DISCLAIMER: ATLUS…

~Playfully Lethal~

By: MaedaHikari, darktwilight14, and Darkmoonslayer325.

Summary: para cast Investigation Team dan SEES terjebak di sebuah game aneh! Apalagi salah satu aturannya yaitu mereka harus saling bunuh supaya bisa bertahan hidup. Saat sedang panik paniknya, mereka bertemu 3 orang persona users lainnya. Plis R&R! jangan ngeflame kalo nggak membangun.

A three people collaboration fic… Warning: OC ama OOC.

Chapter 1 : The Invitation

-Inaba-

seorang laki laki berambut abu abu memasuki Junes Foodcourt, mencoba untuk menyeimbangkan diri dengan beberapa alat pelindung yang agak berat dibalik seragamnya. Mata abu-abunya berkeliling mencari sosok yang ia cari. Akhirnya tatapannya berhenti di sebuah gerombolan remaja yang duduk agak dekat dengan sebuah kios daging. Ia melambaikan tangannya begitu melihat seorang laki laki berheadphone meliriknya.

"Yo! Souji! Akhirnya kau dateng juga!" Yosuke Hanamura tersenyum bersahabat sambil berdiri menepuk punggung temannya itu. Souji Seta tersenyum membalas senyuman Yosuke. Lalu matanya mengarah pada kelompok dihadapannya.

"Yoi! Souji-kun!" Chie Satonaka berseru dengan energetiknya.

"Selamat Siang, Seta-kun." Sapa Yukiko Amagi dengan lembutnya.

"Senpai!" Kanji Tatsumi melambaikan tangannya sambil tersenyum senang.

"Senseiiii!" Teddie ikut melambaikan tangannya, lebih energetik dari Chie.

"Ah. Selamat siang, Souji-senpai." Naoto Shirogane mengangkat topinya sedikit sambil mengangguk.

Souji membalas sapaan, senyuman, dan lambaian mereka dengan senang seraya menarik keluar bangku dari mejanya. "Hari ini jadi ke TV World?". Semuanya pun mengangguk mantap. Tetapi tiba tiba ia menyadari sesuatu, sesuatu yang hilang.

"Dimana Rise?" tanya Souji sambil menyeruput sedikit isi minuman Yosuke, yang langsung ditarik kembali oleh pemiliknya.

Para Investigation Team mengangkat bahu. "….Kami tidak tahu. Aku sudah coba meneleponnya tapi jalurnya sibuk. Mungkin dia akan sedikit terlambat." Jawab Yukiko panjang lebar. Souji mengangguk tanda ia mengerti.

"Apa boleh buat. Kita harus menunggunya."

Tanpa sepengetahuan mereka, di lift sudah terlihat seorang wanita muda berlari-lari heboh menuju kearah mereka.

Rise Kujikawa, si penyanyi brunette tiba tiba menyerbu Souji dari belakang, membuatnya terjungkal dari kursi dan terjatuh ke lantai yang keras."SENPAIIIIIII!" Mata para anggota IT sempat membelalak sebelum membantu Souji bangun. Pandangan semua orang di foodcourt langsung mengarah pada mereka akibat keributan yang mereka sebabkan.

"R-Rise? Dari mana saja kau?" Souji tergagap seraya membersihkan pakaian dan rambutnya yang terkena debu.

Rise Kujikawa melompat lompat girang sebelum mengacungkan sebuah brosur tepat didepan muka Souji. "Baca deh. Senpai pasti seneng." Rise memberikan senyuman misterius sekaligus senyuman cerianya yang seperti biasa. Souji langsung menarik brosur itu dari tangan Rise, sementara Chie dan Kanji menegur Rise.

"Kenapa kau bisa telat? Waktu janjian kita kan jam 5!" Chie menegurnya sambil berkacak pinggang. Rise tiba tiba melompat lompat semakin sering dan bertepuk tangan senang.

"Mantan produserku menelpon. Katanya ada tawaran ikut kontes seru baru dari teman produsernya. Semua info nya ada di brosur itu. Aku agak telat karna nyari tempat buat ngeprint brosur itu." Jelas Rise. Seketika seluruh pandangan IT mengarah ke brosur yang berada di tangan Souji.

"…Kontes?" Souji terbata bata. Rise mengangguk ceria.

"Bagaimana? Mau ikut tidak?" tanya si mantan idol senang.

