Lust – Love Sequel
.
.
Haruskah kau datang memberi arti. Menepiskan sepi direlung hati. Bukan karena ku sangsi, bukan karena tak ingin. Hanya sesaat kau hadir, tinggalkan nyeri. Haruskah ku melupakan dirimu? Menyesali semua yang terjadi. Bukan karena ku benci, bukan karena ingkari. Gairah yang tersisa kini tak pernah mati. Engkaulah gairah yang membakar jiwaku, dan tak akan pernah berhenti. Meski ragamu telah pergi. Engkaulah cinta..yang menggenapi diriku. Dan tak akan pernah terganti. Meski kau bukan milikku. Biarlah ku tetap merindukanmu, menunggumu selama hidupku.
Cho Kyuhyun & Lee Sungmin
.
Romance & Hurt/Comfort, Rate M, BL/YAOI
.
a/n : atas permintaan reader semua, saya membuat sekuel ini. mohon dibaca sampai akhir yaa…karena akan sedikit mengejutkan dipertengahan. Tapi saya tidak akan membuat plot yang tidak sesuai dengan genre diatas. Dan tolong review kembali yaa..terima kasih dan selamat membaca.
Rumah sakit Song Group masihlah sebagai rumah sakit terbaik di Korea Selatan. Rumah sakit dengan fasilitas dan pelayan terbaik itu mempunyai tenaga ahli yang sangat ahli dibidangnya masing-masing. Semua dokter terbaik di Korea Selatan ada disana. Nilai saham yang terus melonjak beriringan dengan nama baik rumah sakit membuat pemiliknya menjadi konglomerat terpandang pula.
Seorang namja berjas putih, menandakan dia adalah seorang dokter tampak berjalan memasuki lobby rumah sakit dengan santai. Semua orang disana sangat mengenal siapa sosok tinggi itu. Dia adalah menantu kesayangan sang Presdir Song. Dokter bedah sekaligus manager di rumah sakit tersebut.
Sosok dengan tingkat ketampanan diatas rata-rata itu memasuki ruangan yang sudah tiga tahun ini menjadi ruangannya. Namja berambut brunette itu duduk dan tersenyum menatap pigura-pigura di meja kerjanya. Pigura pertama adalah foto pernikahannya. Foto kedua dan ketiga adalah fotonya dengan istri dan anaknya tersayang.
Tok tok tok
Pintu terbuka, menampilkan seorang staff rumah sakit yang tersenyum ramah.
"Manager, anda ditunggu diruang Direktur sekarang." Katanya sopan.
"Sekarang? Aku bahkan baru sampai." Gerutu sang manager. Meski begitu dia tetap berdiri dan keluar ruangan.
Staff dibelakangnya hanya tersenyum maklum. Sesebal apapun sang manager terhadap direktur, dia tidak pernah berani menolak perintah apapun darinya. Direktur sosok yang sedikit sulit memang, tapi profesionalitasnya jangan dipertanyakan. Dia termasuk orang yang membantu menaikkan pamor rumah sakit ini.
.
.
Pintu dengan plang bertuliskan Direktur itu diketuknya. Tanpa menunggu dipersilahkan dia langsung membuka dan masuk. Dia tak perlu takut, karena direktur sedang menunggunya berarti dia bisa langsung masuk kan? Setidaknya itu menurut pemikirnannya. Setelah pintu terbuka tampak sang Direktur yang duduk dibalik meja kerja membaca berkas setebal kamus bahasa China-Korea milik istrinya. Entah berkas apa itu.
"Ehm…anda memanggil saya Direktur?" dia memecah suara. Sosok itu melepas pandangan dari berkasnya dan memandang dirinya tajam. Oke, itu memang tatapan biasanya selama ini.
"Kau sudah membaca berkas pasien ruang VIP yang akan kau operasi nanti?"
"Belum Direktur. Saya baru datang saat anda memanggil." Jawaban darinya menghasilkan tatapan dingin yang juga sudah biasa dia dapatkan.
"Bukankah filenya sudah dikirim kemarin? Bagaimana bisa belum kau baca?" sinis, itulah sifat sang Direktur.
"Maafkan saya Direktur, semalam putri kami merengek minta jalan-jalan. Jadi saya tidak sempat membacanya. Tapi saya berjanji akan membacanya setelah ini."
"Shim Changmin. Sudah berapa kali aku katakan, pisahkan urusan kerja dengan kepentingan pribadi." Lagi-lagi ketus. Dokter yang ternyata Changmin itu mendengus kesal dan duduk di kursi didepannya.
"Iya..iya..aku tahu. Tapi file itu dikirim saat aku tidak sedang bekerja jadi tidak ada salahnya aku mementingkan putri kecilku." Bantahnya.
"Memangnya Vic tidak bisa mengurus putri manjamu itu?"
"Yakk…Cho Kyuhyun! bagaimana bisa kau menyebut putriku seperti itu? sialan kau."
"Kita sedang di rumah sakit sekarang. Panggil aku Direktur." Angkuh tetaplah angkuh. Changmin kembali mendengus kesal. Sahabatnya satu ini memang menyebalkan.
"Bukan urusanku. Saat ini aku sedang bicara dengan sahabat setanku." Changmin melipat tangannya sambil memasang wajah kesal.
"Max…" lagi-lagi singkat tapi penuh dengan nada ancaman.
"Oke..oke..aku akan pergi dan membaca file pasien tercintamu sekarang juga. Dan akan mengoperasinya dengan sempurna seperti perintahmu. Zero Mistake." Dengan kesal Changmin keluar ruangan dan membanting pintunya kasar. Dia tidak peduli. Kyuhyun semakin menyebalkan tiap harinya.
.
.
Cho Kyuhyun terpaku menatap pintu yang dibanting sahabat tiangnya. Bukan, dia bukan sayang pintunya, dia hanya merasa aneh dengan sahabatnya itu. Sejak kapan idiot Shim Changmin mudah merajuk seperti ini? Ah…ini pasti pengaruh putri manjanya itu. Kyuhyun menggeleng tidak mengerti.
Dia Cho Kyuhyun, Direktur rumah sakit ini. Sebenarnya dia tidak pernah menyangka akan menduduki jabatan ini setelah apa yang dia ungkapkan lima tahun lalu itu. Kebenaran tentang bayi yang ada dikandungan Victoria- istrinya kala itu- dan penyimpangan dalam dirinya. Kyuhyun tersenyum kecut saat mengingat bagaimana murkanya orang tuanya dan mertuanya saat itu.
*Flashback
.
Kyuhyun berjalan gontai saat memasuki ruangan dimana Victoria dirawat. Dibelakangnya Changmin mengikutinya dengan wajah pucat. Kyuhyun tidak peduli dengan sahabatnya yang sedari tadi mengeluh takut untuk menghadap para bumonim. Yang ada dipikirannya hanya menyelesaikan semua kesalahpahaman ini dan menemukan kekasihnya. Lee Sungmin.
Diruangan itu masih penuh dengan orang yang sama dengan saat dia tinggalkan tadi. Yang berbeda hanya Victoria yang terjaga saat ini. Victoria sedikit kaget saat melihat Changmin ikut masuk kedalam ruang rawatnya.
"Dari mana saja kau Kyuhyun? istrimu sedang membutuhkanmu saat ini." ibu yang sudah melahirkannya itu bertanya khawatir. Kyuhyun melihat tatapan cemas dari mata cerah ibunya. Kyuhyun hanya membalas pertanyaan itu dengan gelengan kepala pelan.
"Dan ada apa dengan wajah kusutmu itu?" kali ini sang appa lah yang bertanya. Kyuhyun hanya bungkam.
"Cho Kyuhyun..apakah ada masalah? Dan kenapa Dokter Shim bersamamu?" kali ini Presdir Song – mertua Kyuhyun bicara. Sejak menantu kebanggaannya ini datang dia sudah merasakan ketidakberesan. Insting pebisnisnya mengatakan dua dokter andalan rumah sakit-nya ini menyembunyikan sesuatu.
Ruangan VVIP itu mencekam, Victoria hanya bisa menangis dalam diam. Dia yakin Kyuhyun sudah mengetahui yang sebenarnya. Dia lega tapi dia juga cemas saat ini. Melihat bagaimana kusutnya Kyuhyun dia merasa ketakutan. Melihat bagaimana Victoria menangis membuat ketiga orang tua diruangan itu semakin kebingungan.
"Jangan bertele-tele Cho Kyuhyun. Appa tidak pernah mengajarimu bertingkah seperti ini." Appa Cho sudah menampilkan wajah tegasnya. Mantan Presiden selama 10 tahun itu memang terkenal akan sikap tegasnya.
"Aku ingin bicara serius dengan kalian semua." Akhirnya Kyuhyun bicara.
"Termasuk dengan dokter Shim appa.." kata Kyuhyun melihat bagaimana para bumonim menatap enggan terhadap sahabat idiotnya yang sekarang sudah berdiri dengan kaki gemetarnya.
.
.
Semua pandangan tertuju pada Kyuhyun. Dokter yang selama ini selalu terlihat angkuh dan tegas itu sekarang seperti manusia tanpa jiwa. Kosong. Para bumonim bertanya-tanya dalam hatinya, ada apa sebenarnya. Tapi mereka memilih diam, menunggu penjelasan dari Kyuhyun.
"Aku minta sekarang kalian semua duduk. Apa yang akan aku katakan sedikit mengejutkan. Untuk berjaga-jaga saja." Kyuhyun menggiring para bumonim duduk di soffa memanjang diruang VVIP itu. Dia duduk di Soffa single didepannya. Sedangkan Changmin memilih berdiri didekat ranjang Victoria, mencoba menenangkan sang kekasih dengan bahasa tubuhnya.
