The Grim Reaper and Reincarnation
Katekyo Hitman Reborn © Amano Akira
Pair : D18
Warnings: AU, OCC, Gaje, Aneh, Alur kecepatan, Shounen-ai, Typo, Membingungkan, Susah di cerna otak maupun pencernaan(?) jika anda membaca fic ini sambil makan, Dll.
+++~ Please Enjoy For Reading ~+++
" Sialan! Bulan ini target jiwanya banyak banget." Umpat Hibari sambil memandang kertas yang di pegangnya. ' Target bulan ini 100 jiwa. Dan aku hanya punya 99. Tinggal satu lagi.' Hitung Hibari dalam hati. " Jika target bulan ini tidak kamu cukupi. Aku akan mengirimmu ke neraka." Kata-kata Alaude tergiang-giang di kepala Hibari. Hibari bergidik mengingat ekspresi wajah Alaude saat mengatakan kata-kata itu. ' Dino.. Aku akan mengambil jiwamu. Apapun keadaannya aku akan tetap mengambil jiwamu.' Hibari beranjak dari atas tiang listrik dan mulai terbang turun. ' Sawada Tsunayoshi sedang mengurus herbivora lain yang akan mati. Mungkin tak apa aku membantunya mengumpulkan jiwa, untuk melengkapi yang kurang.' Hibari berjalan-terbang dengan gontai tanpa melihat ke depan.
" Kenapa kamu bermuka murung? Kamu ingin aku memberikan kata-kata yang membuatmu bahagia?" Ujar manusia dengan rambut pirang dan mata hazel sambil merentangkan ke dua tangannya dan tersenyum kelewatan ceria. Tubuhnya di kelilingi kilau-kilau berwarna putih. Hibari terkejut dan langsung menjatuhkan kertas yang di pegangnya. " What the hell! Dasar herbivora aneh, kau bisa melihatku?" Ujar Hibari dengat raut wajah marah dan setengah teriak.
" Ah, apakah buruk aku melihatmu? Maafkan aku." Ujar Dino sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. " Bukan. Bukan itu maksudku, herbivora!" Ujar Hibari. " Tidak usah khawatir. Kamu memang tidak terlihat sama dengan manusia normal. Kau malaikatkan?" Tanya Dino sambil tersenyum cerah.
" Apakah kalian malaikat?" Kata-kata Mukuro terlintas sesaat di pikiran Hibari. " A.. Aku.." Ucap Hibari dengan tersendat. " Aku sebagian dari malaikat. Aku tersanjung dengan kecerdasanmu herbivora." Ujar Hibari dengan kaku. " Aku akan ada di sekitarmu selama satu bulan. Aku tidak akan memberikanmu barang tapi aku akan memberikan keberuntungan bulan ini." Lanjut Hibari. " Jadi kau beneran malaikat!" Ujar Dino dengan semangat dan tentu saja dengan kilau-kilauan aneh di sekitarnya. ' Dia berbicara sendiri..' Pikir seseorang yang sedang melintas di dekat Dino dan Hibari.
' Ah, herbivora aneh..' Pikir Hibari. ' Selama satu bulan aku bersamanya..' Batin Dino dengan tetap menatap Hibari dengan mata yang berkilat-kilat kesenangan. Hibari melihat kesekelilingnya. ' Oh, bagus.' Batin Hibari. " Sebaiknya kau lihat sekelilingimu, herbivora." Ujar Hibari dengan sedikit kesal. Walaupun ia tak terlihat, tapi tetap saja dia tak suka dengan berkumpul atau berkelompok layaknya herbivora. " Hmnn.." Tanggap Dino.
Suara-suara di sekeliling Hibari dan Dino adalah " Dia berbicara sendiri." Dan " Menyeramkan".
" Siapa yang bisa menjawab soal ini?" Tanya Dino sambil memegang buku bahasa italia. " Saya bisa!" Ujar beberapa murid, sambil mengangkat salah satu tangan. ' Jadi dia guru bahasa italia di SMA.' Pikir Hibari sambil bersandar pada dinding kelas. Dino menoleh dan melihat Hibari yang bersandar pada dinding, lalu mengedipkan salah satu matanya kepada Hibari. Jantung Hibari seakan berdetak lebih cepat dari biasanya saat melihat Dino. ' Dia akan mati bulan ini kan?' Batin Hibari.
