Chapter 2
Forks Vampire History
Aku melihat kesekeliling perempatan jalan ini... sepi. Tidak ada orang yang berniat menyebrangi jalan atau apapun bahkan kurasa hanya kami berdua yang ada disini. Aku pun menghela nafas sebentar dan menatap Siwon hyung dengan tatapan yang tidak kalah intens.
"Aku... di incar banyak vampire?" tanya ku bingung. Bagaimana mungkin aku tidak bingung seperti ini. Baru hari pertama di sekolah tapi aku sudah bertemu beberapa vampire dan salah satu vampire ini bilang kalau aku di incar oleh banyak vampire. Pukul aku sekarang.
"Ya sejak pertama kali kau datang ke sekolah aku bisa merasakan bahwa beberapa teman vampire ku merasakan ada nya sesuatu yang menarik perhatian mereka tapi untung nya mereka masih belum mengetahui nya."
"Lalu apa yang menarik dari ku sehingga para vampire itu mengincarku?" tanya ku sambil melihat-lihat badan ku ataukah aku salah memakai pakaian.
Lampu hijau pun menyala. Siwon hyung pun kembali menjalankan mobil nya. Aku sedikit menggeram kesal karena dia tidak menjawab pertanyaan ku barusan. Apa aku tidak boleh tau? Aku pun melirik sekilas ke luar jendela mobil. Pepohonan tinggi itu jalanan ini ah ya sebentar lagi aku pasti akan sampai di rumah. Tunggu... rumah?
"Tunggu Siwon hyung, kau tau dimana aku tinggal?"
"Ya aku mengetahui nya."
"Tapi bagaimana bisa? Kita kan baru sehari bertemu?"
"Jangan anggap remeh kekuatan vampire Miss Cho" jawab nya sambil menatap ku sebentar dan kembali berkutat dengan jalanan di depan nya "apalagi jika vampire itu sedang mengincar sesuatu."
Mengincar sesuatu? Apa yang dia incar?
"Kita sudah sampai" ucap nya sambil keluar dari mobil.
Aku pun keluar dari mobil Siwon hyung menuju ke depan pintu rumah ku ya lebih tepat nya rumah nya Leeteuk hyung.
"Aku pulang" ucap ku dan langsung terdengar bunyi seseorang berlari turun dari lantai 2 siapa lagi kalau bukan Leeteuk hyung.
"Kyuhyun kau dari mana saja kenapa kau..." ucapan Leeteuk hyung terhenti saat dia melihat Siwon hyung di belakang ku. "Kenapa kau disini?" tanya nya dengan tatapan horor kepada Siwon hyung.
"Eh kalian sudah saling mengenal?" tanya ku menatap kedua namja ini dengan bingung.
"Kyu..." ucap Leeteuk hyung sambil memegang pundak ku "bisakah kau kembali ke kamar?"
"Eh tapi hyung..."
"Kyu ku mohon" aku dapat melihat aura yang berbeda keluar dari Leeteuk hyung setelah bertemu dengan Siwon hyung. Aku pun hanya menurut dan pergi ke kamar ku yang berada di lantai 2. Aku tidak mau melawan Leeteuk hyung yang sudah mengeluarkan aura seperti itu.
Aku benar-benar ingin tau apa yang mereka berdua bicarakan dan kenapa mereka berdua sudah saling kenal? Kenapa hanya aku yang tidak tau apa-apa di sini? Aku pun melihat sebentar ke luar jendela kamar ku. Aku dapat melihat Siwon dan Leeteuk hyung masuk ke dalam pepohonan tinggi di sekitar rumah ini. Ya rumah ku ini di kelilingi oleh banyak pohon tinggi mungkin bisa di bilang hutan. Dan tanpa sengaja aku bertemu pandang dengan Siwon hyung sebelum mereka menghilang ke dalam hutan itu.
Pusing. Kepala ku benar-benar pusing karena kejadian hari ini. Aku pun menidurkan diri ku di kasur ku yang empuk ini, berusaha agar aku tidak memikirkan apa yang Siwon dan Leeteuk hyung bicarakan sampai masuk ke dalam hutan yang gelap itu. Tapi tidak bisa. Rasa keingintahuan ku lah yang menang.
