Maukah Kau Menjadi Temanku?
KuramafemNaru
Naruto ~ Masashi Kishimoto
Maukah Kau Menjadi Temanku? (2018) written by Yogatrisna
Warning : T, OC, OOC, EYD tidak memenuhi, Typos bertebaran, and Don't Like Don't Read
_
Tujuh belas tahun berlalu membuat Naruto, Kurama, dan Kyuubi yang dulu masih anak-anak menjadi sosok dewasa yang matang tubuh dan pola pikiran. Naruto masih saja mencintai Kurama, begitu juga dengan Kurama yang mencintai Kyuubi. Namun kali ini berbeda, Kyuubi terlihat gugup ketika berbicara mengenai Kurama. Itu pertanda bahwa ia sudah menyukai Kurama. Itu membuat Naruto merasa sedih, tapi ia tidak akan menyerah begitu saja terhadap perasaannya.
Kurama yang berada di London merasa rindu dengan keberadaan Naruto dan Kyuubi, memutuskan untuk mengunjungi mereka berdua. Ia naik pesawat dari Bandar Udara Internasional London Heathrow pada pukul 11.40. Bandar udara tersebut terletak di Hillingdon, London, United Kingdom.
Ia sampai di Bandar Udara Internasional Narita, Jepang pada pagi harinya pukul 07.15. Perbedaan waktu antara London dengan Jepang 9 jam.
Ia pun segera menghampiri taxi untuk pergi ke Mansion milik Namikaze family. Taxi yang ia naiki cukup cepat jalannya dan jalan ia lalui tidak terlalu ramai. Setelah sampai, ia segera membayar kepada pengemudi sopir taxi tersebut.
Tibalah ia di Mansion Namikaze family."Tidak berubah sama seperti dulu." batin Kurama sambil melihat-lihat mansion yang dulu ia selalu kunjungi.
Segera ia membuka pagar dan berjalan menuju pintu masuk Mansion Namikaze. Kurama pun mengetuknya.
Tok...Tok...Tok...
Ketokan di pintu membuat Kushina yang berada di dapur sedang memasak makanan untuk keluarganya beralih membukakan pintu yang diketok. Kushina pun membuka pintunya.
"Ah... halo, siapa yang meng..." ucapan Kushina terhenti ketika ia melihat siapa yang telah mengetok pintunya. Terlihat di depan pintunya ada seseorang pria berambut merah, memiliki iris merah setajam elang, dan badan tinggi tegap dengan bahu kokoh. Orang itu adalah Senju Kurama.
"Hisashiburi, Kushina-obasan." sapa Kurama kepada Kushina. Kedatangan Kurama membuat Kushina bengong.
25%...
50%...
75%...
100%...
"Kurama-kun!!" teriak Kushina sambil memeluk erat Kurama. Sedangkan Kurama yang dipeluk hanya memucat pasi. Ia benar-benar sesak dipeluk Kushina dengan tenaganya yang mirip monster itu.
"Ba...Ba-san, to...tolong lepaskan aku, sesak." ucap Kurama terputus-putus. Kushina pun melepaskan pelukannya.
"Hehe...maafkan Ba-san, Kurama-kun. Kau tahu bukan bahwa kita berpisah selama 17 tahun?" kata sekaligus tanya Kushina kepada Kurama sambil menyengir.
Kurama mengangguk mengiyakan. "Hehe...oba-san benar." balas Kurama sambil menyengir.
"Kalo begitu ayo masuk. Minato, Kyuu-chan, dan Naru-chan masih ada di dalam, mereka belum berangkat kerja. Kau pasti belum makan, bukan?" ucap Kushina sambil membawa masuk Kurama ke dalam rumahnya dan menawarkan sarapan kepada Kurama.
Kurama yang mendengar Kyuubi disebut mengangguk antusias. "Tentu saja, Kushina-obasan. Aku belum makan. Aku akan bersalaman dulu dengan Minato-ojiisan, Kyuu-chan, dan Naru-chan." balas Kurama. Kushina pun tersenyum.
