"KYAAAA!" teriakku. Bagaimana tidak didalam portal waktu semuanya berputar dengan sangat cepat, sampai akhirnya…
BRAAK
Pendaratan yang sangat tidak mulus. Tapi.. tunggu dulu, kenapa aku tidak merasakan rasa sakit?
"HEI! Kau yang ada di atasku cepat menyingkir! Berat tau!" ucap seseorang. Terdengar dari suaranya sepertinya dia dekat sekali denganku,
"Hei! Kau tuli ya?!" kata-kata orang itu sangat membuatku jengkel. Tunggu dulu! Tadi dia bilang aku ada diatasnya, jadi sekarang dia…
"Kyaa!" teriakku kaget karena aku baru saja menyadari kalau aku dari tadi menindihnya,
"A- etto.. aku m-minta m-maaf" ucapku terbata, karena aku sangat jarang minta maaf pada orang lain. Ya.. jadinya beginilah,
"Kau… laki-laki atau perempuan?" tanyaku spontan, sedangkan yang ditanya hanya memperlihatkan sebuah aura kegelapan,
"Kau lihat aku baik-baik! Aku LAKI-LAKI!" ucapnya sambil menekankan kata 'laki-laki' dihadapanku,
"Oh. Kau laki-laki. Aku pikir kau seorang gadis yang sedang menyamar menjadi laki-laki agar mendapatkan seorang pasangan hidup." ucapku dengan nada mengejek,
"Kau-" ucapnya terpotong,
"Hoi! Kazune!" teriak seseorang yang menjadi penyabab perkataan laki-laki yang dihadapanku ini terpotong, sedangkan yang dipanggil hanya menoleh dengan gerakkan cepat kemudian menghela napas. Dasar orang yang tidak jelas.
"Awas kau ya! Tunggu saja nanti!" ucapnya, kemudian berlalu dengan gerakan yang mungkin jika menjadi kata-kata disebut 'membentak'.
"Baik! Akan aku tunggu! Dasar orang aneh!" teriakku dan akhirnya terlihat sebuah aura kegelapan yang mengelilinginya seperti tadi, tapi yang ini jauh lebih kuat.
Aku pun segera beranjak dari tempat ku berada. Sekarang aku akan pergi mencari apartement, setelah itu mencari sebuah sekolah. Hah… sebenarnya aku melakukan ini dengan terpaksa (baca: dipaksa) ini semua karena ayahku. Dia bilang 'jika kau tidak melakukan itu nanti akan banyak yang mencurigaimu'. Haaah… sudahlah. Ee.. dimana sapu milikku? Oh, ayolah.. apakah sekarang aku harus mencarinya? Hhh… baiklah akan aku cari! Karena gawat kalau sampai orang lain yang menemukanya.
"Yosh!"
"Semangat!"
.
.
.
Kamichama Karin & Kamichama Karin Chu © Koge Donbo
Warning: gak nyam, gaje, lebay, OC, OOC, banyak skip time, TYPO, Judul tidak sesuai, de el el
Genre: Friendship, Romance, Kingdom, Little Drama ( may be )
Chara: all KK ( may be )
Rate: T
.
.
Inspirasi by: AraMeyDia
.
.
"Sapu? Oh sapu ayolah… kau pergi kemana sih!" ucapku sambil berjalan mengelilingi tempat dimana aku berada. Oia, sekarang aku berada disebuah taman kota dibumi.
KRESEK KRESEKKK
"Eh?" ucapku terperanjat karena aku mendengar sebuah suara yang berasal dari semak-semak,
"Meong!" suara itu… itu sapu!
"Sapu!" ucapku dan langsung saja pergi menuju semak-semak itu,
"Akhirnya aku menemukanmu sapu," ucapku,
"Baiklah! Tanpa basa-basi lagi…" ucapku sambil mengarahkan telapak tanganku pada sapu. Kemudian sapuku bersinar dan berubahlah menjadi sepasang anting dengan bandul sapu,
"Kau aku ubah menjadi anting saja. Agar aku tidak repot."
Dan setelah itu aku langsung berjalan menuju kota. Untuk mencari sebuah apartement dan sekolah.
.
.
.
