Title : Sunflower – Chapter 2

Author : Anak YeWook

Pairing : YeWook / SiWook(?)

Disclaimer : Yesung milik Ryeowook, Ryeowook milik Yesung. YEWOOK saling memiliki, gak boleh diganggu gugat.

WARNING : YAOI, GaJe, Typo(s) dimana-mana, mohon dimaafkan.

Summary : bunga yang sedang ada dihadapan kita ini adalah simbol kesempurnaan dari pesona. Dan juga perasaan cinta pada pandangan pertama".

DON'T LIKE, DON'T READ

"bunga yang ada dihadapan kita ini adalah simbol kesempurnaan dari pesona. Dan juga perasaan cinta pada pandangan pertama".

.

.

.

.

.

'BLUSH'

Entah apa yang dirasakan Wookie sekarang. Yang jelas, rona merah tampak dipipi mulusnya.

"Apa yang sedang kalian lakukan?"

Sontak kedua namja itu menoleh ke arah Siwon yang baru saja masuk ke toko bunga itu.

"Aku sedang memilih bunga Hyung", jawab Wookie polos.

"Sampai berpegangan tangan seperti itu?",

Merasa jadi biang masalah, namja penjual bunga itu menurunkan tangannya. Siwon mendekat kearah Wookie dan menatap sinis kearah namja penjual bunga itu.

"Apa kau sudah menemukan bunga yang kau suka Wookie?", tanya Siwon dengan lembut.

"Sudah Hyung. Lihat ini, bunga mawar ini cantik sekali kan? warnanya juga bagus",

"Ah iya.. bunga ini cantik sekali, sama seperti mu chagiya", Siwon melingkarkan tangannya dipinggang Wookie dengan mesra.

Wookie menatap Siwon kesal dan menepis tangan Siwon, "Kau pikir aku ini yeoja? Enak saja mengatakan aku cantik!", Wookie kembali menatap namja yang ada didepannnya. "Maaf, aku mau membeli bunga ini. Berapa harganya?",

"Bukankah tadi sudah ku katakan ambil saja. Itu gratis untukmu",

"Tidak bisa begitu, aku harus membayarnya. Bunga ini sangat bagus, pasti harganya mahal. Kalau kau memberikan ini kepadaku begitu saja, nanti kau bisa rugi".

"Aku memang memberikan bunga secara gratis kepada setiap pembeli yang baru pertama kali datang kesini", jawab namja itu dengan datar.

"Bagus sekali kalau begitu. Wookie, lebih baik kau ambil saja semua tanaman bunga yang ada disini. Kau kan baru pertama kali datang kesini, itu artinya kau tidak perlu membayar"

"Hyung, kau ini bikin malu saja. Lebih baik kita pulang sekarang. Hmm.. mianhae, jangan dengarkan omongan dia. Dia hanya bercanda. Dan terima kasih buat bunga nya. Ini benar-benar bagus, lain kali aku pasti akan datang kesini", Wookie membungkukkan badannya ke si penjual bunga, lalu menarik Siwon untuk segera keluar dari tempat itu.

Namja si penjual bunga itu adalah Kim Yesung, bukan hanya penjual tapi dia sekaligus pemilik toko bunga itu. Toko bunga yang diberi nama "SUNFLOWER" tapi anehnya, tidak ada satupun tanaman bunga matahari disana. Hanya sekedar gambar bunga matahari yang terpajang didinding toko bunga itu. Kalian mau tau kenapa tidak ada bunga matahari disana? Kalian bisa mendapat jawabannya lain waktu..

"Baru kali ini ada namja yang datang ke toko bunga ku. Namja manis… Kapan dia akan kembali datang kesini?", ucapnya pelan disertai senyuman.