Aku pun beranjak dari kasurku dan mengambil jaket ku. Aku pun keluar dari rumah ini dan masuk ke dalam hutan ini untuk mendengarkan pembicaraan mereka. Aku terus masuk, masuk, masuk dan makin masuk ke dalam hutan ini sampai akhirnya aku berhenti. Sudah sejauh mana aku? Aku melihat kebelakang ku dan aku tidak dapat melihat rumah ku yang dapat kulihat hanyalah pepohonan yang menjulang tinggi ini.
"Ahhh... kau bodoh Cho Kyuhyun" rutuk ku sambil memukul-mukul kepala ku pelan. Aku melupakan konsekuesi nya jika aku akan tersesat dalam hutan ini. Bagaiamana ini? Bagaimana cara nya aku kembali ke rumah?
"Dia tidak dapat bertahan jika sudah di incar seperti ini!"
Suara itu... suara... Leeteuk hyung! Aku pun mendengarkan sekali lagi dari arah mana suara itu tadi. Aku mendengarkan sekali lagi dan... suara itu berasal dari sebelah kanan. Setelah yakin akhir nya aku berlari ke arah suara Leeteuk hyung tadi. Walaupun aku sudah makin masuk ke dalam hutan ini aku tidak peduli yang penting aku bisa bertemu dengan Leeteuk hyung dan... Siwon hyung.
Aku pun berlari makin cepat menuju asal suara Leeteuk hyung itu. Sebentar lagi... sebentar lagi pasti aku dapat melihat Leeteuk hyung tapi... Aku pun berhenti dan melihat kesekeliling. Nihil. Tidak ada siapa pun di sini. Tapi suara itu tadi dari sini. Kemana mereka? Tanpa berpikir panjang lagi aku malah makin berjalan masuk ke hutan. Dingin. Aku kedinginan disini.
"Hai manis."
Aku tercekat. Suara siapa itu. Aku melihat kebelakang, ke kanan dan ke kiri tapi tidak ada siapa-siapa. Apakah itu hanya halusinasi ku karena terlalu kedinginan atau bagaimana?
"Si...siapa di sana?" tanya ku sedikit berteriak karena aku takut sekali sekarang tapi aku tidak mendengar ada nya jawaban dan tiba tiba...
"Aku di atas sini manis."
Aku melihat ke atas dan dari salah satu pohon itu seorang namja meloncat turun dan mendarat tepat di hadapan ku sekarang. Namja ini aku tak mengenal nya tapi satu kesimpulan yang dapat ku tarik sekarang. Namja ini vampire terlihat dari kulit dan warna mata nya yang sangat merah terang.
"Siapa ka...hemphttttt..."
Tiba-tiba saja namja ini mencekik leherku dengan tangan kanan nya dan mengangkat tubuh ku ke atas. Apakah tubuh ku benar-benar hampang dan mudah di angkat? Atau memang namja ini yang kekuatan nya besar?
Namja ini mendekatkan kepalanya menuju leher ku dan menghirup aroma dari leher ku itu. Tubuh ku bergetar sekarang. Aku ingin mencoba memberontak tapi rasanya tubuh ku tidak bisa bergerak sama sekali. Dan tiba-tiba saja namja itu membuka mulut nya dengan lebar dengan dua buah taring yang siap menerkam ku. Siapa pun tolong aku! Siapa pun!
"Jangan sentuh dia Taemin!"
Namja ini tiba-tiba saja menjatuhkan ku setelah mendengar suara Siwon hyung. Namja itu menatapan Siwon hyung dengan tatapan horor begitu juga Siwon hyung sedangkan aku masih megap-megap mencari udara karena cekikan namja itu.
"Apa yang kau lakukan di sini Siwon?" tanya namja itu kepada Siwon hyung dengan sedikit berjalan mundur kebelakang.
"Bukan urusan mu."
"Tapi ini daerah ku!" teriak namja itu dan tiba-tiba saja di meloncat ke arah Siwon hyung. Siwon hyung terpental kebelakang karena namja itu dan dengan sangat cepat dia sudah berada di samping namja tadi dan memukul namja itu dengan keras.
Aku yang tidak tau apa-apa hanya terdiam melihat pertarungan vampire ini. Kau tau rasa nya seperti berada di video game. Tiba-tiba saja seseorang menarik tangan ku dengan kasar sehingga aku berdiri dan mengikuti nya berlari.
