Kuroko no Basket (c) Fujimaki Tadatoshi

Crack Humor (c) Rey Ai

Rate: T (karena ada bahasa yang agak kasar lah + hal hal yang nyerempet senonoh(?))

Warning: abal, humor garing, gaje, typo(s), dll.

DLDR!


Rayuan

—Kise join chat—

Kise: Halo minna~

Murasakibara: Hai Kise-chin~ Ne, kise-chin, apa ada banyak makanan di rumahmu?

Kise: Mou, Murasakibaracchi makanan terus yang dipikirin, dirumahku lagi nggak ada makanan-ssu!

—Aomine join chat—

Aomine: Yo, aku boring nih, main sesuatu lah

Akashi: Kau bodoh atau apa Daiki, kalau mau main tentu saja diluar, mana bisa main di tempat chat

Aomine: Yah maksudku kan bisa main kata atau apalah itu, btw tumben kau on duluan Akashi

Kise: Mau main apa-ssu?

Akashi: Hm, aku lagi senggang. Tugas OSIS sudah kuselesaikan semua

Aomine: Hmm, aku seorang pemalas ditambah mesum, kalau jadi ketua OSIS, bakalan kelar hidup OSIS! wakakakaka

Murasakibara: Aku menolak kalo Mine-chin jadi ketua OSIS

Kise: KUTOLAK-SSU! KELAR HIDUP GUE NANTI!

Akashi: Langkahi dulu mayat Shintaro kalau mau jadi ketua OSIS Daiki

Aomine: Cih, gitu salah gini salah, aku tuh gak bisa diginiin!

Kise: Sepertinya Aominecchi sedang kebentur otaknya-ssu

Akashi: Pergilah ke klinik tongpang dulu Daiki

Murasakibara: Aku ada Snikers, Minechin mau?

Aomine: Aku sehat kok, itu semua Cuma uneg-unegku. Lagipula ayo kita main kata lah

—Kuroko join chat—

Kuroko: Konbanwa minna

Kise: Konbanwa Kurokocchi~~

Akashi: Konbanwa Tetsuya

Murasakibara: Konbanwa Kurochin

Aomine: Oi Tetsu! Keju, keju apa yang paling nggak enak?

Kise: Mau main tebak-tebakan nih Aominecchi? Aku ikut dong-ssu!

Kuroko: Baru juga datang Aomine-kun, hm, keju basi?

Aomine: Bukan, saat KEJUjuranku kau balas dengan dusta #ceileeh

Kise: Wanjir, jadi mau main gombal-gembel nih? Aku juga bisa-ssu!

Akashi: Hm, Tetsuya. Naik odong-odong sambil makan putu, kamu sini dong peluk aku

Murasakibara: Wew, Akachin bisa gombalin juga ternyata

Aomine: Wanjir Akashi, okelah dapat saingan nih, akan kubalas kau Akashi

Kuroko: Tunggu, kenapa aku yang jadi sasaran disini?

Aomine: Udah ikutin aja Tetsu!

Kise: Ne, Kurokocchi~ kaki kamu kenapa-ssu?

Kuroko: Hah? Kaki? Kenapa?

Kise: Iyaa-ssu, kaki Kurokocchi kenapa?

Kuroko: ? kaki ku baik-baik saja kok Kise-kun

Kise: Bisa jalan?

Kuroko: Bisalah Kise-kun

Kise: Yaudah yuk jalan besok~~

Kuroko: ...

Aomine: Anjirr Kise udah mulai, pantesan muka lu kayak playboy, emang beneran playboy

Kise: Whaa—bukan berarti aku bisa gombal jadi playboy-ssu! Aku bukan playboy Aominecchi, tentu saja Aominecchi lah! Malah kayak playboy brengsek-ssu!

Aomine: Cih, sialan kau Kise! Awas saja besok kalau ketemu!

Akashi: Diam kalian

Murasakibara: Ne, Kurochin. Aku suka mandangin wajah Kurochin deh

Kuroko: Memangnya ada apa dengan wajahku Murasakibara-kun?

Murasakibara: Soalnya wajah Kurochin ada manis-manisnya gitu

Kise: Ceileeh Murasakibaracchi juga ikut-ikutan-ssu!

Aomine: Cih, Oi Tetsu! Kamu tau nggak, apa yang lebih sakit dari patah hati?

Kuroko: Tidak tau Aomine-kun

Aomine: Yang lebih buruk dari patah hati yaitu rasanya mencintai namun bertahan untuk tidak memiliki, bertahan untuk tidak mengungkapkannya padamu

Kise: WTF! Aominecchiiii kau! Ternyata bisa puitis juga kata-katamu :|

Aomine: Cih, gini gini aku juga bisa puitis lah

Murasakibara: Tumben Minechin keren kata katanya

Kuroko: ...

Aomine: Tentu saja lah!

Akashi: Tetsuya, kamu punya ask fm?

Kuroko: Um, punya sih Akashi-kun. Kenapa?

