Nummy : HAY… HAY… HAY… MINNA SEMUAAA
Iin : HOY ! kenapa sih di setiap pembukaan elo tuh tereak-tereak gaje, lama-lama telinga gw bisa budeg tau.
Nummy : itu supaya para readers semuanya mau meng review cerita ancur nya kita
Iin : tapi kan nggak perlu beginian malah elo pake' bawa-bawa toa' lagi
Nummy : biarin, biar mirip kaya' orang demo
Iin : dasar ! penyakit gilanya kumat deh
Nummy : btw soal chapter kemaren itu sebenernya saya mau bikin Renji yang kena' kulit pisangnya tapi…
Iin : setelah di teliti, di telaah dan di fahami baik-baik ternyata―
Nummy : Renji tidak cocok, dan di chapter ini akan terjadi penemuan-penemuan hebat abat ini
Iin : betul.. betul.. betul
Nummy : apakah penemuan tersebut chek this out
Iin : kita lanjut cuap-cuap di bawah ya..
Summary : apa jadinya jika seisi Soul Society merayakan bulan Ramadhan ?
Genre : Humor/Friendship
Disclaimer :
tenang bentar lagi Bleach bakalan jadi punya gw *di tabok Tite-Kubo* eh nggak jadi deh, Bleach Cuma punya atuk Tite-Kubo (lho kok atuk ?)
.
.
.
Cerita sebelumnya …
.
.
.
"nih anak kaya' nya bener-bener setep deh" kata Renji yang memperhatikan gelagatnya Ichigo yang berubah drastis. Sedangkan Rukia yang telat mikir alias TELMI masih aja cengo ngeliat Ichi yang keadaannya udah mengenaskan.
"papa… cucu~" kata Ichi yang meng isyaratkan nya dengan menghisap jempol tangannya pada Renji, sedangkan Renji hanya memandang Ichi dengan tatapan sewot.
"lha nape si Ichi ? kok tingkahnya jadi kaya' bayi sich" kata Ruki yang baru nyadar atas kelainan jiwa nya Ichi (Ichi : berarti gw gila donk)
"heloooo~ jeng… dari mane ajeeeee, dari tadi kale dia udah beginian, elonya aja yang TELMI non" kata Renji yang udah setres berat ngeliat Ichi yang udah naek ke punggungnya si Renji.
"enak aja gw itu nggak telmi Renjooong, tapi gw itu SHOCK" kata Rukia sambil mengeluarkan hujan local yang mengenai muka nya si Renji.
"ngomong sih ngomong… mbak TAPI NGGAK USAH PAKE' KUAH KALEEEE" kata Renji yang udah masang tampang horror buat Rukia.
"he..he…" sedangkan yang bersangkutan malah cengar-cengir nggak jelas sambil membentukkan jarinya menjadi tanda V.
"Mama… papa… endoooong~" kata Ichi yang merengek pada Rukia dan Renji, dan tentu saja itu dibalas dengan doble dead glare dari Rukia dan Renji.
"gila aja kalo' gw musti jadi mamanya" kata Rukia pas ngeliat Ichi ngerangkak ala bayi.
"loe kira gw juga mau jadi babeh nya ? ya enggak lah, NAJIS INGGRIS CUIIIIIIH" kata Renji yang tanpa sadar meludah di karpet kesayangannya byakuya.
" gw punya usul nih" kata Rukia sambil meng isyaratkan pada Renji untuk mendekat
Dan mereka pun merencanakan sesuatu rencana BUSUUUUK, untuk si Ichi.
Dan rencana tersebut adalah…
"Ren gimana kalo' kita bikinin dia obat ?" kata Rukia sambil bisik-bisik tetangga eh ! maksudnya bisik-bisik sama Renji
"Obat gimane kita kan bukan dokter Ruk" kata Renji sambil berusaha menghindar dari Ichigo.
"Kita coba-coba aja Ren, kan bisa jadi penemuan tuh" usul Rukia yang tentunya disambut dengan wajah sumringah oleh Renji. Setelah lama mengusulkan ternyata Renji malah asyik menghayal dan ngacangin si Ruki, karena kesel di kacangin akhirnya si Ruki ngeberaniin negur si Renji dengan berteriak sambil bawa-bawa toa masjid.
"HELLO RENJI… ELO KESAMBET SETAN BABON YAK ?" tereak Rukia yang sambil pake' toak berteriak dengan kepolosannya (Nummy : hoek).
"KESAMBET MBAH MU, gw itu lagi mikir dodol" kata Renji sambil masang tampang horror buat si Ruki, dan tiba-tiba terdengar suara gedoran pintu yang super kuenceng dari seseorang.
"siapa sih tu, nge gedor pintu kira-kira dong nggak tau apa tuh pintu, pintu mahal" kata Rukia yang sewot binti dongkol.
"Ren bukain pintunya gih" suruh Rukia pada Renji yang lagi asyik-asyik ngaso di deket kipas angin.
"loe nggak liat gw lagi sibuk, maen suruh-suruh orang aje. Kalo mau loe aja gih sono" kata Renji yang kesel karena di ganggu ritual santainya oleh seorang mbak-mbak Kuchiki (Rukia : apa mbak-mbak ?)
DORRR..!
DOORRR..!
DOORRR..!
"siapa sih tuh, iya-iya tunggu bentar nape nggak sabaran banget" kata Renji sambil berkacak pinggang.
"oh mungkin tukang syomay,ato tukang kredit karpet kali Ren" kata Rukia sambil membaca sebuah buku kimia.