"Sebelumnya, aku ingin minta meminta maaf karena apa yang akan aku sampaikan ini membuat bumonim marah dan kecewa. Tapi aku pikir, jujur adalah satu-satunya jalan keluar saat ini. Appa,,tolong dengarkan aku sampai selesai dulu." Ucap Kyuhyun saat Appa Cho ingin menyela kata-katanya.
"Abonim…selamat anda akan menjadi seorang kakek. Saya juga ikut bahagia mendengar Victoria hamil, karena selama ini saya tidak bisa membuatnya bahagia. Maafkan saya abonim, selama ini saya tidak pernah menjadi suami yang bertanggung jawab seperti yang anda harapkan. Bahkan saya tidak tahu bagaimana perasaan Vic.." mendengar kata-kata Kyuhyun membuat tangis Victoria semakin terdengar. Para orang tua berpikir Victoria merasa terharu dengan kata-kata Kyuhyun. Changmin hanya bisa memandang kekasihnya sendu, dia masih belum berani mendekat untuk sekedar menggenggam tangannya untuk menguatkan Vic.
"Apa yang kau katakan? Kau suami yang sangat baik Kyuhyun. Aku sangat bangga memiliki menantu seperti mu." Ucap Presdir Song. Kyuhyun hanya menggeleng lemah.
"Abonim salah..Victoria tidak pernah bahagia menikah dengan saya. Begitu pula saya, selama ini kami hanya bersikap baik-baik saja didepan kalian. Aku bahkan tidak pernah memberinya nafkah batin selama pernikahan kami." Meskipun Kyuhyun berbicara dengan pelan tapi ada ketegasan dalam suaranya.
"Apa maksudmu? Victoria hamil saat ini…kalau kau tidak pernah menyentuhnya lalu anak siapa ini?" ibunya sudah memucat dengan pikirannya saat ini.
"Umma…aku hanya ingin Vic bahagia. Saya mohon biarkan Vic dan ayah bayi itu untuk bersama. Biarkan mereka bahagia..dan biarkan bayi itu untuk besar dalam lindungan ayah kandungnya."
"Jadi maksudmu…Victoria hamil dengan orang lain dan orang itu adalah dokter Shim?" kesimpulan dari presdir Song membuat semua terkejut. Bagaimana dia bisa menyimpulkan dengan begitu tepat? Melihat bagaimana semua orang diam Presdir Song berdiri dan menatap putrinya yang saat ini sudah menangis dalam dekapan dokter tinggi itu.
"Aku tahu cepat atau lambat hal ini akan terjadi. Jadi aku tidak terkejut."
"Abonim..bagaimana anda.."
"Kau lupa siapa aku Cho Kyuhyun? Aku selalu mengawasi kalian selama ini. Aku tahu bagaimana dinginnya rumah tangga kalian. Tapi aku diam karena aku pikir kalian hanya butuh waktu. Dan melihat bagaimana setiap hari kau selalu pulang kerumah saja sudah cukup untukku mempercayakan putriku padamu. Tapi aku kecewa dengan putriku sendiri, bagaimana bisa dia berbohong dibelakangku." Jelas Presdir Song dengan ketenangannya.
"Appa…maafkan aku..maaf…" tangis Victoria. Dia tidak tahu bahwa selama ini dia sudah sangat mengecewakan orang tua tunggalnya itu.
"Sayalah yang bersalah Presdir. Jangan salahkan Vic.." Changmin bersimpuh dibawah kaki Presdir Song. Dia seperti pecundang saja bila hanya diam mendengarkan bagaimana sahabat dan kekasihnya menghadapi masalah yang dia juga terlibat.
"Aku tahu. Aku sudah tahu hubungan kalian dari dulu. Tapi aku juga kecewa padamu dokter Shim. Sepengecut itukah dirimu? Bahkan kau menodai putriku tanpa menjadikannya istri terlebih dulu. Bagaimana bisa aku mempercayakan putriku?"
"Appa…jangan salahkan Changmin..aku yang memaksanya. Maafkan kami appa..hiks..maaf" Victoria ikut bersimpuh bersama Changmin. Nyonya Cho langsung berdiri dan memeluk menantu yang sudah seperti putrinya itu erat. Dia sudah menangis, bagaimana bisa dia tidak peka selama ini? Anak-anaknya menderita karena pernikahan yang mereka atur.
"Song Qianie…adeull…kau tahu appa selalu memberikan apa yang kau minta. Tapi apa juga ingin kau menikah dengan namja yang hebat dan bertanggung jawab. Sedangkan lelaki yang kau cintai ini sangat pengecut. Jangankan menikahimu…menatap mataku saja dia tidak berani." Mendengar ucapan Presdir Song membuat Changmin langsung menatap tajam appa dari kekasihnya itu.
"Saya sanggup melakukan apapun asal Presdir mengizinkan kami bersama. Bahkan apabila saya harus keluar dari rumah sakit ini saya akan lakukan. Tapi jangan pernah pisahkan kami Presdir."
"Haah…bagaimana ini Cho. Dia bahkan masih memanggilku Presdir." Ejek Presdir Song.
"Bagaimana lagi…kita sebagai orang tua bisa apa? Harga diri tidak lebih penting saat ini kan?" sahut Tuan Cho tenang.
"Kalian dengar itu? aku merestui kalian..tapi kalian harus membereskan semua ini sendiri. Anggap sebagai hukuman untuk kalian karena sudah membohongi kami." Putus Presdir yang disambut teriakan bahagia dan ucapan terima kasih dari Victoria dan Changmin. Semua turut bahagia melupakan sosok Kyuhyun yang masih duduk di Soffa dengan aura suramnya.
"Masih ada satu lagi yang harus saya sampaikan pada kalian semua." Ucap Kyuhyun membuat semua kembali menatapnya bingung. 'ada lagi?' pikir semua orang minus Changmin yang sudah tahu apa yang akan disampaikan sahabatnya itu.
"Sekali lagi saya ingin minta maaf. Terutama padamu Appa,,Umma..selama ini aku selalu merahasiakan semuanya dari kalian semua. Tapi aku tidak mau masalah ini kembali terulang. Aku ingin mengaku bahwa aku tidak mungkin bisa menikah dengan wanita lagi. Maafkan aku." aku Kyuhyun.
"Apa maksudmu Kyuhyun? kau trauma dengan pengkhianatan istrimu?" tanya Appa Cho yang membuat Vic dan Changmin semakin merasa bersalah.
"Aku mempunyai penyimpangan seksual Appa."
"APA?" teriak para bumonim serentak dan teriakan kaget Victoria.
"Jangan bercanda kau Cho!" bentak tuan Cho. Sampai matipun dia tidak pernah berpikir bahwa putra kebanggannya memiliki penyimpangan seperti ini. Ya Tuhan, bagaimana bisa putra tampannya juga menyukai wajah tampan? Oh tunggu sampai anda melihat bagaimana manisnya laki-laki yang membuat putra anda menyimpang tuan Cho.
"Aku serius. Aku mencintai seorang laki-laki saat ini." Kyuhyun dengan tegas menjawab. Dan hanya diam saat melihat ibunya pingsan yang untung saja ditahan lengan Changmin yang memang sudah berjaga dibelakangnya.
"Apa kau gila? Lihat bagaimana ibumu sekarang? Kau mempermalukanku Cho. Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti ini? tarik kembali pengakuanmu itu."
"Tidak mau. Berapa kalipun aku akan tetap mengatakannya."
"Ehm…aku tahu ini bukan urusanku. Tapi Cho…aku pikir kau tadi mengatakan bahwa orang tua tidak bisa berbuat apa-apa dengan keputusan anak-anaknya dan harga diri tidak lebih penting." Sahut Presdir Song yang menghasilkan tatapan sinis dari besan yang dulunya adalah sahabat baiknya juga.
"Ini berbeda Song." Elak tuan Cho.
"Apa yang berbeda? Putriku hamil dengan laki-laki yang bukan suaminya. Semua orang juga akan menghina dan merendahkannya. Tapi tugasku sebagai orang tuanya adalah mendukung dan melindunginya. Bukankah itu tugas dari orang tua Cho?" tuan Cho terdiam. Benar juga apa yang dikatakan besannya ini. Tapi keras kepala adalah sifat dasar dari keluarga Cho. Dia tidak akan membiarkan putranya begitu saja.
"Terserah kau saja. Tapi aku tidak akan mengizinkanmu dengan mudah." Putus tuan Cho sambil meninggalkan ruang dengan terlebih dulu menggendong istrinya yang masih pingsan untuk dibawa.
Ruangan kembali hening. Victoria yang diangkat kembali ke ranjang oleh Changmin hanya bisa menatap kasihan dengan suami diatas kertasnya itu. Cho Kyuhyun memang hanya diam. Tapi semuanya tahu, saat ini dokter hebat itu sedang terpuruk. Namja yang selalu tampil rapi itu terlihat acak-acakan dan menderita. Presdir Song hanya diam menatap tanpa kata membiarkan Kyuhyun berpikir langkah selanjutnya.
*Flashback end*
.
.