Mereka pun berjalan masuk ke dalam ruang makan yang tergabung dengan dapur. Terlihat banyak sekali makanan yang dimasak.
"Masakannya banyak sekali, Kushina-obasan." kata Kurama dengan melihat berbagai macam masakan di meja makan.
Kushina tersenyum mendengarnya.
"Itu karena kau ada di sini. Lagipula kau pasti kelaparan, bukan?Apalagi kau berangkat dari London saat malam." ucap Kushina.
Kurama tersenyum tipis. "Ba-san tahu saja." ucapnya.
Kushina mendengus geli. "Tentu saja tahu, Dattebane."
"Ohayou, Kaa-san." sapa Naruto. Ia sudah memakai baju kasual yang sangat pas di tubuhnya.
"Ohayou Gozaimasu, Naru-chan. Lihat siapa yang datang?" sapa Kushina sambil menunjuk Kurama kepada Naruto. Naruto pun menoleh ke arah tunjukkan Kushina. Di sana ia melihat teman pertama masa kecilnya berada di rumahnya. "Aku rasa ini hanyalah halusinasi." batin Naruto sambil mengucek-mengucekkan matanya.
"Eh, tidak. Jangan-jangan..." batin Naruto terputus dan ia langsung tersenyum lebar seraya merentangkan tangannya ke arah Kurama, berniat memeluknya.
"Kurama-kun!!" teriak Naruto sambil memeluk erat.
Sedangkan Kurama hanya tersenyum senang dan membalas pelukan Naruto. "Hai, juga Naru-chan." sapa Kurama.
Naruto pun melepaskan pelukannya. Lalu menatap Kurama. "Dia semakin tampan dan dewasa. Dia juga tambah gagah." batin Naruto melihat Kurama yang sekarang.
Blushh...
Wajah Naruto memerah melihatnya. Sedangkan Kurama, ia hanya memandang wajah Naruto yang memerah lalu berseru panik.
"Naru, kau baik-baik saja?Apa kau demam?" tanya Kurama khawatir. Ia pun menaruh tangannya pada dahi Naruto."Tidak panas, tuh. Lalu apa, ya?" monolog Kurama sendiri.
Sedangkan Naruto, wajahnya bertambah bersemu merah. "Ku...Kurama, sudahlah. A...aku tidak apa-apa, kok." jawab Naruto terbata-bata.
Kurama masih tetap memandang Naruto dengan tatapan khawatir. "Kau yakin, Naru?" tanya Kurama tidak yakin.
"Iya, Ku." sahut Naruto."Kau ingin bertemu Kyuu-nee, ya?" tanya Naruto.
Kurama bersemu kecil. Tidak menyangka bahwa Naruto tahu niatannya. Sedangkan Naruto yang melihat ekspresi Kurama hanya tersenyum miris. "Masih mencintai Kyuu-nee, ya?" tanya batin Naruto miris.
"Hahaha...iya, Naru-chan." gugupnya. Naruto hanya membalas Kurama dengan senyuman tipis.
"Kyuu-nee!!Kyuu-nee!!" teriak Naruto memanggil Kyuubi, Nee-channya.
"Sebentar, Naru. Sabarlah." sahut Kyuubi dari atas. Terlihat Kyuubi tergopoh-gopoh untuk turun ke bawah.
"Ada a...?" perkataan Kyuubi berhenti ketika menatap orang yang berada di hadapannya. Ia benar-benar merasa rindu pada orang di depannya ini.
"Ku...Kurama?" ucap Kyuubi tidak yakin. Kurama hanya tersenyum senang melihat Kyuubi yang semakin dewasa semakin cantik dan anggun.
"Ya, Kyuu-chan. Ini aku, Kurama." ucap Kurama meyakinkan penglihatan Kyuubi.
Kyuubi membulatkan matanya lalu tersenyum senang. "Kurama!!" seru Kyuubi seraya memeluk Kurama.
"Hahaha, ya. Ini aku, Kyuu-chan." ucap Kurama gugup. Gugup karena bisa dipeluk oleh wanita pujaannya.
