Title : For My Brother

Author : Feodora Lee

Genre : Drama, romance

Rating : M

Summary : Demi membayar hutang aku harus bekerja untuknya. Persetan dengan surat perjanjian.*summary gagal. Baca aja deh langsung./Kyumin/Yaoi/RnR please

Disclaimer : Cerita ini milik author , jika ada kesamaan dalam cerita semata-mata unsur ketidak sengajaan atau ada yang mengkopi cerita karena fic ini murni dari pemikiran author sendiri. Kyuhyun dan Sungmin milik dirinya, SME dan Orangtuanya. Fic ini milik author sepenuhnya.

Warning : AU, Romance, yaoi, typo. Di bawah umur dilarang keras membaca fic ini. Jika tidak tahan langsung aja tinggalkan halaman ini. Autor tidak bertanggung jawab dalam hal perkembangan pemikiran pembaca.

Don't like, don't read and don't copy

Happy Reading

.

.

Masih Sungmin Pov

.

.

.

Harapan baru muncul dibenakku, adikku akan selamat. Tak henti-hentinya kau mengucap syukur atas bantuan yang di berikan Tuhan kepadaku.

Aku bersenandung ria menelusuri lorong rumah sakit. Berjalan dengan santai dengan senyuman yang mengembang. Sangkin senangnya aku yang tidak peduli dengan orang-orang di sekitarku, mungkin mereka melihat aku aneh karena menunjukkan muka yang sumringah di tengah-tengah keadaan mereka atau saudara mereka yang sedang sakit, ada yang menatapku tidak suka. Apa peduliku dengan mereka yang terpenting ada secercah harapan untuk adikku tersayang bisa sembuh. Tanpa ku sadari, aku tersandung dengan seorang ajussi menggunakan jass rapi. Mungkin dia tidak sengaja menyenggolku sehingga aku jatuh. Aku tidak mengambil pusing soal itu karena dia terlebih dahulu meminta maaf kepadaku. Padahal aku juga tidak hati-hati ketika berjalan. Ahhhh biarlah yang terpenting sekarang aku harus menemui adikku dan dokter yang menanganinya.

Setelah aku menjenguk Sungjin, aku menemui dokter yang menangani adikku dan menanyakan kapan adikku akan dioperasi. Ternyata dalam dua hari ini adikku dapat dioperasi.

Betapa bertambah senangnya aku mengetahui operasi adikku berjalan dengan lancar. Walaupun adikku belum dinyatakan sembuh total karena harus melihat perkembangannya dalam beberapa minggu ini. Jadi intinya adikku harus terus berada di rumah sakit. Ku serahkan semua pada mereka yang menangani Sungjinku.

Aku kembali mengingat namja yang menurutku pemikiranku saat ini dia orang yang baik yang dengan senang hati memeberikan bantuan kepadaku. Tak habis-habisnya aku membentuk sejumlah garis berupa senyuman tulus atas dia yang menolongku.

.

.

Flashback

.

Saat dia yang bertanya 'baiklah. berapa yang kau butuhkan?' katanya

Mataku yang berbinar-binar langsung mengucapkan nominal yang dibutuhkan untuk biaya operasi dan perawatan selanjutnya. Tanpa ragu aku mengatakan 'aku memerlukan sepuluh juta won'. Mulanya dia terkejut dengan perkataanku, tak lama dia mengangguk menetujui nominal yang ku ucapkan.

Dia menyuruhku untuk menemuinya di rumahnya esok hari jam 08.00 malam KST. Aku terkejut melihat rumahnya yang sangat besar itu. Sangat megah dan mewah. Dan aku mengerti karena dia adalah direktur muda yang sukses sehingga rumah seperti ini adalah hal yang memang searusnya didapatkannya.

Aku menekan bel rumahnya seketika ku sadari rumahnya terbuka ternyata seorang pelayan yang membuka pintu itu.

"Tuan telah ditunggu oleh tuan muda," kata pelayan itu. Aku hanya menngangguk dan masuk ke dalam. Ku lihat orang yang dikatakan telah menungguku duduk dengan santainya di ruang tengah miliknya menikmati munuman yang ada di tangannya. Aku mendekat dan dia mempersilahkan aku duduk.

Ternyata dia orang yang to the point. Langsung berbicara keintinya.

"Itu uang yang kau butuhkan. Sesuai dengan nominal yang kau pinta," ucapnya

Aku hanya diam. Tidak berbuat apapun.

"Ambillah," katanya lagi

"Baiklah. Terimakasih," ucapku lalu menundukkan kepalaku kepadanya tanda penghormatan.

"Hitunglah dulu." Sekarang dia memegang remot TV dan mengganti chanel TV tersebut.

"Tidak usah. Aku percaya. Terimakasih banyak atas bantuanmu tuan," ucapku lagi.