Kyuhyun menghela nafasnya kasar. Sudah berapa kali dia menghela nafas hari ini? Kalau sampai ibunya tahu dia akan mengomel tentang keberuntungan yang ikut terbang dengan helaan nafas kita. Ahh…Kyuhyun merindukan ibunya. Sejak dua tahun yang lalu orang tuanya memilih untuk tinggal di pulau Nami. Alasannya agar tidak merasakan dampak saat Kyuhyun mengaku orientasinya. Cih…ayahnya memang keras kepala seperti dirinya. Kyuhyun saja yang merupakan tokoh utama tidak peduli dengan semua itu.
Dan soal bagaimana bisa dia menjabat Direktur di rumah sakit ini tidak lain karena permintaan yang Kyuhyun anggap perintah dari Presdir Song. Dia bilang meskipun Kyuhyun tidak lagi menjadi menantunya tapi Kyuhyun tetaplah orang yang paling dia percaya selain menantunya sendiri yaitu Shim Changmin. Kyuhyun bangga dengan sahabatnya yang mendapatkan jabatan manager dengan mengikuti tes terbuka. Setidaknya tidak akan ada yang menghinanya mendapatkan jabatan itu karena dia adalah menantu dari pemilik rumah sakit ini. Seperti dia dulu.
Haahh….sekali lagi Kyuhyun menghela nafas. Akhir-akhir ini dia punya kebiasaan menghela nafas kasar sepertinya. Kyuhyun bersyukur orang-orang disekitarnya mendapatkan kebahagiaannya, tapi masih ada satu yang menggerogoti pikirannya. Yaitu satu nama LEE SUNGMIN. Sudah lima tahun berlalu, tapi sosok yang sangat dia cintai itu tidak dapat dia temukan. Seluruh Korea Selatan sudah dia cari, bahkan dia sudah menyewa detektif swasta terbaik untuk mencari keseluruh belahan bumi tapi namja imut itu masih betah dalam persembunyiaanya. Mencari ke Jepang tempat tinggal Sungmin sebelumnya juga nihil. Data-data dari rumah sakit juga tidak banyak membantu. Kyuhyun heran bagaimana bisa untuk mencari satu orang saja sulit sekali. Dia sempat mengamuk saat salah satu utusannya mengatakan ada kemungkinan orang itu sudah tiada. Yang benar saja, Kyuhyun sangat marah saat itu dan menghajar orang itu sampai hampir mati kalau saja tidak ditahan oleh Changmin. Kyuhyun tahu, Sungmin masih hidup. Dia bisa merasakannya.
"Dimana sekarang kau Ming." Lirih Kyuhyun. Dia menatap sketsa wajah Sungmin yang dia buat saat melapor ke Kepolisian. Sial, dia bahkan sudah melaporkan kekasihnya itu sebagai orang hilang saat itu. Dan Sial kuadrat dia yang tidak memiliki satupun foto kekasihnya itu.
"Kau akan kembali kan? Cepatlah..aku tidak sanggup menahan rindu ini Ming." Ratap Kyuhyun pilu. Meskipun tanpa adanya air mata siapapun tahu Kyuhyun sedang menangis saat ini. Begitu juga dengan sosok yang mengintip dari pintu ruangannya itu.
.
.
.
Wanita cantik dengan tubuh semampainya itu menghambur kedalam ruangan Changmin dengan tangisannya. Changmin yang sedang membaca file pasiennya terkejut dengan serbuan pelukan sang istri –Victoria –membalas pelukan itu dengan lembut. Berniat menghibur istri tercintanya yang menangis entah karena apa,pikirnya.
"Bodoh. Bagaimana bisa dia jadi begitu menyedihkan..hiks..Maxy baby..tolong iblis kejam itu.." adu istrinya. Changmin paham sekarang. Siapa lagi iblis yang mereka kenal selain Cho Evil Kyuhyun.
"Tenanglah..kami masih berusaha mencari dokter Lee. Aku yakin sebentar lagi kami pasti menemukannya." Hibur Changmin sambil mengelus punggung sempit Vic.
"Bagaimana bisa dia menghilang selama ini? tidak kah dia terlalu kejam?"
"Hei..hei…kita tidak tahu bagaimana perasaan Lee Sungmin saat itu. Dia pasti terluka, laki-laki yang mengaku 'sama' sepertinya ternyata menghamili wanita. Itu sangat kejam bagi kaumnya."
Plakkk
"Idiot…kau pikir mereka kaum apa? Kalau Kyuhyun sampai mendengarnya bisa mati kau." Setelah menggeplak kepala suaminya Vic duduk dikursi dan menatap Changmin sinis.
"Yak…ini sakit Vic baby. Aku ini suamimu..tapi kenapa kau malah menangisi orang lain Huh?" Changmin yang masih mengelus bagian belakang kepalanya mengomel kesal.
"Salah sendiri tidak bisa menjaga mulut rakusmu itu."
"Arra..arra..aku minta maaf. Sudah cukup dengan omelan Kyuhyun tadi jangan kau tambah lagi. Sekarang katakan, apa yang membawamu kesini? dan mana baby Krystal? Kau tidak membawanya?" Changmin bicara sambil membereskan file yang sudah dia baca tadi dan menyusul duduk disamping istrinya.
"Krystal ikut Appa..dia ingin membeli rumah boneka yang baru. Dan aku ingin meminta izin padamu." Jelas Victoria sambil menggelayut manja pada lengan kokoh Changmin.
"Heem? Rumah boneka lagi? Bukankah baru kemarin aku belikan? Memangnya kau ingin kemana?" tanya Changmin heran.
"Entahlah..putri kecil kita memang selalu akan mendapatkan apa yang dia minta bukan? Aku ingin ke salon kecantikan yang baru diresmikan di Gangnam. Aku dengar disana pelayanannya sangat bagus. Dokternya adalah ahli bedah kecantikan terbaik di Amerika."
"Dirumah sakit ini juga ada dokter bedah kecantikan terbaik baby. Untuk apa kau membuang-buang uangmu?"
"Yaah…aku sudah berjanji dengan teman-temanku siang ini. Lagipula ini uangmu, bukan uangku. Jadi sekarang berikan gold card mu." Haah…Changmin menghela nafas. Dia selalu kalah dengan istri dan anaknya. Dia tahu darimana putrinya mempunyai sifat bak putri kerajaan itu. Ibunya saja sudah seperti ratu yang selalu memeras dompet rakyatnya. Aah…bukankah seharusnya Changmin sebagai raja disini? Lupakah kalian dengan Presdir Song yang masih menjabat sebagai Raja tanpa mau turun tahta dalam waktu dekat ini? Poor Changmin.
Dengan pasrah Changmin menyerahkan gold card-nya, setidaknya istrinya selalu memuaskannya diatas ranjang selama ini. Uang bukanlah masalah. Karena orang tuanya sudah lama meninggal, jadi dia mencari uang hanya untuk anak dan istri tercinta. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Victoria menciumnya ganas yang disambut Changmin dengan rengkuhan pada pinggang Vic. Ciuman itu semakin dalam dan intens membuat suara desahan Vic terdengar keseluruh ruangan. Tenang saja ruangan ini kedap suara.
"Ahh..sudah maxy baby..kita lanjutkan nanti malam. Dokter itu sudah menungguku sekarang." Victoria yang pertama kali melepaskan ciumannya. Tanpa menanggapi protes sang suami dia berdiri dan merapikan gaun seksinya yang sedikit kusut karena ulah Changmin tadi.
Victoria sudah memegang gagang pintu siap membuka saat Changmin bertanya siapa nama Dokter yang sudah membuat istrinya menyudahi ciuman panas mereka?
" Clara Lee. Namanya Clara Lee."
.
.
.
Victoria sudah tidak sabar untuk bertemu dengan dokter yang teman-temannya bilang sangat cantik itu. Ya, mereka bilang Clara Lee adalah wanita yang sangat cantik. Dan mereka juga bilang treatment disini sangat memuaskan dan hasilnya menakjubkan. Victoria ingin mengejutkan suaminya malam nanti. Dia akan tampil sangat cantik dan mengunggunya dikamar hanya menggunakan lingery sexy. Aahh…membayangkan bagaimana puasnya sang suami membuat Victoria merona. Dasar pasangan mesum aneh, batinnya.
Saat sudah gilirannya Victoria dengan antusias memasuki ruangan Clara Lee. Terlihat seseorang dengan rambut panjang ikal sedang duduk dibalik meja kerjanya dan menyambutnya dengan senyum yang sangat menawan. Victoria terkagum, baru kali ini dia melihat wanita secantik ini. Wajahnya yang seputih susu itu terlihat mulus dan juga lembut. Dengan bibir semerah cherry dan pipi sewarna sakura menambah kecantikan dokter ini.
Victoria duduk didepannya dengan canggung. Dia merasa kalah cantik dengan Clara Lee, dia bahkan semakin kagum saat dokter itu tersenyum dan menyapanya ramah. Matanya yang ikut tersenyum dan gigi kelincinya yang tampak membuatnya semakin mempesona. Aahh..feromonnya terlalu kuat.
"Selamat datang nyonya. Apa yang saya bisa bantu? Saya lihat wajah anda sudah sangat sempurna." Kata-katanya membuat Victoria merona. Haah…bagaimana bisa dia tersipu dengan pujian dokter wanita didepannya ini?
"Aku ingin melakukan perawatan special. Wajahku sedikit kering akhir-akhir ini. Putriku sedikit merepotkan. Aahh…apakah wajahku terlihat semakin tua?" tanya Vic beruntun. Dokter Lee hanya terkekeh lucu.
"Wajah anda sudah sempurna nyonya. Tapi karena anda pelanggan istimewa, saya akan melakukan yang terbaik untuk anda." Jawab dokter Lee dengan senyum tulusnya. Victoria tertegun, dia kenal senyum ini. Tapi dia ragu, dia sudah berpikir yang tidak-tidak sekarang. Ya Tuhan. Jantung Victoria berdegup kencang saat ini. Benarkah ini?
