Title : Ok (Let's Fly!)

Rate : T

Genre : Friendship,Romance,Humor and Drama

Main Cast : -Huang Zi Tao

-Wu Yi Fan

-Zhang Yi Xing

-Kim Jong In

Cameo : Semua anak Exo dan beberapa personil boyband SMENT lainnya.

Disclaimer : EXO dan lainnya bukan punya Key,tapi punya Tuhan YME. Cuma minjam,hehehe….

Note : Chapter ini penuh dengan cerita Lay,dari masa kecilnya saat bersama Tao,saat dia pindah ke Korea dan menemukan Kai,saat dia menjalani kehidupan di Korea,saat dia pulang dan menemukan Tao terus langsung jatuh cinta sama Tao :D . Dan untuk semua chapter di fic ini,bayangkan wajah Tao di MV 'History' ya…

1. Lay

.

.

Ten years ago

Lay mengusap rambut namja di hadapannya dengan raut minta maaf sementara yang diusap rambutnya hanya mendengus manja. Lay mencubit kecil pipi namja di hadapannya yang hanya berbeda dua tahun darinya itu.

"Aish,Tao,aku kan,akan kembali ke Cina."Lay menjawil hidung namja bernama Tao yang ber-'gelar' sahabat baiknya itu. Tao memanyunkan bibirnya,membuat wajah anak-anaknya terlihat sangat imut saat itu.

"Tapi Tao tahu Xing-Xing gege akan kembali ke Cina lama. Sekitar sepuluh tahun lagi."Mata Tao kini berkaca-kaca,membuat Lay membawa namja kecil itu ke dadanya. Tao kini menangis di dadanya,membuat Lay-saat itu juga ingin sekali menangkup kedua belah pipi namja di pelukannya dan mengatakannya keras "JANGAN KATAKAN ITU!". Tapi dia tahu,jika dia melakukan itu juga,seketika ada dua hal yang akan berpegaruh besar baginya. Pertama,tangisan Tao akan semakin menjadi-jadi dan kedua,image cowoknya akan lenyap seketika.

Tao mengangkat wajahnya dari dada Lay lalu menyentuh pelan pipi Lay. "Xing gege,jangan pernah lupakan aku ya?"

Lay mengusap air mata yang turun dari pipi Tao. "Aku janji. Saat kembali ke Cina nanti,aku akan menemui kau kembali."

Mata Tao mencerah. "Benarkah?" Lay langsung mengangguk halus.

Perlahan,Lay mendaratkan kecupan-ala-adik-kakak ke kening Tao. "Aku pasti kembali,Tao-ah."

Lay dengan perlahan melepaskan pelukan Tao. "Aku harus ke airport segera. Bye Panda. Aku akan mengabarimu setelah aku sampai di Cina."

Lay menyeret kopernya yang memang dari tadi berada di balik punggungnya. Tao tersenyum miris kepadanya,membuat dada Lay terasa sesak.

"Bye-bye Xing-xing gege,"suara Tao tampak tercekat saat itu juga. Air matanya kembali turun,membuat dada Lay semakin sesak.

"Bye-bye again,Huang Zi Tao."


A Year later

Lay merapatkan jaketnya. Udara musim dingin mulai terasa di Seoul. Tangan kanannya digenggam erat oleh Mrs. Zhang sementara di depannya ada Mr. Zhang.

Mrs. Zhang tiba-tiba berhenti di sebuah tikungan. Dia menarik lengan suaminya lalu berbisik-bisik singkat ke suaminya sambil menunjuk sebuah bocah dengan baju biru amat lusuh yang sedang asyik mengumpulkan uang dari hasil nge-dance-nya.

Lay terpaku menatap bocah yang kira-kira umurnya tak berbeda jauh dengannya. Dance bocah itu sangat lentur,sama sepertinya. Tarian yang mempunyai literatur sederhana,tapi indah. Tarian hip-hop dengan sebuah lagu Korea aliran Dance yang asing di telinga Lay. Mata Lay terus mengikuti bocah itu yang terus menari.

