Rate : T

Genre : Romance

By, Dango-chan

Don't like, don't read…!

.

.

.

I count the memories one, two, thre…
As I stand in this place alone
Rain is falling – drip drip drip…
My smile is disappearing – more and more and more…
My Tears are falling – drip drip drip…
I wonder if the skies know how I feel
I cover my eyes so I won't hurt more, so I won't see you anymore
Because you once lived in my heart that I called love is gone forever.

"Baiklah, anak-anak. Hari ini kita kedatangan murid baru. Namanya Natsu. Dia adalah pindahan dari prancis. Baik natsu silahkan masuk." Tak lama kemudian murid baru itupun masuk "silahkan perkenalkan dirimu." Lanjut guru itu sembari menyingkir beberapa langkah kesamping dan memperkenankan anak baru itu memperkenalkan dirinya.

"Selamat pagi semua. Perkenalkan namaku Natsu Dragneel. Aku baru pindah di sini karena urusan kerja ayahku. Dulu aku pernah tinggal selama 4 tahun disini jadi mengenai bahasa aku masih lumayan mengerti" dia terdiam sebentar. Setelah itu ia mulai melanjutkan pembicaraanya.
"Dan untuk selebihnya, aku mohon bantuannya." Kata Natsu sambil membungkukan diri.

Prookk….! Prookkk…! Prokk…! Prokk…!
sambut teman-teman barunya dengan gembira, kecuali satu orang yang berada di pojok kelas dengan bangku kosong disampingnya.

"Baiklah kalau begitu. Natsu kamu bisa duduk disamping Lucy ! wanita yang duduk sendirian di pojok kelas." Kata guru itu lembut.
"Baik bu. "
natsu pun mulai berjalan menuju tempat duduknya. Dan…
"Oh ! iya. Lucy Ibu minta tolong mengantarkan natsu untuk melihat-lihat sekolah seusai sekolah selesai." Lanjut guru wanita itu.
"Ta-tapi bu…" kata lucy sedikit terkejut.
"Gak ada tapi- tapian… !" kata guru itu tegas "Baiklah, mari kita lanjutkan pelajaran kali ini." Lanjut guru wanita itu "hari ini kita akan membahas tentang bla…bla…bla…bla…"

"Hei…! Lucy !masih inget aku…" Kata Natsu nyengir "Tak kusangka kita bisa satu sekolah lagi " Lanjut natsu.

"Sstt…! " kata lucy secara spontan menutup mulut natsu dengan jari telunjuknya.
"Ahh… maaf." Ia menarik kembali jari itu dan.. "jangan ribut, aku masih inget kok. Tapi kita ngobrolnya jangan sekarang." Lanjut lucy.

Dia… sama sekali belum beruba. Masih seperti 9 tahun yang lalu. Batin natsu

"aye..aye..!" katanya sambil membuat posisi hormat.

Dia…! Cinta pertamaku, Natsu Dragneel !

5 tahun lamanya dia pergi meninggalkanku. Dan selama itu pula aku telah berusaha melupakan cinta pertamaku yang bertepuk sebelah tangan ini. Ta-tapi tak kusangka dia akan kembali. Kesini, di sampingku, di kelas yang sama denganku.

Batin Lucy, wanita itu kelihatan syok, karena pangeran berkuda putihnya itu, yang selama ini dia puja. Akhirnya datang kembali kehadapannya. Dan tak lama kemudian…

"Natsu, kau bisa duduk disamping lucu. Dan Lucy Ibu minta tolong mengantarkan natsu untuk melihat-lihat sekolah seusai sekolah selesai. " kata ibu mirajen tegas. Gadis lugu itupun sempat mengeluh tentang hal itu. Tetapi ketegasan gurunya membuatnya takut hingga pada akhirnya diapun mengalah.

Teng…Teng…Teng…

Akhirnya bel tanda istirahat pun berbunyi. Beberapa kali lucy bolak-balik berjalan di koridor sekolah untuk membantu tugas seorang guru yang tidak lain adalah kakaknya sendiri. Natsu pun yang sedari tadi memperhatikannya langsung ikut turun tangan untuk membantu lucy. Tanpa mereka sadari, Gray mengawasi mereka dengan tatapan tak bersahabat terutama pada natsu. Tanpa sengaja gray pun turun ke koridor lantai dua untuk menemui mereka.

"konichiwa… Lu-chan " sapa gray pada lucy. "Ooh..! Natsu. Sejak kapan kau datang kesini." Sapanya menyindir.
"Belum lama,aku baru 2 hari di sini."sahut natsu
"Begitu, rupanya. Baiklah aku ada urusan aku pergi duluan" kata gray dengan senyuman dingin.

Splaashhh…!

"Temui aku di kelas 2f sepulang sekolah" bisik gray ke natsu. Dia menatap natsu dengan tatapannya yang tajam. Seolah berkata `you'll die !`

Jam istirahat pun selesai. Seperti biasa semua murid segera masuk kedalam kelas mereka masing-masing dan melanjutkan pelajaran seperti biasa.

"Hei, Lucy !" bisik natsu
"Apa ?" jawab Lucy pelan
"Pulang sekolah nanti, kau gak usah mengantarkan aku untuk melihat sekeliling sekolah." Jawab natsu santai.
"ARE YOU INSANE !" Teriak Lucy sedikit kaget.
"Lucy, ada apa ? " Tegur guru lelaki yang sedang mengajar itu.
"Aah.. Ti-tidak pak ! maafkan saya.." secara spontan lucy langsung berdiri dan membungkukan badan. Dan setelah itu duduk kembali ke tempat duduknya.