"Leeteuk hyung ada apa?" tanya ku bingung sambil melihat ke belakang ke arah dua vampire itu bertarung.
"Pokok nya kita pergi dulu saja dari sini."
Kami berdua terus berlari keluar dari hutan ini. Kami berlari sangat cepat. Aku melirik sekilas ke belakang ingin melihat pertarungan kedua vampire itu tapi yang dapat kulihat hanyalah satu pohon yang sukses jatuh. Siapa yang menghancurkan pohon itu? Namja itu atau Siwon hyung?
Akhir nya kami berdua sudah sampai di dalam rumah dan Leeteuk hyung pun memasukkan ku dengan paksa ke dalam kamar.
"Hyung ada apa ini?" tanya ku sangat sangat bingung.
"Pokok nya kau tidur saja Kyuhyuna besok kan kau sekolah" ucap Leeteuk hyung dengan nada gugup sambil mengelus kepala ku.
"Tapi..."
"Tidurlah" ucap Leeteuk hyung sambil mencium kening ku dan menutup pintu kamar ku.
CKLEK
Hah? Aku pun berusaha membuka pintu kamar ku tapi tidak bisa. Pintu kamar ku sudah di kunci dari luar oleh Leeteuk hyung. Apa yang sebenar nya terjadi?
Aku duduk di kasur ku dan memejamkan mata ku. Aku berusaha untuk tenang sekarang. Aku masih memikirkan Siwon hyung. Apakah dia menang melawan namja tadi yang bernama Taemin? Atau justru Siwon hyung kalah?
Hahhhh... aku pun menghela napas ku sebentar dan merasakan angin sepoi mengenai ku. Angin? Aku pun melihat ke arah jendela yang terbuka dan mendekati nya. Aneh. Jendela ini kan tadi tertutup, kenapa sekarang terbuka? Aku pun menutup kembali jendela itu dan saat berbalik ke belakang...
"Haaaaa...mphhhh..."
"Suttttt ini aku" ucap Siwon hyung sambil menutup mulut ku. "Kau tidak apa-apakan?" tanya nya dengan senyuman nya yang manis itu setelah melepaskan mulut ku yang tadi di tutup nya.
"Ya aku tidak apa-apa hanya shock" ucap ku sambil berjalan kembali ke kasur ku dan duduk yang di ikuti oleh Siwon hyung. "Bagimana? Siapa yang menang?"
"Aku pastinya" jawab Siwon hyung bangga sambil terkekeh dan tangan ku tiba-tiba saja memegangi wajah nya. Mencari cacat di wajah itu ataupun satu buah goresan luka pun aku tidak menemukan nya. Aneh.
"Tidak ada yang terluka kan?"
"Tidak."
Aku lega mendengar jawaban itu. Aku pun berniat melepaskan tangan ku ini dari wajah nya tapi seperti nya Siwon hyung tidak mengijinkan nya. Dia malah memegang tangan ku yang sekarang sedang memegang pipi nya. Entah kenapa dia memejamkan mata nya. Apakah dia menikmati sentuhan ku?
"Banyak sekali yang harus kau jelaskan padaku" ucap ku sambil menarik paksa tangan ku. Siwon hyung pun menghela napas nya dan menatap ku dengan intens.
"Kau benar ingin tau?" tanya nya dan sebagai jawaban aku hanya menganggukan kepala ku.
"Baiklah jika kau ingin tau. Apa kau menyadari banyak tatapan aneh saat kau datang ke sekolah tadi?"
"Em... seperti nya" jawab ku masih setengah berpikir.
"Mereka adalah vampire Kyu. Mereka menatapmu seperti itu karena... darah mu. Aroma darah mu benar-benar membuat para vampire itu gila ingin segera menghisap darah mu. Karena itu saat kau masuk ke dalam kelas tadi aku melihat beberapa teman kita yang juga vampire merasa gelisah."
"Apakah kau seperti mereka hyung?"
"Apa maksudmu?"
"Gelisah ingin menghisap darah ku?" tanya ku dengan gaya sombong nya.
"Tidak. Kami para Olympic Coven bisa menahan hasrat kami untuk menghisap darah seseorang. Kami berlatih cukup lama untuk itu."