Lay menatap ibunya. Mrs. Zhang kini tersenyum menatap bocah itu lalu mendekatinya. Dia berdialog cukup lama dengan bocah itu. Mata bocah itu lalu berbinar cerah. Dan semenit kemudian,bocah itu kini digandeng tangannya oleh Mrs. Zhang. Mr. Zhang tersenyum sementara Lay menyerngitkan keningnya.

"Siapa dia,mum?"Lay menarik ujung baju Mrs. Zhang. Mrs. Zhang tersenyum agak usil sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Lay.

"Saudara barumu."

Dan Lay langsung mengerti

.

Semua tahu keluarga Zhang sangat baik dan memiliki sifat sosial yang sangat tinggi. Mereka peduli terhadap orang miskin dan anak-anak jalanan. Mereka terkenal dermawan. Dan mereka juga terkenal memiliki harta yang luar biasa melimpah ruah,sehingga minim kemungkinan mereka tak bisa menghidupi seratus anak jalanan sekali pun.

Dan kini,Lay tengah menatap 'saudara-barunya' dengan tatapan kosong. Saudara barunya yang ternyata bernama Kim Jong In atau biasa dipanggil Kai itu kini tengah mengaggumi T-Shirt Lay yang sekarang digunakannya itu. Lay juga mewarisi sikap dermawan orang tuanya,jadi dia tak mempermasalahkan bajunya-bahkan mungkin seluruh barang-barangnya dipinjam Kai. Yah,asal dikembalikan,tentu saja. Keluarga Zhang terkenal irit dan tidak suka membuang-buang uangnya untuk hal yang tidak terlalu penting,semacam membeli baju baru. Jika baju itu masih layak digunakan,digunakan oleh tiga orang sekali pun tidak apa-apa. Bukan pelit,tapi hemat.

Kai yang merasa risih dipandangi terus oleh saudara barunya itu menatap Lay dengan bingung.

"Namamu Zhang Yi Xing kan?"Kai mendekati Lay yang masih menatap kosong Kai. Lay mengangguk pelan.

"Panggilanmu?"tanya Kai. Lay tersenyum sangat kecil lalu mengacak-acak rambut Kai.

"Kau benar-benar menggemaskan. Panggilan kecilku Xing-Xing,tapi kuharap kau memanggilku Lay selama kau menjadi saudara angkatku sekaligus temanku."jelas Yi Xing. Mata Kai membulat.

"King-King?Aish,aku susah menyebutkan itu. Aku tak bisa bahasa Cina,jadi beruntunglah kau bisa bahasa Korea,"keluh Kai sambil meremas rambutnya. Lay tertawa.

"Kalau begitu Lay saja. Lay dan Kai. Enak sekali di dengar,"Lay tertawa riang. "Meski tidak nyambung dengan nama asliku."

Wajah Kai sedikit berkeriut. "Terdengar aneh,tapi okelah."

Lay tersenyum lalu kembali mengacak-acak rambut Kai. Membuat Kai menjadi sebal karena rambutnya yang sudah tertata rapi kini berantakan lagi,seperti saat dia masih di jalanan.

"Hei Lay,rambutku sudah kutata rapi nih!"

"Kau keren kalau rambutmu berantakan."

"Berisik!"


A week later

Mrs. Zhang mengecup kening Kai singkat sebelum kembali terfokus ke Lay sambil tertawa kecil. "Adik kecilmu sangat menyenangkan kan?Eomma kerja dulu ya. Yi Xing,jaga baik-baik Jong In. Jong In,jangan menjahili Yi Xing. Kini eomma barumu tahu sifat aslimu."Mrs. Zhang memutar bola matanya jahil,membuat Mr. Zhang menepuk pelan sikutnya.

"Kenapa kau jahil sekali sih,eouh?"Mr. Zhang berkata ketus-tentu saja bercanda. "JIka Yi Xing dan aku menjadi jahil,semuanya itu tertular karenamu dan Kai."

