LET'S NOT FALLIN LOVE

DaeBaek

lee yubi

and another cast

x chapter 2 x

"appa… sepertinya aku butuh menyegarkan pikiranku dan mencoba memulihkan ingatanku sedikit demi sedikit" Baekhyun membuka percakapan di meja makan.

"tidak bisa, aku tau kau bermaksud untuk kabur dari rumah"

Baekhyun memasang wajah datar pada ayahnya yang sudah kelewat mengenal dirinya. Dia menoleh pada ibunya dan wanita yang masih cantik diusianya itu hanya tersenyum tidak bisa membantunya.

"apa aku belum bilang kalau aku mengajak 'istri'ku juga?"

"tidak bisa, aku tidak akan tertipu lagi dengan akal licikmu"

"aaboojhiiiii jebaaaal~eomma tolong aku~~~" Baekhyun menggunakan jurus terakhirnya yaitu aegyo. Namun diusianya yang sebenarnya tidaklah pantas untuknya hingga ayahnya hanya bisa memberikannya kesempatan sebelum dia bertindak makin aneh.

"aku tidak mengerti kenapa tuan Byun mengijinkanmu yang masih sulit dijinakkan ini bisa keluar dari rumah" Yubi mengomel begitu dia masuk ke kamar Baekhyun yang sedang mematutkan dirinya dicermin.

"julukkanku adalah perayu maut, inilah yang kuhasilkan dengan sedikit kekuatan rayuanku, hahaha"

Yubi hanya bisa melongo dengan candaan Baekhyun yang sangat terdengar kekanakan.

"eh bocah, aku sedikit penasaran kenapa kau berada di SMA sangat lama? Apa kau tinggal kelas?"

Yubi menyadari kejanggalan yang baru ia ketahui karena dokter mengatakan ingatan Baekhyun berada diumurnya yang ke 20 namun saat itu juga tuan Byun bilang itu saat waktu SMA Baekhyun.

"aku sempat koma 1 tahun saat umurku 6 tahun, lalu kecelakaan saat umurku 10 tahun, dan percobaan bunuh diri saat 16 tahun, aku masuk SMA saat 17 tahun"

Yubi hampir menjatuhkan ponselnya mendengar ucapan Baekhyun yang santai. Pria manis dengan tangan indah itu selesai mendandani dirinya. Begitu berbalik dia melihat Yubi sedang menatap kearahnya dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca.

"Byun Baekhyun" panggil Yubi.

"kenapa dengan wajah masammu? Sedang datang bulan ya?"

"pria sialan bernama Byun Baekhyun, setelah kau mendapatkan ingatanmu kuharap kita segera menyelesaikan apa yang membuatku menggugat cerai"

Yubi hampir menunjukkan sisi lemahnya begitu teringat hari sebelum kecelakaan Baekhyun tentang kejadian yang membuatnya muak dan kehilangan sifat hangatnya. Harga dirinya yang terluka oleh dinginnya Byun Baekhyun padanya sejak pernikahan mereka.

"kau ingin cerai dariku? Oke akan kulakukan, tapi dengan syarat"

"aku benar-benar menyukai teknologi masa depan, kita benar-benar bisa menemukan alamat hanya dengan sebuah ponsel" Byun Baekhyun pria dewasa bermental remaja 2005 berdecak kagum dengan ponselnya yang canggih.

Yubi hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil terus menyetir. Dia dan Baekhyun sedang mengendarai mobil di kota Busan. Yubi sempat menolak karena dia pikir Baekhyun akan kabur ke kota lain dan melibatkannya. Disinilah mereka jauh dari Seoul hanya untuk mencari rumah 'teman' SMA Baekhyun.

Yubi memarkirkan mobilnya didepan gerbang sebuah rumah tradisional yang masih menggunakan kayu dan taman kecil yang dirawat dengan baik.

"wow ini pertama kalinya aku melihat rumah yang sangat tradisional" gumam Yubi. Bagaimanapun juga dia terlahir dikalangan bangsawan dan dia cukup introvert meski memiliki banyak koneksi.

