Hallo…!

Selamat datang di chapter kedua Iki!

Ok, happy reading!

By : Red Flower Iki-chan

Disclaimer : Masashi Kishimoto sensei

Pairing : SasuSaku

Genre : Romance, Humor

Rated : T

Warning : OOC, Gaje, Abal

Oh, My Princess!

Chapter 2

Sakura kini melanjutkan perjalanannya menuju kelasnya. Hatinya masih panas setelah kejadian tadi. Samar-samar dia melihat papan kelasnya, kelas 11 C. Dilangkahkan kakinya menuju kelasnya sebelum bel masuk berbunyi.

Pemandangan khas kelas yang rutin dilakukan siswa setiap pagi hari ditangkap oleh ekor mata emerald-nya. Ada yang sedang mengobrol, bergosip, melamun, bahkan ada yang mengcopy-paste jawaban PR milik teman.

Dengan malas Sakura menuju bangkunya yang terletak di barisan nomor dua dari depan.

"Hai, jidat lebar," sapa Ino sebelum Sakura sampai di bangkunya.

"Hai juga, Ino pig," jawabnya setelah dia mendudukkan dirinya di samping Ino, sahabatnya sejak kecil.

"He, kau jangan memanggilku Ino pig lagi, panggil aku Ino!"

"Salahmu sendiri memanggilku jidat lebar!" ujar Sakura tak mau kalah.

"Nama itu memang pantas untukmu. Wek!" balas Ino sambil menjulurkan lidahnya. Sakura yang hendak membalas balik segera dipotong oleh Tenten.

"Ah, kalian berdua selalu saja seperti ini setiap pagi. Sudahlah, kita kan berteman," Tenten yang duduk dibangku di depan mereka menengahi mereka berdua. Sedangkan Sakura dan Ino hanya diam mendengarnya.

"I-iya ya-yang di-dikatakan Tenten benar," Hinata membenarkan ucapan Tenten.

"Eh, Temari mana? Kok tidak ada? Belum berangkat?" tanya Sakura.

"Ah, kau seperti tak tahu Temari saja. Dia kan tiba di kelas selalu pas dengan bel masuk," jawab Tenten sambil mengomentari teman sebangkunya itu.

TET... TET... TET...

Bel masuk berbunyi. Tiba-tiba pintu kelas terbuka dan seorang gadis berkuncir empat berlari masuk ke dalam kelas sambil ngos-ngosan.

"Ada apa Temari?" tanya Tenten heran melihat kelakuan teman sebangkunya itu.

"Anu, tadi aku dengar dari temanku di kelas sebelah. Katanya hari ini Anko-sensei akan mengadakan ulangan dadakan."

Kontan saja setelah mendengar penuturan Temari, semua siswa yang sedang asyik melakukan kegiatannya sendiri-sendiri langsung panik dan segera membuka buku untuk belajar. Apalagi Anko-sensei terkenal sangat galak dan senang sekali membuat muridnya menderita (?) dengan sering mengadakan ulangan dadakan dan soal-soalnya sulit pula. Tapi sayang belum ada 10 detik, pintu kelas dibuka dan muncullah seorang guru yang amat sangat diwaspadai oleh hampir seluruh murid di Konoha Gakuen, Anko-sensei. Dengan wajah tanpa dosa, Anko-sensei langsung berkata...

"Selamat pagi anak-anak! Sekarang cepat masukkan semua buku kalian ke dalam tas dan siapkan satu lembar kertas! Hari ini kita akan melaksanakan ulangan. Sekarang!"

Semua siswa pun hanya bisa pasrah dan melaksanakan ulangan dadakan dari Anko-sensei yang terkenal killer itu.

TET... TET... TET...

Jam istirahat tiba. Semua siswa langsung berlarian ke kantin.

Di Kantin

"Hei, Sakura. Aku lihat dari tadi kau cemberut terus, ada apa?" tanya Ino sambil menyeruput jus jeruknya.

"Huh, aku sedang jengkel pada seseorang."

"Siapa?" tanya Temari penasaran.

"Kalian tahu yang bernama Sasuke? Dia benar-benar membuatku marah."

"Sasuke? Maksudmu Sasuke Uchiha? Yang kelas 11 A? Yang sekelas dengan Naruto pacarnya Hinata?" berondong Tenten. Hinata yang mendengarnya langsung memerah.

"Ah, entahlah. Aku tak mau tahu tentangnya. Dia benar-benar menyebalkan!"

"Me-memangnya ke-kenapa Sakura-chan?" tanya Hinata yang dari tadi diam.

"Dia benar-benar menyebalkan. Bayangkan saja, kan tadi pagi aku ingin cepat-cepat ke kelas, jadi aku berlari. Karena aku tidak melihat, aku menabrak Sasuke. Kami terjatuh. Lalu aku minta maaf padanya. Eh, dia malah bilang kalau aku gadis aneh dan tak punya mata. Enak saja dia. Seharusnya yang bilang begitu aku. Mestinya jika dia melihat aku sedang berlari, dia minggir. Bukannya terus berjalan. Kuakui aku memang salah, tapi dia juga salah. Huh, dasar Pantat Ayam Sialan! Kalau saja aku menemukan situs Jigoku Shoujo, akan aku tulis namanya di sana. Agar dia dibawa ke neraka oleh Enma Ai. Huh." Jawab Sakura panjang lebar.

