Karena merasa rencananya akan berjalan lancar, dengan mengadu kalau calon suaminya itu tidak menemaninya Kyuhyun yakin Heechul akan pulang lebih cepat. Dengan keyakinan penuh, Kyuhyun akhirnya memilih tidur di kamarnya.
5 jam kemudian, tepatnya pukul 8 malam seorang Namja atau Calon suami Kyuhyun datang. Ia memarkirkan mobilnya di halaman rumah Kyuhyun. Kemudian Namja itu turun dari mobilnya dengan membawa jinjingan yang berisi makanan yg ia beli dari Restoran.
Namja itu memencet bel rumah Kyuhyun berkali-kali, tapi tidak kunjung di buka juga. Namja itu melihat jam yang melingkar di tangannya. Jam 8 malam, seharusnya Kyuhyun ada di rumah. Teringat kalau orang tua Kyuhyun mempercayakan Kyuhyun padanya dan juga mereka memberikan wewenang agar calon suaminya itu bisa keluar masuk rumah Kyuhyun kapan pun akhirnya ia membuka sendiri pintu itu dengan kunci duplikat yang ia punya.
Saat masuk keadaan rumah masih gelap. Namja itu berjalan menuju saklar lampu dan menyalakan seluruh ruangan. Tidak ada tanda-tanda keberadaan orang disana. Mungkin Kyuhyun sedang tidur. Dan benar saja saat membuka kamarnya, Kyuhyun tengah tertidur pulas di atas tempat tidurnya.
Namja itu tersenyum melihat ekspresi Kyuhyun yang tengah tertidur dengan begitu menggemaskan. Dengan mata yang sedikit terbuka dan mulut yang juga terbuka, Kyuhyun terlihat begitu menggemaskan. Merasa gemas Namja itu mengecup pipi Chubby Kyuhyun. Lalu kembali tersenyum saat Kyuhyun menutup dan membuka kembali mulutnya dengan mata yang masih terpejam.
Tidak ingin mengganggu atau membuat Kyuhyun bangun, Namja itu keluar dari kamar Kyuhyun dan berjalan menuju ruang makan. Disimpannya jinjingan yang di bawanya di atas meja, Lalu ia mengeluarkan dan menata makanan yang di bawanya di atas meja. Setengah dari makanan yang di bawanya ia simpan di lemari penghangat,untuk Kyuhyun makan nanti. Dengan santai Namja itu menyantap makan malamnya.
=== WonKyu ===
Kyuhyun tiba-tiba saja terbangun dan memegangi pipi kirinya. Ia bermimpi seekor kuda mencium pipinya, Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Karena merasa kantuknya hilang seketika Kyuhyun berjalan keluar kamarnya. Dari atas ia mendengar suara piring dan sendok yang beradu, Kyuhyun mendadak horor jangan-jangan di rumahnya ada hantu.
Dengan hati yang was-was Kyuhyun turun dari tangga dan berjalan keruang makan. Dar iarah pintu ia melihat seseorang tengah duduk di meja makan. Kyuhyun berpikiran kalau bisa jadi itu maling. Dengan mengendap-ngendap Kyuhyun mendekati Namja itu, ia membawa kantong plastik untuk menangkap kepala maling tersebut.
''Ya...Maling ! Kena kau...!'' teriak Kyuhyun memasukan kepala namja itu ke dalam kantong plastik. Namja itu refleks melawan dan mencoba melepaskan kepalanya.
''hmmm..leeepphhhaaaasssss...''namja itu berontak meminta Kyuhyun melepaskan plastik dari kepalanya. Bukannya melepaskan Kyuhyun semakin berusaha mengikat plastiknya. Karena tahu Kyuhyun akan melakukan itu, Namja itu menggigit tangan Kyuhyun membuat Kyuhyun menjerit dan melepaskan tangannya dari leher namja itu.
''Aaaarrrrhhhhggg! Maling sialan..!''
Namja itu melepaskan plastik dari kepalanya dan membalikan badannya kearah Kyuhyunyang sedang mengelus tangannya.
''Aku calon suamimu bukannya maling,'' ucap Namja itu. Kyuhyun hampir saja pingsan melihat siapa orang yang menjadi calon suaminya itu. Ini kali pertama Kyuhyun melihat dengan jelas wajah calon suaminya itu.
''YA! Ahjusshi kenapa kau ada di rumahku?''
''Aku Calon Suamimu, dan eommamu menyuruhku tinggal disini,''
=== WonKyu ===
Kyuhyun tidak habis pikir, kenapa Ahjusshi yang di temuinya di Mall tadi siang ternyata adalah calon suaminya. Choi Siwon seorang pemilik 'Hyundai Departement Store' adalah calon suami dari Cho Kyuhyun,seorang remaja berusia 18 tahun dan seorang penggila Game dan belanja !
''Aish pelan-pelan Ahjusshi Pabo,'' umpat Kyuhyun saat Siwon memberikan alhokol dilengannya. Rupanya gigitan Siwon cukup berbahaya. Sampai-sampai kulit Kyuhyun yang kelewat sensitif itu membiru.
''Maaf ya, aku tidak sengaja menggigitmu,''
''Eh, kenapa kau bisa masuk kedalam rumahku?''
''Panggilaku Hyung. Atau Wonnie Hyung. Aku masuk karena punya kunci duplikat. Orangtuamu yang mempercayakan Kau dan rumah ini padaku,''
''Aku tidak mengira namja yang sering Eomma ceritakan adalah kau, kakek-kaket tua '' ucap Kyuhyun sambil meringis pelan memandangi lengannya.
''Kau pikir aku tidak kaget? Ternyata calonku adalah seorang anak kecil yang suka marah-marah sepertimu. '' ucap Siwon, Kyuhyun mendongkakan kepalanya menatapSiwon.
