ANYEONG YEOROBEUN..!
I'M COME BACK AGAIN
HOPE YOU ENJOY TO READ IT
NO BASHING | PLEASE COMMENT | I DON'T LIKE SILENT READER
.
Title
EIBA HIGH SCHOOL CHAPTER 2
Length
N - CHAPTER
Rating
PG-15 (T)
Genre
ROMANCE, ANGST, COMEDY, DRAMA, YAOI (DON'T LIKE, DON'T READ)
Author
RUKA17
CAST/Main Cast
BAEKHYUN, CHANYEOL, KAI, D.O, KRIS, TAO, LUHAN, SEHUN
Support Cast
SUHO, LAY, CHEN, MINSEOK, SUNGGYU, WOOHYUN, YONG GUK, ZELO, DAEHYUN
Disclaimer
Cast milik tuhan YME dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk meramaikan FF ini.
Warning
typo, alur maksa, gaje, humor garing, EYD awut-awutan
.
.
Annyeong chingudeul.. Author come back again.. :D
ternyata cukup banyak respon dari reader sehingga saya bisa melanjutkan epep abal2 ini..hha
Author ga nyangka loh ternyata beberapa dari readernim ada juga yang suka nonton drama School 2013.. tapi mian klo alur ceritanya beda sama drama aslinya karena author punya jalan cerita sendiri..hha.. dan juga buat yang udah nonton drama aslinya pasti taulah mana member EXO, INFINITE, BAP yang dapet masing2 karakter di drama aslinya.. Apakah cucok? Cucok kan? Hha #maksa.
Dan buat para readernim yang belum sempet liat tu drama, sekali lagi author jelasin klo drama itu sebenernya drama STRAIGHT yang author ubah seenak jidat jadi YAOI..hha XDXD
Nih ide muncul pas author lagi nonton drama yaoi TAIIKUKAN BABY yang sebenernya terdiri dari 2 drama dengan genre yang berbeda tapi pemeran utamanya sama. Bingung? Author juga bingung #PLAAAKKK
Jadi, gini nih critanya #curcol lagi deh
TAIIKUKAN BABY pertama kali dirilis dengan genre STRAIGHT dimana si tokoh utama (namja) jatuh cinta pada teman sekelasnya (yeoja) yang sakit kanker. Setelah itu dibuat drama yang sama tapi dengan genre YAOI dimana tokoh utama tadi suka sama teman sekelasnya yang sesama namja dan atlet renang.
Jadi, intinya author pengen buat ni drama STRAIGHT jadi YAOI..hahahaha..#tertawa nista
Okay..dari pada ane banyak bacot..mending lanjut aja critanya yah..CEKIDOT..
.
.
Cerita sebelumnya
.
.
PRAAAANNNGGG..! BRAAAAKKK..!
.
Terdengar suara serpihan kaca dan kursi yang terjatuh dari lantai 4.
.
DRAAPP..DRAAP..
.
Beberapa guru berlarian di koridor lantai 4 dan mereka mendapati seorang murid yang berdiri disebelah kaca jendela yang pecah.
.
"Byun Baek Hyun!" teriak seorang guru BP
"Baekhyun-ah.." Tao terkejut melihat namja yang berada ditempat kejadian adalah Baekhyun.
.
.
-EXOBAPINFINITE-
.
.
"Kau tidak pergi kekelas music.. lalu apa yang kau lakukan dikelas? Saum – fight?" tanya seorang guru BP yang sedang menginterogasi Baekhyun.
"Ne.." jawab Baekhyun santai
"Dengan siapa kau berkelahi?" kini giliran Tao yang bertanya
"..."
"Geuraeso..apakah kamu yang melemparkan kursi keluar jendela?" tanya sang guru BP
"Aniyeo.."
"Lalu siapa yang melempar kursi?"
Baekhyun hanya terdiam seraya menundukkan kepalanya.
.
KLEK..!
Pintu ruang BP terbuka. Dari luar ruangan terlihat kepala sekolah Yunho mengisyaratkan kepada guru BP dan Tao untuk keluar ruangan.
"Apa yang dia katakan?" tanya Yunho pada mereka berdua setelah keluar dari ruang BP
"Dia berkelahi dengan seseorang," jawab sang guru BP
"Dengan siapa?"
"Kami masih belum mengetahuinya sajangnim."
"Apakah dia terluka?"
"Dia terlihat tidak apa-apa."
"Kalau begitu, tolong tutup kasus ini. Jangan ada yang sampai tahu. Apalagi tersebar diluar sekolah," ujar Yunho seraya membetulkan kacamata yang bertengger dihidungnya.
"Tapi sajangnim. Ini masalah kekerasan dalam sekolah." Tao tidak terima dengan perintah yang diberikan oleh Yunho
"Sudah ku bilang. Lakukan apa yang ku perintahkan," ujar Yunho dengan santainya. "Apa kalian ingin bahwa rumor tentang tindak kekerasan disekolah ini tersebar luas? Lagipula tidak ada saksi yang berada di TKP. Bagaimana kalau kasus ini sampai tersebar di internet? Apa kalian yang ingin bertanggung jawab?"