"dasar putri kastil yang tidak tahu apa-apa, kenapa aku harus menikahi putri sepertimu? Ckckck"

"katakan sekali lagi atau kutinggalkan kau disini"

Baekhyun menjulurkan lidahnya dan mendahului Yubi masuk ke rumah itu.

"permisi! Apa ada orang?"

Seorang wanita muda yang sepertinya sedang berada disekitar halaman langsung membukakan pintu dan menatap Baekhyun dengan canggung, wajahnya sedikit memerah melihat tamu tidak dikenal yang cukup tampan.

"ah annyeonghaseyo~ apa benar ini kediaman Jung?"

Mata Yubi terbelalak mendengar nama Jung dari mulut Baekhyun. Dia ternyata sudah dijebak. Membayangkan jika tuan Byun mengetahui dimana mereka saat ini membuatnya merinding.

"benar, ada keperluan apa?"

"apa… Jung D-Daehyun ada didalam?"

Baekhyun bahkan sedikit gugup mengucapkan nama seseorang yang sangat ia cari setelah sadar.

"bagaimana kau tahu nama asli oppa? Apa hubungan kalian?" wanita itu begitu terkejut saat mendengar nama asli kakak lelakinya yang hanya diketahui oleh keluarga terdekat saja.

Baekhyun sedikit mundur mendengar pertanyaan itu. Dia mulai mencium keanehan dan tentu saja apapun bisa terjadi setelah 9 tahun. Dengan hati-hati dia mencoba mengarang cerita.

"aku teman kerjanya, semalam kami habis minum-minum dan dia mengatakan akan pulang ke rumahnya di Busan, jadi aku langsung kesini untuk keperluan pekerjaan" Baekhyun mengatakannya dengan wajah meyakinkan padahal semua itu hanya karangannya saja.

"oh, oppa tidak kemari.. kenapa dia mabuk padahal 2 hari lagi dia ada panggung musical? Apa seniornya memaksanya?" wanita itu terlihat khawatir.

"ah tidak kok, hanya yah… mungkin sekedar menurunkan nervesnya sebelum naik ke panggung, baiklah kalau begitu nona Jung…"

"Jung Eunji!" dia mengucapkannya dengan senyum lebar.

Baekhyun tersenyum balik dan mengacak surai rambut Eunji. Eunji begitu terkejut namun menyukai sikap gentleman Baekhyun.

"gumawo Eunji-ya, aku pamit dulu"

Baekhyun segera meninggalkan Eunji dan pikirannya kembali kusut mendengar yang dilakukan Daehyun setelah 9 tahun berlalu. Panggung musical? Dia… menjadi penyanyi?

"daebak! Woah woah" Baekhyun tidak henti-hentinya bergumam.

"yah! Apa… daehyun-ssi ini…'dekat' denganmu?" Yubi benar-benar ingin menghindari pertanyaan seputar dunia Baekhyun tapi rasa penasarannya mengalahkan egonya.

Baekhyun menatap Yubi yang sedang memasang telinganya tajam untuk mendengar jawaban Baekhyun.

"Jung Daehyun adalah tokoh utama disini Yubi-ssi, aku dan Daehyun tidak akan terpisah mulai saat ini, jadi sadarlah dengan posisimu sebagai orang ketiga maka aku akan segera menyelamatkanmu keluar dari jerat seorang Byun Baekhyun"

Lee Yubi menguatkan genggamannya di setir dan menahan rasa ngilu di dadanya.

"hey Yubi, aku mengetikkan nama Daehyun di mesin pencarian di internet, kenapa yang muncul wajah yang tidak kukenal? Umurnya pun berbeda"

Yubi mulai lelah mendengar keluhan Baekhyun yang ia dengar sepanjang perjalanan pulang. Pria ini tidak peduli betapa lelahnya Yubi menyetir dari Seoul ke Busan tadi.

"mana aku tahu dasar menyebalkan"

"ah! Apa mungkin dia menggunakan alias?"

"alias my ass! Yah, kau sangat kuno, name stage!"

Baekhyun menyinyir mendengar omelan Yubi. Bukan salahnya dia menjadi hilang ingatan. Tapi dia bersyukur karena dia hanya perlu menemukan kebahagiaannya yang dimasa depan justru tidak ada. Jung Daehyun… betapa ia sangat merindukan pria itu.

