Love Me

Pairing: Sasuhina, slight Narusaku, Sasuino, slight Sasuino Narusaku, Naruhina*just a litttleeeeee*

Gendre: romance, hurt/comfort, and maybe angst

Disclaimner: masashi Kishimoto

Warning: typoo, eyd belum sempurna. Update yang mungkin bakal telat

Summary: Kisah cinta ... kisah penuh suka duka, canda tawa dan air mata yang akan berakhir dengan dengan hanya dua kemungkinan.

Gui gui M.I.T

Chapter 1: Gomenasai-hime.

Entah bagaimana caranya dan bagaimana ceritanya aku juga tidak begitu mengerti, yang aku tahu hanyalah satu hal, kini gadis yang sangat cantik dan menawan tersebut duduk diatas tubuhku dengan wajah bengong sementara aku terbaring pasrah dibawah tangga sekolah. Mata kami bertemu dan entah sejak kapan sepertinya aku benar-benar tertarik dengan keindahan yang dimilikinya. Siapa gadis ini ini? Matanya terlihat begitu Sayu, rambut indigo panjangnya terurai, lurus dan begitu harum. Wajahnya imut, terlihat seperti anak SD meski usianya mungkin sama denganku.

Aku tidak tahu kenapa, yang jelas... jantungku pasti berkerja lebih keras dari biasanya, detakannya terasa semakin bertambah kencang. Jika saja berat tubuhnya tidak menggangguku, mungkin aku tidak akan sadar bahwa seharusnya kami harus segera memisahkan diri jika tidak mau dijadikan bahan gosip. Karena sesungguhnya, posisi kami sekarang benar-benar tidak pantas untuk dilihat, apalagi oleh anak-anak yang masih dibawah umur.

"Sampai kapan kau akan duduk diatasku Nona?" Dengan tampan datarku seperti biasa, kucoba untuk membangunkan dirinya yang terlihat masih dalam keadaan bingung. Sungguh, dia benar-benar menggemaskan. Seandainya saja nama Uchiha tidak melekat pada nama belakangku, mungkin aku sudah keluar dari karakter asliku dan langsung memeluknya erat dan memujinya terus menerus. Siapa gadis ini, sungguh... aku benar-benar ingin memilikinya.

"Eehhh? G-gomenasai!" Gadis itu terlihat sangat terkejut saat menyadari bagaimana kondisinya saat ini, dia langsung meloncat bangkit dari atas tubuhku dan langsung membungkukkan tubuhnya berkali-kali untuk minta maaf.

"Gomenasai, gomenasai, gomenasai... sungguh, aku tidak sengaja. Pas turun melewati tangga tiba-tiba saja kakiku terpeleset dan..."

"Ckk... kau membuat semua tubuhku sakit, kau yang jatuh kenapa harus aku yang merasakan sakitnya?" Entah kenapa kata-kata tersebut langsung keluar begitu saja dari mulut lancangku ini. Tapi aku tidak bohong, gara-gara gadis itu terjatuh dari tangga dan mendarat tepat diatas tubuhku, badanku terasa remuk, rasanya pinggangku sudah retak gara-gara mendapat beban dadakan seperti tadi. Sepertinya aku harus segera memeriksakan diri kedokter, rasanya benar-benar sakit.

"G-gomenasai..." Gadis itu kembali menunduk, dan dari nada bicaranya saja aku sudah tahu kalau gadis itu benar-benar menyesali kebodohannya, kau begitu menggemaskan Hime.

"Ckk..." Entah kenapa kakiku langsung melangkah begitu saja meninggalkannya, sial! Padahal aku ingin berbicara lebih lama dengan gadis cantik itu, aku juga ingin tahu siapa namanya, dimana dia tinggal, sudah punya pacar atau belum, apakah dia mau menjadi pacarku atau tidak, tapi kenapa jadinya malah begini? Sial... watak keras dan dinginku sebagai penerus klan Uchiha memang sangat tidak menguntungkan jika berada dalam situasi seperti ini.

"G-Gomenasai..." Samar-samar aku bisa mendengar permintaan maafnya yang sudah untuk yang kesekian kalinya itu. kali ini dari nada suaranya, gadis itu terdengar seperti ingin menangis, sial... kenapa aku jadi merasa bersalah seperti ini?

.

.

.

Bosan, itulah yang ada dipikiranku saat ini. Bagaimana tidak? Aku memang tidak suka dengan pelajaran sejarah. Apalagi kalau guru yang mengajar adalah Kakashi-sensei. Guru mesum yang hanya mengajarkan apa yang sudah tertulis dibuku, menyebalkan... dari pada membacakan apa yang sudah tertulis kenapa Si mesum itu tidak memberikan soal saja sih? membosankan!

"Sttt...Sasuke-kun!" Sial, aku kenal suara menyebalkan ini. Hahhh... kenapa lagi sih dengan perempuan satu ini?

