Baby Ree, 2016. 02.17.

Baby & Clown

.

Chapter II : Sesuatu Yang Menjerat Kami.

..

Chanyeol terlalu sering bermain-main, memacari Baekhyun pun awalnya hanya main-main. Yah, sampai si mungil itu membuatnya terpesona sampai lupa daratan. Begitu ia tahu Baekhyun hamil karena hasil 'main-main'nya. Mau tak mau Chanyeol harus menerima jika masa bermainnya sudah selesai, ia harus mulai serius, setidaknya agar Baekhyun tetap bersamanya.

Ia bertemu dengan Baekhyun di bulan kesepuluh masa Trainee, saat itu sedang heboh-hebohnya rumor tentang grup idol baru yang akan segera di sebutkan SM. Chanyeol berjuang mati-matian agar bisa segera debut, ia sampai harus kehabisan suaranya karena terlalu sering berlatih. Tapi hari itu, tidak ada angin tidak ada hujan. Pelatih mereka mengenalkan seorang pria mungil di hadapan ia dan teman-temannya, mengenalkannya sebagai calon vokalis utama grup baru yang akan segara debut.

Pria mungil itu bernama Byun Baekhyun, dan Chanyeol amat sangat membencinya.

Saat jadwal pelatihan berakhir dan di dalam ruang dance hanya ada mereka berdua, Chanyeol mendekat kearah Baekhyun sambil mengumpat keras-keras.

"Sialan kau, batang hidungmu saja baru kulihat hari ini dan kau sudah berani melangkahiku."

Kebencian terlihat jelas dari kedua mata bulat Chanyeol saat mengatakannya. Baekhyun sampai terbelakak kaget melihatnya, tidak tahu harus merespon apa. Melihat Baekhyun hanya diam, Chanyeol mendekat lagi, kali ini dengan tangannya yang menarik kerah kemeja Baekhyun kuat-kuat.

"Langkahi dulu mayatku, baru kau bisa debut. Anak udik."

"C-chanyeol ssi…." Baekhyun tergagap, ingin berbicara tapi suaranya seolah tercekat dikerongkongan.

"Kau fikir siapa dirimu? Anak Presiden hah? Baru masuk bisa langsung debut begitu saja? Memangnya sebaik apa kemampuanmu? Anak kampung sialan!"

Baekhyun rasa punggungnya remuk saat Chaneyol menyentaknya ke dinding, sakit sekali. Tapi Baekhyun tidak akan pernah berani melawan.

"Dasar udik sialan! Pergi saja kau ke neraka!"

Lengan besar Chanyeol mulai memukuli perutnya. Baekhyun terbatuk beberapa kali, tapi tetap tidak berusaha melawan. Chanyeol bahkan berani bersumpah ia tidak mendengar anak itu meringis sedikitpun. Pada pukulan ke dua puluh, Chanyeol Baekhyun dalam-dalam sebelum akhirnya mengempaskannya kelantai.

"Ada apa denganmu? Mau sok kuat hah?" Chanyeol meledak.

Tapi Baekhyun tidak menjawab. Pria mungil itu hanya diam menatap Chaneyol. Tatapannya begitu damai sampai Chanyeol frustasi melihatnya. Apa si udik ini sedang meremehkannya?

"Aku tahu mengapa kau marah, kau sudah berusaha dengan keras tapi tiba-tiba aku datang dengan posisi yang kau inginkan. Aku tidak bisa melawan, karena aku memang pantas kau benci." Nada bicaranya kelewat lancar untuk seseorang yang baru saja dipukuli, Chanyeol memandang Baekhyun heran.

"Kalau begitu mundurlah dari posisimu. Dan biarkan kami yang 'lebih pantas' untuk mendapatkannya."

Saat itulah Chanyeol mulai melihat mata Baekhyun berkaca-kaca, anak itu menunduk. Engan memperlihatkan perubahan wajahnya pada Chanyeol.

"Maaf, tapi aku tidak bisa. Aku punya alasan sendiri mengapa aku harus bertahan." Mendengarnya, emosi Chanyeol kembali naik. Dicengkramnya lagi kerah baju si mungil, sambil mendekatkan bibirnya ke telingga Baekhyun, Chanyeol berbisik.

"Kalau begitu, rasakan penderitaannya. Byun." Berkilat. Sepasang bola mata kelam itu menikamnya. Ada sepercik kebencian yang mulai meletup-letup disana, dan entah untuk alasan apa Baekhyun merasa hatinya berdebum keras setelah mengetahuinya.