Baru saja mereka sampai di mansion Byun, seorang pria dengan wajah seperti marmot lucu berlari kearahnya dan memeluknya erat.

"BYUN BAEKHYUN!"

"YA TUHAN KIM MINSEOK!"

Baekhyun membalas pelukan hangat teman yang masih ia ingat. Minseok adalah teman satu lesnya dahulu. Mereka berbeda sekolah namun dia cukup akrab dengan Minseok.

"Yah! Kau benar-benar kembali ke masa lalumu aku tidak percaya ini! Lihat kau bahkan membalas pelukanku!"

Baekhyun merasa ada yang aneh dengan Minseok.

"yah! Kenapa kau mendramatisir sekali? Kau temanku mana mungkin aku tidak seperti ini"

Minseok terlihat menahan air matanya dan menggenggam tangan Baekhyun erat.

"Baekhyun-ah, aku bekerja padamu sudah hampir 1 tahun, aku adalah sekertarismu dan ini pertama kalinya kau begitu bahagia melihatku"

Baekhyun merasa tidak enak. Dia pikir dirinya yang sudah dewasa ini sangat aneh dan berlawanan dengan dirinya yang muda. Dia menatap Minseok dalam.

"mianhae, apapun yang kulakukan pasti berat untukmu"

"gwenchana! Kau tidak benar-benar berubah, kau masih baik padaku tapi kau hanya terlalu tertutup padaku"

"aku tidak berniat menanyakan apa yang dilakukan Baekhyun dewasa, tapi apa kau tahu bagaimana nasib Daehyun sekarang?"

Minseok langsung mundur mendengar nama Daehyun. Sudah lama sekali dia mendengar nama itu.

"mianhae aku tidak tahu, tapi aku akan mencari tahu untukmu, bagaimana?"

Baekhyun tersenyum lebar dan itu membuat Minseok tidak bisa menahan senyumnya. Senyuman Baekhyun yang terasa tulus dan hangat setelah 1 tahun.

"oh ya dengan siapa kau tadi?" Tanya Minseok karena begitu Baekhyun keluar dari mobil dia tidak begitu memperhatikan dengan siapa Baekhyun datang.

"aku bersama Yubi, oh dimana dia?"

Minseok menepuk bahu Baekhyun dan menatap sahabatnya.

"jika kau kembali bersama Daehyun, lalu apa kau akan meninggalkan Yubi-ssi?"

Baekhyun terdiam sejenak lalu menerawang keatas langit.

"kenapa kau berfikir aku berhak memilih mereka berdua? Yubi terang-terangan membenciku setengah mati, lalu Daehyun… aku ragu dia masih menginginkanku"

Minseok menggelengkan kepalanya tidak setuju.

"kau tahu ada sifatmu saat dewasa yang membuatku kagum, kau tidak pernah mengenal kata menyerah dan selalu mencoba hal yang mustahil orang lain lakukan, kau adalah CEO muda Byun, kau pria yang luar biasa"

Baekhyun tersenyum simpul, sebenarnya dia memiliki sifat itu jauh sebelum dia dewasa. Menyerah adalah hal terlarang baginya, kita tidak akan pernah tahu jika tidak mencoba. Ah, sepertinya dia mengingat kalimat itu dari seseorang.

"tenang saja akan kucari Daehyun dan menyeretnya padamu, cih aku masih bisa mengingat betapa kau sangat sombong memamerkan Daehyun padaku"

Minseok bergidik ngeri membayangkan masa lalu mereka. Yah Minseok adalah bi, hanya saja dia tidak pernah mencoba mencintai pria sepenuhnya karena dia begitu rapuh, dia takut disakiti.

"gumawo Minseok-ah, setelah ingatanku kembali aku akan tetap menjadi sahabat yang baik untukmu"

Minseok tersenyum, betapa dia bersyukur dengan keadaan Baekhyun yang sekarang.

"unnie apa kau sudah mencari tahu tentang teater musical yang punya jadwal 2 hari lagi?" Yubi tampak buru-buru begitu sampai di sebuah ruangan di perusahaan milik Ayahnya. Seorang wanita cantik dan anggun menyapanya dengan hela nafas yang berat.

