yaaa... pada akhirnya, fanfic ini terbagi menjadi beberapa chapter xD

selain karena saya males ngetik, saya juga kurang pede kalo fanfic yang saya bikin ini jelek /minder

baiklah, ini kelanjutan dari chapter 1.. silakan dibaca.. jangan pelit utk ngasih review, karna saya masih newbie :3

Ch.2 Apakah Dia Peduli?

***Di ruang ganti***

"hey jurina-chan", aku memanggil Juju dari lokerku dengan suara lirih. Entah dia dengar atau tidak. Lagi pula di ruang ganti sudah tidak ada siapapun. Seluruh member Tim K sudah berpamitan untuk pulang saat kita berpapasan di lorong.

"Hmm, ada apa yuko senpai? Kau butuh bantuan?". Jawabnya sambil mengintip dari loker. Dia sedang membereskan lokernya. "Tidak ada apa-apa. Aku pikir kau sudah pulang. Hey, ayo makan siang bersama. Aku lapar", ajakku. Mungkin di café nanti aku bisa bercerita padanya. "ah, maaf yuko senpai. Aku harus segera kembali ke Nagoya. Aku tidak bisa lama-lama di Tokyo. Aku ada kerjaan lain disana. Malam ini harus sudah kembali. Maaf ya, mungkin lain kali. Tidak apa kan?", dia memelas dengan mata kucingnya. Aah, aku jadi tidak tega menyeretnya dalam masalahku. Aku tutup lokerku dan menghampirinya "hmm, baiklah. Kerja yang benar ya adik kecilku~ tapi jangan lupa makan dan istirahat agar tidak sakit lagi seperti bulan lalu" sambil ku elus kepalanya. Kemudian kami memutuskan untuk pulang.

***lorong teater***

Saat berjalan keluar, kami melewati ruang dance. Aku melihat Haruna sedang berlatih. Walaupun tubuhnya tidak lentur, tapi dia dapat menari seperti itu. Aku tersenyum sendiri di depan pintu. Kemudian aku mendengar Juju memanggilku, aku mengikutinya keluar gedung.

Kita berpisah di depan stasiun kereta Akihabara. Juju akan langsung menuju Nagoya. Setelah melambaikan tangan pada Juju, aku berjalan sendirian menuju café dan memilih duduk di luar. Aku memesan makan dan minum, melamun sebentar. Lamunanku berakhir karena makanan yang ku pesan sudah tiba. Tanpa basa-basi aku langsung melahapnya.

Setelah selesai makan siang, aku masih malas untuk pulang. Hari ini aku ada jadwal untuk photo shoot pada jam empat sore. Aku melihat jam tanganku, ternyata masih jam dua. Masih ada waktu dua jam lagi. 'sebaiknya aku pulang atau jalan-jalan? Aku sedang malas di rumah dan aku tidak tahu akan jalan kemana. Apa sebaiknya aku kembali ke teater saja?'. Baiklah, sudah aku putuskan bahwa aku akan kembali ke teater untuk menghabiskan sisa waktu ini. Aku akan menemani Haruna berlatih. Setelah membayar, aku beranjak dari café dan berjalan menuju teater.

Sesampainya di teater, aku melihat Tim B sedang istirahat. Tapi mataku menangkap sosok yang masih berlatih di depan cermin besar itu. Haruna masih berlatih. Yukirin yang melihatku sepertinya akan memanggil namaku. Aku segera memberi isyarat agar tidak berteriak dengan menempelkan jari telunjuk ke bibirku. Yukirin yang paham langsung mengangguk.

Apakah dia tidak menyadari aku berjalan masuk kemari? Padahal di depannya ada cermin yang sangat besar. Dan seharusnya dia bisa melihatku dari pantulan cermin itu. Ah, sudahlah. Aku akan mengambilkan minum dan handuk untuknya.

Saat aku akan mengambil botol mineral di meja dan handuk yang dilipat, aku mendengar suara sesuatu yang terjatuh kemudian ku dengar suara Haruna berteriak. "aaaaaah, aduh sakiiitt… kaki kananku, ssss.. sakiittt". Aku menoleh dan berlari kearahnya. Member lain juga langsung berjalan kearahnya.

"Kojima-san, kau tidak apa-apa?" Tanya yukirin yang sudah ada di sampingnya. Aku segera menerobos member lain yang mengelilinginya. "permisi, aku mau lewat. Biarkan aku lewat". Ku lihat haruna memegang kaki kanannya. Mungkin terkilir.

"Nyan-Nyan, apa kau terluka? Mana yang sakit? Coba aku lihat". Aku panik. Segera ku pijat secara perlahan kakinya yang sakit. "ah, yuko? Apa yang kau lakukan disini? Aaaaah, yuu-chan, sakit!". Aku tetap memijat pergelangan kaki haruna yang sakit. Kulihat dia agak meringis, pasti menahan sakitnya. Sesekali dia berteriak. Padahal aku sudah lembut memijatnya. Aku harus lebih lembut lagi.

"Yuu-chan, apa yang kau lakukan disini? Kau kan seharusnya sudah pulang". Eh, tumben dia tidak tsundere. Aku menoleh sambil senyum. "um.. aku kembali kesini. Ingin melihat Nyan-nyan latihan. Sebelum aku kerja lagi". Dia memalingkan wajahnya. Pipinya memerah. Aku tersenyum dan baru menyadari bahwa beberapa member lain masih disekitar kita. "ehem, jadi.. aku serahkan kojima-san padamu ya" ucap yukirin dan dia menyuruh member lain untuk kembali latihan.

