Cast : Kim Jongwoon (Yesung), Kim Ryeowook and other member SuJu
Pairing : YeWook, HaeHyuk, KyuMin
Genre : Drama/ Romance/Humor (?)
Rate : T
Disclaimer : Para cast ga tau punya siapa, khusus wookie oppa dia tunangan saya *dirajam*
Warning : Genderswitch, Gaje ,Abal,Typo merajalela, Bahasa campur-campur
.
.
.
-/-
"Wookie" panggil seorang namja yang berdiri di samping yeoja mungil yang tengah memasukkan buku-bukunya karena pelajaran yang telah usai.
"Wookie chagi" suara berat yang sedikit mendesah itu masih setia memanggil, sang yeojapun menoleh menengadahkan wajah keatas melihat wajah namja itu.
"Ehehehee" namja itu menggaruk kepala belakangnya sambil cengengesan ngga jelas.
"Apaan sih? aneh !" kata sang yeoja imut itu dan tak memperdulikan lagi namja di sampingnya, masih sibuk merapikan tasnya.
.
"Hae, hari ini kita pulang bareng ya. Ne? Ne?"
Di meja sebelah juga terdapat sorang namja dan yeoja. Yeoja berambut pirang itu terus merangkul lengan namja disampingnya.
"Mian Hyukkie, tidak bisa. Aku harus mengantar nenekku kerumah sakit" tolak sang namja yang dipanggil Hae, menepiskan tangan yeoja itu.
"Tak apa. Kalau begitu aku akan ikut" usul sang yeoja tak berniat melepaskan lengan kekar itu.
"Andwaee ! Eh maksudku... Kau tak perlu repot-repot" kilah sang namja hendak keluar dari kelas.
"Tidak repot kok, lagipula minggu kemaren kita batal kencan. Sebagai gantinya hari ini ne?" yeoja berambut pirang itu menghentikan gerakan namjachingunya agar tak keluar kelas.
"Tidak bisa Hyukkie, aku harus bilang apa nanti pada ki-. Eh anio" sang namja tampak gelagapan. Hampir saja dia membongkar semuanya.
"What?" teriak yeoja bernama Hyukkie itu sok inggris dengan mata melotot tajam.
"Ahh, gwaenchanayo" lagi-lagi namja itu berkilah.
.
"Berisik sekali sih pasangan itu" gerutu namja lain di meja sebelah yang tadi masih sibuk merayu. Suaranya terus teredam oleh suara cempreng yeoja berambut pirang tadi.
"Eh, mau kemana chagi" namja itu langsung mengambil tasnya, ikut ambil langkah seribu ketika dilihatnya sang yeoja tercinta mulai keluar kelas.
"Mau kemana?" tanya ulang namja itu setelah berhasil mensejajarkan jalannya dengan yeoja disampingnya.
"Pulang" jawab sang yeoja.
"Pulang naik apa?" tanya sang namja lagi.
Yeoja itu berhenti sejenak menatap namja yang terus mengoceh disampingnya.
"Mobil" jawab yeoja itu dan mulai berjalan lagi.
"Bagaimana kalau naik sepeda" usul sang namja, masih mengikuti langkah sang yeoja yang sengaja dipercepat itu.
"Ada mobil kenapa harus naik sepeda ?" tukas yeoja itu masih tak acuh.
"Biar romantis. Tadi kan Wookie udah nolongin aku. Aku traktir ne, tapi siomay depan sekolahan aja ya..ehehe" namja itu terus berbicara panjang lebar, tapi tampaknya yeoja disampingnya itu tidak antusias.
"Hae, tunggu. Kau harus jelaskan dulu padaku"
Dari arah belakang, seorang yeoja tengah berlari mengejar namja didepannya. Yeoja berambut pirang berlari tanpa menghiraukan apapun, bahkan namja tampan bermata sipit yang baru saja ditabraknya.
"Huh mereka selalu saja mengganggu" keluh sang namja yang bangun dari jatuhnya. Diperhatikannya koridor yang sudah sepi. Bahkan gadis kecilnya itu sudah tak ada disana.
.
.
.
-/-
YESUNG POV
"Eh, hyung sudah pulang. kenapa senyum-senyum sendiri?" sapa Kyu saat aku mulai masuk rumah.
Kyuhyun adalah dongsaengku satu-satunya. Beda 2 tahun denganku. Jika aku sudah kelas 2 SMA, kyu baru 3 SMP.
"Tadi Shindong adjuhssi mencarimu" lanjut kyu sebelum aku membuka pintu kamarku.
"Aigo! Aku lupa hari ini toko buka lebih awal" ujarku sambil bergegas masuk kamar mengganti baju.