.
.
.
Selama treatment berlangsung Victoria hanya diam. Dia memilih bungkam dan memperhatikan sosok bertubuh mungil didepannya. Dokter yang mengenakan kemeja sutra berwarna soft pink dibalik jas dokternya itu dengan tenang melakukan semua treatment kecantikan yang dia bilang adalah treatnment terbaiknya. Pandangan Vic turun pada celana bahan kain warna putih yang membungkus ketat kaki mungil dokter Lee. Seribu pertanyaan muncul dipikiran wanita keturunan Cina itu.
Sampai dirumah Vic masih saja bergelut dengan pemikiran-pemikiran anehnya. Dia butuh segera melampiaskan rasa penasarannya, tapi suami tercintanya masih belum pulang dari rumah sakit. Dia tidak khawatir dengan putri kecilnya, karena Appanya sudah mengirim pesan akan membawa Krystal berlibur. Dia mondar mandir diruang tamu dengan gelisah. Sampai dia mendengar suara mobil datang yang dia yakini adalah mobil milik suaminya.
"Aku pulang." Sapa Changmin ceria saat membuka pintu utama. Changmin sudah tidak sabar menikmati kejutan dari sang istri. Kira-kira apa sekarang? Shasimi style? Uuhh…dia sangat suka saat menikmati berbagai makanan kesukaannya terhidang diatas tubuh polos istrinya. Tolong pukul kepala namja mesum itu, please.
"Shim Changmin!" teriak Victoria yang langsung menerjang suaminya.
"Shh..tenang baby..jangan disini. Kita akan melakukannya dikamar kan?" celoteh Changmin dengan seringai mesumnya.
PLAKK
"Bodoh! Apa yang kau pikirkan?" pukul Victoria dengan sadis.
"Aauuww…yahh..bukannya kau akan ber-Shasimi?" tanya Changmin cengo.
"Shasimi apa? Kau mau aku buat shasimi Shim Changmin? Hah?" melihat Victoria mengamuk membuat Changmin bertanya-tanya. Kenapa dengan istrinya? Apakah dia berbuat salah? Dia menggeleng, seingatnya seharian dia dirumah sakit dan melakukan operasi yang sangat melelahkan dan berhasil. Dimana salahnya coba? Atau perawatan kecantikan yang dilakukan istrinya gagal? Dengan heboh dia menarik Victoria mendekat dan memeriksa wajahnya. Masih cantik, masih mulus, masih mempesona kok. Lalu apa yang salah?
"Otakmu yang salah." Seperti tahu apa yang dipikirkan suaminya Victoria menjawab. Melihat wajah bingung suaminya Victoria segera menyeret Changmin duduk dan menatap matanya tajam. Tanda dia akan mengatakan hal yang sangat serius. Changmin juga memasang wajah serius kali ini.
"Aku tahu ini akan terdengar menggelikan tapi aku butuh kau mendengarnya. Oke. Jangan menyela sebelum aku selesai bicara." Perintah Victoria yang hanya diangguki Changmin.
"Kau tahu, aku tadi melakukan perawatan wajah dan yang menanganiku adalah dokter Clara Lee. Dia sangat cantik. Aku sangat iri dengan wajah sempurnanya. Dan suara rendahnya yang sangat sexy itu membuatku terpesona."
Wajah Changmin mengerut. Tunggu dulu, barusan istrinya memuji-muji kecantikan wanita lain begitu? Apa Changmin tidak salah dengar? Apakah istrinya juga sudah tidak normal? Oh Nooooo…teriak batin Changmin nista.
"Dia sangat menawan. Dengan tubuh mungilnya dia tidak terlihat kecil. Dia sangat imut, meskipun dia tidak menggunakan gaun yang seksi dia masih dapat membuat orang-orang mengalihkan pandangan tertuju padanya."
Oke..Changmin kesal. Apa maksudnya mungil tapi tidak kecil? Tolong bantu Changmin mengartikannya.
"Dan dia sangat profesional. Dia sangat cantik. Ya Tuhan aku tidak percaya ini." Celoteh Victoria. Changmin memandang istrinya datar.
"Kau mau bilang ap.." kata-kata Changmin dipotong dengan pelototan tajam istrinya. Haah…
"Aku bilang dengar dulu. Kau ini. Selalu saja memotong saat orang lain berbicara." Omel Victoria. Changmin kembali memasang wajah datarnya. Oke lebih baik dia mendengarkan cerita istrinya daripada harus dibuat shasimi. Shasimi Changmin terdengar mengerikan bukan.
"Aku yakin dia wanita. Tapi aku juga yakin aku mengenalnya. Dia sama persis dengan sketsa milik Kyuhyun. Ya Tuhan aku tidak percaya ini."
Changmin bingung, sudah berapa kali istrinya ini menyebut nama Tuhan? Tunggu..sketsa milik Kyuhyun? Jangan-jangan…Changmin memandang istrinya tajam.
"Benar. Dia memiliki wajah yang sama dengan orang itu. Lee Sungmin." Jawab Victoria yakin.
"Baby…kau…BWAHAHAHAHA…kau sangat lucu..hahahaha…" tawa Changmin pecah. Victoria memandangnya kesal.
"Kau tidak percaya padaku?"
"Hahaha..sayang kita semua tahu. Lee Sungmin adalah namja. Dan seingatku dari tadi kau hanya memuji kecantikkannya. Kalau Kyuhyun mendengar kau akan tamat baby."
"AKU SERIUS SHIM CHANGMIN." Teriakan Victoria yang menggelegar membungkam tawa Changmin.
"Kau tidak percaya? Ini lihat, aku tadi sempat memfotonya diam-diam." Vic menyodorkan ponselnya yang menampilkan foto seorang dokter cantik sedang tersenyum.
Changmin membeku, otaknya mati rasa. Wajah itu, masih sama dengan wajah yang dia ingat lima tahun lalu. Meski lebih cantik dan mulus tapi dia yakin itu adalah wajah milik Lee Sungmin.
"Baby…tolong jangan bilang bahwa sekarang Lee Sungmin menjadi seorang Transgender." Tanya Changmin.
"Aku tidak tahu. Tapi apa yang kau lihat dari foto itu?" tanya Victoria balik.
"Dia wanita sekarang." Putus Changmin.
"Bagaimana reaksi Kyuhyun melihat sosok Lee Sungmin yang sekarang? Apa dia akan baik-baik saja?"
"Aku tidak tahu, tapi Kyuhyun harus tahu. Soal akhirnya, biar dia yang memutuskannya." Ya..Changmin rasa Kyuhyunlah yang berhak memutuskan semuanya. Semoga sahabat terbaiknya itu bisa bahagia kali ini.
.
.
.
Kyuhyun sedang dirumah saat ini. Meski sekarang adalah akhir pekan dia memilih beristirahat saja dirumah. Biasanya dia akan pergi mengunjungi ibunya di pulau Nami. Tapi entah kenapa saat ini dia hanya ingin bersantai dirumah.
Kyuhyun masih tinggal dirumahnya yang dulu, rumah yang dia tempati saat masih menjadi suami Victoria. Dia malas mencari rumah baru dan bersusah payah memindah barang-barangnya. Toh selama ini waktunya terkuras hanya untuk mencari keberadaan Lee Sungmin.
Kyuhyun berbaring di sofa ruang tv saat suara bel berdentang berkali-kali. Kyuhyun mengeluh kesal, siapa yang berani mengganggu malam tenangnya ini? Dengan malas dia beranjak dari tempatnya menuju pintu utama. Awas saja apabila ini tidak penting, akan dia cincang tamu tidak diundangnya ini. Setelah pintu terbuka ternyata sang sahabat dan mantan istrinya lah yang bertamu. Tolong ingatkan Kyuhyun tentang janjinya, dia tidak peduli sedekat apapun mereka dia akan tetap mencincangnya.
"Apa?" tanya Kyuhyun dingin.
"Biarkan kami masuk Kyu." Pinta Vic dengan senyum canggungnya.
Dengan santai Kyuhyun kembali masuk diikuti Victoria dan Changmin yang dengan sukarela menutup pintu dibelakangnya.
"Aku harap ini penting."
"Aku yakin ini sangat penting Cho." Changmin memasang wajah seriusnya kali ini. Jujur dia sama gugupnya dengan istrinya saat ini.
"Katakan saja." Demi Tuhan, bisakah kau menambah kosakatamu Cho? Batin Changmin kesal.
"Oke,sebelumnya aku ingin kau menyiapkan mentalmu." Mendengar kata Changmin itu Kyuhyun memasang wajah sedingin kutub utara andalannya.
"Kalau kalian kesini hanya untuk mengangguku lebih baik kalian pergi." Bicara panjang lebar tapi untuk mengusir, terima kasih Cho evil Kyuhyun. Sungut Changmin dalam hati.
"Dengarkan dulu Kyu, aku yakin ini sangat penting untukmu." Sahut Victoria.
Kyuhyun hanya menghela nafas pasrah, melipat tangan didepan dada dan menyenderkan punggung lebarnya di soffa singlenya. Dia hanya menatap sepasang suami istri didepannya dengan ekspresi datar. Meski tak dapat dipungkiri sekarang hatinya sedikit berdegup entah karena apa.
"Aku tidak akan bertele-tele, lihatlah sendiri." Ujar Changmin sambil menunjukkan foto yang dia klaim sebagai Sungmin di ponselnya pada Kyuhyun.