"Yah ,membahasnya jangan sekarang. Kan kita mau ke TV World habis ini, iya kan Souji-kun?" tanya Chie. Tapi Souji masih mengarahkan pandangannya ke brosur ditangannya tersebut

"Hnn…memang game nya tentang apa?" tanya Souji tanpa menghiraukan Chie. Yang dicuekin cuma bisa manyun.

"lah. Malah dikacangin …PEANUTTTT" gerutu Chie dalam hati. Tapi mau menggerutu apapun juga ngga akan ada yang tau.

"ini game tentang…mencari jejak gitu." Rise langsung menunjuk kearah petunjuk di brosurnya. "Nanti kita akan disuruh mencari petunjuk untuk keluar dari maze yang ada didalam gedung gitu. Katanya permainan ini hanya bisa dimainkan oleh anak-anak seperti kita!"

"Orang orang yang dari Port Island sama Tokyo sih belum ada yang merespons. Kalo ada senpai sama Naoto-kun pasti kita menang! Top dah! Wedeh!" Rise mengacungkan kedua jempolnya sambil berkedip ala iklan. Semua anggota IT langsung sweatdropped.

"hmmm…" Yosuke mencubit cubit dagunya seperti gaya detektif. "hadiahnya apa saja?"

Kanji langsung menjitak kepala senpainya itu tanpa ampun. Yosuke yang sama sekali tidak menyangka serangan itu akan datang langsung memegang kepalanya yang kena bogem mentah Kanji sambil meringis. Semua anggota IT sekali lagi sweatdrop

"APAAN SIH GEPLAK GEPLAK?" marah Yosuke. Kanji memasang pose kemenangannya.

"Senpai, kalo ada semacam pertandingan itu nggak boleh mikirin hadiahnya. Justru kita harus mikirin semangatnya pas lagi main. Kan seru tuh maze maze kea gitu." Ceramah Kanji sok bijak. Semua orang makin sweatdropped.

"S-Sudah lah…" Naoto mencoba menengahi. "Hadiahnya gede kok senpai. Sekitar 1.000.000 yen gitu."

Mendengar itu, wajah Yosuke yang tadinya menahan tangis langsung berubah menjadi cerah seketika.

"DEMIAPA 1.000.00 YEN?" Yosuke langsung merebut brosur itu dari tangan Souji. Ketika ia melihat jumlah hadiahnya, ia langsung membayangkan dirinya naik Porsche (dengan catatan : KALO DAPET) berkeliling Inaba. Tapi dalam hitungan detik, Chie memecahkan gelembung harapan Yosuke.

"don't get your hopes up, Yosuke." Tiba tiba Chie memotong. "kita masih banyak kerjaan. The killer won't apprehend himself, y'know."

Seketika itu, Yosuke manyun

"Aaaaaaah Chie! Kan kemaren kita udah kesana. Jangan kerajingan. Sekali sekali kita butuh penyegaran dong. Apa tuh namanya. Refreshing." Yosuke memohon, hampir berlutut gaya Romeo.

"iya senpai! Sekali ini ajaaaaa" Rise mencoba membujuk Chie dengan jurus 'puppy dog face' nya.

"Hmm , gimana menurutmu, Yukiko?" tanya Chie.

"Yaaa…aku sih lumayan suka menonton kontes semacam ini." Jawab Yukiko. Chie akhirnya menghela nafas.

"Oke oke…kita pergi." Ujar Chie. Semuanya langsung bersorak.

"Hore! , yasudah sekarang aku telpon sutradaraku dulu!" Rise langsung mengambil handphonenya. Yosuke yang paling senang langsung lompat lompat.

"Oke deh! Karena ini worth buat pesta, kalian gue traktir di Junes! Sepuasnya!" seru Yosuke kebablasan. Chie yang tadinya diam langsung ikut sorak sorak.

"Yey! Yosuke, beliin gue daging yang banyak!" pinta Chie.

"Ayo!"

"Yosuke-senpai! Beliiin gue boneka Jack Frost!" pinta Kanji. Yosuke sweatdropped sambil mengangguk.

"Yosuke-kun! Beliin aku fried tofu!" seru Yukiko girang.

"Apapun buat mai lovely Yukiko!" balas Yosuke yang disambut jitakan Chie.

"Yosuke! Beliin Teddie baju baru!" pinta Teddie. Yosuke mengangguk. Tiba tiba Rise memotong.

"Kalo gitu, kita masak buat pesta aja yok!" seru Rise.

Yosuke langsung berhenti lompat lompat, Souji bengong kearah Rise sampai tidak menyadari selebarannya nyaris terbawa angin.

"Ma-ma-masak?" tanya Souji gagap.