"Apa kau gila…" lanjut lucy berbicara dengan natsu. "guru itu tidak akan melepaskanku begitu saja. Kalau aku tak menuruti perintahnya," lucy diam sejenak "aku akan mati… ! Dia itu Akuma… Akuma desu yo…!" kata lucy mencoba sok dramatis.
"hehehe… " natsu nyengir "gak apa-apa… aku akan menjelaskannya kepada mirajen sensei."sambung natsu santai. "lagi pula ada gray yang akan mengantarkanku" kata natsu santai.

"huummm…. Wakatta !" lucy pun mengangguk pelan.

Teng…Teng…Teng…

Bel tanda pulang pun telah berbunyi. Seperti biasanya semua murid yang berda di "Fairy Tail senior high School " ini memberi salam kepada guru terakhir yang mengajar di kelas mereka.

'.Berdiri..!
.Beri Salam !'

Dan seperti murid biasa di sekolah lain mereka semua berbondong-bondong lari keluar dari kelas mereka masing- masing. Kecuali seorang laki-laki berambut hitam jingkrak kebiru-biruan itu menatap tajam mata seseorang yang ada didepannya.

BRAAKKK…!

"Apa tujuanmu datang kesekolah ini ?" tanyanya sambil memukul meja yang berada tepat disamping kiri badannya. "Apakah kau datang kesekolah ini untuk menemuinya ? " tanyanya kasar.
"yaa! Aku memang datang ke sekolah ini untuk menemuinya. PROBLEM ?" balas lelaki berbadan kekar berambut jingkrak warna pink ini tak mau kalah.
"Aasshh…!"
BUUKHH !
secara spontan gray pun langsung memukul wajah lelaki itu.
"WTF… KAU MENGAJAKKU BERKELAHI ! " geram natsu sembari membalas pukulan dari gray. BRUUKK..!, perlahan tapi pasti Gray pun perlahan mengelap bibirnya yang penuh dengan darah itu dan sesekali mencoba untuk berdiri.
"Huh..!" Tatap gray sinis "Apakah hanya segitu kekuatanmu."lanjutnya "Ternyata selama ini yang katanya kau pergi untuk berlatih ilmu bela diri, HANYA SEGINI KEKUATANMU !"

"Aargghhh….! SHIT.. !" Tanpa sadar natsu hampir memukul kembali wajah gray yang sudah setengah babak belur itu.
"NATSU ! GRAY !" Tegur seorang wanita berambut panjang berwarna merah. Dengan cepat datang menghampiri mereka berdua dan…

Satu persatu ku gantungkan teru-teru bozu ini di depan teras kamarku. Dengan harapan agar hari ini cuaca akan secerah hari kemarin. Aku benci sekali dengan hujan dan itu adalah fakta. Karena hujan selalu mengingatkanku dengan masa laluku yang kelam …

"pergi kau ! dasar anak pembawa sial ! gara-gara kamu, kami jadi tidak bisa pergi kerja !"
"Mati saja kau sana !" Otousan… teriakku dalam tangis
"Andaikan saja aku tidak pernah melahirkan kamu di dunia ini !" Okasan… apa seburuk itukah aku untuk kalian ?.
wanita bermata biru, yang bagaikan warna laut itu perlahan te
"Jangan otosan, ! Hentikan, Wendy mohon otousan jangan marah dengan nee-chan…"
PLAKK…!
"Jangan sok baik kamu ya wendy ! Onee-chan mu ini sudah membawa sial ke dalam keluarga kita ini!"
"OTOUSAN ! Nande… nande… Otousan melakukan itu kepada wendy ! Apakah seburuk itu aku dimata kalian berdua !" Kataku sambil menghapus air mataku ini
"YA.!YA ! MEMANG, DARI DULU SAMPAI SEKARANG AKU TIDAK PERNAH MENGANGGAPMU SEBAGAI ANAK KANDUNGKU. SELAMA KUTUKAN ITU MASIH ADA DALAM DARAH DAN DAGINGMU, KAU TETAP …."

"CUKUP..! Sudah cukup otousan ! Ja-jangan lanjut…! "
"DASAR PEMBAWA SIAL !"
"OKASAN..!" teriaku kepadanya

draapp..drapp..drap….
BRUKKK….! Lelaki tua itu berjalan menuruni tangga dan melemparkan gumpalan pakaian yang sudah dikemas.

"Itaii..!" kataku sambil memegang dadaku yang terasa sakit.

Aaahhh..! Ingatan itu membuat dadaku terasa sakit. Orang-orang itu hanya menyalahkan seseorang tanpa bukti. Mereka semua egois, pengkhianat, rakus. Kurasa gak ada yang bagus tentang mereka semua. Berbicara tentang diriku sendiri, sebenarnya aku ini bukan manusia nyata. Aku adalah jelmaan dari 'Amewarasi' dewi hujan. Bahkan, walaupun ada cara untukku berubah menjadi manusia seutuhnya, aku tak akan pernah tanggapi itu dengan serius. Aku sudah cukup puas dengan diriku yang sendirian ini. Dengan keabadianku, dengan kekuatanku dan denga segala hal yang aku miliki, aku tidak akan pernah meminta bantuan orang lain.
Tapii….
Ada satu orang yang sangat kusayangi….
Dia adalah…...