Sepenuh Hati
Ikatan ini adalah ikatan cinta
Percayalah...
Demi kalian yang kucintai, menelan racun dunia pun akan kulakukan
Aku bersumpah...
Demi senyum bahagia untuk kita
Akan kutebas habis apapun yang bernama derita
Dan kubangun istana tempat kita meniti masa
(Pre-Chap)
ChanBaek
Sama-sama tumbuh sebatang kara tanpa keluarga dan orang tua, hanya satu dari sekian banyak alasan Chanyoel jatuh hati pada Baekhyun.
Sama-sama memiliki mimpi bisa membentuk keluarga kecil utuh bahagia yang saling menyayangi juga adalah alasan lainnya.
Sejak pertama kali bertemu, saling jatuh cinta dan akhirnya memutuskan untuk menjani hidup bersama, Chanyoel dan Baekhyun sepakat dalam istana bahagia mereka kelak, persoalan mencintai keluarga adalah hal yang utama. Karir, cita-cita, dan kekayaan. Semua itu hanya buah penghargaan, dan bukanlah sebuah tujuan.
Kebahagian hidup artinya keluarga yang utuh dan saling menyayangi. Itulah yang mereka sebut hidup.
Bermodalkan keyakinan itu, Chanyoel yang semula bekerja sebagai seorang pegawai pemerintahan kemudian memilih berhenti. Dengan tabungan yang di punya, dia membawa Baekhyun sang istri untuk memulai membangun istana yang mereka impikan, pindah kesebuah rumah sederhana di desa kecil juga sepetak kebun buah-buahan lokal, juga beberapa ekor sapi perah untuk menghidupi "keluarga" mereka.
Di tahun-tahun pertama, semua berjalan sebagaimana yang mereka harapkan. Mereka bahagia, perkebunan dan sapi perah menghasilkan lebih dari yang mereka harapkan. Penduduk sekitar juga menghormati kedudukan Chanyoel yang pada saat itu satu-satunya sarjana yang ada di sana, jadilah dia sebagai orang yang selalu di mintai pendapatnya dalam setiap pertemuan warga. Terlebih, keberadaan Chanyoel juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi para pemuda di perkebunan dan peternakannya.
Chanyoel dan Baekhyun terkenal sebagai pasangan yang sama-sama berhati mulia. Maka tak ada yang heran ketika mereka membawa seorang wanita tua sebatang kara di desa itu untuk mereka rawat dan perlakukan sebagai ibu di rumah mereka. Namanya nenek Han.
Kehidupan mereka lebih dari kata bahagia. Apalagi kemudian Baekhyun hamil, buah hati pertama mereka. Nyaris lengkap rasanya impian itu.
Hingga kemudian, topan besar nyaris merobohkan istana impian itu. Chanyoel ditipu oleh orang jahat yang berkedok teman. Datang mengaku dicekik kesusahan dan butuh pertolongan. Meminjam dana dalam jumlah yang sangat besar, kemudian bilang akan mengembalikan dalam beberapa hari. Chanyoel yang memang pada dasarnya berhati baik tidak akan pernah sampai hati menolak membantu. Maka dikumpulkannya simpanan yang ada. Dana yang seharusnya untuk menggaji pegawai, tabungan bagi persalinan sang istri, semua di serahkan sepenuhnya. Baekhyun yang sebenarnya saat itu sedikit keberatan akhirnya hanya diam menyaksikan yang dilakukan suaminya dibalik tebok ruang tengah sambil mengelus kandungannya yang semakin besar.
Dua hari setelah kepergian sang teman rumah Chanyoel disambangi beberapa polisi dari kota. Mencari sang temen yang ternyata buronan, telah menipu dan membawa lari uang dari banyak orang. Chanyoel pun terhenyak, bersamaan dengan itu terdengar suara jatuh yang begitu keras juga suara istrinya yang menjerit kesakitan. Hampir-hampir Chanyoel tidak mampu bergerak, menyaksikan Baekhyung tergeletak dilantai dan bersimbah darah di bagian bawah tubuhnya. Tubuhnya yang seharusnya cukup kuat untuk mengangkat sang istri jadi lemah tak berdaya, tak tahu harus melakukan apa. Untungnya para polisi yang masih di sana menolong membawa Baekhyung ke klinik.