"Olympic Coven?" tanya ku lagi. Maaf aku banyak bertanya karena aku adalah satu-satu nya yang tidak tau apa-apa disini. Mungkin.
"Itu nama klan vampire ku. Bisa di bilang kami ini klan vampire terhormat karena itu banyak vampire yang cemburu akan klan kami. Klan kami bisa di bilang em... semacam herbivora."
"Herbivora? Maksud mu kalian semua makan tumbuhan?" tanya ku sambil tertawa keras karena tidak mungkin kan vampire makan tumbuhan.
"Aku belum selesai bercerita Miss Cho" ucap Siwon hyung dengan tatapan dingin kepada ku.
"Ma...maaf" aku pun tertunduk karena takut.
"Herbivora dalam klan vampire kami ini maksud nya adalah klan kami hanya memakan darah binatang tidak seperti klan Volturi yang sering mengincar darah manusia. Kami dan klan Volturi sering sekali bertengkar karena klan kami menginginkan vampire tidak dianggap menakutkan dan menjijikan. Banyak orang yang berpikir seperti itu."
"Aku tidak" sergah ku. Siwon hyung pun tersenyum mendengar perkataan ku itu. Ah... lesung pipi nya... eh? Apa yang tadi kupikirkan?
"Kau tau, Eunhyuk dulu adalah satu dari klan Volturi tapi saat dia bertemu Donghae dan mengubah nya entah kenapa tiba-tiba dia ingin masuk klan Olympic Coven mungkin karena Donghae tidak terbiasa minum darah manusia."
"Eh dulu Donghae hyung bukan vampire?" tanya ku makin bingung.
"Tidak. Dulu di sini tidak ada yang nama nya vampire tapi setelah kedatangan keluarga ku mulai lah vampire merajalela di kota ini."
"Jadi dulu hyung juga bukan vampire?"
"Bukan dulu aku juga sama seperti mu, manusia biasa. Tapi setelah ayah ku di ubah menjadi vampire saat keluarga kami tinggal di London, ayah ku tidak bisa menahan hasrat nya dan merubah kami semua menjadi vampire. Kami pun meninggalkan London karena tidak mau citra klan vampire kami di rusak oleh vampire yang tidak berguna di London" aku bisa melihat kilatan kemarahan dalam mata Siwon hyung sepertinya dia memiliki masa-masa yang sulit saat pertama kali jadi vampire.
"Wow..." ucap ku takjub. Vampire benar-benar keren mungkin suatu saat aku juga ingin jadi vampire. Bisa hidup abadi jadi ketampanan ku tidak akan pernah hilang. Atau mungkin aku juga tidak mau. "Oh iya hyung vampire pasti memiliki musuh kan?"
"Tentu saja. Musuh utama vampire adalah Werewolf."
"Apa di sekolah juga ada murid yang merupakan werewolf?" tanya ku dengan mata yang berbinar-binar. Sungguh aku ingin tau bagaimana seorang werewolf saat berpura-pura jadi manusia biasa. Jika karisma seorang vampire saja sudah seperti ini bagaimana dengan karisma werewolf!
"Ada salah satu nya adalah..."
CKLEK CKLEK CKLEK
Gawat pintu kamar ku seperti nya mau dibuka dan siapa lagi kalau bukan Leeteuk hyung yang ingin membuka nya. Aku pun menyuruh Siwon hyung untuk segera keluar dari kamarku. Bisa gawat kalau sampai Leeteuk hyung melihat Siwon hyung di sini. Tanpa basa basi lagi Siwon hyung langsung melesat keluar dengan sangat cepat melalui jendela kamar ku. Aku sedikit terdiam karena itu bukan karena kecepatan Siwon hyung tapi karena kecupan di dahi ku tadi.
Kreeeek...
Aku pun langsung menidurkan diri ku dan menutup badan ku dengan selimut sebatas dada ku. Aku berusaha memasang wajah tidur terbaik andalan ku.
"Dasar dia lupa menutup jendela nya."
Aku bisa mendengar suara kaki Leeteuk hyung berjalan menuju jendela dan ternyata dia hanya menutup jendela kamarku. Aku pun makin memejamkan mata ku saat Leeteuk hyung menyaman kan posisi selimut ku dan mengelus rambut ku pelan.
