Fandom : Shakugan no Shana

Title : Remember Me?

Characters :

~ Shana

~ Yuji

~ Margery

~ Wihelmina

~ Chigusa

~ Kazumi

~ Alastor

Genre : Romance, Drama


Summary :

Yuji kecelakaan dan akhirnya ia lupa ingatan. Dapatkah ia sembuh kembali? Please RnR!

Chapter 2 : Kebohongan


Warnings :

Karakter yang ada di sini beda dengan karakter asli yang ada di Animenya.

Konnichiwa minna-san!

Ini adalah kali pertama saya bikin fanfiction di fandom Shakugan no Shana. Semoga fanfiction saya yang abal, gaje, nggak mutu, dan nggak guna ini dapat berguna bagi nusa dan bangsa (readers :maksud lo apa thor? Author: hehehehehe canda.) ralat agar dapat menghibur semuanyaaaa.


~(^_^~) (~^_^)~ ~(^_^~) (~^_^)~ ~(^_^~) (~^_^)~ ~(^_^~) (~^_^)~ ~(^_^~)

Chapter 1 :

Tanpa mereka sadari dari luar rumah Yuji ada seorang perempuan seumuran Shana yang sedang menguping pembicaraan Shana dan Chigusa.


Chapter 2 :

"Huh, sayang sekali Shana aku tidak akan membiarkan Yuji cepat mengingat semuanya!" gumam seorang perempuan. "Ah, Kazumi! Apa dari tadi kamu berdiri di depan?" tanya Shana yang menyadari ke datangan Kazumi. "Hmm, nggak kok aku baru saja sampai." jawab Kazumi penuh ke bohongan. "Oh, kenapa nggak langsung masuk?" tanya Chigusa. "Habisnya aku tidak ingin mengganggu kalian berdua." jawab Kazumi. "Ibu,Shana siapa yang datang?" tanya Yuji tiba tiba. 'Ah jangan jangan Yuji sudah ingat semuanya lagi?' batin Kazumi. "Ah, Yuji ini Kazumi salah satu teman kita." jelas Shana. 'Tapi nampaknya ia masih belom bisa mengingat.' batin Kazumi. "Hai, maaf yah aku tidak bisa mengingat kamu." ucap Yuji. "Iya, nggak apa apa kok Yuji. Aku yakin pasti kamu nanti akan ingat." ucap Kazumi. "Terima kasih Kazumi." balas Yuji. "Hmm, Kazumi, Yuji bisakah kalian jaga rumah sebentar? Aku dan Shana ingin pergi ke Swalayan." tanya Chigusa. "Tentu saja, ibu!" jawab Yuji. "Baiklah kami pergi dulu." pamit Shana sambil berlalu pergi. "Hei, Kazumi maukah kau…" 'Wah Yuji mau ngomong apa nih?' batin Kazumi. "…menemani ku ngobrol di halaman belakang?" tanya Yuji. 'Ya, elah kirain mau ngelamar ternyata cuman minta nemenin ngobrol doing!' batin Kazumi. "Tentu saja." jawab Kazumi.