"Hahaha,sudah jangan diteruskan."Lay yang kalem segera mendorong ibunya dan ayahnya untuk segera berangkat kerja. "Jika kalian telat,perusahaan kalian nanti bangkrut lho."

"Anak kecil jangan sok tahu,"Mr. Zhang menyentil pelan dahi Lay sebelum dia masuk ke mobil keluarga Zhang. "Itu kan,perusahaan kami sendiri. Lagipula,ada Ran ahjusshi bisa membantu kami."

"Baik-baik ya!"pesan Mrs. Zhang sebelum akhirnya berangkat bersama suaminya tercinta,meninggalkan Lay dan Kai di rumah dengan beberapa pembantu di sana.

"Oke,"Lay menghembuskan napasnya. "Apa yang kita akan lakukan?"

"Aku belum melihat banyak rumah ini. Terlalu besar,"jawab Kai. "Ke gudang yuk,kali saja aku bisa menemukan beberapa barang yang masih bisa dipakai."

Lay mengangkat alisnya. "Gudang kami di loteng. Ayo kita ke sana."

.

Lay mencolek debu dari atas sebuah peti kayu berwarna cokelat dengan tangan kiri sementara tangan kanannya sibuk memegang sebuah senter berwarna merah sebagai penerengan. Kai sendiri sendak menutup pintu loteng yang terletak di lantai,membuat bunyi debum halus terdengar. Kai mendekati Lay,tapi lebih tertarik ke sebuah kotak berwarna biru kristal yang tepat berada di rak bagian atas.

"Kotak apa ini?"tanya Kai bingung kepada Lay. Lay mengambilnya dan mencermatinya sambil membersihkannya dari debu yang menyelimuti setiap sisinya.

Dan napas Lay terasa tercekat ketika melihat bagian bawahnya. Huruf Mandarin terukir indah di sana,membentuk sebuah nama yang nyaris Lay lupakan semenjak menginjakan kaki di Korea.

"Apa itu Lay?"tanya Kai bingung. Lay menarik napasnya denganbeban sangat berat terasa di dadanya. Sesak,menurutnya.

"K…Kotak musik dari temanku."jawab Lay singkat sebelum menekan sebuah tombol bergambar Panda di sisi kanannya. Kotak itu tiba-tiba terbuka,menampilkam sebuah miniatur panda kecil yang tersenyum sambil berputar-putar duduk di kotak itu. Dengan bagian dalam tutup kotak itu menampilkan sebuah foto yang semakin membuat dada Lay sesak.

Sesosok namja bermata panda imut dan manis tengah tertawa sambil dirangkul seorang namja lainnya,yang Lay tahu itu dirinya sendiri. Lay,di foto itu juga tertawa,seolah-olah tak ada beban yang dirasakannya bersama namja kecil di sebelahnya.

"Tao,"lirih Lay pelan sambil mengusap wajah namja panda itu di foto. "Ya,Huang Zi Tao. Teman masa kecilku,yang hampir aku lupakan."

Kai menepuk lalu mengelus punggung Lay untuk menenangkannya. "Dia anak yang manis. Berapa umurmu dan umurnya saat di foto itu?"

"Aku tujuh tahun dan dia lima tahun. Foto yang kuambil tahun lalu. Dan dia memakainya sebagai tanda perpisahan,"air mata Lay mulai turun dan jatuh ke miniature panda yang masih berputar-putar seiring lagu yang masih berjalan. Dan Lay menyadari lagu apa yang dilantunkan kotak musik.

"Lagu Tao dengan suara Tao. Suaranya yang berat sangat cocok menyanyikan lagu ini."Lay mengusap air matanya sementara Kai mulai meneliti kotak musik itu. "Dia benar-benar berusaha untuk membuatku tidak melupakannya."

Kai berbisik pelan. "Ayo kita kembali. Taruh kotak musik itu di meja di samping tempat tidurmu. Aku sudah menelitinya dan aku menemukan kata Made In Qingdao. Qingdao itu nama kota di Cina bukan?"

Lay mengangguk. "Dulu aku tinggal di sana. Dan Tao juga tinggal di sana. Dia bahkan lahir di sana."

