Title: Hanged
Author: wine13706
Cast:
Cho Kyuhyun (N)
Lee Sungmin (Y)
Choi Siwon (N)
Seo Joohyun
And more..
Genre: Angst
Summary: Bagaimana jadinya jika seorang Lee Sungmin yang merasa 'digantung' oleh Cho Kyuhyun?
Note from Author: jika terjadi kesamaan plot, itu tidak sengaja. Karena saya sempat menonton ini di televisi, entah judulnya apa karena tiba-tiba bosen dan nemu ini. Tapi sisanya aku yang mikirin hehe.
.
.
.
"T-terima kasih, Siwon-ssi" ucap Sungmin dengan lirih
"Sama-sama. Senang bisa mengantarmu pulang dengan selamat" balas Siwon sambil tersenyum
Sungmin terdiam, tidak tahu harus berkata apa lagi kepada Siwon.
"A-aku harus masuk ke rumah, sepertinya ibuku sudah menunggu" kata Sungmin lagi
"Baiklah, sampai jumpa"
"H-hati-hati di jalan.."
Tanpa disadari, seseorang menatap tajam kea rah dua orang tadi.
.
.
"Tumben pulang terlambat" ujar sebuah suara berat yang langsung membuat Sungmin berhenti seketika.
"O-oppa.."
Orang yang dipanggil 'Oppa' oleh Sungmin tadi langsung tersenyum.
"Tidak rindu pada saudaramu ini?"
"DONGHAE OPPA!"
Sungmin langsung memeluk pria yang merupakan saudara terdekatnya, Lee Donghae.
Lee Donghae. Asalnya dari Mokpo, memang agak jauh dari Seoul. Donghae merupakan anak dari adik ayah Sungmin, yang memiliki perusahaan terbesar di Mokpo. Donghae dulunya juga sempat menjadi dancer karena menari merupakan mimpi terbesarnya. Ayahnya sangat mendukungnya, meskipun tak jarang ayahnya meminta Donghae untuk meneruskan perusahaannya, mengingat Donghae adalah orang terdekat ayahnya selain ibunya. Saat Donghae berhasil lulus dari seleksi ajang dance, ayahnya merupakan orang pertama yang bahagia mendengar kabar tersebut. Namun, takdir berkata lain, ayah Donghae meninggal beberapa bulan kemudian karena serangan jantung yang tiba-tiba kambuh lagi setelah beberapa tahun. Donghae yang mendengar kabar tersebut sangat terpukul atas kejadian itu, dan sebagai rasa terima kasih sekaligus permintaan maaf, Donghae akhirnya meneruskan perusahaan milik ayahnya, dan menikahi sekretarisnya yang bernama Lee Eunhyuk.
Back.
Donghae membalas pelukan—tiba-tiba dari Sungmin itu.
"Eunhyuk unnie mana?" Tanya Sungmin
"Ada di dalam, dan jangan terlalu banyak mengganggunya, nanti anaknya terganggu juga" jawab Donghae sambil terkekeh.
Sungmin menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya, membentuk huruf 'O' yang berarti 'aku mengerti!' dan langsung masuk ke rumahnya.
Saat masuk ke rumah, Sungmin menemukan Eunhyuk yang sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil mengelus perutnya yang membuncit, mengandung calon anak pertama Eunhyuk dan Donghae.
"Unnie!" panggil Sungmin dan langsung di balas senyuman oleh Eunhyuk.
"Sungminnie! Ternyata kamu makin manis ya! Unnie jadi tidak menyesal untuk datang kemari, deh, karena Sungmin yang cantik sekaligus manis ada di rumah" gombal Eunhyuk secara hiperbolis.
"Unnie~" gerutu Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya.
"Heish, sudah mandi sana. Sudah malam, bau. Nanti anakku menangis di dalam sini" canda Eunhyuk
"Heuh~ padahal ingin menyapa anak unnie, yasudah. Tapi nanti aku mau cerita ya!" teriak Sungmin sambil berlari menuju kamar mandi yang ada di kamarnya
.
