If I Can't Have You
Chapter: 2
Main cast: (still) Yewook couple
Genderswitch
Rated: T
Happy reading ^.^
NORMAL POV
Hari minggu pagi yang cerah. Di salah satu rumah di kawasan *author males mikirinnya*, terlihat dua orang yeoja sedang memasak.
"Wookie chagi, kau sudah menyeduh air untuk tehnya?" Tanya seorang yeoja yang terlihat lebih tua dari yeoja yang satu lagi.
"Sudah eomma. Sini, biar aku yang mencucinya." Kata yeoja yang lebih muda sambil mengambil alih pekerjaan yeoja yang dipanggilnya 'eomma' tadi. Yap, di pagi ini, seorang Kim Ryeowook sedang membantu sang eomma, Kim Heechul, memasak untuk sarapan keluarga kecil mereka *emang Heenim bisa masak? #plak*
15 menit kemudian, masakan yang mereka masak tadi pun matang. Wookie mulai menata meja sementara sang eomma sibuk menuangkan masakan-masakan mereka ke piring.
"Appa, sarapannya sudah siap." Panggil Wookie kepada Hangeng Appa yang sedang sibuk baca kamus cina-korea #plak -maksudnya- baca koran di beranda belakang rumah mereka yang menghadap ke halaman belakang. Sang appa langsung menggulung korannya lalu masuk ke dapur merangkap ruang makan tersebut.
"Hm... kayaknya enak nih."
"Iya dong, kan anak appa yang paling pinter masak ini yang buat." Jawab Heechul eomma sambil mengelus rambut Wookie pelan.
Beberapa saat hening, hanya terdengar dentingan alat-alat makan. "Kau hari ini gak ada acara, chagiya?" Tanya eomma kepada anak semata wayangnya. "Enggak ada, eomma." Jawab Wookie setelah menelan makanannya. "Gak ada acara kencan, eh?" Kini giliran sang appa yang bertanya. Wajah Wookie seketika memerah. "Aish appa. Aku kan gak punya namjachingu." Sang appa terkekeh melihat wajah anaknya yang memerah malu.
"Ya sudah kalau begitu nanti siang temani eomma belanja, arra?" *belanja mulu kerjaannya si Heenim -_- #plak*
"Arraseo eomma."
YESUNG POV
"Kau gak bosen ngeliatin layar laptop mulu, Sungie?" Aku menoleh ke arah Changmin ahjusshi yang sedang menonton TV. "Aku gak ada kerjaan, ahjusshi." Jawabku asal lalu kembali fokus ke layar laptop. "Kenapa kau gak jalan-jalan aja? Kau kan penghuni baru di sini. Lihat-lihat lingkungan barulah. Siapa tau ketemu yeoja cantik." Aku kembali menoleh ke arah Changmin ahjusshi. "Males lah, ahjusshi. Capek kalo musti jalan."
"Naik motor saja."
Deg! Motor? Aish, aku masih trauma kalo harus naik motor lagi.
"Kenapa? Masih trauma? Ayolah Yesung, masa kau selamaya harus trauma sih? Itu kan hanya masa lalumu, ngapain diingat lagi?"
"Aku takut kelepasan lagi lah."
GREP. Tanganku ditarik Changmin ahjusshi ke garasi. Aku melihat motornya yang diparkir di dekat jendela dapur.
"Sudahlah, jalan-jalan saja. Mumpung ahjusshi lagi baik nih mau minjamin motor."
Ia pun memberiku kunci motornya lalu mendorongku untuk naik ke motornya. "Bentar dulu. Aku mau matiin laptop dulu." Kataku lalu kembali ke ruang TV untuk mematikan laptopku.
"Beneran nih boleh?" Tanyaku ragu kepada Changmin ahjusshi. Yang ditanya hanya mengangguk. "Kalau aku kelepasan lagi gimana?" Changmin ahjusshi tertawa.
"Ya itu urusanmu."
Aku menatap Changmin ahjusshi jengkel lalu ganti menatap motor hitam di sebelahku. Gak apa-apa kali ya kalau dicoba. Udah lama juga aku gak naik motor. Nanti skill mengendarai motorku hilang *apa sih Oppa -_-*
"Ya sudah, aku pergi dulu ya."
"Ne, hati-hati di jalan Yesungie."
RYEOWOOK POV
Ku ikat tali sepatu olahragaku yang kanan. Lalu pindah ke tali sepatuku yang kiri. Sip, selesai.
"Eomma, appa! Aku lari keliling perumahan dulu ya."