Selama beberapa jam Hibari mengamati Dino. Dan berkali-kali Dino membuat jantung Hibari berdetak dengan cepat dan wajahnya memerah sedikit.
" Apa kalian tahu apa bahasa italianya i love you?" Tanya Dino sambil memberesi buku-bukunya. Para murid yang tadi juga sedang berkemas-kemas, terdiam sesaat lalu menjawab " Tidak". Dino menghela nafas lalu mengambil tasnya, " Itu untuk PR kalian. Minggu depan kita bahas. Pelajaran hari ini selesai, selamat siang anak-anak." Bersamaan dengan ucapan terakhir Dino bel berbunyi dengan nyaring. Para murid membalas ucapan Dino lalu mulai keluar dengan teratur.
" ... Ya.. Kyoya.." Hibari tersentak dan langsung sadar dari lamunannya, lalu ia menoleh ke Dino. " A.. Apa herbivora?" Tanya Hibari dengan terpatah-patah. Dino menatap dalam mata Hibari. Wajah Hibari memerah di lihat Dino seperti itu di tambah jarak wajah Hibari dan Dino hanya 5 cm. " Ayo kita pulang, Kyoya." Ujar Dino dengan tersenyum lalu menggandeng tangan Hibari. Wajah Hibari semakin memerah dan dia memalingkan wajahnya agar tak terlihat Dino. Oke, mari kita biarkan mereka bermesraan tanpa gangguan.
3 minggu telah berlalu, bisa di bilang 1 bulan telah berlalu. Sudah waktunya Hibari mengambil jiwa Dino. Saat ini kita mengambil setting malam hari sebelum genabnya 1 bulan.
Dino dan Hibari sedang berjalan berdampingan. Suasana sunyi malam hari, dan angin malam berhembus, menemani ke dua insan ini. " Kyoya, kau suka hamburger?" Tanya Dino memecah keheningan di antara mereka. Hibari hanya diam dan sedikit ngiler mendengar pertanyaan Dino, Hibari memang suka Hamburger dan makanan Jepang. Beberapa menit kemudian perut Hibari berbunyi, meraung meminta makanan. Wajah Hibari memerah malu karena Dino tertawa mendengar suara raungan perutnya. " Hahaha.. Sepertinya kau lapar Kyoya. Nanti aku akan membuatkan hamburger untukmu." Hibari mengangguk dengan malu-malu dan wajah memerah. Dalam hati Hibari, ia sangat senang di buatkan makanan kesukaannya.
Di apartement Dino.
" Terima kasih atas makanannya." Ujar Hibari malu-malu. " Hahaha.. Sama-sama Kyoya. Ah, aku sangat kenyang." Jawab Dino. Hibari melihat ruang apartement Dino. Apertemen itu bagus, rapi, bersih, dan nyaman. " Kau sendirian di sini herbivora? Tak bersama keluarga?" Tanya Hibari. " Ya, aku sendirian. Aku anak tunggal, dan orang tuaku meninggal saat kecelakaan waktu aku SMP." Jawab Dino. " Ehn.. Maaf." Ujar Hibari pelan, berharap Dino tak mendengarnya. " Kenapa harus minta maaf? Lagian aku juga tak kesepian, karena ada kamu di sisiku." Ujar Dino, dan ternyata Dino mendengarkan permintaan maaf Hibari.
Wajah Hibari sedikit memerah dan jantungnya berdetak cepat mendengar ucapan Dino. " Kan hanya sebulan, tak lebih." Ujar Hibari. " Siapa sih yang tidak senang di temani dengan orang yang di cintainya selama sebulan? Aku sangat senang malah." Ujar Dino sambil menyenderkan badannya ke tepi ranjang dan matanya mulai menutup. ' Orang yang di cintai? Siapa? Aku?' Pikir Hibari, wajahnya semakin memerah dan tubuhnya kaku. " Ini cinta pada pandangan pertama. Ah, aku sudah mengantuk. Kau boleh pakai kasur, kalau kau mau. Selamat malam." Ujar Dino sambil mengantuk dan pada akhirnya tertidur. ' Cinta pada pandangan pertama?'