"Berarti kau juga harus ikut ke neraka. Kan yang menulis namanya juga akan menumbalkan jiwanya dan akan dibawa ke neraka," sahut Ino di ikuti oleh cekikikan teman-temannya.

"Untuk aku adalah pengecualian, aku tak mau ikut ke neraka," kata Sakura.

Keempat temannya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum geli dalam hati melihat tingkah sahabatnya ini.

Tiba-tiba suasana di kantin berubah menjadi ramai oleh teriakan gadis-gadis. Penasaran dengan apa yang terjadi, Sakura menengokkan kepalanya ke asal suara.

Dilihatnya laki-laki berambut emo yang tadi pagi membuatnya marah berjalan santai kearah meja yang ada di seberang meja yang mereka duduki. Di belakangnya seorang laki-laki berambut kuning duren mengikutinya. Si rambut kuning melirik ke arah meja Sakura dkk, tiba-tiba dia langsung nyengir lebar.

"Hinata-chan, nanti pulang bareng ya? Kata si rambut kuning duren itu pada Hinata.

"Em, i-iya Naruto-kun," jawab Hinata, wajahnya memerah sambil memainkan jarinya.

'Oh, jadi dia yang bernama Naruto' batin Sakura

Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah duduk di kursi yang mejanya beseberangan dengan meja Sakura dkk.

"KYAA! SASUKE-KUN!"

"SASUKE-KUN!"

Teriakan gadis-gadis menggema di kantin siang itu. Sakura yang melihatnya cuma cengo. 'Begitu populer-kah laki-laki berambut ayam itu?' batin Sakura sambil melirik kearah Sasuke. Beberapa saat kemudian pandangan mereka bertemu. Sakura langsung membuang mukanya, sedangkan Sasuke menyeringai. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Tiba-tiba...

"Hei, Pinky yang duduk di sana. Ada apa melirikku? Kau suka padaku, ya?" jawab Sasuke (sangat) pede. Sakura yang mendengarnya langsung sweatdrop dan menoleh kearah Sasuke.

"Eh? Maksudmu siapa? Aku? Enak saja! Siapa yang suka padamu? WUEEKK!" sahut Sakura sambil menirukan gaya orang sedang muntah.

"Ah, mengaku sajalah," ujar Sasuke enteng.

"Kau ini benar-benar menyebalkan, ya?" balas Sakura sambil berdiri dari duduknya sambil menatap tajam kearah Sasuke. Ino, Tenten, Hinata dan Temari hanya diam sambil melihat kearah Sakura dan Sasuke. Sasuke tidak mengeluarkan sepatah kata apapun, tapi wajahnya semakin menyeringai.

TET… TET… TET…

Bel masuk berbunyi, Sakura dengan kesal langsung pergi meninggalkan kantin diikuti dengan teman-temannya. Sedangkan Sasuke masih terdiam di tempat duduknya.

"Maksudmu apa sih, Teme?" Tanya Naruto sambil menatap sahabatnya itu.

"Tak ada apa-apa, Dobe. Hanya saja aku merasa gadis ini berbeda dengan gadis-gadis yang lain," jawab Sasuke datar.

Mendengar itu, Naruto hanya menatap Sasuke dengan bingung.

"Berbeda? Berbeda apanya?" tanya Naruto.

"Hn. Entahlah, aku juga tidak tahu," jawab Sasuke sambil berdiri dari duduknya dan keluar dari kantin.

"He, Teme! Kau mau kemana?"

"Menurutmu kemana? Kau tak dengar bel masuk sudah berbunyi? Tentu kita akan ke kelas. Kau mau dimarahi guru kalau kita terlambat masuk ke kelas?" jawab Sasuke sambil terus berjalan.

"Eh, iya. Tunggu Teme!"

Naruto berjalan di belakang Sasuke dengan terus menatap Sasuke dengan bingung. Dia merasa ada aneh dengan Sasuke hari ini. Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang tiba-tiba melintas di pikirannya. 'Ah jangan-jangan Sasuke... . Tidak, tidak mungkin. Sasuke kan tak pernah suka dengan gadis manapun' batin Naruto sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. 'Tapi jika itu memang terjadi, berarti itu adalah hal yang amat sangat jarang' batin Naruto (lagi).

Mereka berdua terus berjalan menuju kelasnya. Naruto masih terus melihat Sasuke dari belakang. Tiba-tiba Naruto melihat sesuatu yang sangat jarang bahkan mungkin tak pernah. Dilihatnya sudut bibir Sasuke terangkat ke atas walaupun sangat kecil. 'Sasuke tersenyum?'

+TSUZUKU+

He… he… he…

Terima kasih untuk yang sudah mau me-REVIEW yang chapter pertama.

Maaf ya kalo masih kependekan, habis masih belum ada ide sich (ngeyel)...

Nah balas review dulu ya...

Kuroneko Hime-un

Makasih ya udah mau Review… dan makasih untuk dukungannya. Maklumlah Iki masih baru di sini he… he… he…

SeiichiroRaikaSiiStoicAlone

He… He… He… iya masih kependekan, tapi insya allah chapter depan Iki panjangin deh…dan makasih udah me-Review fanfic ini…

Nah, bagi yang punya usul, kritik atau saran Iki terima kok he… he… he…

Sekali lagi, Iki ucapkan

ARIGATOU GOZAIMASU