Welcoome ^^

Selamat jumpa di fanfic ane …. Ini adalah chapter ke-2 dari fanfic pertama ane dengan judul yang sama .. Enjoy yaaa

Takut lupa, ane ingetin lagi aje yee last story yang maren … :D

Sebelumnya di WHO'S THE PARENTS OF THE BIGGEST STAR? #Chapter 1

Saat Len dan teman-temannya hendak ingin mengamen, ia melihat ibunya, Luka, hendak menyebrang. Namun dari arah timur datang truk besar yang melaju kencang.

"Ibuuuuuuu~!", teriak Len dari bibir kecilnya dari seberang.

Len beserta kawan-kawan tampak panik dan berhamburan ingin menyingkirkan Luka dari truk maut tersebut.

"Ibu, awas ada truuuuk!", teriak Len dan teman-temannya, tapi sepertinya Luka mengacuhkannya.

WHO'S THE PARENTS OF THE BIGGEST STAR?

#CHAPTER 2

========BY : VOCALOIDERS FC========

Namun naas kecelakaan itu tidak bisa terhindarkan. Rem truk tersebut ternyata blong, dan akhirnya menabrak Luka dan pagar pembatas jalanan. Sopir truk dan Luka pun terlempar sejauh 200 meter dan tewas di tempat. Kepalanya terjadi pendarahan hebat sehingga tidak dapat tertolong lagi. Len pun menangis histeris melihat keadaan ibunya yang mengenaskan. Ia terus mengucap 'ibu' di hadapan jasad Luka yang berlumur darah segar.

Sorenya, Luka dimakamkan di TPU setempat. Saat mendiang Luka sedang dimasukkan ke dalam kubur, Len tak kuasa menahan tangisnya. Ia terus memanggil 'ibu' sambil menangis merintih-rintih merasakan duka yang mendalam karena kehilangan ibu yang dicintainya. Teman-teman Len pun mencoba menenangkan hatinya yang sedang galau.

"Len, jangan menangis terus..", bujuk Gumi. "Kalau kamu terus nangis kaya gini, bagaimana ibumu bisa tenang di alam sana ? Len mau kan kalau mamamu senang ?"

"Mau, tapi Len masih mau lihat ibu.. Aku belum siap hidup tanpa diaa...", sahut Len dengan air matanya yang berlinang.

"Tenang, kan ada kita-kita yang bakal nemenin Len, kok!", sahut Gakupo.

Tangisan Len pun mulai mereda, ia mulai mengikhlaskan kepergian ibunya dan terus memanjatkan doa agar ibunya tenang di akhirat.

9 tahun sudah ia hidup di jalanan tanpa adanya figur seorang ibu di sisinya. Kini Len sudah berumur 14 tahun, ia tumbuh menjadi ABG yang akan tumbuh dewasa.

Suatu hari, Len mengamen di sebuah bis kota. Ia mulai menyanyikan sebuah lagu yang cukup populer saat itu. Penumpang bis pun terhibur dengan lagu yang dibawakannya.

Saat ia sedang menjulurkan sebuah bungkusan permen *minta duit maksudnya*, tiba-tiba seorang wanita berambut ungu yang duduk di dekat pintu belakang bis mengeluarkan sebuah majalah remaja ibukota dan diberikan kepadanya. *intro : Yuzuki Yukari*

"Apa? Buat apa majalah ini, nyonya?", tanya Len. "Tapi sepertinya kalau dijual di loak pasti laku nih…." *nyengir*

"Hey, apa maksudmu dijual?", sahut Yukari. "Di halaman tengah di majalah itu ada formulir pendaftaran untuk audisi pencarian bakat…"

"Apa? Audisi pencarian bakat?", gumam Len dalam hati. "Memangnya suaraku sehebat Big-Al atau Miriam yang melengking itu yah?"

*Len dalam posisi galau…. o.O" *

"Ngrrh, kayaknya saya nggak minat deh, nyonya…", ujar Len dengan nada yang merendah. "Suara saya terlalu bagus kalau dibandingkan suara para finalis yang pernah ikut acara itu..?" *pedeee*

*Yukari sweat drop*

"Sudahlah, apa susahnya mencoba dulu?", rayu Yukari. "Masalah masuk nggak nya mah ntar aja itu!"

"Ngrrh.. Tapi, nyonya..?", teriak Len memanggil Yukari yang langsung meninggalkan Len.

Len sepertinya agak meragukan ajakan Yukari yang terlihat mencurigakan..

