TOHOSHINKI
Cast : Yunho , Changmin , Jaejoong , Yoochun , Junsu (TVXQ/DBSK/ JYJ )
Genre : Fantasy - mungkin -
Rating : K-T
Summary : karena saya tidak pandai membuat summary jadi ~~~ no summary ^-^
Warning : Typo - pasti - , no boys love [ maaf ^-^] , gaje - jelas - , ini hanya lah sebuah cerita yang mampir di otak ku dan tidak ada maksud terselubung di baliknya, hanya refleksi dari kerinduan ku dengan mereka berlima ...
Jung Yunho ~~ Fighting !
Kim Jaejoong ~~~ Fighting !
Kim Junsu ~~~~ Fighting !
Park Yoochun ~~~ Fighting !
Shin Changmin ~~~ fighting !
DBSK FIGHTING
JYJ FIGHTING
"Huh , masih bisakah disebut red ocean jika sekarang warnanya hitam pekat "
Hening , setiap pasang mata disana menanti jawaban apa yang keluar dari mulut pangeran terpilih dihadapan mereka.
"Hah~~~ " helaan nafas lelah –mungkin- atau helaan nafas frustasi terdengar dari bibir semerah cerry.
"Entah , kalian setuju atau tidak tapi inilah cara ku –"
Sore itu Ke 7 namja tampan itu tengah berkumpul membentuk sebuah lingkaran di tengah mansion JYJ , dengan cawan perak dan beberapa camilan. Otak mereka berpikir merencanakan siasat yang mungkin akan mereka tambahkan pada ditengah-tengah proses menjalankan ide dari sang hero.
"Jadi " jihoon , namja tertua disana membuka pembicaraan.
"Aku , micky dan xiah akan masuk melalui gerbang utama , lalu hyung , dan taecyon langsung menuju ruang X dan kim bum , hyunjoong dan woohyun kau dari gerbang sebelah kanan " hero menggambarkan skema di langit-langit lewat sihir nya.
"Kenapa kanan " woohyun berucap , pria polos ini selalu menuntut penjelasan yang mungkin saja tak mampu ia mengerti.
"Karena itu gerbang alternative untuk sampai langsung ke altar, dan kita akan bertemu di altar utama , disini " hero berucap sambil menunjuk lingkaran biru dilangit mansion.
"Kita harus ke altar , kenapa tidak langsung saja " kini junsu yang berucap , dia sedikit tidak menyetujui ide dari jaejoong , karena resiko yang mereka terima akan lebih tinggi jika melewati altar utama.
"Aku harus mengecoh youngmin , pangeran " jaejoong tau ada ketakutan yang terpancar dari bola mata junsu saat mendengar nama pemimpin drakside itu , tapi mungkin ini cara yang harus dia tempuh. Membuat seolah dia menyerahkan diri.
"Aku setuju , jadi kapan kita berangkat pangeran " jihoon menyesap minumannya sambil melempar pandangan pada hero
"Sesaat setelah hankyung-ge sampai "
"Kau mengundangnya kemari hyung " yoochun berucap setelah cukup lama terdiam , bergelut dengan pemikirannya sendiri.
"Ya , untuk manjaga mansion kita ,, mungkin dia juga membawa kris entahlah" jaejoong mengendikkan bahunya seraya menatap gambaran strategi dilangit-langit itu.
"Akh … akhirnya aku bertemu sitampan krissssssie "
Plak ~~~
"Awww !Yak – "
"Jangan bertingkah seperti yeoja babo " kimbum menggeplak sayang namja cantik disampingnya ( woohyun ) yang baru saja menggagetkan nya dengan pekikan tak bergunanya itu.
Sore di mansion mewah itu penuh dengan gelak tawa yang ditimbulkan woohyun , junsu ataupun kimbum. Jaejoong menatap pemandangan itu dengan hati yang entah bagaimana tak bisa ia gambarkan, mengingat mereka akan memulai pertarungan yang begitu menegangkan , pertarungan besar dengan musuh terbesar dan terkuat selain mereka.