"kau membuat kepalaku pusing, sebenarnya untuk apa kau mencari tahu itu? Kupikir menonton teater bukan stylemu" Jung Yumi seorang kepala departemen disini adalah wanita yang sudah Yubi anggap sebagai saudaranya.

"itu tidak penting, aku hanya penasaran saja"

"dasar aneh, ini" bruk, Yumi menyodorkan 3 kertas yang tertulis judul teater yang diadakan 2 hari lagi.

"ada 3 musikal yang digelar di Seoul, salah satunya memiliki hallyu star Woohyun dipastikan akan sangat ramai karena dia memiliki fandom yang besar, lalu ada bintang veteran Eric dan tiketnya sold out. Lalu ada musical dari Keke entertainment kurasa mereka benar-benar memaksakan diri mengadakan musical dihari yang sama dengan 2 bintang itu"

Yubi melihat wajah pemain musical yang terpampang di kertas itu. Eric memiliki usia yang cukup jauh dari Daehyun jadi tidak mungkin orang ini adalah Daehyun. Woohyun terdengar mirip Daehyun namun difoto dia terlihat sangat Casanova, Yubi ragu jika Daehyun yang 'dekat' dengan Baekhyun adalah orang ini. Lalu dari Keke ent, Yubi terkejut melihat nama grup yang tertulis disana.

"First Sensibility bermain musical?!"

Yumi juga terkejut dan menarik kertas dari Yubi. "oh kau benar, grup favoritmu bukan?"

"yah! Bukan berarti aku fansnya, aku hanya menikmati lagu mereka"

"sama saja" Yumi terkekeh melihat Yubi berkilah tidak mau disebut fangirl.

Yubi mulai takut melihat foto grup First sensibility, grup ini ada 3 member dan semuanya memiliki umur yang mendekati Baekhyun. Yoo, Chen dan Damchu.

"hhh kepalaku sakit" Yubi hampir menangis melihat foto 3 pria itu dan salah satu dari mereka adalah Jung Daehyun.

Hari H panggung musical Daehyun dan Baekhyun justru dipaksa masuk ke perusahaan oleh Minseok. Setelah memberikan alasan karena banyak berkas yang perlu diurus Baekhyun makan Tuan Byun hanya bisa membiarkan anaknya pergi kerja. Minseok berjalan didepan Baekhyun yang sedang melihat refleksi dirinya di dinding lift.

"kau tampan Baek, tenang saja itu sudah dari lahir" goda Minseok.

Baekhyun menyengir saja.

"hey ingatanku benar-benar belum kembali aku harus bagaimana nanti?" Baekhyun sedikit takut karena ini pertama kalinya dia bertemu orang banyak setelah kecelakaan itu.

"relax~ kau hanya perlu berakting dingin, semua orang tidak akan tiba-tiba menanyakanmu"

Meskipun ditenangkan begitu Baekhyun masih khawatir. Dia menatap layar ponselnya, harusnya dia segera pergi menemui Daehyun tapi Minseok bahkan tidak bisa menemukannya karena dia terlalu sibuk menangani urusan kantor.

Lee Yubi masuk pada sebuah gedung teater yang memiliki kapasitas kecil. Dengan mobil mewah dan penampilan layaknya kelas atas membuat staf yang bekerja diluar terkejut bukan main. Mereka mengira Yubi adalah tamu VIP.

"aku memesan semua bangku yang tersisa, silahkan gunakan kartu ini" Yubi menyodorkan kartunya yang berwarna hitam. Kartu itu memiliki unlimited dan hanya dipakai oleh beberapa chaebol saja.

"ba-baik Nyonya akan kami proses" staf itu merasa bahagia karena bosnya pasti akan senang mendengar ini.

"tapi… apa aku boleh mampir di ruang tunggu artis?" Yubi berkata dengan nada manisnya membuat staf pria itu bersemu merah.