Sepenuh Hati
Uangnya dibawa lari, istrinya melahirkan premateur. Dan ternyata belum berakhir sampai di situ.
"Tangan kanannya tidak akan bisa berfungsi dengan baik, tuan. Benturan yang terjadi cukup keras."
Laksana kiamat, Chanyeol merasa bumi yang dipijaknya telah runtuh seiring dengan kalimat terakhir dokter yang menangani persalinan Baekhyun. Memberitahukan bahwa bayi yang dilahirkan istrinya lumpuh tangan kanannya. Anaknya, buah hatinya, kesayangannya... cacat.
Dia menangis... mengacak kasar rambutnya sendiri. Menyalahkan dirinya yang gagal menjaga keluarganya. Chanyoel merasa hancur, tak berguna, dan hilang sudah kekuatannya. Dia teledor, lalai padahal hari Baekhyun sudah memperingatinya untuk tak menyerahkan semua uangnya, pada hari awal segala prahara ini terjadi. Tapi Chanyoel memang bodoh. Dia tak mendengarkan saran istrinya, jiki anaknya cacat itu karena kesalahanya. Baekhyun jatuh setelah mendengar kabar yang dikatakan polisi. Semua ini salah Chanyoel.
Chanyoel tenggelam dalam kekecewaannya, frustasi hingga menangis keras seorang diri. Memukuli dadanya yang sesak oleh rasa bersalah dan keputusasaan. Dia merubuhkan istana impian mereka dengan kedua tangannya sendiri.
Kemudian sebuah tangan menyentuh pundaknya.
"Anakku."
Nenek Han di sana, Chanyoel hampir melupakan keberadaan wanita tua yang sudah dia anggap ibunya itu. Setelah mengangkat kepalanya, serta merta Chanyoel memeluk dan menghamburkan diri. Menumpahkan tangisnya, menyandarkan kepalanya yang penuh beban rasa bersalah di bahu sang ibu. Nenek Han pun mengelus punggungnya dengan penuh kasih. Mengerti sepenuhnya apa yang dirasakan Chanyoel tanpa dia mengatakan sepatah kata pun.
"Tidak ada orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, nak. Musibah itu, seberat apa dia menimpamu berarti kau memang kuat untuk memanggulnya." suara serak tua itu berucap lembut menasehati. Tangan keriput itu menangkup wajah basah Chanyoel dan mengangkatnya agar mereka bersitatap.
"Yang berlalu, letakkanlah dibelakangmu. Sekarang angkat kepalamu, Chanyoel! Istri dan anakmu menunggu, hidupmu bukan cuma milikmu, nak. Kokohlah sebagai kepala keluarga, lindungi mereka lebih dari yang sebelumnya."
Sorot yang tampak lemah dan tua, namun tajam penuh dukungan. Chanyoel terdiam lama memikirkan itu semua, membenarkannya. Ingatan-ingatan saat pertama bertemu Baekhyun berkelebat dipikirannya. Ratusan ucapan cinta, janji untuk membahagiakan Baekhyun serta keluarga yang akan mereka bina... semua itu menunggu untuk dibuktikan, dan dengan perlahan namun pasti tekadnya kembali utuh.. Selanjutnya Chanyoel mengagguk mantap. Meneguhkan hatinya menemui istri yang kini mungkin sedang menunggunya.
Sepenuh Hati
Saat Chanyeol menemui Baekhyun di ruang rawat, istrinya itu ternyata sedang tersedu sendirian. Begitu Baekhyun melihatnya, tangis wanita itu malah lebih keras. Chanyoel bergegas memeluknya, mengelus punggung si istri seperti yang tadi dilakukan nenek Han padanya. Baekhyun pun juga memeluknya erat, sangat erat hingga Chanyoel bisa merasakan kemeja yang dipakainya sedang diremas tangan mungil sang istri.
"Maaf. Aku tak becus menjaganya. Maafkan aku, Chanyoel. Anak kita..." Baekyhun bertutur dengan susah payah, dia sesegukan namun masih bersikeras ingin mengatakan seseuatu. Maka Chanyoel memotong ucapan itu sebelum Baekhyun selesai. Tak tega rasanya dia melihat Baekhyun seperti ini.
"Ssssh...anak kita sangat tampan, Harusnya aku yang bilang terima kasih, sayang. Kenapa malah kau yang minta maaf?"