"Ya chagiya, hati-hati di jalan. Pulang sebelum gelap ya."
Yap rutinitasku setiap Sabtu atau Minggu sore, lari keliling perumahan. Biasanya aku lari mengelilingi blok rumahku. Atau kalau lagi semangat bisa sampai dua atau tiga blok yang lain aku lewati. Selain membuat badanku lebih sehat, segala penat yang aku rasakan bisa hilang dengan lari sore ini. Penat sekarang yang aku rasakan... yap tentang Yesung. Tak perlu aku ceritakan ya, soalnya bukan membuang penat itu jauh-jauh, aku malah harus mengingatnya lagi kalo harus menceritakan lagi. *ada yang ngerti gak? Author aja gak ngerti. Udah deh suka-suka wookie aja.* *readers: author bawel!*
"Annyeong Jessica eonni, tanaman baru nih." Godaku kepada salah satu tetanggaku, Jessica Jung, yang sedang mengurusi pot-pot tanamannya.
"Annyeong Wookie. Iya dong, kan aku mau ikutan Go Green supaya bumi kita makin hijau."
Aku tersenyum kepada Jessica eonni yang merupakan aktivis lingkungan itu. Halaman rumahnya yang luas ditanami berbagai macam tanaman, mulai dari pohon-pohon buah, tanaman hias, sampai pot-pot bunga. Aku pun melanjutkan acara lariku. Udara sore hari memang menyegarkan, walaupun tak sesegar udara pagi hari.
"Wookie noona!"
Ku lihat beberapa anak kecil sedang bermain sepeda. Aku melambai kepada anak-anak kecil itu lalu menghampiri mereka.
"Wookie noona kok sendiri? Biasanya kan sama Siwon Oppa?"
Aku tersenyum kecil mendengar salah satu anak kecil itu bertanya tentang Siwon. Dulu saat aku masih pacaran dengan Siwon, aku suka lari sore bareng sama dia. Benar-benar indah deh masa-masa itu. Tapi kan sekarang Siwon lebih memilih yeoja murahan itu daripada aku.
"Untuk sementara ini Siwon Oppa lagi gak bisa datang. Nanti kapan-kapan Siwon Oppa dateng kok." Jawabku asal. Setelah mengobrol sedikit dengan mereka, aku kembali melanjutkan acara lari soreku.
Langit sudah semakin gelap. Aku berhenti di sebuah taman bermain. Taman tersebut sudah mulai sepi, hanya ada beberapa anak SD yang sedang bermain. Aku pun duduk di salah satu bangku taman. Ku luruskan kaki-kakiku yang pegal agar tidak kram. Kuusap keringat yang mengalir di keningku. Aku menoleh ke arah anak-anak SD yang masih asik bermain. Hm... sudah 14 tahun berlalu sejak aku pertama kali masuk SD. Gak kerasa aja ya umurku sudah 20 tahun. Tapi kadang aku masih suka childish sama appa dan eomma.
"Wookie."
Aku menoleh ke suara yang memanggilku. Yesung Oppa melambaikan tangannya dari atas sebuah motor. Wow, Yesung Oppa keren banget. Poninya berterbangan tertiup angin sore, sebuah senyuman terukir di wajah tampannya. Ku langkahkan kakiku menghampirinya.
"Annyeong Oppa. Motormu?"
"Annyeong Wookie. Bukan, ini motor pamanku. Habis ngapain? Keringetan gitu." Tanyanya sambil turun dari motor tersebut. *wookie: abis bakar rumah. Dasar babbo.*
"Lagi istirahat habis lari sore." Yesung mengangguk tanda mengerti. "Oppa habis dari mana?" Tanyaku penasaran. "Enggak, tadi aku Cuma jalan-jalan doang. Aku kan penghuni baru di sini, jadi mau lihat-lihat tetangga juga." Aku mengangguk. "Memangnya rumah Oppa di mana?" Tanyaku. "Di blok 3. Aku tinggal di bersama ahjusshi dan ahjumma-ku."
"Oh, memangnya orangtua Oppa di mana?"
"Orangtuaku tinggal di Taiwan. Aku kan pindahan dari Taiwan."
Aku kembali mengangguk. Keheningan melanda kami berdua. Anak-anak SD yang sedang bermain tadi sudah pulang ke rumah masing-masing. Udara sore mulai diganti oleh udara malam yang dingin.
"Belum pulang? Memangnya rumahmu di mana?" Tanya Yesung membuyarkan lamunanku.
