^^SUJU IN INDONESIA : #Negatif thinking part 2#^^
Cast :Super junior++
Disclaimer : semua punya Tuhan.
Guest : linlnayah (Lina)
Genre : Humor & Romance
Rated : T berbumbu M(?)
*WARNING : TYPO'S + DLL*
#untuk LINA readers BOLEH ANGGAP DIRI SENDIRI, tapi ini dispesialkan untuk linlnayah#
Lets Read !
5 menit berlalu...
"Hyung, jadi tidak," tanya Kibum pada Siwon sambil menutup kamarnya.
"..." tak ada balasan.
"Hyung," tanya Kibum kembali.
"..." masih hening.
"Bzbzttt" hanya suara lalat yang terdengar melintas di telinga Kibum.
Seketika Sungmin dan Kyuhyun sadar akan kedatangan Kibum.
KyuMin memandang dengan senyuman malu.
Kibum membalas senyum.
Reflek tangan Kibum memegang tangan Sungmin, ketika Sungmin akan memukul pundak Siwon.
Sungmin melongo kaget akan perbuatan aneh Kibum ini.
Kibum menggeleng ketika Sungmin memandangnya aneh, segera Kibum mengirim(?) kontak batin dengan Sungmin, 'Hyung jangan diberitahu, biarkan saja' batin Kibum.
Untung Sungmin pintar, dengan cepat ia mengerti maksud Kibum, berbeda dengan Kyuhyun yang masih shock melihat tangan Kibum dan Sungmin menyatu.
'Kibum hyung, gak nyangka... Huwe T-T' Kyuhyun mulai cemberut.
'Blak' pukulan lembut Kibum mendarat dipundak Siwon.
"Ia hyung entar aja, tanggung. Kalau mau entar aja ngelakuinnya(?)," pikir Siwon fokus.
'Blak' Kibum memukul Siwon kembali.
"Yah Sungmin hyung jangan nafsu, entar aja," pikiran bejad Siwon on.
Sungmin kejer mendengar ucapan Siwon, dengan gesit Kyuhyun mengamankan posisi Sungmin.
'Blak' Kibum mulai memukul keras pundak Siwon kembali.
"Ya hyung kenapa jadi naaafs... Pesh." ucap Siwon terputus ketika melirik ke arah Sungmin.
HaeHyuk pun ikut memandang.
"Lah kenapa Kyu," Siwon aneh, tak biasanya Kyuhyun mendekati Siwon.
"Maksud hyung," Kyuhyun malah bertanya.
"Lu nafsu ?" akal Siwon mulai tak berlogika.
"Kepala hyung terbentur apa heoh, mana mungkin," jawab Kyuhyun gak nyante.
"tuh lihat," Kyuhyun memalingkan muka Siwon ke arah Kibum.
"Lah, Hyung," Kyuhyun berteriak karena tak melihat Kibum ditempat semula.
"Mana, apa maksudmu," Siwon bertanya kembali.
"Tadi ada Kibum disini," Kyuhyun menjelaskan.
"Kenapa jadi ribut, sini laptopnya hyung" pinta Donghae menarik laptop milih Eunhyuk #otak yadong On.
"Dia tadi pergi," tutur Sungmin.
"Maksudnya tadi Kibum," tanya Siwon terkejut.
"Ya hyung, mataknya kalau bini datang, harus peka," ejek Kyuhyun.
"Aissh, dasar iblis," ucap Siwon meninggalkan KyuMin dan HaeHyuk untuk mengejar Kibum.
jalan
"Dimana ya belinya," ucap Kibum setelah turun dari angkot(?).
"padahal tadi pergi bareng Leeteuk hyung, Sungmin hyung, atau Kangin hyung aja, yang sudah tau, apes dah," keluh Kibum berdiri disekitar rentetan orang disekitar pasar.
"Dek, jengkolnya," tawar seorang pedagang.
'Emang gue masih kecil, dipanggil adek, tapi tak apalah. Kan aku imut' narsis Kibum tersenyum simpul.
"Mas telurnya, dua 50rb," tawar pedagang lain.
'Emang gue udah tua ! Dibilang Mas, wajah imutku,' Kibum mulai cemberut.
"Pa, singkong nya beli 5 gratis 10," ucap pedagang selanjutnya.
"Kenapa Pak ! Apa gak pernah lihat tv. Aku ini artis, demi buku sejarahku," Kibum pundung berat.
"HEI TUNGGU, kamu" seorang cewe berteriak memanggil Kibum.
Karena gak ngerasa, Kibum malah dingin melanjutkan jalan kakinya.
'Aduh itu cowo, masa hp ketinggalan gak nyadar' batin Lina agak kesal.
"Hei tunggu, baju biru. Tunggu~" panggil Lina lantang sambil mengejar Kibum.