.
Setelah mandi, Sungmin mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil berwarna pink favoritnya dan pergi menuju ruang keluarga, dimana ada Eunhyuk yang masih setia duduk di sofa.
"Unnie~" panggil Sungmin pelan
"Ah, Minnie. Sini sini" ujar Eunhyuk sambil menepuk-nepuk daerah sofa yang kosong untuk Sungmin duduki
Lalu Sungmin duduk di sofa itu, disebelah Eunhyuk.
"Ada apa hm?" Tanya Eunhyuk sambil melihat Sungmin yang agak murung
"Begini.. Aku menyukai seseorang, tapi seperti bertepuk sebelah tangan. Dia menyukai perempuan lain, dia hanya menganggapku sebagai seorang sahabat. Setelah bertemu perempuan itu, hubunganku dan dia jadi renggang." Curhat Sungmin, sambil menggigit bibirnya, menahan tangis.
Eunhyuk yang paham akan keadaan Sungmin, langsung memeluk Sungmin, namun tidak menghimpit perut buncitnya itu.
"Jangan ditahan. Menangislah, tidak ada siapapun di ruangan ini. Donghae dan yang lainnya sudah ada di kamar" kata Eunhyuk sambil mengelus punggung gadis yang sudah ia anggap adik ini
Lalu terdengarlah suara tangisan Sungmin yang ada di ruangan ini.
.
.
"Terima kasih, unnie.. Berkatmu aku jadi lega, seperti tidak ada beban, aku harap aku bisa terus seperti ini" kata Sungmin sambil mengusap air matanya lalu tersenyum
"Tidak apa-apa, kalau Minnie senang, unnie juga ikut senang. Teruslah tersenyum, ne?" kata Eunhyuk lalu mengelus kepala Sungmin dengan sayang
Sungmin mengangguk dan menguap.
"Unnie, aku mengantuk. Aku tidur duluan ya, takutnya besok terlambat. Unnie juga tidur, kalau terlambat tidur, kasihan bayinya" kata Sungmin pelan
"Iya, tunggu aegya mengantuk ya" kata Eunhyuk sambil cekikikan
"Baiklah, benar ya sampai aegya mengantuk!" kata Sungmin dengan penuh selidik
"Iya, adik bawel!"
"Huh! Jaljayo, unnie!"
.
.
Keesokan harinya, Yongsan High School.
"Ya, pelajaran saya selesai pada hari ini. Silahkan beristirahat."
"Hormat kepada guru!"
"Kamsahamnida, seonsaengnim!"
Murid-murid akhirnya bisa bergerak bebas setelah 3 jam berkutat dengan buku sejarah yang—memang menurut mereka membosankan itu. Sekarang para murid di kelas 2-B sedang melakukan berbagai macam kegiatan. Ada yang ke kantin, ada yang berkumpul untuk bermain sesuatu, ada sekumpulan wanita penggosip—bisa jadi gosip tentang idola mereka ataupun anak-anak disekolah ini, bahkan ada yang sedang membaca buku untuk ulangan lusa. Tapi tidak dengan Sungmin, ia sekarang sedang duduk memandang pemandangan yang ada di jendela. Sungmin memang suka duduk di kursi dekat jendela, agar ia tidak bosan memandangi pemandangan disitu. Apalagi pemandangan jendela itu menggambarkan keadaan di lapangan.
"Sungmin-ah, ke kantin yuk!" ajak seorang gadis yang memakai name tag Seo Jiyeon.
Sungmin menoleh ke arah suara tersebut.
"Tidak usah, aku tidak lapar. Kalau mau ke kantin, kesana saja" tolak Sungmin halus
"Baiklah, kalau lapar, susul aku ya!"
"Okay!"
Sungmin menghela nafas kasar, entah kenapa ia merasa kalut sekali hari ini. Mungkin karena Kyuhyun lagi. Padahal ia belum bertemu Kyuhyun hari ini. Sungmin memandang ke jendela lagi, dan matanya bertemu dengan sosok Kyuhyun yang memberikan sebuah kotak kepada gadis yang bernama Seo Joohyun itu.
