.

.

.

.

"SHE WILL BE LOVED"

Part One : How I Meet Her

Main Cast

Cho Kyuhyun x Lee Sungmin

Lee Donghae

Victoria Lee (?)

Cho (Kim) Kibum x Choi Siwon.

.

.

.

.

"YA TUHAN CHO KYUHYUN! AYO BANGUN!"

Kibum berteriak lantang dengan begitu murkanya ketika menemukan sang adik tercinta masih asik bergelung dengan selimut besar yang menutupi sebagian tubuhnya. Dengan cepat dan sigap—sang yeoja manis yang sudah rapi dan siap berangkat ke kampus itu menarik si selimut, saking kuatnya ia bahkan tidak hanya menggerakkan selimut itu, ia juga sukses menarik tubuh sang adik hingga jatuh merosot ke lantai kamar yang begitu dingin.

"Yak Nuna! Appo!" Balasnya kesal sembari memijit tulang belakang miliknya.

"Kau ini! sudah jam berapa sekarang? Ayo cepat mandi!" Perintah Kibum sembari menunjuk-nunjuk adiknya dengan kesal. Bagaimana tidak, sudah dari sekitar setengah jam yang lalu ia berusaha membangunkan adiknya dan pria itu selalu saja meloncat ke atas kasur yang empuk ketika ia keluar sebentar saja dari ruangan berhawa suram milik Kyuhyun.

"Aaah arrasseo, sana keluar! Aku mau mandi"

"Shirreo! Nanti kau tidur lagi" Potong Kibum cepat sembari memungut pakaian-pakaian kotor adiknya yang berserakan dimana-mana. "Aku tunggu saja disini"

"yakin kau masih akan disini?"Kyuhyun menyeringai kecil sembari melepaskan kaus merah yang ia kenakan, "Baiklah, aku tidak memaksa ya, Noona"

Wajah Kibum berkerut-kerut cemas ketika adik kandungnya sendiri itu mencoba melepaskan celana boxer didepan kedua matanya. Ketimbang ia harus menyaksikan pemandangan horror yang mencengangkan, sang kakak lebih memilih berlari terbirit-birit keluar kamar lalu menyiapkan sarapan untuk keduanya.

Cho Kibum dan Cho Kyuhyun memang hanya tinggal berdua saja semenjak kedua orang tua mereka memutuskan untuk bercerai dan hidup secara terpisah, sang umma, Kim Heechul memilih tinggal di Paris dan melanjutkan S2-nya desaign, sementara sang Appa yang berkebangsaan China tinggal di kampung halamanya demi mengurusi perusahaan mereka yang maju pesat disana.

Sebagai seorang kakak, Kibum bertugas menjadi ibu sekaligus ayah pengganti bagi Kyuhyun. Tampak jelas sekali bagaimana cekatanya ia mengurusi Kyuhyun. Meskipun kaya raya—keduanya tentu tidak bisa bergantung pada harta pemberian orang tua mereka, kemandirianlah yang membuat dua kakak beradik itu masih bisa bertahan. Sementara Kibum sibuk menata makanan yang baru saja selesai dimasaknya sang adik baru saja keluar kamar dengan seragam sekolahnya sembari memasang dasi lalu menghambur duduk di depan meja makan.

Ya, usia mereka berbeda tiga tahun. Kibum kini seorang mahasiswi di sebuah universitas yang cukup terkenal di Korea sementara sang namja tampan berambut hazelnut disampingnya adalah murid kelas akhir sebuah sekolah menengah atas.

"Nanti malam Noona ada rapat senat, jadi kau beli saja makan malam sendiri, ara?" Titah Kibum pada adiknya.

Kyuhyun mengunyah makananya berirama kemudian berkata, "Rapat macam apa yang sampai malam Noona? Rapat bersama Siwon Hy—"

"TUTUP MULUTMU! Aish kau benar-benar menyebalkan!"

Kibum menatap Kyuhyun dengan tatapan paling menusuk sedunia. Wajah cantiknya seolah memberikan hawa-hawa panas yang sungguh membuat adiknya hanya bisa menunduk takut melihat pergerakan obsidian sang kakak. Seorang putri salju seperti Kibum, jika sudah menunjukkan wujud aslinya akan berubah menjadi monster mengerikan dalam sekejap, iissh.

"Yasudah, ayo cepat habiskan sarapanmu! Lalu kita berangkat bersama saja, malas sekali bawa mobil hari ini."

"Dasar, Bilang saja supaya pulang bisa berdua dengan pangeran kudamu!" Balasnya dengan lantang sembari mengunyah sarapanya.

.