"Itu di blok sini kok. Tapi agak ke belakang dikit."
"Mau ku antar?"
"Eh? Gak usah, biar aku jalan kaki aja. Lagian juga gak terlalu jauh kok."
Yesung tersenyum. "Udah malam, gak baik yeoja manis kayak kamu jalan malem-malem. Ayo cepetan naik. Biar aku tahu juga rumahmu di mana." Mukaku memerah mendengar Yesung oppa bilang aku manis. Aish, ternyata dia orangnya pedulian juga ya, apalagi sama yeoja.
"Ayo Wookie, jangan bengong dong."
Aku tersenyum lalu segera duduk di belakang Yesung Oppa. "Tenang, aku bawanya pelan-pelan kok." Katanya setelah aku sudah duduk di belakangnya.
Pelan-pelan dia menjalankan motor tersebut. Aku hanya bisa tersenyum senang. Aigooo, naik motor berdua sama orang yang kau suka, bagaimana tidak senang? Aku pun menunjukan jalan menuju rumahku. 5 menit kemudian, kami berdua sampai di depan rumahku.
"Gomawo Oppa sudah mengantarku. Mau mampir?"
Yesung oppa menggeleng. "Sudah malam. Lain kali aku akan mampir kok." Aku mengangguk lalu tersenyum. "Oppa, sekali lagi gomawo ya." Yesung tersenyum lalu mengusap kepalaku lembut. Aku senang saat namja itu mengusap kepalaku. Hangat. Dan sentuhan itu membuat jantungku kembali berdetak lebih cepat.
"Ne, cepat tidur ya. Besok kan kau harus kuliah lagi." Aish, dia peduli sekali denganku.
"Ne, hati-hati ya Oppa." Yesung pun naik ke motornya. "Aku pulang dulu Wookie, sampai jumpa besok di kampus." Setelah Yesung oppa pergi, aku langsung masuk ke rumah.
YESUNG POV
Aku memejamkan mataku. Aku kembali teringat dengan Sunyoung. Kenapa sih setelah aku dekat dengan Wookie, pasti langsung kepikiran Sunyoung. Apa karena wajah mereka yang mirip?
Yesung ingat, kau pindah ke Seoul untuk melupakan Sunyoung, kan? Berarti kau harus melakukan segala cara agar benar-benar melupakannya. Dan satu-satunya cara untuk melupakan Sunyoung adalah dengan menjauhi Kim Ryeowook.
Ya benar, kalau aku menjauhi Ryeowook, aku tak mungkin terbayang Sunyoung lagi kan? Tapi apa benar keputusanku ini? Apa terdengarnya terlalu egois atau menyakitkan?
Aku menjambak rambutku kesal. Aku frustasi. Sunyoung, gadis yang selalu membayangiku, sekarang ditambah Ryeowook, gadis yang mirip dengan Sunyoung yang mulai membayangiku, atau mungkin dia mulai mengambil hatiku. Haruskah aku menjauhi salah satunya untuk melupakan yang satu lagi?
NORMAL POV
Kelas arsitektur 4-B yang awalnya ramai langsung hening saat sang guru, Jonghyun songsaengnim masuk. "Selamat pagi murid-murid. Hari ini, kita akan membagi kelompok untuk tugas pertama kalian. Kalian dibagi berdua-dua dan pasanganya sudah songsaengnim tentukan." Protes mulai terdengar dari murid-murid kelas tersebut. Tak peduli dengan protesan para murid, Jonghyun songsaengnim membuka buku catatannya. Ia mulai membacakan pairing-pairing yang sudah ia tentukan.
"Lee Jinki dengan Kim Keybum"
Seorang murid yang wajahnya mirip ayam #plak tersenyum senang lalu menoleh ke arah seorang yeoja manis di belakangnya. Sang yeoja membalas senyuman namja tersebut.
"Cho Kyuhyun dengan Park Yoochun." Kyuhyun pun langsung menoleh ke namja berjidat jenong #plak yang duduk di belakangnya.
"Ddangkoma dengan Heebum." MWO? *abaikan
"Kim Yesung dengan Henry Lau." *henry di sini jadi cewe ya.*
Yesung yang sedang membaca buku arsitektur, langsung menoleh ke arah seorang yeoja yang duduk 3 baris di depannya. Yeoja tersebut juga memandang ke arahnya lalu tersenyum. Yesung membalas senyuman yeoja tersebut. Beberapa saat ia diam lalu memandang ke arah Henry lagi. Ah sepertinya dia sudah mempunyai sebuah rencana.