Tao beserta sang guru BP hanya bisa terdiam mendengar ancaman yang akan melanda sekolah jika kasus ini masih dilanjutkan.
.
GREEKKK..!
Tao menarik sebuah kursi dan duduk disebelah Baekhyun yang masih terdiam menatap keluar jendela ruang BP.
"Apa kau terluka?" tanya Tao membuka pembicaraan mereka.
Baekhyun hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku akan tetap mencari tahu siapa dalang dibalik semua kejadian ini.. Dengan siapa kau berkelahi.. dan mengapa kalian berkelahi.."
Tao menatap Baekhyun lalu menghela nafas panjang. "Kembalilah ke kelas."
Masih dengan mulut terkunci, Baekhyun berdiri dari tempat duduknya, lalu memberi hormat dengan sedikit membungkukkan badannya pada Tao.
.
.
Para siswa berhamburan kekelas setelah jam pelajaran music selesai. Sehun yang melihat Baekhyun berdiam diri di bangkunya, segera berlari menghampirinya.
"Yak..Baekhyun-ah.. kau kemana saja eoh? Kau ini kan ketua kelas," ujar Sehun yang memang dari tadi tidak melihat Baekhyun di kelas music.
Baekhyun hanya menatap Sehun tanpa mengucapkan satu kata pun dan mengisyaratkan bahwa dia sedang tidak ingin bercerita dengan siapa pun.
"Ck..terserah kau saja kalau tidak mau cerita."
Sehun pun kembali ke bangku miliknya.
"Ya..ya..ya..kemana kaca jendela kita eoh?" teriak Yongguk pada seisi kelas.
Dan semua siswa yang ada disana menatap kearah sebuah jendela yang hanya ditutup dengan sebuah papan kayu.
"Oohh..apa kaca jendelanya pecah?!" ujar Zelo seraya mengecek keadaan jendela tersebut. "Oohh..jendelanya benar-benar rusak. Waegeurayo?"
.
.
Baekhyun berjalan menuju ke pinggir lapangan dan membasuh tangannya dengan air yang mengalir dari keran yang ia buka. Ia memutar kepalanya dan melihat kearah pinggulnya yang tertutup oleh seragam. Dibukanya seragam miliknya sedikit dibagian pinggul sehingga terekspos dengan jelas sebuah luka lebam sebesar telapak tangan disana.
"Haaahhh.." Baekhyun menghela nafas seraya mendongakkan kepalanya menatap ke langit yang cerah siang itu. Kemudian diulurkannya tangannya keatas kepalanya untuk menutupi wajahnya yang terkena sinar matahari.
"Auch.." Baekhyun memegang pinggulnya yang terasa amat perih dan berjalan kembali kekelas sambil berpegangan pada dinding gedung sekolah.
.
.
Tao mengedarkan pandangannya keseluruh arah di dalam gedung sekolah. Ia pun tersenyum ketika mendapati seseorang yang sedang dicarinya.
"Kyungsoo-ah..!" teriak Tao seraya menghampiri Kyungsoo yang baru saja turun dari tangga.
"Bisa ikut aku sebentar?"
Tao kemudian mengajak Kyungsoo ke ruang makan khusus guru yang saat ini sedang kosong. Mereka kini duduk saling berhadapan. Tao menatap tajam kearah Kyungsoo, sedangkan Kyungsoo hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Dimana kau selama pelajaran?" tanya Tao
"A-aku istirahat di UKS."
Tao menyilangkan kedua tangannya. "Jadi selama ini kau bersembunyi disana?"
"Nde?" Kyungsoo memutar bola matanya lalu menganggukan kepalanya tanda bahwa ia membenarkan perkataan Tao.
"Kau pasti merasa sangat kesusahan." Tao sedikit memberikan jeda pada pembicaraannya. "Apakah itu semua karena kejadian rusaknya kaca jendela di lantai 4?"
Dengan takut-takut Kyungsoo menganggukan kepalanya.
"Siapa yang melakukannya? Apa kau melihat orang itu?" tanya Tao dengan tenang.
"I-itu.. aku yang melakukannya.." jawab Kyungsoo
"Kau?!" Tao sangat kaget mendengar penuturan muridnya itu. "Wae?"
.
FLASHBACK ON
.
"Yah..kenapa kau seperti itu padaku?"
Kai masih saja menatap tajam Baekhyun yang tidak melakukan perlawanan sedikitpun.
"Apa kau senang mempermalukanku di depan anak-anak eoh?!" lanjut Kai. "Yak..jawablah..jangan hanya diam saja.."
Kai menggenggam kerah Baekhyun dan menariknya hingga ia berdiri sejajar dengan Kai.
"Yak..katakan.. kenapa kau lakukan itu padaku?!" ujar Kai dengan nada yang sedikit ditinggikan. "Yak..Byun Baek Hyun.. jawablah.. apa kau bisu eoh?!"
Baekhyun masih saja mengunci mulutnya. Dia sama sekali tidak ingin berdebat dengan Kai.
"Asaekki..!" geram Kai.
Karena amarah yang memuncak, Kai pun mendorong Baekhyun hingga tubuh Baekhyun terantuk meja dan jatuh kelantai. Baekhyun pun tidak tahan dengan perlakuan Kai padanya dan akhirnya ia menarik kursi yang ada di dekatnya. Ia mengangkat kursi itu dan mengarahkannya tepat dihadapan Kai.
