Tittle : Ketika Hujan Turun

Author : Keiko Yummina

Cast :KaiSoo Slight All Member EXO

Genre : Romance (tentuin sendiri)

Length : Chaptered

Rated : T otw M (Mecum)

WARNING! YAOI

bagi yang tidak sukaYAOI mending gk usah baca!.


CHAPTER 1

~Di rumahnya~

Pagi ini seorang namja bermata bulat bersiap - siap berangkat ke sekolah. Dengan segera ia mengikat tali sepatunya, membuka pintu rumahnya, dan segera berhambur ke luar menuju ke sekolah. Karena hari ini adalah hari dimana penempatan bagi siswa kelas XI di umumkan Kyungsoo nama namja bermata bulat itu dengan bibir kisiblenya. Tak lupa juga ia berpamitan pada ibunya.

"Eomma, Aku berangkat dulu, sampai nanti bu!"

Segera ia berlari menuju ke halte bis yang tak jauh dari rumahnya. Pagi itu cuacanya benar - benar cerah. Suasana di halte bis yang saat itu masih sepi. Ia melihat seorang namja berkulit eksotis yang sedang mengayuh sepeda dengan pelan lewat di depan Kyungsoo.

.

.

Jongin mengayuh sepedanya pelan saat akan melewati halte di depannya. Matanya mencari - cari sosok namja yang selalu duduk menunggu bis saat akan berangkat ke sekolah. Dan ia mendapati Kyungsoo yang sedang duduk di sudut kursi.

.

.

.

~depan halte bis~

Seperti biasa seorang malaikat sedang duduk di halte dengan beberapa orang yang juga menunggu bus datang. Tapi kali ini dia memandang ke arahku. Sebelum aku ketahuan memandangi malaikatku itu. Aku segera mengalihkan pandanganku ke depan sebelum dia menyadari pandanganku tadi ke arahnya. Aku pun mengayuh sepedaku pelan dan melewati halte bis itu.

.

.

~halte bis~

Kyungsoo merasa waktu berjalan benar - benar lambat, dan jantungya terus berdetak tak menentu. Tak sadar Kyungsoo telah lama memperhatikan namja tadi. Dengan mata yang mengikuti kemana arah namja itu pergi hingga lenyap dari hadapannya. Tak berapa lama bis datang, dengan Kyungsoo yang masih dengan lamunannya.

Di jendela bis ada teman - teman Kyungsooyang sudah menunggu.

" Ayo, cepat Kyungie! kaja!"

Teman - teman Kyungsoo meneriakinya supaya cepat naik bis. Kyungsoo tersentak saat klakson yang di tekan sang supir berdering

" Kau naik tidak, nak?"

" Ah, ne?"

"Kau ikut atau tidak?"

"Ah, ne!"

Dengan sigap Kyungsoo segera berlari ke arah pintu bis tadi. Temannya langsung melambaikan tangannya ke arah Kyungsoo. Dan Kyungsoo pun segera menuju ke arah mereka berduan.

"Apa yang sedang terjadi padamu Kyungie?" Baekhyun temannya yang duduk tepat di sebelah Kyungsoo.

"Apa yang sedang kau fikirkan?" Luhan sambil membalik badannya ke arak Kyungsoo yang berada tepat di belakangnya.

"Maaf aku tadi sedang melamun. Aku juga tak sadar kalau bis sudah datang", sambil menggaruk rambut kepala belakangnya yang tidak gatal dengan tangan kanannya.

"Jangan - jangan kau sedang memikirkan seseorang?" selidik Baekhyun dengan menyipitkan matanya ke arah Kyungsoo.

"Anniya! Aku memikirkan tugas kelompok kita yang belum selesai. itu saja". menoleh ke arah Baekhyun dan berharap Baekhyun bisa percaya dengannya.

"Benarkah?" sahut Luhan dengan penuh selidik.

" Ne" jawab Kyungso pelan

"Ooo, baiklah!" shut Baekhyun dan Luhan.

.

.

~School~

Mereka bertiga sampai di depan sekolah tercinta. Dengan buru - buru Baekhyun dan Luhan menarik tangan Kyungsoo dan berlari ke dalam sekolah. Saat melewati tempat parkir sepeda, Kyungsoo menoleh pada sesosok namja berkulit eksotis itu. Dan namja itu pun menoleh juga ke arah Kyungsoo dan memberikan senyum terindahnya. Mata mereka bertemu.

Debaran jantung Kyungsoo berdetak lebih cepat daripada sebelunya. Tapi Kyungsoo sedikit terkejut dengan senyuman yang di lemparkan oleh namja tadi. Ia pun berlalu berjalan mengikuti tarikan kedua sahabatnya ini menuju ke dalam kelas.

