KOSONG
Hujan membuat kelas terasa membosankan. Itulah alasan kenapa siang ini aku lebih memilih duduk di samping guru UKS yang sedang minum teh dengan seorang pria paruh baya yang aku tahu merupakan penjaga sekolah kami. Guru UKS tengah bercerita mengenai kejadian yang dia alami kemarin ketika pulang kesorean setelah sebelumnya harus menyelesaikan menyetok obat-obatan terlebih dulu.
Dia bilang awalnya dia mendengar suara tapak sepatu seperti ada orang yang berlari di koridor, karena menurutnya itu adalah salah satu siswa yang juga baru akan pulang jadi dia mencarinya untuk diajak pulang bersama-sama. Namun tidak ada seorang pun yang ia lihat. Kemudian terdengar suara pintu dibanting sangat keras, karena penasaran dia kembali mencari sumber keributan tersebut. Dia khawatir kalau si murid sedang mengalami kejadian buruk seperti dikejar orang mesum atau dibully oleh teman-temannya yang lantas membuatnya berlarian di sekolah dan bersembunyi di dalam kelas.
Guru UKS menuturkan jika setelah mendengar suara pintu itu dia segera pergi ke lorong demi lorong dan membuka tiap pintunya. Seperti sekolah yang sudah lewat jam pulang pada umumnya, semua ruangan sepi, gelap, dan tidak ada siapapun. Bahkan dia juga membuka ruang praktek Biologi dan tak ada tanda-tanda orang di sana. Karena masih merasa khawatir, guru UKS bermaksud untuk mencari penjaga sekolah. Tapi baru beberapa langkah dia beranjak, terdengar suara barang pecah dari dalam ruang Biologi. Bergegas dia berbalik dan tepat ketika akan menyentuh pintu,
BRAK! Sesuatu seolah menabrak daun pintu tersebut dengan sangat keras dari arah dalam.
Siapa?
Padahal sebelumnya dia sudah memeriksa tempat tersebut dan tidak ada seorang pun di sana.
"Itu hal biasa." Dengan tenang penjaga sekolah menyeruput teh manisnya. "Dia memang selalu berkeliling sekolah dan membuat keributan seperti itu."
"Dia siapa?" tanya guru UKS.
Perlahan mata penjaga sekolah mengarah padaku.
Sialan! Jangan melihatku seperti itu! Mana aku tahu kalau masih ada orang di sekolah kemarin. Aku 'kan cuma menabrak pintu waktu mencari bola mataku yang lepas.
-END-
Gagal seram kalo yg ini :"
Temenku bilang, cerita Myka lebih ke creepypasta daripada riddle. Soalnya riddle fokus pada misteri2 sementara punya Myka dominan horornya. Ah, horor pun gak serem, harus banyak belajar lagi :"
QOTD:
"Hati-hati saat membicarakan 'mereka', siapa tahu 'mereka' udah ikut nimbrung waktu kita asyik menggosip."
Terima kasih buat review-nyaaa: GaemGyu92, Rrn49, Azkia-Rah, restika dwii07 (lampunya minta ganti mungkin :"), ChanMija, DJ 100 (iya? Myka kenapa? XD), jodohnyaleeteuk1 (langsung scroll ke bawah itu tdk baik XD), Elixir Edlar (MINTA BANGET SIH DIKAPORIT AIGOOO XD XD XD *cipok basah bertubi-tubi), dan Guesteuturutu.
