A/N :
Thanks for :
Kaorinrin : Thanks untuk Reviewnya. Yang anda bilang itu mirip dengan yang dibilang oleh Redux. Aku akan melakukan itu. terima kasih
Redux : selamat! Andalah yang pertama nge-review fic aku. Terima kasih. Untuk sementara akan ku coba untuk nge-update 5 hari sekali atau mungkin lebih cepat. Apakah tidak apa-apa?
'Perkenalan Lily Luna Potter'
Lily POV
Cahaya biru yang keluar dari Pemutar Waktu rusak itu membawa kami semua berpusar entah kemana. Ugh.. aku kenal sensasi ini. Ini adalah sensasi yang kurasakan saat aku menngunakan jaringan floo dan Portkey. Aunt Hermy pernah bercerita pada kami, anak-anak Weasley tentang pemutar waktu yang digunakan Dad dan Aunt Hermy untuk menyelamatkan Sirius dari kecupan gila Dementor. Saat kutanyakan bagaimana sensasinya, Aunt Hermy bilang biasa saja. Tapi yah, yang ini rusak. James harus menanggung akibatnya dan risikonya. Mau kuapakan ya? Kepak kelelawar? Tusuk badannya dengan Neonku? Curi sapunya? Panggil dementor?
"Aku akan memukul Bludger ke arahnya" aku bisa mendengar Rose menggerutu
"Suruh Grawp menginjaknya" gerutu Al.
"memohon kepada Slytherin untuk membunuhnya kalau aku tiba disana" Bisik Hugo yang sangat membuatku terbelalak. Tapi dalam hati aku lumayan setuju
"Memohon kepada Molly untuk mendetensinya selama 5 bulan" bisik Lucy di tengah pusaran yang mulai melambat
"Mentransfigurasinya menjadi elang untuk dimakan Grawp" kata Vic yang tidak berusaha untuk memelankan suaranya sama sekali.
End of Lily POV
BRUK!
"Ugh.." sang Teddy Lupin terjatuh dari udara tempat pusaran berhenti.
"Kya!" Jerit Victoire yang terjatuh tepat di atas Teddy.
"Maafkan aku! Kau tidak apa-apa?" Tanya Victoire cemas sembari berdiri dari atas Teddy.
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Dimana yang lain?"
BRUK!
"AAH!"
"WAA!"
Al dan Rose datang. Yang langsung membombardir Teddy dan VIctoire dengan banyak pertanyaan.
"Aku tidak tahu dimana kita persisnya, tetapi aku ingat suatu tempat yang mirip dengan tempat ini" Jawab Teddy dengan tenang.
Sementara Rose dan Al sudah tidak mendengarkan. Mereka berdua sedang sibuk untuk memilih kutukan-kutukan untuk menyiksa James separah mungkin.
BRUK!
Fred dan James terjatuh dari datang dan wajah mereka sudah di stempel oleh seringai jail. Yang membuat 4 orang yang dari tadi sibuk memikirkan cara membunuh James makin ingin membunuhnya.
"Guys.. jahat sekali kalian.. aku mendengar kalian akan menyiksaku dengan cara menyeramkan saat di pusaran tadi." Kata James yang berpura-pura sedih.. padahal stempelnya seringai jail khasnya belum lepas.
"Apa yang membuat kalian senang? Seharusnya kalian merasa bersalah, atau minta maaf! Ini adalah hari yang penting bagi Lily, dan kalian telah merusaknya! Terutama KAU!" Bentak Rose, sambil menunjuk James.
"Ampuun!" Kata Fred seraya membuat muka ketakutan dan ia melanjutkan "Lagipula apakah kalian tidak merasakan bau petualangan?"
"Tapi kita masih membutuhkan Lily disini" kata James bersemangat
Mambuat semua orang di situ menghela nafas. Well, kecuali James
BRUK!
Hugo dan Lucy tiba. Dan semenit kemudian Lily terjatuh dan dengan sigap langsung di tangkap Teddy
"Kenapa kamu tidak mengangkapku?" Tuntut James dengan agak merinding karena merasa ada tatapan mengarikan dari gadis yang memiliki sifat Nenek dan Ibunya
"INI SEMUA SALAHMU JAMES!" Teriak Lucy.
"Siapa Kalian? Apa yang kalian lakukan?"
Dumbledor POV
"Jadi, seperti yang kalian tahu, kita akan menjaga ramal-
Ucapan Dumbledor ini terpotong oleh suara
BRUAK!
"Suara apa itu?" Tanya Dedalus Diggles
"Ssst" Desis anggota Orde Phoenix
"Ugh.." seorang laki-laki terjatuh
"Kya!" Jerit seorang gadis yang terjatuh juga. Siapa mereka?
"Maafkan aku! Kau tidak apa-apa?" Tanya si gadis cemas kepada si Pria
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Dimana yang lain?"
BRUK!
"AAH!"