Tak perlu lama, Kibum pun diam.
'Akhirnya tuh cowo diam,' batin Lina puas, mengira caranya berhasil.
Berbeda dengan Kibum,
'Tunggu, tadi yang awal pada teriakin gua 'Dek', ditengah 'Mas', yang barusan 'Pak', wah bisa-bisa yang jual sate tokek chibi(?) itu bilang gue 'KAKEK', ahh~ tidak' batin Kibum memikirkan nasibnya.
'Bletak'
"Aish, ada apa," tanya Kibum yang terkejut.
"Eh, maaf ya. Tadi aku teriakin, malah gak connect, jadi terpaksa aku pukul saja," jawab Lina simpul.
"Ohh, maafkan aku ya, hehe," senyum Kibum terpancar.
'Wah tampannya, seperti artis,' batin Lina melihat Kibum yang berpakaian tak biasa itu.
"Ngomong-ngomong ada apa kau menghampiriku," lanjut Kibum.
"Ini, tadi ketinggalan," jawab Lina tersipu sambil memberikan Handphone milik Kibum.
"Handphone, oh iya, terima kasih," balas Kibum mengingat letak handphonenya.
"Sama-sama, em." tanya Lina bingung.
"Kibum, Kibum..." balas Kibum bingung menyamarkan namanya.
"Kibum Martinah(?), panggil saja Kibum," lanjut Kibum enteng.
"Martinah ! Em, sama-sama... agak aneh, aku Lina, salam kenal" ketus Lina.
"Hei tunggu, boleh minta bantuan," tanya Kibum sebelum Lina akan pergi.
"Ada apa," tanya Lina.
"Ada waktu tidak, aku ingin meminta tolong," balas Kibum malu, menampilkan semburat merah(?) dipipinya.
"Ehm, baiklah. Aku kosong kok(?), emang baru pertama kesini," Lina mengiyakan permintaan Kibum dan kembali bertanya.
"Iya, ini pertama kalinya saya datang kesini," balas Kibum menampilkan rentenan gigi putihnya.
"Darimana, Bandung," tanya Lina kembali.
'Bandung, jenis banjir atau apa,' batin Kibum bingung.
"Aku dari Korea," balas Kibum tak bisa berbohong.
"Korea, berarti aku panggil Oppa dong, selamat datang di Indonesia. Sebagai warga Indonesia saya akan melayani(?)," ucap Lina hormat.
"Wah, terima kasih cantik," balas Kibum bahagia.
"Oh iya terima kasih, tadi ada yang misscall" lanjut Lina mengingatkan.
"Terima kasih, ini temanku yang menelepon," jawab Kibum melihat layar Hp-nya terpangpang nama Siwon.
'Wah tak ku sangka, 10 kali dia misscall' batin Kibum terdiam.
"Hyung kenapa," tanya Lina sesaat.
"Ouh... Itu, tak apa," balas Kibum bingung, mau ngasih tau Siwon atau tidak.
"Ayo kita mulai pencariannya," lanjut Lina menarik tangan Kibum.
Sementara,
30 menit berlalu.
'lah mana tuh bocah, cepet amat perginya,' batin Siwon memandang kiri kanan jalan.
'Kringgg'
'Tombo ati, itu limo perkaranyo' bunyi handphone Siwon.
'Sms dari siapa ini, mungkin dari Kibum,' lanjut Siwon membatin senang.
Saat membuka pesannya,
[Dek isi pulsa mamah yang 10rb sekarang, ditunggu cepet. Jangan nelpon mamah lagi dikantor polisi.]
"Orang tua gue kan diKorea, aneh. Plus kenapa minta yang 10, padahal biasanya beli yang 1jt," ketus Siwon menyombongkan diri.
'Kringgg'
'Tombo ati iku limo perkaranyo,' Hp Siwon kembali mendendangkan sebuah lagu.
'Aku harap ini Kibum', [Dek pulsanya gak jadi].
"Aish, aku bukan anakmu," geram Siwon.
'Ini gara-gara Kyuhyun, ngajak nonton. Jadi gak jadi jalan-jalannya' batin Siwon kesal.
5 menit kemudian...
'Tombo ati, iku limo perkaranyo' Hp Siwon kembali berdendang.
"Awas saja kalau ini ibu-ibu tadi lagi, gue sumpahin abis lagi pulsanya(?)," Siwon mengamuk didalam mobilnya.
[Hyung aku tunggu dimall yang pertama kita ke Indonesia, dilantai 3, toko buku. Cepat ! Sebelum ku tinggal lagi,].
'Bushh' dengan cepat Siwon memajukan mobilnya dari taman menuju ke mall.
-Flashback-
"Ada sesuatu yang akan aku ucapkan," ketus Kibum menahan Lina yang akan masuk mall.
