PREVIOUS:
Sekolah Naruto kedatangan murid baru bernama Uchiha Sasuke. Saat melihatnya, Naruto merasa kenal dengannya. Dan sepertinya Sasuke tertarik dengan Naruto...
Apa yang akan terjadi?
-SECRET'S OF VAMPIRE -
WARNING: Aku tak tahu jenisnya tapi karena baru jadi mungkin akan banyak warning warningnya...
PAIR: SasuFemNaru
AUTHOR: De-chan love- OPFTNS
DISCLAIMER: Masashi Kishimoto(De-chan Cuma minjem)
GENRE: Romance – Supranatural - Fantasy
RATING: T+
.
.
CHAPTER 2
BEGIN
.
.
.
NORMAL POV
Saat ini Naruto sedang berada di atap. Naruto menyukai suasana tenang.
Tap... tap.. tap..
Terdengar langkah kaki yang melewati tangga mendekati pintu menuju atap. "Siapakah itu...?"
Terdengar suara engsel pintu yang menderit tajam tanda berkarat yang terbuka lebar secara paksa.
"Oh... ada orang."
"Apa mau mu datang kemari?"
"Bersembunyi.."
"Dari siapa?"
"FG ku, Dobe!"
Dahi Naruto berkedut-kedut.
"Apa katamu, Teme?"
"Dia beda dengan yang lain. Dia berani mengataiku. Aku jadi ingin sekali memilikimu..." inner sasuke
"Dobe..."
"Teme.."
"Dobe.. aku punya permintaan?"
"Permintaan apa, Teme..?"
"aku ingin- KRINGGGG!"
Kata-kata Sasuke terputus saat bunyi bel masuk berbunyi. Mau tak mau Sasuke dan Naruto segera menuju kelas mereka.
...SKIP TIME...
SASUKE POV
Saat ini aku berada di sebuah makam tua milikku. Dulu, sebelum terlahir menjadi vampire, aku adalah manusia yang hidup sekitar 250 tahun yang lalu. Agar tak ada yang curiga, aku berpura-pura mati. Setelah mereka pergi, aku keluar dari peti matiku dan mulai berkeliaran. Kuburan ku mirip dengan sebuah rumah, jadi aku memutuskan untuk tinggal disini hingga seorang gadis bermata blue shappire datang. Aku mengira ia datang mengunjungi makam kedua orang tuanya. Aku merasa melihat malaikat dan aku ingin memilikinya. Selama 3 tahun aku habiskan untuk mengenalnya. Aku ingin mendekatinya jadi, kuputuskan untuk masuk ke sekolahnya. Aku adalah vampire spesial karena bisa bertahan dari sinar matahari, walau harus kehilangan kekuatanku untuk sementara.
"Sebentar lagi kau akan jadi milikku, Naruto..." .
NARUTO POV
Sasuke, aku merasa tak asing dengannya. Wajahnya mirip dengan orang yang selalu berada dalam mimpiku. Aku penasaran dengannya.
"Ting...!"
Ah... mie ramen instantku matang. Aku segera melahapnya dengan tenang. Tiba – tiba aku teringat ibuku yang sering membuatkan aku ramen dulu.
"Tes.. Tes..." air mata mulai mengalir dari mata ku.
"Mama... Naru merindukanmu.. hiks! Naru juga merindukan Papa... hiks!" kataku pelan sambil menahan tangisku.
...ESOKNYA...
Sekarang aku sedang berjalan menuju sekolahku. Aku selalu berangkat sendiri. Sebelum berangkat aku sempatkan diri untuk mengunjungi makam kedua orangtuaku. Sebuah rangkaian bunga sudah berada di tanganku sekarang. Aku berjalan menyusuri jalan yang biasa aku tapaki untuk menuju makam orang tuaku. Sesampainya di makam orang tuaku, aku segera menaruh rangkaian bungaku.
"Papa, Mama... Naru berangkat sekolah dulu ya..?"
"..."
Aku segera beranjak dan berjalan menjauhi makam tersebut. Aku terus berjalan hingga tiba di gerbang pemakaman. Aku berbalik sebentar.
"Papa, Mama..." batinku.
Aku segera pergi sekolah karena jam sudah menunjukan 06.30 pagi.
...SKIP TIME...
Sekarang aku berada di sekolah bersama Hina-chan dan Tenten-chan sedang menikmati makan siang dia atap sekolah.
"Ne...ne, Naru-chan?"
"Nani, Ten-chan?"
"Sasuke-kun hari ini tak masuk sekolah lo..."
"Lalu, aku harus bersikap apa jika Si Teme gak masuk?"
"Wah... Naeu-chan dekat dengan Sasuke-san, ya?"
"Dia ngatain aku Dobe Hina-chan..."
"Tapi kau dekat dengannya, kan?"
"Iya, betul itu!"
"Ten-chan, aku gak sedekat dengan Teme seperti yang kau pikirkan..."
"Wah, Naru-chan Tsundere..."
"uugghh..."
Aku tak bisa membalas mereka. Ya harus kuakui jika aku memang dekat dengan Teme. Pernah aku dengar jika Teme itu dingin dan kata katanya itu pedas. Tapi yang aku tak habis pikir, mengapa ia memilik FG yang bertambah tiap harinya. Hah... Sakit kepala aku kalau memikirkannya.