Dan disinilah mereka ,
"Kau yakin , " sudah 20x yoochun mengatakan hal yang sama pada hero disampingnya. Dan itu membuat junsu memutar bola matanya bosan
"Oh … chunnie ayolah kau sudah mengatakan hal itu sebanyak 20x , apa kau tidak bosan eoh " junsu membalas perkataan itu , tapi matanya tak lepas dari bangunan mewah – super mewah – dihadapannya.
Jaejoong menutup mulutnya sedari mereka meninggalkan mansion , yoochun tahu bahwa pangeran di sampingnya ini tengah menahan emosi yang mungkin akan siap membludak. Matanya tak lepas dari bangunan yang dulu menjadi tempat keluarga mereka berkumpul dan berbagi segala hal.
"Kalian sudah bersiap"
hero melakukan telepati pada temannya di gerbang belakang
"Kau terlambat bertanya pangeran , kami sudah didalam " jihoon menyahut
"Apa … semua baik –emm , maksudku aman bagaimana penjagaan "
"Hanya sekitar 3 penjaga di belakang , mungkin akan lebih banyak lagi saat kami sampai di ruangan X " kali ini giliran taecyon
"Baiklah , aku putus dulu , kalian berhati-hatilah"
"Arra ….. " sambut keduanya
"Bagaimana hyung " kata junsu di tengah keheningan mereka bertiga
"Jihoon hyung dan taecyon mereka dalam perjalanan keruang X , lalu bagaimana dengan kim bum dan yang lain "
"Baru woohyun yang lolos penjagaan , dia menuju altar tengah " sambung yoochun
"Lalu bagaimana dengan kimbum dan hyunjoong hyung" kembali junsu mengajukan pertanyaan ,
"Kenapa tidak kau cari tahu sendiri dolphin " jawaban dari yoochun itu membuat junsu mendengus.
"Kka , mereka sudah bekerja saat nya kita sekarang , ayoo " jaejoong melangkah.
"Hirakimashita "
Pintu gerbang dari batu rubi merah itu terbuka seiring dengan mantra yang diucapkan ketiganya bersamaan.
"Wow , aku tak menyangka warna hitam dimana-mana " junsu menatap terkejut hamparan di hadapannya , yang dulu hamparan itu adalah sebuah taman yang sangat terawat karena pangeran hero selalu meluangkan waktu nya disana , kini tampak tandus , gersang dan tanahpun berwarna hitam.
"Inikah kerajaan bigeast kita " lirih yoochun
Mereka melangkah menuju pintu utama kerajaan , langkah mereka terasa berat berbagai perasaan tengah dirasakan mereka bertiga , entah itu marah –pasti- , kecewa , sedih , dan rindu .
"Tahan emosimu , hyung " yoochun mencengkeram bahu jaejoong erat , jaejoong tahu yoochun lah yang paling pengetahui perasaannya saat ini. Dia berbalik menatap yoochun dan tersenyum , sebelah tangan nya mencengkeram tangan bebas junsu.
"Tenanglah , kita bersama bukan " perkataan jaejoong yang mungkin berupa pernyataan itu dijawab anggukan dari kedua saudaranya.
Tak ~~~~
Pintu kerajaan terbuka lebar menyambut mereka. Seorang penjaga menghadang mereka, bingung kenapa gerbang utama bebas dari penjagaan , tentu saja para penjaga digerbang utama telah mengetahui siapa yang datang berkunjung.
Penjaga tersebut membawa ketiga pangeran itu kealtar utama.
Altar utama , ruangan dengan bentuk dan kubah lingkaran serta lampu gantung dari perak yang menghiasi langit-langitnya, ukiran dewa dan dewi pencipta kelima pangeran itu tampak sempurna bertahta dilangit kubah dihiasi dengan cahaya red ocean.
