuat oneshote chingu. Lau di buat OS gk terlalu seru... jadi yang sabar aja nungguinnya ya. ^_^ Gomawuo udah baca /bow/

Pay~pay~