_Author POV END_

_Ryeowook POV_

Sekarang aku dan siwon hyung sedang dijalan menuju rumahku, walaupun aku masih kesal dengan Siwon hyung dengan sikapnya yang bikin malu tadi, tapi kali ini aku berbaik hati untuk memaafkannya. Aku kembali melihat 1 pot bunga yang sedang ku pangku sekarang. 'mawar ungu,benar-benar cantik'. Melihat bunga ini, aku jadi teringat dengan omongan namja yang ada ditoko tadi kalau tidak salah dia mengatakan 'bunga yang ada dihadapan kita ini adalah simbol kesempurnaan dari pesona. Dan juga perasaan cinta pada pandangan pertama'

Cinta pandangan pertama? Sebenarnya aku tidak percaya dengan 3 kata itu. Tapi yang aku bingungkan sekarang, aku jatuh cinta dengan kecantikan bunga ini atau benar-benar sudah jatuh cinta dengan namja itu? Ah… aku benar-benar bingung.

"Apa yang sedang kau pikirkan?", suara Siwon hyung mengintrupsi lamunanku.

"Aku tidak memikirkan apa-apa".

"Jangan bohong. Kau sedang memikirkan namja si penjual bunga itu kan?"

"Jangan sok tau"

"Tapi kenyataannya aku memang tau yang kau pikirkan. Kau boleh saja memikirkan dia, asalkan kau tidak lupa dengan taruhan kita sewaktu di restoran tadi",

"Taruhan? Taruhan ap.. Ah iya.. aku kalah", kali ini aku menatap frustasi ke bunga yang ada dihadapanku.

"Baguslah kalau kau sudah ingat. Jadi sebaiknya sekarang, kau jangan memikirkan namja lain selain aku. Karna kau sekarang sudah menjadi milikku"

"Tapi…"

"dan aku juga tidak menerima kalimat bantahan. Ryeowook yang ku kenal selalu menepati janjinya.. Sudah sampai",

Mobil Siwon hyung berhenti tepat di depan rumahku. Siwon hyung keluar dari mobil, lalu mengitari mobil untuk membukakan pintu untukku. "Mianhae, hyung tidak bisa mengantarkanmu sampai kedalam",

Aku masih duduk mematung didalam mobilnya, kakiku sekarang seakan kaku untuk digerakkan. Aku merutuki kebodohanku yang tadi menerima taruhan konyol itu. Kenapa aku baru menyadari itu sekarang. Dan lihat sekarang akibatnya, aku kalah, dan itu artinya aku harus menerima Siwon hyung sebagai namjachingu ku?. Kau benar-benar bodoh Kim Ryeowook! Benar-benar bodoh..

"Kenapa tidak keluar? Apa kau ingin menginap dirumahku malam ini, baiklah kalau…

"ANDWAE!", dengan cepat aku memotong ucapannya dan segera keluar dari mobil. "Sana pergi!", bentakku tepat didepannya.

"Kiss bye nya mana?",

"jangan harap!", aku langsung masuk kerumah dan segera menuju rumah kacaku. Meletakkan pot bunga yang sedari tadi ku genggam di atas rumput hijau yang membentang di dalam rumah kacaku.

"Bunga cantik, sekarang ini adalah tempat tinggal barumu. Aku harap kau suka, aku pasti akan merawatmu dengan sungguh-sungguh, percayalah padaku. Kau perlu bukti? Lihatlah disekitarmu, bukankah mereka tumbuh dengan baik. Yasudah… Aku tinggal dulu, Besok aku akan datang lagi kesini.. OK!"

Aku kemudian masuk ke kamar. Ku buka jas dan dasiku, kemudian melepas 1 kancing kemeja bagian atas untuk menghilangkan gerah. Jika sudah gerah seperti ini, Mandi adalah tujuanku selanjutnya.

`bagian mandi di sensor sama lembaga anti yadong`:p

Selesai mandi aku langsung merebahkan tubuhku diatas kasur. Rasa kantuk kembali menghampiriku, padahal ini baru jam 7 malam. Kupandangi langit-langit kamarku, pikiranku kembali ke namja si penjual bunga itu. Entah kenapa saat melihatnya tadi jantungku serasa diguncang, wajahnya benar-benar enak dipandang, suaranya juga enak didengar. "Apa yang sudah terjadi denganku? Apa jangan-jangan aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya? Sama seperti arti bunga mawar ungu itu?. Aissh.. Kenapa bisa seperti ini? Kim Ryeowook bukannya kau menghindari hubungan sesama namja? Cukup orang tuaku saja yang namja, aku harus berbeda dari mereka berdua!" aku mengacak rambutku dengan frustasi. Ku tutup semua tubuhku dengan selimut, mencoba tidur dengan nyaman.