.

.

Jongin hanya berdecak kesal setelah kejadian itu.

"Apa yang barusaja aku lakukan? Kenapa aku malah tesenyum padanya?" kesal pada dirinya sendiri dan menggaruk kepala belakngnya yang tak gatal itu.

.

.

~Kelas XI A1~

Ternyata kedua sahabatnya juga satu kelas dengannya. Baekhyun dengan segera duduk di kursi di deretan dekat jendela urutan nomor 3 dari depan. Dan menyeret ke dua sahabatnya untuk duduk ke sisi - sisinya.

Luhan di depan Baekhyun dan Kyungsoo di kanan Baekhyun. Mereka berdua hanya pasrah, karena mereka tahu kalau mereka tidak menuruti permintaan Baekhyun. Maka Baekhyun akan memasang wajah pupy nya dengan manja memohon pada kedua sahabatnya supaya mau menuruti permintaannya.

.

.

Kyungsoo menaruh tasnya, dan mengeluarkan sebuah buku bacaan dan hampir 15 menit Kyungsoo membaca buku itu. Jam menujukkan pukul 7.40 dan 5 menit lagi bel itu pasti akan segera berdering.

Ia sedikit terkejut sewaktu mendapati sesosok namja berkulit eksotis yang lewat di sampingnya. Debar jantungnya pun beradu cepat. Dan benar juga, seorang namja yang duduk di sampinya itu persis dengan yang ia pikirkan dan ia terka dalam otaknya.

Kyungsoo menolehkan kepalanya ke arah namja yang sedang berjalan memunggunginya, dan berjalan ke pojok bangku yang tersisa. Tak salah lagi tebakan Kyungsoo tadi, dia adalah namja yang tadi lewat di depan halte, yang tersenyum dengan indah ke arahnya saat melewati tempat parkir sepeda.

Dan yang membuat jantungnya terus berdebar - debar sedari tadi yang kini serasa ingin melompat. Konsentrasi membacanya pecah akibat kehadiran orang itu.

Selama pelajaran pertama hingga ke dua berlangsung konsentrasi Kyungsoo benar - benar terusik. Menit - menit terakhir pelajaran sebelum jam istirahat Kyungsoo hanya bengong mengahadap papan tulis yang penuh dengan goresan spidol bordmaker.

Dia tersentak kaget saat, Lee seongsenim mengakhiri pelajaran di jam itu dan menjatuhkan bolpointnya ke lantai. Saat ia akan mengambil bolpointnya yang tergeletak pasrah di lantai. Seseorang mendahului mengambilkan bolpoint itu dan menyodorkannya ke arah Kyungsoo.

"Gumawo!" , Kyungsoo berkata pelan dan sedikit tersentak karena namja itu lagi. Namja itu tersenyum lalu pergi berlalu dari hadapan Kyungsoo.

.

.

.

~Kantin Sekolah~

Kyungsoo, Baekhyun, dan Luhan berjalan menuju kantin. Mereka memesan makanan dan minuman lalu mengobrol.

"Eh, tau kah kalian?" seru Baekyun pelan.

"Apa?" Kyungsoo dan Luhan menjawab serempak.

"Ternyata kita satu kelas dengan seorag namja misterius?" jawab Baekhyun sambil berbisik pelan.

"Benarkah!" kata Luhan.

"Nuguya?" tanya Kyungsoo

"Kim Jongin, yang sedang makan di pojok itu." Jawab Baekhyun sambil menunjuk ke arah tempat Jongin duduk.

"Iya, dia kan duduk di pojok dekat jendela, kabarnya tidak ada yang tau tentang dirinya. Apa status keluarganya,dimana rumahnya dan masih banyak lagi hal yang serasa aneh tentang namja berkulit eksotis itu. Karena itu, dia di anggap orang yang misterius!" seru Luhan sambil mengangguk- anggukkan kepalanya berusaha meyakinkan sahabatnya.

"Hem, Apalagi dia sepertinya bukan orang biasa - biasa saja. Dari tampangnya dia sepertinya anak orang kaya. Di lihat dari gaya stely nya!" sambung Baekhyun.

"..." Kyungsoo hanya melongo sambil mendengarkan dengan seksama penuturan kedua sahabatnya itu mengenai seorang Kim Jongin.

Melirik Jongin dan kembali menoleh kedua sahabatnya.

"Bahkan tak ada orang yang berani berteman dengannya!" sambung Luhan lagi.

"Benar - benar orang yang misterius!",seru Kyungsoo.