Hhh… akhirnya selesai sudah. Waktunya untuk beristirahat. Oia.. sekarang aku sudah berada di apartement ku, dan bagian sekolah juga sudah aku urus jadi sekarang aku tenang. Hanya tiinggal menjalani hidup seperti manusia selama satu tahun,
"YOSH! Semangat!" ucapku agar aku semangat karena mulai besok aku akan menjalani hari-hariku seperti manusia, yaitu sekolah.
.
.
Matahari kini sudah menyinari kamarku, dan sekarang aku sudah siap pergi kesekolah.
"Baiklah… waktunya berangkat!"
.
.
Akhirnya sampailah aku disekolah yang kata orang-orang sekolah paling terkenal di Jepang yaitu SakuraGaoka Senior High School. Tanpa buang-buang waktu aku langsung saja masuk meski banyak pasang mata yang menatapku, aku hiraukan saja dan aku masih setia terus berjalan sampai akhirnya…
"Kau… kau orang yang kemarinkan!" ucap salah satu orang yang ada dihadapanku, dia… dia adalah orang yang aku temui pertama kali dibumi kemarin. Ternyata dia murid disekolah ini juga ya.. hn.
"Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya, apa kau murid baru?" ucap salah satu temannya dengan sopan,
"Ya. Aku Hanazono Karin. Salam kenal," ucapku dengan nada yang sedikit dilembut-lembutkan,
"Aku Nishikiori Michiru," ucapnya memperkenalkan diri, dia ini unik. Buktinya matanya berbeda sebelah, satu berwarna blue sappire satunya berwarna violet. Saat aku menatapnya aku melihat masa depan yang cerah sedang menantinya,
"Ini Kujyo Himeka," ucapnya menperkenalkan gadis yang ada disebelah kirinya, gadis itu memliki warna rambut indigo sepinggang dan iris mata chocolate caramel dan saat aku menatapnya aku melihat bahwa Nishikiori Michiru dan Kujyo Himeka akan hidup bahagia bersama-sama, WAW.
"Hanazono Karin," ucapku lagi,
"Dan… ini Kazune. Nama keluarganya… dia tidak mau memberitahukannya," ucap Michiru, sedangkan aku hanya mengangguk mengerti.
"Hana-"
"Tidak perlu kau ulangi lagi aku sudah tau!" ucapnya dingin yang membuat perkataanku terputus,
"Kau!" ucapku geram,
"Apa!" ucapnya dengan tampang menantang,
"Kau itu-"
TENG TENG TENG
Lagi-lagi ucapanku terpotong, hhh.. hari yang sangat menjengkelkan.
"Ayo Karin!" ajak Himeka dengan semangat, sedangkan aku hanya mengangguk menyutujuinya.
.
.
"Baiklah murid-murid. Sebelum kita memulai pelajaran, aku akan memperkenalkan seorang murid baru. Hanazono perkenalkan dirimu!" ucap guru yang akan mengajar kelas pertama dikelasku hari ini,
"Perkenalkan namaku Hanazono Karin, mohon kerja samanya," ucapku memperkenalkan diri,
"Waahh.. dia cantik sekali."
"So cute."
"Hei, kau sudah punya pacar?"
Pernyataan-pernyataan mereka membuatku membatu ditempat,
"Sudah-sudah, nah… Hanazono kau duduklah disebelah Kazune!" ucapnya sambil menunjuk orang yang duduknya paling pojok. Apa?! Kazune! Ya tuhan kenapa aku bernasib sial seperti ini. Melihatnya saja sudah membuatku muak apalagi duduk dengannya. Oh ya ampun.
"Hanazono, cepat duduk! Pelajaran sudah akan dimulai!" perintahnya,
"B-baik."
"Hei kau belum menjawab pertanyaanku tadi," ucap orang yang bertanya padaku 'apakah aku sudah punya pacar'
"Apa kau mau jadi pacarku?" tanyanya dengan penuh percaya diri. Euh.. ogah aku. Dan langsung saja aku menjawabnya dengan memberikan death glare andalanku sambil mengisyaratkan 'Jangan harap!'. Sedangkan orang tadi hanya terpojok dengan aura ketakutan.
Aku pun akhirnya sampai ditempat dudukku, aku merasa orang disebelahku ini yang tidak lain adalah Kazune sedang memperhatikanku dari tadi,
"Apa?!" ucapku sambil menatap sinis kearahnya,
"Tidak apa-apa!" jawabnya, kemudian memalingkan wajahnya.