~ Taman Belakang ~

Setelah mereka berada di taman belakang mereka tidak langsung mengobrol satu sama lain tetapi malah saling mengunci mulut masing masing. Semua itu berakhir ketika Kazumi memutuskan untuk angkat bicara. "Hei, Yuji apa kau tau penyebab kau amnesia?" tanya Kazumi. "Katanya ibu kepala ku terbentur batu saat di kejar bebek." jawab Yuji. 'Beruntung sekali waktu itu tidak ada yang melihat aksi ku.' batin Kazumi. "Tapi kok mendadak aku jadi penasaran yah. Sepertinya ada orang yang sengaja melepaskan bebek bebek itu!" ucap Yuji yang membuat Kazumi diam sejenak. 'Hmm, aku bisa memanfaatkannya!' batin Kazumi. "Kau tahu Yuji, siapa penyebab kecelakaan ini?" tanya Kazumi. "Tentu saja aku ingin tahu!" jawab Yuji tegas. 'Maaf kan aku Shana aku harus mengkambing hitam kan kamu!' batin Kazumi. "Hmm baiklah, sebenarnya penyebabnya adalah Shana! Dia yang melepas bebek bebek itu, karena dia tahu kalau kamu kan orangnya rada rada iseng…" " Nggak mungkin Shana! Nggak mungkin dia melakukan hal se keji itu!" bantah Yuji. "Tapi itu kenyataan Yuji!" balas Kazumi. "Tapi kenapa Shana melakukan itu?" tanya Yuji dengan nada tidak percaya. "Karena pada waktu itu kamu telah menolak pernyataan cinta Shana kepada kamu Yuji! Mungkin dia dendam sama kamu!" jelas Kazumi berapi api. "Serius? Tapi apa alasan aku menolak Shana? Dia kan serba perfect!" tanya Yuji. "Karena kamu udah jadi milik ku!" jawab Kazumi penuh kebohongan. "Apa? Serius?" tanya Yuji. "Ya, aku serius!" jawab Kazumi. "Apa ini mimpi?" tanya Yuji. "Nggak ini kenyataan. Sudah jelaskan sekarang bahwa Shana lah penyebab semua ini!" ucap Kazumi. "Ya Kazumi aku sudah sangat jelas. Maaf yah aku baru mengetahui hubungan kita!" jawab Yuji. 'Tapi ini aneh, kenapa aku tidak berdebar debar saat bersama Kazumi? Berbeda halnya saat bersama Shana aku malah merasakan berdebar debar? Apa iya Shana yang membuat ku menjadi amnesia? Rasanya tidak mungkin! Aku sungguh tidak percaya sama sekali!' batin Yuji. "Yuji, Kazumi?" sapa seseorang. "Ah Shana kau sudah kembali?" tanya Kazumi. "Ya, aku dan Chigusa sudah kembali!" jawab Shana sambil tersenyum. "Yuji, ayo masuk ini kan sudah sore." ajak Shana. "Nanti saja! Kau masuk saja sendiri! Aku masih ingin disini bersama Kazumi!" ucap Yuji ketus. Setelah mendengar ucapan Yuji yang sangat ketus, air wajah Shana langsung berubah 180 derajat kecewa. Ia tidak menyangka kalau Yuji akan menjadi ketus begitu. "Oh begitu yah, maaf Yuji." ucap Shana dengan sangat amat lirih. 'Astaga apa yang telah aku lakukan! Lihat, aku telah membuat Shana menjadi sedih! Ah aku memang bodoh!' batin Yuji. 'Yes! Akhirnya Yuji mulai termakan omongan ku!' batin Kazumi. Setelah Shana meninggalkan Yuji dan Kazumi, Yuji memutuskan untuk mengajak Kazumi untuk masuk kedalam rumah.

~ Ruang Makan ~

Makan malam pun tiba, namun kali ini sangat berbeda. Karena, tidak ada keributan sama sekali. Sang pembuat onar benar benar masih kecewa dengan Yuji yang tadi berbicara ketus kepadanya. Chigusa yang menyadari keanehan ini langsung bertanya kepada Shana apa yang sebenarnya terjadi. "Shana kenapa kamu diam saja?" tanya Chigusa yang membuat Kazumi dan Yuji menoleh ke arah Shana. "Ah, aku hanya merasa jenuh dan sedikit sakit." jawab Shana lirih. Kalian tahu kan sakit yang di maksud Shana di sini sakit apa? Yap, tepat sekali! Sakit Hati. Ternyata Shana benar benar sakit hati akan ucapan Yuji kepadanya. Mungkin semua orang akan menganggap Shana orang nya kekanak kanakan. Tetapi apa kalian ingat Shana kan bukan berasal dari sini? Jadi jelas saja kalau sejujurnya perasaannya lebih rapuh dibandingkan perasaan orang lain. Kalian tahu, orang yang dapat memahaminya hanya Yuji seorang. Coba sekarang bayangkan perasaan Shana? Pasti sangat kecewa kan? "Hmm, sebaiknya kamu istirahat saja habis makan Shana." ucap Kazumi prihatin. "Ya, Kazumi terima kasih." jawab Shana lirih. "Ya, sudah sekarang lanjutkan makan mu." ucap Chigusa. "Baik!" jawab Kazumi. "Ah maaf Chigusa sepertinya badan ku tidak dapat di ajak kompromi lagi. Aku ingin langsung istirahat saja yah. Permisi! Oya Chigusa terimakasih atas makanannya, itu sangat enak." ucap Shana. "Oh, ya sudah kalau gitu. Selamat istirahat Shana." balas Chigusa. Setelah pamit Shana menatap sebentar ke arah Yuji dengan tatapan kecewa yang mendalam. Karena merasa ada yang menatapnya Yuji pun balas menatap. Akhirnya tatapan mata mereka bertemu. Hal itu menimbulkan sensasi baru bagi mereka. Ada perasaan hangat yang menjalari seluruh tubuh mereka. Lama kelamaan muncul semburat merah di wajah masing masing dari mereka. Karena tidak tahan lagi Shana langsung berlari kekamarnya. 'Ah apa itu tadi? Mengapa aku deg-degan saat bertatapan dengan Shana tadi? Sungguh ini aneh sekali.' batin Yuji.

