ここにいるよ (Season 2)
Part: 2
Author: Wind-Sky (Do Yoora)
Main Cast:-Do Kyungsoo,
-Kim Jongin(Kai)
Other Cast:-Byun Baekhyun
-Park Chanyeol
-Other
Genre: Romance, Crime, Drama, Angst, Hurt/Comfort, Sad, School-Life
Rating: T
Length: Multi-Chapter
Disclaimer: Semua cast punya Tuhan dan keluarganya, fanfic ini punya author!
Warning: Yaoi, BoyxBoy, OOC, Blood Scene, Chara Death, Typo(s), etc.
A/N: mianhae, sebenernya udah dari lama mau ngelanjutin ini ff, cuma gara2 author lagi sakit jadi yah baru bisa jadi sekarang. Mianhae sekali lagi *bow* Yaudah, let's read deh!
Wahai kamu yang disitu
Jangan terlalu bersikap acuh tak acuh
Lihatlah, disini aku memerhatikanmu
Menginginkanmu menjadi pasangan hidupku
Walaupun itu hanya didalam mimpiku
(Dear You, dengan dimodifikasi)
Luhan menatap Kyungsoo sendu yang dibalas tatapan datar oleh Kyungsoo. Luhan mengelus surai kelam Kyungsoo dengan sayang, namja ini benar-benar menyayangi sepupunya itu, semuanya akan dia lakukan bahkan jika ia harus membunuh orang, ia akan melakukannya.
Luhan menghela nafas berat lalu memutuskan untuk pergi keluar sekedar membeli makanan dan obat untuk Kyungsoo. Namja cantik itupun berjalan keluar setelah izin terlebih dahulu dengan Kyungsoo.
~Kyungsoo POV~
"Kyungsoo-ya, gege izin keluar dulu yah." Ucap Luhan gege yang hanya kubalas sebuah anggukan kecil. Anggota tubuhku terlalu kaku untuk digerakan barang sedikit pun. Sebenarnya aku benci saat-saat seperti ini, disaat dimana aku terlihat begitu lemah dimata orang-orang. Tapi biarlah, aku juga lelah bersikap sok kuat padahal diriku yang sebenarnya tidaklah seperti itu.
Tiba-tiba kudengar suara pintu luar terbuka, sepertinya Luhan gege baru berangkat. Dengan perlahan, aku bangkit dari tempat tidurku dan membuka pintu kamarku dengan perlahan. Dan ternyata, diluar sana aku melihat sesosok namja yang tak kukenal tapi entah kenapa wajahnya sangat familiar.
Dan tiba-tiba, munculah potongan gambar-gambar berwarna hitam putih tentang masa laluku. Digambar-gambar yang berlalu lalang itu, tergambar sosok namja yang tak dapat kukenali yang selalu berlaku jahat kepadaku. Memperlakukanku seakan aku ini hanyalah bayangan di pagi hari. Tanpa kusadari, namja itu berjalan mendekatiku dan menyerukan namaku,
"Kyungsoo-ah."
Dengan segera aku menutup pintu kamarku dengan keras dan kembali duduk ditempat tidur ku. Kututup wajahku dengan selimut. Entah kenapa otakku menyuruhku untuk menjauhi namja itu, tapi hatiku merasakan ada sebersit perasaan sayang kepada sosok itu.
Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan sosoknya dengan wajah malaikatnya yang terlihat muram dan menatapku dengan tatapan bersalah. Sosok itu terus mendekati tempat tidurku, dan entah refleks atau apa, aku mengambil pisau yang ada dinakas dan menodong kepada sosok itu. Ia terlihat terkejut namun aku tidak peduli, asal dia pergi segala cara akan aku lakukan.
"NEO! PERGI!" teriakku namun namja itu tidak bergeming sama sekali. Akupun semakin memajukkan pisau itu hingga tinggal beberapa centi dari wajahnya.
"Pergi atau kau berakhir disini!" teriakku lagi membuat namja itu memundurkan badannya beberapa centi, akupun tersenyum penuh kemenangan dan terus menodongkan pisau itu kewajahnya.
"Kyungsoo-ya, ini Suho, kamu ingat aku kan?" lirihnya namun aku sama sekali tidak menggubris hal itu. Seakan-akan aku menulikan pendengaranku agar tidak mendengar ocehannya itu.
Akupun memutuskan untuk bangkit mendekatinya. Aku jongkok disampingnya, tak kuperdulikan tatapannya yang sepertinya takut itu, kugoreskan ujung pisau di lengannya dan aku dengar ia meringis kecil membuatku menyeringai.