"Para eomma kita tak terlihat " lirih junsu sesaat saat kaki mereka berpijak pada lantai sappire altar utama
"Kau benar pangeran Xiah " sebuah suara berasal dari seberang mereka
Dan sekejap kemudian lampu gantung itu bersinar menampakkan sosok laki-laki di hadapan mereka.
"Selamat datang kembali pangeran" ucap laki-laki itu sambil membungkukkan tubuhnya
"Tak perlu berbasa-basi lagi , aku hanya ingin bertemu saudara ku yang lain " jaejoong berucap
Dan
Brakkk ~~~~
Belum sempat laki-laki itu berucap , dari arah samping kimbum , woohyun dan hyunjoong datang,
"Ck … pangeran –pangeran terhormat , kalian membawa teman rupanya "
"Kim youngmin " desisan menyeramkan berasal dari kimbum
"Hyung , pergilah keruang X ingat apapun yang terjadi tahan emosimu , kita bertemu di mansion " yoochun mengirimkan sinyal telepati pada jaejoong. Junsu yang mendengar nya pun menggangguk mengiyakan.
"Tak lama lagi penjaga-penjaga tolol itu akan segera tiba … palliwa hyung-ie " tambah junsu
Setelah itu , tubuh hero berubah menjadi asap dan menghilang.
"Wow , kalian menghilangkan pangeran terpilih … seperti yakin saja melawan ku dan anak buah ku pangeran "
"Kami sama kuatnya dengan pangeran hero … pak tua " hyunjoong berucap seraya melangkah mendekati sosok youngmin. Dan sedetik kemudian terjadilah pertarungan youngmin dan anak buahnya dengan yoochun , xia , kimbum , woohyun dan juga hyunjoong. Mungkin bagi yang berpikir jumlah-lah yang menentukan kemenangan , bisa jadi berpikir jika pasukan pangeran itu akan kalah dengan jumlah yang kalah jauh dibandingkan youngmin dan anak buahnya.
Hero , sampai di pintu utama ruang X , dan tampak disana pintu tersebut telah dirusak , dan beberapa penjaga yang berada disana terkapar tanpa nyawa di lantai. Kaki nya melangkah memasuki ruangan itu dan langsung disuguhi pemandangan dimana taecyon tengah menyabetkan katananya kearah 5 penjaga yang mengerubunginya.
Singggg ~~~~
Hero menggunakan sihir nya agar tak terlihat oleh mata telanjang , ia berjalan melewati taecyon
"Bunuh mereka semua jangan sisakan satu pun taec , aku disampingmu sekarang "
"Aku tahu , kau mengirimkan aura mu padaku hyung"
Lagi hero berjalan , menuju dimana tabung-tabung sinar X berdiri tegak disana , peralatan mengendali sebagian rusak , mungkin karena hantaman.
Di depannya berjarak 300 m, tampak tabung yang masih bersinar merah pekat dan disana adik kecilnya berada , hero menggeram marah namun , telepati yoochun menyadarkannya.
"Jangan terpancing emosi , tenanglah hyung "
Hero berjalan lagi , mendekati sesosok srigala merah dan badak bercula satu yang tengah bertarung. Dia tahu siapa mereka , yunho-nya bukan srigala dengan warna itu , yunho-nya berwarna coklat almond yang cantik. Dia juga merasakan kemarahan yang meletup dari srigala itu.
"Yunho ~~~ " lirihnya dan dalam sekejap dia telah berubah menjadi srigala putih bersih.
Brakkk ~~~
Srigala jaejoong menghantam bagian perut srigala yunho,
Yunho menatap srigala jaejoong dan menggeram, langkahnya tertatih merasakan nyeri diperut sensitifnya , dia tahu srigala dihadapannya ini sangat tahu kelemahannya. Yunho berlari menuju hero , namun belum setengah nya tubuhnya telah diangkat oleh cula badak yang tadi menjadi lawanya.
Jihoon tahu , dia tidak mungkin menggunakan telepati dihadapan yunho karena tentu saja srigala merah itu mampu membaca nya. Jihoon melempar yunho menjauh dari hero, dan tak disia-siakan hero saat melihat yunho yang masih berusaha bangkit itu menyerang perutnya lagi.