"WAA!"
Sepertinya ada 2 orang lagi yang terjatuh. Seorang Pria lagi dan seorang Gadis lagi.
Yah.. sepertinya mereka langsung membombardir Pria pertama dengan begitu banyak pertanyaan.
"Aku tidak tahu dimana kita persisnya, tetapi aku ingat suatu tempat yang mirip dengan tempat ini" Jawab si Pria pertama. Ada yang sudah tahu tempat ini? Gawat..
Tidak ada jawaban.. tapi aku mendengarkan gerutuan mantra-mantra yang mengerikan. Begitu.. ada yang membuat mereka kemari…
BRUK!
Ada lagi yang terjatuh.. sepertinya 2 orang.
"Guys.. jahat sekali kalian.. aku mendengar kalian akan menyiksaku dengan cara menyeramkan saat di pusaran tadi."
Kata salah seorang Pria yang baru saja terjatuh. Pusaran.. Portkey, kah? Floo kah? Apparate kah? Tapi sepertinya mereka masih terlalu muda untuk ber-Apparate. Dan suara itu sepertinya ter dengar sangat familiar bagiku.
"Apakah itu James? Tanya Sirius dalam bisikan"
"Apa yang membuat kalian senang? Seharusnya kalian merasa bersalah, atau minta maaf! Ini adalah hari yang penting bagi Lily, dan kalian telah merusaknya! Terutama KAU!"
Seorang perempuan yang terjatuh kedua. Marah.. dan… Lily?
Remus, Sirius, Molly, Minerva, dan Severus hampir terjatuh dari kursi mereka.
"Ampuun!"
Kata suara yang mirip dengan seseorang. Dan aku bisa merasakan Molly, Bill dan Arthur melotot. Hmm.. sepertinya pria ini melanjutkannya…
"Lagipula apakah kalian tidak merasakan bau petualangan?"
"Tapi kita masih membutuhkan Lily disini" kata suara yang mirip dengan James. Membuat Remus, Sirius, dan Severus ingin membuka pintu itu.
Aku mendengar helaan nafas..
BRUK!
2 orang.. Lily berada di salah satu diantara yang terjatuh.
"Kenapa kamu tidak mengangkapku?" Tuntut Pria yang suaranya mirip James.
Menangkap? Berarti 3 orang..
"INI SEMUA SALAHMU JAMES!" Teriak seorang wanita. Yang suaranya belum kudengar dari tadi..
Bisa kulihat bahwa kesabaran Sirius habis. Dia langsung membuka pintu dan bertanya
End of Dumbledor POV
"Siapa Kalian? Apa yang kalian lakukan?" Tanya Sirius
"Eh.. kami.. kami sedang… erm…" Jawab Teddy bingung. Ia melihat orang-orang yang sudah mati. Teddy sangat terkejut sekaligus senang. Ia akhirnya bisa melihat orangtuanya!
"Tahun berapa sekarang?" Tanya Rose cerdik.
"ini tahun 1996. Dari mana kalian? Bagaimana kalian bisa masuk?" Jawab Remus John Lupin sekaligus bertanya. Teddy sekarang merasa benar-benar bahagia.
"Kami…" Rose sendiri bingung sekarang
"Bagaimana kalau kalian masuk saja dan jelaskan?" tawar Dumbledor.
Rose terlihat ragu-ragu.. dan ia menatap Teddy. Yang lain pun begitu. Lalu Teddy mengangguk. Dia tidak bisa menahan rasa ingin bertemu dengan orangtuanya.
"Baiklah.. ayo Al.. Lil's.." Ajak Rose
Setelah semua Weasley telah masuk, Dumbledor langsung menyihir beberapa kursi dari udara kosong.
"Nah, bisakah kalian menjelaskan apa yang terjadi?" Tanya Dumbledor
"Nan! Nan, aku bersumpah, aku tidak melakukannya, James, dia bermain dengan alat muggle Grandad, dan setelah itu dia menghancurkan pemutar waktu granddad, jangan salahkan aku kumohon…" kata Lily sembari memasang wajah memohon andalannya jika ia ingin meminta sesuatu dari Ayahnya.
"Nak, kurasa kau salah orang nak.. aku belum memiliki cucu.. anak-anakku bahkan belum menikah" jawab Molly dengan agak cemas
Bill mendengus mendengar ini.
"Aku- APA? Nan! Jang-
"Itu benar Lil's" potong Lucy. Lalu ia melanjutkan. "Nan sama sekali tidak mengenali kita. Kita behkan belum lahir. Orangtua Teddy ada di sini. Itu berarti kita mundur ke waktu sebelum kita semua dilahirkan. Dad pun tidak ada disini. Itu berarti dia masih terobsesi dengan kementrian. Paham?"
"Aku mengerti. Tapi-
"Ayolah Lil's! aku meragukan bahwa Mom dan Dad sudah berpacaran" hibur James.