"ternyata orang kaya punya utang juga ya ?" kata Renji sambil geleng-geleng sambil menggunakan pose se cool mungkin padahal di dalam innernya udah tebar kembang tujuh rupa, loncat-loncat kaya' orang setres, sama nari hula-hula.
"Ren buruan bukain tuh pintu" kata Rukia yang lagi nyiapin dandang.
"iye-iye sabar nape sih" kata Renji sambil terbang menuju pintu ( terbang ?).
Akhirnya Renji pun membukakan pintu tersebut, dan betapa kagetnya ia ketika melihat sosok di depan pintu tersebut. Sosok tersebut bukanlah abang-abang tukang syomay maupun tukang kredit karpet melainkan Byakuya Kuchiki yang tampangnya udah ancur-ancuran persis banget sama mayat yang baru bangkit dari kubur (di cincang Byakuya FC)
"eh ! b… bos saya kirain tukang syomay ato tukang kredit" kata Renji sambil gemeteran + keringet dingin karena melihat muka Byakuya yang super menakutkan.
"TUKANG SYOMAY PALA' LOE SOMPLAK" amuk Byakuya pada Renji, sedangkan Renji yang di bentak malah cengar-cengin gaje yang membuat wajah Byakuya yang tadinya menyeramkan malah berganti dengan dead glare yang mematikan.
Dan akhirnya Renji dan Byakuya pun masuk, dan betapa SHOCK nya mereka ketika mengetahui seisi rumah sudah porak-poranda seperti kena angin tornado dadakan dan ditambah lagi Rukia malah tepar di sudut rumah, dan hal ini tentu saja membuat Byakuya marah stadium akhir.
"MY HONEEYY SIAPA YANG TEGA MELAKUKAN INI PADAMUUU" kata Byakuya dengan nada bicara yang super lebay, hingga membuat author mau muntah.
Sedangkan Renji hanya bersweat droped ria melihat tingkah taichonya yang super OOC tersebut.
Rupanya Rukia bukan tepar melainkan ketiduran, karena nungguin bedug yang tinggal 1 jam lagi tersebut, dan kalau soal rumah yang berantakan mari kita ekspose Ichi yang sedang pake' bankai sambil bertingkah ala anak kecil alias bayi.
"nii-sama kenapa kaya' gitu sih ? kan Ruki nggak apa-apa Cuma tidur aja" kata Rukia yang langsung bangkit dari kubur (di bekuin sama sode no shirayuki) eh maksudnya bangkit dari tudurnya.
"jadi ni ruang tamu gw kenapa bisa berantakan begini ?" kata Byakuya sambil melihat keadaan ruang tamunya yang sangat amat mengenaskan.
"itu nii-sama gara-gara Ichi" kata Rukia memberitahu Byakuya, dan langsunglah menggelegak amarah Byakuya ketika mengetahui yang memporak porandakan ruang tamunya adalah Ichigo.
"GRR.. ICHI… LIAT AJA LOE BAKALAN GW CINCANG SAMA ZENBON SAKURA" kata Byakuya yang ancang-ancang mau ngeluarin golok kesayangannya siapalagi kalau bukan Zenbon sakura.
"nii-sama tenang dulu, si Ichi bukan sengaja ngancurin ruang tamunya nii-sama, tapi dia lagi kena penyakit lebay" kata Rukia sambil ngambil buku cerita petualangan chappy-nya.
"penyakit lebay ?" ulang Byakuya tak percaya atas apa yang baru dijelaskan adik semata juling nya eh maksudnya semata wayang nya.
Kemudian Renji yang sedari tadi asyik ber sweat droped ria akhirnya angkat kaki eh ! maksudnya angkat bicara, dan mulai menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa Ichi.
"jadi gara-gara kesiram kuah gulai si Ichi jadi begini nih ?" kata Byakuya yang nunjuk-nunjuk Ichi yang lagi ngisep-ngesep jempol + mainin boneka teddy bear author.
"iya nii-sama, gara-gara kesiram kuah gulai si Ichi tingkah nya jadi kaya' bayi" jelas Rukia lagi, dan tentu saja membuat Byakuya makin mumet setelah seharian kerja, meeting dengan para taicho lain eh ! malah sekarang si Ichi tingkahnya jadi kaya' anak bayi benar-benar hari yang sangat amat menyebalkan pikir Byakuya.
"terus udah di kasih obat belum ?" tanya Byakuya pada Rukia and Renji, dan dengan cepat kedua spesies tersebut menggeleng, dan tentu saja itu membuat Byakuya makin setres.
"kenapa belum di kasih sih ?" kata Byakuya sambil bertolak pinggang, karena encoknya mulai kambuh lagi.
"itu dia bos kita nggak tau obat apaan yang mau kita kasih" kata Renji sambil ngegaruk-garuk kepalanya karena kutuan (disambit sama Renji).
"yaudah lah, kita buat aja obatnya kebetulan gw ada buku obat turun temurun dari leluhur gw" kata Byakuya sambil melenggang menuju perpustakaan yang sangaaaaaaaaaat tua umurnya.
"kok gw nggak tau ya ada buku obat turun temurun dari leluhur" kata Rukia bingung.
"ya jelas lah elo kan anak pungut gimana sih" kata Renji santai, dan tentu saja mendapat sambutan berupa sambitan ulekan cabe sama mbak Rukia.
Dan setelah mendapatkan buku tersebut Byakuya malah asyik-asyiknya joget-joget ala dora the explorer sambil berkata "berhasih berhasi oh ye" dan setelah kembali ke keadaan normal Byakuya pun membawa buku obat tersebut ke ruang tamunya.