"Dia mati " lirih jihoon
"Tidak , hanya pingsan. Aku tak mungkin membunuh saudara ku sendiri "
Srigala putih salju itu berjalan perlahan mendekati srigala merah yang terkapar sambil memejamkan matanya dan tubuh srigalanya itu berubah menjadi sosok pangeran cantik begitu juga sosok dibelakangnya. Hero dan jihoon kembali ke tubuh manusianya,
"Kenapa kau ingin membunuh saudara kita yunho " lirih hero , tangan putihnya menyentuh helaian merah yunho mengubah sosok srigala itu menjadi bentuk manusia.
"Hyung , bawa dia ke mansion " jaejoong berdiri dari jongkoknya , kemudian berlalu meninggalkan jihoon yang tengah membopong tubuh yunho dan menggunakan teleportasi menuju mansion JYJ.
Mengacuhkan suara tebasan pedang dan lemparan sihir dari taecyon yang melawan para penjaga yang terus berdatangan memasuki ruangan X , jaejoong menuju tabung bersinar itu tangannya hendak terulur untuk menghancurkan tabung itu tapi telepati taeyon menghentikan pergerakannya.
"Jangan hancurkan pangeran , kau akan membunuhnya dia membutuhkan air untuk bertahan hidup "
Telepati itu membuat jaejoong berbalik menghampiri taecyon , tangannya terulur dan keluarlah api hitam yang membakar para penjaga itu.
"Gomawo "
"Kau terlalu lama , ayo pergi "
Yunho tetidur di sebuah kamar di mansion itu , hankyung tengah memberikan penyembuhan pada nya. Sementara jaejoong pun demikian , kris terus saja mengomeli kenekatannya.
Brak ~~~
Yoochun , junsu , kimbum , woohyun dan hyunjoong berjalan cepat kearahnya.
"Sial ! aku tak bisa membunuh si tua itu " yoochun mendudukkan dirinya kasar disofa disamping jaejoong di ikuti junsu , kimbum , woohyun dan hyunjoong duduk di sofa besar dihadapan ketiga pangeran itu. Jihoon dan taecyon tengah mengisi perut mereka di dapur.
"Kau membawa changmin hyung " lirih junsu
Namun , sebelum jaejoong sempat menjawab sebuah suara dentuman berasal dari kamar dimana yunho tengah dirawat yang membuat mereka yang ada disana segera melesat menuju kamar tersebut.
"Apa yang – "
"Yunho … " jaejoong menerjang sosok yunho dengan lingkaran api emas ditubuhnya , tanpa mempedulikan yoochun yang terus berteriak melalui pikirannya.
"Tenanglah yunho , aku jaejoong , tenanglah " kata-kata itu terus mengalun tepat ditelinga yunho dan itu sangat berefek melihat lingkaran itu terus menghilang dan melemaskan tubuh kekar itu.
"Jangan lakukan itu lagi jae , kau akan mati " hankyung tengah mengobati luka yang diderita jaejoong karena insiden tadi . mereka ada di ruang santai mansion tersebut.
"Kau membawa yunho hyung lalu bagaimana dengan changmin " yoochun menutup buku yang sedari tadi dibacanya , hal itu mengalihkan perhatian semua yang ada di ruangan itu dari kegiatan mereka masing-masing.
"Inti pangeran Max telah hilang lebih dari setengah dan saat ini tengah berpindah dalam tubuh pangeran U-know , jadi kita tak bisa membawanya keluar dari tabung X itu karena dia membutuhkan air agar tidak meninggal seperti yang anda ketahui pangeran Micky inti milik pangeran Max berasal dari air"penjelasan panjang taecyon itu mewakili semuanya.
"U-Know hyung " junsu berdesis , membuat woohyun disampingnya bergidik ngeri bukan hanya woohyun namun seluruh namja disana selain hero dan micky tentu saja merasa merinding dengan hawa yang dikeluarkan junsu.