"Kenapa harus kau yang di pilihnya Kyu?" ucap nya lalu mencium kening ku sebentar sebelum keluar dari kamar ku dan mengunci pintunya kembali.
Aku pun membuka mata ku kembali. Di pilih? Memang nya aku di pilih apa? Siapa yang memilih ku? Dan selama malam itu seperti nya aku tidak bisa tidur. Sesekali menutup mata dan membuka nya kembali. Sungguh hari yang melelahkan. Tapi tanpa bisa kupungkiri rasa kantuk ku sudah mencapai batas nya dan akhir nya aku pun tertidur.
DUKKKKK...
Hah? Suara apa itu? Aku pun terbangun karena suara pintu yang ditutup dengan sangat keras dari lantai satu. Aku pun diam sebentar berusaha untuk mengembalikan akal sehat ku sebentar. Dan setelah itu aku membuka pintu kamarku yang sudah tidak di kunci lagi menuju bawah.
Saat aku sudah sampai di bawah aku sedikit kaget melihat Leeteuk hyung yang terlihat lemah sedang duduk di atas sofa. Aku pun berjalan dengan sedikit cepat dan duduk di samping Leeteuk hyung yang sedang menutup matanya.
"Hyung bangun hyung..." ucap ku sambil menggoncangkan tubuh nya pelan bermaksud untuk membangunkan nya.
"Ha em? Oh Kyu kau sudah bangun" jawab Leeteuk hyung sambil membuka mata nya. Ada yang aneh dengan tatapan nya.
"Apa hyung sakit?" tanya ku sedikit panik melihat keadaan Leeteuk hyung sekarang.
"Nah aku tidak apa-apa" jawab nya sambil mengelus rambut ku "kau makanlah Kyu nanti sarap mu keburu dingin" ucap Leeteuk hyung sambil mendorong ku pelan.
Aku pun memakan sarapan ku sambil sesekali melirik ke arah Leeteuk hyung yang benar-benar terlihat lemah di sana. Apa yang terjadi padanya? Dan lagi tadi aku mendengar suara pintu di tutup dengan sangat keras. Apakah itu ulah Leeteuk hyung?
Aku pun kembali ke kamar ku sebentar untuk mandi dan ganti baju lalu turun ke bawah lagi. Namun aku tidak melihat Leeteuk hyung di sofa mungkin dia sudah berada di mobil duluan. Jadi aku pun keluar rumah dan menuju mobil Leeteuk hyung yang ternyata Leeteuk hyung sudah ada di sana dari tadi.
"Hyung sedang tidak sehat ya hari ini?"
"Tidak. Aku baik-baik saja kok" jawab Leeteuk hyung dan menjalankan mobil nya menuju ke sekolahan ku.
Selama di perjalanan Leeteuk hyung hanya berkonsentrasi dalam mengemudi tapi tidak dengan ku yang selama perjalanan itu terus melihat Leeteuk hyung. Aku memperhatikan segala gerakan hyung ku ini. Ada yang aneh dengan nya hari ini. Seperti nya hyung ku yang satu ini sedang sakit karena kulit nya yang sedari tadi terus bertambah pucat.
"Hyung, jika hyung sekarang sedang sakit saat sudah sampai di rumah minum lah obat oke" ucap ku dan keluar dari mobil Leeteuk hyung.
Aku pun menatap ke arah mobil Leeteuk hyung yang meninggalkan sekolahan. Semoga dia baik-baik saja. Hahhh... hari kedua mu bersekolah Cho Kyuhyun dan semoga tidak ada hal aneh terjadi lagi. Aku pun melangkah masuk ke dalam sekolah menuju loker ku. Benar kata Siwon hyung ada beberapa anak berkulit sangat pucat menatap ku yang tidak salah lagi adalah vampire yang mengincar darah ku.
Saat sudah sampai di depan loker ku dan membuka nya tiba-tiba saja aku merasakan tepukan di pundak ku dan langsung melihat ke arah orang yang menepuk ku barusan.
"H...hai..."
"Oh hai" jawab ku sambil tersenyum manis. Ternyata dia Eunhyuk yang kemarin tidak bisa menahan hasrat nya untuk meminum darah ku.
"Aku minta maaf soal yang kemarin sungguh aku tidak bisa... menahan nya" ucap nya dengan sedikit gugup.