''Kau bilang apa Ahjusshi, kau pikir aku suka di jodohkan dengan kakek-kakek''
''YAaaaaaa...Aku masih muda''
''YA…..Ahjusshi sakit, arrrggh perih ! kau kira kulitku seperti kulit badak seenaknya saja kau tekan dan gigit lagi?'' Kyuhyun mengaduh kesakitan, Siwon sedikit bersalah membuat Kyuhyun hampir menangis.
''Maaf,Habisnya kau menyebalkan anak kecil''
Kyuhyun hanya bisa memalingkan wajahnya, tidak mau Siwon tahu dia sedang mengumpat. Bisa-bisa tangannya yang membiru itu semakin parah.
''Jadi kau akan tinggal disini?!'' Tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.
''Nhe, sampai pesta pernikahan,''
Kyuhyun memutar bola matanya lagi, ia tidak suka membahas pesta pernikahan. Walau Kyuhyun tahu tidak bisa menolak tapi tetap saja batinnya belum siap menjadi seorang istri.
''Tapi bukankah Kau bekerja, dan pastinya kau sibuk. Jadi lebih baik tinggal diappartement saja yang dekat dengan kantor. Aku tidak apa-apa tinggal sendiri disini,''
''Apa kau lupa, Aku Choi Siwon pemilik Hyundai Departement Store. Itu artinya terserah aku mau masuk kerja setiap hari, mau lembur atau tidak atau tinggal di Kantor semauku,''
Kyuhyun bungkam, dan tidak tahu harus bagaimana. Benar juga Siwon itu pemiliknya dan tentunya terserah dia mau datang kapan saja ke kantornya. Kyuhyun sudah pasrah mulai sekarang ia akan tinggal bersama seorang Ahjusshi di rumahnya sendiri.-_-
=== WonKyu ===
Kyuhyun Pov
''Hey!ambilkan aku Coffee,''
Aku memutarbola mataku bosan, bosan. Yah sangat bosan pada Namja di sebelahku ini T^ yang selama 1 Minggu ini menjadi penghuni baru di rumahku. Menyebalkan bukan ?! Kami tidak Pernah akur tapi tinggal bersama.
''Ambil saja sendiri. Aku bukan pem-ban-tu-mu,'' ucapku meliriknya yang tengah membacakoran bisnis dan kembali fokus dengan tugas Sekolahku.
''Hey,Anak kecil . Cepat, kalau orang dewasa menyuruh itu seharusnya kau langsung laksanakan,'' ucapnya, lalu dengan sangat menyebalkan menutup buku yang sedang aku pelajari untuk ulangan besok T^T.
''Yak! Jangan memanggilku anak kecil. Aku sudah dewasa, lihat tinggiku saja hampir mengalahkanmu orang tua,'' kataku tak terima.
''Jinjja?! Lihat kau saja tidak mempunyai bulu, seperti ini dari mana dewasanya, eoh?!''ucapnya mengelus betisku yg mulus karena aku memakai celana pendek. Aish sentuhannya membuatku geli.
''Aish, menyebalkan.'' ku tinggalkan Namja menyebalkan ini. Dari pada aku mati masuk kedalam kamarku, tidak lupa aku menguncinya juga. Semenjak ada Namja itu, aku selalu tidak pernah lupa mengunci kamar. Kalau tidak aish, bisa saja namja itu diam-diam masuk.
Hah,Pabo! Kyuhyun! Bukuku?! Aish, aku malah meninggalkan buku itu di sana. Kalau aku keluar lagi, nanti Namja itu mengira yang lain-lain lagi. Aish lebih baik tidak usah.
SiwonPov
Ini buku apa?! Sepertinya Kyuhyun lupa membawa bukunya. Aigo, dasar anak kecil. Pantas saja Orang Tuanya menyuruhku untuk tinggal disini. Selain untuk melakukan pendekatan tapi juga untuk menjaganya. Sekarang ini dia baru kelas 3 SMA, hah masih kecil di bandingkan aku yang sudah bekerja. Sebaiknya aku antarkan saja buku ini padanya, siapa tahu dia butuh untuk belajar.
-Tok...Tok-
Kuketuk pintu kamarnya, tapi tidak ada jawaban juga. Apa dia tidur?!
''Kyuhyun-ah,Kyu buka pintunya.''
''Apa kau tidur?!''
''Baiklah. Aku tinggalkan bukumu di depan pintu, aku pergi dulu''
Kutinggalkan dia yang masih mengurung diri di kamarnya. Entahlah apa yang sedang dilakukan anak kecil itu di dalam sana. Padahal Aku ingin mengajaknya memilih baju pengantin. Sebentar lagi saat ulang tahunnya ke 19 dan tepat dia lulus sekolahaku akan menikahinya. Walaupun usia kami terpaut beda jauh, tapi Aku sungguh ingin menikahinya karena Aku mencintainya.
KyuhyunPov
Sepertinya Namja itu sudah pergi. Baguslah kalau begitu, dengan begitu aku bisa menyelesaikan PRku. Aku keluar dan mengambil buku di depan pintu. Aku sedikit aneh dengan Namja itu tidak menolak di jodohkan denganku. Padahal kan dilingkungan kantornya pasti banyak Yeoja yang cantik.
Dan sekarang dia masih saja berharap kalau aku akan menikah dengannya. Ah~ Aku tidak mengerti pikiran Namja itu, padahal aku sama sekali tidak mencintainya. Kalau bukan karena Perjanjian orang tua kami, aku tidak akan mau menikah atau tinggal dengannya. Masih banyak Namja yang seumuran denganku, mereka tampan dan juga berjiwa muda.
TBC