"Kyu kau sendiri mau kemana?" tanyaku yang baru sadar Kyu bahkan berpenampilan lebih rapi dariku, tapi tentu saja dia tak bisa mengalahkan ketampananku. Ehehehe..
"Mau kencan sama minnie noona" jawab Kyu masih memakai sepatu ketsnya.
"Kyu, kau itu sudah kelas 3. Jangan kebanyakan main, fokuslah ujian" nasihatku.
"Hhh, bilang saja kalau kau iri hyung, tidak punya yeojachingu. Payah" timpal Kyu sebelum kabur.
"Heh, apa kau bilang?" kulempar sandal yang baru kugunakan kearah dongsaeng kurang ajar itu, tapi hanya mengenai pagar kecil rumahku.
Memang sih aku kalah dengan adikku soal yeoja. Dia bahkan sudah punya pacar dengan umur 2 tahun lebih tua darinya. Parahnya lagi yeojachingu Kyu itu satu sekolah denganku, yah meskipun tidak satu kelas.
Awalnya aku tak setuju dengan hubungan mereka, salahkan aku yang mengajak Kyu datang saat pesta sekolahku kelas 1 dulu. Disitu pula Kyu dan Sungmin bertemu, Kyu langsung menyukainya dan terus mengejarnya.
'Apa ini kesialanku ya?'
Kyuhyun yang terus mengejar sungmin selama setengah tahun akhirnya diterima oleh yeoja itu.
'Nah aku?'
Sudah setahun lebih sejak masuk SMA aku terus mengejar Wookieku. Jangankan membuatnya jatuh cinta, mencuri perhatiannya saja sangat sulit.
Tapi aku takkan menyerah.
Aku pasti bisa mendapatkannya.
"Heh? Aku harus bergegas ke toko" ingatku pada tujuan awal.
Segera kuambil sepeda kesayanganku, mengayuhnya menuju tempat kerja sambilanku.
Kenapa pria setampan aku hanya mengendarai sepeda?
Aku sendiri bingung. Keluargaku memang tidak kaya, tapi masih berkecukupan.
Aku dan kyu memang dibekali sepeda untuk kemana-mana, selain hemat BBM juga menyehatkan. Itu sih kata eomma ku.
Tapi appa janji kalau aku sudah lulus dan kuliah nanti, dia akan membelikanku motor.
Aku sendiri bekerja sambilan untuk menabung. Selain untuk biaya kuliahku nanti, juga untuk biaya nikah sama Wookie
"Yesung ? Kenapa masih melamun disitu? Cepat masuk sudah banyak pelanggan didalam" ucap Shindong adjuhssi yang melihatku masih duduk di sepeda.
"Ne ne" jawabku segera masuk ke toko bunga minimalis itu. Sebenarnya shindong adjuhssi itu masih saudara jauhku, jadi aku tak terlalu sungkan.
.
"Yesung, tadi gadis itu datang lagi, menitipkan ini" ucap Shindong adjuhssi saat toko sedang sepi, menyodorkan bungkusan silver kecil berbentuk persegi panjang.
"Datang lagi ya?" ucapku mengambil bungkusan itu. Coklat batangan.
Meskipun aku tak punya yeojachingu bukan berarti aku tak laku.
Ternyata aku punya penggemar juga. Setiap 3 hari sekali ada yang menitipkan coklat padaku melalui Shindong adjuhssi. Sudah 4 ini bulan kurasa.
Aku sendiri tak tahu siapa orangnya, aku pernah sih melihat yeoja itu tapi hanya dari belakang. Yang kutahu sepertinya dia seumuran denganku.
"Lumayan, besok bisa kuselipkan di tas Wookieku" kusimpan coklat itu di tas.
YESUNG POV END
.
.
-/-
"Sung, lagi ngapain sih" tanya seorang namja pada namja teman sebelahnya.
Namja yang ditanya itu mendelik.
"Heh ikan, sudah kubilang jangan memanggilku 'sung', sang sung sang sung. Jangan sampai itu didengar Wookie chagi" protes namja bermata sipit itu.
"Hey, 'sung' itu lebih keren. Lagipula itu kan panggilan sayangku untukmu" jelas namja berjulukan ikan dengan nada dimanja-manjakan.
"Ish, apa-apaan kau. Aku masih normal tau" tangkas si namja sipit yang mulai membaca bukunya lagi.
"Yee.. kau fikir aku setengah normal? Banyak yeoja yang mengantri untukku" ucap sang namja ikan bangga.
"Yasudah sana pergi" namja sipit itu mengayun-ayunkan telapak kirinya, gerakan mengusir.
