Chapter 2 – Tangkap!

Discalimer: I don't own Pokemon! Just the story only.

Boy berlari ngos-ngosan dan berhenti tepat di depan sebuah rumah atau lebih tepatnya Lab Pokemon, segera Dia mendekati pintu Lab tersebut. Terlihat sebuah tulisan tertempel di depan pintu.

"Untuk saat ini Lab tutup dulu, karena Prof. Oak lagi liburan di Pulau Sevii, mau nangkep pokemon buat starter cuz stoknya abis, kebanyakan buat sate! Nb: Klo pengen Pokedex tinggal ambil aja tuh di Keranjang sampah." Boy nylinguk dan melihat Podekex ada di keranjang sampah.

"Ih, ada bekas ingusnya.. Terpaksa dah saya ambil."

-BOY received Pokedex from tong sampah-

"Terus di apain nih?" Boy melanjutkan membaca tulisannya.

"Ya terserah Lu, pergi ke sawah kek, nangkep sapi kek, ehh salah pokemon maksudnya!"

"He? "

"Jalan aja lurus ke utara ntar ada sawah! Udah ah, sana pergi!"

"Aneh, nih tulisan spserti bisa bicara yah? Ah, cepetan ke sana aja." Segera Boy berlari menuju sawah yang dimaksud.

-Rute 1-

"Aneh(lagi-lagi), kenapa ada tulisan Rute 1 di atas yah? (A/N: Nyesuain ama game, kalo nglewati rute baru biasanya muncul!) Padahal ini kan sawah?"

"Chu!"

"Eh, apaan tuh?" Boy kaget melihat ada sesuatu yang bergerak-gerak di sawah. "Wah jangan-jangan orang lagi begi—" perkataan Boy terhenti ketika ada..

-Wild pikachu appeared!-

"Uwaah! Tikus!" Boy kaget sambil guling-guling di tanah melihat seekor tikus berwarna kuning, dengan telinga panjang dan ekor kaya keris. "Eh, ini kan Pikachu? Wah berarti beneran nih pokemon. Kalau gitu sekarang tangkap!" Boy berlari menangkap Pikachu.

-Pikachu used Thundershock! - It's super effective!-

"Uwaaaah" Boy sukses menjadi gosong! "Tikus sialan! Awas kamu!" Boy mengambil sesuatu dari tas. "Ini dia racun Tikus!"

-BOY used RACUN TIKUS! – PIKACHU became Poisoned-

"Hahaha rasain!" Boy tertawa girang melihat Pikachu keracunan, membuat hati Pikachu hancur dan sedih.

-Pikachu flew away!-

"Uwaah kabuur! Tunggu Pikachu, saya gak bermaksud menyakitimu :(" Boy mengejar Pikachu.

#Pikachu's POV#

"Kamu jahat abang Boy! Teganya kamu menyakiti hatiku, aku benci!" Aku terus menangis menitikan air ken—eh salah, mata maksudnya.

#Normal POV#

Kejar-kejaran terjadi, kini Pikachu memimpin disusul oleh Boy di urutan belakang, yah kini mereka akan melewati TTB (Tikungan Tajam Berbahaya). Uwaah terlihat Pikachu dengan mulus melewatinya, dan kini giliran Boy dengan kecepatan tinggi melewati tapi –menginjak ranjau— selip dan..

"Ngiikkkk, GUSRAK, ngeeeng, KEDEBUGh!" terjatuh!

"Pikaaaa Pi!"(Rasain tuh PUP gw!)—'ditranslate pakai Po'oke Translate'

"Asem! Saya nginjek ta*i—nya Pikachu!" dengan ini muka Boy pun sukses belepotan. Tapi.. Ternyata Boy masih belum kapok juga, Boy kembali berlari lagi. "Awas kamu pikachu kalau ketangkep saya Rebus hidup-hidup!" teriak Boy sambil ngambil panci dari tasnya. Walah! Tuh tas apa kantong ajibnya DoraTemon yah?

-Kota Viridian-

Pikachu memasuki kota duluan, diikuti dengan Boy yang membawa panci sama kompor + LPG 12 KG. Kejar-kejaran terus berlanjut, tapi tiba-tiba Pikachu berhenti di depan seorang gadis. Gadis tersebut langsung membawa dan memeluk Pikachu.

"Kau gak apa-apa kan?" gadis tersebut bertanya pada Pikachu. "Kau keracunan yah, wah gawat! Sini aku suntik Antidote." Pikachu kelihatan udah pasrah melihat Jarum suntik Antidote dan "Nyees" hilang deh racunnya. "Wah kau udah sembuh!" Gadis itu kegiringan, duh girang maksudnya sambil memeluk Pikachu. "Tapi kenapa kok kau bisa keracunan?" Pikachu lalu menunjuk-nunjuk ke arah Boy yang lagi?

"Weh tunggu Pikachu! Nih airnya udah matang, ayo nyemplung sini!" Boy berteriak sambil membawa kompornya dengan kewalahan.