Kise: Paling mau minta ID-ssu!

Akashi: Kalau minta foto di ask fm apa namanya?

Kuroko: pap?

Akashi: Iya mah, ada apa?

Kuroko: ...

Aomine: ...

Kise: ...

Murasakibara: ... Akachin jago gombal ternyata, dan lebih lebay dari Kisechin


Ambigu

Latihan basket hari ini telah berakhir, Akashi menyuruh semuanya untuk segera berganti baju dan segera pulang. Alasan latihan lebih cepat hari ini karena besok ada ujian, jadi waktu luang setelah latihan basket agar digunakan untuk belajar. Akashi diikuti Aomine, Murasakibara, dan Kuroko segera berjalan ke ruang ganti.

Di depan pintu terlihat Midorima yang diam berdiri disitu, seperti nguping? "Apa yang kau lakukan disitu Shintaro? Cepat masuk dan ganti baju." Akashi hendak membuka pintu, tapi ditahan oleh Midorima.

"Tung-Tunggu dulu Akashi, se-sebaiknya jangan dibuka dulu, aku-aku di dalam itu..." Akashi menaikkan salah satu alisnya, sementara yang lain juga heran dengan sikap Midorima yang aneh itu dan hei kenapa muka Midorima memerah? Nah, something wrong.

"Kau kenapa Midorima? Dan kenapa wajahmu memerah? Oh ayolah aku ingin cepat pulang, aku capek." Kata Aomine memprotes.

"Tunggu dulu-nanodayo, di-di dalam ada..."

"Ada apa Midorima-kun?" tanya Kuroko.

Tiba-tiba sebuah suara membuat semua yang berada di luar ruangan ganti baju terdiam dan menjelaskan kenapa Midorima tidak mau masuk kedalam. "Aah... Ki-chan..."

*krik krik

"Wha—ap apa itu tadi?! Satsuki dan Kise?! Sialan bocah pirang itu!" kata Aomine yang shock, tapi sudah mendekatkan telinganya ke pintu agar mendengar suaranya lebih jelas.

"Jadi yang dilakukan Mido-chin dari tadi itu menguping ini ya?" Murasakibara yang juga sudah menempelkan telinganya ke pintu mulai menginterupsi Midorima.

"Wha—tentu saja tidak-nanodayo! Aku hanya tidak mau masuk secara tiba-tiba di tengah keadaan seperti yang mereka lakukan sekarang. Dan-dan lagipula kenapa mereka melakukannya disini-nanodayo!" Midorima membela dirinya, wajahnya benar benar memerah sekarang.

"Aomine-kun ternyata perhatian ya kepada Momoi-san." Ucap Kuroko datar yang entah kenapa juga mendekatkan telinganya ke pintu.

"Tidak juga, si pirang itu mendahuluiku." Balas Aomine sekadarnya tanpa menghilangkan fokusnya dari pintu didepannya.

"Aomine-kun benar-benar mesum ternyata, Momoi-san juga perempuan Aomine-kun." Kuroko memukul kepala Aomine yang isinya Cuma hal-hal yadong yadong.

"Aduh! Diamlah Tetsu! Jangan berisik, nanti ketahuan!" Aomine agak memelankan suaranya agar tidak terdengar sampai kedalam. Sementara Kuroko hanya menurut dan ikut mendengarkan dengan seksama. Why Kuroko yang polos sudah ternodai?!

Suara dari dalam membuat semua yang diluar semakin memperhatikan dengan seksama. "Aah... Ki-chan~ Bukankah sudah kubilang dijilat dulu biar tegak..."

'Biar tegak?!' batin semuanya, Akashi yang awalnya tidak ikut-ikutan sekarang mulai menempelkan telinganya juga ke pintu. Tunggu ini sudah diluar batas, remaja seusia mereka belum saatnya melakukan 'itu', kalaupun melakukannya harusnya bukan diruang ganti baju yang digunakan untuk umum! Akashi harus memberi hukuman kepada mereka berdua besok.

"Ah~ Momocchi~ aku lelah-ssu~ dari tadi nggak bisa tegak-tegak..." dengan ucapan Kise itu, semua yang diluar semakin menegang.

"Ki-chan bagaimana sih! Baru juga mulai! Biar aku jilat agar tegak, nanti masukin ke lubangnya ya..."

'Masuk?! Lubang?!' semua semakin menegang dan meneguk ludahnya masing-masing, pikiran mereka sudah kemana-mana. 'Ternyata Satsuki lebih agresif dari yang kukira.' Batin Aomine yang otaknya emang gak beres.

"Baiklah Momocchi, tapi pelan-pelan saja-ssu..."

"Ah!" suara Kise membuat yang diluar menahan napas. "Bukankah sudah kubilang pelan-pelan saja Momocchi~"

"Ah, maaf Ki-chan~ tapi lihat sekarang, sudah tegak bukan? Sekarang masukkan ke lubangnya~"

"Baiklah-ssu. Siap-siap ya~ aku akan pelan-pelan..."