~ Kamar Shana ~

"Ah kenapa aku merasakan wajah ku panas sekali saat pandangan ku dan Yuji bertemu?" gumam Shana. "Itu karena kamu mulai jatuh ketiban cinta ups jatuh cinta dengan Yuji!" sahut sebuah suara. "Apa itu mungkin Alastor?" tanya Shana. "Kenapa tidak?" jawab Alastor. "Tapi kau lihat kan tadi Yuji sangat ketus dan dingin pada ku? Memang aku telah berbuat salah yah?" tanya Shana. "Ya, aku melihat semuanya kok! Tapi ini ganjil kenapa sikapnya langsung berubal 180 derajat pada mu yah?" Alastor malah bertanya balik. "Entah lah aku juga merasakan adanya hal yang sangat amat ganjil." jawab Shana.

*Tok Tok Tok Tok*

"Shana?" seru seorang dari balik pintu. "Ya, sebentar!" jawab Shana. "Yuji!" jerit Shana kaget dan sukses langsung di bekap mulutnya oleh Yuji. Yuji takut teriakannya Shana akan membuat ibunya curiga. Setelah menutup dan mengunci pintu Shana mulai membuka pembicaraan. "Hei, kenapa kamu kemari?" tanya Shana. "Ah, nggak boleh yah?" jawab Yuji. "Tentu saja boleh." jawab Shana agak blushing. "Aku ingin membicarakan sesuatu!" ucap Yuji.

Kira kira apa yah yang akan Yuji bicarakan? Next Chapter yah!

Sekali lagi Review yah! Kalo nggak, ya nggak saya lanjutkan. :p (Readers : Ogah! Author : Ah, jangan gitu dong!)

Lanjutan percakapan Author dengan makhluk makhluk yang berasal dari dimensi yang berbeda. (Lebayyy)


Inuyasha : Entah, aku juga belom kepikiran. (pasang muka innocent)

Author : *tewas seketika*

Rikuo : *Jatuh kejengkang*

Yuki Onna : *Kelempar ke kutub utara*

Kagome : Osuwari! Osuwari! Osuwari! Osuwari! Osuwari! Osuwari! Osuwari! Osuwari!

Inuyasha : Gabruk! Brak! Bruk! Brek! Meong? Guk-Guk? Mbekkk? Prang?

Author : Pasti itu sakit banget!

Yuki Onna : Pasti, sekarat tuh?

Rikuo : Mati nggak yah?

Inuyasha : Apa yang kau lakukan sih Kagome? Kau pikir ini tidak sakit apa?

Kagome : Kalau untuk Youkai baka seperti kamu sih hal itu sangat pantas kamu dapatkan!

Inuyasha : Masa?

Kagome : Nggak percaya? Mau nyoba lagi?

Inuyasha : Nggak perlu tuh!

Author : Udah, pada balik sana ke dunia masing masing! Jangan mengotori fanfiction ku yang abal, gaje dan aneh. Tunggu kenapa Shana sama Yuji nggak muncul?

Shana : Authorrr!

Author : Shanaaa! Akhirnya kau muncul! Mana Yuji?

Yuji : Yo, author!

Author : Ck, akhirnya kalian dateng

Yuji & Shana : Kenapa baru dimunculinnya sekarang sih?

Author : Maap aku lupa.

Rikuo : Akhirnya lengkap!

Yuki-Onna : Saya setuju dengan anda Rikuo-sama

Inuyasha : Makin rame makin seru!

Kagome : Yap, tepat sekali!

Author : *Depresi berat*

Tanpa di sadari author di belakangnya sudah berdiri seorang perempuan cantik. Ketika sudah menyadari kehadirannya author pun menoleh kebelakang dan "AAAAA!"

Siapakah perempuan itu?

Lanjutan percakapan ini di next chapter!

Kita lihat kejadian apa lagi yang akan mereka alami berikutnya!


Please

R

E

V

I

E

W

!

Arigatou Minna-san!