Baekhyun melepas paksa pelukan mereka dan menatapnya tak percaya. Chanyoel memberinya senyuman hangat juga elusan sayang diwajah lelah sang istri. Kasihan... istrinya pasti kehilangan banyak kekuatan untuk melahirkan.
"Chanyoel, dia..."
"Aku tahu. Tidak apa-apa, Baek. Aku tak melihat perbedaannya, dia tetap anak kita. Kita menyayanginya, dan akan membesarkannya dengan cinta yang banyak. Bukankah itu impian kita?"
"Kau tidak kecewa?"
Chanyoel menggeleng, tangannya meraih tangan mungil milik Baekhyun dan mengecupnya khidmat. Megatakan kata-kata indah yang membuat Baekhyun perlahan tersenyum. Mengenang kembali impian-impian yang mereka rajut dulu. Berjanji bahwa yang telah terjadi tak akan menggilas habis semua bangunan istana impian itu, justru sebaliknya Chanyoel akan lebih bekerja keras dari sebelumnya untuk membangunnya kembali, dia meminta agar sang istri mempercayainya. Baekhyun mengangguk percaya. Apapun yang dijanjikan Chanyoel, dia yakin suaminya itu pasti akan menepatinya.
Akhirnya malam itu Baekhyun pikir dia akan bisa tertidur nyenyak, mengistirahatkan dirinya dari proses persalinan yang tadinya sangat menguras tenaganya. Belum lagi dia harus menyusui juga setiap dua jam sekali.
Sebelum terlelap, sambil berbaring Baekhyun menatapi wajah suaminya yang terlelap lebih dahulu si sofa tak jauh darinya, tersenyum mengingat wajah tegang si suami saat menggedong bayi mereka untuk pertama kalinya tadi siang. Lucu sekali ketika mendengar suaminya langsung panik begitu sang bayi menangis padahal baru sebentar di gendong. Chanyoel memekik menyalahkan dirinya karena membuat anaknya menangis. Baekhyun tertawa, namun hatinya juga menghangat. Akhirnya, Chanyoel hanya diam menonton ketika si bayi disusui.
"Namjoon." desis Baekhyun, kemudian dia tersenyum lagi.
Itu nama anak mereka. Chanyoel yang memberikannya setelah berkelakar bahwa anak kedua nantinya Yoongi, dan anak ke tiga Taehyung. Mereka sama-sama tertawa. Konyol membayangkan punya anak kedua bahkan ketiga, sementara anak pertama saja baru lahir beberapa jam yang lalu.
SEPENUH HATI
Kini telah hampir tiga puluh tahun berlalu. Semua apa yang mereka impikan benar-benar mampu mereka raih. Usahanya Chanyoel berkembang pesat bahkan mampu membangun desa kecil itu menjadi sebuah kota industri perkebunan dan peternakn yang banyak mendatangkan keuntungan bahkan bagi negara. Kini Chanyoel merupan satu dari sepuluh pengusaha paling berpengaruh di negara itu.
Keluarga kecil mereka bahagia, dengan tiga jagoan yang telah sama-sama beranjak dewasa dan menjdi ana-anak yang membanggakan. Namjoon, Yoongi, dan Taehyung persis yang Chanyoel harapkan waktu itu.
Namjoon anak pertamanya yang lumpuh tangan kanannya, adalah anak yang cerdas dan pekerja keras. Keterbatasannya justru melecut semangatnya untuk menjadi pribadi yang kuat serta bertanggung jawab. Sebagai anak sulung keluarga, dia membuktikan bahwa dirinya sebagai yang paling mampu dipercaya oleh ayahnya dalam segala hal. Mulai dari urusan bisnis, sosial, hingga urusan keluarga dia wakil terbaik ketika ayahnya tidak berada ditempat. Dan bagi kedua adiknya, Namjoon adalah panutan yang hampir setara kedudukannya dengan ayah mereka.
Anak kedua yang bernama Yoongi, juga sama cerdasnya. Meski lebih kalem dibandingkan kedua saudaranya, bukan berarti Yoongi adalah sosok yang pendiam. Dia seorang pemikir, yang setiap katanya hanya akan keluar setelah dipertimbangkan baik-baik. Tenang dalam menghadapi setiap persoalan namun setiap keputusannya tepat dan strategis. Yoongi hanya akan tersenyum tiap adiknya mengganggu atau mengatainya kutu butu, tapi sesaat kemudian dia akan membalas mengerjai hingga membuat si nakal itu mendapat jeweran dari ibu atau nenek mereka.