RYEOWOOK POV
Aku memilih membolos pelajaran berikutnya. Kalau bosan dengan pelajaran, biasanya aku suka berdiam diri di halaman kampus atau membaca buku di perpustakaan. Kali ini aku memilih untuk membaca buku di perpustakaan. Aku memilih untuk duduk di bawah, di dekat rak buku-buku kedokteran yang agak tersembunyi. Sepi, hanya ada aku dan penjaga perpustakaan.
"Yakin Ry di sini ada bahan materinya? Materi yang kita dapat lumayan susah loh."
Eh? Kayaknya aku kenal suara ini? Ku coba untuk mengintip dari sela-sela rak buku. Omo! Itu Yesung oppa. Ia terlihat sibuk memilih-milih buku bersama seorang yeoja. Ya, seorang yeoja! Sepertinya salah satu teman sekelasnya.
"Tenang saja oppa, perpustakaan SJ University lengkap kok."
Yeoja tersebut berusaha meraih sebuah buku di deretan atas rak. Tiba-tiba tangan Yesung oppa terjulur untuk membantu mengambilkan buku tersebut.
"Gomawo oppa."
"Ne, yuk kita mulai."
Aku melihat mereka berdua duduk di salah satu sofa yang disediakan untuk murid-murid. Yeoja tersebut membuka laptop yang dibawanya, sementara Yesung oppa membalik-balik halaman buku yang ia baca. Mereka terlihat akrab. Terdengar beberapa kali mereka tertawa bersama. Sakit. Aku sakit melihat ke akraban mereka. Atau mungkin aku cemburu?
"Henry, biar aku yang ketik, kau baca yang bagian ini ya."
Ku lihat Yesung Oppa mencondongkan tubuhnya ke arah sang yeoja. Beberapa saat mereka terdiam lalu sang yeoja mengagguk. Ku lihat mereka berdua sempat saling bertatapan. Aish, aku benar-benar cemburu sekarang. Aku langsung menaruh buku yang ku baca asal dan bangkit. Melihat sedikit kegaduhan yang kubuat, pasangan itu menoleh ke arahku.
"Annyeong Wookie, kau tidak ikut pelajaran?" Tanya Yesung Oppa ramah.
"Ani Oppa, aku bolos. Mian kalau aku mengganggu."
Aku pun langsung melangkah keluar perpustakaan dengan hati kesal tanpa peduli dengan pasangan itu yang menatapku bingung.
000000000000000
"Wookieee!" Suara Hyukkie membuyarkan lamunanku. "Kenapa sih? Bengong mulu deh." Katanya lalu duduk di sebelahku. Beberapa saat kemudian Minnie datang dan duduk di sebelah Hyukkie. "Wookie kenapa? Kayak lagi ada masalah?" Tanyanya. "Cerita dong ke kami. Jangan dipendam sendiri masalahnya."
"Tapi kalian jangan bilang siapa-siapa ya?" Kedua sahabatku itu mengangguk.
"Ayolah, kayak kau gak tahu kami berdua aja. Gak mungkin kita ngebocorin rahasia sahabat sendiri." Jawab Hyukkie yang disambut anggukan oleh Minnie.
"Aku suka sama Yesung Oppa."
"MWO?"
"Aish, gak usah lebay gitu juga kali." Jawabku kesal sambil memandang kedua sahabatku yang sedang melongo tak percaya itu.
"Kok bisa?" Aku mengangkat bahu. Sampai sekarang pun aku masih bingung. Tapi aku sangat suka saat Yesung oppa tersenyum kepadaku, membelai rambutku, caranya berbicara. Hanya satu hal yag aku tak suka, sorot matanya itu. Tak pernah berubah dari awal perjumpaan kami.
"Wookie suka sama Yesung oppa sejak kapan?" Aku menoleh ke arah Minnie. "Sejak...sejak pertama kita ketemu di cafetaria waktu itu loh." Kedua sahabatku mengangguk tanda mengerti. "Yang waktu itu Yesung oppa langsung kabur pas ngeliat kamu?" Aku memasang tampang muram ke arah Hyukkie.
"Kira-kira dia kenapa ya sikapnya kayak gitu pas ketemu Wookie?"
Aku mengangkat bahu tanda tak tahu
"Mungkin Wookie mirip kali sama mantannya."
"Ih Hyukkie sok tau."
Aku pun menceritakan moment-moment disaat hanya ada aku dan Yesung oppa *readers tau kan yang mana aja?