Akhirnya Lay kembali dari kamarnya dengan Kai mengekornya dengan tampang seperti anak anjing,membuat Lay sebal melihatnya. "Hey,jangan gunakan tampang ppabo!"

Kai mengerjap bodoh. "Apa yang ppabo?"

Lay menjambak rambutnya sendiri. "Pusing bicara denganmu saat ini,"

Lay membuka pintu kamarnya dan membantingnya,membuat kai mengerjap lalu berteriak.

"Hei,aku cuma ingin bicara bahwa kotak musik itu berbahan bakar sinar matahari!"


Nine Years later

Lay menghirup dalam-dalam udara di sekitarnya. Cina dan Beijing. Meskipun bukan tanah lahirnya,dia tetap senang,karena kan dia juga orang Cina.

Lay,dari namja kecil yang manis dan ceria,menjadi seorang namja tampan berponi gaya lempar dengan wajah stoic. Namja yang bersuara nyaring itu kembali ke Cina untuk menyelesaikan masa sekolahnya dan melanjutkan di universitas di Hunan.

Tapi,sayangnya,mungkin sekolah yang dipilih kedua orangtuanya bukanlah sekolah yang biasa.

Lay dan Kai ternganga lebar menatap sekolah baru mereka. Sekolah mereka sangat luas,bahkan jika Lay hitung,rumahnya di Korea yang luar biasa besar besar itu hanya satu per dua puluh dari seluruh lahan di sekolahnya.

Kai segera meraba kantomgnya dan menemukan selembar brosur di sana. "Omo,di sini High School dan University digabung dan namanya berubah menjadi Academy!"

"Eouh,harus ambil jurusan dong."Lay meniup poninya. "Aku sih,akan masuk Art and Music.

Kai melipat brosur di tangannya dan menaruhnya kembali di saku celana jeans-nya. "Art and Music gak terlalu buruk. Tapi kalau ada jurusan Game,aku mau ikut."

Kai nyengir jahil sementara Lay menjitak kepalanya. "Dasar gamer sejati. Kau tahu tidak,bermain game terlalu sering bisa membunuhmu tahu!"

"Hey,aku main game sehari kan hanya tiga kali!"protes Kai.

"Terserah deh,"Lay memutar bola matanya. "Kajja kita ke Academy."

Lay menarik lengan Kai sementara Kai bergumam sendiri. "Kayaknya penggunakan Academy gak enak didengar. Kenapa gak Institute?"

.

Lay dan Kai kini saling mengisi formulir pendaftaran jurusan yang mereka ambil. Jurusan Art and Music,jurusan yang paling sedikit mahasiswa dan mahasiswinya. Mayoritas lebih tertarik ke jurusan Kedokteran,Akuntan,Astronomi maupun Tehknik.

Mereka menyerahkan formulir itu ke sebuah gurubernama Tang Zhe Cha. Kai menyerngit ketika mengetahui nama itu. Kenapa semua nama orang Cina itu aneh?,batinnya.

Guru muda itu menatap kedua lembar formulir mereka. "Zhang Yi Xing,tujuh belas tahun,lahir di Changsha,Hunan pada tanggal 7 Oktober 1991. Kewarganegaraan Cina. Hobi,main komputer,medengarkan musik dan tidur?Ckckck... Tinggi 179. Keahlian,free style dance and rapp. Benar?"

Lay mengangguk kaku sementara Kai masih nyengir bodoh.

"Kim Jong In. Empat belas tahun. Lahir pada 14 Januari 1994 di Seoul. Kewarganegaraan Korea ,free style rapping,free style dance or Jazz Ballet dan main game. Apa-apaan itu?Tinggi 182. Keahlian,Rapp dan Dance atau memenangkan game selama tujuh kali berturut-turut. Apa-apaan lagi?Game?"Guru Zhe Cha berdecak-decak sementara kai masih nyengir. Lay menyenggolnya sambil berbisik pelan.