"Kau menyeramkan pangeran " tak tahan lagi , woohyun pun mengucapkan perkataan yang membuat junsu memberikan deathglare-nya.
"Kau pikir ? , siapa yang tidak marah melihat kelakuan kakak mu sendiri yang dengan tega membunuh adiknya sendiri hah " suara junsu yang tak bisa di bilang pelan itu , mengusik seseorang yang tadi tertidur di salah satu kamar mansion tersebut. Orang itu berjalan pelan menuju ruang santai tempat yang lain berkumpul.
"Mianhae … junsu-yah " lirihnya , tentu saja itu mengagetkan 10 pasang mata disana,
Dan
Bugh ~~~~~~
"Yoochun ! " jaejoong berteriak , saat bogem mentah yoochun mendarat tepat di wajah seseorang yang baru saja berucap.
"Hah , aku telah bersabar menunggumu bangun yunho hyung "
Bugh ~~~
"Yoochun , sudah …. " junsu hendak mendekat , namun langkahnya terhenti saat yunho menganggkat tangannya memberitahu junsu agar tidak mendekat.
"Mianhe … " lagi lirihnya dan dapat di dengar jelas oleh telinga yoochun
"Maaf kau bilang ,….. kau seharusnya melindungi adik bungsu kita , bukan membunuhnya kakak macam apa kau HAH !" yoochun masih mencengkeram baju yang di pakai yunho , nafas nya terdengar memburu karena emosi yang benar-benar meluap di dalam dadanya
"Mian … pangeran micky , aku bukan kakak yang baik untuk mu , maaf " sambil meringis sakit saat merasakan lehernya terasa terbakar karena cengkraman yoochun .
Tanpa memperdulikan yunho , hankyung mendekat , melepaskan cengkraman tangan yoochun dari yunho, kemudian berdecak , saat melihat luka bakar di sekitaran leher pangeran utama itu.
"Terlalu lama , kau juga akan kehilangan yunho , yoochun-ah " ucap hankyung sambil mengusap kulit leher yunho yang melepuh.
"Biar saja , aku tak butuh seorang pembunuh " desis yoochun kembali pada tempatnya disamping junsu.
Hankyung membawa yunho duduk diantara dirinya dan jaejoong yang sama sekali tak mengalihkan pandangannya pada yunho. Mata hitam jaejoong terus saja menatap hyunjoong yang berada tepat di hadapannya.
"Yoochun , kalau kau membunuh yunho , kemungkinan changmin pun akan terbunuh " perkataan hankyung itu membuat semua pasang mata disana menatap hankyung – kecuali yunho -.
"Bagaimana bisa , ? " kimbum berucap
"Karena kita bisa mengembalikan nya kepada changmin "
"Yunho , " lirih jaejoong,
"Apa yang membuatmu berpikir mengambil inti changmin , apa alasanmu " lanjutnya
"Aku merindukan bigeast yang dulu , aku berpikir dengan mengambil inti changmin aku bisa mengembalikan bigeast apa lagi changmin tidak terhubung pada siapapun diantara kita …. Jadi –" perkataan yunho terpotong oleh perkataan yang di ucapkan jaejoong yang membuatnya menggangguk membenarkan.
"Jadi maksudmu tidak ada yang mati selain changmin begitukah ?"
Anggukan yunho atas perkataan jaejoong itu tentu saja membuat geram yoochun dan junsu.
"Kalian kembali lah kerumah , terima kasih telah membantu kami " yoochun berucap kepada hyunjoong , woohyun , kimbum , taecyon dan jihoon melalui telepati yang pasti mampu terdengar oleh semua yang ada disana.
Tak berapa lama hanya terisa yunho , jaejoong , hankyung , kris , yoochun dan juga junsu.
Hening beberapa saat , tak ada yang membuka suara hingga menimbulkan aura yang mencekap seolah akan terjadi sesuatu peperangan disana.
Hingga
BRAKK ~`~~~~~ BUGH !