Bepp... Beppp...
Dino terbangun mendengar suara hpnya yang berbunyi. Dino mengambil hpnya sambil mengucek matanya. Di lihatnya di situ adalah tanda alaram, Dino hanya tersenyum tipis melihat itu. " Kyoya?"
" Sialan! Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku jadi seperti herbivora!" Ujar Hibari dengan frustasi. " Hibari Kyoya!" Panggil-teriak Giotto. Hibari menoleh dan melihat wajah Giotto yang panik, " Ada apa?" Tanya Hibari. " Tsunayoshi! Dia membuang sabitnya!" Ujar Giotto. " Tsunayoshi.." Gumam Hibari dengan wajah khawatir.
Peraturan Grim Reaper:
Grim reaper tidak akan melibat atau memasuki masalah manusia.
Grim reaper tidak akan menyelamatkan manusia yang masih hidup.
Grim reaper tidak akan membuang atau menghapus sabitnya.
" Tunggu, Tsunayoshi!" Teriak Hibari sambil mendekati Tsuna yang tubuhnya sudah mulai transparan. " Hibari-san.." Gumam Tsuna. " Apa yang kau lakukan?" Ucap Hibari sambil mengguncang pundak Tsuna. " Maafkan aku Hibari-san. Aku sudah hidup sangat lama. Dan walaupun aku hidup 1000 tahun lagi, aku tak akan bertemu dengan dia. Aku sangat mencintai Mukuro, Hibari-san." Ujar Tsuna dengan sedikit air mata yang mengalir di pipinya. " Tapi kita tak bisa lahir dan ber-reinkarnasi. Kau membuang kehidupanmu, kau menyia-yiakan kehidupanmu saja, herbivora! Kamu akan menghilang dari dunia ini, kamu akan menghilang tanpa bekas." Ujar Hibari dengan sedikit membentak Tsuna.
" Aku senang... Aku bisa hidup dan bisa melihat Hibari-san untuk terakhir kalinya." Ujar Tsuna sambil memeluk Hibari. " Kita akan.. bertemu lagi suatu hari, Hibari-san. Kita akan menjadi teman dan partner kerja lagi." Ucap Tsuna untuk terakhir kalinya sebelum menghilang. " Ya.. Selamat tinggal Sawada Tsunayoshi..." Gumam Hibari pelan.
' Hnm.. Hari ini aku tak melihat wajah Kyoya dari tadi.' Batin Dino sambil mendekap kantong kertas belanjanya. ' Aku yakin sekarang ia sudah lapar. Apa aku tunggu di rumah sambil memasakan ia makanan ya?'
" Ah, Mr. Dino..." Gumam Haru saat melihat Dino di seberang jalan. Haru melihat kesampingnya dan menemukan salah satu belanjaan Dino terjatuh. ' Aku akan mengembalikannya.' Batin Haru sambil mengambil barang yang terjatuh itu. " Mr. Dino, kau menja..." Perkataan Haru terpotong karena dari arah kanan melajulah sebuah truk dengan cepat, di lihat supirnya mengantuk.
Dino segera berbalik, dan langsung memasang wajah horor. Ketika salah satu muridnya di antara hidup dan mati. " AWAS!" Dengan cepat Dino berlari ke arah Haru dan mendorongnya ke belakang. ' Aku ingin melihat wajahmu sekali lagi... Aku ingin lihat untuk terakhir kalinya... Kyoya..' Batin Dino. Sebuah sabit jatuh-dijatuhkan pemiliknya.
" KAU HARUS HIDUP, DINO!"
Bersamaan dengan teriakkan Hibari, Dino di tendang Hibari hingga jatuh ke belakang di sebelah Haru. Dan juga sang supir truk langsung terkejut, bangun dan mengerem di saat yang bersamaan. Para pejalan kaki langsung berjalan ke arah Haru dan Dino untuk membantu. " Apakah kalian baik-baik saja?" Mata Haru berkaca-kaca, dan diam di tempat-shock. Para orang tua mulai menenangkan Haru.