"Ya udah kalau kayak gitu, Wookie tembak aja Yesung oppa." Aku memandang Minnie.
"Mati dong kalo di tembak." Jawab Hyukkie inosen sambil memandang Minnie juga.
PLAK! Minnie menepok jidat Hyukkie. "Bukan begitu, babbo. Maksudku, Wookie menyatakan cintanya kepada Yesung oppa."
Aku menyatakan cinta kepada Yesung oppa? Bukan ide yang buruk.
"Dia belum punya pacar kan?"
Aish aku jadi kepikiran kejadian di perpustakaan tadi kan. Aku kembali mengangkat bahu.
"Tadi aku ngeliat dia sama yeoja lain di perpustakaan."
Minnie dan Hyukkie kembali memandangku penasaran. "Siapa yeoja-nya? Siapa tahu aku kenal. Satu kelas juga kan sama Kyu?" Aku mengangguk. "Kalo gak salah tadi Yesung oppa manggil Ry-Ry gitu deh." Jawabku sambil memandang Minnie. "Ry...Ry... oh itu Henry Lau. Anaknya baik kok. Enggak... murahan kayak Yoona." Jawab Minnie sambil berbisik. Kami bertiga tertawa. "Dia itu primadona-nya angkatan di atas kita." Tambah Minnie.
"Jadi, Wookie jadi nih nembak Yesung oppa?"
"Entah lah, aku pikirkan dulu deh."
"Lebih cepat lebih baik. Menurutku sih, Yesung oppa suka deh sama Wookie. Soalnya, Yesung oppa baik plus romantis juga kalo sama Wookie.
Pipiku terasa hangat saat Minnie mengucapkannya. "Dan kayaknya Yesung oppa enggak se-brengsek Siwon." Tambah Hyukkie dengan nada rendah.
Ku lihat sekeliling dan mendapati si kapten basket itu sedang duduk berduaan dengan pacar barunya. Ish, peduli setan aku sama mereka.
"Jadi gimana Wookie?" Tanya Minnie.
Aku berfikir sejenak. Aku mencintai Yesung Oppa, dan menurutku Yesung Oppa juga menyukaiku *wookie pede :p* Jadi...
"Yap, aku akan menyatakan cintaku kepada Yesung Oppa."
"Yeay!" Seru kedua temanku lalu kami bertiga berpelukan *kayak teletubles aja (?)
NORMAL POV
Siang ini matahari bersinar terik. Membuat setiap orang malas untuk jalan-jalan sekedar untuk membeli es krim di depan rumah *hah?*. Tapi tidak bagi seorang yeoja mungil berparas cantik. Yeoja berambut cokelat sebahu itu sedang duduk di sebuah bangku taman. Sendirian. Sepertinya sedang menunggu seseorang *wookie: wooo author sok tau! author: yang buat cerita siapa? wookie: oh iya*
Ok abaikan percakapan gak jelas tadi.
Peluh menetes membasahi kening sang yeoja. Sinar matahari yang menusuk tajam *emang piso -_-* tak dipedulikan oleh yeoja tersebut. Sudah 5 menit ia menunggu orang yang ditunggunya *bahasa ribet*, tapi orang itu tak kunjung datang.
"Wookie!"
Yeoja yang dipanggil Wookie itu langsung menoleh. Senyum terkembag dari bibir mungilnya melihat orang yang ia tunggu akhirnya datang juga. Wookie menghampiri namja tersebut. Namja itu lebih tinggi darinya, membuatnya harus mendongak untuk menatap mata sang namja yang hitam bagai lagit malam. Namja itu menatapnya dengan sorot mata yang sama. Sorot mata yang menyiratkan kesedihan dan kerinduan.
"Oppa, ada yang ingin aku katakan." Wookie pun membuka suara. Ia pun mulai gugup sehingga ia pun menunduk menatap ujung sepatunya untuk mengurangi rasa gugupnya. Tapi ia teringat pesan sang eomma untuk selalu menatap orang yang diajak bicara. Perlahan ia pun mengangkat mukanya lagi memandang sang namja.
"Ya? Ada apa?" Wookie mengambil nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.
"Yesung oppa, saranghae. Oppa mau tidak jadi namjachingu-ku?"
"Ani."
JLEB! Rasanya seperti dihempaskan ke bumi secara tiba-tiba. Wookie menatap Yesung nanar. Sedangkan namja itu hanya menatapnya datar, tanpa emosi.
"Wa-waeyeo, Oppa?"
"Mianhae Wookie, tapi aku tak bisa menerimamu. Ada, ada yeoja lain yang aku cintai. Mianhe."
