Diclaimer :Tite Kubo

Title: PENYESALAN

Pairing : Ichigo x Rukia

Bagi para pembaca, tolong dikoreksi lagi ya penulisannya?

Selamat menikmati tulisan yang gaje ini.

Chapter 2: Ternyata Ichigo...

Hari demi hari kulalui dengan bahagia, sampai suatu hari tiba-tiba Ichigo meng-sms diriku, kagak biasanya manusia ini sms, pasti ada apa-apanya. Tenyata dugaanku tidak salah, dia curhat tentang Inoue. Astaga kenapa aku jadi tempat sampah mereka? Aku berada diantara mereka, hal yang paling tidak aku suka. Aku harus bagaimana? Ya sudahlah akhirnya kudengarkan saja ocehan Ichigo yang tidak karuan itu. Hari demi hari selalu seperti itu.

Dan hal yang sangat mengejutkan waktu aku menelponnya, dia memanggilku SAY. Hah aku sangat benci dengan pangilan itu. Tapi kenapa Ichigo bodoh itu memanggilku seperti itu? membuat aku muak dan emosi saja. Berulang kali aku memarahinya, tapi dia tidak bergeming sedikitpun. Lama-lama aku malah capek sendiri, kubiarkan saja Ichigo bodoh itu memanggilku seperti itu. Padahal didalam hati sangat geram, pengen sekali membunuhnya.

-Seminggu Kemudian-

Pada suatu malam tiba-tiba Ichigo menelponku, dia bercerita panjang lebar mengenai Inoue. Ternyata Ichigo masih menyukai Inoue. Dan, Ichi juga bercerita tentang alasan kenapa dia pergi ke Hueco Mundo. Ternyata dia hanya ingin menyelidiki Ulquiorra yang memang bekerja ke Hueco Mundo, Ichigo ingin tahu karakter dan sifat Ulquiorra. Karena Ichigo tidak ingin Inoue memilih pria yang salah. Sebagian besar orang yang berada di Hueco Mundo berubah drastis, disana terkenal dengan pergaulan bebas. Ternyata Ichigo diam-diam sudah tahu Ulquiorra. Dia juga tahu alasan Inoue meninggalkan dirinya, pasti hatinya sangat sakit.

Ternyata begitu besar rasa sayang yang Ichigo simpan untuk Inoue, tak terasa pula ternyata aku merasa kecewa dengan Ichigo karena dia selalu saja perhatian sama Inoue meskipun sudah disakiti.

Malam itu aku tidak bisa tidur karena selalu memikirkan Ichigo, aku heran kenapa aku jadi kepikiran terus? Aku jadi ingat kejadian lucu waktu itu…

-Flashback 3 tahun yang lalu-

Saat aku baru kelas 1 STM aku dan Ichi pulang sekolah terlalu sore, sehingga bus jurusan yang menuju kearah rumah kami sudah tidak ada, hanya tinggal bus kota. Karena kami jarang pergi ke Karakura, kami bingung arah disana. Aku dan Ichi kebingungan menentukan arah pulang untuk naik bus.

"Ichi bagaimana ini, apa telpon Ayah dan Ibu saja?" tanyaku pada Ichi.

"Tidak usah... kita pulang sendiri saja, kupikir arahnya kesana!" katanya sambil menunjukkan jarinya kearah barat.

"Bukan! Kita pulang ke arah sana!" kataku sambil menunjuk arah timur.

"Rukia! Kau ini bodoh ya? Itukan arah ke kota Karakura!" katanya lagi sambil melotot ke arahku.

"Kau! Jangan melotot seperti itu, kenapa? Sudahlah aku malas berdebat denganmu, nah disana ada penjual minuman, sebaiknya kita bertanya padanya," kataku sambil melirik Ichigo.

"Ya sudah tanya sana!" kata Ichigo dengan sinis.

Dasar menyebalkan orang ini, sok jaim padahal tidak tahu. Dengan sedikit malas aku berjalan menuju penjual minuman itu.

"Maaf bu, mengganggu sebentar, bolehkah aku bertanya?" tanyaku dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

"Oh iya boleh nak! Apa yang ingin kau tanyakan?" jawab penjual itu.

"Kami tidak tahu daerah sini, kami pulang kemalaman dan kami juga tidak tahu jalan pulang. Apa Ibu tahu arah ke kota Soul society?" kataku dengan nada bingung.