PRAAAANNNGGG..!
Baekhyun dan Kai menoleh ke samping dan mereka mendapati Kyungsoo berdiri terpaku menghadap kekaca jendela yang rusak karena ulahnya.
"Ck.." Kai mendecakkan lidahnya seraya berlari keluar kelas tanpa menoleh kebelakang dan meninggalkan kedua namja itu dikelas.
Baekhyun melepaskan kursi yang tadinya ingin dia gunakan untuk memukul Kai, lalu berjalan kearah kaca jendela yang rusak dan dilihatnya kursi yang dilayangkan oleh Kyungsoo mendarat di halaman sekolah dengan mulus.
Baekhyun menoleh kearah Kyungsoo dan menatapnya dengan tatapan khawatir. "Pergilah dari sini..!" teriak Baekhyun pada Kyungsoo
Kyungsoo hanya berdiri terpaku sambil memegang tangannya yang bergetar dengan hebatnya
"PALLIIII…!" teriak Baekhyun lebih keras
.
FLASHBACK OFF
.
"Kenapa kau tidak menceritakannya padaku eoh?" tanya Tao pada Kyungsoo yang ada dihadapannya
Kyungsoo menundukkan kepalanya. "A-aku takut kalau aku dipindahkan ke sekolah yang lain. A-aku akan pindah sekolah. Benarkan?!"
Tao memijit pangkal hidungnya. "Kau tidak akan pindah sekolah. Aku akan mengurus semuanya. Kau tidak usah khawatir dan sebaiknya kau kembali kekelas."
Kyungsoo menahan air matanya di pelupuk mata. Ia berdiri dari tempat duduknya lalu membungkuk pada Tao dan pergi meninggalkan Tao yang terlihat sangat mengkhawatirkan muridnya yang satu ini.
.
-EXOBAPINFINITE-
.
Kyungsoo melangkahkan kakinya menuju ke kelas. Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya ketika ia melihat Baekhyun berada di depannya. Baekhyun pun menoleh padanya dan tersenyum pada Kyungsoo. Ia pun memberikan isyarat untuk menutup mulutnya agar tidak memberitahukan kejadian yang telah mereka alami kemarin dan Kyungsoo pun menganggukan kepalanya membuat Baekhyun kembali tersenyum padanya.
KRIIINGGG..!
Terdengar bel berbunyi. Semua siswa masuk kedalam kelas. Begitu pula dengan siswa-siswi kelas 2E. Mereka mengambil posisi duduk dibangku mereka masing-masing.
"Ya..ya..kau tahu? Katanya Kris seonsaengnim akan menjadi guru disekolah kita."
"Benarkah? Kyaaaaa..senangnya.."
"Ne..dia sangat tampan dan juga pintar."
"Ne..katanya..murid-murid yang diajar olehnya pasti lulus di semua universitas terkenal di Korea..gyaaaaa.."
Para yeoja yang ada didalam kelas itu sedang asik membicarakan tentang guru baru yang akan mengajar disekolah mereka.
"Ah..Luhan-ssi..bukannya kau ikut bimbel dengan Kris seonsaengnim?" ujar seorang yeoja
Luhan hanya memutar bola matanya dan kembali sibuk dengan buku-buku miliknya yang tertata rapi diatas meja.
.
GRAAAKKK..!
Terdengar suara pintu bergeser dan muncullah seorang namja tinggi bersurai emas masuk kedalam kelas dan berdiri di depan kelas. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh isi kelas yang terkenal sangat ramai itu.
"Yak..yak..ssshhhhh…" Daehyun memberikan isyarat agar teman-temannya mengurangi suara ribut-ribut mereka.
Ia kemudian menoleh kearah Kris. "Silahkan seonsaengnim."
Kris kembali mengedarkan pandangannya keseluruh isi kelas.
"Dilarang berbicara saat pelajaran. Aku tidak punya banyak waktu untuk menegur kalian untuk diam atau melakukan sesuatu agar kalian bisa diam. Okay, hanya itu saja. Taejang…"
"Chalyeo – attention.. Gye-," ujar Baekhyun
"Kalian tidak perlu melakukannya. Hanya buang-buang waktu saja," potong Kris. "Sampai dimana pelajaran kalian?"
Para siswa terlihat sibuk membolak-balik catatan mereka. Kris yang melihat tingkah laku murid-muridnya itu menghampiri salah satu dari mereka dan merampas catatan dari tangan siswa itu.
"Mulai hari ini kalian tidak perlu membuat rangkuman setelah membaca buku. Pekerjaan ini hanya membuang waktu kalian," ujarnya seraya melempar catatan itu ke tong sampah
"Jawaban selalu berasal dari hal yang ditanyakan. Ketika kamu bisa memecahkan masalah dengan mudah, kau akan mengerti hal yang ditanyakan. Bukan menghafal seluruhnya diotak kalian, karena pasti kalian akan menjawabnya dengan jawaban yang salah. Sepertinya, guru kalian sebelumnya yang mengajarkan hal sia-sia tersebut."