"Baiklah.. aku mengerti. Aku masih mual akibat pusaran tadi. Teddy, kamu saja yang menjelaskan" kata Lily lesu dan langsung kembali ke tempat duduknya dan disambut oleh pelukan dari Rose dan Al.
"Er.. baiklah.." kata Teddy sambil menatap mata Dumbledor dan melanjutkan. " kami semua sedang ada di pesta ulang tahun Lily, dan Rose memberi tahuku, Lily, dan Vic bahwa James, Fred, Hugo, dan Lucy sedang bermain-main dengan alat muggle Arthur. Al masih mencoba menghentikan mereka saat aku tiba. Dan aku mengancam mereka kalau aku akan memanggil Harry jika mereka tidak berhenti. Akhirnya mereka menyerah. Lalu saat berdiri, James menyenggol jam pasir, yang menurut perkiraan Rose adalah Pemutar Waktu. Lalu cahaya biru keluar, kami merasakan sensasi yang aneh. Seperti saat memakai jaringan Floo atau Portkey, atau ber-Apparate. Dan yah, seperti yang kalian lihat, kami tiba di sini"
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu?" Tanya Sanape dengan suara dinginnya.
"Tidak perlu berlebihan Severus. Cukup dengan legilimens. Dan aku yang akan melakukannya kepada salah satu kepada mereka. Jadi, siapa yang mau berkorban?" Tanya Dumbledor dengan ramah.
"Biar aku saja. Vic, Teddy, dan Lucy adalah Occlumence yang kelewat hebat" tawar James kepada Dumbledor.
"Baiklah.. dalam hitungan ke 3. 1…2…3… Leggilimens!"
James berumur satu tahun, bermain dengan sapu mainannya… James berumur 4 tahun, sedang merebut mainan dari adiknya… James berumur 5 tahun, bermain quidditch dengan Harry… James 11 tahun, mendapat surat Hogwarts nya… James berumur 12 tahun.. dikejar-kejar Filtch…
"Kita bisa mempercayai mereka. Terima kasih.. baiklah, mungkin kita harus berkenalan dulu. Bagaima dengan kamu Lil's?" Tanya DUmbledor
Semua mata langsung menoleh kepadanya.
"Baiklah.. Jadi.. erm.. Hai! Namaku Lily Luna Potter. Aku anak terakhir di keluarga Potter. Umurku 11 tahun. Dan baru saja aku ulang tahun sebelum seseorang menghancurkan segala kesenangan. Well, dengan memberi tahu namaku saja, kalian mungkin sudah bisa menebak Orangtua ku"
"Oh! Kau anak Harry? Kamu sungguh mirip dengan Lily! Tapi aku belum tahu ibumu. Siapa kira-kira yang akan menikahi Harry ya?" tebak Sirius dan mendapat tatapan dasar-pinter-bego.
"Ginny. Ibumu Ginny bukan? Karena… kamu memanggil Molly dengan sebutan 'Nan'. Itu berarti dia Nenekmu. Dan.. kamu memiliki mata Ginny" tebak Remus
"Harry menikah… Harry menikah… kenapa sangat sulit untuk dipahami?" Tanya Sirius
"Itu karena dia masih berumur 15 tahun sekarang, dan Ginny baru berumur 14 tahun. Dasar bego!" Ejek Tonks
"yup! Nilai Outstanding untuk kalian yang menjawab!" kata Lily.
"Jadi.. kamu cucu ku?" Tanya Molly
"Lebih tepatnya Cucu terakhirmu Nan!"
"Apakah ada hal lain yang ingin kau beri tahu kepada kami, Miss Potter?" Tanya Dumbledor ramah
"Hmm.. ya! Aku bermain Quidditch dan posisiku adalah Chaser. Aku sudah belajar terbang dari sejak aku berumur 5 tahun. Begitu juga dengan Al dan James. Dan walupun aku dinamai Lily oleh Dad, aku lebih mencintai onar dan terbang daripada Arithmancy. Dan hal yang paling kubenci di dunia ini adalah Voldemort! Dia dan Kroni kecilnya telah membunuh banyak orang! Aku membencinya lebih dari kebencianku kepada James!"
"Itu yang kuharapkan! Akhirnya seorang Lily menyukai Onar! WUHUY!" teriak Sirius sambil menari tarian Hula-hula.
"Lupakan dia Lily… dia memiliki kelainan jiwa…" kata Severus. Yang langsung mendapatkan tatapan mengerikan dan belum ada 10 detik, tatapan itu menghilang karena ditatap oleh sang putri Potter ini
"Huh.. ternyata tatapan mengerikan itu menurun kepadanya.." gerutu Sirius
"Baiklah kalau begitu. Miss Potter, terima kasih.. Siapa berikutnya?" DUmbledor memandang mereka semua dengan mata birunya.
"Al bilang dia ingin" kata suara jail 2 orang.
To be CONTINUED