"Oke Ki-chan, pelan-pelan saja, hayati saja, aku sudah siap."

Semua yang diluar meneguk ludahnya. 'Momoi sudah siap melepasnya!' yah paling tidak begitulah yang dipikir semua orang yang berada diluar pintu.

"Baiklah aku mulai memasukannya Momocchi..."

"Ba-Baiklah Ki-chan..." mereka semakin serius mendengarkan yang dilakukan Momoi dan Kise didalam.

"Ah! Tinggal sedikit lagi Ki-chan! Tinggal sedikit lagi masuk ke lubang!"

Semua yang diluar menahan napas, tidak berani bergerak.

"Ba-Baiklah Momocchi..." hening tercipta. "Aku tidak bisa Momocchi! Aku tidak bisa! Ini diluar batasku! Ah lihat, sekarang lembek lagi nggak tegak lagi-ssu..."

"Ki-chan bagaimana sih? Padahal aku sudah menantikannya! Ya sudah kita potong saja, lalu dijilat lagi biar tegak..."

'Dipotong?! Anu nya dipotong?!' seketika semua merinding, seketika semuanya memegang 'anu' nya masing-masing, mereka semua menelan ludah, membayangkannya saja sudah membuat mereka ngeri. Ini bukan permainan biasa! Bahkan sudah sampai berdarah-darah. Entah kenapa Aomine merasa kasihan kepada Kise, dan membuat image Momoi jadi buruk, Momoi adalah wanita sadis! Pikir mereka begitu.

"Baiklah-ssu..."

Dan kenapa malah Kise pasrah saja?! Mereka semua rasanya mau jedotin kepala Kise sekarang, sebegitu cintanya kah Kise kepada Momoi hingga mau dipotong masa depannya?!

"Baiklah aku ambilkan gunting yang sudah kubawa dulu." Ini sudah diluar batas! Apa Momoi tidak merasa kasihan kepada Kise?! Dan hei! Ternyata Momoi sudah mengira hal ini akan terjadi, jadi dia sudah mempersiapkan gunting dari awal!

"Ini sudah kelewatan, buka pintunya Daiki. Kalau tidak, masa depan Ryouta bisa suram." Titah Akashi.

Aomine hanya mengangguk sambil meneguk ludahnya. Tangannya agak gemetar. "Aku sudah dapat guntingnya Ki-chan!"

Semua yang diluar memelototkan matanya sambil jantungnya berdegup kencang. "Cepatlah Daiki."

Langsung seketika dibukanya pintu itu. "Tunggu sebentar Satsuki kau tidak perlu sampai memotongnya juga, kan kasihan Ki—se..." aomine terdiam, begitu juga yang lain, masalahnya didepan mereka tidak ada yang aneh. Tampak kise memegangi benang, sementara Momoi memegang gunting.

"Tunggu... apa yang terjadi disini-nanodayo?" Midorima yang bicara duluan.

"Maksudnya apa-ssu? Kami berdua hanya mau memasukkan benang ini ke jarum kok, memangnya ada apa-ssu?" Jawan Kise polos. Seketika semuanya ingin menjedokkan kepalanya ke tembok, sementara wajah Midorima benar-benar seperti kepiting rebus.

"Ngg? Ada apa?" tanya Momoi.

"Ti-Tidak ada Satsuki, kami hanya salah paham saja." Rasanya Akashi mau keluar dari tempat itu sekarang juga, otaknya sudah tidak bersih lagi. Ini semua gara-gara si otak mesum itu!

"Tidak ada apa-apa Momoi-san." Jawab Kuroko yang mulai memasang wajah poker face nya lagi.

"Huft, untung saja aku tidak bawa maiubo tadi. Nanti malah aku menghayatinya." Kata Murasakibara yang emang otaknya udah ketularan Aomine.

"Tidak ada Satsuki, aku hanya merasa agak bersalah sudah menjulukimu wanita yang sadis dan agresif." Kata Aomine yang sudah pundung dipojokkan. Sementara Kise dan Momoi hanya memandang mereka penuh tanda tanya.


A/N: Halo readers~ oke saya baru update sekarang, dan maafkan yang update nya telat dan humornya garing T_T dan serius saya lagi bawaannya pingin marah, ini doc udah diedit bagus bagus malah nggak kesimpen rasanya tuh akdgabsjfduyfaybgef! $ ^%! orz #abaikan

Makasih buat masukan para readers, buat masukin yang lainnya akan saya pake di drabble lainnya. thanks udah nge review, fav dan follow :"D oh btw, apa otaknya ada yang bayangin hal aneh aneh di drabble kedua? lol, ide nya dapet dari temen xD

Oh iya, ini ide idenya ada yang ngambil dari google atau dari manapun yang pokoknya lucu(?) juga ide sendiri sih, jadi yah mungkin beberapa drabble ada kesamaan xD

Oke mind to review~? See ya next drabble~