"Orang tadi sepertinya agak aneh, hmm.. apa jangan-jangan diaa? Eh tapi…", gumam Len ga jelas. *hanya dia dan tuhan yang tau* sweat drop

Len penasaran dengan majalah yang diberikan Yukari tadi. Ia duduk di tangga pintu bis belakang dan mulai membuka lembar demi lembar majalah

" ..Dicari calon bintang remaja harapan bangsa… Hmm… &^%%$%#$ #", gumam Len sambil membaca isi formulir tersebut per kata. "Kayaknya bener deh apa orang itu.. Apa salahnya mencoba peruntungan?", gumam Len yang sedang galau.

Saat berhenti di lampu merah, Len segera turun dari bis. Ia langsung menuju 'markas' ia dan teman-teman seperjuangannya, tapi nampaknya tempat itu masih sepi.

"(menoleh ke kanan dan kiri jalan) Owalaah.. Kayaknya mereka betah banget nguli yaa? Jam segini pun mereka tak nampak? huuuff..", gumam Len kelelahan.

Sambil menunggu yang lain, ia kembali menyempatkan waktunya untuk membaca majalah itu. Sepertinya ia mulai suka membaca majalah, terutama majalah kostum wanita.. *Author pingsan di tempat*

*kembali ke topik*

Len masih galau sengau ga lah yauu… *apaatau*, awalnya Len tetap kukuh pada keputusan pertamanya. Tapi sepertinya formulir it uterus membisikkan sesuatu ke telinga Len, menggoda, menghipnotis dan sepermasyarakatannya deh…!

"Ahhh… Majalah itu membuat galau ga jelas gini!", gumam Len kesal. "Kalau bukan karena bujukan orang tadi, sudah ku jual kau ke tukang loak!"

Tiba-tiba, sekawanan orang datang menghampiri Len dari belakang….. Berjalan perlahan…. Dan…..

"Doooooorrr…!", teriak Gakupo, Miku dan Gumi yang sukses mengagetkan Len yang lagi galau.

"Hahhh….! Makhluk! Apa yang kau lakukan padaku?", teriak Len yang masih shock. "Nggak tau ada orang galau apa yak?"

"Hah.., apa? Seorang master Len galaaaauu?", gumam Miku herman.. #ehh typo (baca : heran)

"Tumben banget siang bolong gini si pirang banana lovers galau… hahahaa!", sahut Gakupo. "Emangnya kau kenapa, rang? Anak kecil kok udah ngerti galau?"

"Jangaan panggil aku ANAK KECIILLL! Dasar terong…!", bentak Len dengan scared face nya yang nyaris melempar wajah Gakupo dengan gitar yang ia pegang. *Author copot sendal, kabooooorr..!*

"Ngrr… Oke Len-kun.. Lupakan si gondrong ga penting itu…! Sekarang apa masalahmu?", tanya Gumi dengan wajah sok manisnya. *Gakupo jleb*

"Hmm..Tadi ada seorang penumpang yang ngasih majalah ini ke aku, ada formulir untuk mengikuti audisi menyanyi.. Ia menyuruhku untuk mengikuti audisi tersebut!", jawab Len.

"Apa? B… Benarkah? Coba lihat sini majalahnya!" sahut Miku kaget.

Miku, Gumi dan Gakupo penasaran dengan apa yang dikatakan Len barusan. Mereka membaca sendiri majalah itu, dan…..

"Len-kun! kamu nggak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini, looh ! Kamu pasti masuk audisi itu kok, kan kamu punya suara yang amat sangat bagus.. Kita semua yakin kalau kamu bisa!", bujuk Gumi semangat.

"Ehh, kenapa kalian cepat ambil keputusan?", tanya Len.

"Len-kun, kami dari De BandOt dan persatuan pengamen seluruh kasablanke juga udah mengakui kualitas suaramu!"

Hmm.. Tapi…?", gumam Len dengan wajah shota nya yang cukup linglung.

TO BE CONTINUE ..

"….Apakah Len akan mengikuti ajakan Yukari dan kawan-kawannya untuk ikut audisi?

.Atau majalah itu benar-benar akan Len loakin?"

*mending majalahnya buat author aja dahh… #plak*

Yoo wess lah… tunggu chapter selanjutnya yaa.. *tunggu aja, tau dah ampe kapan.. wkwkwk* ^^v

sampai jumpa di chapter selanjutnya yaaw~

RnR please … ojo lali yo!