"Oh Soul Society ya? Arahnya ke sana!" kata penjual itu sambil menunjukkan arah Barat.

"Oh kesana ya? Terimakasih atas informasinya, saya menyeberang jalan dulu!" kataku sambil tersenyum malu dan menghampiri Ichigo.

"Bagaimana? Kearah sana, kan?" kata Ichigo sambil menunjuk arah barat.

Dengan malu aku menjawab

"Iya ternyata memang ke arah sana. E! Kau sudah tahu kan, kalau aku ini bingung arah?", kataku membuat alasan aneh.

"Dasar kau ini!! Sebaiknya kita segera menyeberang, nanti kita tambah kemalaman!"

Ichigo menarik tanganku dan kami menyeberang. Ada perasaana aneh waktu itu, walaupun kita sering bertengkar tapi baru kali ini Ichigo menyeberangkanku. Setelah agak lama kami menunggu, akhirnya bus nya datang. Dan kami segera masuk kedalamnya. Ah... ternyata sangat penuh. Didalam bus Ichigo juga bersikap aneh, dia selalu berdekatan denganku dan membuatku merasa aneh. Mungkin karena dia tidak ingin aku kenapa-kenapa dengan keadaan bus yang full manusia itu. Akhirnya bus itu sampai juga di halte di dekat rumah, kami berdua turun dari bus dan menuju tempat duduk halte. Tidak lama kemudian kakak iparku Byakuya datang menjemputku, sejak di bus tadi aku sudah sms kak Byakuya untuk menjemputku makanya aku tidak terlalu lama menunggu.

"Ichi apa kau mau bareng dengan kita?" tanyaku pada Ichigo.

"Oh tidak! Terima kasih, aku menunggu kakakku menjemput saja!" katanya dengan singkat.

"Okelah kalau begitu, aku duluan ya?" kataku.

Kemudian aku meninggalkan Ichigo disana sendirian, jarak rumahku dengan halte bus itu lumayan jauh makanya aku minta dijemput.

-Beberapa hari kemudian-

Waktu itu aku, Hanatarou dan Kira –Kira itu temanku sejak dari SD dan Hanatarou temanku waktu SMP tapi dia berbeda sekolah denganku, dia bersekolah di SMA Karakura- pergi ke SMP Karakura, tempat aku sekolah dulu. Senangnya waktu bisa bertemu dengan guru-guru ku lagi.

"Oh iya! Kenapa Ichigo tidak ikut? Kemana dia?" kata Hanatarou.

"Ichigo tidak bisa ikut karena ada acara OSIS," kata Kira.

"Oh begitu, ah! Jadi ada yang kurang, biasanya kan kita kemana-mana selalu bersama," ujar Hanatarou.

"Ya sudah... lain waktu kita kan bisa pergi bareng," kataku agak kesal.

"Iya-iya Rukia... tak usah sewot seperti itu kenapa?" ujar Kira.

Kami bertiga bercanda dan bernostalgia di SMP Karakura, senang sekali rasanya. Maklum kita sudah beberapa bulan meninggalkan sekolah ini. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, dan jam pun sudah menunjukkan pukul 4 sore. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.

Dalam perjalanan pulang kami masih sempat bercengkerama dan ketawa-ketiwi ala mbak Kunti. Dan tiba-tiba Hanatarou berpamitan ingin pulang duluan karena rumahnya tidak jauh dari sekolah tersebut.

"Teman-teman sampai disini dulu ya? Rumahku sudah dekat!" katanya sembari melangkah kearah gang rumahnya.

"Oh iya! Lain kali kita pergi bareng-bareng lagi, yak?" kataku dengan senyuman yang tulus.

"Oh tentu kawan-kawan, walaupun kita berbeda sekolah tapi kita harus selalu ingat akan persahabatan kita ya?" kata Hanatarou sambil melambaikan tangan.

"Sampai bertemu besok Hanatarou!" kata Kira.

"Iya sampai besok!" Balas Hanatouru.

Aku dan Kira melanjutkan langkah kami yang tadi terhenti di samping rumah Hanatarou.

Sambil berjalan aku dan Kira ngobrol ngalor ngidul tidak jelas sampai aku terkejut waktu iya mengatakan sesuatu.