"Tidak apa-apa Eunhyuk-ssi aku bisa memaklumi nya" ucap ku sambil memasukkan beberapa buku ke dalam loker ku.
"Apa hidung mu tidak apa-apa?" tanya nya sambil menunjuk ke arah hidung ku. Aku pun memegang hidungku. Tidak terasa sakit sama sekali padahal kemarin aku merasakan kalau hidung ku ini patah. Atau mungkin aku saja yang terlalu melebih-lebihkan.
"Nah tidak apa-apa" jawab ku sambil menutup loker ku kembali.
"Sekali lagi aku sungguh minta maaf Kyuhyun-ssi" ucap nya sambil berlalu meninggalkan ku. Apa-apaan ucapan maaf seperti itu. Kenapa Donghae mau dengan nya ya? Ya tapi tak bisa di pungkiri kalau dia lumayan ganteng.
Aku pun berjalan menuju kelas dengan santai walaupun ada beberapa murid yang pasti nya vampire menatapku. Saat di lorong aku tidak sengaja bertemu dengan Siwon hyung yang sedang membereskan loker nya.
"Pagi hyung" sapa ku dengan sangat senang. Entah kenapa aku tiba-tiba menjadi senang saat bertemu dengan Siwon hyung.
"Pagi Kyu" jawab nya dengan senyuman nya lagi. Apa dia tidak lelah tersenyum terus seperti itu ya?
"Hyung yang kemarin siapa orang nya?" tanya ku sambil mengedipkan mata ku. Siwon hyung hanya terkekeh pelan melihat ku tadi.
"Tidak bisa disini Miss Cho."
"Eh kenapa?" dan tiba-tiba saja Siwon hyung menarik ku ke dalam pelukan nya. Aku bisa mendengar beberapa yeoja berteriak-teriak kepada ku seperti nya aku dapat masalah lagi disini. Dan Siwon hyung pun tiba-tiba saja meniup telinga kiri ku. Aku sedikit geli karena hal itu.
"Mereka bisa mendengar kita" hanya dengan jawaban seperti itu dan Siwon hyung pun melepaskan pelukan nya dan berjalan menuju kelas.
Aku yang masih memproses kejadian itu hanya bisa diam mematung di tempat. Aku kembali sadar setelah beberapa yeoja berlari ke arah ku dengan aura ingin membunuh ku. Aku pun segera berlari menuju kelas ku. Sungguh yeoja-yeoja tadi sangat menyeramkan.
Setelah sampai di kelas aku langsung mendudukan diri ku di tempat duduk ku dan mengatur nafas ku. Aku sedikit melirik ke arah Siwon hyung yang sedang asyik memaikan handphone nya. Saat tiba-tiba seorang murid memberitahukan bahwa sekarang adalah pelajaran olahraga dan semua murid harap segera mengganti baju nya dengan baju olah raga dan setelah selesai langsung menuju ke lapangan.
Untung nya aku membawa baju olah raga ku sebagai persiapan jadi aku pun pergi ke toilet untuk mengganti baju ku setelah itu aku kembali ke kelas untuk menyimpan baju ku dan menuju ke lapangan.
Dan ternyata materi pelajaran olah raga hari ini adalah voli. Ya ampun aku kan sangat tidak berguna jika sudah saat nya pelarajan olah raga. Setiap satu tim berisikan lima orang dan ku rasa aku sekarang setim dengan orang-orang biasa maksud ku tidak bersama para vampire dan para werewolf.
"Hai senang berkenalan dengan kalian, nama saya Cho Kyuhyun" ucap ku memperkenal kan diri kepada tim ku yang terdiri dari 2 yeoja dan 2 namja.
"Senang berkenalan dengan mu Kyuhyun. Nama saya Lee Sungmin dan ini Kim KiBum" sapa namja tadi yang bernama Sungmin dan memperkenalkan teman nya yang bernama Kibum tadi.
"Hai saya Kibum."
"Dan yang ini namanya Seo Joohyun dan itu nama nya Jung Krystal."
"Hai Kyuhyun oppa kau bisa memanggil ku dengan Seohyun saja" sapa yeoja itu.