Kyuhyun yang awalnya ogah-ogahan, saat matanya menemukan senyum termanis yang terpasang diwajah sosok dalam foto itu langsung membeku. Ya Tuhan, benarkah apa yang sekarang dia lihat? Ini jelas Lee Sungmin. Lee Sungmin-nya. Dengan wajah terkejutnya dia menatap Changmin minta penjelasan.
"Aku tahu ini sedikit gila, tapi tolong perhatikan lebih dekat." Changmin masih belum mau menjelaskan apa-apa pada Kyuhyun yang langsung kembali memperhatikan foto ditangannya.
"Ini Lee Sungmin…aku tidak mungkin salah. Aku yakin…dia…dia berambut panjang? Apa maksudnya ini Max? Kalian ingin mengejekku? Meskipun Sungminku sangat cantik dia tidak mungkin mau berdandan seperti ini. Brengsek kau Max!" Marah, jelas terlihat diwajah Kyuhyun yang sudah memerah.
"Mana berani kami mengejekmu Kyu. Aku sebenarnya tidak percaya, tapi Vic bertemu langsung dengannya. Dan aku pikir kau harus tahu."
Tatapan Kyuhyun tertuju pada Victoria, yang ditatap langsung duduk dengan gelisah. Dari dulu dia takut dengan tatapan tajam Kyuhyun, entahlah.
"Aku mendatangi salon kecantikan tadi, dia adalah dokter bedah kecantikkan disana. Dia bernama Clara Lee. Aku berani sumpah Kyu, dia sama persis dengan sketsa milikmu. Makanya aku mengambil fotonya diam-diam agar kau percaya." Jelas Victoria.
"Dimana itu?" tanya Kyuhyun datar. Sial, dia sangat marah sekali sekarang. Setelah menunggu lima tahun tanpa kepastian sekarang dia mendapatkan fakta yang sedikit mencengangkan.
.
.
.
Jam pada dashboor mobilnya sudah menunjukkan pukul 22.30 malam. Kyuhyun tahu tidak mungkin klinik ini masih buka. Tapi dia tidak bisa menahan diri untuk membuktikan kebenaran dari foto yang didapatkan Victoria. Setelah mendapatkan alamatnya, Kyuhyun langsung meninggalkan kedua temannya dan menggeber mobilnya dengan kecepatan penuh untuk segera sampai ditempat sosok mirip Sungmin-nya bekerja.
Meski dia tahu tidak mungkin ada orang yang masih berada disana,tapi dia tetap bertahan sejak setengah jam yang lalu. Dia memperhatikan klinik berlantai tiga tingkat itu dengan mata merah. Dia sangat menanti saat-saat seperti ini, tapi pikirannya berkecamuk seperti rongrongan kecoa. Dia bingung, marah dan frustasi. Dia ingat Sungmin berjanji akan kembali. Tapi kenapa setelah dia kembali dia tidak segera menemuinya?
Kyuhyun tertawa miris, apa yang sedang dia lakukan? Bodoh. Kyuhyun berniat menstater mobilnya saat terdengar pintu klinik terbuka dan keluar seorang seperti wanita yang berjalan sambil menggendong seorang anak kecil dalam pelukkannya. Kyuhyun membeku. Wajahnya pucat sepucat mayat. Pikirannya terbang entah kemana. Fakta yang dia lihat sangat mengejutkannya. Sial.
Kyuhyun menggeram marah, dan membawa mobilnya pergi meninggalkan klinik itu dan sepasang mata yang menatap mobilnya dengan sendu. Sosok itu tersenyum kecil, dipeluknya sosok mungil dalam dekapannya dengan lebih erat. Seolah itu satu-satunya pegangan dalam hidupnya.
.
.
.
BRAKKK DUAAKK DUAAKK
Itu suara benda-benda yang dilempar dan dihancurkan Kyuhyun. Rumah yang awalnya rapi berubah menjadi seperti kapal pecah. Kyuhyun benar-benar murka saat ini. Dia marah, bagaimana bisa Sungmin melakukan hal seperti ini padanya. Tidakkah ini sedikit berlebihan? Mengganti gender huh? Brengsek..dengan brutal Kyuhyun melempar asbak dimeja dan mengenai akuarium yang langsung pecah dalam sekali lempar.
"Bangsat! Tidakkah kau keterlaluan Ming? Hah…inikah maksudmu dengan menjadi layak? Huh..bajingan kau Lee Sungmin! Sepicik itukah dirimu huh? Aku mencintaimu…sial…aarrgghhh…" dan seperti drama-drama yang selalu ibunya tonton, Kyuhyun memukulkan tangannya pada meja kaca diruangan itu hingga pecah. Tidak peduli dengan tangannya yang berdarah, Kyuhyun berteriak keras melampiaskan rasa kecewanya.
Dia mencintai Sungmin tanpa mempedulikan gendernya. Dia mencintai Sungmin dan rela menyimpang hanya untuknya. Tapi sekarang, melihat Sungmin berubah menjadi seperti wanita membuatnya kecewa. Bukan..dia tidak butuh payudara besar atau vagina mengkilat. Dia hanya butuh Sungmin disampingnya. Karena inikah dia meninggalkannya?
Kyuhyun berbaring dengan nafas tersengal, air mata menuruni sisi matanya. Dia menutup matanya dengan lengan dan menangis dengan lirih. Bagaimana bisa Sungmin melakukan semua ini? tidakkah dia percaya pada Kyuhyun? dan apa tadi? Seorang anak kecil? Jadi selain merubah gender Sungmin juga menanamkan rahim? Gila..apa tujuanmu Lee Sungmin?
.
.
.
Sosok imut dalam balutan piyama baby blue nya terbangun saat mendengar suara gaduh dari arah dapur. Mata rubahnya terbuka, sedikit sayu karena masih merasa mengantuk. Kaki mungilnya menuruni tempat tidur dan berjalan dengan sedikit sempoyongan. Saat dia memasuki dapur bibir mungilnya mengulas senyum lucu disertai tawa renyah yang membuat sosok dewasa dalam ruangan tersebut menolehkan kepalanya.
"Uh…sudah bangun baby?" sapanya.
"Umm…morning mom. Whether this meat? For me?" tanya bocah bersurai blonde itu antusias.
"Yes baby…karena kemarin kau sudah bersikap baik sekarang mommy membuatkan daging panggang kesukaanmu."
"Yeyyy,,,thank you mom.." tangan kecilnya siap mengambil makanan kesukaannya saat deheman dari orang yang dia panggil mom menginterupsinya.
"Cuci muka dan gosok gigimu dulu baby.."
Meskipun cemberut tapi bocah berumur tiga tahun itu menurutinya. Sosok yang ternyata Sungmin itu tersenyum puas. Putra kecilnya sangat pintar dan penurut. Namja yang sekarang bernama beken Clara Lee sangat bersyukur mempunyai anak sepintar dan sehebat Suga. Yaa..putra kecilnya bernama Suga karena dia sangat manis seperti gula saat tersenyum. Meski terkadang sikapnya tidak ada manis-manisnya sama sekali.
"Mom…I don't want deposited in child care again. Uhh…aku bukan anak kecil lagi mom." Omel Suga dengan mulut penuh dagingnya.
Sungmin tertawa renyah, anaknya ini sungguh lucu. Bocah tiga tahun tapi bicaranya seperti orang dewasa. Bahkan bicaranya tidak ada cadel-cadelnya sama sekali.
"Hum? Waeyo?"
"It's not cool mom…" jawab Suga kalem.
"Hahaha..baby you're so cute.."
"Moomm…I'm swag not cute!" tawa Sungmin pecah saat mendengar gerutuan putranya. Dari mana dia belajar kata-kata seperti itu? Ahh..pasti karena Kwon Jiyong lah yang mengajarinya. Adik sepupunya itu memang penggila hip hop, dan sekarang bayi kecilnya juga sok-sokan mengikuti.
"Jangan ikut-ikutan samchon-mu baby.."
"Why? Uncle Kwon keren..aku ingin seperti uncle."
Sungmin hanya tertawa pasrah mendengar pembelaan dari putranya. Baiklah dia akan selalu kalah dengan putranya itu.
"Oke…sekarang kau mau dirumah saja atau ikut mommy ke klinik?" tawar Sungmin. Jangan heran, Suga itu sudah terbiasa tinggal sendirian dirumah. Bocah itu sudah sangat mandiri dibandingkan bocah seusianya.
"Di rumah saja. Tapi nanti malam saat pulang bawakan sup daging lagi ya mom.."
"Baiklah..nanti bibi Han akan menemanimu. Kalau ada apa-apa hubungi mommy. Arraseo?"
"Yes Mom!"
"Mommy berangkat sekarang." Setelah mencium kedua pipi gembil Suga, Sungmin beranjak dari duduknya menuju pintu dan terdengar teriakkan dari putranya itu.
"Mommy…SARANGHAE…"
Sungmin tersenyum. Putranya sudah lebih dari cukup.
.
.
.
Ini sudah seminggu sejak Changmin memberikan kabar mengejutkan itu. Dan Changmin sendiri ikut merasakan bagaimana gilanya dirinya sejak itu. Bagaimana tidak, Kyuhyun berubah menjadi raja setan sejak hari itu. Setiap hari dia akan mengamuk dan membuat masalah dengan para staff dan bawahannya. Beruntung dia masih bisa profesional saat menangani pasien.