Ddrrrrtt Drrrrttt

"astaga… mengganggu saja", tangan ku meraba-raba kasur untuk mencari ponselku. Langsung ku tekan tombol hijau saat menemukannya.

"Yeoboseo?"

"wookie-ah ini Appa"

aku langsung terduduk ditempat tidurku begitu mendengar suara Appa. "Appa! Syukurlah kau menelponku, hanya kau satu-satunya yang bisa menolongku dari rencana gila Siwon hyung",

"maksudmu tentang hubungan kalian? Yang pertunangan itu?"

"Ya benar, tapi jangan sebut-sebut kata pertunangan. Kepala ku langsung sakit, Appa"

'Apa aku katakan saja yah kalau aku sedang jatuh cinta dengan namja seorang penjual bunga?', gumamku dalam hati.

"Kalau masalah itu, Appa tidak bisa membantumu"

"Mwo? Tentu saja bisa Appa. Appa tinggal mengatakan pada Eomma agar rencana konyol itu dibatalkan saja. Karna aku tidak suka Siwon hyung, dia itu namja. Kalau aku menjadi miliknya berarti aku menjadi Uke, dan aku tidak mau hamil.. Ugh… membayangkannya saja sudah membuatku merinding. Aku tidak mau…"

"Tapi Chagiya. Kalau kau tidak mau, keluarga Siwon akan membatalkan penggabungan perusahaan itu. Dan kau tau, kalau itu terjadi maka perusahaan kita hancur. Kita tidak akan punya apa-apa lagi".

"Sudah aku duga akan begini ceritanya. Kenapa kalian tega melakukan ini padaku Appa, kalian sudah menghancurkan masa depan anak kalian sendiri. Atau jangan-jangan aku ini bukan anak kandung kalian, makanya kalian tega melakukan ini padaku"

"Ssst.. kau ini bicara apa?. Masa depan mu tidak akan hancur wookie-ah. Jika dengan Siwon, semua kebutuhan hidupmu akan terjamin, kau bisa memiliki apa yang kau inginkan. Masalah cinta, lama-lama kau juga akan merasakannya. Dulu Appa juga begitu saat dijodohkan dengan Eomma mu. Jadi kau tidak perlu khawatir. Ini tidak akan sesulit yang kau kira"

Tuts

Aku menyerah. Aku langsung menekan tombol merah. Kalau sudah begitu, tak ada gunanya lagi aku berdebat dengan Appa. Sekarang aku hanya bisa pasrah dan menunggu keajaiban. Itu pun jika ada..

"Huweee… Cinta pertamaku bagaikan kasih tak sampai. Apa aku harus mencari bunga dengan arti kasih tak sampai? Pasti bunga nya jelek sama seperti artinya", aku kembali masuk kedalam selimut, berharap malam ini bisa tidur dengan nyenyak.

_Ryeowook POV_

`Skip Time`

_Author POV_

Seperti pagi yang sebelumnya, pagi yang cerah dan mendukung untuk melakukan berbagai aktifitas diluar rumah. Tapi tidak untuk namja mungil itu, padahal matahari sudah mengeluarkan sinarnya, tapi dia masih saja lengket diatas kasur.

"Tuan muda, sudah pagi. Anda harus segera pergi kekantor", ucap seorang yeoja yang merupakan pelayan dirumah Wookie.

Wookie bangun dan langsung menatap mistis kearah pelayan itu. "Kenapa kau masuk kekamar ku seenaknya heoh? Dasar tidak sopan!", bentak Wookie.

"Mianhamnida Tuan. Tadi saya sudah mengetuk pintu beberapa kali, tapi tidak ada sahutan. Jadi saya terpaksa masuk untuk membangunkan Tuan",

"Alasan! Keluar sekarang juga atau kau ku pecat!"

"b.. baik Tuan. Tapi Anda harus pergi ke kantor sekarang. Kalau tidak Tuan muda Siwon akan menjemput Anda",

"Jangan sok tau!"

"Saya berkata benar Tuan. Tadi Tuan muda Siwon menelpon kesini dan mengatakan seperti itu. Permisi Tuan", pelayan itu membungkukkan badannya kemudian beranjak keluar dari kamar Wookie.