"Kita punya perjanjian untuk hal ini," katanya dan aku bingung tak mengerti. Lama aku terdiam lalu aku mengangguk paham atas perkataannya. Yah ku tahu tidak semudah itu memberi pinjaman kepada orang yang tidak lama dikenal. Bahkan aku bukan siapa-siapanya. Ingat bukan siapa-siapa.

"Baiklah. Apa perjanjiannya," kataku siap.

"Aku akan membayar pinjamanku ini kepadamu. Berapa lama waktu yang kau berikan untuk aku segera melunasinya!. Aku akan bekerja keras untuk melunasi hutangku padamu." Sambungku. Aku tidak ingin dia menganggapku lemah dan tidak bertanggung jawab atas uangnya yang ku pinjam.

" Eemmmmmm" Dia mengangguk. Aku sendiri tidak mengerti apa masuk anggukannya itu.

"Kau punya waktu 4 bulan untuk melunasinya. Tapi kau harus bekerja untukku. Kapanpun aku mau. Kau harus selalu siap untuk bekerja untukku selama kau belum melunasi hutangmu. "

"Mwo?. Tapikan aku harus bekerja untuk mencari uang agar aku bisa melunasi hutangku dan lagi empat bulan? Apakah tidak terlalu singkat? Mana mungkin aku mampu melunasinya dalam waktu singkat dengan nominal yang besar!" ucapku dengan cemas. Aku begitu syock dengan pernyataannya memberi aku waktu empat bulan yang begitu singkat dan juga karena dia menyuruhku bekerja untuknya kapanpun dia mau. Yang benar saja.

"Tenanglah. Kau dapat bekerja seperti biasa. Aku akan menyuruhmu bertugas setelah kau selesai bekerja. Bacalah dulu surat perjanjian kita ini di situ tertera secara rinci kapan kau akan membayar secara lunas ataupun nyicil dan bacalah persyaratan yang ada." Lalu dia menyerahkan kertas yang berisikan surat perjanjian antara aku dan dia.

Aku terkejut atas syarat yang tertera di kertas itu.

"Selama memiliki hutang tidak boleh melakukan servis kepada pelanggan. Apa-apaan ini? Tanyaku heran atas ketentuan yang tertulis di surat itu.

"Itu salah satu syarat yang harus kau terima. Aku tidak ingin kau bekerja kepadaku dengan wajah yang penuh akan bau itu yang menjijikkan dari pelangganmu.

"Tapi kau tahukan aku mendapatkan hasil yang lumayan melakukan itu." Aku sungguh tak terima.

"Kau harus menetujui surat perjanjian itu dan memenuhi syarat yang tertera di surat itu, atau kita batalkan saja semua ini." Kini namja ini tidak mau lagi bernego.

Aku hanya diam belum menetujui semua ini.

"Tenanglah. Kau bekerja kepadaku bukan dengan cuma-cuma. Aku akan menggajimu dengan memotong hutangmu. Jadi gajimu selama sebulan telah tertera jelas di surat perjanjuan kita."

Kulihat lagi dengan jelas isi surat itu ternyata benar telah tertera secara terperinci semua dengan jelas. Bahkan dia telah membuat surat ini dengan lengkap dan tersusun secara sistematik. Aku heran melihatnya, kapan dia membuat surat itu? Ok aku lupa dia orang yang berpendidikan sehingga mudah saja membuat surat ini. Baiklah di surat itu jelas mengatakan bahwa aku resmi bekerja mulai besok untuknya. Tapi aku tidak tahu jenis pekerjaan apa yang akan ku kerjakan nantinya.

"Apa yang harus ku kerjakan besok?" tanyaku

"Di surat itu tertulis terserahku apa yang akan ku suruh kepadamu. Baiklah sekarang tandatangani surat perjanjian itu." Dia melihatku menandatangani surat itu dan setelahnya giliran dia yang menandatanganinya.

"Eemmmmm Lee Sungmin." Dia membacakan namaku yang ku tulis di bawah tandatanganku. Aku pun melihat namanya yang di tulisnya di bawah tandatangannya. Cho Kyuhyun. Itulah namanya.

Berapa nomermu besok aku akan memberikan tugas pertamamu"

Setelah aku member nomerku kepadanya, dia menyuruhku pulang.

"Pulanglah"

Aku membungkung member hormat kepadanya lalu pergi meninggalkannya, melihat aku mulai berbalik dia kembali dengan kegiatan awalnya meneguk sisa minumannya.

.

Flashback off

.

.