Chanyeol tidak bisa lebih larut lagi kedalam amarahnya kala matanya menyaksikan jika pemilik dari kerah yang sedang ia cengkram kini mulai terisak. Tersedu seperti bayi, Chanyeol bertanya-tanya apakah rasa sakit akibat pukulannya baru terasa saat ini? Dan juga, kenapa ia malah merasa bersalah?

Chanyeol tahu ia sudah gila saat tubuhnya bergerak sendiri untuk mempersempit jarak diantara mereka, memojokan Baekhyun ke tembok dengan terburu-buru, kemudian menemukan dirinya yang sedang menyesap kuat bibir si mungil, berusaha menghentikan isakan yang terus keluar..

Ditengah kekalutan dan katidak rasionalan fikirannya, Chanyeol menampar Baekhyun yang memberontak.. Lalu disanalah semua itu berawal.

Chanyeol sadar jika amarahnya berubah menjadi rasa tertarik. Ia mencium Baekhyun bukan dengan maksud menguhukum anak itu, ia hanya ingin menghentikan tangisnya.

Baekhyun menyadari jika orientasi seksualnya berbeda dengan teman-temannya yang lain saat berumur lima belas tahun, ia tidak pernah mimpi basah, tidak pernah terangsang melihat dada wanita, atau membayangkan sedang melakukan hal-hal tidak senonoh dengan kekasihnya. Teman-temannya bilang Baekhyun terlalu polos dan hanya tinggal menunggu beberapa tahun lagi sampai ia bisa menemukan kemesumannya. Tapi Baekhyun tidak merasa begitu. Untuk semua hal tentang berhubungan dengan wanita, Baekhyun benar-benar tidak tertarik.

Kemudian saat ia sedang berlibur di Seoul, ia bertemu dengan seorang remaja laki-laki yang membantunya menemukan alamat pamannya ketika ia tersesat. Remaja lelaki itu, terus saja terbayang di benaknya untuk beberapa hari setelahnya. Bagaimana rupa wajah dan tubuhnya, caranya bicara dan tersenyum, lalu kebaikan hatinya. Terus saja membayangi Baekhyun dari ia bagun tidur sampai tertidur lagi, saat itu Baekhyun sadar jika ia sedang jatuh cinta. Untuk pertama kalinya, kepada seorang laki-laki.

Mungkin sudah jam Sembilan malam, Baekhyun tidak tahu pasti. Ia tidak membawa jam tangan ataupun ponsel, yang lebih buruk lagi, ia tidak membawa sepeserpun uang. Tujuan awal yang hanya ingin berjalan-jalan di sekitaran tempat tinggal pamannya malah membuatnya terjebak di situasi menyedihkan. Ditempat entah berantah yang membuatnya berputar-putar pada jalan yang sama untuk kesekian kalinya.

Baekhyun menarik kedua lututnya kedepan dada, kemudian memeluknya erat-erat. Dibawah penerangan lampu jalan yang remang-remang, Baekhyun merasa kehilangan harapan.

"Hai, Aku Park Chanyeol. Apa kau kesulitan dengan sesuatu? Mau ku bantu?" Suara itu menginterupsi Baekhyun yang hampir menanggis. Ia mendongkak dan menemukan seorang remaja tinggi sedang tersenyum padanya. Matanya besar dan suaranya dalam, Baekhyun ragu apakah ia harus mempercayainya atau tidak. Tapi pada akhirnya tangannya bergerak mengambil sesuatu di saku jaketnya,kemudian memberikannya ke remaja itu.

"Jadi kau tersesat ya? Tenanglah. Aku tahu alamat ini, ayo kuantar." Remaja itu mengulurkan sebelah tanggannya, tanpa banyak kecurigaan Baekhyun langsung menerimanya. Berdiri perlahan dengan bantuan si remaja.

"Terima kasih."

"Sama-sama."

Remaja yang mengaku bernama Chanyeol itu tersenyum, memperlihatkan gigi-giginya yang indah. Baekhyun tidak bisa tidak terpesona.

"Kau bukan berasal dari Seoul ya?" Chanyeol memulai topik pembicaraan ketika mulai berjalan kearah yang remaja itu Baekhyun dari atas sampai bawah.

"Iya, aku dari Bunchen." Baekhyun menjawab sambil sedikit memerah. Pakaiannya memang sedikit tertalalu kuno untuk orang Seoul, dan fakta bahwa ia tersesat semakin mendukung semuanya.