"Seenak nya saja dia mengatur-ngatur hidupku! Kalau aku tidak mau ke kantor memangnya kenapa?",

tiba-tiba muncul bayangan Siwon yang sedang berdiri dikamar Wookie, 'kalau kau tidak mau kekantor, tentu saja kau harus mengucapkan salam perpisahan kepada Taman bungamu itu Wookie! Hahahahaha'

"pergi!", Wookie melempar bantalnya ke arah bayangan Siwon yang sedang menertawakannya, bayangan itu pun menghilang dalam sekejap.

"Aku rasa aku sudah gila", Wookie menggelengkan kepalanya, lalu segera menuju kamar mandi.

Itulah kelemahan Wookie, dia tidak ingin taman bunga nya berada dalam bahaya. Jadi, sebelum Siwon akan beneran akan mengancamnya lagi, lebih baik Wookie memilih untuk pergi ke kantor asalkan Bunga-bunga yang dirawatnya selama ini dalam keadaan baik-baik saja.

Sampainya dikantor, Wookie disambut oleh sekretarisnya.

"Tuan, hari ini kita ada rapat dengan rekan bisnis. Anda sudah ditunggu diruang rapat"

"Ah.. itu pasti membosankan sekali. Apa aku harus menghadiri rapat itu?",

"tentu saja Tuan",

Dengan langkah yang berat, Wookie menuju ruang rapat.

"Maaf, aku terlambat", ucap Wookie santai saat dia memasuki ruangan. Semua yang ada didalam ruangan itu menatap Wookie yang baru masuk secara bersamaan.

"Kenapa melihatku begitu? Aku tidak terlambatkan? Kalian saja yang datangnya terlalu cepat!", Wookie menempati 1 bangku kosong di ruangan itu dan duduk dengan santai.

Siwon menggelengkan kepalanya dengan tingkah Wookie. "Baiklah, kita bisa mulai rapatnya sekarang", ucap Siwon memecah keheningan. Sedangkan Wookie hanya memutar-mutar kan bolpoinnya.

Baru 10 menit rapat dimulai, Wookie sudah terlihat bosan. Sudah berulang kali dia menguap dan berusaha menahan matanya agar tetap terbuka.

"rapat kita lanjutkan setelah jam makan siang. Semuanya bisa kembali keruangan masing-masing. Kecuali anda Tuan Kim Ryeowook",

Semua yang menghadiri rapat itu pun segera keluar dari ruangan itu, kecuali Wookie dan Siwon tentunya.

"Wookie-ah, tak bisakah kau bersikap profesional, tunjukkan kalau kau pemimpin diperusahaan ini. Mengertilah Wookie-ah"

"Kau yang seharusnya mengerti aku Hyung! Kau tau kan kalau aku tidak suka ikut campur masalah perusahaan. Aku mempercayakan semua kepadamu Hyung, aku tau kau akan melakukan yang terbaik buat perusahaan kita. Tapi kau selalu saja memaksaku untuk datang ke sini, kalau aku tidak mau kau pasti akan mengancamku! Apa kau tidak sadar, kalau kau itu benar-benar menyebalkan. Aku membencimu Hyung!", Wookie keluar dari ruangan itu dan membanting pintu dengan cukup keras.

"Karna, kalau kau tidak datang kesini, aku tidak bisa melakukan semuanya Wookie", siwon menatap prihatin pintu yang tadi dibanting Wookie *kalok ada yang percaya.

Sementara itu, Wookie pun memanfaatkan kesempatan langka ini untuk pergi dan tidak mengikuti rapat yang tadi ditunda secara sepihak oleh Siwon.

"Baguslah Siwon hyung menunda rapatnya. Jadi aku bisa terbebas dari ruangan angker itu. Bagaimana caranya mereka bisa bertahan didalam ruangan yang sekaku itu. Sudahlah, lebih baik sekarang aku pergi ke toko bunga yang kemarin aku datangi. Aku penasaran dengan namja itu. Hehehe", Wookie yang sudah berada didalam mobilnya segera menjalankan mobilnya keluar dari area perusahaan dan langsung menuju tempat tujuannya.