Yubi memasuki ruang tunggu dan melihat orang-orang terlihat sibuk. Dia sedikit bergidik melihat ruangan itu berbau aneh dan sisa makanan siap saji. Popularitas Keke ent memang sedang surut dan hampir bangkrut. Setahu Yubi mereka saat ini mengandalkan actress mereka yang sedang naik daun, kalau tidak salah namanya Han Sunhwa.

"astaga bahkan mereka tidak menyadari ada wanita cantik berdiri disini sendirian, annyeong~ ada yang bisa kubantu nona?"

Yubi terlonjak kaget karena seorang pria muncul begitu saja didepannya. Penampilannya terlihat sangat berantakan dan terlihat agak nerd.

"tidak perlu aku hanya mampir sebentar, aku akan segera pergi setelah ini"

Setelah pria aneh itu pergi , Yubi kembali focus pada pencariannya. Dia menemukan 2 pria yang sepertinya sudah selesai bersiap. Yoo dan Chen. Saat dia ingin mendekati mereka tiba-tiba staf yang sepertinya seorang sutradara membawa mereka bersiap masuk stage.

"Byun Baekhyun!" teriak Yubi saking paniknya. Kedua pria itu menoleh padanya bersamaan.

"siapa kau?" Yoo terlihat sangat terganggu dari raut wajahnya.

Ah itu pasti dia, Jung Daehyun!

"maaf nona tapi kau harus segera pergi, silahkan pintu keluarnya disana" staf wanita itu segera mengusirnya sebelum hal besar terjadi.

Yubi tidak bisa menerima perlakuan ini.

"aku membayar separuh dari kursi penonton jadi biarkan Yoo bicara denganku karena ini sangat mendesak"

Semua staf terlihat saling membicarakan tentang itu. Mereka semua sudah mendengar ada seorang wanita yang membayar banyak tiket untuk teater mereka. Yoo dan Chen bingung melihat keadaan ini.

"kumohon temuilah si gila Byun yang hilang ingatan itu" pinta Yubi langsung menatap Yoo.

"aku tidak bisa lagi Minseok-ah! Arghh aku sama sekali tidak bermimpi menjadi CEO saat aku kecil, aku bermimpi menjadi pembawa acara kau tahu?" Baekhyun mengeluh seperti anak kecil dan Minseok benar-benar kewalahan menghadapinya.

"arraseo, baiklah kita istirahat, kajja kita makan saja"

"YAYYY SARANGHAEYO KIM MINSEOK!"

Drrrtt

"aish, siapa yang menelfon disaat waktu pentingku" Baekhyun melihat ponselnya yang terus bergetar menandakan panggilan. Dari Yubi dan itu membuatnya agak malas menjawabnya.

"yeobseo"

"datang ke alamat yang kukirim sekarang juga atau kau akan mendapatkan pukulan dari ayahmu setelah kubeberkan kemana kita pergi kemarin" tut-

"ayo cepat Baek, aku sudah memesan hanwoo di restoran paling enak" ucap Minseok.

"AISH MENYEBALKAN DASAR WANITA SIALAN"

Minseok segera tahu siapa yang menelfon Baekhyun dan dia buru-buru menyiapkan mobil setelah Baekhyun menunjukkan alamat yang dikirim Yubi padanya.

"apa yang dia inginkan dariku sih? Bukannya dia tidak menyukaiku? Apa kali ini?" Baekhyun mulai terdengar seperti remaja putri yang sedang uring-uringan. Minseok merasa suasana di mobil memang sudah sangat berbeda dibandingkan dulu. Dulu dia hanya bisa mendengar suara yang datang dari keypad tablet yang terus dipegang Baekhyun untuk urusan pekerjaan.

"kita sudah sampai, oh ini gedung serba guna, apa yang dilakukan nona Yubi disini?" Minseok membukakan pintu Baekhyun dan melihat suasana sekitar gedung. Sebuah spanduk besar tertempel diatas pintu masuk, mereka mencoba mendekat untuk melihat lebih jelas tulisan yang ada dispanduk itu.

"mwo? Teater?!"

Baekhyun langsung menerobos kedalam tanpa memerdulikan teriakan Minseok. Yubi pasti sudah menemukannya. Jung Daehyun!