.

.

.

Kyuhyun tidak mengerti mengapa ia harus bersekolah di tempat yang begitu jauh seperti sekolahnya sekarang. Meskipun bisa dibilangsekolah yang pernah menjadi sekolah kakaknya ini merupakan sekolah terbaik yang ada di Seoul tetap saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan konsentrasinya dalam menyetir untuk sampai ke tempat itu. Selain itu, dengan Noona super cantiknya yang 'nebeng' membuatnya harus berputar-putar dan berangkat lebih pagi. Benar-benar menyebalkan!

Setelah memarkirkan kendaraan roda empatnya di bawah sebuah pohon rindang, ia berjalan menuju gerbang utama sekolah dengan menentang buku-buku dan tas yang ditentenggnya erat-erat. Tentu saja, seiring kakinya yang melangkah tegap kedepan terlihat beberapa yeoja-yeoja berbisik kagum ke arahnya. Ia begitu tampan—dengan seragam sekolahnya yang sebenarnya sama dengan murid-murid lainya ia tetat terlihat begitu maskulin dan seolah memiliki sinar terang benderang mengelilingi seluruh tubuhnya. Selain fisik dan hartanya yang sudah tidak bisa dihitung, Kyuhyun juga memiliki kelebihan lain yang membuat namanya semakin harum dan menjadi salah satu namja yang di perhitungkan di sekolahnya. Ia begitu jenius.

Sebenarnya ini sudah menurun dari generasi Cho yang pertama—lalu turun ke kakak tercintanya yang tidak kalah pintar dan berotak darinya. Kibum juga tidak kalah darinya, bahkan jika bisa diadu mungkin kakak satu-satunya itu lebih pintar sedikit. Maklum saja, Kyuhyun memang sedikit pemalas. Sebagian besar hari-harinya tidak diisi dengan belajar melainkan sibuk bercinta dengan PSP kesayanganya.

Sementara itu tak jauh dari tempatnya berdiri beberapa yeoja cantik dengan seragam yang sama dengannya terlihat bergerumul beramai-ramai. Tentu saja, mereka asik membicarakan sang namja tampan bermarga Cho yang melenggang dengan gaya khasnya tanpa sedikitpun menoleh. Bukanya dibilang sombong, mereka semua malah tergila-gila dengan sifat Kyuhyun yang menurut mereka cool pangkat lima.

"Wah Baby Kyu! Dia tampan sekali hari ini!" Teriak salah satu dari mereka dengan lantang.

Satu yang gemuk terlihat menyahut, "Hey, dia milikku! Awas saja kalau kau sampai coba-coba mendekatinya!"

"Aiish sudah-sudah jangan bertengkar terus!" Yang berbadan kecil menengahi sembari menatap kedua teman aneh disampingnya galak,"Lihat itu! Sekarang Kyuhyun malah bicara dengan Victoria!"

Ketiganya hanya bisa menunduk iri ketika seorang yeoja terlihat mendekati Kyuhyun sembari menyapanya. Pupus sudah, pupus lah sudah harapan ketiganya mengingat Victoria merupakan satu dari sekian kecil yeoja yang dekat dengan Kyuhyun. Dan diantara sepersekian yeoja-yeoja yang berniat mendekati Kyuhyun, hanya Victoria-lah yang memang bisa dekat sekali dengan namja itu.

"Anyeong, Kyu" gadis berambut cokelat itu dengan santainya menghampiri Kyuhyun sembari meletakkan tangan kananya diatas bahu Kyuhyun.

"Oh, Hai" Jawabnya singkat sembari menengok sebentar kemudian terlihat berjalan lagi dan mengacuhkan sang yeoja disampingnya.

Victoria terlihat menyamakan derap langkah Kyuhyun yang panjang dan ikut berjalan dengan cepat sembari menyibakkan rambutnya. Cih pamer, "Kyunnie.. Besok malam.. kau akan datang ke ulang tahunku, kan?" Lanjutnya tanpa basa-basi lagi, lagipula, percuma sekali ia berbicara yang tidak penting pada sang lawan bicara, sudah pasti Kyuhyun langsung mengacuhkanya dan pergi begitu saja.

"Ulang tahunmu? Kapan? Besok?"

"Tentu saja, datang ya, jangan lupa, Appa ingin sekali bertemu denganmu, ia penasaran sekali bagaimana wajah anak sahabatnya" Balasnya tersenyum sembari menekankan kalimat 'Appa' dan 'sahabatnya' dalam ucapanya.