"Kau cemburu ya?" goda sang namja ikan, menoel-noel dagu kawannya itu.
"Sudah kubilang aku masih waras, meski sudah ditolak berkali-kali tak akan mempengaruhi kadar kewarasanku" timpal namja sipit menolak tangan didagunya kasar, jangan sampai orang-orang disitu salah paham.
"Chee, akukan hanya bercanda sung" bela namja ikan.
"Ikan dong-dong, sekali lagi kau memanggilku begitu. Awas saja" ancam namja sipit menunjukkan kepalan tangannya di depan wajah si namja ikan.
"Hhh, bosan ! Pelajaran masih setengah jam lagi. Aku keliling sekolah dulu ah, mau cuci mata. Ikut tidak?" namja ikan yang tampan itu menguap lebar, menoel bahu namja di sampingnya.
"Hah? Anio" tolak namja sipit ogah-ogahan
'Untuk apa cuci mata diluar, sebentar lagi pemandangan indahku datang' batin namja itu.
"Hhh.. Yasudah" si namja ikan melambaikan tangan sejenak sebelum keluar kelas.
"Dasar, ikan teri playboy" sahabat sebangku namja ikan itu hanya geleng-geleng.
.
Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang
Dua orang yeoja memasuki kelas mereka yang sudah mulai ramai itu.
Yeoja pertama yang bersurai panjang yang kini dikuncir dua.
Yang lagi-lagi terlihat imut, bahkan caranya berjalan saja sudah termasuk kategori imut. Itu sih menurut namja berkepala jumbo yang kini menutup bukunya rapat-rapat demi melihat yeoja itu.
.
Sementara yang kedua adalah yeoja berambut pirang sebahu yang kini langsung keluar kelas setelah meletakkan tasnya, ingin mengikuti namja ikan yang terlihat mencurigakan saat berjalan dikoridor tadi. Bahkan menyapanya saja tidak.
.
Pandangan namja sipit itu tak berkedip terus mengikuti langkah sang yeoja yang kini mulai duduk di meja seberangnya.
Ditempelkan kepala besarnya pada telapak tangan kiri yang bertumpu pada meja. Dipandanginya sang yeoja imut di seberang kiri mejanya. Entah sudah berapa lama namja itu tak berkedip, dan entah sudah berapa tetes air liurnya mengalir*abaikan*
Namja itu memang selalu memulai harinya seperti itu, tak bisa dibayangkan bagaimana sehari dia tak melihat wajah yeoja itu.
.
Yeoja imut itu mulai mengeluarkan buku yang akan digunakan pelajaran hari ini. Saat meraba laci meja, mencari buku, yeoja itu merasa tangannya menyentuh sebuah benda bersampul plastik. Dikeluarkannya benda itu dari dalam laci.
Setangkai mawar putih.
"Aku pantas untukmu, cintai aku maka kau takkan menyesal. From your prince" yeoja itu membaca pelan note di dalam bungkus bunga tadi.
Tak perlu ditebak lama-lama, dia sudah tau pasti siapa orang yang meletakkan bunga ini di dalam lacinya.
Diliriknya seberang kanan meja tempat dimana seorang namja yang masih terus memandangnya dan jangan lupakan senyuman mesum plus-plus dari namja itu.
"Hhhhhh" yeoja itu hanya membuang nafas panjang. Jangan sampai dia lama-lama memandang namja itu.
.
.
Braakkk
Terdengar gebrakan di meja namja sipit tadi.
Seorang yeoja berambut pirang tiba-tiba datang dan duduk di bangku sebelah kiri namja yang sedang menikmati indahnya ciptaan Tuhan itu.
"Heh Hyukjae, apa yang kau lakukan. Menghalangi pemandangan saja" ucap namja itu pada yeoja berambut pirang yang kelihatan tengah emosi.
Yeoja itu malah membalikkan badan kekanan tepat dihadapan namja itu.
Sementara namja itu tetap tak peduli dan masih berusaha memiringkan kepala mencari celah untuk melihat yeoja imutnya tadi.
"Yesung apa yang terjadi pada hae, dia seperti menyembunyikan sesuatu dariku" tanya yeoja berambut pirang dan masih tak dihiraukan oleh namja didepannya.
"Yesung ceritakan padaku?" desak yeoja pirang itu.
"Aishh, tapi ngga usah pegang pegang dong" tukas namja sipit melirik tangan kirinya yang digenggem erat yeoja pirang itu.
'Hanya Wookie yang boleh memegangku' pikirnya sedikit mesum
"Kalau begitu ceritakan padaku apa yang disembunyikan Hae" tanya yeoja itu terus mendesak.
