MEET AGAIN.

DISCLAMER : Siapapun pasti udah pada tau abang masashi khisimoto yang buat.

Rate: T(sekarang)

Pair : itafemkyu

Warning.: OOC, AU, femkyu,femnaru, dll

Silahkan membaca.

^.^/\^.^

Kami-aku dan Naruto- berdiri didepan sebuah bangunan yang berdiri kokoh, gerbang yang bertuliskan ' UCHIHA' menghadang langkah kami, haruskah aku bilang kalau ini adalah rumah kalau aku bisa menyebutnya sebagai istana Cinderela. Bahkan apartermen-dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, tempat makan yang dijadikan satu- kami tak lebih besar dari taman depannya.

Memang aku pernah diajak kemari oleh Fugaku-kun tapi aku selalu menolak, bukan karna apa, tapi aku memang belum siap kalau ada orang yang bertanya. Walaupun aku tak pernah mengidahkan apapun yang dibilang oleh mereka, mereka tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada hidup kami, yang mereka lihat adalah aku sebagai ' WANITANYA FUGAKU-SAMA' begitulah mereka menyebutku, walau hanya dibelakangku, tak ada yang berani berbicara langsung didepanku atau Fugaku-san, bisa-bisa mereka tak akan bernafas lagi kalau nekat mencemoohku tepat didepan hidung Fugaku. Well, sebagai 'wanitanya' aku memeng selalu disayang.

Khayalanku terpotong saat bunyi interkom terdengar ditelingaku. Aku berjalan mendekat sedangkan Naruto masih setia dengan ponsel canggih-hadiah dari Fugaku- sambil menyender pada tembok.

" Siapa?"

" Namikaze Kyuubi, aku ingin bertemu dengan Fugaku-san."

" Oh, Namikaze_san, Anda telah ditunggu oleh Fugaku-Sama didalam," seru seorang laki-laki, terdengar dari spiker interkom. " Silahkan masuk."

Bersamaan dengan heningnya suara penjaga tadi, gerbang dengan pengamanan nomer satu itu terbuka perlahan.

" Ayo," Ajakku pada Naruto.

" Okey," Sahut Naruto" Waahh, aku tak menyangka kalau rumah Fugaku-Jiisan sebesar ini, lihat tamannya indah sekali, waahh, lihat patung kipas itu besar sekali, itu simbol dari klan Uchiha ya."

Aku tetap terdiam mendengar celotehan Naruto sambil menoleh kekanan-kekiri.

" Mari saya antar."

" Temujin-nii, apa kabar?" Seru Naruto saat melihat butler pribadi Fugaku menghampiri dengan langkah berwibawa.

" Baik," Laki-laki bersurai pirang pucat itu membungkuk pelan" Anda sendiri bagaimana Kyuubi-san, Naruto-chan?"

Naruto tersenyum riang sedangkan aku mengangguk saja. Pandanganku tercuri saat melihat guguran daun momiji kering yang memang sengaja ditanam oleh mendiang Mikoto, istri Fugaku. Warna merah kecoklatan beterbangan saling mendahuli agar sampai terlebih dahulu ditanah. Awal musim gugur memang terjadi lebih cepat dari pada tahun-tahun sebelumnya, tapi tak apa aku menyukai bias merah pada langit saat matahari terbenam atau guguran daun momiji setiap tertiup angin atau juga udara yang lebih sejuk, secara keseluruhan aku menyukai musim gugur.

Uchiha mansion memang luar biasa. Mungkin kalau setengah saja tanah ini dijual pasti akan cukup untuk memenuhi rakyat Palestina yang kelaparan. Mengingat begitu luasnya bangunan ini, Mengagumnkan sekali para anggota Uchiha dan para pelayan tak tersesat saat berada disini, mengingat kalau bangunan ini mirip labirin setan yang menyesatkan.

Tak sengaja aku melihat kearah depan hingga menyorot pasangan yang membuatku terkikik geli. Entah mengapa aku merasa kalau Temujin dan Naruto adalah pasangan yang serasi, mengingat Temujin yang kalem dan sabar saat meladeni Naruto yang bertanya sambil menggelayut manja dilengannya, Kebalikannya, Naruto yang kelebihan energi pasti dapat mengimbangi Temujin.

" Wah, itu bunga apa Temujin-nii? bukankah itu anggrek bulan, indah sekali." Seru Naruto.

Temujin tersenyum-dalam pandanganku- lalu mengacak rambut pirang-emas Naruto dengan sayang.

Ah aku jadi ingat kenapa aku bisa ada disini.

Flashback

Akhir pekan seperti ini memang sangat ramai pengunjung, dimulai para remaja, wanita muda atau para tante setengah baya juga tak menutupi kemungkinan para kaum Adam yang menginginkan perawatan ekstra untuk bagian tubuh mereka. Mengingat kalau salon ini sangat terkenal dengan kwalitasnya juga pelayanannya.