_Author POV END_

_Yesung POV_

Aku kembali melanjutkan acara jalan kaki ku menuju tempat tinggalku sekaligus toko bungaku. Aku baru selesai berbelanja keperluanku sehari-hari di mini market yang tak jauh dari tempat tinggalku. Sebenarnya, menjadi penjual bunga bukan pilihanku. Tapi aku harus tetap melakukannya, karna ini semua adalah permintaan terakhir eommaku yang meninggal 2 tahun yang lalu. Padahal aku ingin sekali bekerja dikantor besar. Itu pasti lebih keren dibandingkan dengan penjual bunga.

Sambil meratapi nasibku(?), aku menendang-nendang batu kecil yang mengganggu jalanku. Mungkin ini bisa menghilangkan kegalauanku.

Setelah berjalan berpuluh-puluh kilometer *yesung bohong*, akhirnya aku hampir tiba dirumah.

Tapi ada yang aneh, kenapa didepan toko bungaku ada mobil?

Sepertinya ada pembeli, tapi sudah jelas-jelas didepan pintu ada tulisan 'CLOSE'. Untuk apa orang itu masih ada disana? Apa dia tidak bisa membaca?

Ku percepat langkahku untuk segera mengetahui siapa orang itu.

"menerima panggilan perbaikan taman? Apa maksudnya?", ku dengar namja yang sedang membelakangiku sekarang ini sedang membaca banner yang terpajang dipintu masuk.

"maksudnya, kalau kau tak sanggup mengurus tamanmu yang berantakan, kau bisa menghubungiku untuk membenahi tamanmu itu", jawabku yang masih setia berdiri dibelakangnya.

"Benarkah? Tapi sayang sekali, tamanku sangat indah dan tidak ada yang perlu dibenahi. Jadinya, aku tidak bisa menyuruhmu untuk…", orang itu membalikkan badannya. Dan sepertinya dia terkejut saat melihatku, "Maaf jika sudah membuatmu terkejut. Tapi, apa yang kau lakukan disini?".

"a.. aku.. tentu saja mau membeli bunga",

"kalau tidak salah, kau namja yang kemarin menyukai mawar ungu kan?", tanyaku sambil tersenyum.

"Ne..", namja itu menundukkan wajahnya sambil tersenyum. Kenapa dia? Apa wajahku lucu?

"Tapi maaf sebelumnya. Toko bungaku bukanya sekitar 2 jam lagi. Jadi kau bisa datang lagi nanti",

"Tidak bisakah kau membiarkan aku masuk lebih dulu? Jarak dari rumah ku kesini sangat jauh. Akan sangat melelahkan jika aku harus bolak-balik", namja itu memasang wajah memelasnya, lalu apa yang harus ku lakukan sekarang?

"Ta.. tapi…", jawabku ragu

"Kau mau membuat sarapan yah? Begini saja, kalau kau mengijinkan aku masuk, aku akan membuatkan sarapan untukmu. Aku berani jamin, kau akan ketagihan dengan masakanku. Ayolah..", namja itu mengambil kantung plastik yang sedari tadi ku genggam. Dan menatap ku seakan berkata cepat-buka-pintunya.

"baiklah..", jawabku pasrah sambil membuka pintu.

"silahkan masuk", ucapku sambil menyuruhnya masuk. "Kau sungguh tinggal ditoko bunga ini?",

"Tentu saja tidak. Disini bukan hanya ada toko bunga. Tapi juga ruangan lainnya. Ikut aku…", aku menarik tangannya, lalu beranjak menuju pintu lainnya yang ada ditoko bungaku. Pintu yang menghubungkan toko bunga ku dengan ruang pribadiku.

"dapurnya ada disebelah sana. Tapi, apa kau serius akan membuatkan ku sarapan?", dari wajahnya aku bisa yakin kalau dia bisa memasak. Tapi kalau dari pakaiannya aku sama sekali tidak yakin. Sepertinya dia dari kalangan atas.