Matahari telah terbit. Mengajak semua umat untuk melakukan rutinitas yang berlangsung setiap harinya. Aku bangun untuk kembali melakukan aktifitas yaitu bekerja. Dan ku tahu hari inilah aku akan memulai pekerjaan baruku setelah selesai bekerja menjadi pelayan kafe dan bar. Walau aku lelah, ku tahu aku bekerja untuk adikku. Setiap pagi aku selalu berharap. Adikku menikmati paginya dengan senyuman yang indah bukan kesakitan yang dirasa. Adikkulah motivasi hidupku. Dia yang membuat aku semangat kembali bekerja. Dia tujuan aku hidup, tujuan aku bekerja, tujuan aku melakukan semua ini. Aku ingin melihat dia kembali melukis. Menggoreskan kain kanfas dengan kuas cat di tangannya dan senyum kesenangan yang terpancar dari bibirnya. Aku ingin melihat itu semua. Dan aku harus kembali berusaha bekerja untuk memperoleh itu. Walaupun sangat mahal. Akan ku bayar. Apapun akan ku lakukan. Ini semua demi adikku.

.

.

Selesai bekerja di bar sesuai dengan perjanjian yang tertera di surat tersebut, bahwa aku tidak boleh melakukan servis, aku memenuhinya. Rugi menang, tapi mau bagaimana lagi. Aku juga takut dengan konsekwensi yang ku dapat nanti jika aku melanggar perjanjian ku kepada namja itu yang bernama Cho Kyuhyun, karena telah tercantum dengan jelas dan huruf tebal, jika aku melanggar syarat yang tertulis aku akan mendapatkan sangsi. Yang aku sendiri tidak tahu sangsi apa yang dilakukan jika aku melanggar, karena di dalam perjanjiannya dialah yang menentukan hukuman apa yang pantas untukku jika aku melanggar syarat yang tertera di surat perjanjian kami.

Masih di depan Bar tempat kerjaku, aku melangkah pulang seketika aku merasa ponselku bergetar. Aku melihat nomor yang tidak dikenal terpampang di layar ponselku. Dengan ragu aku mengangkat panggilan itu.

"Yeoboseyo," jawabku.

"Datanglah ke rumahku untuk memulai pekerjaanmu hari ini," kata orang yang di seberang sana dan seketika itu juga, aku tahu siapa yang menelponku yaitu namja yang meminjamkan uangnya kepadaku. Penggusaha muda bernama Cho Kyuhyun.

"Baiklah." Seketika itu juga percakapan kami teputus karena dia telah mematikannya.

.

Setibanya aku berada di kediaman milik Cho Kyuhyun, dengan terburu-buru aku masuk dan menghampirinya. Ku lihat dia yang mengenakan pakaian santai berbahan kain tipis untuk bajunya yang berwarna biru langit dan celana panjangnya yang longgar berwarna soft menambah kesan kasual dirinya. Penampilan ini sungguh berbeda dengan penampilan dia yang berada di bar tempat kerjaku dengan menggunakan jas kerjanya yang terkesan rapih dan berwibawa.

Aku membungkuk hormat saat dia menuruni tangga menghampiriku.

"Pekerjaan apa yang harus ku lakukan untuk hari ini," ucapku setelah melihatnya telah berhadapan langsung kepadaku. Aku tidak mau menunda pekerjaanku karena ini hari pertama kerja untukknya.

Dia menatapku. Agak lama. Ku lihat dia menatapku dari atas sampai bawah. Aku mulai risih dengan tatapannya itu. Yang bisa ku lakukan sekarang hanya diam dan menunduk menerima perintah darinya.

"Kau memberikan servis kepada pelangganmukan? Maka kau harus menservisku," ucapnya dengan suara datarnya.

"Apa? Maksudmu pekerjaanku harus menservismu? Maaf, maksudnya saya harus menservis tuan? " Aku mulai drop dengan penuturannya.

"Kenapa? Bukannya kau biasa melakukannya? " tanyanya kepadaku

"Ani,, hanya saja saya terkejut dengan yang tuan katakan. Tapi, saya kira saya akan melakukan pekerjaan yang layak untuk tuan," kataku aku masih mencerna apa ini sebenarnya.

"Ini perkerjaan yang layak kau kerjakan Sungmin." Dia mulai menggunakan namaku di percakapan kami.

"Kenapa ada yang salah jika aku mengatakan namamu? Katanya lagi

"Ani. Adakah pekerjaan lain yang bisa ku kerjakan?. Tidak dengan itu! " ku coba untuk bernego.

"Kenapa? kau tidak mau melakukannya?," tanyanya lagi

"Ya.. saya tidak bisa," kataku jujur

"Baiklah. Kau harus memuaskanku."

"Itu sama saja," ucapku. Kenapa aku tidak mendapat pilihan. Apakah aku harus melakukan semua ini?