"Sasuke-kun!" Suara perempuan itu terdengar sedikit lebih keras dan semakin ditekankan. Sial, tidak mau terus menerus membiarkan dia menyebut namaku, aku langsung memberikan tatapan mengerikan padanya namun... seperti biasa, mana mungkin perempuan menyebalkan itu akan takut dengan tatapan yang kuberikan padanya?

"Ada apa, Anak nakal?" tanyaku dengan nada kesal seperti biasa.

"Hm... kawai!" Benar-benar perempuan sinting, bahkan disaat aku sedang kesal saja perempuan itu masih menyebutku kawai. Apakah aku benar-benar sangat imut dimatanya? Sial, kuharap kau lenyap saja dari dunia ini Ino!

Ya, gadis menyebalkan dan terkenal dengan kenakalannya itu adalah Yamanaka Ino, sepupuku yang sekarang menumpang tinggal secara gratis di apartment yang sengaja dibelikan oleh ayah untukku. Kutekankan sekali lagi, Gratis!
"Sasuke-kunnn... kau benar-benar lucu!" Urat-uratku mungkin sudah bermunculan sekarang, kenapa anak nakal itu tidak pernah berhenti mengganggu hidupku?

"Mati saja kau!" kataku kesal, gadis berambut kucir mirip ekor kuda itu hanya menyengir dan terlihat semakin gembira.

"Kau semakin bertambah imut jika marah, Kawai!" Ya Tuhan, aku benar-benar sudah tidak bisa menahan kekesalanku lagi. Kenapa gadis itu selalu begini? Apa dia tidak takut dengan Kakashi-sensei? Err... sepertinya jawabannya adalah tidak, mana ada murid di sekolah ini takut pada guru yang super cuek dan tidak peduli pada sekelilingnya tersebut, yang dipedulikannya hanya komik Hentai yang tidak pernah lepas dari tangannya tersebut. Icha-icha paradise, kira-kira seperti apa ya reaksi guru genit itu jika buku kesayangannya tersebut kubakar?

Tanpa sadar aku sudah menyeringai jahat, sial... sifat burukku sudah mulai muncul.

Brakkk...

"It-ittai!" Sial, tiba-tiba saja sesuatu menghantam kepalaku. Rasanya benar-benar menyakitkan! Ini pasti kerjaan Ino, pasti!

"Menghayal tentang apalagi, Sasuke-kun? Apa kau menghayal tentang bulan madu denganku? Aww... Sasuke-kun genit ah!" kata Ino dengan gaya centil handalannya.

Mual, itu yang kurasakan saat ini. Siapa saja, tolong buang gadis kepedean ini ke laut!

"Kau mengerikan!"

Srett...

Kugeser tempat dudukku dan langung beranjak pergi meninggalkan kelas.

"Mau kemana, Uchiha-san?" Kakashi-sensei bertanya padaku dengan nada santai.

"Bukan urusanmu!" Aku yakin, guru mesum itu pasti akan langsung kehilangan kata-kata untuk menjawab kata-kataku.

Tanpa bicara apa-apa lagi aku langsung keluar dari kelas setelah sebelumnya menjelirkan lidah pada Ino yang kini hanya bisa cemberut tidak suka dengan tindakanku. Terserah kau mau apa, aku tidak akan pernah peduli dengan gadis sepertimu, Ino- gila!

GUI GUI M.I.T

Taman di belakang sekolah merupakan tempat paling nyaman dan segar bagiku, disinilah aku selalu menghabiskan waktu, duduk santai ataupun tidur-tiduran dibawah pohon Sakura yang tumbuh subur dibelakang sekolah.

"Dia..." Saat ini, ditempat biasa dimana aku sering menghabiskan waktu, duduk seorang gadis manis bak bidadari yang sepertinya tertidur karena kelelahan.

"Hm... kita bertemu lagi," gumamku pelan. Kudekati dirinya, kuhempaskan tubuhku tepat disampingnya dan kupandangi wajah imutnya. Sungguh... rasanya baru pertama kali aku melihat gadis seindah dirinya, Hime... ya, namanya sangat pantas untuknya.

"Engh..." Gadis manis ini terlihat sedikit terganggu saat berlahan aku membelai wajahnya lembut dan mulusnya.

"Hei Hime... buka matamu!" Entah karena suaraku atau karena alasan lain, matanya berlahan-lahan terbuka dan memperlihatkan iris mata indah yang berhasil membuatku terpesona.

"Eeehh?" Sama seperti sebelumnya, gadis yang sama sekali belum kukenal tersebut terkejut dan langsung melompat menjauhiku. Lucu... tingkahnya benar-benar lucu.

"Siapa yang mengijinkamu tidur disini?" Sial, kenapa aku selalu berbicara pedas padanya. Bukankah aku seharusnya bersikap lembut jika aku menyukainya?