"tentu saja aku serius. Percayakan padaku! Kau tidak perlu merasa tidak enak seperti itu",

"Yasudah kalau begitu. Silahkan..",

"Tapi aku tidak bisa memasak kalau kau terus menggenggam tanganku seperti ini",

Aku langsung melepaskan tanganku dan berusaha bersikap wajar. Aku rasa, ada yang salah dengan diriku.. kenapa aku tidak menyadari kalau aku terus menggenggam tangannya. Aneh…

"Kau tunggu saja. Aku memasaknya tidak akan lama kok", aku mengangguk pelan. Dan dia pun menuju dapurku,

"Bagaimana kalau aku membantumu?", pintaku yang menyusulnya kearah dapur.

"Tidak usah. Kau duduk saja disitu sambil menunggu. OK", aku pun menuruti perkataannya, aku duduk dikursi meja makan yang ada didapur. Tunggu dulu, kenapa sedari tadi aku menuruti semua perkataan namja ini? Apa dia punya ilmu hipnotis?

Aku menatap dirinya yang sekarang sudah sibuk didapur. Dibuka nya kantong plastik yang tadi ku bawa, dilihatnya apa saja yang tadi ku beli. Beberapa saat kemudian dia menjentikkan jarinya, sepertinya dia sudah menemukan ide untuk makanan yang akan dibuatnya.

"Kalau boleh tau, siapa namja yang datang bersamamu kemarin? Apa dia namjachingumu?", aku menepuk-menepuk jidatku saat menyadari pertanyaanku yang terlalu bersifat privasi. Dia pasti akan menganggap aku orang aneh yang suka mencampuri urusan orang lain.

"Dia itu sahabatku, tapi juga sudah ku anggap sebagai hyungku sendiri. Sudahlah, jangan bicarakan dia. Nanti masakanku rasanya akan menjadi hambar".

Aku sedikit terkekeh pelan mendengar penjelasannnya. Sepertinya, hubungannya dengan namja itu sedikit tidak 'harmonis'. Aku merasakan sedikit perasaan lega dihatiku, entah apa yang sebenarnya kurasakan saat ini.

5 menit

10 menit

15 menit!

"Sarapan sudah siaaaap!", ucapnya cukup keras, membuat suasana dapurku tampak berbeda dengan biasanya. "Ini sarapan special untukmu. Semoga kau suka".

Ku lihat hasil masakannya yang sekarang ada dihadapanku, sepiring nasi goreng dengan telur mata sapi, dan juga beberapa potong sosis. "Mianhae, aku hanya bisa memasakanmu itu saja. Habisnya, hanya itu saja yang bisa ku buat dari belanjaan yang kau beli tadi".

"Gwaenchana. Aku suka nasi goreng, aku pasti akan menghabiskannya",

"itu harus. Aku juga sudah membuatkanmu susu. Sekarang, ayo cepat makan..", aku kembali menuruti perkataannya. Menikmati nasi goreng buatan namja yang sekarang duduk diseberangku. Aku tak menyangka, nasi goreng yang ku makan ini adalah nasi goreng yang paling enak yang pernah aku rasakan didunia ini *jangan lebay bang*

Entah karna lapar atau makanannya yang memang enak, tidak terasa nasi goreng buatan namja itu sudah habis tanpa sisa. "Hwa.. kau menghabiskan nasi goreng yang ku buat? Itu artinya kau menyukainya kan?",

Aku tersenyum malu dan mengangguk. "Gomawo. Nasi goreng mu enak sekali", aku menunjukkan kedua jempolku. Senyumnya semakin mengembang, manis sekali.

"Oh iya.. Kita belum kenalan. Perkenalkan, Na neun Kim Ryeowook imnida. Kau bisa memanggilku Wookie".

_Yesung POV END_

_Author POV_

"Na neun Kim Yesung imnida", Yesung mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Wookie.

"Hwa… kita sama-sama bermarga Kim. Dan namamu sangat bagus sekali", yesung hanya membalasnya dengan senyuman. "Umurmu berapa?", tanya Wookie dengan antusias.

"24", jawab Yesung singkat.

"Benarkah? Itu artinya aku harus memanggil mu hyung. Umurku 21 tahun sekarang. Aku boleh memanggil mu hyung kan?",

"Terserah kau saja", jawab Yesung dengan cuek. "Hyung. Kau… tidak suka denganku yah? Kenapa kau bersikap seperti itu padaku? Kalau kau tidak suka aku masuk ke tempat tinggalmu kenapa tidak katakan daritadi? ", kedua mata Wookie mulai berkaca-kaca, dan itu membuat Yesung mulai panik.