Sebuah sulur pohon muncul tepat di hadapan yunho lalu mendorong dan mengunci yunho di tembok mansion tersebut.
"Hyung … " lirih yoochun , jaejoong melangkah mendekati yunho.
"Apa yang kau katakan dengan tidak terhubung pada siapapun HAH !"
"Jaejoong-ah , kau tahu apa yang sebenarnya bukan "
"Changmin itu dongsaeng ku pangeran … dia terhubung dengan ku , kau , yoochun dan junsu kalian terhubung dengan ku"lirih jaejoong di akhir kalimatnya.
Tak habis pikir dengan yunho , pangeran utama yang seharusnya sangat tahu dengan arti mate , atau hubungan yang terjalin diantara mereka dengan jaejoong sebagai pusatnya.
"Inti jaejoong adalah pusat dari inti kalian , pusat itu-lah yang mengendalikan semua kekuatan inti kalian maka itulah yang membuat jaejoong menjadi pangeran terpilih bukan dipilih. Karena dia-lah yang memang dilahirkan sebagai pangeran"
Perkataan hankyung itu seolah menjadi tamparan tak kasat mata oleh yunho yang melupakan fakta itu.
"Mianhae … " hanya kata itu yang diucapkan oleh yunho.
"Lalu , sekarang apa yang akan kalian lakukan untuk membawa pangeran Max keluar dari sana pangeran " kris yang sedari tadi mengamati percakapan disana , angkat bicara.
"Aku belum memikirkan apapun " jaejoong berucap , mengusap wajah cantiknya kasar mengingat sang bungsu masih tertahan disana dalam keadaan setengah bernyawa.
Keempat pangeran dan 2 namja yang lain kini tengah menikmati sarapan paginya di mansion mewah itu.
"Hyung …. Bagaimana , kau sudah memikirkan caranya " junsu berucap sedikit ragu dengan apa yang ditanyakan nya. Dia tidak ingin membuat hyung kesayangannya itu berfikir terlalu berat lagi, cukup 5 tahun ini dia dan yoochun membebani pikiran hyung tertua mereka itu.
"Entahlah , tapi mungkin aku akan membicarakan ini dengan taecyon dan hankyung hyung mungkin juga dengan kau yun " jaejoong berucap sambil melirik yunho yang entahlah seperti enggan menyantap hidangan di hadapannya.
"Makanlah hyung , jangan berpikir kalau makanan itu beracun karena jaejoong hyung tak mungkin melakukannya" yoochun berucap santai tanpa memperdulikan kekehan geli dari kris dan tatapan tak percaya dari hankyung , jaejoong dan junsu.
"Aku tahu pangeran " yunho mengulum senyumnya dan mulai memasukan sesuapan makanan di hadapannya.
"Apa yang sedang kau lamunkan yunho-hyung " yoochun yang baru saja bermain dengan harang – anjing kesayangannya itu mendudukan tubuhnya di samping sang pangeran utama. Kini mereka tengah menikmati air terjun buatan di halaman belakang mension megah itu.
"Tidak , hanya memandangi air tejun itu … siapa yang membuatnya yoochun-ah "
"Oh … semua taman disini jaejoong hyung yang membuatnya , menata nya hingga menjadi rumah terindah bagi harang " jawab pangeran ketiga itu diiringi kekehan ringan di akhir kalimatnya.
"Yochun-ah …. "
"Ya …. "
Selama beberapa menit keduanya tak bersuara , hanya sautan binatang kecil hutan buatan itu yang terdengar –
" Apa yang ada di pikiran mu saat itu – "
"- saat kami memihak darkside dan saat kalian melangkah pergi dari bigeast "
TBC
NB : Bold + Italic buat percakapan melalui telepati ,,,
terima kasih untuk apresiasinya temand ...
maaf kalau banyak typo , karena aku gak pernah ngedit apa yang sudah aku tulis ...
terima kasih ...
ALWAYS KEEP THE FAITH
CASSIOPEIA FIGHTING !
JYJ FANS FIGHTING !