Dan terakhir, si bungsu Taehyung yang periang, usil, manja namun juga kreatif. Yang satu ini hampir sulit untuk diam semenit saja. Kegemarannya adalah tertawa atau membuat orang lain tertawa dengan tingkahnya. Dia adalah sumber keceriaan di istana Chanyoel dan Baekhyun. Tawanya merupakan lagu penghibur terbaik dikeluarga itu. Juga tingkah usilnya yang selalu mendatangkan kehebohan. Taehyung akan sedikit lebih tenang jika ayah atau kakak tertuanya turun tangan menegur. Namun sekalipun disebut nakal, bukan berarti dia tidak secerdas kedua kakaknya. Dia cerdas dengan caranya sendiri. Suka mencoba hal-hal baru membuatnya menemukan solusi yang tak pernah terduga. Makanya tak pernah ada yang benar-benar menjadi masalah dari tingkah nakal Taehyung.
Ketiganya tumbuh dalam limpahan kasih sayang dan penanaman nilai budi pekerti yang luhur. Menjungjung tinggi arti berharganya sebuah keutuhan keluarga untuk saling menyayangi dan menghormati. Potret keluarga impian yang berangkat dari sebuah ikatan cinta yang kuat. Mereka benar-benar bahagia.
Tiga puluh tahun. Dengan anak-anak yang telah dewasa. Kini saatnya untuk mereka memasuki tahap baru.
Telah tibalah masanya dewi asmara mengetuk pintu istana Chanyoel dan Baekhyun, untuk menanam bibit asmara di taman hati ketiga jagoan mereka.
TBC
A/N : Woah, aku terkejut dengan jumlah folowernya padahal kemaren cuma iseng ngasih prolog. Eh ternyata banyak yang nunggu. Hehe...
Sorry ini sempat terlantar, soalnya aku baru selesai ujian, trus abis ini akan sibuk untuk urusan skripsi juga bisnis kecil-kecilanku. Oya, ada yang nanya judul film indianya ya? Judulnya Hum Sath Sath Hain, aku cuma liat lagunya yang Maiya Yashoda dan langsung kerkenang zaman SMP pas nonton ini. Membekas banget dan akhirnya bikinin jadi ff.
Ceritanya gak akan sama persis kok, cuma inspirasinya dari sana. Aku mulai dengan Pre-Chap, belum masuk cerita couple BTS-nya. Semoga kalian suka, dan doain juga ya beberapa urusanku lancar dan aku ada waktu luang untuk ngerjain cerita ini juga yang lain. Makasih untuk dukungannya.
Last,
Review Please...
Karena kita gak bisa ngobrol langsung, setidaknya kalau kalian komen di review aku jadi ada bahan buat ngajak komunikasi readerku. Buat para sider, bertobatlah! Aku tidak membenci kalian, hanya saja kalian menjengkelkan. Ibarat mau makan enak tapi gak mau bayar. Itu jahat tau.
Oke deh, makasih buat kimnamira (oke dek, ini udah dilanjut) ,rbyyls (lucu ya? makasih. iya nih, karakter yoonminnya emang ngegemesin banget), passeromio,(makasih ya udah mau nunggu) SuMaMon (makasih, oke deh dilanjut), suyominie (hallo ryuu, thanks karena juga suka yang ini selain Singa Terakhir. Oh, saya sempat mampir ke profil kamu but lihat-lihat, tapi belum sempat liat ff kamu soalnya ada urusan mendadak trus kelupaan deh. Kapan kapan kita colab yuk? ), Rrn49 (hay, sudah baikan? thans udah review yg ini juga), Tink224 (Woah aku sering liat review kamu di beberapa ffku, makasih ya dear), jdopenthusiast (suka ya? oke deh), GOSH19 (hallo, kamu yang reviewnya panjang banget di Singa Terakhir kan? Woah, nice to meet u. Review kamu lucu, itu prediksi plot-nya juga woooaaaah, speechless saya bacanya. Tapi dear, saya doyan yang plot-twist jadi biasanya kalo yg saya rancang udah ketebak maka saya cari alternatif lain. Saya harap kamu tetap suka. Makasih telah menyukai karya saya ;) , Runch Randaa (udah saya jawab di atas. Kamu suka india?)
