Disclaimer : Hiro Fujiwara©

Kaichou wa Maid Sama FanFiction

Warning : OOC, sad ending, AR, AT

ENJOY!

CHAPTER 2

MISAKI hanya bisa menghela napas saat ia berjalan menjauh dari balkon kamarnya. Sudah lama ia ingin keluar rumah, namun ia tahu, kalau sampai orangtuanya mengetahuinya, bisa-bisa ia kena marah, dan semua maid di rumah itu dipecat karena dianggap lalai menjaganya. Misaki tak ingin melihat para maid di rumahnya menderita akibat dipecat, karena diluar sana, sudah tak ada yang tersisa, meskipun pemerintah sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Satu-satunya penghubungnya dengan dunia luar hanya balkon kamarnya. Kebetulan kamar Misaki terletak di lantai 2, jadi ia pun bisa melihat sekeliling.

TOK TOK TOK

"Nona..makan malam sudah siap" ucap seorang maid sambil membuka pintu kamar Misaki.

"Uumm..Shizuko-san…boleh aku bertanya padamu?" ucap Misaki tak berniat beranjak dari posisinya.

"Bertanya apa?" tanya Shizuko bingung.

"Apakah..aku tidak bisa pergi keluar meskipun hanya sebentar?" ujar Misaki sambil menundukan kepalanya.

Shizuko hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia sudah sering mendengar pertanyaan tersebut dari Misaki.

"Maaf nona..saya sudah pernah bilang sebelumnya, tuan dan nyonya tidak ingin nona berada diluar" jawab Shizuko tegas. "Saya takut mereka jadi khawatir nantinya"

"Ah, baiklah. Maaf sudah menyusahkanmu, Shizuko-san" kata Misaki santai. Gadis itu sudah sering mendapatkan jawaban yang sama. Ia pun melangkah keluar kamar menuju ruang makan di lantai satu.

Selesai makan, Misaki pun melangkah memasuki kamarnya. Ia langsung mandi dan berganti pakaian. Saat Misaki melangkah balkon kamarnya, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya. Gadis itu pun menengok kebawah dan mendapati Usui sedang memanggil-manggilnya.

"Kau..pekerja tambang kan?" tanya Misaki heran. "Sedang apa malam-malam begini?"

"Aku cuma jalan-jalan sebentar" sahut Usui. "Agak sulit bicara begini, bolehkah aku keatas?"

"Tentu" sahut Misaki. "Tapi, aku tak punya tali ataupun tangga….." Misaki sangat kaget ketika tiba-tiba Usui sudah ada didepannya. Cowok itu pun tersenyum, dan angin malam bersemilir melewati balkon, seakan-akan menyambut hadirnya Usui.

"Bagaimana caramu kesini?" ujar Misaki masih terkejut.

"Dengan sulap" kata Usui seraya tersenyum penuh rahasia.

"Bohong!"

"Haha..iya deh. Bukan sulap. Tadi aku mengkaitkan tali di bawah pagar balkonmu, jadi aku bisa naik dengan mudah"

"Huh..sudah kuduga…"

Entah kenapa, Misaki tertarik dengan Usui yang baru dikenalnya. Ia merasakan debaran di dadanya. Mungkin karena ini pertama kalinya ia berkenalan dengan orang diluar rumahnya.

"Namamu siapa?" tanya Misaki seraya menyilahkan Usui duduk di kursi dekat ranjangnya.

"Aku Usui Takumi" jawab Usui. "Aku sering melihatmu memandang keluar. Kenapa kau tidak keluar saja?"

"Mmm..aku tidak bisa" sahut Misaki sambil menundukan kepalanya. "Orangtuaku melarangku pergi keluar. Kalau aku memaksa, bisa-bisa para maid disini dipecat oleh orangtuaku. Bahkan kaulah orang luar pertama yang mengajakku berbicara"

"Ah, sulit juga..padahal aku ingin mengajakmu keluar" ucap Usui. "Begini saja, bagaimana kalau kau keluar disaat malam seperti ini? Takkan ada yang tahu kan. Kita bisa keluar lewat balkon."

"Kalau sampai ketahuan bagaimana?"

"Tenang, tidak akan ketahuan kok. Aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Lagipula apa kamu tidak bosan berada terus-terusan disini?"

Misaki pun berpikir sejenak. Iya juga ya, ini adalah kesempatanku bisa menginjak dunia luar. Lagipula, sepertinya Usui adalah orang yang baik.

"Oke, aku terima tawaranmu" ucap Misaki membuat Usui kembali tersenyum.

-To be Continue-