.
.
TENG TENG
"Sampai disini dulu pelajaran hari ini, selamat menikmati waktu istirahat kalian."
"Yeey… ayo Karin kita istirahat bersama," ajak Himeka padaku,
"Baiklah," sahutku,
"Aku? Tidak di ajak?" Tanya Michi pada Himeka dengan nada dramatis,
"Tidak!" jawab Himeka ala tuan putri, dan setelahnya mereka beerdua tertawa bersama-sama.
"Dia tidak ikut?" tanyaku pada Michi sambil menunjuk Kazune,
"Kenapa memang kalau aku tidah ikut? Apa kau merasa kesepian? Dan… kau telah jatuh hati padaku, heh?" sahut Kazune dengan penuh percaya diri mengatakan 'apa aku jatuh hati padanya' euh.. gak deh yaa.
"KAZUNE!" ucap seorang gadis yang tiba-tiba masuk ke kelas kami dan langsung bermanja-manja ditangan Kazune,
"Apa yang kau lakukan Kazusa?! Lepaskan aku!" ucap Kazune dengan garangnya,
"Tidak mau. Aaah~ hangatnya," pernyataan Kazusa sukses membuat aku sweatdrop ditempat. Dasar orang aneh.
"Oia.. Hanazono, dia adalah Kujyo Kazusa. Sepupunya Himeka," ucap Michi memperkenalkan orang yang sedang menempel seperti lem cina ditangan Kazune,
"Oh."
"Hh.. biarkan saja mereka Karin. Lebih baik kita ke kantin, aku sudah lapar," ucap Himeka,
"Hn. Ayo!" seruku. Dan tanpa basa-basi kami –aku, Himeka, Michi- meninggalkan Kazune yang sedang berusaha melepaskan tangan Kazusa dari tanganya.
.
.
"Kau mau pesan apa Karin?" tanya Himeka padaku,
"Aku… aku sedang tidak mau makan," jawabku,
"Kau sedang diet?" tanya Michi dengan polosnya,
"Tidak. Aku hanya tidak nafsu," sahutku,
"Begitu ya… kalau begitu aku dan Michi pergi makan dulu ya," ucap Himeka dan kemudian menarik tangan Michi,
"Ya."
.
.
KAZUNE POV
"Kazune, ayo kita makan besama!" ajak orang yang sedang bermanja-manjaan dengan tangan kiri ku,
"Tidak. Aku tidak mau makan dengan orang yang menjijikan sepertimu," ucapku sambil melepas paksa tanganku darinya.
Akhirnya terlepas juga. Tanpa basa-basi aku langsung saja lari dengan kecepatan 100.000 volt, (author: emang ada orang lari secepat itu, Kazune: *death glare* kau menulisnya BAKA!, author: terserah apa katamu. Tatapanmu itu sama sekali tidak mempengaruhiku :p, Kazune: *dark aura*)
"KYAA~ Kazune jangan tinggalkan aku!" ucapnya histeris seperti orang gila. Aku terus berlari, berlari, dan berlari sejauh munkin dari Kazusa sampai akhirnya…
BRUUK
"Aww!" suara itu… itu Karin. Ya ampun haruskah aku berurusan lagi dengannya. Melihatnya saja sudah membuatku ingin ke kamar mandi, tapi… entah kenapa jika aku menatapnya jantungku menjadi berdebar-debar.
"Kau ini punya mata atau tidak sih!" bentaknya padaku,
"Oh… ternyata kau sudah berhasil melarikan diri dari Kazusa ya, Hn!" ucapnya seperti sedang mempermainkanku,
"Kazu-" hampir saja dia ingin berteriak tapi untunglah aku sudah membekapnya mulutnya dengan tanganku, jadi dia tidak akan bisa berteriak untuk memanggil Kazusa,
"Sttt! Diamlah!" ucapku sambil menyeretnya pergi dari tempat kami berada dan sekarang kami sedang bersembunyi ditepi semak-semak, dan dengan satu gerakkan paksa Karin pun berhasil melepaskan tangaku dari mulutnya.