"Kau jangan salah paham".

"Sudahlah, katakan saja sejujurnya. Padahalkan aku hanya ingin akrab denganmu, tapi kau malah bersikap dingin kepadaku! Apa salahku sampai kau tidak menyukaiku Hyung?",

"Siapa bilang aku tidak menyukaimu. Tenanglah Wookie-ah, jangan bikin aku jadi merasa bersalah",

"Benarkah kau tidak membenciku?", Wookie mengedip-edipkan kedua matanya. "Tentu saja tidak.. Jadi, jangan bersedih lagi ne?"

Wookie mengangguk dan kembali tersenyum. "Hyung, bisa tidak hari ini kau datang kerumahku? Aku ingin kau melihat taman bungaku yang ada didalam rumah kaca", bujuk Wookie yang sudah kembali ceria.

"hanya untuk melihat?"

"Tentu saja tidak. Aku ingin kau membenahi tamanku",

"Bukankah tadi kau bilang, tamanmu tidak perlu dibenahi?"

"Itukan menurut pendapatku. Ayolah hyungjebal"

"Baiklah. Tapi aku tidak punya banyak waktu, karna aku juga harus membuka toko bungaku",

"Ne…", Wookie tampak gembira karna bisa mengajak Yesung kerumahnya dengan alasan untuk membenahi taman.

Takut jika nantinya Yesung berubah pikiran, Wookie langsung mengajak Yesung untuk segera pergi. Yesung pun hanya bisa menurut saja.

Setelah sampai dirumah Wookie, Yesung sedikit terkejut. Bukan karna rumah Wookie yang mewah, tapi karna JARAK. "Bukankah tadi kau bilang, jarak rumahmu dengan toko bunga ku itu jauh?"

Wookie menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya, "benarkah tadi aku berkata seperti itu? Sudahlah.. tidak penting. Kita sekarang langsung ke rumah kacaku saja Hyung. Kajja" Yesung benar-benar bingung dengan tingkah wookie.

"Hyung.. bagaimana taman bungaku? Bagus tidak?", tanya Wookie saat mereka sudah sampai didalam rumah kaca. "Bagus. Tapi memang sepertinya taman mu ini butuh dibenahi", jawab Yesung dengan serius sambil memperhatikan setiap bunga yang ada disana.

"Benarkah? Apa yang salah Hyung?"

Yesung mendekat ke salah satu tanaman mawar merah yang ada didalam pot bunga berwarna hitam.

"Lihat ini. Apa pagi tadi sudah kau siram?", Wookie menggeleng sambil mempoutkan bibirnya.

Yesung menghela nafas,"Bunga mawar itu, harus disiram setiap hari secara teratur. Kalau pagi hari, kau hanya perlu menyiram bagian tanahnya saja sampai menyerap kedalam. Jika pada sore hari, kau hanya perlu menyiram daunnya saja. Tapi, jika umur tanaman ini sudah lebih dari 2 bulan, kau tidak perlu sering-sering menyiraminya", Wookie mengangguk-angguk mendengar penjelasan dari Yesung.

"Jika sudah berbunga seperti ini. Kau harus memangkas dahan-dahan yang sudah kering. Tujuannya agar tanaman ini sering berbunga didahan yang akan tumbuh. Dan jangan lupa, beri pupuk organik setiap bulan. Kau mengerti?", jelas Yesung panjang lebar

"Hwa! Hyung, Kau benar-benar sangat ahli dibidang ini. Aku benar-benar beruntung bisa mengenalmu!", Wookie menatap kagum Yesung yang bagaikan pahlawan bagi bunga-bunganya.

"KAU? APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?",

"Siwon hyung? Kau mengagetkanku..",

"Hey kau! Jawab pertanyaanku!", Siwon yang berdiri diambang pintu menunjuk tajam kearah Yesung dengan jari telunjuknya.

"Siwon hyung, aku yang mengajaknya kemari", bela Wookie

"Benarkah? Yasudah, aku tidak peduli. Wookie, ayo cepat kembali ke kantor sekarang juga", paksa Siwon.