5 menit sebelum Baekhyun datang…

Yubi memberikan tepuk tangan untuk penampilan artis Keke ent yang lumayan berbakat menurutnya. Dia menyaksikan para pemain memberikan salam perpisahan. Fans First Sensibility berada di bangku depan dan Yubi bisa menghitung jumlah mereka dengan jarinya. Sisanya dia tidak mengerti kenapa staf diibelakang layar tadi tiba-tiba duduk dikursi penonton, yah baru itu dia sadar Keke memang sangat tidak popular.

Begitu penonton bubar dia masih duduk dikursinya dan menunggu Yoo. Yubi tidak menyangka pria itu menolaknya bertemu karena dia ingin melakukan teater ini dan bertemu fansnya.

"yah nona, apa kau tidak keberatan mendengar kami perform 1 lagu? Kurasa aku sedikit kurang sopan tadi, maafkan aku" ucap Yoo yang muncul dipanggung bersama 2 membernya.

Yubi mengangguk saja, jujur ini pertama kalinya dia melihat live perf first sensibility karena dia selama ini hanya mendengar dari ipodnya saja.

"sebelumnya perkenalkan namaku Yoo" Yoo membungkuk memberi salam.

"aku Chen, senang bertemu denganmu" Chen tersenyum dan membuat Yubi membalasnya.

"annyeonghaseyo, Damchu imnida" Yubi terkejut mendengar suara biasa Damchu yang membuatnya sedikit berdebar.

Music mulai dimainkan dan lagu 'With You' dengan melody yang lembut membuat Yubi merasakan nyaman. Lalu tanpa Yubi sadari teater ini dimasuki orang asing yang bernafas dengan kesusahan karena berlari. Baekhyun berdiri tepat disamping Yubi duduk.

"oh kau datang, kemari duduklah" Yubi memberikan isyarat Baekhyun untuk duduk. Pria itu menurut dan duduk disebelah Yubi.

"lihatlah dulu baru nanti kujelaskan kenapa aku mengundangmu kesini-" kalimat Yubi terpotong begitu dia melihat ekspresi Baekhyun.

Baekhyun tersenyum.

Senyuman yang sama sekali tidak pernah Yubi lihat.

Senyuman yang benar-benar membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.

"kau menemukannya, gumawo" Baekhyun mengelus puncak kepalanya seperti yang ia lakukan pada Eunji dan Yubi tidak pernah begitu tidak menentu seperti ini. Kenapa tubuhnya bereaksi seperti dia menyukai Baekhyun?

"jinjja?" Tanya Yubi dengan nada pelan.

"yup, dia ada disana" Baekhyun terus tersenyum sambil menikmati lagu. 3 pria disana sama sekali belum menyadari kedatangan Baekhyun.

"ah syukurlah…" Yubi terdengar sedikit kecewa. Dia bahkan tidak tahu lagi apa yang membuatnya seperti ini.

"namanya Yoo-" Yubi mencoba memberitahu identitas Daehyun tapi Baekhyun sudah berdiri dan mendekati panggung. Yubi memandangi punggung Baekhyun yang menjauh.

'dasar bodoh, kenapa aku merasa kecewa?' batinnya perih.

3 pria yang begitu mencintai music it uterus melantunkan lagu dengan penuh penghayatan. Salah satu dari mereka menutup matanya dari awal lagu. Dia begitu lelah karena teater hari ini dan juga berbagai masalah yang terjadi dalam hidupnya. Hanya bernyanyi yang menjadi obat baginya. Karena dengan menyanyi dia bisa mengungkapkan semua emosinya dan menjaganya tetap tegar meski cobaan terus datang dan bisa membuatnya gila.

"with you~ with you~ with you with you my baby~~"

Music mulai berhenti dan sebuah tepuk tangan heboh terdengar begitu dekat. dia mengambil nafas dalam dan membuka matanya perlahan. Sosok pria yang berdiri tepat dibawah panggung dan wajah yang menuju kearahnya lalu tersenyum lebar menampakkan eye smilenya.

"hey! Sepertinya sudah lama ya?"

Dan dia hanya bisa mengingat micnya terjatuh begitu saja dan tubuhnya yang mendadak kaku.

TBC

reviewwwww hehehehe