"Apa yang kau lakukan bodoh?!" ucap Karin,
"Aku hanya membuatmu agar diam." Jawabku,
"Hn! Aku harus pergi. Aku tidak bisa berlama-lama berada didekatmu," ucapnya sambil berusaha untuk berdiri,
"Kenapa?" tanyaku, eh kenapa aku jadi menanyakan hal itu? Akan juga lebih baik juga jika dia tidak dekat-dekat denganku. Aduh… aku ini kenapa sih?
"Kenapa katamu? Itu karena jika aku berada didekatmu aku merasa ingin muntah!" jawabnya sambil berjalan. Dan baru saja ia ingin melangkahkan kakinya untuk pergi, tiba-tiba suatu gerak reflex menimpaku,
"Jangan pergi… aku mohon," gerakkan itu, kata-kata itu… terjadi begitu saja begitu saja,
"Apa maksudmu?!" ucapnya sambil berusaha menyembunyikan wajahnya yang merona,
"Aku mohon…" dan dengan satu tarikan aku berhasil membawanya kedalam pelukanku, apa-apaan ini? Kejadian ini sama sekali tidak aku inginkan. Tapi… aku merasa sangat nyaman dengan ini, seakan-akan rasa rinduku terhadap seseorang sudah terbayarkan dan aku juga merasa aku sudah lama mengenal Karin, tapi entah dimana. Bertemu saja baru kali ini,
"Lepaskan aku!" ucapnya memberontak, tapi aku hiraukan semua itu. Dan dia pun semakin memberontak sampai akhitnya pelukkan itu pun terlepas,
"Haah… kau ini memang orang aneh!" ucapnya sebelum ia berlari menjauhiku. Aku merasa ada sebuah ukiran tipis diwajahku, yaitu aku tersenyum.
KARIN POV
Apa-apaan dia itu? Dasar lelaki aneh. Kenapa dia tiba-tiba saja memelukku seperti tadi? Tapi… entah kenapa aku merasa, aaah~ sudahlah.
TENG TENG TENG
.
.
Pulang sekolah pun telah tiba dan sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju apartement ku,
KRESEK KREEESEK
"Eh!" aku terperanjat saat mendengar sebuah bunyi yang aneh. Bunyi itu berasal dari sebuah semak-semak, dengan perlahan aku mencoba untuk mendekati semak-semak itu dan aku menemukan…
"Karin! Kau sedang apa?" panggil seseorang yan tidak lain orang itu adalah Himeka,
"Hanazono! Kau jangan dekat-dekat dengan semak-semak itu. Karena setiap kami semua pulang sekolah selalu saja ada suara aneh ditempat itu," ucap Michi menjelaskan semuanya padaku, ya karena aku mempunyai sifat penasaran yang tinggi jadi tetap saja aku ingin melihat ada apa disana. Tapi… tidak sekarang,
"Ya yaa. Baiklah," ucapku dengan santainya sampai akhirnya mataku tertuju kearah seorang manusia cantik tapi dia seorang laki-laki sedang menatapku, aku? Tentu saja aku langsung memalingkan wajahku. Aku tidak mau melihatnya setelah apa yang dia lakukan padaku tadi,
"Ayo pulang bersama Karin!" ajak Himeka, dan aku hanya mengagguk,
"Rumahmu dimana? Hanazono," tanya Michi,
"Aku tinggal disebuah apartement didekat sini. Mungkin hanya sekitar 2km dari sekolah," sahutku,
"Oh. Kalau begitu kau satu alamat dengan Kazune. Ya kan Kazune?" ucap Michi,
"Hn."
"Dasar pangeran es," ejek Michi,
"APA?!" ucapku. Terkejut? Sangat. Lagi-lagi nasibku sial begini, sudah satu sekolah, satu kelas pula sekarang satu alamat. Oh tuhan tidak adakah waktu untukku agar aku tidak melihatnya,
"Eh? Kenapa Karin?" tanya Himeka,
"Hanazono? Aku mengerti… tapi bukankah bagus. Menurut buku yang aku baca jika seseorang yang satu sekolah, satu kelas, dan satu alamat itu artinya mereka ditakdirkan untuk bersama, lho~" ucap Michi seperti seorang peramal saja,
"Itu tidak akan terjadi!" ucapku dan… kenapa dia juga mengucapkan hal yang sama sepertiku,
"Wah wah… ternyata kalian memang ditakdirkan untuk bersama. Hanazono, Kazune," ucap Michi dengan penuh kepastian,
"Ogah banget.." ucap Kazune,
"Heh! Kau pikir aku mau hidup bersamamu. Ih SORRY," ucapku dan kemudian berbalik untuk membelakangi mereka dan berjalan lebih dulu.