"Ne, Hina-chan..."
"Nani, Naru-chan?"
"Mengapa Teme gak masuk?"
"Katanya sih sakit,,,,"
"Oh..."
"KRINGGG!"
"Ten-chan, Hina-chan ke kelas yuk..."
SASUKE POV
"Apa maumu datang, hn?"
"Aku hanya ingin mengunjungi Otouto ku saja"
"..."
Aku lupa bilang jika bukan aku saja yang vampire di keluarga ku, ada anikiku yang juga vampire. Namanya Uchiha Itachi. Ciri cirinya mirip denganku, tapi rambutnya agak panjang dan di kuncir belakang. Sama denganku juga, ia mengincar seorang gadis. Tapi gadis yang dia incar adalah gadis vampire. Namanya Kyuubi. Aku tak tahu nama keluarganya.
"Jadi, apa ada perkembangannya?"
"Hn..."
"Kasihan, kau memang tak berbakat menaklukkan hati wanita, ya Otouto? Dasar, pemula..."
Dahiku berkedut. Ingin ku tonjok muka stoicnya dan sok tebar senyum itu.
"Aku tak seperti dirimu yang playboy, Baka Aniki!"
Ku lihat wajahnya. Kukira ia sudah termakan omonganku. Aku menyeringai.
"Jadi, aniki apa dia bisa dijinakan?"
"Belum..."
"Oh..."
"Jadi aku masih bisa menang dari baka aniki itu..." inner ku
Jika aku bukan Uchiha aku akan melompat lompat meledek aniki. Sayangnya aku Uchiha dan Uchiha tidak pernah melakukannya.
"Ah... Aniki, aku mau berburu dulu!"
"Hn..."
Aku segera berlari dan berburu darah malam ini. Sudah 3 Minggu aku tak 'makan'.
Aku jadi lapar dan kurang tenaga. Di perjalanan aku melihat Dobe sedang tertidur di atas makam kedua orangtuanya.
"Uhh... dasar Dobe, ini sudah 14 kalinya dia tertidur disini..."
Aku menghampirinya dan segera mengangkat badannya. Saat menggendongnya, dia terbangun dan melihatku. Aku terpaku sejenak akan kepolosan mata blue shappirenya.
"Teme... apa yang kau lakukan?"
"Kau kutemukan di makam ke dua orangtua mu... lagi!"
"Sejak kapan... kau memerhatikan ku?"
"Aku selalu lewat sini kalau mau pulang..."
"Ohh..."
Aku dan Dobe tak berbicara lagi selama 5 menit lamanya.
"Hei, Teme..."
"Hn..."
"Kau dingin bagai mayat hidup ya?"
"Hn..."
"Tapi, entah kenapa kau kadang begitu hangat..."
"..."
Aku kaget. Bagaimana bisa ia merasakan hangat dengan tubuhku yang tak hidup. Badanku selalu dingin bagai es. Naruto, kau orang pertama orang yang mengatakan hal yang baik tulus dari dirimu sendiri untukkku.
"Ne, Teme..."
"Hn?"
"Apa kau tak merasa aneh, tubuh selalu dingin apa kau itu vampire atau semacamnya?"
"..."
Hah... mengapa pertanyaanmu merusak suasana sih. Aku belum bisa bilang, mungkin nanti aku akan memberitahumu.
"Naruto, kita sudah sampai..."
"Bagaimana kau tahu rumahku?"
"..."
Aku segera membawa Naruto masuk kerumahnya dan menidurkannya.
"Oyasuminasai, Teme"
"Hn..."
Setelah dia tertidur, aku segera pergi. Aku berjalan dan terus berjalan hingga tiba di rumahku.
"Naruto..."
NARUTO POV
Hah... aku tak tahu mengapa jika berada di dekat Teme aku merasa tenang. Apa mungkin apa yang dikatakan Hina-chan benar? Apa mungkin aku menyukai Teme? Aku pusing memikirkannya. Aku ingin terlelap lagi.
...ESOKNYA...
Sore ini aku berada di taman tempat aku biasa berada. Taman yang sudah 5 tahun tertutup karena suatu sebab yang sampai saat ini aku tak tahu. Hari ini aku tak sekolah karena liburan sehabis ujian kelulusan, jadi aku libur selama 1 minggu. Aku tak tahu harus mengisi liburan dengan apa, nanti kita lihat saja. Saat ini aku duduk termenung di kursi taman yang kelihatan sudah akan berlumut. Ditaman ini aku merasa tenang.
"WUSSHHHH!..." suara angin membelai rambut pirang sepinggang milikku yang ku biarkan tergerai. Tiba tiba aku kangen dengan Teme.
"Ahh... apa yang terjadi denganmu Naruto...? Mengapa kau memikirkan Teme?" batinku sambil meremas rok selututku.
"Apa mungkin aku benar benar menyukai si Teme? Tapi, apa arti cinta itu ya? Aku hanya merasa nyaman jika dekat Teme... apa yang terjadi?" lanjut batinku.
"Haaaaah..." aku menghela nafas panjang.
"Srrrk... Srrrk..." suara semak semak.
Aku segera bangkit dan berteriak lantang...
"Siapa itu?"
"Are... ada orang ternyata?"
"Ehh... Teme..."
...TBC...