Akhir nya aku benar-benar memiliki teman yang biasa saja. Kau pasti tau maksud ku. Pelajaran pun di mulai dengan tim Siwon hyung melawan tim yang lain. Dan dapat kalian tebak yang paling bersinar di sana pasti nya Siwon hyung. Lihat dia... dia vampire yang sempurna. Aku baru menyadari kalau Siwon hyung berotot. Sangat berotot.
Pertandingan pertama pun selesai. Di menang kan oleh tim Siwon dan tentu saja yang mencetak semua skor itu Siwon hyung semua. Aku benar-benar iri sekarang. Pertandingan kedua pun di mulai untung nya tim ku belum di tunjuk untuk bertanding. Aku merasakan tepukan pelan di pundak ku dan aku membalikan tubuh ku.
"Hai. Anda Kyuhyun-ssi bukan?" tanya seorang yeoja manis itu kepadaku.
"Ah iya itu saya."
"Yoona, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Seohyun bingung sambil menghampiri kami berdua.
"Aku di suruh kepala sekolah untuk memanggil Kyuhyun. Boleh ya Kyuhyun di pinjam sebentar?" tanya yeoja tadi yang bernama Yoona itu.
"Kepala sekolah? Ya baiklah."
Tiba-tiba saja Yoona menarik tangan ku untuk mengikuti nya ke... tunggu... bukan nya seharus nya kami ke kantor kepala sekolah tapi... kenapa dia menarik tangan ku ke dalam hutan yang mengelilingi sekolah.
"Yoona, bukan nya seharus nya kita pergi ke kantor kepala sekolah?"
Pertanyaan ku barusan seperti nya tidak dianggap oleh Yoona. Aku makin masuk ke dalam hutan bersama Yoona. Aku beberapa kali bertanya kepada Yoona tapi sama sekali tidak di jawab sampai akhirnya emosi ku sudah mencapai batas dan aku bertanya kepadanya sambil berteriak.
"Yoona! Kita akan pergi kemana?!" tanya ku dengan emosi yang meledak-ledak dan akhir nya Yoona pun berhenti berjalan dan membalikan tubuh nya dengan mata tertutup.
"Jangan dekati Siwon oppa."
Hah? Apa yang baru saja di katakan nya tadi?
"A..apa?"
"Aku bilang jangan dekati Siwon oppa!" ucap nya dengan suara yang lebih keras dan membuka mata nya yang sudah berubah merah. Ternyata dia juga vampire. Kenapa tidak dari tadi aku menyadari nya?
Tiba-tiba saja Yoona menguatkan pegangan tangan nya pada tangan ku yang dari tadi di pengan nya. Kuat dan semakin kuat dia menguatkan pegangan tangan nya.
"Ah! Apa yang kau lakukan?"
Tangan ku! Seperti nya sebentar lagi tulang tangan ku akan remuk karena kekuatan Yoona yang semakin kuat. Aku langsung menendang Yoona sampai dia mundur ke belakang sedikit. Maaf Yoona, walaupun kau yeoja tapi aku tidak mau tangan ku remuk.
Aku terlalu lambat untuk bergerak karena Yoona sudah berada di depan ku dan mencakar wajah ku. Kuku nya benar-benar sangat tajam. Aku merasakan nyeri di bagian pipi kanan ku yang terkena cakaran dari Yoona dan pipi kanan ku mengeluarkan darah. Gawat.
Aku tidak tau harus berbuat apa jadi aku hanya mendorong tubuh Yoona ke belakang dan berlari cepat keluar hutan ini tapi aku sudah yakin kalau lari nya lebih cepat.
"Ukhhhh..."
Tiba-tiba saja Yoona meloncat dari arah kiri ku dan membuat ku terjatuh ke arah kanan. Yoona langsung membuat tubuh ku tidak bisa bergerak karena kedua kaki nya yang menahan tangan ku. Dan dia menekan kaki nya pada tangan ku.
"Akhhhhh!"
Aku hanya bisa berteriak sekarang. Sakit sekali tangan ku. Aku menatap mata Yoona dengan dingin dan dia menatap ku dengan lebih dingin lagi lalu kaki nya menekan tangan ku kembali dengan keras. Aku hanya bisa bergerak-gerak resah di bawah kekuatan nya.
"Kau mau ku bunuh ya?!"