Aku bisa mendengar Michi dan Himeka terkekeh melihatku yang seperti ini, tapi aku hiraukan saja. Hidup bersama dengan Kazune? Iiih OGAH!
.
.
Haaah. Waktu yang aku tunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Yup! Sekarang sudah malam, jadi aku merasa lebih baik. Oia! Aku masih penasaran dengan kejadian sekitar semak-semak didepan gerbang sekolah tadi, jadi aku memutuskan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi disana. Tanpa basa-basi aku segera beranjak dan pergi keluar apartement, dan saat aku berada diluar…
"Yooo! Tetangga!" ucap seseorang yang suaranya itu sangat aku kenal, siapa lagi kalau bukan si Kazune yang menyebalkan itu,
"Hn."
"Kau dingin sekali nona," ucapnya tapi aku hiraukan semua itu. Ya, memang benar aku ini bertetangga dengannya. Kamarku bernomor 1010 sedangkan dia bernomor 1009. Hh… tidak bisakah aku tidak betemu dengannya? malam hari saja.
Akhirnya aku sampai juga ditempat yang aku inginkan, setelah sekian lamanya dijalan sambil merutuki laki-laki setengah wanita itu,
KRESEK KRESEEK
Bunyi itu terdengar lagi dan kali ini tanpa harus menunggu aku segera melihat apa yang ada disana.
"Hah?! I-ini…"
"Sapu." Sapu yang aku temukan ini bukanlah sapu milikku melaikan milik seseorang yang berasal dari kerajaan sihir juga. Apa jangan-jangan ini milik pangeran Direc itu. Berarti dia berada ditempat yang sama sepertiku, aku yakin akan hal itu karena ayahku bilang sebelum aku hanya pangeran Direc-lah yang telah dihukum untuk turun ke bumi seribu tahun lalu.
"Baiklah… ini adalah sebuah petunjuk. Akan kusimpan kau sapu," ucapku antusias,
"Guk!" sahut sapu,
"W-wah… suaramu seperti anjing saja," ucapku merinding,
"Kalau begitu untuk keamanan kau akan ku ubah menjadi sebuah kalung saja."
Aku pun melihat kearah kiri dan kanan untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang melihat ini. Dan dalam hitungan ketiga aku telah berhasil mengubah sapu yang aku pegang ini menjadi sebuah kalung perak berbandul sapu dan segera memasangnya di leherku.
Sekarang tugasku hanya mencari dimana pangeran Direc itu berada.
.
.
TBC
.
.
Talk show
Author: Nyaahoo^^ ne minna~ gimana? Makin aneh kah ceritanya? Tapi meski begitu Cherry mengucapkan terima kasih atas semangat yang readers beikan pada Cherry, jadi… Cherry bisa melanjutkan cerita ini.
Suzuka: Hh… kenapa lama sekali kau update-nya?
Author: Suzuka mengertilah… aku bukan seperti dirimu yang sudah tidak sekolah lagi.
Suzuka: Ya ya ya… aku paham.
Karin: Hola minna~ apa kabar semua? Hahaha di fict ini aku punya kesempatan untuk mengejek Kazune setelah sekian sedikit #plak maksudnya sekian banyaknya, aku yang terus diejek Kazune *Lirik Kazune*
Kazune: APA?!
Karin: Tidak didalam drama ataupun dunia nyata sifatnya masih saja sama. Hh…
Author: Itukan memang sudah sifat aslinya -_-
Suzuka: *nganggu"*
Author: Hh… sudahlah. Intinya Cherry mau nanya gimana dengan chap ini. Tolong berikan saran-saran kalian dan semangat kalian juga yaa.. agar cerita ini semakin lebih baik.