"Ano... gomenasai! Etto..."

"Kenapa kau selalu minta maaf?" Aku menyerah, aku memang tidak bisa mengontrol ucapanku dan nada bicaraku.

"Eeeh? Gomenasai! Ups..." Gadis itu lansung menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan langsung menatapku dengan mata melebar yang entah kenapa terlihat begitu lucu dimataku.

"Wajahmu tidak lucu!" lain dimulut lain dihati, kata-kata itu memang sangat pantas untukku.

"Eehh? Gomenasai!" Kenapa dia selalu minta maaf? Apa dia tidak punya kata-kata lain yang bisa diucapkan, gadis ini manusia kan?

"Minta maaf sekali lagi dan aku langsung menciummu!"Bodoh, aku memang bodoh. Gadis itu pasti akan berfikir yang tidak-tidak tentangku.

Blush...

Blush...

Blush...

Wajahnya memerah bak buah kesukaannya, sial... sepertinya aku menyukai wajahnya yang mirip seperti buah tomat itu. gadis ini... dia membuatku semakin ini menjahilinya dan membuatku semakin dan semakin ingin melihat ekspesi lain darinya.

"Eehh? Gomenas... hmphh!"

Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku dan pada dirinya, semuanya terasa begitu begitu cepat. Instingku sebagai orang yang tidak pernah menarik kata-kata yang diucapkannya membuatku langsung bertingkah seperti ini. Sungguh... aku benar-benar tidak menyangka semua ini terjadi, tubuhku langsung bergerak begitu saja dan tidak bisa aku kontrol. Gawat, ini sungguh-sungguh gawat, gadis ini benar-benar berbahaya.

Blush...

Blush...

Blush...

Wajahnya semakin memerah, dan sekaligus bertambah pucat. Sial... apa yang telah aku lakukan padanya. Bisa-bisanya aku...

"Go..."

"Sudah kubilang kan? Minta maaf lagi dan aku akan menciummu!"

"Eehh?"

Blush...

Sing...

Brrruuukkk...

Gadis itu langsung pinsan dan terjatuh ke tanah. Kami-sama, apa yang telah aku lakukan?

"Eeehh? Pinsan?"

TBC...

Oke, akhirnya gui gui punya keinginan juga untuk menulis lanjutan dari fic-fic gui gui. Maaf jika updatenya benar-benar telat.

Maaf juga jika gaya tulisan gui gui berubah semakin buruk, feelnya juga gak terasa. Jujur nih, gui gui rasanya berat banget dah bikin fic yang gak hurt. Rasanya susahh! Maaf jika feel dichapter ini gak kerasa dan alurnya juga cepat. gomenasai!
kritik dan saran dari teman-teman selalu gui gui nantikan untuk semakin memacu semangat gui gui dalam menulis dan memperbaiki cara penulisan gui gui. Terima kasih sebelumnya..

Balesan review:

Sugar Princess71: Su-chan... :D ini emank sengaja dibiki prolog dulu, biar nanti Nee gak lupa ama alur ceritanya hehehehehehe *alasan kayak apa tuh?* iya! Emank lebih dominan ke HinaSasuIno, :D Nee kan emank suka banget bikin kisah cinta segitiga antara mereka, hehehehehehe posisi Sakura disini gak begitu penting, sama gak pentingnya ama posisi Naruto. *diinjekNarusaku*

sasunata chan: Wah... Sasunata-chan penasaran, hehehehehehe... makasih-makasih- makasih... *ikut angguk-angguk kepala*

Kirei Murasaki: emm... Kurang panjang ya? gomen Kirei-chan, gui gui emank gak terlalu bisa bikin fic yang panjang-panjang, kali ini juga gak panjang e... soalnya emank rencana emank dipotong pas bagian itu. :D gomenasai...

Lily Purple Lily: emm... gak, gak karma kok Putri. Hehehehehe, soalnya disini Hinata juga bakal sedikit menderita kok nantinya. Tapi agak mendinglah dari pada Sasuino. :D

My lovely Imouto: hahahahaha... Dek dek, suke angah udah nyakitex hati dirimu. Yo... ngpe dax gunakan akun yang udah angah buatkan be Dek? Dax bse ke?

Coccon: Zena!Kalo gak ngeliat foto profil dirimu mungkin gui gui gak bakal kenal deh. Kok ganti pen name sih? fic ini bakal mirip Just a game? Emm... kayaknya sih iya, tapi kayaknya sih enggak juga e, gak tau lah, tapi semoga aja deh enggak. :D Narusaku? Ada donk, Narusaku wajib hadir di fic gui gui, apalagi fic berchapter kayak gini. :D

Minna! Makasih banyak udah sudi meluangkan waktunya untuk mereview fic gui gui. Makasih! :D