"Kenapa kau menuliskan kata game?"desis Lay. Kai menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal sambil nyengir.

"Lho,itu kan memang hobiku. Dari pada kau,tidur. Apa-apaan itu?"balas Kai sambil menjulurkan lidahnya.

"Kalian!"bentak Guru Zhe Cha,membuat Kai dan Lay terlonjak kaget. "Jangan berisik!Kalian itu sama tahu!Oke,kalian sudah diterima di fakultas yang kalian inginkan!Beruntunglah karena keluarga Zhang keluarga yang benar-benar peduli terhadap pendidikan,sehingga mereka membukakan semua jalan masuk untuk kalian. Ya,kemarin keluarga Zhang menemui Direktur untuk mengurus administrasi kalian. Karena kalian berdua cerdas,nilai akademik kalian sanggup menembus fakultas Astronomi dan Akuntan yang bahkan membutuhkan nilai fantastis."

Lay mengangkat alisnya. "Benarkah?Wah,kalau seperti itu,standar sekolah ini rend…Aww!"

Lay menatap Kai dengan membunuh karena Kai menginjak kakiknya cukup keras. Kai balas menatap Lay dengan tatapan memperingati. Beruntunglah Lay mengerti tatapan memperingati Kai.

"Standar sekolah yang sangat bagus maksudnya,"Lay memasang senyum menyakinkan-yang menurut Kai bodoh ke Guru Zhe Cha. Gru Zhe Cha mengangkat alis.

"Ya sudah,sana pergi ke gedung fakultas kalian,"usir Guru Zhe Cha. Kai dan Lay segera buru-buru menyambar tempat pensil dan tas mereka,menunduk penuh hormat ke Guru Zhe Cha,lalu pergi dengan bunyi gedebak-gedebuk berisik.

"Hey,lihat-lihat dong!"

"Kau menginjak kakiku lagi tahu!"

"Hey,kalian berdua!Berisik sekali!"

"DIAM!"

.

Kai menatap sebal kertas yang berada di tangannya kini.

"Tuh kan,gara-gara kau kita dapat masalah dan hukuman pertama kita di sini."decih Kai sebal ke Lay. Lay memandang Kai sewot.

"Memang kau tidak berteriak 'DIAM'?Kan yang berteriak ke Zhe Cha bukan aku saja. Huff…Ternyata dia killer juga. Jangan pernah mencari masalah lagi padanya ya,adik kecil."Lay mengelus rambut Kai seakan Kai anak kecil yang tak bisa apa-apa.

"Hah,adik kecil?Bahkan tinggiku saja melebihmu!"protes Kai. "Dan aku juga akselerasi,jadi aku hanya beda satu tingkatan lebih rendah dari padamu!"

"Lupakan,"tawa Lay dengan raut wajah meminta maaf. "Masa hukuman kita dijalankan besok. Kalau hari ini tak mungkin. Upacara penerimaan siswa-siswi baru. Zhe Cha pintar juga."

Dan sehabis itu Kai dan Lay tertawa bersama sambil terus berjalan di sepanjang lorong fakultas Art and Music,membuat Lay tak sengaja menabrak seseorang.

"Ah,maafkan aku!"kata namja itu pelan sambil memunguti buku-bukunya yang berjatuhan ke lantai. Lay ikut berjongkok untuk membantunya.

Namja itu mengangkat wajahnya,membuat Lay terpesona.

Namja itu memiliki wajah bak panda yang imut,dengan bibir kissable pink merekah sempurna. Matanya hitam onyx gelap tapi berkilat dengan pipi merona halus. Sebuah kacamata ber-frame hitam membingkai manis daerah matanya dengan poni jatuh ke matanya. Sempurna,batin Lay. Dan dalam sekejap tubuhnya kaku dan mulutnya hanya ternganga menatap namja itu.

"Maafkan aku,Senior. Aku minta maaf yang sebesar-besarnya."Namja it kembali memeluk buku-bukunya. Lay kembali tersadar lalu tersenyum kepada namja itu.