'

'

'

~Kelas XI A1~

Tak berapa lama bel berdering lagi, tanda jam istirahat berakhir. Segera mereka masuk ke kelas sebelum Kim seongsenim menghukum mereka karena terlambat masuk kelas.

Baekhyun dan Luhan dengan segera masuk kelas diikuti Kyungsoo yang ikut berjalan masuk ke dalam kelas. Kyungsoo melihat sosok namja misterius itu sudah duduk di bangkunya sambil membaca bukunya. Dan sepanjang pelajaran yang membosankan itu berlangsung, sepertinyania selalu di awasi oleh sepasang mata dari sudut kelas itu.

Pelajaran di hari itu benar - benar membosankan. Pasalnya cara mengajar Kim seongsenim sungguh membuat seluruh siswa merasa mengantuk. Hingga hari itu tak terasa jam sekolah pun telah usai. Tak lama ketua kelas yaitu Suho menyiapkan seluruh siswa untuk mengucapkan selamat siang kepada Kim seongsenim. Segeralah seluruh siswa berhambur keluar kelas.

.

.

.

Saat selesai memberi salam kepada Kim seongsenim. Baekhyun dan Luhan dengan segera berpindah ke bangku Kyungsoo.

"Ayo kita pulang Kyungie,,," kata Luhan membuat Kyungsoo terkejut karena ia sedang mencatat dengan teliti tulisan Kim seongsenim dari papan tulis ke dalam bukunya.

"Emm, maaf Lulu, aku harus ke perpustakaan dulu sebelum pulang karena masih ada buku yang harus ku cari!"

"Ooo, baiklah kalau begitu kyungie,,! kami pulang dulu ya?"

sahut Baekhyun.

" Kita pulang dulu ya? Kau tidak apa - apa kan? " .

" Ne, gwencana!" jawab Kyungsoo dengan anggukan.

" Sampai berjumpa besok ya. Dahhh" Baekhyun dan Luhan serempak.

"Dahh,,," kyungsoo sambil melambaikan tangannya.

Akhirnya kyungsoo di tinggal pergi oleh sahabat - sahabatnya itu. Tapi perasaan aneh itu muncul, dan sepertinya dirinya sedang diawasi.

.

.

Sebelum selesai membereskan bukunya dan pergi meninggalkan kelas. Samar - samar Jongin mendengar pembicaraan Kyungsoo dengan para sahabatnya itu.

Pembicaraan antara Kyungsoo dengan kedua sahabatnya.

"Ayo kita pulang Kyungie,,," kata Luhan pada Kyungsoo.

"Emm, maaf luhan hyung aku harus ke perpustakaan dulu sebelum pulang karena masih ada buku yang harus ku cari!" Jawab Kungsoo.

"Ooo, baiklah kalau begitu kyungie, kami pulang dulu ya?" sahut Baekhyun.

.

.

Benarkah apa yang di dengarnya barusan? Kyungsoo akan pergi ke perpustakaan sendirian tanpa adanya sahabatnya. Ini kesempatan bagus untuk mendekati Kyungsoo. Ia bersorak di dalam hati jonging menyunggingkan senyumnya sambil melirik Kyungsoo.

Dikutinya Kyungsoo yang telah selesai mencatat dan beranjak menuju ke perpustakaan sekolah dari belakang. Namun Jongin sangat menjaga jarak berjalannya dengan Kyungsoo. Supaya Kyungsoo tak curigan terhadapnya. Ia mengikuti Kyungsoo yang masuk ke dalam perpustakaan.

.

.

Merasa dirinya diawasi, dengan cepat Kyungsoo memasukkan bukunya kedalam tas. Dan segera beranjak keluar ruangan kelas berjalan menuju sekolah. Hari itu benar - benar sepi sekali, bahkan hanya ada sekitar

satu atau dua orang siswa yang berpapasan dengannya. Dan Kyungsoo mulai merasa tenang karena sepertinya sudah tidak ada orang yang mengawasinya lagi.

Di masuk ke perpustakaan dan melihat sekeliling ruangan perpustakaan. Dia hanya terlihat beberapa siswa sedang asik membaca buku bahakan mungkin bisa dihitung dengan jari.

Dan memilih duduk di ujung kursi dekat jendela dan meletakkan tas yang dibawanya di sampingnya. Kyungsoo dengan cepat menuju rak buku tentang menggambar yang ia cari - cari. Tak lama ia pun menemukannya.

"Akhirnya ku temukan juga buku ini." serunya samnil membawa buku itu ke tempat dimana ia duduki tadi.

Kyungsoo sangat senang karena buku yang ia cari telah ketemu. Tak sabar rasanya untuk menilik isi di dalam buku tersebut. Dengan segera ia duduk dan membukanya dengan penuh semangat. Rasanya sungguh menyenangkan berlama - lama berkutat dengan buku bacaannya di perpustakaan.