Kyuhyun mengernyit sebentar, bagaimanapun juga, Kedua orang tuanya memang bisa dibilang dengan ayah Victoria yang notabene sama-sama pengusaha terkenal di China sana. Meskipun iasama sekali tidak mengenal sang tuan Lee, Rasanya begitu tidak enak jika ia tidak datang, apalagi jika orang tuanya tahu terutama Umma-nya yang super galak—ia pasti akan jadi bulan-bulanan masa. Bisa jadi, ia dijadikan makan malam kucing kesayangan umma-nya.

"hem.. Baiklah, besok, jam berapa?"

.

.

.

~KyuMin~

.

.

.

Kyuhyun tidak suka keramaian. Baginya, bermain PSP di rumah atau menghabiskan waktu dengan menggoda Kibum lebih asik ketimbang berada di sebuah pesta besar dengan suasana yang riuh dan ramai seperi ulang tahun Victoria sekarang. Baru saja masuk ke dalam pekarangan rumah besar itu musik sudah mulai terdengar.

"Hai Kyu, kau datang tepat waktu" Refleks Kyuhyun menoleh dan menemukan Victoria sudah berada disampingnya kemudian mengapit tanganya dengan mesra.

"Ah Victoria-ssi.."

"Ayo masuk kedalam, semuanya sudah menunggu.."

Tanpa mendengar persetujuan apapun sang yeoja genit itu menggiring Kyuhyun dengan mesra seakan menunjukkan pada para tamu undangan bahwa pria yang berada disampingnya ini merupakan namja chinggunya. Senyuman lebar tak henti-hentinya terpancar dari wajah seorang Lee Victoria yang membuat beberapa yeoja lain berdecak iri kearahnya sembari mengucapkan sumpah serapah yang tidak jelas asal-usulnya.

Di dalam, acara terlihat tambah mewah dan mewah saja. Dekorasi, makanan yang dihidangkan serta panggung besar yang ada didepan matanya seakan dirancang untuk sebuah pesta pernikahan. Terlalu boros dan terkesan pamer. Tapi mungkin untuk anak seorang kaya raya seperti Victoria ini sama sekali bukan masalah.

"Kyu! Pelan-pelan.." Bisik Victoria sembari terus memandunya berjalan terus, sepertinya dengan high heels yang begitu tinggi dikenakanya membuatnya kerepotan setengah mati.

Keduanya berjalan hingga berada di depan sebuah panggung kecil yang disediakan tepat di depan deretan kursi-kursi penuh yang sudah terisi dengan orang-orang penting dan beberapa teman pengusaha kedua orang tua Victoria. Yeoja itu terlihat begitu bangga dan memerkan Kyuhyun kesana dan kemari pada semua tamu undangan. Jujur saja, kini ia begitu risih dan hanya bisa tersenyum kaku sembari berpura-pura tersenyum.

Lalu kedua matanya menangkap wajah seorang yeoja cantik yang sedang terdiam duduk sendirian tak jauh dari kerumunan orang-orang itu. Wajahnya begitu cantik—kulitnya yang putih merona kemerahan, tubuh mungilnya, mata sipit khas asia, hidung mungilnya yang mancung serta bibir merah meronanya yang sintal seolah benar-benar menyihir Kyuhyun hingga sang namja itu hanya berdiri kaku sembari melongo kearah sang yeoja berambut hitam yang terlihat begitu kesepian.

Namun wajah itu terlihat begitu murung dan hanya menatap kerumunan lainya dengan pandangan datar, sembari sesekali memainkan ujung-ujung jari tanganya ia terlihat begitu bosan. Jika saja Kyuhyun memiliki keberanian lebih pria itu pasti akan menghampirinya dan mengajaknya berbicara.

"Kyuhyun.."

Sial, Victoria kini berada dihadapanya dan membuat pandangan mata Kyuhyun terhalangi rambut si genit yang disanggulnya sedemikian rupa hingga membuat kepalanya bahkan lebih besar dua kali lipat.

"Waeyo?" Tanyanya malas

"Ini Appa-ku, ah Appa, ini Kyuhyun yang sering kubicarakan itu.."

Kedua onyx Kyuhyun yang berwarna kecokelatan bertemu dengan sepasang mata tegas dari seorang pria paruh baya yang berjalan mendekati keduanya. dengan hormat, Kyuhyun membungkukkan tubuhnya beberapa detik sebelum kembali berdiri dengan tegak disamping Victoria.

"Anyeonghaseyo, Joneun Cho Kyuhyun imnida—"

"Ah Kyuhyun, benar-benar perpaduan Heenim dan Hankyung yang sempurna,sampaikan salamku jika mereka sudah pulang, ne?"