"Heh! Jadi kau yang ngeracunin Pikachu?" Gadis tadi mendekati Boy sambil marah-marah. Tapi Boy diam saja malah ilernya keluar—iih, hueek— mukanya jadi merah!

-BOY is Confused and Paralyzed!-

Wah gawat nih, Boy kenapa yah?

#Boy's POV#

"Buset dah, nih cewe cuantik+manizz bangeett!" saya seperti melihat bidadari. Gadis yang berada didepan saya ini benar-benar cantik dan manis sekali, saya jadi kepengen sekai nih dipeluk sama dia. "Peluk saya dong sayang :* "

#Normal POV#

Wah ternyata Boy naksir gadis ini, gadis berkacamata ini memang benar-benar cantik dan manis. Dia memakai baju dengan lengan panjang dilengkapi dengan sweater warna pink dan rok panjang warna pink juga, dan tak lupa memakai Jilbab.

"Hah? Jilbab? Emang di dunia Pokemon ada yang pake Jilbab?" Boy kaget langsung berdiri, mendadak Confused dan Paralyzednya hilang. (A/N:" Sebenarnya sih gak ada, tapi ini kan Fic buatan gw! Jadi terserah gw dong!") Boy SHOCK!

-BOY is Confused and Paralyzed! Again!-

"Heh, bangun! Kau nggak mau ngaku yah?" Gadis tadi marah-marah sambil nabokin Boy pakai Panci. "Wah gawat? Kayaknya dia pingsan nih, aduh aku mukulnya kurang kenceng yah?" Gadis tadi nabokin Boy lagi, kali ini pakai Kompor + tidak lupa LPG 12 KG. "Yeaaaaah!" Boy langsung sadar, tapi masih kejang-kejang –Parlyznya masih ada— gadis tadi loncat-loncat. "Ayo pikachu! Thundersock!"

-Pikachu used Thundershock! - It's super-super effective!-

Boy kembali gosong, tapi syukurlah karena serangan tadi Confuse dan Parlyznya hilang.

"Iya, iya saya ngaku deh" Boy duduk dengan pasrah sambil ngeluarin asep gara-gara gosong tadi."Saya terpaksa melakukan semua itu karena, kare—nangis ngikutin gaya disinetron-sinetron—na" Boy langsung guling-guling.

"Karena apa?" Gadis tadi bertanya dengan khawatir takut laki-laki yang lagi guling-guling di depannya itu terkena virus sinetron. "Uwaaah, jangan tulari aku! Hiyaaaa!" mengangkat kompor siap untuk dilempar.

"Ehhh, tunggu dulu saya jawab deh. Ka, kar..Karena saya belum punya pacar, eh salah maksud saya Pokemon" Boy akhirnya memberi tahu alasannya.

"Oh.." Gadis tadi menjawab dengan singkat dan kini Dia tertunduk, Pikachu yang dari tadi bengong segera mendekati Gadis tadi dan memasang muka memelas berharap Dia membalaskan lagi dendamnya kepada Boy. Tapi Gadis tadi masih tetap tertunduk, kemudian berkata. "Kenapa gak bilang dari tadi? Nih ambil!" Gadis tadi memberikan sebuah Poke Ball kepada Boy.

-BOY received Poke Ball from Sweet n' Cute Girl- —Sejak kapan nih namanya jadi Sweet n' Cute Girl?

"Ayo tangkap Pikachunya!" Pikachu langsung SHOCK! Dan langsung kejang-kejang niruin gaya sinetron Boy.

"Eh, kayaknya Pikachu lebih senang sama kamu. Tuh liat dia seneng banget sampe tidur, ehehe" Boy memegangi Pikachu yang lagi shock. "Rawatlah Pikachu dengan baik, saya pergi dulu. Ini Poke Ballnya terima kasih yah." Boy memberikan kembali Poke Ballnya dan berniat untuk pergi, ceritanya Dia menyerah nih, Pikachu langsung sadar.

"Iya, tapi Poke Ballnya buat kamu aja. Nih!" Poke Ball tadi dikembalikan lagi ke Boy. "Oh iya, nama kau siapa? Nama aku Ai.." Boy hanya bisa diam, terlihat Dia lagi gemetaran. "Eh, kenapa? Kau gak mau ngasih tahu yah? Ya udah, maa—" belum sempat Ai melanjutkan omongannya Boy segera menjawab.

"Nama saya Boy, jadi namamu Ai, nama yang Cantik yah." Ai kaget mendengar ucapan Boy, mukanya kini memerah. "Tadi kamu bilang 'Ya udah ma' apa?"

"Ya udah mau pergi dulu.. Ehehe." Ai berbalik mengambil tas Pinknya dan pergi meninggalkan Boy. "Makasih yah Boy!" kemudian berlari bersama Pikachu yang baru saja didapatnya.

"Sama-sama.. Eh, saya juga harus pergi, tapi kemana nih?"

Bersambung…

Wah selesai nih juga nih Chapter 2, kalau ada banyak salah silahkan di Review sesuka hati.