"Ah begitu, pantas saja kau tersesat. Sedang berlibur?" Chanyeol bertanya lagi, Baekhyun merasa ini pertama kalinya ia begitu senang di tanyai orang asing.

"Hm, begitulah.."

Hening yang nyaman untuk beberapa saat, dan Baekhyun berusaha kembali membangun sebuah pembicaraan saat melihat sesuatu yang sedang di tenteng Chanyeol di tangan kirinya.

"Kau suka gitar?"
"Ya, gitar adalah hidupku."
"Itu bagus sekali, kau bisa saja menjadi Idol suatu hari nanti."Seru Baekhyun main-main, Chanyeol tertawa kecil sebelum kembali menimpali Baekhyun.

"Ya, itu memang impianku sebenarnya. Beberapa tahun lagi aku akan ikut audisi di SM Entertaiment."

Chanyeol memejamkan matanya, mendongkakan kepalanya ke atas dan menarik nafas perlahan. Seolah ia sedang menghirup aroma makanan terlezat sedunia. Keduaya berhenti berjalan untuk beberapa saat, Baehyun menggunakan kesepatan itu untuk mengamati Chanyeol lebih jauh lagi. Dan mungkin saat itu, sesuatu tak kasat mata bernama cinta telah lahir di sudut hatinya.

" Kau pasti berhasil mewujudkannya."

"Hehehe, semoga saja." Chanyeol menatap Baekhun sekilas kemudian tersenyum lagi.

Senyum itu. Entah kenapa terasa begitu hangat, begitu nyaman dan memabukan. Baekhyun ingin senyum itu hanya ditujukan pada dirinya. Tapi ia tahu itu tidak bisa. Terlalu dini dan tiba-tiba untuk mengklaim semua milik remaja itu hanya untuk dirinya.

"Suaramu juga bagus." Celetuk Chanyeol.

"Hah?"

"Kubilang suaramu bagus, padahal kau tidak sedang bernyayi tapi aku bisa langsung tahu jika suaramu halus dan murni."

"Benarkah?"

Melihat bagaimana mata Puppy itu berbinar, Chanyel tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mengusap surai kecoklatan milik Baekhyun. Kemudian tersenyum lebar sekali berdebar-debar.

"Tentu saja, kau harus percaya padaku."

Baekhyun mengganguk kencang, dan Chanyeol bersumpah itu lucu sekali.

"Aku percaya padamu."

Tentu saja Baekhyun percaya, bahkan ia sudah mempercayai Chanyeol sebagai orang pertama yang tertulis di hatinya. Baekhyun merasa ia terlalu mudah jatuh cinta, tapi tidak pernah mengatakan cintanya salah. Park Chanyeol, kini ia tahu siapa yang harus ia perjuangkan.

.

Sesuatu yang menjerat kami, cinta.

.

TBC

.

Author's Note :

Pendek bener eak xD sebenernya Ree ngepost inipun cuma ngasih tau ff ini masih lanjut aja xD daripada readersnya nanti pada kabur duluan xD harusnya chapter ini itu panjang banget, berhubung ini awal mula pertemuan mereka. tapi karena beberapa hal yang gabisa di toleransi lagi, juga karena hasrat ree yang tiba-tiba pen ngepost segini aja, jadilah chapter pendek bin gj ini T.T

Kesimpulannya tuh disini, Baekhyun sama Chanyeol udah pernah ketemu sejak lama, cuman (mungkin) Cy gak inget ke baek jadi pas baek dateng ke SM. Dia ngangep baek orang asing. Sedangkan baek udah jatuh cinta sama cy dari pertemuan pertama mereka, ngerti kan? nah terus kenapa akhirnya mereka bisa pacaran dan baek anu? Kalo yang itu, lihat aja chapter selanjutnya ya. Chap depan juga mau focus sama awal hubungan mereka, mungkin nanti di chap 4/5 baru mulai konflik aslinya.

Karena chapter ini pendek, Ree janji deh tiap sabtu/minggu nyicil satu chapter. Gapapa deh komennya dikit, yang penting cerita ini rampung, wkwkwk.

Big Thanks to :

Adistiii | 407bubleblue|csyoungie | | baekkieyeols | ECCEDENVY | sunsehunee | xxx | realbkhynee | chanbaekid | Kim Young Rim | nuguseyo

Ree gabakal punya semangat ngelanjut fanfict absurd ini kalau gaada kalian. Love You pisaaaaan :******