"Tapi seonsaengnim.. Tao seonsaengnim mengajarkannya pada kami seperti itu," ujar seorang yeoja.
"Geurae? Coba kutanya pada kalian sekali lagi.. apakah penting menghafalkan semuanya hanya untuk menjawab beberapa soal yang akan kalian hadapi saat ujian masuk universitas? Tentu saja jawabannya tidak. Jadi-" Kris berhenti menerangkan didepan kelas dan menatap seorang siswa yang bersiap-siap hendak tidur didalam kelas.
"Baekhyun-ah ireona.. Byun Baek Hyun.." bisik Suho seraya mencolek Baekhyun yang dalam posisi kepala disandarkan diatas meja.
Kris menatap tajam kearah namja yang bernama Baekhyun itu. "Apa pelajaranku sangat membosankan?"
"Ani.."
"Lalu kenapa kau ingin tidur didalam kelas?"
"Aku tidak akan masuk ke perguruan tinggi."
"Geurae.. baiklah.. karena aku tidak akan ikut ujian masuk universitas, maka aku boleh tidur dikelas. Jika kalian berpikir seperti apa yang kukatakan, lebih baik kalian keluar dari kelas. Dan jangan pernah mengikuti kelas saya."
Tanpa babibu Kai, Sunggyu dan Woohyun yang duduk dideretan paling belakang segera berdiri dan pergi meninggalkan kelas. Baekhyun pun mengikuti jejak mereka pergi keluar dari kelas.
"Kukatakan pada kalian lagi. Ini kesempatan yang terakhir."
Dengan tatapan heran dari semua siswa, Kyungsoo pun berdiri dari tempat duduknya dan pergi keluar kelas mengikuti jejak Baekhyun.
Baekhyun menoleh kebelakang, kearah Kyungsoo yang kini membuntutinya.
"Rasanya sangat bosan berada di dalam kelas sendirian tanpamu. Kurigoo.. Gumawoo untuk tempo hari." ujar Kyungsoo seraya tersenyum.
Baekhyun pun membalas senyuman Kyungsoo.
"By the way… kenapa kau melempar kursi ke jendela?" ujar Baekhyun
"Itu..karena kau sering menolongku.."
"Haaahhh.." Baekhyun menghela nafas lalu menepuk pundak Kyungsoo
"Lebih baik kita pergi dari sini dan tidur siang..kkaja..!" ujar Baekhyun seraya tersenyum lebar.
Baekhyun mengajak Kyungsoo pergi keatap sekolah mereka dan dengan segera mereka merebahkan diri diatas sebuah meja kayu yang cukup besar.
Kyungsoo menatap ke langit yang berwarna biru cerah itu sambil merasakan angin sepoi yang meniup rambut hitam kelamnya.
"Apa tidak apa-apa? Ini pertama kalinya aku bolos pelajaran," ujar Kyungsoo seraya menatap kearah Baekhyun.
"Aiiigooooo.." Baekhyun menghela nafasnya seraya tersenyum. "Kau murid yang sangat rajin. Tidak pernah terlambat datang kesekolah. Tidak pernah membolos. Apa kau sangat menyukai sekolah ini?" ujar Baekhyun seraya menoleh kearah Kyungsoo
"Eomma sangat menyukaiku masuk sekolah ini." Kyungsoo kembali menatap keatas langit nan biru itu. "Aku sangat suka memakai seragam sekolahku, karena aku akan merasa menjadi seorang siswa, siswa yang normal dari sekolah yang baik. Aku merasa terlindungi oleh seragam yang aku pakai ini. Apakah itu lucu?"
Baekhyun kembali tersenyum karena penuturan Kyungsoo.
.
DING..DANG..DING..DONG..
.
"Haaahhh…sepertinya pelajaran guru itu sudah usai.. kita kembali kekelas.. kkajja.." ajak Baekhyun.
Merekapun akhirnya bangun dari posisi tidur mereka dan berjalan kearah pintu keluar atap sekolah. Tapi tiba-tiba Baekhyun menghentikan langkahnya ketika ia mendengar suara orang yang sedang bercakap-cakap ditangga dekat pintu keluar.
"Kyungsoo.. dia salah seorang siswa dikelas saya." Terdengar samar-samar suara orang bercakap-cakap.
Baekhyun menepuk pundak Kyungsoo sehingga Kyungsoo menghentikan langkahnya dan menoleh kearahnya.
"Sssshhh.." Baekhyun memberikan isyarat agar Kyungsoo tidak mengeluarkan suara.
"Dia punya alasan untuk melempar kursi itu," ujar seorang namja yang ternyata adalah Tao.
"Tapi, bukankah dia selalu berada diperingkat terakhir dikelasnya?" ujar namja yang lainnya yang ternyata adalah Yunho sang kepala sekolah
Baekhyun menoleh kearah Kyungsoo. Didekatinya Kyungsoo dan diraihnya kedua kuping Kyungsoo, menutupnya rapat-rapat dengan kedua tangannya. Terlihat sedikit semburat merah di pipi Kyungsoo karena perlakuan Baekhyun padanya.