"Benar juga tuh! Aku sudah lama nggak masak!" seru Chie. Yukiko juga mengangguk.

"Ayo kita bikin masakan spesial!" seru Rise. Souji, Kanji, dan Yosuke langsung menelan ludah.

"Ini mah namanya mati sebelum perang!" batin mereka.

-Meanwhile at Iwatodai Dorm, Tatsumi Port Island…-

"Kontes?" tanya Yukari Takeba , kapten archery club dan anak populer di Gekkoukan High School

"Iya , aku diberitahu oleh Hidetoshi-san kalo grup SEES bisa mengikuti game show" kata Fuuka Yamagishi , cewek yang paling (halus?) dari semua anggota SEES

"Kenapa kita diajak untuk ikut?" tanya Ken Amada, anak SMP yang juga salah satu anggota SEES.

"Dari semua murid Gekkoukan High School , batas akademik anggota SEES paling tinggi sebab salah satu sutradara mengajak untuk mengikuti kontes di Tokyo , itu katanya Hidetoshi-san" jelas Fuuka

"Hah! Akademik paling tinggi? Gak mungkin! Udah tau nilainya si Stupei jeblok gitu!" ujar Yukari dengan suara keras

"Hiks , Yuka-tan , jahat banget sih." kata Stupei, eh Junpei menangis tersedu

"Kenapa si Iori?" tanya Akihiko yang baru datang.

"Selamat datang Akihiko-san , Mitsuru-san , apakah sudah dengar bahwa anggota SEES telah diundang untuk mengikuti game show?" sapa Aigis

"Sepertinya sudah dikasih tahu Odagiri pada waktu pertemuan OSIS" sahut Mitsuru

"Katanya show ini mencari jejak dari maze gitu" kata Akihiko.

"Kita pasti bisa menang dong! Fuuka kan pintar membuat strategi" ujar Yukari

"Ah, Yukari-san…" balas Fuuka tersapu sapu…eh tersipu sipu.

"Wes , kita udah pantas menang!" kata Junpei dengan senang, membayangkan ia naik Lamborghini dan dikelilingi cewek cewek nan seksi (kalo mereka mau)

"Kalian energetik sekali ya? Aku juga akan ikut deh." tambah Mitsuru. Akihiko menoleh kearah Shinjiro.

"Bagaimana., Shinji?" tanya Akihiko kepada sahabat karibnya.

"Kayak gue punya pilihan…" jawab Shinjiro cuek.

"Oke deh…Shinjiro-senpai setuju, gue juga setuju!" putus Yukari. Semuanya bersorak senang. Minato dan Kaori yang lagi autis dengan IPod mereka ikut 'thumbs up'.

"Disana ada makanan kan?" tanya Kaori. Semua orang kecuali Minato dan Aigis sweatdropped.

"Duh, Kaori…kamu ini pikirinnya makanan mulu." Gerutu Mitsuru. Semua orang tertawa lagi.

Old Storage, Tokyo. 15.30 PM-

Para anggota Investigation Team sampai di lokasi syuting. Ter

"wow…tempat syutingnya luas, kuma…" Teddie menatap gudang tua yang lumayan luas itu dengan kagum

"ah, dasar udik lu." Ejek Yosuke.

"gue juga belom pernah liat tempat seluas ini…kecuali di dalem TV." Sahut Chie.

"ah, sepertinya ini gudang untuk penyimpanan makanan ya…" ujar Naoto tiba tiba.

"ukh. Pantes bau daging busuk…" balas Kanji sambil menutup hidung.

"Kanji-kun terlalu peka. Rise-chi aja—HOEKK! BAU APAAN INI?" seru Rise begitu keluar dari mobilnya. Ia langsung batuk batuk.

"Rise-chan juga kok." Ujar Yukiko. Chie sweatdropped.

"uh…Yukiko, lo ngga enek nyium bau beginian?" tanya Chie. Yukiko menggeleng polos.

"ngga kok. Aku udah biasa nyium bau daging busuk." Jawab Yukiko. Tiba tiba 11 orang yang menurut para Investigation Team adalah kontestannya datang.

"uh. Bau banget sih." Gerutu Yukari.

"tau nih. Aku juga nggak tahan…" tambah Fuuka.

"bau nya kayak bau kamar Iori ya?" tanya Mitsuru tiba tiba. Wajah Junpei memerah.

"ng-ngga kok! Nggak begitu!" protes Junpei. Kaori, Akihiko, dan Ken tertawa.