"Ah,tidakapa-apa."wajah tampannya terlihat makin tampan,membuat namja itu tersenyum kaku lalu segera pergi meninggalkan Lay dan Kai.

Manis,batin Lay. Tapi kenapa rasanya aku familiar dengan wajah pandanya ya?

(Skip Time)

Lay menatap bosan Ketua Murid fakultas Astronomi yang asyik megoceh tentang sesuatu-yang-bahkan-Einsten-tak-tahu. Entahlah itu apa. Author bingung menjelaskannya #plaak.

Kai sendiri juga tampak tak minat. Untunglah,semenit kemudian Ketua Murid itu turun dan tersenyum kepada teman sesama fakultasnya seakan dia memenangkan lotre atau sejenisnya. Dan kemudian sosok itu digantikan oleh seseorang yang mewakili fakultas Art and Music dan Lay mengenalinya sebagai namja manis yang dia tak sengaja dia tabrak tadi. Lay terus saja menatapi wajah namja itu tanpa mendengarkan pidato namja itu.

"…Saya masih menduduki kelas tiga di fakultas Art and Music. Jadi sangat berupa kehormatan bagi saya untuk berdiri di sini. Apalagi saya belum memasuki tingakt Senior Class. Tapi,sekali lagi,kehormatan besar untuk menyampaikan selamat untuk Sunbae maupun Hoobae yang baru bergabung di sini…,"

Lay mendengus kecil sambil tersenyum. Logat namja itu saat menggunakan bahasa Korea aneh. Terlalu kental akan logat Cina. Tapi Lay terus menatap wajah namja itu,berusaha mengingat-ingat apakah dia pernah mengenal nama itu.

"…Senang sekali bisa mendapat Senior maupun Junior yang baru. Bersama,kita bisa meningkatkan rasa cinta pada kesenian asli Cina dan menambah rating untuk lagu-lagu Cina di kalangan internasional. Atau membuat lagu-lagu dari musisi Cina diterima di kalangan masyarakat…,"

Lay kemudian segera mengubek-ngubek ranselnya,mencari sesuau karena tiba-tiba teringakt akan siapa namja yang sekarang hendak mengakhiri pidatonya.

"…Mewakili seluruh murid dari fakultas Art and Music,Saya mengucapkan sekian dan terima kasih."

Aplaus meriah bergema di penjuru ruangan. Lay sendiri ternganga sambil menatap kotak musik di hadapannya yang kini terbuka,memutarkan lagu yang sama sekali tak terdengar ditengah riuhnya aplaus. Tapi Lay ternganga bukan karena lagunya yang tak terdengar. Tapi karena foto yang masih tertempel manis di balik tutup kotak musik yang sangat berarti baginya itu.

Lay menatap namja itu yang sekarang hendak turun dari panggung lalu kembali ke foto yang berada di kotak musiknya itu.

Namja itu,teman masa kecilnya sekaligus cintanya di masa kini.

Huang Zi Tao.

.

.

End for this Chapter


Note : Chapter 2 update juga akhirnya...

Kayaknya banyak banget readers yang protes kalau Key bakal lama update Key akan jadi istri Lay. Hahaha,gak usah dibawa hati,Lay aja gak kenal sama Key. Kalau pun kenal,pasti Key SHINee ^o^

Sampai sekarang bahkan Key frustasi,siapa yang akan jadi pacar Key?*ditinju Exotics*. Ralat,siapa yang jadi pacar Tao?Lay sebenarnya juga oke jadi seme maupun uke (Lay kalau sama Suho jadi uke lho). Apa Lay memang akan sama Tao,Chen,sama Kai,atau sama Suho?Apa memang nanti juga Kris gak jadi sama Tao?Yah,liat aja deh ke depannya...Jangan pada ngamuk di review ya *dilempar panci plus sendal warga*. hahaha...

Di sini memang gak ada Kris karena semuanya cerita tentang Lay. Lay belum ketemu Kris waktu itu,bahkan belum ngomong ke Tao. Itu sih chapter setelah 2. Kris . Sabar ya...

Gomawo