Baekhyun berusaha kembali mendengarkan suara samar-samar itu sambil menutup kuping Kyungsoo, karena ia berpikir bahwa lebih baik Kyungsoo tidak mendengarkan pembicaraan kedua namja itu.
"Katakan pada Kyungsoo untuk menyuruh orang tuanya datang kesekolah," ujar Yunho seraya membalikkan badan dan pergi meninggalkan Tao.
"Sajangnim..sajangnim..!" panggil Tao, tapi Yunho tidak menoleh atau membalikkan badannya.
Baekhyun kembali menatap Kyungsoo dan melepaskan tangannya dari kuping Kyungsoo. Kyungsoo hanya bisa menatapnya dengan tatapan heran. "Waegeurae?"
.
-EXOBAPINFINITE-
.
"Ya..ya..ya..apa benar Kyungsoo akan pindah sekolah?"
"Ne..kudengar seperti itu. Tapi entahlah.. alasan dia pindah sekolah tidak ada yang tahu.. sangat mencurigakan.."
"Ya..ya..kudengar dia pindah sekolah karena ingin melindungi seseorang."
"Jeongmal?"
"Hmmm…"
Seperti biasa para yeoja sedang bergosip ria didalam kelas 2E.
"Ya..ya..sebenarnya siapa yang memulai duluan?" ujar Woohyun pada dua orang namja yang ada disamping kanan kirinya.
"Entahlah..kurasa dia.." ujar Sunggyu seraya menunjuk kearah Baekhyun yang sedang tertidur diatas meja dengan dagunya.
"Ya..apa kau tahu sesuatu?" tanya Woohyun pada Kai.
Kai tidak membalas pertanyaan temannya itu dan hanya memutar bola matanya malas sambil mengunyah permen karet.
.
GRAAAKKK..!
.
Tao membuka pintu ruang kelas 2E dan berjalan ke depan kelas, lalu menaruh buku sastranya diatas meja.
"Yeorobun..apa kalian sudah mengerjakan PR puisi yang saya berikan kemarin?"
"Ne..!" teriak seisi kelas
"Geurae?! Ah..Sehun-ah.. coba kau bacakan puisimu.." pinta Tao pada Sehun
Sehun berdiri, lalu mulai membacakan sepenggal puisi yang diperolehnya dari buku yang dipinjamkan Luhan padanya.
"Having many people who are hurt means having many people who are in love."
Sehun membacakan dengan keras puisi miliknya yang disambut dengan sorakkan dari teman-temannya. "Woaaaaa…"
"Puisi yang indah Sehun-ah… Ingin kau tujukan pada siapa puisi itu?" ujar Tao
Sehun hanya terdiam dan merasakan hawa panas dipipinya ketika ia melirik kearah Luhan.
"Puisi ini..untuk orang paling berharga yang ada dihatiku."
Dan sekali lagi seisi kelas bersorak padanya. "Ecieeeeeeeee.."
"Okay..next..hmm.. Yongguk-ah..giliranmu.."
"Ne ssaem.."
Yongguk dengan cepat berdiri dari tempat duduknya.
"Puisi ini.. kutujukan untuk Luhannie.." ujar Yongguk dengan mantap
"Woaaaaaaaaaaaaa…" para siswa kembali bersorak.
.
Neottae mune nae maeum eun gabot ibgo
Ijen naega matseo julge
Ni hwasareun Trouble! Trouble! Trouble!
Nareul no ryeosseo
Neoneun Shoot! Shoot! Shoot!
Naneun hoot! hoot! hoot!
(SNSD – HOOT)
.
Yongguk menyanyikan lagu itu dengan gaya khas GB aslinya, gaya memanah cinta, dihadapan Luhan.
Tao tersenyum geli melihat kelakuan muridnya yang satu ini. "Yongguk-ah..kau bisa membacakan puisimu yang lain besok hari," ujar Tao seraya megisyaratkannya kembali duduk ketempatnya.
"Ya..ssaem..ini juga sebuah puisi. Ini bukti cintaku pada Luhan," ujar Yongguk seraya memberikan tanda hati pada Luhan.
Kembali seisi kelas bersorak dan tertawa karena penuturan Yongguk.
"Okay.." Tao mengedarkan pandangannya dan menangkap sesosok namja yang duduk didekat jendela.
"Baekhyun-ah..giliranmu.."
Mendengar perkataan sang guru, seisi kelas kini menatap Baekhyun yang hanya berdiam diri.
"Apa kau belum menyelesaikan PR puisimu?"
"…"
"Kau tidak ingin melakukannya?"
"…"
"Haaahhh.." Tao menghela nafasnya. "Baiklah..Sampai pelajaran usai..Silahkan berdiri di belakang kelas dan menatap kearah tembok."
Baekhyun berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti perintah dari Tao, berdiri dibelakang kelas sambil memandangi tembok.
"Ja..sekarang giliran.."
.
GRAAAAKKK..!
Yunho masuk kedalam kelas dan diikuti oleh Kyungsoo bersama dengan eomma Kyungsoo, sedangkan teman-teman Kyungsoo melihatnya dengan tatapan heran (?)
Yunho berdiri didepan kelas, lalu tersenyum pada para siswa yang ada disana. "Annyeong yeorobun. Hari ini teman kita Kyungsoo akan mengucapkan salam perpisahan pada kita," ujar Yunho seraya menepuk pundak Kyungsoo.