"masa sih, Stupei? Bukannya lebih parah ya?" ejek Yukari.

"Yuka-tan jahat!" Junpei ngambek. Para Investigation team sweatdropped berat.

"itu…lawan kita di game ini?" tanya Souji sweatdropped. Rise mengangguk.

"ka-kayaknya iya sih, senpai…"

Tiba tiba tawa Yukiko meledak. Para Investigation Team dan SEES langsung kaget.

"! KE-KEPALANYA KINCLONG BANGET!GYAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHA !" tawa Yukiko. Semua orang sweatdropped.

"bujubuset! Siapa tuh yang ketawanya kayak Kuntilanak?" tanya Akihiko sambil sweatdropped. Sementara wajah Junpei tambah memerah. Yukari ngakak, Fuuka menahan tawa, sisanya sweatdropped.

"umm…cuekin aja ya. Dia buronan RSJ." Jawab Chie. Yukiko makin menjadi jadi.

"! B-BURONAN RSJ!". Kanji mulai stress.

"KUPING. GUA. BUDEK!" Kanji langsung mojok dan menutup telinganya, Saat Souji sedang sweatdrop sweatdropnya, tiba tiba Mitsuru mengulurkan tangan.

"aku Mitsuru Kirijo. Salam kenal." Sapa Mitsuru. Souji tersenyum gugup.

"o-oh. Aku Souji Seta. Salam kenal juga!" balas Souji. Chie pun ikut berkenalan.

"aku Chie Satonaka!"

"a-aku Yosuke Hanamura…" Yosuke nervous

"Yu-Yukiko Amagi…snrk.." Yukiko berusaha menahan tawa.

"yo. Gue Kanji Tatsumi." Sapa Kanji tanpa rasa formal

"Naoto Shirogane, senang berkenalan dengan anda." Sahut Naoto sambil mengangkat topinya.

"Teddie!" seru Teddie.

"dan aku Rise Kujikawa!" salam Rise. Junpei tiba tiba nervous.

"Ku-Kujikawa? Lo Risette kan?" tanya Junpei. Rise mengangguk. Mitsuru pun sedikit terkejut mendengar nama keluarga Souji.

"ah, kamu pewaris perusahaan Seta ya? Aku kenal dengan ayah mu lho." Ujar Mitsuru. Souji tersenyum.

"oh ya, aku belum mengenalkan teman temanku kepada kamu." Mitsuru memberi sinyal.

"Minato…hoahmm…Arisato." Ucap Minato sambil menguap.

"Kaori Nagisa! Senang bertemu dengan kalian!" seru Kaori energetik.

"aku Yukari Takeba!" sahut Yukari sambil tersenyum.

"Fu-Fuuka Yamagishi…" ucap Fuuka malu malu.

"Ken Amada."

"Akihiko Sanada," tambah Akihiko.

"Shinjiro Aragaki." Sahut Shinjiro tanpa menoleh kearah Investigation Team

"Aigis. Senang bertemu dengan kalian." Ujar Aigis dengan nada yang agak agak kaku.

"Junpei Iori, AKU CINTAAAAAA KETEMU AMA RISETTE!" seru Junpei. Semua orang sweatdropped. Yukari menjitak kepala Junpei.

"idih! Stupei! Jangan norak begitu!" marah Yukari.

"kan gue cuma nyapa, Yuka-tan!" protes Stupei…eh Junpei tidak terima.

"JANGAN NORAK BEGITU!" seru Yukari tambah marah. Semua anggota IT sweatdropped.

"u-uh…jadi kalian kontestan game ini juga?" tanya Souji mengalihkan topik. Mitsuru mengangguk,

"ya…kami diajak oleh mantan anggota OSIS kami." Jawab Mitsuru.

"mantan? Emang kalian kelas berapa?" tanya Yosuke.

"kuliah…." Jawab Fuuka. Semua IT menganga.

"k-kuliah?" tanya Rise tak percaya. Junpei yang kekanak kanakan begitu ternyata sudah kuliah?

Saat Rise mau bertanya lagi, seorang laki laki separuh baya datang kearah mereka.

"permisi…kalian kah kontestan game show terbaru ini?" tanya laki laki itu. Souji dan Mitsuru mengangguk.

"kalau begitu, kehadiran anda semua ditunggu di dalam gudang tersebut. Silahkan masuk." Ujar laki laki itu. Mereka berjalan memasuki gudang itu.

"okelah. Pokoknya setelah kita semua menginjakkan kaki di gudang ini, kita rival ya." canda Souji.