Air mata mulai mengumpul di sudut mata Wookie. Jadi, pemikirannya saat ini salah. Yesung memang tak mencintainya.
"Tapi..."
"Tidak tapi-tapian Wookie. Aku tidak bisa menerimamu. Mianhae, jangan pernah berharap lagi denganku." Jawab Yesung dengan nada yang 'dingin' lalu berbalik meninggalkan Wookie.
"Yesung oppa jahat." Bisiknya namun ternyata Yesung masih bisa mendengarnya. Namja itu menghela nafas sesaat lalu kembali berjalan menjauhi taman yang sudah menjadi saksi bisu penolakannya terhadap cinta seorang Kim Ryeowook.
Sepeninggal Yesung, Wookie kembali duduk di bangku taman tadi. Air matanya pun jatuh perlahan. Ia terisak pelan. Baru kali ini ia ditolak. Hatinya sakit, harapannya hancur. Yesung bahkan menolaknya tanpa pikir panjang. Wookie kembali terisak.
"Wookie."
Ia menoleh, berharap Yesung kembali dan berkata bahwa ia hanya bercanda *maunya si wookie mah. Readers: ih author bacot muncul mulu. author: -ketawa evil-*
Tapi itu bukan Yesung, melainkan Choi Siwon, mantan kekasihnya yang sudah menyakitinya juga. Siwon duduk di sebelah Wookie sementara yeoja itu masih terus terisak. Sebenarnya tadi Siwon ingin langsung pulang setelah acara 'penolakan Yesung'. Namun saat melihat Wookie-nya menangis, ia memilih untuk duduk sebentar. Siapa tahu ia bisa menghentikan tangisan Wookie.
"Sudahlah, Yesung gak ada apa-apanya. Kau bisa cari namja yang lebih baik daripada dia." Kata Siwon sambil menyentuh pundak Wookie yang bergetar karena isakannya. Tanpa disangka, Wookie langsung menyentak tangannya dan bangkit.
"Bukan urusanmu, brengsek."
Wookie pun langsung lari pulang ke rumahnya, meninggalkan Siwon yang masih diam terkejut. Wookie baru saja mengumpatnya dengan kata-kata kasar. Langsung dihadapannya! Live! Omo! *ish si wonppa lebay*.
"Aish, aku kan hanya ingin kau tidak bernasib sama dengan Sunyoung." Kata namja itu sambil memandang Wookie yang mulai menjauh.
-TBC-
Yeah! Akhirnya chap 2 diupdate. Dengan jalan cerita yang makin rumit dan belibet dan dan dan... *kehabisan kata-kata*
Update kilat atas permintaan readers yang sudah review. Tapi untuk chapter selanjutnya, Liu gak janji update kilat ya, soalnya Liu udah disibukin sama TO dll. Jadi, mianhae kalo update chapter selanjutnya agak lama.
Ada yang ngerti sama jalan ceritanya? Pada penasaran gak? Harus penasaran! Kalo gak penasaran dicium ddangkoma nih. *todong readers pake ddangkoma* *digetok yesung, ddangkomanya dirampok*
Sekarang author mau bales review readers yang baik hati yang udah mau review *bahasa belibet lagi*
Kyumin saranghae: sip deh, ini udah di update kok ^.^ semoga penasaran, gomawo udah direview. Tunggu chapter selanjutnya ya. Liu jamin bakalan lebih seru hehehe
Eternal clouds: update kilat! Iya yah yoona ama siwon jahat banget, ish anaknya siapa sih? *loh?* penasaran kan? flashback masa lalu yesung ada di chap 4, tenang aja. gomawo udah komen ^.^
Kim Min Lee: Kibum suju chingu ^.^ kalo yang shinee kim keybum. Liu gak mau masangin changmin ama kulkas, takut dikurung di dalem kulkas ama changmin (?) Gomawo udah komen
Azi CloudYesungiElf: *nyanyi Playboy buat Siwon #plak* entar deh habis FF ini kelar, Liu mau nyoba buat yang gak GS. Gomawo buat reviewnya.
Tachibana Himawari: Sudah di update ^.^ semoga makin penasaran hehehe *ketawa evil* wonppa emang awalnya jahat tapi entar-entar baik kok. Gomawo sudah direview
Yolyol: mantannya yesung meninggal karena... rahasia deh tunggu di chapter 4 ya. seneng deh kalo demen sama FF pertama Liu. Gomawo sudah mau mereview untuk yang pertama