Tanganku yang saat ini sedang sibuk mem-blow salah satu langganan terhenti saat panggilan Sora-temanku menyuruhku untuk menemui Orochi-san diruanganya.

" Ah, baiklah kalau begitu, tolong gantikan aku sebentar, ini hampir selesai kok."

"Sip." Sora menggangkat jempolnya.

Setelah menyuci tanganku dengan sabun khusus yang beraroma apel hijau dan mengeringkannya dengan tissu sekali pakai di wastafel, Aku melangkah menuju ruangan Orochi-san dilantai dua, menyapa Kabuto tangan kanan Boss besar yang sedang berkutat dengan lembaran kertas yang tak ku tau apa itu.

Tok,tok,tok.

"Ya." terdengar sahutan dari dalam" Masuk."

aku membuka pintu berwarna dark purple pelan. " Memanggil saya Boss?"

"ya,yaa. Kemari dan duduklah Kyuubi." Tangan yang melambai tapi menyimpan kekuatan besar untuk merubah fisik seseorang itu benar-benar menipu orang-orang.

" Nah, Kyuubi, apa kau tau kalau Fugaku-san kecelakaan dua hari yang lalu."

" Eh." pekikku "Apa anda bercanda, Orochi-san?"

"Tidaakkk" desah sang pemilik salon, "aku mendengar kabarnya tadi pagi, dia memintaku agar kau mau merawatnya sampai Fugaku sembuh."

" Me-merawatnya? Anda bercanda?" Fugaku-san kecelakaan, kata itu seperti gong besar yang memekakan kepalaku. Jadi ini alasan kenapa Fugaku-san tak memberi kabar dari kemarin dan tak mengangkat telefonku dari yang menyetak otakku membuatku pucat pasi "lalu bagaimana keadaan Fugaku?"

" Dia mengalami patah tulang, ohh~ tambang uangku" Desah Orochi merana.

" Tapi apa aku bisa? kenapa tidak meminta perawat profesional buat merawatnya?" Aku menyuarakan pikiranku pada Bossku yang masih menangisi tambang uangnya-walaupun aku sering memintanya berhenti menyebut Fugaku seperti itu.

" Tidak bisa~" suara riang yang membuatku merinding-walaupun sering mendengarnya- dan membuat alisku terangkat penuh aksi tanda tanya. "Kau tau sendirikan kalau Fugaku tak terlalu suka orang lain menyentuhnya, apalagi merawatnya, yah~ kalau kamu sih pengecualian, mengingat kamu adalah-ehem-yah kamu taulah."

Aku menghiraukan suara deheman samar untuk menutupi fakta privasiku tapi sudah tersebar luas, " Tapi bagaimana dengan pekerjaanku? apa aku dipecat?" Bayangan aku akan jadi penggangguran sukses membuatku merinding ngeri. Oh tidak aku tak mau masa kelamku terulang lagi.

" Tidak~" Masih dengan suara riang, Orochimaru melanjutkan " kamu tetap bekerja disini, kamu juga tetap dibayar oleh Fugaku dan aku juga mendapatkan uang, hehehe."

Tapi aku tetap terdiam.

" Nah, cepat jenguk Fugaku."

Flashback off.

Jadi itulah alasan mengapa aku bisa berada disini, berjalan menuju kamar Sang Uchiha. Haah, aku mendesah kesal, beraninya Fugaku melakukan ini tanpa persetujuanku.

Koridor panjang yang terkesan klasik tapi menawan membuatku terpana, ukiran rumit yang ada di langit-langit benar-benar indah, sedikit mengalihkanku dari rasa kesal. juga langit senja yang terbias dari salah satu sisi yang terbuat dari kaca bening menyita perhatianku, hingga tak sadar kalau aku sudah sampai didepan kamar Fugaku.

Aku melihat Temujin mengetuk pelan pintu kokoh di depannya, lalu sebuah suara yang ku kenal siapa pemiliknya terdengar dari dalam.

"Masuk."

Interior yang mewah menyapa penglihatanku, tempat tidur yang berkanopi terletak tepat ditengah ruangan, tapi pandanganku tercuri oleh sesosok lelaki yang tengah bersender pada headbed, tatapan kami bertemu.

" Fugaku-jii, tak apa? Mana yang sakit? kenapa tak hati-hati?" pertanyaan yang keluar dari bibir mungil Naruto serasa rentetan senjata. tak ayal membuat Temujin tersenyum.

" Aku tak apa, Naru."

" Tapi kenapa tak bilang pada kami?" tetap tak menerima opsi jawaban dari Fugaku " Akukan takut kalau terjadi apa-apa sama Fugaku-jii." Pekik Naruto penuh emosi tapi tak menutupi nada khawatir dalam suaranya.

" Aku tak ingin kalian Khawatir, aku tak apa Naru," Tangan besar yang terlihat kokoh mengusap surai Naruto pelan " Peluk aku." sebuah perintah terdengar, membuatku tersenyum.