"Kau tahukan, kau tak ada pilihan. Inilah pekerjaanmu 'melayaniku', kau telah membaca dengan seksama surat perjanjian itu, bahwa kau bekerja untukku dan aku yang menentukan pekerjaan apa yang kau lakukan. Apakah kau masih meminta pilihan? Jika kau menolak itu artinya kau melanggar syarat yang tertera di surat perjanjian kita dan artinya kau akan mendapatkan konsekwnsi dari perbuatanmu." Itulah kaliamat yang panjang yang pernah aku dengar dari mulutnya. Jujur sekarang aku mulai takut dengan perkataan namja dihadapanku ini. Dia terlihat menakutkan.

" Aa..aara. Arasseo," ucapku mulai gugup. Aku tidak ingin mendapat konsekwensi dari dia. Aku sendiri tidak bisa membayangkan apa yang nantinya akan dia lakukan terhadapku.

Seketika itu juga setelah aku menetujui keinginannya ku lihat sengiran yang terukir di bibirnya. Bukan senyuman tapi evilsmirk yang terlukis dari bibirnya membuat aku semakin takut.

"Mandilah dan makanlah dulu setelah itu kau harus melayaniku," ucapnya dan berlalu meninggalkanku di lantai bawah rumahnya.

Disinilah awal aku harus menjadi pekerja untukknya. Hannya untukknya. Ku pastikan aku tidak akan bekerja hal semenjijikan itu untuk orang lain. Karena selain dia yang tidak tinggal diam untuk melakukan hal yang lebih buruk terhadapku. Aku juga tak ingin berbuat hal menjijikan ini untuk kedua kalinya bersama orang lain. Dan disini jugalah aku merubah pandanganku terhadapnya yang mengatakan dia adalah orang baik beralih menjadi orang yang sangat kejam dan menakutkan. Ku harap ini adalah mimpi buruk yang akan segera berakhir dan terbangun dari tidur lelapku yang panjang.

.

.

AND

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

Annyeong feo imnida. Saya senang kembali dengan fic baru saya. Mungkin di chapter pertama saya tidak memperkenalkan diri. Salam hangat untuk kalian semua.

.

.

Bagaimana dengan chapter ini?

Masih adakah dari kalian yang ingin fic ini dilanjutkan?

Maaf jika chapter ini terlalu singkat. Saya tidak bermaksud membuat kalian kecewa dan penasaran tapi saya hanya ingin kalian lebih menikmati fic ini dengan cara saya.

.

.

Jika kalian memberi respon yang baik, dichapter selanjutnya saya akan member lemon/NC atau apapun namanya. Dan untuk chapter depan di mohon untuk di bawah umur di sarankan tidak untuk membaca. Hal ini sudah saya beri tahu di atas. Jika kalian tetap bersihkeras tanggung sendiri yah…. ..

.

.

.

Sungguh author tidak menyangka mendapatkan respon yang bagus dari readers semua. Walaupun lebih bayak siders daripada review, author sendiri berterimakasih atas kesan yang kalian tinggalkan.

Terimakasih telah bekerja sama. Tetaplah untuk meramaikan fic ini. Karena kalian semangat author untuk tetap melanjutkan fic ini.

.

.

Mohon di maafkan karena chapter ini lama di publish karena kemaren ada teman saya seorang author di ffn ini ficnya dihapus. Begitu juga author-author lain. Jadi untuk jaga-jaga saya sendiri menunggu sampai stabil seperti biasa.

.

.

.

.

Saya tidak bisa membalas satu-persatu repiu dari kalian semua, karena semua isinya minta dilanjut. Dan sekarang saya telah memenuhi janji untuk melanjut fic ini. Semoga kalian suka.

Thanks to :

ochaviosa, FiungAsmara, Sunghyunnie, , is0live89, winecoup134, nikyunmin, choi hyekyung, KyuLov, yv3424, destitiara, Park Min Rin, nurinukie1, HeeYeon, Momoshfly2401, loveimminsungs, Rima KyuMin Elf, Yukka ChoLee, Cho Kyuri Mappanyukki, leeminad, MinYoungRa, lovekyumin, Hyeri, KyuNa Saranghae, MinnieGalz, KYUMINRA, kyumin forever, fia, KyuMin's SPY, JoBel13ve, chikakyu1208, dincubie, imSMl, kyuminalways89, Ms. KMS, KyuLoveMin, kyurin minnie, Guest, Guest, , Baby kyu, hyuknie, Jirania, NEMO, Chubymin, Kanaya, Mingre, Chikyumin, andin kyuminielf, Guest, Choi sila, yukiLOVESUNGMIN , rositakyuhyun, puspacho, JOYeerrElpeu, yunteukwon, KyuMin addict, Guest, Kyuyoon Cho, nodomi, Qhia503, WhiteViolin, Guest.

.

.

Baca juga fic author yang lainnya Trust Me It Will All be Good dan Crash Love

.

.

.

.

Kritik dan saran diharapkan.