"Anio aku tak tahu apa-apa" jawab namja sipit itu seraya membalikkan badan dan membuka bukunya lagi.
"Bohong. Kau pasti berusaha membelanya" ucap yeoja itu namun tak mendapatkan respon.
Tiba-tiba yeoja pirang itu mengeluarkan seringaiannya.
"Kalau kau memberitahuku, aku akan memberimu nomor hape Wookie. Bagaimana?" tawar yeoja itu dengan suara pelan.
"Hhhh, dulu kau juga pernah memberiku, tapi kau menipuku. Ternyata itu nomor adjuhma-adjuhma. Aku tak percaya lagi padamu" jawab namja itu tanpa memalingkan wajah dari bukunya.
"Ani, dulu aku hanya bercanda, kali ini akan kuberi yang asli. Mau tidak?" kata yeoja itu sembari mengeluarkan ponselnya membuat namja disebelahnya menoleh.
"Berapa?" tanya namja itu yang ikut-ikutan mengeluarkan ponsel.
"Infonya dulu" ucap yeoja pirang.
"Ne. Sebenarnya Hae tengah mendekati Kibum, wakil ketua osis sekolah kita yang katanya cantik itu. Tapi menurutku Wookie yang paling cantik setelah ummaku" jelas namja sipit itu panjang ditambah lebar.
"Lee Donghae awas saja kau ya !" teriak yeoja berambut pirang entah pada siapa, beranjak dari duduknya sambil mengepalkan kedua tangan.
.
"Hyukjae, jangan lupa janjimu" tagih namja sipit itu.
"Iya nanti, setelah ucapanmu itu terbukti benar!" tegas yeoja bernama Hyukjae itu, lalu pindah duduk di samping gadis imut bernama Wookie.
"Heh ?" Yesung hanya bisa melongo melihat tingkah yeoja monkey itu. Dia fikir yeoja itu marah dansudah percaya padanya. Dan dia memang tidak mengada-ada tentang apa yang diucapkannya. Sedikit mengorbankan rahasia sahabat ikannya demi dapat nomor sang pujaan hati.
.
.
.
WOOKIE POV
Kuamati teman sebangkuku yang tadi terus diam, selama pelajaran dia tetap diam. Padahal biasanya dia berisiknya saat tengah pelajaran. Dan salut untuknya yang tak menoleh sama sekali saat ulangan fisika tadi. Terakhir kulihat dia hanya mengisi sedikit di lembar jawabnya. Hanya nama, kelas dan tanggal.
.
"Hyukkie, gwaenchana? jangan diam terus kau membuatku takut" tanyaku menggoncang bahunya tetap tak ada respon.
"Dari tadi menyeringai seperti itu. Sadarlah eunhyuk !" ucapku kini menepuk-nepuk pundaknya. Sungguh dia menyeramkan saat tersenyum menyeringai seperti itu.
"Aku sedang membuat rencana" akhirnya dia membuka mulut, tapi seringaiannya tambah lebar.
"Apa?" tanyaku masih tak mengerti.
"Akan kuapakan si ikan itu? ku pepes? ku bakar? ku goreng? atau ku presto?" jawabnya.
Aku hanya bisa mengangguk, sepertinya dia kelaparan tapi wajahnya merah padam menahan marah.
Tapi sejak kapan Hyukkie bisa memasak?
Berkali-kali kulihat dia melirik tempat duduk Donghae dan yesung. Donghae yang sedang menggarungi alam mimpinya, dan Yesung yang sedang...
Memandangku.
Aku tak mengerti setiap aku melihatnya dia sudah melihatku lebih dulu entah sejak kapan.
Namja aneh yang hobi merayu.
Sebenarnya dia tampan sih hanya aku tak suka caranya menatapku. Membuatku ingin jauh-jauh darinya.
.
.
-/-
Kuamati buku-buku yang menjelaskan berbagai rumus aljabar itu bosan. Dari kelas 1 aku paling lemah di matematika makanya aku terus belajar, tapi tetap saja tak begitu mengerti.
Bukan berarti aku dapat nilai jelek, hanya saja aku tak pernah mendapat nilai lebih dari delapan. Sementara Yesung, dia selalu mendapat sepuluh. Yak ! Kenapa aku jadi memikirkan namja itu.
Pandanganku beralih pada benda kecil di atas tasku. Kuayun-ayunkan coklat batangan berbungkus kertas silver di tanganku. Siapa ya yang memasukkan coklat ini ke tas ku?
Sudah berkali-kali soalnya.
Apa mungkin dari Yesung?
Mana mungkin? Yang kutahu dia hanya memberi bunga dan ucapan-ucapan anehnya.