Kulihat Naruto melangkah pelan lalu memeluk sosok yang kini terbalut oleh perban di tangan kanannya juga pundak dan kaki kanannya dengan hati-hati.

Aku benar-benar tak bisa menahan senyumku, lalu ku putuskan untuk menuruti peritah Fugaku-lewat tatapan matanya-menyuruhku agar duduk disampingnya. ranjang yang terasa membal saat aku mendudukinya. Pelan aku mengelus lengan yang tak tertutupi perban dan jemari Fugaku langsung menggenggam tangan erat, kurasakan jemari kasar Fugaku membelai punggung tanganku tanpa sepetahuan orang-orang.

" Temujin, siapkan makanan buar Naru."

" Baik Fugaku-Sama."

"Ah, aku tak mau."

" Tidak, aku tau kamu belum makan."

Menghela nafas pasrah Naruto berjalan mengikuti Temujin. Pintu itu tertutup menyisakan aku dan Fugaku didalam.

" Apa maksudmu berbuat seperti itu?" tanyaku tanpa menyembunyikan rasa kesalku.

Tangan Fugaku meraih rambutku, tapi aku menepisnya. okey, aku tau kalau ini adalah tidakan kekanakan, tapi aku benar-benar kesal pada sosok yang menurutku tak pernah tua itu.

" Aku tetap membayarmu-"

" Ini bukan masalah uang," potongku.

" Kyuu." pinta Fugaku

" Ck, baiklah." rasanya aku ingin berteriak, tak taukah kalau aku tak bisa berkata 'tidak' pada dua orang yang mengisi hariku, Naruto dan yang satunya adalah Fugaku.

" Tapi aku punya syarat."

" Apapun itu, tapi sebelum itu cium aku dulu."

Aku mendengus kesal saat mendengarnya, tapi tak sampai beberapa detik bibir kami bertemu dalam ciuman yang panas.

Kyuubi pov end

1111

Langit malam kini mulai menampakan bintang, juga udara dingin yang menusuk kulit mulai terasa, Kyuubi melangkah pelan melewati lorong menuju sebuah kamar yang entah kenapa menarik perhatiannya, Fugaku memutuskan agar Kyuubi dan Naruto tinggal di mansion uchiha, ada banyak kamar yang kosong, Fugaku memberikan ijin menempati kamar mana yang dipilih oleh dua gadis keturunan Namikaze saat ini.

Dan disinilah Kyuubi berada, didepan pintu yang terukiir aneh, apa ini gambar rubah. mengangkat bahunya Kyuubi melangkah masuk.

" Ini.." Kyuubi menutup mulutnya, tak bisa berkata " Indah"

ya, benar-benar indah, kamar yang terasa hangat walaupun ber-cat putih dan abu-abu. penataan kamar yang terkesan maskulin, membuat Kyuubi bertanya-tanya, apa ini kamar seorang laki-laki? Ranjang yang terletak disamping jendela bersar yang menghadap langsung kematahari terbenam. Kyuubi menyukai warna merah-jingga perpaduan dua warna yang tercipta saat matahari terbenam. Tersa hangat dan misterius.

Juga rak buku yang terletak disudut ruangan, satu paket benda electronik disisi satunya, pintu yang entah berakhir dimana-Kyuubi memutuskan untuk mencari taunya nanti, juga tangga unik yang terhubung dengan lantai diatasnya.

" Benar-benar tak salah aku memilih kamar ini. Tapi dimana kamar Naruto yaa? sebaiknya aku mencari tau besok sekarang aku tidur saja, huh jam sepuluh malam."

Kyuubi membuka tasnya yang berisi gaun tidur dan barang-barang lainnya, tadi Kyuubi dan Naruto memang sempat pulang keapartemen guna mengambil barang yang dibutuhkan untuk bermalam dan sisanya barang akan dibereskan besok.

1111

06.00

Seorang pria yang menawan melenggang masuk menuju mansion Uchiha, dilihat dari para pelayan yang membungkuk saat melewatinya, bisa dipastikan kalu dia adalah salah satu penghuni mansion ini. jas dan celana yang berwarna hitam dengan kameja putih membalut sempurna lekukan tubuh tersebut, rambut hitam legam yang terikat rendah di tengkuknya, membuatnya semakin menawan, dada bidang yang terlihat menggiurkan, Dia-Uchiha Itachi- melangkah tenang menuju kamarnya,

Perlahan pintu kamar itu terbuka, tapi apa yang menyambutnya benar-benar membuatnya melotot, Disana, diatas ranjangnya terdapat sesosok wanita dengan baju tidur merah marun tengah tertidur meringkuk tanpa selimut.

Dengan pandangan nyalang Itachi melangkah bagai hewan liar yang teritorialnya terusik, dentuman dari sepatunya tanpa sadar membuat putri tidur itu terbangun,

Mereka beradu dalam tatapan tajam.

Onix dan merah

TBC

Maaf telat,

tapi, review yaa.