"Jika kau masih sayang nyawa, sebaiknya segera pergi dari sini sebelum aku benar-benar kehabisan kesabaran dan membunuhmu." Bisikku ditelingannya. Akhirnya namja itu bangkit sambil memegang lengannya yang mengeluarkan darah, ia pun menatapku sendu lalu berjalan pergi. Setelah kupastikan ia sudah pergi, kuletakkan pisau itu kembali ditempatnya.
TES
Kuhapus dengan kasar air mataku yang tiba-tiba mengalir, entah kenapa melihatnya kesakitan dada ini terasa sesak, sekarang aku sudah ingat siapa dia, dia adalah Suho Hyung, mantanku yang sering menyiksaku dan menyia-nyiakan perasaanku dahulu.
Cih, namja sialan. Jika keaadaanku sedang sehat mungkin aku sudah membunuhnya. Akupun memutuskan untuk duduk ditempat tidurku sambil menunggu kembalinya Luhan Gege. Kenapa dia lama sekali eoh?.
Dan lagi, kenapa air mataku tidak bisa berhenti mengalir?. Apa yang aku tangisi, nasibku yang memang sangat menyedihkan atau justru namja sialan yang tadi?. Argh, aku bingung dengan semua ini.
~Kyungsoo POV End~
Luhan terkejut saat ia pulang dari supermarket, ia melihat kamar Kyungsoo berantakan dan pemiliknya sedang duduk dengan mata bengkak dan ada beberapa tetes darah kering dibaju Kyungsoo. Berbagai pertanyaan berkecamuk dikepala Luhan, ia pun mendekati sepupunya yang tengah terduduk lemas itu.
"Kyungsoo-ya ada apa ini?" tanya Luhan hati-hati. Kyungsoo pun menundukkan kepalanya dalam-dalam takut kakak sepupunya itu memarahinya.
"Mianhae gege, tadi ada Suho Hyung datang, dan karena aku kesal dengan kedatangannya, aku-aku menyayat lengannya, maafkan aku Gege, tadi itu refleks aku lakukan." Aku Kyungsoo membuat Luhan menatapnya miris.
"Ini bukan salahmu, ini salah si Suho itu. Sekarang kamu istirahat dulu yah, ini makanan untukmu, tapi kamu makannya nanti saja. Gege akan nemenin kamu sampai kamu tidur yah." Ucap Luhan yang dibalas anggukan oleh Kyungsoo. kyungsoo pun merebahkan tubuhnya ditempat tidur dan Luhan menyelimutinya dengan selimut bergambar pororo milik Kyungsoo. Luhan mengelus dengan sayang rambut Kyungsoo sambil menyanyikan beberapa Lullaby untuk Kyungsoo. Setelah menyadari Kyungsoo sudah tertidur pulas, Luhan pun mengecup kilas kening Kyungsoo dan beranjak mengganti pakaiannya. Sosok itupun keluar setelah memasukkan sesuatu di tas kecil yang dibawanya.
Sesosok yeoja datang bertamu kerumah Suho. Ia mengetuk beberapa kali, dan barulah keluar sosok Suho dengan wajah kusut seperti baru bangun.
"Nuguya?" tanya Suho dengan suaranya yang terdengar lirih.
"Aku tetanggamu, boleh aku masuk?" tanya yeoja itu. Suho pun mengangguk dan mempersilahkan yeoja itu masuk kerumahnya yang dibilang besar itu. Yeoja itu memandangi ruang tamu berwarna biru laut itu. Tiba-tiba, Suho menepuk bahu yeoja itu membuat ia terkejut.
"Maaf, nama anda siapa?" tanya Suho.
"Ah nama saya Xi Jiaoi." Ucap yeoja itu. Suho pun hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Nama saya Suho. Silahkan duduk dulu. Saya buatkan teh dulu didapur." Suruh Suho sambil mempersilahkan Jiaoi duduk. Jiaoi pun duduk di single sofa dan menatap sekeliling ruang tamu Suho. Dan ia melihat foto Suho dengan seseorang bermata bulat dan berpipi chubby itu. Tiba-tiba, Jiaoi menyeringai dan menaruh tasnya di sofa setelah membawa suatu benda. Ia berjalan dengan perlahan kedapur dan melihat Suho sedang sibuk membuat teh sehingga tidak menyadari kehadirannya. Seringaian Jiaoi semakin menyeramkan kala ia mengeluarkan sebuah pisau lipat dari kantung bajunya. Ia mendekati Suho dengan perlahan dan memeluk namja itu dari belakang dan dengan segera menusuk bagian perut Suho dan menariknya lagi. Suho pun ambruk seketika sambil memegangi perutnya yang mengeluarkan darah dan teh yang ia buat pun jatuh menimpa kakinya membuat namja itu meringis.