Semua orang bertanya-tanya, ada apa dengan Direktur mereka. Kyuhyun tidak pernah bersikap seperti itu sejak lima tahun lalu. Selama ini Kyuhyun memang terkenal angkuh dan dingin tapi dia tidak pernah menampakkan emosinya senyata ini.
Changmin tidak berani bertanya. Dia mengerti bagaimana perasaan sahabatnya itu. Dia sudah berusaha membantu sebisanya, tapi hanya tatapan tajam dan makian yang dia dapat. Sekarang, saat ada hal yang harus dia bicarakan membuatnya terpaksa menghadapi singa pms didepannya. Ya..Changmin duduk berhadapan dengan Kyuhyun sekarang diruangan Direktur.
"Akan ada pertemuan dokter bedah berskala internasional direktur siang ini. Mereka mengundang anda untuk menjadi pembicara disana." Jelas Changmin.
"Kau saja yang datang."
"Tidak mungkin direktur. Ada operasi penting hari ini."
"Lalu?"
"Andalah yang harus menghadirinya. Sendiri."
"Ck…katakan pada mereka aku tidak punya waktu untuk bicara omong kosong."
"Tapi Direktur..anda.."
"Max…"
Haahh…lelah lahir batin Changmin rasakan. Kapan dia bisa menakhlukkan setan brengsek ini? mengaku sahabat tapi tidak pernah mau mendengarkan pendapatnya. Andai saja testosteron tidak berubah menjadi estrogen.
.
.
.
Kyuhyun memasuki ruang pertemuan dengan wajah dinginnya. Terima kasih atas ide Changmin yang menghubungi Presdir Song dan membuatnya terpaksa menghadiri pertemuan memuakkan ini. Kyuhyun hanya bicara seperlunya saat orang-orang berjas putih itu mengajaknya bicara. Kyuhyun mengernyit aneh, apakah semua orang harus mengenakan jas putih karena mereka adalah seorang dokter? Sinting.
Kyuhyun merapikan jas biru tuanya saat namanya dipanggil untuk naik ke podium menyampaikan beberapa kata yang sudah disiapkan oleh sahabat idiotnya. Sial, seniat itukah namja jangkung itu memaksanya?.
Warna pakaian Kyuhyun yang memang berbeda membuatnya tampil mencolok. Semua orang memperhatikannya dengan kagum dan berbinar. Nama Kyuhyun sudah mendunia, prestasi dan statusnya yang menduda di usia muda membuatnya menjadi incaran. Mempunyai pendamping sehebat Kyuhyun adalah keberuntungan mutlak bagi mereka. Atau setidaknya menjadikannya menantu yang potensial.
Tatapan kagum juga Kyuhyun dapatkan dari sosok berjas peach yang duduk disudut ruangan. Ya..Sungmin juga menghadiri pertemuan ini. Jangan lupa, dia juga dokter bedah. Meskipun sekarang lebih mengarah ke bedah kecantikan. Tapi dia tetaplah dokter bedah yang cukup handal di Amerika.
Semua bertepuk tangan riuh saat Kyuhyun menyelesaikan pidatonya. Semua orang berdiri dan menyambutnya dengan berebut untuk berjabat tangan. Kyuhyun meskipun tersenyum simpul, tapi Sungmin tahu namja itu sudah mencapai batas sabarnya. Dan benar saja, Kyuhyun keluar dari kepungan orang-orang yang berjalan menuju toilet terjauh dari ruang pertemuan.
Sungmin yang dari awal tidak pernah melepaskan pandangannya dari sosok Kyuhyun berlari mengikuti kemana perginya namja yang sudah membius hati dan pikirannya itu.
.
.
.
"Sial, para penjilat itu memuakkan."
Terdengar gerutuan Kyuhyun dari balik bilik toilet. Sungmin memberanikan diri masuk kedalam toilet dengan beberapa pintu bilik yang masih terbuka. Hanya satu pintu saja yang tertutup, menandakan bahwa memang hanya Kyuhyun yang berada didalamnya. Sungmin segera menutup pintu toilet dan menguncinya. Tidak sampai disitu, Sungmin juga menyimpan kuncinya kedalam saku celana panjangnya.
Kyuhyun yang mendengar ada seseorang juga di toilet itu memilih keluar. Dia berniat pulang kerumah. Dia malas kembali kerumah sakit saat ini. Tapi dia dikagetkan dengan seorang wanita yang sedang mencuci tangan di washtafel.
"Anda memasuki toilet yang salah nona. Ini toilet pria." Ingat Kyuhyun sopan.
Sungmin berbalik, dan mendapatkan tatapan terdingin dari Kyuhyun. Kyuhyun mendengus jijik, dia berniat keluar dan saat menemukan pintu yang terkunci dia mengumpat kesal.
"Sial. Apa maumu bitch?" umpat Kyuhyun. Sungmin hanya tersenyum miris. Dia tidak bergerak, dia hanya menatap Kyuhyun sendu penuh kerinduan.
"Cepat buka pintunya, aku muak melihat wajah menjijikkanmu." Niat Kyuhyun ingin menyakiti Sungmin, tapi kenapa dia sendiri yang merasakan tusukan pisau didadanya?
"Lama tidak jumpa hem..tuan manager..ahh sekarang anda sudah menjadi direktur. Chukae.."
"Cih…" sumpah Kyuhyun ingin memaki sosok cantik didepannya. Tapi hanya itu yang keluar dari mulutnya.
"Aku kembali Kyu."
Kyuhyun terkekeh sinis. Berani sekali Sungmin mengatakan hal memaukkan ini. Tidakkah dia malu?
"Apa peduliku? Bukan Lee Sungmin yang kembali, tapi Clara Lee. Huh…bodohnya aku yang menunggumu selama ini. Sial!" Kyuhyun bicara tanpa menatap mata Sungmin. Karena dia tak sanggup melihat arti dari tatapan itu sekarang.
"Aku kembali dan kau tidak menerimaku?" suara Sungmin parau, dia menahan tangis sepertinya.
"Berhenti bicara hal yang memuakkan jalang!. Kau yang meninggalkanku. Kau yang tidak mempercayaiku. Dan sekarang apa? Kau kembali dengan kelamin lain yang membuatku tidak bisa berdiri? Kau pikir kau siapa? Huh?" Kyuhyun memang tidak berteriak, tapi toilet yang sepi membuat suara bassnya menggema dan mengagetkan Sungmin.
Sungmin menunduk sedih. Inilah yang dia takutkan. Kyuhyun akan sulit mempercayainya dan mungkin Kyuhyun akan menolak semua alasan dan penjelasan darinya.
"Kau salah..aku tidak meninggalkanmu. Aku mempercayaimu Kyunie…aku tahu kau bukan ayah dari bayi yang dikandung Victoria. Melihat bagaimana dokter Shim menangis saat itu semua orang tahu siapa ayah biologis bayi itu."
"Lalu kenapa kau pergi? Kenapa kau tidak menunggu penjelasanku? Brengsekkk…"
"Aku menemuimu…aku bertanya padamu bagaimana perasaanmu dan apakah kau menginginkan keturunan atau tidak. Kau bilang ingin Cho. Lalu kau pikir bagaimana perasaanku saat itu? Aku tidak mungkin pernah bisa memberikannya padamu." Sungmin ikut emosi. Dua orang dewasa itu saling menatap tajam tanpa mau mengalah.
"Aahh…itu sebabnya kau operasi kelamin dan menanam rahim untuk melahirkan bocah sial itu?"
PLAAKKK
"Kau boleh menghinaku. Tapi jangan harap kau bisa menghina putraku."
Kyuhyun yang sempat terkejut mendapat tamparan dari Sungmin kembali terkekeh sinis.
"Kau mengakuinya sebagai anakmu Huh? Bitch!" Kyuhyun berniat pergi saat Sungmin menariknya dan meninjunya dengan keras tepat dipipi tirus Kyuhyun. Meski berbadan mungil kekuatan Sungmin sangat mengerikan.
Kyuhyun tersungkur dengan darah yang keluar dari sudut bibirnya. Sungmin terengah-engah menahan amarahnya. Inikah hasil dari perjuangannya? Inikah akhir dari kisah cinta yang dia bangga-banggakan? Sungmin menghampiri Kyuhyun dan berjongkok didepannya.
"Kau tidak tahu apa-apa. Dan tidak mau mendengar apa-apa. Baiklah..aku pikir kau tidak akan mempercayai apapun yang aku katakan. Terserah apa maumu." Datar. Sungmin sendiri tidak yakin dia bisa bicara sedatar itu. Kyuhyun memegang lengan Sungmin erat tanda emosi masih menguasainya.
"Coba katakan. Biar aku tahu betapa menjijikkannya dirimu sekarang. KATAKAN!"
"Apa yang harus aku katakan saat dengan melihatku saja kau sudah mengambil kesimpulan sendiri. Kau yang brengsek CHO. Aku tidak melakukan hal yang kau tuduhkan itu. AKU NAMJA!" akhirnya Sungmin berteriak juga.
Kyuhyun terdiam. Otaknya kosong. Apakah dia tidak salah dengar? Sungmin masihlah seorang namja? Lalu apa maksud rambut panjang dan gaya berpakaiannya yang sedikit feminim itu? Oke Kyuhyun akui dari dulu Sungmin memang selalu mengenakan style seperti itu. Kelinci nakalnya itu menyukai warna wanita. Tapi bagaimana dengan rambut panjang dan bocah yang dia akui sebagai anaknya?
"Mwo?"
"Kau tidak tuli Cho!" Sungmin yang kesal kembali berdiri dan bersandar pada dinding dibelakangnya.