"Apa hyung," tanya Lina bingung.
"Tapi jangan disini, ditempat parkir saja," lanjut Kibum menarik tangan Lina.
'Mau ngapain ini' batin Lina salah sangka.
Parkir
"Wahh, benarkah" Lina shock tingkat dewa.
"Sstt, jangan berisik," lerai Kibum.
"Maaf hyung, aku gak nyangka ternyata saat ini aku sedang bareng sama artis favoritku," Lina mendramatisasi ucapannya.
"Thanks udah jadi Elf, aku sebetulnya mau pergi bareng Siwon hyung, tapi tadi ia malah menghiraukanku," lanjut Kibum malu, karena jujur kepada Lina yang notabenenya orang baru ia kenal.
"Siwon, Oh tidak, shit." ucap Lina tak terbendung.
"Kenapa menghiraukan," lanjut Lina.
"Dia malah milih nonton begituan," jawab Kibum dingin.
"Aaaahh, tak ku sangka ! Kenapa hyung mau jujur padaku," tanya Lina memecah suasana.
"Aku yakin kau pasti tidak akan memberitahu siapa pun," balas Kibum menatap erat mata Lina.
Lina salah tingkat, bahkan memunculkan semburat merah dipipinya.
"Kita tunggu dulu disini ya, aku akan menghubungi Siwon hyung dulu," pinta Kibum pada Lina.
"Baiklah Oppa," Lina mengiyakan pinta Kibum.
-END FLASHBACK-
BumNa(?) a.k.a Kibum dan Lina hanya menanti dengan terdiam, sesekali mendendangkan lagu.
"Oppa curang. Ngasih tebakan lagu korea, kan aku tak tahu," ketus Lina cemberut.
"Kau juga curang, aku kan tak tahu lagu indonesia juga," balas Kibum menarik dagu Lina, sejajar dengan wajah Kibum.
Yang ditarik malah kejer diam gak tentu.
"Jangan marah ya," Kibum memunculkan senyuman khas-nya.
'Oh My God, apakah ini mimpi.' Lina sudah matang(?) layaknya udang rebus, merah dan nikmat(?).
"Hei ! Sedang apa kau Bummie, mau buat anak orang pingsan akan ulahmu." ejek Siwon langsung ikut gabung.
"Eh, Siwon Oppa," ucap Lina shock dan... Bleg, Lina sukses pingsan.
"Nah hyung lihat ! Malah kau yang buat anak pingsan, tanggung jawab, nikahi dia(?)," Kibum sewot.
"Aish, aku kan tidak berbuat apa-apa padanya," Siwon mengelak dengan wajah tegang.
Dengan sigap Kibum mengecek kondisi Lina.
"Hem, masih hidup ko, butuh nafas buatan," ucap Kibum menarik Lina kepangkuannya. Dan...
'Cuph' suara mulut Kibum memberikan pertolongan pada Lina.
Sontak Siwon shock.
"Op... ppa" ucap Lina tersadar melihat perlakuan Kibum padanya.
"Jangan pingsan lagi ya, please" pinta Kibum imut.
"Tak kusangka kau bisa melakukannya dihadapanku," ucap Siwon lebai.
'Bletak'
"Hyung jangan bercanda, cepat angkut dia." Kibum menyeleweng pergi meninggalkan Siwon.
"Hem, dasar gadis(?)" cibir Siwon reflek.
"Gadis, maksud Oppa," Lina bertanya.
"Enggak, itu cuman bercanda... Itu sebutanku untuknya saat ini," jujur Siwon menatap tajam Lina.
Lina hanya ber-Oh ria.
"Jadi bagaimana, mau aku angkat," lanjut Siwon.
"Ti... Tidak Oppa, aku bisa berjalan sendiri." ucap Lina terbata.
"Kalau begitu, ayo !" ajak Siwon menarik lengan Lina.
"Iy... Ya," balas Lina sambil berdiri.
WonNa (a.k.a Siwon + Lina) pun segera menyusul Kibum.
mall
"ingat, jangan keceplosan" bisik Kibum pelan pada telinga Lina.
"Baik oppa," jawab Lina pelan.
"Bum disinikan," ucap Siwon lantang.
Bagai zombie(?) haus akan darah semua penghuni mall langsung memandang horor KiNaWon (a.k.a Kibum, Lina, Siwon), pasalnya dengan pakaian suku iglo(?) ada dimall, Aneh.
"ehm, Bum... Buma," lanjut Siwon lantang.
"Apa citra(?)" balas Kibum lantang.
Bagaimana nasib mereka bertiga ?
-TBC-
ABAL, GAJE ?
Maaf lama, chap 3 update besok .JANJI XD
sudah minim ide, sory wkwk XD