Suho menatap Jiaoi dengan tatapan tajam namun hanya dibalas senyum meremehkan oleh yeoja itu. Ia berjongkok disamping Suho lalu mengambil salah tangan kanan Suho. Ia menyayatkan pisau di telapak tangan Suho membuat namja itu meringis. Puas dengan tangan kanan Suho, ia pun mengelus salah satu pipi Suho lalu menyayatkan pisau dipipi yang lain. Ia juga menyayatkan pisau di ujung kiri dan kanan bibir Suho.
"Suho-ssi, seandainya kau tidak menyakiti Kyungsoo, aku tidak akan pernah melakukan hal ini padamu sekalipun dalam mimpi." Ucap Jiaoi sambil membuka baju Suho dibagian bahu dan menyayatkan pisaunya disitu. Suho kembali meringis sambil menggigit bibirnya hingga berdarah untuk menahan rasa sakit yang dirasakannya.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Suho dengan susah payah. Jiaoi pun mengangkat dagu Suho dan menyeringai.
"Kau tanya siapa aku? Aku adalah sepupu dari orang yang telah kau sakiti." Ucap Jiaoi sambil melepaskan wig rambut panjang yang dipakainya. Suho terkejut melihat sosok didepannya yang ternyata adalah Luhan.
"NEO! Ish sialan kau!" teriak Suho membuat Luhan semakin menyeringai.
"Siapa yang lebih sialan? Kau atau aku?" tanya Luhan sambil mengambil tangan kiri Suho dan menyayat disekitar nadi Suho.
"Aku hanya membalaskan dendam sepupuku. Itu saja." Ucap Luhan sambil menyayat bagian leher Suho.
"Hal ini sebanding dengan apa yang kau lakukan dulu kepada sepupuku itu." ucap Luhan sambil menyayat lengan Suho.
"Selamat tinggal Kim Joonmyun. Sayonara~" dan terakhir, Luhan pun menusukkan pisaunya tepat dijantung Suho dan menariknya lagi. Darah pun berlomba-lomba mengucur keluar dari tempat itu.
Luhan pun segera bangkit dan menatap sekeliling dapur Suho yang lantainya sudah dipenuhi darah merah. Ia semakin menyeringai lalu meletakkan pisau yang dibawanya di genggaman tangan Suho seakan-akan Suho seperti bunuh diri. Ia menyeringai melihat jasad Suho yang sudah tak bernyawa lalu segera pergi keluar dari rumah itu sambil membawa tas dan wignya. Misinya sudah selesai sampai disini, dia sudah berhasil membalaskan dendam Kyungsoo.
Beberapa hari kemudian~
Kyungsoo menggonta-ganti channel dengan bosan. Sebenarnya hari ini ia sudah ingin masuk, hanya saja karena sepupu tersayangnya itu melarangnya, jadilah ia mati kebosanan dirumah seperti ini. Dan tiba-tiba tangannya berhenti pada sebuah channel yang memberitakan bahwa ada seorang direktur yang meninggal karena bunuh diri.
"Seorang direktur dari perusahaan Kim Corporation, Kim Joonmyun atau Suho, ditemukan meninggal di kediamannya. Terdapat beberapa sayatan di tangan dan wajah serta lehernya, dan juga sebuah pisau ditangannya yang sepertinya sosok itu bunuh diri. Belum diketahui penyebab direktur ini bunuh diri, dan polisi pun sudah menutup rumah milik Suho dan keluarganya pun sudah dihubungi. Pemakaman akan diadakan nanti sore, dan polisi pun juga sedang menyelidiki penyebab sosok itu bunuh diri."
Kyungsoo terkaget melihat berita itu, namun seringaian muncul diwajahnya. Ia pun menengokkan kepalanya kebelakang dan melihat kakak sepupunya pun tengah menyeringai melihat berita tersebut.
"Luhan-ge, Good Job!" ucap Kyungsoo sambil menunjukkan dua jempolnya kepada Luhan. Luhan pun dengan seringaiannya yang semakin menyeramkan pun berkata,
"Itu hanya hal kecil Kyungsoo-ya."
TBC~
Hahahaha! *ketawa nista bareng Luhan* mian bagi yg suho biased karena disini suhonya dibunuh demi kelanjutan cerita. Untuk chapter selanjutnya, author gak tau bisa diupdate sebelum UTS atau sesudah, jadi liat nanti aja oke? Dont forget to RCL~