"Kau bilang kau namja. Lalu kenapa kau…kau…"
"Berambut panjang, bertingkah lembut dan bernama Clara?"
"Yaah..itu maksudku. Aku tidak bisa memikirkan ini dengan baik Ming. Cepat jelaskan atau kepalaku akan meledak sebentar lagi." Kyuhyun berdiri didepan Sungmin dengan tatapan bingungnya.
"Kau tahu. Yaahh…ini sekedar topeng yang aku buat untuk melindungi putraku."
"Hah..jelaskan lebih baik Ming."
"Lima tahun lalu. Saat aku memutuskan pergi, aku memilih Amerika sebagai tujuanku. Disana aku tinggal dengan sepupuku. Aku yang saat itu selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan jatuh sakit. Saat aku sakit itulah aku bertemu dengan seorang wanita bernama Clara yang bekerja sebagai ibu pinjaman."
"Ibu pinjaman?"
"Heem..kau pasti tahu. Di Amerika pria lajang menyewanya untuk memberikan seorang keturunan. Inseminasi buatan. Dan setelah memikirkannya aku memutuskan akan menyewanya. Sedikit sulit memang. Tapi aku berhasil satu tahun berikutnya."
"Jadi…kau namja dan bocah itu anak biologismu?" simpul Kyuhyun. Sungmin mengangguk dan menggeleng membuat Kyuhyun semakin bingung.
"Aku memang namja dan Suga dia adalah anakmu."
"MWO?" Kyuhyun melotot heboh. Dia bahkan baru melihat sosok kecil itu seminggu yang lalu. Bagaimana bisa itu anaknya?.
"Ck…jangan terkejut Cho. Kau lupa empat tahun lalu kau mengirim sample sperma mu untuk penelitian sperma orang asia kan?" decak Sungmin kesal.
"Tunggu…jadi itu bukan untuk penelitian tapi untuk inseminasi?"
"Itu untuk penelitian sebenarnya. Tapi aku menggantinya dengan milikku dan mengambil milikmu untuk proses bayi tabung."
Kyuhyun terdiam. Bagaimana dia bisa memproses semua info yang sangat membingungkannya disini. Oke..Kyuhyun tidak sebodoh itu untuk mengerti tapi apa alasan dibalik Sungmin melakukan itu dan meninggalkannya. Bukankah dia bisa melakukan proses itu bersama?
"Aku…bukanlah dokter yang hebat seperti dirimu. Saat kita memilih membuka pada dunia, kau akan baik-baik saja karena prestasi dan status sosialmu. Tapi aku? aku akan hancur dan menjadi penghalang untukmu. Aku bekerja keras selama ini. Aku ingin membuktikan aku pantas untukmu. Dan setelah Suga lahir..aku memutuskan untuk menjadi ibu baginya. Aku rela berpenampilan seperti wanita hanya agar dia tidak dikucilkan." Jelas Sungmin. Benar, dia rela melakukan apapun demi putra kesayangannya. Darah daging Cho Kyuhyun.
Kyuhyun menatap Sungmin yang saat ini menunduk. Hatinya bersorak bahagia sekarang. Benarkah semua ini? Sungmin kembali padanya dan seorang putra? Ya Tuhan…tidakkah ini luar biasa?
"Ming…temukan aku dengan putraku." Pinta Kyuhyun. Sungmin mendongak dan tersenyum dengan manisnya.
"Tentu saja."
.
.
.
Suga menatap layar televisi dengan serius. Bocah berumur tiga tahun itu bahkan tidak bergerak sejak acara yang menampilkan pertunjukkan musik itu berlangsung. Bocah bermata sipit dan berkulit pucat itu sangat menyukai musik. Dia ingin menjadi seperti pamannya yang seorang rapper hebat itu.
Matanya melirik malas pintu rumah saat dia mendengar suara pintu terbuka. Itu pasti mommy pikirnya. Ini sudah menjelang petang, bibi Han sudah pulang tiga puluh menit yang lalu. Jadi sudah jelas itu adalah mommy tercintanya.
"Mommy pulang…" sapaan Sungmin hanya ditanggapi gumaman dari bocah imut itu.
"Baby…mommy pulangg…" ulang Sungmin.
"I know mom…"
"Tapi kenapa tidak dijawab?"
"Aku sedang menonton uncle di tv. He's so swag momm.."
Sungmin terkikik melihat bagaimana tingkah lucu putranya. Suga yang bahkan tidak memalingkan wajahnya dari benda kotak itu tidak tahu bahwa sang mommy datang bersama orang lain. Kyuhyun memandang bocah didepannya takjub. Dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia pikir putranya akan merengek minta gendong saat Sungmin datang dengan logat cadelnya. Tapi apa ini? Putranya sungguh sesuatu.
"Baby…lihat siapa yang datang." Akhirnya Sungmin berniat mengenalkan Kyuhyun. Suga menoleh dan memperhatikan Kyuhyun dalam diam.
"Dia kekasih mommy?" tanya Suga kalem. Kyuhyun tersedak, demi gelarnya sebagai evil, ini bocah melebihi ekspektasinya.
"Hem? Kenapa bilang begitu?" sahut Sungmin.
"Mommy tidak pernah membawa orang lain kerumah. Dan Uncle bilang mommy punya kekasih yang handsome di Seoul. Ini Seoul kan mommy?"
"Hahaha…baby…kau mengejutkan daddy."
"Ming! / Daddy?" seru dua orang beda usia itu bersamaan. Sungmin tertawa puas. Dia suka melihat bagaimana Kyuhyun yang gugup dan Suga yang memutar otak jeniusnya.
"Ahh…aku..akuu…" Kyuhyun semakin gugup saat Suga menatap tajam padanya. Tatapan itu asing dan familiar bersamaan. Entahlah, putranya ini memiliki darahnya tapi kenapa bisa begitu mirip dengan Sungmin-nya?
"Are you really my dad?" tanya Suga dengan ekspresi dinginnya.
"Yaah..begitu yang dikatakan mommy-mu." Jawab Kyuhyun yang sudah bisa mengendalikan dirinya. Mana mungkin dia kalah dengan bocah berusia tiga tahun kan.
"Kata mommy? Kau tidak yakin?"
Jleb…Sungmin tertawa puas. Benar, hanya setan kecil yang bisa melawan setan Cho ini. Kyuhyun menatap Sungmin sebal.
"Tentu saja aku yakin kau anakku." Kyuhyun bicara dengan mantap dan tegas. Ya..dia percaya bocah ini adalah darah dagingnya. Suga hanya diam, dan beranjak dari tempat duduknya.
"Mommy…aku lapar. Mana sup daging yang mommy janjikan?" bocah imut itu berjalan menuju ruang makan dengan santainya tanpa melihat bagaimana ekspresi kosong Kyuhyun.
"Tenang saja…dia sedikit gengsi untuk mengakui bagaimana bahagianya dia bertemu denganmu. Kita lihat sampai kapan bocah nakal itu mampu menahan sorakannya." Setelah berkata seperti itu Sungmin menyusul Suga ke ruang makan.
"Luar biasa." Ucap Kyuhyun.
.
.
.
Benar saja. Sikap sok tidak peduli Suga berakhir saat Kyuhyun berpamitan untuk pulang. Dengan wajah melasnya dia memeluk kaki jenjang Kyuhyun dan bertanya kenapa daddy-nya itu tidak menginap dirumahnya. Apakah daddy-nya itu akan pergi lagi?
Kyuhyun langsung menggendong putranya dan memeluknya erat. Dia bahagia. Bagaimana bisa dia meninggalkan orang-orang yang dia cintai ini? Suga bahkan meminta Kyuhyun menemaninya sampai tertidur. Meskipun dia menolak tawaran Kyuhyun tentang dongeng dan lullaby sebelum tidur. Suga hanya menatap Kyuhyun dalam diam sampai jatuh tertidur.
Saat ini Kyuhyun sedang gugup. Dia berada dikamar pribadi Sungmin dan menunggu namja berambut panjang itu keluar dari kamarnya. Kyuhyun tahu ini bukan pertama kalinya dia menunggu Sungmin mandi didalam kamarnya. Tapi itu dulu..ini sudah lima tahun sejak terakhir kali.
Sungmin keluar dengan menggunakan kaos piyama hijau mint-nya. Rambut panjangnya dia ikat diatas kepala menampilkan leher seputih susunya. Kyuhyun menggeram. Ternyata Sungmin masih sangat mempengaruhinya. Gairahnya meledak hanya dengan melihat sosok itu mendekat.
"Suga sudah tidur?" tanya Sungmin.
"Heem…dia menolak semua aktivitas sebelum tidur yang aku tawarkan."
"Khekhekehe…dia tidak suka diperlakukan seperti anak kecil. Dia akan bersorak saat melihat rapper idolanya dan suka mendengar musik hip hop. Selain itu dia akan sepertimu..dingin. Ah..jangan lupakan daging. Dia sangat menyukai daging sama sepertimu juga." Jelas Sungmin.
"Tapi aku ingin memanjakannya Ming. Aku ingin menebus waktu tiga tahunnya tanpaku."
"Bisa..dia tidak akan berhenti memintamu ini itu besok. Lihat saja."
"Tapi…"
"Sstt…biarkan Suga tidur dengan mimpi indahnya. Sekarang aku ingin menghukummu karena sudah menuduhku yang tidak-tidak." Potong Sungmin sambil mendorong Kyuhyun berbaring ditempat tidur lebarnya.