Sesak.
Itu yang Sungmin rasakan. Rasanya ia ingin sekali ke atap sekolah lalu menjatuhkan dirinya, agar ia merasa bebas dari semua beban yang ia tanggung. Tapi rasanya itu tak mungkin, karena jika gagal, besoknya ia akan dipermalukan oleh anak-anak sekolah terkait kejadian itu. Sungmin menggeleng. Tidak, jangan sampai. Itu namanya bunuh diri. Biarlah ia menahan rasa ini sampai ada waktu untuk melepasnya.
.
.
Jam pulang sekolah telah tiba. Sungmin memasukkan buku-buku miliknya kedalam tas, lalu segera pergi menuju keluar kelas. Ia melihat Kyuhyun sedang menunggu seseorang, ketika Sungmin berusaha melewati Kyuhyun, Kyuhyun menghampirinya.
"Ayo pulang bersama!"
'Jangan sekarang, Tuhan…'
Ingin rasanya Sungmin pergi sejauh beribu-ribu mil dari Kyuhyun. Ia sedang tidak ingin bertemu dengan laki-laki itu. Ia masih sakit hati karena pemandangan tadi.
"A-ayo"
Hanya kata itu yang bisa Sungmin ucapkan. Suara hatinya dikalahkan dengan suara mulutnya untuk saat ini.
Dari saat perjalanan dari sekolah menuju rumahnya, Sungmin tidak membuka mulutnya. Bukan kesal, ia sakit hati. Sungmin tegaskan ia sakit hati.
"Ming?"
"…."
"Ming?"
"…."
"Jawab ketika aku memanggilmu"
"Y-ya?"
Sungmin menatap Kyuhyun dengan takut.
"Kenapa kau terkesan menghindariku beberapa hari ini?" Tanya Kyuhyun dengan suara datar
'Bukannya terbalik, kau menghindariku dengan Seohyun seakan-akan kau takut aku bertemu dengan gadis itu'
Sungmin sudah benar-benar dipuncaknya. Ia sekarang mulai merasa kesal karena Kyuhyun memojokkannya seperti orang yang tidak punya salah.
"Aku permisi, Cho Kyuhyun-ssi" ujar Sungmin dengan suara dinginnya, lalu berlari menuju rumahnya.
"Ya! Sungmin-ah! Ya—!" suara Kyuhyun terputus di pendengaran Sungmin karena Sungmin tidak ingin mendengarnya.
Sebenarnya, tanpa Kyuhyun sadari, Sungmin telah menangis dalam hati sedari mereka berjalan menuju rumah.
.
TBC.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo! Aku balik lagi! Makasih yang udah review ff aku yang abal ini. Awalnya aku minder pas ff ini di publish, padahal ini cuma keisengan belaka. Ternyata banyak dari kalian yang review dan pada bilang 'Kyuhyun gak peka', 'Kasian Sungminnya', dan sebagainya. Dan beberapa dari kalian menyemangati aku buat bikin ff ini. Sekali lagi makasih! *bow*
Makasih buat kalian yang ikutin, favorit, dan review ff ini. Aku buka e-mail dan terharu/? pas kalian melakukan itu.
Dan aku mau bilang, ffn aku gak bisa dibuka pake internet dirumah. Aku pake FirstMedia, dan ffn di provider ini di block karena mengandung unsur yang anuanu. Aku buka ffn pake wifi sekolah, jadi aku akan update saat bahan mentah udah jadi dan siap di publish pake wifi sekolah. Setelah aku bikin ff ini, kegiatan aku mulai padat lagi, ada bimbel untuk ujian tanggal 7 dan 11 kemarin di SMAN 81 Jakarta (sekolah aku bukan disana anyway kkk), persiapan wisuda kakak kelas, dsb. Jadi aku minta maaf kalau late update….
Sekali lagi, terima kasih! Aku sayang kalian! :D
-wine13706