"Aku tidak mau hyung! Berhentilah memaksaku seperti itu, kau membuatku muak Hyung!", Mata Wookie pun tak kalah tajamnya saat memarahi Siwon. "Yesung hyung, bantu aku. Aku tidak ingin pergi dengannya", ucap Wookie ke Yesung sedikit berbisik.

"aku tidak mau ikut campur urusan orang lain", jawab Yesung dengan ekpresi datar.

Karna merasa diabaikan, Siwon menarik tangan Wookie untuk segera keluar dari tempat yang menurutnya tidak penting itu.

"hyung.. Lepaskan tanganku! Jangan berlebihan seperti ini!", Wookie mencoba melepas genggaman tangan Siwon dilengannya, tapi tentu saja tidak bisa. Sebelum benar-benar keluar, Wookie menoleh ke Yesung dengan tatapan memohon, tapi Yesung hanya diam saja melihat drama yang terjadi didepannya.

"Siwon hyung! kau menyakiti lenganku! Lepaskan!",

"Berhenti menyakitinya!",

Wookie dan Siwon menoleh kebelakang secara kebersamaan. Siwon melepas genggaman tangan kekarnya dilengan mungil Wookie.

"Oh.. ternyata ada yang ingin menjadi pahlawan.. pahlawan kesiangan kah?" tanya siwon dengan nada meremehkan.

"Tadinya aku tidak ingin campur urusan kalian, karna aku disini hanya seorang tukang kebun. Tapi, aku tidak bisa diam saja jika melihatmu menyakit seorang Yeoja!".

Wookie langsung membulatkan matanya,"Aku Namja, yesung hyung!",

"Ah Maaf. Maksudku namja lemah seperti Wookie", yesung mengintrupsi ucapannya. "Karna tadi kau sudah menyakitinya, aku punya hadiah untukmu. Rasakan ini!", secara spontan Yesung langsung memukul wajah Siwon. (DON'T TRY THIS, OK)

Yesung menyunggingakan sudut bibirnya saat melihat Siwon kesakitan. Sedangkan Wookie bertepuk tangan kecil-kecilan(?).

"Kau! Berani kepadaku?", tak mau kalah, kali ini gantian Siwon yang menonjok wajah Yesung. Parahnya, Yesung sampai tersungkur ketanah. Dan Sudut bibir Yesung mengeluarkan darah.

"Hentikan!", Wookie yang tak rela Yesung kalah dari Siwon, lebih memilih untuk melerai ke dua namja itu. "Tunggu pembalasanku. Ini belum apa-apa!", Siwon yang sudah tidak peduli dengan tujuannya datang kerumah Wookie, langsung pergi meninggalkan Wookie dan Yesung.

"Hyung, Neo gwaenchanayeo?" Wookie pun berjongkok untuk melihat keadaan Yesung

"Gwaenchana…", jawab Yesung sambil berusaha untuk tersenyum.

_Author POV END_

_Siwon POV_

Aku melajukan mobilku sekencang-kencangnya setelah keluar dari rumah Wookie. Aku benar-benar tidak menduga jika kejadiannya akan seperti ini. Benar-benar tidak tau diri si tukang kebun itu, berani sekali dia kepadaku.

Sepertinya dia belum siapa aku. Baiklah, dia yang memulai duluan. Akan ku habisi dia dengan caraku.

Tanpa basa-basi aku langsung menghubungi seseorang. "Aku ada tugas baru untukmu. Temui aku ditempat biasa…". Permainan dimulai!

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung yah…

Bwakakakaka.. Lagi pada baca script Sinetron yah? *Plaaak

Maafkanlah Author gila satu ini. Masih adakah yang tertarik menunggu kelanjutannya? (Readers : Males ahh…)

Yasudah gak papa… emang udah nasib jadi Author gagal.

Dan maaf buat Siwonest, bukan maksud membuat image Siwon jelek. Tapi, ada saatnya dimana Siwon akan menjadi pahlawan di FF ini..

Gomawo yang udah Review FF abal nya Author di chapter 1 kemarin! ,, *peluk satu-satu

Hayoo mau kemana? Review dulu baru pergi, gak sopan deh! #plaaak