Tak sadar ia berada di dalam perpustakaan hingga menjelang sore. Dan di rasa perpustakaan benar - benar telah sepi. Saat Kyungsoo menoleh ke arah luar jendela dan melihat awan yang telah mendung, dan ia yakin tak berapa lama lagi pasti hujan turun.

Dengan segera Kyungsoo mengembalikan buku tersebut, dan dirasa telah cukup apa yang ingin ia ketahui mengenai dunia melukis dan menggambar. Kyungsoo bergegas keluar ruangan dan pulang secepat yang ia bisa supaya dia tidak kehujanan saat pulang ke rumah menuju halte.

Kyungsoo berjalan menuju pintu gerbang sekolahnya dan hendak menuju halte bis tak jauh dari sana. Namun usahanya gagal karena hujan tiba - tiba turun dengan derasnya. Sehingga mengurungkan niat Kyungsoo untuk segera berjalan ke halte bis, karena ia juga tidak membawa payung.

.

.

.

(Batin Jongin saat melihat Kyungsoo)

"Aku mengikuti malaikatku hingga sampai ke sebuah ruangan, dimana berbagai macam buku dengan berbagai judul bacaan tersedia disana. Yap di sebuah perpustakaan sekolah".

Jongin mengikuti Kyungsoo yang masuk ke dalam perpustakaan. Dia menggunakan moment di mana Kyungsoo sedang asik membaca bukunya dan memotretnya dari kejauhan supaya Kyungsoo tidak curiga.

Sungguh sangat lama ia memperhatikan namja ini duduk di sudut ruaangan perpustakaan. Dia duduk di dekat jendela yang tengah asyik membaca buku yang sebelumnya tadi ia cari.

Tak berapa lama setelah menunggu namja mungil itu. Terlihat pergerakan Kyungsoo yang menyadari hari telah sore dengan hujan yang sepertinya segera turun. Dengan segera Jongin berjalan keluar ruangan perpustakaan menuju ke tempat parkir sepeda. Ia yakin sebentar lagi Kyungsoo pasti menuju ke sebuah halte bis untuk pulang.

Jongin menelpon seseorang di seberang sana supaya datang untuk mengambil sepedahnya dan membawanya pulang. Orang di seberang sana mengikuti perintahnya.

.

.

.

~ Di depan pintu gerbang sekolah~

Jongin menunggu kedatangan Kyungsoo di depan pintu gerbang sekolah. Hari itu hujan mulai turun dan Jongin yakin sebentar lagi Kyungsoo pasti datang. Disana terlihat masih ada beberapa siswa yang sedang menunggu juga. Tak berapa lama Kyungsoo datang dengan sedikit terengah - engah.

"Sepertinya dia habis berlari", batin Jongin sambil melirik Kyungsoo yang sekarang berda tepat di sampingnya.

Hujan turun deras sekali, tapi siswa yang sedang menunggu malah berangsur - angsur berkurang karena mereka telah di jemput. Terlihat raut wajah kesal Kyungsoo karena hujan sepertinya tidak mau segera mereda dan malah makin derasnya.

.

.

.

Dengan nafas terengah - engah aku merutuki kebodohanku karena tak menyadari bahwa hujan segera turun dengan derasnya. Akhirnya aku hanya bisa menunggu hujan segera reda karena aku tak membawa payung hari ini.

Ku lihat sekelilingku, dan ada bebrapa siswamyang juga terjebak hujan sama sema seperti diriku. Lebih kesal lagi saat seseorang yang tadi di kelas membuatku merasa aneh. Ya dia Kai atau Kim Jongin yang ternyata juga menunggu hujan reda sama seperti ku.

"Terjebak hujan!" gerutuku dalam hati.

Lama waktu berselang taksadar bahawa beberapa siswa yang ikut menunggu sama sepertiku tadi malah sudah pergi karena mereka sudah di jemput. Dan kini tinggal kami berdua, aku dengan seorang namja misterius itu.

"Jantungku berdetak dengan sangat cepat tak karuan. Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku? kenapa suasananya harus seperti ini?" gerutuku lagi dalam hati.

.

.

.

Aku sangat senang saat hanya kami berdua yang menunggu hujan reda di depan pintu gerbang sekolah. Hatiku bedetak tak karuan. Dan rasanya diriku benar - benar kacau saat berada di dekatnya.

Aku pun tanpa canggung dan tanpa ragu mendekati Kyungsoo, memegang kedua pundaknya dari depan dengan kedua tanganku dan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah ku.

TBC