Aku membulat kan mata ku mendengar ucapan nya tadi. Lalu aku melihat kuku tangan nya semakin menajam dan dia menundukan badan nya. Kuku nya sudah menyentuh kulit leher ku. Seperti nya dia ingin memotong kepala ku. Nasib ku seperti nya tidak beruntung di kota ini. Aku hanya bersiap saja menerima perlakuan yang akan Yoona lakukan pada ku karena aku tidak bisa bergerak sama sekali.
"Hahhhhh..."
Tiba-tiba saja ada yang meloncat ke arah Yoona membuat Yoona terpental. Saat aku melihat nya itu... serigala! Tidak ini bukan serigala biasa ini... werewolf!
"Im Yoona! Cepat kembali ke kelasmu!" ucap werewolf itu lantang.
"Ukh... baiklah" Yoona hanya menurut saja dan tiba-tiba dia menghilang dari sini.
Aku pun berdiri dan melihat werewolf ini dengan... takjub. Ini pertama kali nya aku melihat werewolf, tentua saja. Werewolf itu datang menghampiri ku dan mengelilingi ku. Untuk apa dia mengelilingi ku? Hanya dengan mengelilingi ku dia dapat membuat ku gugup. Sungguh werewolf ini benar-benar membuat ku takjub.
Werewolf ini memiliki bulu coklat keemasan dan sangat menakjubkan saat di timpa sinar matahari. Warna mata werewolf ini coklat terang dapat membuat orang yang menatap mata werewolf ini terhipnotis. Badan werewolf ini besar nya tiga kali atau mungkin empat kali besar badan serigala biasa.
"Cepat pergi ke ruang kesehatan" ucap werewolf itu. Aku yang dari tadi menatap werewolf ini hanya mengangguk.
"Tapi aku tak tau arah kembali ke sekolah."
Werewolf itu menatap ku sebentar dan dia membungkukan badan nya.
"Naiklah akan ku antar kan kau."
Aku benar-benar ingin meloncat sekarang. Aku akan menaiki werewolf. Keren! Aku pun naik ke atas tubuh werewolf itu dan memegang bulu nya erat.
"Pegangan yang kuat."
Werewolf itu langsung berlari dengan cepat menuju kembali ke sekolah. Aku merasakan kalau tubuh werewolf ini sangat hangat. Aku makin mengeratkan pegangan ku pada werewolf ini sebelum dia akhir nya berhenti.
"Maaf aku hanya bisa sampai disini, setelah ini kau hanya perlu berjalan lurus."
Aku pun turun dari tubuh werewolf itu dan memeluk nya.
"Terima kasih sudah menyelamat kan ku" ucap ku lalu melepaskan pelukan ku. "Bisa kau beritahu aku siapa namamu? Aku janji tidak akan memberitahu siapa pun."
"Kita sudah pernah bertemu sebelum nya" ucap werewolf itu dan berlari kembali ke dalam hutan.
Aku hanya menatap werewolf itu dalam diam saat dia memasuki hutan kembali.
"Kita sudah pernah bertemu sebelum nya"
Aku pun berjalan lurus sesuai dengan perintah werewolf itu sambil sesekali berpikir dan menghela nafas.
"Siapa kau sebenar nya?"
Bersambung...
Holaaaaaaa~
Saya kembali dengan chap 2 *salto*
Update nya kecepetan ya? Saya sengaja update cepet karena hari ini ultah Indonesia 67! Dirgahayu Indonesia! Jadi spesial kemerdekaan saya update cepet deh^^ Mian kalau kependekan.-.
Maaf ya kalau review nya ga bisa di balas satu persatu~
Oh iya banyak yang tanya sama saya itu mereka masih SMA atau sudah kuliah nah saya sendiri bingung mereka itu SMA atau kuliah-a *plakkkk* karena itu mereka mau bersekolah dimana saya serahkan pada reader menurut readers mereka enak nya dimana^^ *author galau*
Ceritanya makin rame ga readers? Atau makin gaje?:-/ Terserah pendapat kalian~
Terima kasih ya buat para readers yang sudah memberikan review nya tapi sekali saya beritahukan pada readers untuk memberikan review lagi(bagi yang belum kasih review) soal nya review berguna bagi saya untuk membuat fic ini semakin bagus^^
Sekali lagi terima kasih sudah membaca dan REVIEW... Tunggu saja chap 3 nya ya *bow*