Aku berniat untuk memapah Haruna agar tidak mengganggu yang lain. Saat aku akan meraih tangannya, dia tidak mau memegang tanganku. Dia berusaha berdiri sendiri. Dasar Queen of Tsundere. Tapi aku tetap suka dia. "sini, pegang tanganku. Aku bantu kau berdiri. Kita pindah dari sini. Duduk disana saja". Sambil menunjuk kursi yang ada di tepi ruangan. "tidak perlu. Aku bisa berdiri sendiri. Aku mau latihan lagi. Kenapa kau tidak pulang saja? Kau kan ada kerja lagi". Nadanya menyuruhku untuk pergi tapi aku tahu bahwa dia ingin aku tetap berada disini. Hehe, nyan-nyan, kau lucu sekali. "sudah, jangan rewel. Sini tanganmu". Dia masih saja menolak. Dan saat berdiri, sepertinya kakinya masih sakit sehingga dia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke depan.

Untung aku berada di depannya. Reflek, segera ku tangkap dia dalam pelukanku. Bruk! Aku berada dibawahnya. "ah, yuu-chan. Maaf". Dia menindih tubuhku yang kecil ini. Tapi aku tidak marah. Aku tidak akan marah hanya karena dia meniduriku. "sudah ku bilang kan, sini aku bantu". Aku mendorong pundaknya perlahan hingga ia dan aku terduduk. Kemudian aku berdiri, berjalan kesampingnya dan menjulurkan tanganku. Satu di belakang lutut dan satu lagi di punggungnya. "eh, apa yang kau lakukan? Aku lebih memilih untuk dibantu berdiri dari pada di gendong". Aku tak tega melihatnya yang memaksa untuk berdiri. Jadi aku berinisiatif untuk menggendongnya ala prince and princess.

Aku masih tersenyum, kutarik perlahan tangannya hingga melingkar di leherku, keduanya. "haruna, untuk kali ini saja, jangan tsundere ya. Aku tidak ingin lukamu semakin parah". Dan aku menggendongnya. Beberapa kali dia memberontak. Padahal aku kan bukan orang asing. Dan aku tidak berpikir bahwa haruna besar dan berat. Aku bisa menggendongnya dengan mudah. "yuko, turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri. Ah, mou".

Sampai di tepi ruangan, aku turunkan dia di kursi. Miyuki berlari dari luar sambil membawa ceret berisi air panas. Dan di belakangnya ada umechan dan shii-chan membawa bak kecil berisi air dingin. Mereka meletakkannya dan miyuki menuangkan air panasnya. Umechan memastikan bahwa airnya sudah menjadi hangat. "baiklah, serahkan sisanya pada yuko. Ayo kita kembali latihan", perintah umechan. "yuko, tolong jaga kojima-san. Oke?". Aku tersenyum "tidak perlu menyuruhku, aku pasti akan menjaga nyan-nyanku dengan baik". Kulambaikan tanganku pada umechan.

Tim B pun kembali berlatih. Sekarang hanya ada kami berdua di tepi ruangan. "masukkan kakimu ke dalam bak air hangat ini, agar kau lebih rileks". Haruna menurut. Saat kakinya berada di dalam air, aku memijat kaki kanannya yang sakit. Lama kelamaan aku bosan melihat kakinya, aku ingin melihat wajahnya. Aku mendongak, ternyata dia sedang memalingkan wajahnya.

Kuhentikan pijatanku. Aku berdiri dengan lutut sebagai tumpuan. Kudekatkan wajahku padanya. Dia melamun. Begitu dia tersadar, ia menoleh. "yu… kenapa wajahmu dekat sekali? Kakiku sudah sembuh, kau boleh pergi". Dia membenarkan posisi duduknya, mundur sedikit karena merasa tidak nyaman. Dan memalingkan wajahnya. Aku masih melihatnya, kemudian aku melihat jam tanganku.

"astaga! Sudah jam segini. Aku ada pemotretan setelah ini. Hmm, haruna? Apa kau yakin sudah tidak apa-apa? Jika kau masih membutuhkanku, aku bisa membatalkan pemotretanku. Aku juga akan mengantarkanmu pulang. Bagaimana?". Dia tidak menoleh kearahku. Tapi kemudian dia berbicara, "aku sudah tidak apa-apa. Yuko pergi saja. Pemotretan itu lebih penting".

Aaah, anak ini…. Baiklah, aku akan pergi. Aku berdiri, berjalan menjauh dari haruna. Yuki yang melihatku, tiba-tiba berteriak, "eh, yuko? Kau tidak menemani kojima-san? Ada jadwal lain?". Aku menoleh kearah yukirin, "um.. ada kerjaan lain. Titip nyan-nyan ya". Seluruh member tim B mengangguk. Aku pamit, membungkuk sedikit.

TBC

hehe.. gimana gimana? dilanjutin atau tidak? kalo lanjut, mungkin nanti malam akan saya kerjakan ;) kalau tidak ada halangan, hehe

saya tunggu review dari kalian ^_^ bye bye~