Naruto menatap dua insan itu dengan senyum miris. Merasa bahwa dia adalah nyamuk diantara mereka berdua. Berbeda dengan Kushina, selaku ibu dari Kyuubi dan Naruto, ia sangat senang jika Kyuubi bisa menikah dengan Kurama. Apalagi ditambah Kurama menyukai Kyuubi sejak kecil. Kushina tahu itu karena ia selalu mengawasi gerak gerik mereka dulu kecilnya.
"Ehmm...Ehmm..." deheman seseorang membuyarkan kesunyian di ruangan makan dan dapur di situ. Kushina, Naruto, Kyuubi, dan Kurama segera melihat siapa yang berdehem. Di sana ada kepala keluarga Namikaze Family a.k.a Namikaze Minato.
"Ji...Ji-san." sapa Kurama dengan gugup. Ia merasa diintimidasi oleh sepasang Blue Sapphire setajam elang itu.
Minato pun terkekeh geli melihat tingkah Kurama. "Pfftt...Hahaha..." tawa Minato menggelegar memenuhi ruangan makan dan dapur itu.
Kushina, Naruto, Kyuubi, dan Kurama terdiam. Mereka bingung melihat tingkah Minato yang aneh mungkin?
"Minato, kau kenapa tertawa, dattebane?Tidak ada yang lucu, kok." tanya Kushina penasaran.
Minato pun menghentikan tawanya walaupun harus bersusah payah karena melihat ekspresi Naruto, Kyuubi, dan Kurama yang mengernyit bingung.
"Gomen, aku hanya merasa geli dengan tingkah Kurama yang tidak berubah sejak dulu. Merasa gugup ketika aku intimidasi oleh kedua mataku ini." ucapan Minato disahuti dengan Ber-oh ria.
Kurama hanya tersenyum malu mendengar perkataan Minato. "Ayolah, Ji-san. Itu dulu waktu aku kecil, sekarang aku sudah besar menjadi pria gagah." ucapnya percaya diri.
Ucapan Kurama membuat Minato terkekeh geli sambil menggelengkan kepalanya."Pfftt...baiklah, Kurama. Ayo, ikut kami sarapan. Pasti kau langsung ke sini dari bandara, bukan?" ucapan Minato diangguki oleh Kurama.
"Iya, Ji-san." ucap Kurama.
Mereka pun makan dengan khidmat. Terkadang Kyuubi dan Naruto berebut ramen yang dimasak oleh Kushina. Selesai mereka makan, mereka menuju ruang keluarga.
Sesampainya mereka di sana lalu duduk di tempat yang mereka mau. Minato dengan Kushina dekat televisi. Di samping sofa Kushina ada Kyuubi dan Naruto. Sedangkan Kurama, ia duduk di depan Minato dan Kushina.
"Jadi, Kurama, kau akan tinggal di mana?" tanya Minato membuka percakapan.
Kurama terlihat berpikir sebentar, lalu ia berkata seperti yang ia pikirkan.
"Entahlah, Minato-Jisan. Aku di sini hanya selama satu hari saja. Besoknya aku akan pulang ke London. Mungkin aku akan menginap di Hotel." ucap Kurama memberitahu.
Naruto dan Kyuubi bersedih,"Padahal baru saja datang, tapi besoknya sudah mau pulang. Dasar menyebalkan." batin mereka kesal dan sedih.
Minato dan Kushina bertatapan lalu menolehkan kepala mereka ke arah Kurama. "Kurama-kun, bagaimana kalau kau menginap di sini saja daripada menghambur-hamburkan uang untuk menginap di hotel?" tawar Kushina.
Kurama tersentak kaget, namun ia segera menenangkan dirinya. "Apa tidak merepotkan, Kushina-Basan?" tanya Kurama tidak yakin.
Kushina cemberut. "Tentu saja tidak, Dattebane. Aku malah senang." ucapnya sambil tersenyum menghilangkan wajah cemberutnya.
Naruto dan Kyuubi segera memasang wajah senang." Yee, Kurama menginap di sini." sorak mereka seperti anak kecil yang mendapat banyak permen.