And dan now to the sekarang #dipasung. Aku mau ngebalas review nih buat yang udah nge-riviwe fict-ku yang satu ini. Bacain! *nyuruh Chara KK*
All chara: Haah…
Author: *dark aura*
All chara: b-baiklah…
Suzuka: untuk Misami Ray:
Arigatou.. ya ampun masa sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi sih? Heheh nah sekarang gimana? Berikan saranmu ya Senpai.
(Guest):
Arigatou. Ini udah lanjut! Gimana masih penasaran? Ikuti terus kisahnya yo. Nyahahaha.
Sazumi Misako:
Ui-chaaan! *peluk Ui* arigatou ne Ui udah mau baca fict punya Yui yang rada-rada ini. Ikuti terus kisahnya ne.
Kazune: untuk Guest(1)
Gua tau ini Via teman sekelas author yang sok POLOS itu kan. Hh.. Jessy? Dia itu bukan Himeka tapi chara yang dibuat oleh author, kau udah liat gambarnya kan? Author udah gambar noh rupanya si Jessy *lirik author yang lagi gambar muka Jessy*
Via: ni orangnya sama cuman beda nama. Masuk. Review-mu masuk kok *Death glare* masa hal seperti ini ditanyakan. Hhh..
Guet(2): banyak betul anda ngereviwe Via. Anda mau tau Flame itu apa? Flame itu adalah sebuah kata-kata yang pedas dan menyayat hati atau Kritikkan pedas sepedas 1000 cabe yang dimakan tanpa minum. Dan dapat membuat orang yang mendapatkannya jadi TERPURUK #menurutku. Tapi kalo si autor sih dia tuh malah nganggap itu sebagai sesuatu yang dapat membuatnya menjadi lebih baik lagi karena dia tuh tidak terlau suka mendapat pujian, meski dalam atinya dia tuh juga tidak mau mendapat HINAAN.
Author: *mata berkaca-kaca* kau pengertian sekali Kazune.
Kazune: yaa~ gini-gini aku juga paham sama orang *Sok keren*
Author: *pingsan, bangun lagi, muntah*
Karin: giliran ku. Untuk Kiriko Alicia: arigatou atas pemberitahuannya. Jangan sungkan untuk mengutarakan saran-saran anda pada author ya.
Muthmainnah067: arigatou udah baca fict author yng lumayanlah.. ini udah next kok. Terus ikuti kisahnya ya.
Flaesy Kujyo: arigatou udah bilang keren. Gak papa kok kalo gak login. Tidak jadi masalah untuk author, dia tuh orangnya suka santai-santai aja menanggapi sesuatu. Tapi di saat tertentu dia bakal jadi serius banget. Ikuti terus ceritanya yaa.
Himeka: yeey akhirnya aku bicara juga. Nah… ini untuk What Am I:
Arigatou udah mau baca fict ini dan bersedia untuk nge-reviwe. Emm kamu suka nonton film ya? Soalnya author bilang nama yang akmu pake itu kayak nama judul film yang di bintangi oleh jacky chen (Gak tau tulisannya kayak gimana), nah sekarang kayak gimana ceritanya. Ikuti terus ceritanya yaa. Itu pun kalau ANDA MAU!
Cherryflower-chan: lah.. ini bukannya author sendiri ya.. haha ketahuan author ternyata memiliki sifat menjadi orang ketiga dalam per-fanfict-kan. Hahaha.
Hayashi Hana-chan:
Arigatou atas pemberitahuannya, dan arigatou juga sama pembelaannya. Padahal author gak ada bilang (minta) dibela ama Senpai arigatou ne.
Michi: nah sekarang giliranku.
Kazusa: tidak bisa! Giliranku.
Michi: AKU!
Kazusa: AKU!
Author: hh.. sudah diam! Kalian suit aja.
Kazusa: betul juga. Ayo Michi!
Kazusa X Michi: GUNTING BATU KERTAS!
Kazusa: *gunting*
Michi: *kertas*
Kazusa: yey! Aku menang!
Michi: *terpuruk*
Kazusa: baiklah… untuk Hime Azuya: arigatou ne azu-nyan^^. Ikuti terus kisahnya ya.
Dan yang terakhir Edogawa conan: arigatou sama semangatnya. Ikuti terus ceritanya ya..
All chara (Karin,Himeka,Mchi,Kazune,Kazusa)+ author: arigatougozaimasu minna~
Jaa
Tertanda
Cherryflower-chan