Dino berdiri dan berjalan ke arah Hibari yang berdiri di depan truk. " Terima kasih, Kyoya. Kau menye- Hey, apa yang terjadi padamu Kyoya? Kenapa tubuhmu mulai transparan?" Tubuh Hibari mulai transparan, " Maafkan aku Dino. Aku telah membohongimu. Aku bukan malaikat. Aku adalah Grim reaper, Dino." Ujar Hibari dengan menggeleng perlahan. " Sebenarnya aku mengincar jiwamu. Dan kau seharusnya mati saat ini." Lanjut Hibari. " Kenapa kau menyelamatkanku? Kenapa kau mulai menghilang? KENAPA?" Teriak Dino. " DIAM! BIARKAN SEPERTI INI! Bergembiralah aku memperpanjang hidupmu." Balas Hibari dengan berteriak juga.
" Dengar Dino," Ujar Hibari dengan menaruh tangannya yang transparan di dada sebelah kiri-diatas jantung- Dino. " Kau akan mempunyai istri yang cantik, 3 anak, 6 cucu, dan 12 cicit." Hibari mengambil nafas perlahan, tubuhnya sudah sangat transparan, dan di sisi matanya ada air mata yang menggenang " Dan ini permintaan kekanakanku, tapi tolong ingat nama ini : Mukuro dan Tsunayoshi. Beri kedua nama ini pada keluargamu di masa depan." Ujar Hibari.
" Kenapa kau mengatakan ini? Kita bisa membicarakannya nanti.." Gumam Dino pada Hibari. " Aku, Hibari Kyoya, telah jatuh cinta untuk pertama kalinya pada manusia yaitu kamu. Jangan sia-siakan kehidupanmu yang telah ku perpanjang. Dan untuk PR mu aku telah mengerjakannya, artinya Ti Amo. Nee, ti amo, Dino." Dengan berakhirnya kata-kata Hibari, dan sebuah senyum lembut tertoreh di wajahnya, Hibari benar-benar menghilang di hadapan Dino. Menyisahkan daun semanggi yang jatuh di hadapan Dino. Dino mengambilnya dan menggenggamnya, " Ini belum ada satu bulan, Kyoya."
~.~
" Kakek, ceritakan kami cerita. Cerita yang menyenangkan!" Ujar anak cucu Dino dengan semangat. Mata coklatnya senantiasa melihat Dino dan rambut coklat jabriknya bergerak perlahan karena saking semangatnya. Di sebelah kanannya berdiri seorang anak dengan rambut hitam dan mata biru metalik, dan di kirinya berdiri anak dengan rambut bermodel rambut nanas tanpa poni dan bermata biru. " Baiklah Tsuna... Aku akan menceritakan tentang seseorang yang aku temui dulu. Tentang seorang malaikat yang menyelamatkan hidupku."
.
.
.
### ~ TBC ~ ###
A/n:
Terima kasih sudah mau membaca cerita gaje ini. Kali ini saya jamin alurnya kecepatan lagi, secara saya kurang mengusai alur-aluran. Kadang bikin kecepetan, kadang kelamaan. Ya, sudahlah, * ngerasa de javu. Oh ya, ya gag tau cicit itu apa # pasti dah pada tau, cicit itu anak dari cucu gitu loh. Jadi gini, nenek kamu ngelahirin mama kamu, mama kamu ngelahirin kamu. Nah kamu itu cucu bagi nenekmu, trus nanti kamu ngelahirin anakmu, nah itu cicit bagi nenek kamu dan cucu bagi mama kamu. Halah pokoke ngono ah,*plak. Dan maklumilah ke-ooc an Hibari dan Dino, ya kan waktu jaman dulunya.
Ya sudah gag usah banyak ngomong. Saran, komentar,kritik, diterima di review. Flame di perbolehkan asalkan tidak menyangkut karena tidak suka authornya atau ceritanya. Dan cerita ini akan di lanjutkan jika ada beberapa review, kalau tidak ada. Ya terpaksa tidak di lanjutkan.
Oke readers, review and RnR, please?
Karena review anda sangat berarti dan membuat semangat author!
.
.
.