Kyuhyun hanya diam saja. Dia tahu apa yang akan Sungmin lakukan. Dan memang itu yang dia tunggu. Sungmin menaiki tubuhnya dengan senyum seduktifnya. Dengan perlahan dia membuka kancing kemeja Kyuhyun sampai terlepas seluruhnya. Kyuhyun menggeram saat Sungmin menjilat putingnya dengan lidah panasnya.
"Sshhh…bocah nakal…" desis Kyuhyun keenakan.
Sungmin tidak menjawab. Dia lebih memilih membuka celana Kyuhyun dan melepaskannya tanpa melepas hisapan pada dada Kyuhyun. Kyuhyun menggeram. Ini memabukkan. Dulu dialah yang melakukan ini pada Sungmin. Dan sekarang dia yang merasakannya.
"Ingat baik-baik rasaku Ming." Perintah Kyuhyun. Sungmin menggumam karena mulutnya saat ini penuh dengan penis berurat milik Kyuhyun.
"Sshh…Aahhh…deeper Ming…" Kyuhyun menggila. Deep troath dari Sungmin membuatnya tidak waras.
"Sayang…jangan terlalu lama. Aku tidak ingin keluar cepat malam ini."
Sungmin hanya tertawa dan berdiri didepan Kyuhyun yang sudah full naked. Dengan perlahan yang menyiksa Kyuhyun, Sungmin melepas seluruh piyamanya memperlihatkan dada ratanya dan senjatanya yang tidak lebih besar dari Kyuhyun meski sudah ereksi.
"Puaskan aku malam ini Ming. Driving me Crazy baby..Ahhh" Kyuhyun mendesah lagi saat Sungmin memasukkan miliknya pada hole ketat Sungmin. Sempitt..tentu saja. Mereka tidak melakukan pemanasan sebelumnya. Sungmin terlihat lebih bernafsu kali ini.
"Eegghhh..penuh.." erang Sungmin.
"Lihat aku. Kita terbang bersama sayang." Perintah Kyuhyun.
Sungmin menurut. Dia bergerak naik turun sambil menatap mata tajam Kyuhyun. Meski mata mereka berkabutkan gairah, tapi Sungmin dapat melihat hanya dia yang ada dimata Kyuhyun. begitu juga dengan Kyuhyun yang hanya akan menemukan dirinya dimata sayu Sungmin.
Mereka bercinta dengan kasar dan keras. Tidak ada hal lembut yang mereka lakukan. Semuanya panas dan menggairahkan. Inilah percintaan mereka…liar dan panas. Sungmin tidak menahan erangannya dan Kyuhyun tidak akan pernah puas hanya dengan tiga empat ronde. Mereka melupakan segala hal. Termasuk bocah kecil dikamar sebelah yang terbangun karena aktivitas panas mereka.
"Hahh..mereka berisik sekali." Gerutu Suga sambil menutup telinganya menggunakan gulingnya.
.
.
.
Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. DIA memberikannya pada waktu yang tepat. Tidak ada kata terlambat untuk Tuhan. Seperti itu juga yang Kyuhyun rasakan. Saat ini hidupnya sungguh sempurna. Dia memiliki karir yang cemerlang. Dia memiliki istri ehemm seperti Sungmin dan anak sehebat Suga. Sekarang namanya Cho Suga. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari ini kan?
Sudah satu tahun sejak pernikahannya dengan Sungmin di Las Vegas karena di Korea Selatan tidak melegalkan pernikahan sesama jenis. Semua orang hanya tahu dia menikah dengan dokter Clara Lee yang cantik dan sexy. Hanya orang tua dan Changmin sekeluarga yang tahu. Kyuhyun ingat bagaimana ekspresi kedua orang tuanya saat bertemu dengan Sungmin dan Suga.
*Flashback
"Apa yang begitu penting sampai kau memaksa kami datang Cho?" tuan Cho masih saja tidak berubah.
"Aku akan menikah Appa." Jawab Kyuhyun yakin. Nyonya Cho yang terkejut tidak bisa menahan harunya.
"Benarkah? Wanita mana yang bisa membuatmu normal?"
"Bukan wanita Appa..aku sudah bilang kan kalau aku hanya mencintai satu orang. Dan orang itu adalah namja."
"Haahh…sudah kuduga. Melarangpun tidak ada gunanya."
"Umma senang kau menemukannya. Dimana dia sekarang?"
Kyuhyun memanggil Sungmin. Namja cantik itu masuk dengan menggandeng Suga bersamanya. Kedua orang tua Kyuhyun terdiam. Mereka menatap penuh perhatian pada Sungmin yang dengan sopan memperkenalkan dirinya dan bocah imut itu. Dan nama Cho Suga membuat kedua orang tua itu bungkam. Dia menatap penuh tanya pada Kyuhyun.
"Dia Lee Sungmin kekasihku dan ini Cho Suga putra kami. Darah dagingku, tolong jangan bertanya bagaimana Appa. Techknology sudah sangat maju saat ini. Dan Sungmin masihlah namja." Jelas Kyuhyun.
Tuan Cho terdiam. Dia tahu ini mengejutkannya tapi dia juga lega. Setidaknya akan ada yang meneruskan nama Cho kelak. Dari awal inilah yang dia takutkan. Kyuhyun adalah putra satu-satunya sama seperti dirinya, bila Kyuhyun tidak memiliki keturunan berakhir sudah garis keluarga Cho.
Berbeda dengan tuan Cho yang hanya terdiam, nyonya Cho langsung berdiri dan memeluk Sungmin dengan haru. Dia tidak menyangka laki-laki yang membuat putranya menyimpang secantik ini. Dia tidak melihat sedikit pun keanehan pada diri Sungmin. Meski dia laki-laki yang berpenampilan wanita tapi gerakan dan tutur katanya sangat lembut dan anggun. Orang tidak akan menduga dia adalah laki-laki.
Suga hanya diam melihat semuanya. Dia sedikit bingung, tapi dia tidak banyak bertanya. Bocah tiga tahun itu memilih mendudukkan dirinya disamping tuan Cho yang memang sejak tadi sudah menatap intens padanya.
"Grandpa. Dad…bolehkah aku memanggilnya Grandpa?" tanya Suga polos pada Kyuhyun yang duduk didepannya. Kyuhyun tersenyum bangga dan mengangguk.
"Grandpa…grandma…" seru Suga gembira menampilkan senyum semanis gulanya.
Tuan Cho dan Nyonya Cho hanya tertawa melihat bagaimana cucunya itu bersorak. Benar, hanya dengan teriakkan bocah tiga tahun itu semua suasana canggung itu mencair. Semua orang tertawa dan dengan lincahnya Suga berlari kedalam pelukan Kyuhyun. Malu saat sadar sudah melakukan hal yang tidak keren sama sekali.
*flashback end
Sungmin sedang memasak saat didengarnya teriakkan sang putra dan suaminya saling bersahutan dari ruang keluarga. Ya..sekarang mereka tinggal bersama dirumah mewah milik Kyuhyun. Setelah mematikan kompor, Sungmin menghampiri mereka dan melihat wajah putranya yang sudah memerah menahan tangis.
Bocah yang sekarang berumur empat tahun itu memandang tajam ayahnya. Hidung mancungnya yang anehnya mirip seperti hidung Sungmin sudah kembang kempis. Beda dengan Kyuhyun yang memasang wajah pura-pura kesalnya. Haah…Sungmin kesal. Suaminya itu selalu saja menggoda putra kecilnya.
"Ada apa lagi ini?" tanya Sungmin. Sambil mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi badan Suga.
"Mom…I hate daddy." Seru Suga.
"I love you too baby.." balas Kyuhyun usil.
"I'm not baby!" kali ini teriakan Suga diringi dengan air mata.
Sungmin mengeluh kesal. Selalu seperti ini, putranya ini sangat tidak suka dipanggil baby. Dan sialnya Kyuhyun selalu memanggilnya baby. Dia tahu Kyuhyun memang sengaja untuk menggoda Suga.
"Sayang..itu tidak sopan. Ayo minta maaf sama daddy. Dan Kyu…kau juga berhenti menggoda putramu. Cepat berbaikan atau tidak akan daging untuk makan malam kalian." Putus Sungmin.
"Noooo…aku mau daging mom!"
"Noooo…aku mau daging baby!"
Sungmin tidak mempedulikan lagi bagaimana Suga yang berteriak makin keras dan tawa Kyuhyun yang pecah. Dia tahu Kyuhyun sangat menyayangi Suga. Dia hanya ingin Suga bermanja dan merengek padanya yang pastinya tidak akan dia dapatkan dari Suga yang sok dewasa itu.
"Mommy…buatlah baby baru untuk daddy!" seruan Suga membuat Sungmin menggelengkan kepala. Hah…hidupnya benar-benar menakjubkan. Tinggal dengan dua Cho yang sangat menyebalkan. Tapi Sungmin sangat bahagia saat ini. Bahagia dengan perbedaan dan persamaan mereka. Cinta dan Gairah menyatukan mereka tanpa mempedulikan gender dan status.
The End
a/n 2 :
selesaiii….ini panjang banget sumpaahh. Tolong jangan minta sekuel lagi yaa…hahaha idenya dah mentok tuh. Makasih udah mau baca sampe akhir. Jangan muntah dulu yaa.. dan soal typo maafkan saya tidak sempet ngedit lagi. Makasih buat yang udah review di Lust kemarin. Sekrang review lagi yaaa….biar aku bisa melek lagi dan nerusin ff CoD nya.
Ga bisa nyebutin reader satu2 yaa..maaff hehehe makasiih sekali lagi.
Gomawooo dan review juseyoooo