Kurama, Minato, dan Kushina terkekeh geli melihat tingkah Naruto dan Kyuubi yang selalu kekanak-kanakkan.
"Oh ya, bagaimana kalau kalian ikut aku ke London?" ajak Kurama pada Naruto dan Kyuubi. Untuk Minato dan Kushina, ia tahu mereka sibuk.
Kyuubi dan Naruto terlihat berpikir sebentar lalu mereka berseru,"Aku mau!!"
"Tapi aku tidak bisa karena aku sedang pemotretan model besoknya." ucapan Kyuubi yang diteruskan membuat Kurama bersedih. Namun ia mengerti keadaan Kyuubi.
"Ah, baiklah. Tidak apa-apa, kok. Lagipula ada Naruto yang ikut denganku. Nanti besok-besoknya kau harus ikut bersama aku dan Naruto." kata Kurama pengertian. Naruto hanya tersenyum sedih, namun di sisi lain ia senang karena bisa mendapat perhatian Kurama di London secara utuh.
Kyuubi tersenyum tipis. "Ku, pasti kuusahakan." ucap Kyuubi.
Kurama balas tersenyum kepada Kyuubi.
"Ne, Kyuu-nee, yakin tidak ingin ikut?" tanya Naruto mencoba mengajak Kyuubi agar membuat Kurama tidak sedih. Mungkin dirinya begitu munafik. Di sisi lain, ia ingin berdua bersama Kurama, sedangkan di satu sisi, ia ingin Kyuubi ikut bersama dirinya agar teman mengobrol.
Kyuubi tersenyum jahil. "Jangan bilang nanti kau merindukanku, ya di sana?" tanya Kyuubi jahil. Ia sangat senang sekali berbuat jahil kepada adik satu-satunya dan kesayangannya itu.
Naruto mengerucutkan bibirnya. "Kyuu-nee." gerutunya kesal.
Kyuubi mencubit pipi gembil Naruto lalu melepaskannya.
"Kau ini sudah besar. Jangan kekanak-kanakan." nasihatnya seperti seorang ibu kepada anaknya.
"Ishh..." ucapnya sambil memegang pipinya yang merah akibat cubitan sayang dari Kyuubi.
"Hahaha..." tawa Kurama, Kyuubi, Minato, dan Kushina memenuhi ruangan tersebut akibat tingkah Naruto yang lucu di mata mereka.
.
Skip...Esok paginya Minato, Kushina, dan Kyuubi mengantar Naruto dan Kurama ke Bandara Narita untuk pergi menuju London.
"Jaga dirimu baik-baik di sana. Kau mengerti?" ucap Kushina memberi nasihat kepada Naruto.
"Iya, Kaa-san." jawab Naruto malas. Ia tahu apa yang harus ia lakukan di sana.
"Bagus, Dattebane." sahut Kushina sambil menyerukan trademarknya.
"Kurama, jaga dirimu. Tolong jaga Naru, ya. Sampaikan salam kami pada orang tuamu." ucap Kushina kepada Naruto.
"Baik, Ba-san." balas Kurama. Ia pasti akan menjaga Naruto dan menyampaikan salam Kushina-Baasan kepada orang tuanya.
"Baguslah." sahut Kushina.
Kyuubi dan Naruto segera masuk ke dalam pesawat karena pesawat itu ingin lepas landas meninggalkan Jepang. Naruto yang sudah sampai di tempat duduknya, melambaikan tangannya di depan jendela yang terlihat keluarganya.
Minato, Kushina, dan Kyuubi pun membalas lambaian tangan Naruto. Mereka segera menjauh karena pesawat mau lepas landas.
Wushh...
Pesawat itu pun pergi menuju London meninggalkan Jepang. Minato, Kushina, dan Kyuubi segera meninggalkan bandara untuk mengerjakan kegiatan mereka.
Sedangkan Naruto, ia hanya sedang melamunkan sesuatu menghiraukan Kurama yang sedang membaca buku.
"I'm coming London!!" serunya dalam batin.
TBC