Aissh, kenapa aku memikirkannya lagi.
Tanpa pikir panjang kubuka saja coklat itu dan memakannya, karena aku memang suka coklat.
.
-Sumi chaoreuge kkeutkkaji dallinda kal gateun sirin barami gaseumeul tteryodo-
.
Kuambil ponsel flatku diatas ranjang, kutekan dial warna hijau tanpa kulihat siapa penelponnya karena terlalu malas.
"Yoboseyo" sapaku
'Yoboseyo' jawab suara di seberang sedikit samar
"Ada perlu apa ne?" tanyaku tanpa basa-basi
'Hai' jawab orang itu tak nyambung. sekarang aku baru yakin ini suara seorang namja.
"Nuguya?" tanyaku
'Kau sudah lupa pada suaraku chagi?'
Tut..
Segera kupencet dial merah, jelas saja aku mengenal suara itu.
"Darimana dia dapet nomerku?"
heranku.
.
-Sumi chaoreuge kkeutkkaji dallinda...-
.
Ponselku terus berbunyi, dari nomor yang sama tadi.
Untuk ke-lima kalinya dia menelpon.
Kuangkat juga panggilan namja itu dengan malas.
"Apa?" tanyaku to the point.
'Jangan jutek gitu dong chagi'
timpal suara berat itu.
"Langsung saja deh Yesung" ucapku yang sedikit lelah
'Aku hanya ingin menyempaikan hal penting, makannya aku menelponmu' timpal Yesung
"Oh, mian. Memang hal penting apa?" tanyaku sedikit merasa bersalah tadi bersikap jutek, siapa tahu tujuan namja itu kali ini baik.
'Dengarkan baik-baik ne?' ucapnya.
"Ne" jawabku.
'Aku benar benar mencintaimu. Saranghae'
Tut..tut..tut..
Tiba-tiba telpon diputus secara sepihak, aku masih sedikit cengo.
WOOKIE POV END
.
.
.
"Yesung hyung sudah belum?" tanya seorang namja SMP yang tengah menunggu ponsel yang tadi dipinjam hyungnya malam itu. Namja bernama Kyuhyun itu masih setia mengamati sang hyung yang masih senyum-senyum aneh sambil mengamati ponsel miliknya. Berkali-kali juga hyungnya itu menciumi layar ponselnya.
"Jangan lama-lama hyung, aku juga harus menelpon Minnie noona" tukas namja cilik itu tak rela ponselnya dicium-cium
"Ne ne.. Nanti juga aku ganti pulsanya" jawab hyungnya mengulurkan ponsel sang adik, sedikit sebal karena didesak.
"Makanya beli pulsa dong, cinta tapi ngga modal" nasihat namja kecil itu sebelum pergi meninggalkan kamar kakaknya.
"Maknae sok tau" gerutu namja yang dipanggil hyung tadi.
.
.
"Hyuuungg, ada sms dari nomer yang tadi" teriak suara dari luar kamar itu, lalu pintu kamar terbuka kasar.
Sang hyung yang kaget ikut berdiri menhampiri dongsaengnya.
'Baru tadi bersikap dingin, apa mungkin sekarang dia sudah berubah pikiran' batinnya.
"Mana? Mana?" cecar sang hyung lalu merebut ponsel di tangan adiknya. Buru-buru membuka sms dari sang belahan jiwa.
TOLONG HAPUS NOMERKU
Namja bermata sipit itu terus memperhatikan tulisan kapital yang baru saja dikirim yeoja imutnya
"Ahahahahah.. Kasihan sekali kau hyung" tawa sang adik saat ikut membaca pesan itu dari balik pungung hyungnya.
.
Cttaakk
.
"Appo hyung" sang adik terus mengusap kepalanya yang mendapat jitakan.
"Awas kau menertawakan ku lagi" kata sang kakak masih memperhatikan sms itu. Sang adik masih terkekeh pelan.
'Mana mungkin aku menghapus nomermu, itu tak akan pernah terjadi' batin namja sipit beradik satu itu.
.
"KKKYYYYYAAAAA"
Jduak.
Tiba-tiba terdengar teriakan dan suara benturan keras dari arah dapur.
Kedua kakak-adik itu saling bertatapan sejenak.
"UMMA" teriak mereka kompak lalu berlomba-lomba menuju dapur.
.
.
.
.
TBC
Aduh capek *abis ngelap iler yeppa tadi*
Chapter 2 selese, humornya garing banget.
Gomawo yang udah riview ataupun meninggalkan jejak di chapt sebelumnya. Ini udah dilanjut ^^
Akhir kata riview please