"Tentu saja Tuan Lee" Kyuhyun tersenyum sembari menatap namja dihadapanya, jika dilihat-lihat, tuan Lee begitu tampan meskipun usianya tentu sudah tidak muda lagi. Wajahnya terkesan begitu kharismatik meskipun terlihat ada kerutan dibalik senyumannya, "Pasti, pasti akan kusampaikan"

"Ah begitukah? Bagus sekali. Vict, tak salah memilih namjachinggu" Goda sang ayah.

"A-appa!" Balas Victoria malu-malu sembari menyenggol tubuh Ayahnya.

Kyuhyun hanya bisa terdiam menunduk. Dasar centil! Rasanya ia ingin menceburkan Victoria ke dasar sumur hingga yeoja itu tenggelam ke dasarnya dan hilang ditelan bumi. Sejak kapan ia menjadi namjachinggu-nya? seumur hidup Kyuhyun mengenal Victoria ia memang termasuk yang paling agresif, tapi ia sama sekali tidak menyangka gadis itu akan mengklaim dirinya sebagai namjachinggu di depan orang ruanya sendiri. Murahan.

"Ah aku bahkan belum memperkenalkan diri... Namaku Lee Donghae, aku dan Heenim teman satu kampus ketika kuliah dulu.." Donghae, menjabat tangan Kyuhyun perlahan sembari menepuk-nepuk bahu Kyuhyun.

"Ah aku harus menyapa tamu lainya, silahkan nikmati pestanya, Kyuhyun-ah, pesta anakku pestamu juga, bukan? Nah aku permisi dulu"

Sepeninggalnya Donghae , Kyuhyun terlihat memandang sinis kearah gadis disampingnya yang terlihat cuek-cuek saja, gadis itu bahkan terlihat semakin sumingrah lalu berhambur dengan tamu-tamu lainya yang terlihat begitu kaget mendapati keduanya berjalan beriringan bersama. Bosan, kedua matanya kemudian kembali mencari yeoja yang berusan dilihatnya, yeoja yang begitu membuat hatinya berdegup kencang seakan kena serangan jantung.

Ternyata, ayah Victoria kini menghampiri sang yeoja lalu berbicara sebentar kemudian dengan patuhnya yeoja cantik itu mengangguk dan ikut pergi bersama pria paruh baya yang terlihat memerintahkanya berbuat sesuatu. Ah dilihat-lihat dari pakaianya, hampir senada dengan yang dikenakan Victoria meskipun tidak dengan potongan yang cukup berani. Dengan bahan dan desaign yang sama meskipun gaun miliknya panjang menutupi lutut dengan selendang yang melindungi bagian dadanya. Apa gadis itu kakaknya Victoria?

.

.

.

.

"Kyuhyunie~"

Perilaku Victoria Lee benar-benar jadi memuakkan ketika pesta telah usai. Bahkan kini, disekolahpun gadis itu sepertinya terus-terusan menempel padanya layaknya sebuah post-it berjalan. Kemanapun Kyuhyun berada maka disanalah Victoria akan mengekor. Bukanya Kyuhyun tidak berusaha menghindar—hanya saja gadis itu selalu memiliki seribu satu alasan untuk membuatnya tetap menempel dan lengket, heran deh, apa dia memakai susuk hingga Victoria sebegitu tergila-gila pada Cho Kyuhyun?

"Aish, lepaskan! Kau berat!" Maki Kyuhyun ketika Victoria menaruh lengan kanan diatas bahunya.

"Aku sudah diet, apa aku masih berat, chagi?"

"Siapa chagi-mu hah? Pergi sana! Kau membuatku sama sekali tidak konsen belajar!"

Handphone Victoria berdering dengan kencangnya ketika Kyuhyun sedang mengucapkan sumpah serapahnya yang membahana hingga ke koridor sekolah, untungnya kelas sedang sepi. Namun kedua bola matanya mendadak membulat ketika melihat foto sang penelfon yang berada di layar smartphone besar milik Victoria, itu gadis yang kemarin.

"Untuk apa menelfoku?"

"Kau? Menjemputku? Cih."

"Yayaya, lakukan saja terserahmu, aku tidak perduli"

Clack!

Layar itu kemudian meredup dan mati. Menyisakan Victoria yang biasanya menutupi mati-matian wajah sebalnya kini terlihat mengerucutkan bibirnya. Tidak sama sekali lucu, yang ada hanya wajah memuakkan yang membuatnya ingin muntah.