"Rukia! Sebenarnya waktu kita kelas 2 SMP dulu Ichigo pernah menyukaimu," ujar Kira.

"…"

"Aku tidak berbohong! Waktu itu Ichigo benar-benar menyukaimu!" ujarnya lagi.

"Ah kau pasti bercanda, mana mungkin Ichigo menyukaiku?" jawabku singkat.

"Ah! Kau ini, aku sungguh tidak berbohong. Dulu Ichigo pernah bercerita padaku, hanya saja waktu itu kamu sudah terlanjur tergila-gila sama Kaien Shiba."

"Masa? Aku tidak percaya Ichigo menyukaiku. Dia selalu semena-mena terhadapku, mana mungkin dia bisa menyukaiku?" jawabku.

"Dibilangin kok tidak percaya, sejak kapan juga aku berbohong padamu?" balas Kira dengan muka masam.

"Iya-iya aku percaya… aku jadi pengen tertawa! Kwakakakaka," ujarku dengan tertawa.

***

End of Flassback

Ternyata diam-diam dibalik sikapnya yang cuek itu Ichigo perhatian juga, entah kenapa aku jadi tersenyum sendiri seperti orang aneh.

Aku jadi teringat waktu dulu Ichigo mengantarku pulang. Saat itu aku pulang sekolah kemalaman karena aku harus mampir kemana-mana. Saat itu sudah tidak ada kendaraan lagi, aku sangat bingung sekali. Aku berusaha menghubungi orang dirumahku tapi tidak ada jawaban, ternyata keluargaku sedang pergi entah kemana sehingga tidak ada yang menjawab telponku. Aku benar-benar tidak tahu harus menghubungi siapa, semua nomor telpon teman teman-teman sudah kuhubungi tapi tidak ada yang menjawab. Sampai akhirnya aku menghubungi Ichigo dan menjelaskan keberadaanku sekarang, dan diapun mengatakan mau menjemputku dia berpesan supaya aku menunggu disana dan jangan kemana-mana. Aku tidak menyangka dia mau menjemput dan mengantarkanu pulang, padahal selama ini aku selalu berprasangka buruk padanya. Dalam perjalan pulang aku dan Ichi hanya diam seribu bahasa.

Ternyata dia tidak seburuk yang aku kira.

Sejak saat itu aku dan Ichigo sering kemana-mana bersama, mengerjakan tugas sekolah bareng. Karena rumah kami searah kita sering berangkat dan pulang sekolah bareng. Dengan keadaan hujan deraspun Ichigo rela berangkat denganku naik motor, padahal kita tak bawa mantel. Dan alhasil sampai disekolah kita basah kuyup, aku sangat tidak enak sekali waktu itu. Dan gara-gara itu juga Ichigo sampai demam, aku benar-benar tidak enak. Tapi dia selalu mengatakan tidak apa-apa. Hah dasar bodoh Ichigo itu, sudah wajah pucat masih saja bersikap sok cool dengan mengatakan "aku baik-baik saja". Oh iya Ichigo itu suka meminjam pensilku dan menghilangkannya, itu tu gara-gara tangannya suka menaruh barang sembarangan. Dan hal itu pula yang membuat kita ribut dan berkelahi.

Hari-hari pun berlalu dengan cepatnya, secepat kereta api yang tidak ada rem.

Aku dan Ichigo semakin dekat saja, dan mulai kurasakan perasaan yang aneh, aku suka nervous sendiri kalau aku mau menelponnya. Dan ada satu hal yang ingin kutanyakan pada Ichigo, hal yang selalu membuatku penasaran. Sebenarnya...

***

~~~T B C~~~

Kwakkakaka... direview ya?

Sepertinya tidak karuan yak?

Aku sendiri juga bingung. Soalnya Hwarang ini selalu bingung dimana-mana. *Para penggemar swetdrop*

Ryuzaki

Kebenaran apa? Maaf ya aktor Gin Ichimau, Kon, dan Toushiro Hitsugaya dalam chapter ini belum aku munculuin, belum saatnya. Ditunggu yak?

Gweny Rukia'z

Tenang aja pasti Ichi bakalna sama rukia kok… review yak?

Teddy Setiadi

Pengalaman pribadi? Ya tentu saja bukan, walau sedikit ada yang iya…