"Yunho sajangnim.." Tao tidak tahu harus mengatakan apalagi pada sang kepala sekolah untuk membatalkan pemindahan Kyungsoo ke sekolah lain.
Yunho menatap tajam Tao, lalu kembali menatap Kyungsoo. "Ja..beri salam perpisahan pada teman-temanmu..katakan apa yang ingin kau katakana pada teman-temanmu."
Kyungsoo melayangkan pandangannya pada teman-teman sekelasnya yang kini menatapnya dengan tatapan rasa kehilangan seorang teman yang sangat mereka sayangi. Kyungsoo menatap mereka satu per satu dari balik kacamatanya yang tebal dan merasakan pandangannya sedikit kabur karena air mata yang tertahan dimatanya.
"G-gumawoptagoo.. i-itu yang ingin aku katakan." Kyungsoo sedikit menundukkan kepalanya, lalu kembali menatap kearah teman-temannya. "2E…Hwaiting..!" ujar Kyungsoo seraya mengangkat tangan kanannya yang mengepal lalu membungkuk, memberikan hormat pada teman-temannya, lalu memutar badannya hendak pergi keluar kelas.
"It's only pretty if you take a look at it closely."
Sebuah kalimat terucap dari mulut Baekhyun yang masih berdiri menatap tembok.
"You have to look at it for long time to realize that it's lovely. You too are like that."
Tak kuasa menahan emosi yang entah datang dari mana, Baekhyun pun pergi meninggalkan kelas melalui pintu belakang.
Kyungsoo yang mendengar puisi indah yang terucap dari mulut Baekhyun, tersenyum bahagia dan merasa bahwa ia akan pergi dengan hati yang tenang.
Yunho pun keluar dari kelas dan diikuti oleh Kyungsoo dan juga eomma Kyungsoo. Tao memejamkan matanya, memutar otaknya dengan cepat dan ketika ia membuka matanya ia langsung sadar dan mengejar Yunho.
"Chakkammanniyeo..!" teriak Tao menghentikan langkah Yunho, Kyungsoo dan juga eomma Kyungsoo tepat diluar kelas.
"Kyungsoo eomma..kau bisa menolak ini semua.." ujar Tao pada eomma Kyungsoo
"Nde?" eomma kyungsoo terlihat bingung
"Tao seonsaengnim..!" teriak Yunho
"Jika anda tidak menginginkan kepindahan Kyungsoo, maka anda berhak untuk menolak." Lanjut Tao
"Woaaaaaaaaaaaaa…" terdengar teriakkan dari teman-teman Kyungsoo
"Jeongmalyo?" eomma Kyungsoo menatap Yunho
Yunho menganggukkan kepalanya
"Apa anak saya masih boleh bersekolah disini?"
"Ne.."
"Gumawooo sajangnim." Ujar Eomma Kyungsoo seraya meneteskan air matanya
Dan sekali lagi terdengar suara sorak sorai dari teman-teman Kyungsoo.
Tao menatap kearah Kyungsoo dan sedikit merendahkan badannya agar bisa melihat wajahnya. "Besok jangan sampai terlambat ne.." ujar Tao seraya tersenyum yang juga dibalas dengan senyuman dari Kyungsoo.
.
Setelah kejadian itu semua siswa kini kembali masuk kedalam kelas dengan wajah gembira.
"Kamsahabnida sajangnim," ujar Tao pada Yunho. "Itu..surat pengunduran diri.."
"Tidak perlu."
"Ne?"
"Kau tidak perlu mengundurkan diri," ujar Yunho seraya pergi meninggalkan Tao berdiri sendirian dikoridor gedung lantai 4.
"Kamsahabnida sajangnim..!" teriak Tao
.
.
-EXOBAPINFINITE-
.
.
Tao melangkahkan kakinya ke dalam kelas dan mengedarkan pandangan keseluruh ruangan. Disana tidak ada siswa satupun kecuali Baekhyun yang duduk dibangkunya.
"Dimana yang lain eoh? Apa hari ini mereka tidak ingin mengikuti pelajaran tambahanku?" tanya Tao pada Baekhyun
Belum sempat Baekhyun menjawab, Kris masuk kedalam kelas 2E.
"Ada perlu apa Kris seonsaengnim?" tanya Tao pada namja tinggi itu.
"Aku hanya ingin memberitahukan padamu bahwa mulai hari ini aku yang akan mengajar sastra Mandarin sekaligus menjadi wali kelas 2E." ujar Kris seraya tersenyum pada Tao
GLEGAAARRR..
Tao seperti terkena sengatan petir ditengah derasnya hujan.
Kedudukkan ku digantikan oleh namja ini? Aniyeo.. itu tidak mungkin..
Kris mengedarkan pandangannya kedalam kelas. "Kemana perginya mereka semua? Apa mereka tidak senang mengikuti pelajaran tambahanmu?" ujar Kris seraya tersenyum evil pada Tao dan pergi meninggalkan Tao yang berdiri terpaku disana.
Baekhyun pun beranjak dari tempat duduknya hendak pergi ke luar kelas.