"Kyunnie chagi, aku pergi dulu ya, kalau ada yang mencariku, bilang saja aku sudah pergi, ara? Bye sayang"

Victoria melambai kan tanganya dengan cepat lalu menghilang dengan kilat dari pandangan Kyuhyun, menyisakan namja itu sendiri yang terlihat tidak acuh lalu kembali sibuk dengan PSP hitamnya.

.

.

.

"Permisi"

"Permisi"

Seseorang tampang mengguncang-guncangkan tubuh Kyuhyun yang masih terlelap diatas kursi, perlahan ia mengerjap-ngerjap lalu menatap yeoja yang berdiri di hadapanya. Begitu cantik dan bersinar, membuatnya lagi-lagi hanya bisa mengangga seperti orang tolol.

"E-eh iya?"

"Kau temanya Victoria ya? Apa kau.. melihatnya?" Yeoja itu, bahkan terlihat begitu menakjubkan ketika membuka mulutnya. Suaranya begitu imut—dengan bibir tipis yang bergerak perlahan seakan memberi mantera-mantera khusus bagi Kyuhyun.

"Mungkin sebentar lagi dia kembali.. tunggu saja disini sebentar"

Bohong, ia berbohong untuk bisa melihat gadis disampingnya lebih lama lagi. Ia terlihat menunduk kemudian menghempaskan tubuhnya disamping Kyuhyun. Membuat pria itu rasanya ingin melayang ke atas langit ke tujuh begitu wajah itu ada di jarak yang begitu dekat, Ternyata jika dilihat, ia jauh lebih cantik dan menawan dibanding kemarin.

Rasanya bodoh, ia baru bertemu dan bahkan tidak tahu apapun. Ia bahkan tidak tahu siapa gadis bersurai indah disampingnya, ia bahkan tidak tahu apapun tentangnya ia bahkan—

"Sepertinya kau dan Victoria sangat dekat, ya?" Gadis itu mencoba memulai pembicaraan, Kyuhyun dengan cepat langsung menggeleng tanpa berani berbicara apapun.

"Ah Mian aku belum sempat memperkenalkan diri, Namaku Lee Sungmin" Ucapnya sembari mengulurkan tangan kanan sebagai tanda perkenalan.

"A-aku.. Cho Kyuhyun"

"Kyuhyun? Nama yang bagus sekali" Puji Sungmin lagi.

"Terimakasih, omong-omong kenapa kau tidak mencoba menghubungi Victoria saja, Sungmin-ah?" Kyuhyun mencoba memperlama pembiaraan keduanya sembari menyandarkan tubuhnya pada pohon besar yang berada tepat dibelakangnya.

"Dia tidak suka jika ada yang menghubunginya"

Benarkah? Tapi mengapa gadis itu seperti kurang kerjaan dengan menelfonku berkali-kali setiap hari?

"Oh ternyata begitu, kau adiknya.. Victoria ya?" Tanya Kyuhyun sembari melanjutkan permainan di PSP-nya lagi.

Sungmin tertawa terbahak-bahak sembari menutup kedua mulutnya,"Mworago? Adiknya? Kau mencoba meledekku ya, anak muda?"

Kyuhyun tentu saja menggeleng secara cepat dan langsung, "Apa kau.. kakaknya?"

"Tentu saja bukan, mana mungkin aku adiknya Victoria, apa kau sudah buta, Kyu?" polos sekali anak ini, Batin Sungmin sembari menatapnya dengan yakik sekali lagi. Tapi pria tampan di depanya itu terlihat sehat-sehat saja kok, lagipula ia tampan dan selera berpakaiannya bagus. Apa namja ini terbentur sesuatu sebelum bertemu denganya?

"Lalu kau siapanya?"

"Aku..."

"Aku Umma-nya Kyuhyun-ah, Aku, Ibunya Victoria"

"Mwo?!" Teriak Kyuhyun secara refleks hingga PSP yang masih mulus seratus persen itu sukses mendarat ke tanah-tanah berumput.

.

.

.

TBC

Anyeong~

Meskipun FF ini rated-M tapi mohon maaf sebesar-besarnya karena mungkin baru akan ada NC sdi chapter keduanya. untuk part ini aku ingin menjelaskan terlebih dahulu bagaimana bisa Kyupil yang kece badai bisa bertemu dengan pujaan hatinya., karena pastinya aneh kalau aku langsung to the point secara ff ini rentang usianya begitu jauh dan kyknya ga masuk akal kalau mereka langsung ketemu gitu aja, benar kan?

Victoria dan Donghae disini sepertinya aku buat agak jahat, mohon maaf ya chinggundeul, tp aku ga bermaksud apa-apa kok^^

So please read and review, do not bash and keep respect with other fict.

Sibum and Kyumin is real!