"Eoddiga?" tanya Tao yang sudah kembali dari keterpakuannya
Baekhyun menghentikan langkahnya tepat didepan pintu kelas. "Aku akan mengumpulkan anak-anak."
"Yah..bagaimana caranya kau mengumpulkan mereka?"
Baekhyun hanya tersenyum pada sang guru, lalu pergi keluar kelas.
.
Baekhyun memencet beberapa tombol yang tertera dilayar smartphone miliknya.
"Geurae.. Let's fight if you want.. bawa semua orang yang kau punya."
Terdengar Baekhyun sedang berbicara pada seseorang diteleponnya.
"Apa kau ingin mati?" ujar orang yang ada ditelepon
"Aku bilang padamu untuk segera datang kesini.. asaekki yak..!" teriak Baekhyun seraya mematikan ponselnya.
"Haaahhh.." Baekhyun menghela nafas dan bersandar di pintu toilet.
Ia kembali membuka smartphonenya dan mengetik tulisan disana.
[From: Byun Baek Hyun]
[To: Bang Yong Guk]
[Received at 15.15]
[Yongguk-ah.. dimana kalian? Aku akan berkelahi dengan Kim Jong In sekarang. Kalau kau ingin menyaksikannya, datanglah kesini segera]
KLIK..
Dan sedetik kemudian SMS yang ditujukan pada Yongguk terkirim.
.
.
"Yak..yak..yak..sedikit lagi..yak..yak..yak..serang terus..!" teriak Daehyun yang duduk disamping Zelo yang sedang asik bermain game online.
"Serang yang masternya..yak..yak..yak..terus..!" Yongguk juga ikut berteriak disamping Zelo
GREETT..GREETT..PING..
Yongguk mengecek ponselnya yang bergetar dan sontak ia membelalakkan matanya ketika melihat SMS yang masuk diponselnya
"Oohh..DAEBAK..! Yak.. Byun Baek Hyun dan Kim Jong In..mereka akan berkelahi.." teriak Yongguk
"Eh?!" Daehyun dan Zelo menoleh kearah Yongguk
"Jjinjja?"
"Yak..kkaja..kkaja..kkaja..!" teriak Yongguk seraya menyambar tasnya dan pergi keluar tempat game online. Daehyun dan Zelo pun mengikutinya dari belakang.
.
.
GREEKKK…!
"Waseo?! Duduklah..!" sapa Tao pada Suho, Kyungsoo dan Sehun yang datang pertama kali setelah Baekhyun menghubungi mereka.
"Kalian tidak mengikuti pelajaran tambahan dari Kris seonsaengnim?" tanya Tao lagi
"Aniyeo..seonsaengnim..Aku tidak suka cara belajar Kris seonsaengnim yang terlalu memaksakan. That's not my style," ujar Sehun seraya menaruh tasnya diatas meja.
DRAP..DRAP..DRAP..
Yongguk, Daehyun dan Zelo berlarian dikoridor lantai 4 menuju kekelas mereka.
"Yak..Baekhyun-ah..!" Teriak Yongguk setelah ia menjejakkan kaki didalam kelas. "Oohh..mana dia?" ujar Yongguk seraya mencari-cari sosok Baekhyun yang sama sekali tidak ia temukan dikelas itu.
"Apa kalian mencari Baekhyun?!" ujar Tao yang berdiri dibelakang mereka.
"Ssaem.." ketiga namja itu kaget melihat Tao ada dibelakang mereka.
Tao menyodorkan beberapa lembar kertas kepada mereka bertiga. "Duduklah..kerjakan soal ini.."
Dan dengan langkah gontai, ketiga namja itu mengambil posisi duduk mereka.
GRAAAKKK..!
Sekarang giliran Kai, Sunggyu dan Woohyun yang membuka pintu kelas.
"Waseo?! Duduklah.." ujar Tao pada ketiga namja itu.
Kai mengedarkan pandangannya kedalam kelas dan mencari sosok Baekhyun. Tapi sayangnya, Baekhyun tidak terlihat berada didalam kelas.
"Ck.." Kai mendecakkan lidahnya dan membalikkan badannya hendak pergi dari ruangan tersebut.
Tapi langkah kaki Kai berhenti seketika itu juga setelah ia mendapati Baekhyun berdiri di antar pintu kelas dan menghalanginya untuk keluar kelas.
"Apa-apaan lelucon ini," ujar Kai dengan tatapan tajam kearah Baekhyun
"Aku akan meladenimu sepulang sekolah," balas Baekhyun seraya tersenyum pada Kai.
Kai memutar bola matanya malas dan melangkahkan kakinya kembali yang sempat terhenti.
"Wae? Apa kau ingin lari dariku?" sindir Baekhyun
Kai mengangkat alisnya dan menoleh kearah Baekhyun, manatapnya dengan tatapan kesal. Sedetik kemudian ia memutar badannya dan duduk dibangku miliknya. Baekhyun pun melangkahkan kakinya menuju kearah bangku miliknya dengan senyuman yang terukir dibibirnya.
GRAAAKKK..!
Siswa yang ada dikelas itu menoleh kearah pintu kelas dan mendapati seorang namja cantik berdiri disana. Namja itu mengendarkan pandangannya, lalu membungkukkan badannya pada Tao.
"Mianhae ssaem.. Aku telat.." ujar namja itu.
"Duduklah," ujar Tao seraya tersenyum.
"Woaaaaaaaa..Luhannie..kau juga ikut kelas tambahan?! Yuhuuu.." sorak Yongguk
"Yak..kukira kau akan ikut pelajaran tambahan dari Kris seonsaengnim.." ujar Sehun pada Luhan
"Ani.." balas Luhan yang masih sibuk mengeluarkan buku-bukunya.
.
.
Tao membalikkan badannya dan menulis sesuatu di papan tulis.
'My dream is _'
Itulah yang tertulis dipapan tulis.
Sehun mengangkat tangannya keatas. "Geureom.. ssaem.. apa cita-citamu?"
"Na? Aku ingin menjadi seorang guru.." ujar Tao mantap.
"Woaaaaaaa…" Pernyataan Tao mengundang sorakkan dari para siswa yang ada disana.
"Jadi, cita-cita anda sudah terpenuhi?" ujar Daehyun
"Bisa dibilang seperti itu," ujar Tao seraya tersenyum lebar. "Jadi, ku harap kalian juga memiliki sebuah cita-cita. Dan PR kalian..tuliskanlah cita-cita kalian dengan bahasa yang indah."
DING DONG DING DONG
Terdengar suara bel yang menandakan pelajaraan telah usai. Luhan membereskan dengan cepat buku-buku yang berserakkan diatas meja dan memasukkannya dengan rapi kedalam ranselnya.
"Kau mau kemana?" ujar Sehun pada Luhan
"Aku ingin keperpustakaan. Galke," ujar Luhan seraya menenteng ranselnya dan pergi meninggalkan Sehun
"Haaahhh..kenapa dia selalu saja pergi ketempat yang paling aku benci.." gumam Sehun.
.
GRAAAKKK…!
Kai berdiri dari tempat duduknya dan menggeser bangku yang menghalanginya dengan kasar. Ia berdiri disebelah Baekhyun, lalu mencengkram erat kerah milik Baekhyun dan menariknya hingga membuat Baekhyun berdiri dari kursinya.
"Kita lakukan lain kali saja.." ujar Baekhyun seraya tersenyum pada Kai
"Lain kali? Kau pikir aku bodoh hah?!" Kai memberikan death glare-nya. "Lain kali? Kapan?"
"Itu..saat tidak ada guru disekitar kita.." jelas Baekhyun
"Geureom..kita lakukan ditempat dimana tidak akan ada guru yang melihat kita.." ujar Kai seraya tersenyum evil.
Kai pun membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya keluar kelas. Sementara Sunggyu dan Woohyun sedikit mendorong Baekhyun keluar kelas untuk mengikuti jejak Kai.
"Oh, shit!" Sehun berusaha mengejar keempat namja yang baru saja keluar dari kelas.
"Yak..Byun Baek Hyun..berhenti..! Jangan ikuti mereka!" teriak Sehun seraya menghentikan langkah Baekhyun tepat dianak tangga menuju keatap sekolah.
Sunggyu menarik lengan Sehun dan mendorongnya hingga terjatuh dari tangga. Tapi untungnya disitu ada Daehyun, Zelo, Yongguk dan juga Suho yang menolong Sehun sehingga ia tidak sampai terbentur lantai.
"Gwenchana?" ujar Suho pada Sehun
"Ne..tapi..Baekhyun-ah.." Sehun menatap pintu menuju keatap sekolah telah tertutup rapat.
"Aish.." Sehun kembali berlari menelusuri anak tangga, lalu menggedor-gedor pintu menuju atap sekolah. "Yak..Kim Jong In..buka pintunya..!" teriak Sehun
"Ottokaji?!" ujar Suho yang berdiri disamping Sehun.
"Yak..cepat panggil Tao seonsaengnim..!" teriak Sehun
"A-araseo.." ujar Suho seraya berlari tergesa-gesa menuju ruang guru.
Sesampainya diruang guru, Suho pun segera menghampiri Tao yang sedang membolak-balik berkas.
"Ssaem.."
Tao menoleh kearah anak didiknya itu. "Wae?!"
"Baekhyun dan Kai.. mereka berkelahi diatap sekolah.."
"MWORAGOO?!"
.
.
TBC or END?
.
.
Waaaaaaaaaaaaa…apa-apaan nih part 2 nya.. #acak2 rambut
Mianhae..klo EYD dan alurnya awut-awutan..bingung mo nulis kaya gimana..
Trus ni pairingnya belum rada kelihatan..mianhae.. #BOW
Yang penting RCL ne..
Awas klo ga review..ku suruh Kris datang buat nyipok kalian semua.. tapi pake apinya dragonnie..hha #disembur api sama dragonnie #disate rame2 sama readernim
Buat yang uda pada review..mianhae..ane ga bisa bales satu per satu karena lagi sibuk kuliah #alesan banget..
Yang penting KAMSAHABNIDA buat yang uda pada review ne.. #BOW
Salam kecup hangat dari author terkece sejagat raya.. #PLAAAAKKK
Pay..pay..^.^P
